Uji Kompetensi JF Pensos (Penyuluh Sosial) KEMENSOS: Kisi-Kisi, Prediksi Soal, Materi

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Penyuluh Sosial (Pensos) merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bidang penyuluhan kesejahteraan sosial. Melalui uji kompetensi ini, peserta akan dinilai berdasarkan kemampuan teknis, manajerial, dan profesional sesuai dengan standar kompetensi jabatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci utama agar dapat menghadapi setiap tahapan ujian dengan percaya diri dan memperoleh hasil yang optimal.

Artikel ini menyajikan kisi-kisi terbaru, rangkuman materi esensial, serta prediksi soal Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial KEMENSOS yang disusun berdasarkan ruang lingkup kompetensi jabatan dan pola soal yang umum diujikan. Dengan mempelajari materi secara terarah serta berlatih mengerjakan soal-soal yang relevan, diharapkan peserta mampu memahami konsep-konsep penting, meningkatkan kemampuan analisis, dan lebih siap menghadapi pelaksanaan uji kompetensi.

Mengenal Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial (Pensos) KEMENSOS

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Penyuluh Sosial merupakan proses penilaian yang bertujuan mengukur tingkat penguasaan kompetensi ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsi penyuluhan di bidang kesejahteraan sosial. Penilaian ini tidak hanya menguji pemahaman teoritis, tetapi juga kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan, menganalisis permasalahan sosial, menyusun strategi penyuluhan, serta memberikan solusi yang tepat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat.

Bagi seorang Penyuluh Sosial, kompetensi yang baik sangat diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan program kesejahteraan sosial secara efektif. Oleh karena itu, peserta perlu memahami ruang lingkup tugas jabatan, regulasi yang berlaku, teknik penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, hingga etika profesi. Persiapan yang dilakukan melalui pemahaman materi, latihan soal, dan pembelajaran berbasis studi kasus akan membantu meningkatkan kesiapan dalam menghadapi uji kompetensi.

Tujuan Uji Kompetensi

Uji kompetensi diselenggarakan untuk:

  • Mengukur tingkat kompetensi sesuai standar Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial.
  • Menilai kemampuan teknis, profesional, dan penerapan regulasi dalam pelaksanaan tugas.
  • Menjamin kualitas dan profesionalisme Penyuluh Sosial dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
  • Menjadi salah satu dasar pengembangan karier dan peningkatan kompetensi ASN.

Ruang Lingkup Materi yang Diujikan

Secara umum, materi yang sering muncul dalam Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial meliputi:

  • Kebijakan dan regulasi bidang kesejahteraan sosial.
  • Tugas, fungsi, dan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial.
  • Teknik komunikasi, penyuluhan, dan edukasi sosial.
  • Pemetaan serta analisis permasalahan sosial.
  • Perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan penyuluhan.
  • Pemberdayaan masyarakat dan penguatan partisipasi sosial.
  • Etika profesi, pelayanan publik, dan integritas ASN.
  • Penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan serta dokumentasi kinerja.

Dengan memahami ruang lingkup materi tersebut sejak awal, peserta dapat menyusun strategi belajar yang lebih terarah sehingga mampu menghadapi soal-soal uji kompetensi secara efektif dan memperoleh hasil yang maksimal.

Strategi Efektif Mempersiapkan Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial KEMENSOS

Keberhasilan dalam Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Penyuluh Sosial tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu belajar, tetapi juga oleh strategi persiapan yang tepat. Peserta perlu memahami materi secara menyeluruh, mengikuti perkembangan regulasi terbaru, serta membiasakan diri mengerjakan soal-soal yang mengukur kemampuan analisis dan penyelesaian kasus di bidang kesejahteraan sosial. Dengan persiapan yang sistematis, peluang memperoleh hasil terbaik akan semakin besar.

Selain menguasai konsep dasar, peserta juga perlu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi soal berbasis studi kasus. Banyak soal uji kompetensi menguji kemampuan peserta dalam menentukan langkah yang paling tepat sesuai dengan prinsip-prinsip penyuluhan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kebijakan Kementerian Sosial. Oleh karena itu, latihan soal secara rutin menjadi bagian penting dari proses belajar.

