Menghadapi Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam penguasaan kepemimpinan, manajemen Puskesmas, pelayanan kesehatan primer, perencanaan program, peningkatan mutu, serta pengambilan keputusan strategis.
Artikel ini menyajikan materi penting, kisi-kisi, bank soal, kunci jawaban, dan pembahasan sebagai bahan latihan untuk membantu peserta memahami kompetensi yang diuji serta mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi secara lebih terarah.
Daftar Isi
ToggleMengenal Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama
Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan peserta untuk menjalankan tanggung jawab pada tingkat yang lebih strategis. Peserta tidak hanya dituntut memahami pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, perencanaan, pengambilan keputusan, serta peningkatan mutu pelayanan Puskesmas.
Pada jenjang Ahli Utama, kemampuan yang dibutuhkan semakin menekankan pada analisis permasalahan kompleks, penyusunan strategi, pengelolaan sumber daya, koordinasi lintas program dan sektor, serta evaluasi kinerja pelayanan kesehatan.
Karena itu, persiapan sebaiknya tidak hanya mengandalkan hafalan materi. Peserta perlu memperbanyak latihan soal HOTS dan studi kasus manajerial Puskesmas agar terbiasa menganalisis masalah dan menentukan tindakan yang efektif, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Materi Penting Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama
Untuk menghadapi Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama, peserta perlu memahami materi yang berkaitan dengan pengelolaan Puskesmas secara strategis, pelayanan kesehatan primer, hingga peningkatan mutu pelayanan.
1. Manajemen dan Tata Kelola Puskesmas
Materi mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, serta evaluasi program Puskesmas. Peserta perlu mampu menghubungkan fungsi manajemen dengan pencapaian target pelayanan.
2. Perencanaan Berbasis Masalah Kesehatan
Peserta perlu memahami cara mengidentifikasi masalah berdasarkan data, menentukan prioritas, menganalisis penyebab, menyusun intervensi, menetapkan indikator, serta melakukan monitoring dan evaluasi.
3. Pelayanan Kesehatan Primer
Materi meliputi penyelenggaraan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, serta kesinambungan pelayanan.
4. Kepemimpinan dan Manajemen SDM
Kepala Puskesmas perlu mampu mengelola tim, menentukan pembagian tugas, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, menyelesaikan konflik, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan profesional.
5. Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien
Peserta perlu memahami indikator mutu, manajemen risiko, keselamatan pasien, evaluasi insiden, analisis akar masalah, serta penyusunan program perbaikan berkelanjutan.
6. Pengelolaan Sumber Daya
Materi mencakup pengelolaan SDM, anggaran, obat, alat kesehatan, sarana prasarana, dan sumber daya pendukung agar pelayanan berjalan efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan.
7. Data dan Sistem Informasi Kesehatan
Peserta perlu mampu menggunakan data pelayanan, indikator kesehatan, tren penyakit, cakupan program, dan informasi kesehatan masyarakat sebagai dasar pengambilan keputusan.
8. Jejaring dan Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala Puskesmas perlu membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan rujukan, desa/kelurahan, sekolah, kader, serta unsur masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan wilayah.
9. Penanganan Masalah dan Kondisi Kedaruratan
Materi dapat mencakup kemampuan menentukan prioritas ketika terjadi peningkatan kasus penyakit, gangguan pelayanan, keterbatasan sumber daya, atau kondisi kesehatan masyarakat yang membutuhkan respons cepat.
10. Pengambilan Keputusan Strategis
Pada jenjang yang lebih tinggi, peserta perlu mampu mengintegrasikan data, kebutuhan masyarakat, mutu pelayanan, risiko, sumber daya, dan dampak kebijakan sebelum menentukan keputusan. Karena itu, materi sebaiknya dipelajari melalui kombinasi pemahaman konsep, analisis data, serta studi kasus manajerial Puskesmas, sehingga peserta terbiasa menghadapi soal yang membutuhkan analisis dan pengambilan keputusan.
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama
Kisi-kisi Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama perlu berfokus pada kemampuan peserta dalam mengelola Puskesmas secara strategis, meningkatkan mutu pelayanan, menggunakan data kesehatan, serta mengambil keputusan terhadap berbagai permasalahan di wilayah kerja.