Tips Sukses Menghadapi Uji Kompetensi

Agar persiapan lebih optimal, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Pelajari regulasi dan kebijakan terbaru yang berkaitan dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
  • Pahami tugas pokok, fungsi, serta kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial pada setiap jenjang.
  • Kuasai konsep komunikasi, teknik penyuluhan, dan pemberdayaan masyarakat.
  • Latih kemampuan menganalisis kasus yang sering ditemui dalam praktik penyuluhan sosial.
  • Kerjakan latihan soal secara berkala untuk meningkatkan ketelitian dan kecepatan menjawab.
  • Evaluasi hasil belajar dan pelajari kembali materi yang belum dikuasai.
  • Siapkan kondisi fisik dan mental agar tetap fokus selama pelaksanaan ujian.

Dengan menerapkan strategi belajar yang terencana dan konsisten, peserta akan lebih siap menghadapi berbagai bentuk soal yang diujikan. Penguasaan materi yang kuat, didukung latihan soal yang cukup, akan membantu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbesar peluang memperoleh hasil yang memuaskan dalam Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial KEMENSOS.

Kisi-Kisi Materi Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial (Pensos) KEMENSOS

Memahami kisi-kisi materi merupakan langkah penting dalam mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Penyuluh Sosial KEMENSOS. Kisi-kisi memberikan gambaran mengenai kompetensi yang akan diukur, sehingga peserta dapat menyusun strategi belajar yang lebih terarah dan efektif. Selain menguasai teori, peserta juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi di lapangan.

Secara umum, materi yang diujikan mengacu pada kompetensi teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial, regulasi yang berlaku, serta kemampuan analisis dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, peserta perlu mempelajari setiap materi secara komprehensif dan memperbanyak latihan soal berbasis kasus.

1. Kebijakan dan Regulasi Kesejahteraan Sosial

  • Landasan hukum penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
  • Kebijakan Kementerian Sosial terkait pelayanan sosial.
  • Peraturan mengenai Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial.
  • Standar pelayanan dan etika profesi.

2. Tugas, Fungsi, dan Kompetensi Penyuluh Sosial

  • Tugas pokok dan fungsi Penyuluh Sosial.
  • Jenjang jabatan dan pengembangan karier.
  • Kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.
  • Kode etik dan profesionalisme ASN.

3. Teknik Penyuluhan Sosial

  • Konsep dasar penyuluhan sosial.
  • Metode dan media penyuluhan.
  • Teknik komunikasi efektif.
  • Edukasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

4. Identifikasi dan Analisis Permasalahan Sosial

  • Pemetaan masalah kesejahteraan sosial.
  • Analisis kebutuhan masyarakat.
  • Penentuan prioritas penanganan masalah.
  • Penyusunan alternatif solusi.

5. Perencanaan Program Penyuluhan

  • Analisis kebutuhan program.
  • Penyusunan tujuan dan sasaran.
  • Penyusunan rencana kegiatan.
  • Pengelolaan sumber daya penyuluhan.

6. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan

  • Implementasi program penyuluhan.
  • Pendampingan individu, kelompok, dan masyarakat.
  • Pemberdayaan masyarakat.
  • Penguatan partisipasi sosial.

7. Monitoring dan Evaluasi Program

  • Teknik monitoring kegiatan.
  • Evaluasi efektivitas program.
  • Pengukuran capaian indikator.
  • Penyusunan rekomendasi perbaikan.

8. Penyusunan Laporan dan Dokumentasi

  • Penyusunan laporan kegiatan.
  • Dokumentasi hasil penyuluhan.
  • Pengelolaan data dan informasi.
  • Penyusunan laporan kinerja.

9. Kolaborasi dan Kemitraan

  • Koordinasi lintas sektor.
  • Kemitraan dengan pemerintah daerah.
  • Sinergi dengan lembaga sosial dan organisasi masyarakat.
  • Pengembangan jejaring kerja.