1. Kepemimpinan Strategis Puskesmas
Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:
- penetapan arah dan prioritas organisasi;
- kepemimpinan tim;
- pengambilan keputusan;
- pendelegasian tugas dan kewenangan;
- penyelesaian konflik;
- pembangunan budaya kerja; dan
- manajemen perubahan.
2. Manajemen dan Tata Kelola Puskesmas
Kisi-kisi mencakup:
- fungsi perencanaan;
- pengorganisasian pelayanan;
- pelaksanaan program;
- pengawasan dan pengendalian;
- monitoring dan evaluasi;
- pencapaian indikator kinerja; serta
- tindak lanjut hasil evaluasi.
3. Perencanaan Berbasis Data
Peserta perlu mampu:
- membaca dan menginterpretasikan data kesehatan;
- mengidentifikasi masalah;
- menentukan prioritas masalah;
- melakukan analisis penyebab;
- menentukan alternatif intervensi;
- menyusun indikator; serta
- mengevaluasi efektivitas intervensi.
4. Pelayanan Kesehatan Primer
Materi meliputi:
- pelayanan berorientasi kebutuhan masyarakat;
- upaya promotif dan preventif;
- pelayanan kuratif dan rehabilitatif;
- kesinambungan pelayanan;
- pelayanan individu dan masyarakat; serta
- koordinasi pelayanan.
5. Manajemen SDM Kesehatan
Kisi-kisi meliputi:
- analisis kebutuhan tenaga;
- pembagian tugas;
- pengembangan kompetensi;
- evaluasi kinerja;
- motivasi dan pembinaan pegawai;
- pengelolaan konflik; serta
- kerja sama multidisiplin.
6. Mutu Pelayanan
Peserta perlu memahami:
- indikator mutu;
- pengukuran kinerja pelayanan;
- identifikasi kesenjangan mutu;
- analisis masalah;
- perencanaan perbaikan;
- monitoring hasil perbaikan; dan
- peningkatan mutu berkelanjutan.
7. Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko
Materi dapat mencakup:
- identifikasi risiko pelayanan;
- pelaporan dan analisis insiden;
- analisis akar masalah;
- mitigasi risiko;
- pencegahan kejadian berulang;
- budaya keselamatan; serta
- evaluasi efektivitas tindakan perbaikan.
8. Pengelolaan Obat dan Sarana Pelayanan
Peserta perlu memahami:
- perencanaan kebutuhan;
- ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan;
- pengelolaan sarana dan alat kesehatan;
- pemeliharaan fasilitas;
- efisiensi pemanfaatan sumber daya; serta
- mitigasi ketika terjadi keterbatasan.
9. Sistem Informasi dan Data Kesehatan
Kisi-kisi meliputi:
- kualitas dan validitas data;
- pemanfaatan data pelayanan;
- analisis tren;
- interpretasi indikator;
- penggunaan data untuk perencanaan;
- monitoring program; serta
- pengambilan keputusan berbasis bukti.
10. Program Kesehatan Masyarakat
Peserta perlu memahami pengelolaan program terkait:
- kesehatan ibu dan anak;
- penyakit menular;
- penyakit tidak menular;
- imunisasi;
- gizi masyarakat;
- kesehatan lingkungan;
- promosi kesehatan; serta
- program prioritas sesuai masalah kesehatan wilayah.
11. Jejaring dan Kolaborasi Lintas Sektor
Materi meliputi:
- pemetaan pemangku kepentingan;
- koordinasi dengan pemerintah daerah;
- kerja sama dengan desa/kelurahan;
- keterlibatan kader dan masyarakat;
- koordinasi dengan fasilitas rujukan; serta
- pembangunan kemitraan untuk menyelesaikan masalah kesehatan.
12. Penanganan Masalah Kesehatan di Wilayah Kerja
Peserta perlu mampu:
- mengenali peningkatan kasus;
- melakukan penilaian situasi;
- menentukan prioritas respons;
- mengoordinasikan sumber daya;
- melakukan komunikasi risiko;
- melaksanakan intervensi; serta
- melakukan monitoring perkembangan situasi.
13. Pengelolaan Pengaduan dan Pelayanan Masyarakat
Materi dapat mencakup:
- identifikasi penyebab keluhan;
- komunikasi dengan pasien dan masyarakat;
- penyelesaian pengaduan;
- evaluasi proses pelayanan;
- tindak lanjut perbaikan; serta
- pencegahan keluhan berulang.
14. Inovasi dan Transformasi Pelayanan
Peserta perlu memahami:
- identifikasi kebutuhan inovasi;
- penyusunan inovasi berbasis masalah;
- pemanfaatan teknologi;
- pengelolaan perubahan;
- evaluasi manfaat inovasi; serta
- keberlanjutan program.
Contoh Soal Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama + Pembahasan
Soal berikut disusun berdasarkan kisi-kisi sebelumnya dengan pendekatan HOTS, studi kasus, analisis data, dan pengambilan keputusan strategis. Beberapa pilihan jawaban dibuat berdekatan untuk menguji kemampuan peserta menentukan prioritas tindakan.
Bagian 1: Soal Perencanaan Strategis, RUK/RPK & Tata Kelola BLUD Puskesmas
Soal 1 — Penentuan Prioritas
Data Puskesmas menunjukkan kondisi berikut:
- cakupan imunisasi menurun selama tiga bulan;
- keluhan waktu tunggu meningkat 15%;
- kegiatan promosi kesehatan tertunda;
- terdapat peningkatan kasus penyakit yang berpotensi menular di dua desa.
Dengan sumber daya terbatas, tindakan pertama Kepala Puskesmas yang paling tepat adalah….
A. Memperbaiki waktu tunggu karena keluhan masyarakat meningkat
B. Melaksanakan seluruh program secara bersamaan
C. Memvalidasi peningkatan kasus, melakukan penilaian risiko, dan memprioritaskan respons berdasarkan urgensi serta dampaknya
D. Memprioritaskan imunisasi karena cakupannya menurun
E. Menunda seluruh kegiatan sampai sumber daya tersedia
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Semua masalah penting, tetapi peningkatan kasus yang berpotensi menular memiliki kemungkinan dampak lebih luas. Sebelum menentukan intervensi, pimpinan perlu memvalidasi data dan menilai tingkat risiko.
Soal 2 — Kepemimpinan Strategis
Dua penanggung jawab program berbeda pendapat mengenai penggunaan anggaran yang terbatas. Keduanya menganggap program masing-masing lebih penting.
Apa tindakan Kepala Puskesmas yang paling tepat?
A. Membagi anggaran sama rata
B. Memilih program dengan jumlah tenaga terbanyak
C. Membandingkan kebutuhan berdasarkan data masalah, target, urgensi, risiko, dan dampak program
D. Membiarkan kedua penanggung jawab mencapai kesepakatan sendiri
E. Memprioritaskan program yang selama ini memperoleh anggaran terbesar
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Pembagian sama rata terlihat adil, tetapi belum tentu tepat. Keputusan strategis harus berdasarkan prioritas masalah dan dampak, bukan sekadar kesetaraan nominal.
Soal 3 — Analisis Data
Cakupan sebuah program kesehatan dilaporkan mencapai 96%. Namun, hasil kunjungan lapangan menunjukkan cukup banyak sasaran yang mengaku belum menerima pelayanan.
Langkah pertama yang paling tepat adalah….
A. Mempertahankan laporan karena capaian sudah tinggi
B. Langsung menyalahkan petugas pencatat
C. Melakukan validasi data, memeriksa sumber data, definisi sasaran, dan proses pencatatan
D. Menurunkan angka capaian menjadi 80%
E. Mengulang seluruh program
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Perbedaan antara laporan dan kondisi lapangan menunjukkan kemungkinan masalah kualitas data. Keputusan tidak boleh dibuat sebelum validitas data diperiksa.
Soal 4 — Mutu Pelayanan
Survei menunjukkan kepuasan pasien tinggi, tetapi terdapat peningkatan insiden keselamatan pasien.
Kesimpulan paling tepat adalah….
A. Pelayanan sudah bermutu karena pasien puas
B. Survei kepuasan harus dihentikan
C. Kepuasan merupakan salah satu indikator, tetapi peningkatan insiden tetap membutuhkan analisis dan tindakan perbaikan
D. Insiden dapat diabaikan jika pasien tidak mengeluh
E. Mutu hanya diukur dari jumlah kunjungan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Mutu pelayanan bersifat multidimensi. Kepuasan tinggi tidak menghapus risiko keselamatan pasien.