10. Pelayanan Publik dan Nilai-Nilai ASN

  • Prinsip pelayanan publik.
  • Integritas dan akuntabilitas.
  • Orientasi pelayanan kepada masyarakat.
  • Penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan tugas.

Dengan menguasai seluruh materi di atas, peserta akan memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial KEMENSOS. Fokuskan pembelajaran pada pemahaman konsep, regulasi terbaru, serta latihan soal berbasis studi kasus agar mampu menjawab setiap pertanyaan secara tepat, sistematis, dan sesuai dengan praktik profesional di bidang penyuluhan sosial.

Contoh Soal Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial (Pensos) KEMENSOS

Pada bab ini disajikan kumpulan contoh soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Penyuluh Sosial (Pensos) KEMENSOS yang disusun berdasarkan kisi-kisi kompetensi terbaru dan mengacu pada karakteristik tugas Penyuluh Sosial. Soal-soal berbentuk studi kasus (HOTS) ini dilengkapi dengan pembahasan singkat untuk membantu peserta memahami konsep, meningkatkan kemampuan analisis, serta mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi secara lebih optimal.

Soal 1

Seorang Penyuluh Sosial menemukan bahwa angka putus sekolah di sebuah desa meningkat akibat banyak keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi. Berdasarkan hasil asesmen, masyarakat belum mengetahui program bantuan sosial dan pemberdayaan yang tersedia. Langkah awal yang paling tepat dilakukan adalah….

A. Mengusulkan penambahan anggaran bantuan sosial kepada pemerintah daerah.

B. Melaksanakan penyuluhan mengenai hak masyarakat serta akses terhadap program kesejahteraan sosial.

C. Menyalurkan bantuan kepada seluruh keluarga tanpa proses verifikasi.

D. Meminta masyarakat mengajukan proposal bantuan secara mandiri.

E. Menyerahkan seluruh penanganan kepada perangkat desa.

Jawaban: B

Pembahasan:
Penyuluh Sosial berperan memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat agar memahami akses terhadap program kesejahteraan sosial. Penyuluhan merupakan langkah awal sebelum intervensi lanjutan dilakukan.

Soal 2

Dalam pelaksanaan penyuluhan, masyarakat terlihat pasif dan tidak memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan. Sebagai Penyuluh Sosial, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Tetap melanjutkan materi hingga selesai sesuai jadwal.

B. Mengubah metode penyuluhan menjadi diskusi partisipatif dan menggali kebutuhan masyarakat.

C. Membatalkan kegiatan penyuluhan.

D. Menyampaikan materi lebih cepat agar waktu tidak terbuang.

E. Meminta peserta membaca materi secara mandiri.

Jawaban: B

Pembahasan:
Prinsip penyuluhan sosial menekankan partisipasi masyarakat. Metode yang interaktif akan meningkatkan keterlibatan peserta dan efektivitas penyampaian pesan.

Soal 3

Dalam suatu wilayah terdapat beberapa permasalahan sosial, yaitu kemiskinan, penyandang disabilitas yang belum memperoleh layanan, serta meningkatnya kasus anak terlantar. Sebelum menyusun program penyuluhan, Penyuluh Sosial sebaiknya….

A. Menentukan kegiatan berdasarkan pengalaman pribadi.

B. Melaksanakan asesmen dan pemetaan kebutuhan masyarakat.

C. Mengikuti program yang pernah dilaksanakan daerah lain.

D. Menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

E. Menentukan prioritas berdasarkan jumlah penduduk.

Jawaban: B

Pembahasan:
Program penyuluhan harus disusun berdasarkan hasil identifikasi dan analisis kebutuhan agar tepat sasaran.

Soal 4

Saat melakukan penyuluhan mengenai perlindungan anak, seorang peserta menyampaikan informasi pribadi mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya. Sikap profesional Penyuluh Sosial adalah….

A. Menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh peserta agar menjadi pelajaran.

B. Menjaga kerahasiaan informasi serta mengarahkan peserta pada layanan yang berwenang.

C. Mengunggah kasus tersebut ke media sosial sebagai edukasi.

D. Mengabaikan informasi tersebut.

E. Meminta peserta menyelesaikan masalah secara mandiri.

Jawaban: B

Pembahasan:
Etika profesi mengharuskan Penyuluh Sosial menjaga kerahasiaan data penerima layanan dan memberikan rujukan sesuai prosedur.