Soal 5 — Keselamatan Pasien
Dalam satu bulan terjadi tiga insiden serupa pada proses pelayanan. Tidak ada pasien yang mengalami dampak serius.
Tindakan terbaik adalah….
A. Tidak melakukan tindakan karena tidak ada dampak serius
B. Memberikan sanksi kepada petugas yang terakhir melakukan kesalahan
C. Menganalisis pola dan akar masalah, kemudian memperbaiki sistem untuk mencegah kejadian berulang
D. Menunggu hingga terjadi insiden serius
E. Memindahkan semua petugas terkait
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Insiden berulang menunjukkan kemungkinan terdapat masalah sistemik. Fokus utama adalah menemukan akar masalah dan mencegah kejadian berulang.
Soal 6 — Manajemen SDM
Satu tenaga kesehatan memiliki beban kerja sangat tinggi, sedangkan tenaga lain relatif lebih rendah. Kinerja pelayanan mulai terdampak.
Langkah paling tepat adalah….
A. Meminta tenaga yang sibuk bekerja lebih cepat
B. Langsung menambah pegawai
C. Melakukan analisis beban kerja dan kompetensi sebelum melakukan redistribusi tugas atau menentukan kebutuhan tambahan tenaga
D. Membagi semua tugas secara sama rata
E. Mengurangi pelayanan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Pembagian sama rata belum tentu sesuai karena jenis pekerjaan dan kompetensi dapat berbeda. Keputusan perlu didasarkan pada beban kerja dan kemampuan tenaga.
Soal 7 — Keterbatasan Obat
Stok salah satu obat penting diperkirakan tidak mencukupi hingga pengadaan berikutnya.
Tindakan Kepala Puskesmas paling tepat adalah….
A. Menunggu hingga stok benar-benar habis
B. Mengurangi pemberian obat kepada semua pasien tanpa pertimbangan
C. Memvalidasi stok dan kebutuhan, berkoordinasi untuk pemenuhan, serta menyusun langkah mitigasi agar pelayanan prioritas tetap berjalan
D. Membeli obat menggunakan dana pribadi
E. Menghentikan pelayanan terkait
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Pimpinan perlu melakukan validasi, proyeksi kebutuhan, koordinasi, dan mitigasi risiko sebelum kekosongan benar-benar terjadi.
Bagian 2: Soal Manajemen Mutu, Akreditasi, Tata Kelola Klinis & Keselamatan Pasien
Soal 8 — Keluhan Masyarakat
Keluhan mengenai antrean meningkat. Tim mengusulkan penambahan loket, tetapi data menunjukkan sebagian besar keterlambatan justru terjadi pada proses sebelum pasien masuk ke loket pelayanan.
Apa tindakan terbaik?
A. Tetap menambah loket
B. Menambah seluruh tenaga
C. Memetakan alur pelayanan dan memperbaiki titik yang menjadi hambatan utama
D. Membatasi jumlah pasien
E. Mengurangi jam pelayanan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Menambah sumber daya tidak selalu menyelesaikan masalah. Intervensi harus diarahkan pada akar hambatan proses.
Soal 9 — Program Tidak Mencapai Target
Sebuah program telah mendapatkan tambahan anggaran, tetapi cakupan tetap tidak meningkat.
Langkah paling tepat adalah….
A. Menambah anggaran lagi
B. Mengganti seluruh petugas
C. Menganalisis faktor penyebab seperti sasaran, akses, strategi pelaksanaan, SDM, dan penerimaan masyarakat
D. Menurunkan target
E. Menghentikan program
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Tambahan sumber daya tidak otomatis meningkatkan hasil jika akar masalah sebenarnya bukan anggaran.
Soal 10 — Kolaborasi Lintas Sektor
Kasus penyakit berbasis lingkungan meningkat di beberapa wilayah. Puskesmas telah melakukan edukasi kesehatan, tetapi masalah terus berulang karena kondisi sanitasi.
Strategi paling tepat adalah….
A. Menambah jumlah poster
B. Memberikan edukasi lebih sering tanpa intervensi lain
C. Menggunakan data untuk membangun koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan dan sektor terkait guna menangani faktor lingkungan
D. Menyerahkan seluruh masalah kepada masyarakat
E. Menunggu kasus menurun
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Masalah dengan determinan di luar layanan kesehatan membutuhkan pendekatan lintas sektor, bukan intervensi kesehatan saja.
Soal 11 — Pengambilan Keputusan
Kepala Puskesmas memiliki dua pilihan intervensi. Intervensi A memberikan hasil cepat tetapi dampaknya terbatas. Intervensi B membutuhkan waktu lebih lama tetapi berpotensi memperbaiki akar masalah.
Apa keputusan terbaik?
A. Selalu memilih A
B. Selalu memilih B
C. Menilai urgensi, risiko, sumber daya, dampak jangka pendek dan panjang sebelum menentukan atau mengombinasikan intervensi
D. Memilih yang paling murah
E. Menunda keduanya
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Tidak ada pilihan yang otomatis lebih baik tanpa konteks. Pemimpin strategis harus mempertimbangkan urgensi sekaligus keberlanjutan dampak.
Soal 12 — Manajemen Risiko
Puskesmas akan menerapkan sistem pelayanan digital. Sistem dapat mempercepat pelayanan tetapi terdapat risiko gangguan teknis.
Strategi terbaik adalah….
A. Membatalkan digitalisasi
B. Menerapkan langsung tanpa persiapan
C. Melakukan implementasi dengan mitigasi risiko, pelatihan petugas, prosedur cadangan, dan monitoring
D. Menunggu teknologi tanpa risiko
E. Menggunakan sistem lama selamanya
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Risiko tidak selalu menjadi alasan untuk menolak inovasi. Yang diperlukan adalah identifikasi, mitigasi, kesiapan, dan evaluasi.
Soal 13 — Kinerja Tinggi, Dampak Rendah
Laporan menunjukkan 100% kegiatan program telah terlaksana, tetapi indikator kesehatan masyarakat tidak menunjukkan perbaikan berarti.
Apa evaluasi yang paling tepat?
A. Program berhasil karena seluruh kegiatan selesai
B. Menambah jumlah kegiatan yang sama
C. Mengevaluasi apakah intervensi yang dilakukan efektif menghasilkan outcome yang ditargetkan
D. Mengubah indikator
E. Menghentikan pengukuran dampak
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Output tidak sama dengan outcome. Pelaksanaan seluruh kegiatan belum tentu berarti masalah kesehatan telah membaik.
Soal 14 — Konflik Tim
Dua tenaga senior mengalami konflik yang mulai memengaruhi koordinasi pelayanan.
Tindakan Kepala Puskesmas paling tepat adalah….
A. Membiarkan karena keduanya senior
B. Memindahkan salah satunya tanpa dialog
C. Mengidentifikasi akar konflik, memfasilitasi penyelesaian profesional, dan memastikan pelayanan tidak terganggu
D. Menentukan siapa yang salah berdasarkan senioritas
E. Membahas konflik di depan seluruh pasien
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Konflik perlu dikelola secara objektif dengan fokus pada akar masalah, profesionalitas, dan kesinambungan pelayanan.
Bagian 3: Soal Kepemimpinan Strategis, Integrasi Layanan Primer (ILP) & Manajemen Krisis
Soal 15 — Tricky: Data vs Tekanan Publik
Masyarakat meminta Puskesmas segera menjalankan program tertentu karena sedang ramai dibicarakan. Namun, data wilayah menunjukkan masalah kesehatan lain memiliki risiko dan beban jauh lebih tinggi.
Apa tindakan paling tepat?
A. Mengikuti permintaan karena masyarakat adalah pengguna layanan
B. Mengabaikan masyarakat
C. Menjelaskan dasar penentuan prioritas menggunakan data sambil tetap menampung kebutuhan masyarakat dalam perencanaan
D. Mengubah data agar sesuai aspirasi
E. Menjalankan semua program tanpa prioritas
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Pengambilan keputusan perlu berbasis data tetapi tetap responsif terhadap masyarakat. Keduanya tidak harus dipertentangkan.
Soal 16 — Tricky: Capaian Rendah
Sebuah program hanya mencapai 70% dari target. Kepala program meminta target tahun berikutnya diturunkan agar lebih realistis.
Tindakan terbaik adalah….