Soal 5

Sebuah kelompok masyarakat menolak program pemberdayaan karena menganggap tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Langkah yang paling tepat adalah….

A. Tetap melaksanakan program sesuai rencana awal.

B. Menghentikan seluruh kegiatan penyuluhan.

C. Melakukan dialog dan menyesuaikan program berdasarkan hasil musyawarah.

D. Meminta pemerintah memberikan sanksi kepada masyarakat.

E. Mengganti seluruh peserta penyuluhan.

Jawaban: C

Pembahasan:
Pendekatan partisipatif merupakan prinsip utama pemberdayaan masyarakat sehingga program harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Soal 6

Dalam menyusun laporan hasil penyuluhan, data yang paling penting dicantumkan adalah….

A. Pendapat pribadi penyuluh.

B. Jumlah kendaraan peserta.

C. Capaian kegiatan, kendala, hasil evaluasi, dan rekomendasi tindak lanjut.

D. Daftar tamu secara lengkap tanpa analisis.

E. Seluruh percakapan selama kegiatan.

Jawaban: C

Pembahasan:
Laporan harus bersifat objektif dan memuat hasil pelaksanaan, evaluasi, serta rekomendasi sebagai dasar perbaikan program.

Soal 7

Pemerintah daerah akan melaksanakan program penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Agar program berjalan efektif, Penyuluh Sosial perlu….

A. Bekerja sendiri tanpa melibatkan pihak lain.

B. Berkoordinasi dengan perangkat daerah, pendamping sosial, dan pemangku kepentingan terkait.

C. Menyerahkan seluruh kegiatan kepada pemerintah desa.

D. Mengutamakan dokumentasi dibanding pelayanan.

E. Menunggu instruksi baru sebelum bertindak.

Jawaban: B

Pembahasan:
Penanganan PPKS memerlukan kolaborasi lintas sektor agar pelayanan menjadi terpadu dan berkelanjutan.

Soal 8

Setelah program penyuluhan selesai, ditemukan bahwa perubahan perilaku masyarakat belum signifikan. Langkah terbaik yang harus dilakukan adalah….

A. Menghentikan seluruh program.

B. Menyalahkan peserta karena tidak mengikuti arahan.

C. Melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui penyebab serta menyusun perbaikan.

D. Mengurangi frekuensi penyuluhan.

E. Mengubah lokasi tanpa evaluasi.

Jawaban: C

Pembahasan:
Monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam siklus program untuk meningkatkan efektivitas kegiatan.

Soal 9

Seorang Penyuluh Sosial memperoleh tawaran imbalan dari kelompok masyarakat agar diprioritaskan dalam suatu program bantuan sosial. Tindakan yang sesuai dengan nilai ASN adalah….

A. Menerima karena dianggap sebagai bentuk penghargaan.

B. Menolak pemberian tersebut dan tetap bekerja sesuai prosedur.

C. Membagi imbalan kepada rekan kerja.

D. Menunda keputusan hingga ada arahan.

E. Menerima sebagian agar tidak menyinggung masyarakat.

Jawaban: B

Pembahasan:
Integritas merupakan nilai dasar ASN. Setiap bentuk gratifikasi yang berpotensi memengaruhi objektivitas pelayanan harus ditolak sesuai ketentuan.

Soal 10

Dalam menghadapi masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda, pendekatan Penyuluh Sosial yang paling efektif adalah….

A. Memaksakan metode penyuluhan yang sama di semua wilayah.

B. Menggunakan pendekatan yang menghormati nilai budaya lokal tanpa mengabaikan tujuan program.

C. Menghindari komunikasi dengan tokoh masyarakat.

D. Menyampaikan materi tanpa diskusi.

E. Menggunakan bahasa formal yang sulit dipahami masyarakat.

Jawaban: B

Pembahasan:
Penyuluhan yang efektif harus memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat sehingga pesan dapat diterima dengan baik dan mendorong perubahan perilaku.

Berikut Bagian 2 (Soal 11–20) yang disusun berdasarkan kisi-kisi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Penyuluh Sosial KEMENSOS, menggunakan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS), berbasis studi kasus, dan sesuai dengan karakteristik tugas Penyuluh Sosial.

Soal 11

Seorang Penyuluh Sosial melakukan asesmen di wilayah binaan dan menemukan bahwa sebagian besar Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kondisi tersebut menyebabkan banyak warga belum memperoleh layanan sosial. Langkah yang paling tepat dilakukan adalah….

A. Memberikan bantuan kepada seluruh warga tanpa verifikasi.

B. Melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait untuk proses pemutakhiran data.

C. Menunggu pelaksanaan pendataan berikutnya dari pemerintah pusat.

D. Mengarahkan masyarakat untuk mendaftar secara mandiri tanpa pendampingan.

E. Mengabaikan kondisi tersebut karena bukan kewenangan Penyuluh Sosial.

Jawaban: B

Pembahasan:
Penyuluh Sosial berperan dalam identifikasi, pendataan, edukasi, serta koordinasi dengan berbagai pihak agar masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses layanan kesejahteraan sosial.

Soal 12

Dalam kegiatan penyuluhan mengenai pemberdayaan masyarakat, peserta lebih banyak menyampaikan keluhan daripada mencari solusi. Agar tujuan penyuluhan tercapai, Penyuluh Sosial sebaiknya….

A. Menghentikan diskusi agar suasana tetap kondusif.

B. Mengarahkan diskusi menuju identifikasi potensi dan penyusunan solusi bersama.

C. Menyampaikan seluruh materi tanpa memberi kesempatan berbicara.

D. Meminta peserta menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah.

E. Menutup kegiatan lebih awal.

Jawaban: B

Pembahasan:
Penyuluhan sosial bertujuan membangun kesadaran, partisipasi, dan kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalah secara mandiri.

Soal 13

Seorang Penyuluh Sosial diminta menyusun program penyuluhan bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Prinsip utama yang harus diperhatikan adalah….

A. Menggunakan materi yang sama seperti daerah lain.

B. Menyesuaikan materi dengan karakteristik risiko, kebutuhan, dan potensi masyarakat setempat.

C. Menyampaikan seluruh regulasi secara rinci.

D. Mengutamakan penyampaian teori dibanding praktik.

E. Menunggu arahan dari seluruh instansi sebelum menyusun program.

Jawaban: B

Pembahasan:
Program penyuluhan harus disusun berdasarkan hasil analisis kondisi wilayah agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Soal 14

Setelah evaluasi program, diketahui bahwa tingkat kehadiran peserta penyuluhan rendah karena jadwal kegiatan bertabrakan dengan jam kerja masyarakat. Perbaikan yang paling tepat adalah….

A. Mengurangi durasi penyuluhan.

B. Menyesuaikan waktu pelaksanaan berdasarkan hasil koordinasi dengan masyarakat.

C. Memindahkan lokasi kegiatan ke kantor pemerintah.

D. Menghapus kegiatan penyuluhan.

E. Mengundang peserta dalam jumlah lebih sedikit.

Jawaban: B

Pembahasan:
Evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan program agar lebih efektif dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Soal 15

Dalam pelaksanaan penyuluhan, seorang tokoh masyarakat menyampaikan informasi yang bertentangan dengan ketentuan pemerintah mengenai program kesejahteraan sosial. Sikap Penyuluh Sosial yang paling tepat adalah….

A. Membantah secara emosional di depan peserta.

B. Meluruskan informasi dengan sopan berdasarkan regulasi dan data yang valid.

C. Mengabaikan informasi tersebut.

D. Menghentikan kegiatan penyuluhan.

E. Mengikuti pendapat tokoh masyarakat agar kegiatan tetap berjalan.

Jawaban: B

Pembahasan:
Penyuluh Sosial harus mampu memberikan informasi yang benar, objektif, dan berdasarkan regulasi dengan tetap menjaga komunikasi yang baik.