A. Langsung menurunkan target
B. Mempertahankan target tanpa evaluasi
C. Menganalisis penyebab ketidaktercapaian, kualitas target, kapasitas, hambatan, dan kebutuhan intervensi sebelum mengubah target
D. Menghapus indikator
E. Mengganti penanggung jawab
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Target rendah bisa disebabkan banyak faktor. Mengubah target sebelum mengetahui penyebab dapat menyembunyikan masalah yang sebenarnya.
Soal 17 — Tricky: Insiden dan Budaya Keselamatan
Seorang petugas melakukan kesalahan dan segera melaporkannya sebelum menimbulkan dampak pada pasien.
Respons pimpinan yang paling mendukung budaya keselamatan adalah….
A. Menghukum petugas agar jera
B. Menyembunyikan laporan
C. Mengapresiasi pelaporan, menganalisis faktor penyebab, dan memperbaiki sistem sambil tetap menerapkan akuntabilitas sesuai kondisi
D. Menganggap tidak terjadi masalah
E. Mengumumkan identitas petugas kepada seluruh staf
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Budaya keselamatan membutuhkan lingkungan yang mendorong pelaporan dan pembelajaran, tanpa menghilangkan prinsip akuntabilitas.
Soal 18 — Tricky: Inovasi
Sebuah inovasi Puskesmas memperoleh respons positif dan banyak digunakan masyarakat. Namun, belum ada data yang menunjukkan apakah inovasi tersebut memperbaiki indikator pelayanan.
Langkah terbaik adalah….
A. Menyatakan inovasi berhasil karena populer
B. Menghentikan inovasi
C. Mengevaluasi indikator proses, hasil, manfaat, biaya, dan keberlanjutannya
D. Memperluas inovasi ke semua wilayah segera
E. Menggunakan jumlah pengguna sebagai satu-satunya indikator
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Popularitas bukan bukti efektivitas. Inovasi perlu dinilai berdasarkan hasil, manfaat, efisiensi, dan keberlanjutan.
Soal 19 — HOTS: Situasi Kompleks
Dalam satu minggu terjadi:
- peningkatan kasus penyakit menular;
- dua tenaga kesehatan tidak dapat bertugas;
- stok beberapa kebutuhan pelayanan menipis;
- masyarakat mulai menyampaikan kekhawatiran melalui media sosial.
Apa tindakan strategis pertama Kepala Puskesmas?
A. Fokus menjawab media sosial
B. Membatalkan seluruh pelayanan rutin
C. Melakukan penilaian situasi cepat berdasarkan data, menetapkan prioritas risiko, mengatur sumber daya, dan mengaktifkan koordinasi yang diperlukan
D. Menunggu instruksi tanpa tindakan
E. Fokus hanya pada pengadaan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Situasi kompleks membutuhkan situational assessment terlebih dahulu agar keputusan SDM, logistik, pelayanan, dan komunikasi memiliki dasar yang sama.
Soal 20 — HOTS Integratif
Evaluasi triwulan menunjukkan kondisi berikut:
- cakupan program prioritas menurun;
- keluhan pasien meningkat;
- beberapa indikator mutu tidak tercapai;
- anggaran tersisa terbatas;
- sebagian tenaga mengalami beban kerja tinggi;
- data antarunit tidak konsisten.
Sebagai Kepala Puskesmas, strategi paling tepat adalah….
A. Memprioritaskan peningkatan kepuasan pasien saja
B. Membagi sisa anggaran secara merata
C. Memvalidasi data, menentukan prioritas berdasarkan risiko dan dampak, mencari akar masalah, menata sumber daya, menyusun intervensi terukur, serta menetapkan monitoring
D. Menambah seluruh target agar tim bekerja lebih keras
E. Menunggu evaluasi tahunan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Kasus ini menguji kemampuan mengintegrasikan data, mutu, SDM, anggaran, pelayanan, dan kepemimpinan. Keputusan tidak boleh langsung diarahkan pada satu masalah sebelum data divalidasi dan prioritas ditentukan.
Siap Naik ke Jenjang Ahli Utama?

Perkuat persiapan dengan mengerjakan lebih banyak bank soal Uji Kompetensi Kepala Puskesmas Ahli Madya ke Ahli Utama lengkap dengan materi, kunci jawaban, dan pembahasan. Akses latihan selengkapnya di Fungsional.id dan persiapkan ujikom dengan lebih matang!