Soal 16

Dalam rangka meningkatkan efektivitas program pemberdayaan sosial, indikator keberhasilan yang paling tepat adalah….

A. Banyaknya materi yang disampaikan.

B. Meningkatnya kemampuan, partisipasi, dan kemandirian masyarakat.

C. Lamanya waktu penyuluhan.

D. Jumlah konsumsi yang disediakan.

E. Banyaknya dokumentasi kegiatan.

Jawaban: B

Pembahasan:
Keberhasilan program pemberdayaan diukur dari perubahan kapasitas dan kemandirian masyarakat, bukan hanya pelaksanaan kegiatan.

Soal 17

Seorang Penyuluh Sosial menemukan adanya perbedaan pendapat antaranggota kelompok binaan yang berpotensi menghambat pelaksanaan program. Langkah yang paling tepat adalah….

A. Membubarkan kelompok tersebut.

B. Memfasilitasi musyawarah dan mediasi agar tercapai kesepakatan bersama.

C. Memilih salah satu pihak tanpa mendengar pihak lain.

D. Menyerahkan penyelesaian sepenuhnya kepada aparat desa.

E. Menunda seluruh kegiatan tanpa batas waktu.

Jawaban: B

Pembahasan:
Penyuluh Sosial berperan sebagai fasilitator yang mendorong penyelesaian masalah melalui komunikasi dan musyawarah.

Soal 18

Dalam pelaksanaan tugas, Penyuluh Sosial memperoleh data pribadi penerima layanan yang bersifat sensitif. Sesuai etika profesi, data tersebut harus….

A. Dibagikan kepada masyarakat agar lebih transparan.

B. Dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan pelayanan sesuai ketentuan.

C. Dipublikasikan sebagai bahan edukasi.

D. Diberikan kepada pihak lain tanpa persetujuan.

E. Diunggah ke media sosial agar diketahui publik.

Jawaban: B

Pembahasan:
Kerahasiaan data merupakan bagian dari profesionalisme dan perlindungan hak penerima layanan.

Soal 19

Dalam menyusun laporan evaluasi penyuluhan, ditemukan bahwa sebagian target program belum tercapai. Informasi yang paling tepat dimasukkan ke dalam laporan adalah….

A. Menyembunyikan kekurangan agar laporan terlihat baik.

B. Menjelaskan capaian, kendala, faktor penyebab, dan rekomendasi perbaikan secara objektif.

C. Menghapus data yang kurang mendukung.

D. Menyalahkan masyarakat atas kegagalan program.

E. Menyampaikan laporan tanpa analisis.

Jawaban: B

Pembahasan:
Laporan evaluasi harus akurat, objektif, dan menjadi dasar peningkatan kualitas program pada periode berikutnya.

Soal 20

Seorang Penyuluh Sosial diminta merancang strategi penyuluhan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan ekonomi keluarga. Strategi yang paling efektif adalah….

A. Memberikan ceramah satu arah kepada seluruh peserta.

B. Menggunakan pendekatan partisipatif melalui diskusi, pendampingan, praktik langsung, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

C. Membagikan modul tanpa penjelasan.

D. Mengutamakan penyampaian teori dibanding praktik.

E. Melaksanakan kegiatan tanpa evaluasi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Pendekatan partisipatif merupakan strategi yang paling efektif dalam penyuluhan sosial karena mendorong keterlibatan aktif masyarakat, meningkatkan rasa memiliki terhadap program, dan memperkuat keberlanjutan hasil pemberdayaan.

Persiapkan Uji Kompetensi Anda di Fungsional.id 

banner Uji Kompetensi JF Pensos (Penyuluh Sosial) KEMENSOS: Kisi-Kisi, Prediksi Soal, Materi

Dapatkan kumpulan soal terbaru, kisi-kisi, materi, pembahasan, dan simulasi CBT/CAT untuk Uji Kompetensi JF Penyuluh Sosial (Pensos) KEMENSOS hanya di Fungsional.id. Belajar lebih terarah dan tingkatkan peluang Anda meraih hasil terbaik!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?