30+ Soal Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS JF Auditor Ahli Pertama

seleksi kemenpora

Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS untuk JF Auditor Ahli Pertama menuntut peserta memahami kompetensi audit, pengawasan internal, analisis risiko, kepatuhan, serta penyusunan hasil pemeriksaan secara profesional.

Melalui artikel 30+ Soal Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS JF Auditor Ahli Pertama, peserta dapat berlatih soal berbasis kasus untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan menghadapi proses seleksi.

Gambambaran Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS JF Auditor Ahli Pertama

Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS untuk Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama ditujukan untuk menilai kesesuaian kompetensi peserta dengan kebutuhan fungsi pengawasan internal di lingkungan kementerian.

JF Auditor saat ini mengacu pada PermenPANRB Nomor 48 Tahun 2022 tentang Jabatan Fungsional Auditor. Untuk jenjang Auditor Ahli Pertama, ruang lingkup hasil kerja antara lain mencakup penyusunan kertas kerja perencanaan pengawasan, audit kinerja, audit dengan tujuan tertentu, audit investigatif, reviu, evaluasi, dan pemantauan.

Kompetensi yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • dasar-dasar pengawasan intern;
  • perencanaan dan pelaksanaan audit;
  • identifikasi dan analisis risiko;
  • pengumpulan serta evaluasi bukti audit;
  • penyusunan kertas kerja audit;
  • audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu;
  • reviu, evaluasi, dan pemantauan;
  • kepatuhan terhadap regulasi;
  • komunikasi hasil pengawasan;
  • integritas, objektivitas, dan profesionalisme auditor.

Materi dan Kisi-Kisi Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS JF Auditor Ahli Pertama

Materi seleksi untuk JF Auditor Ahli Pertama perlu difokuskan pada kompetensi teknis pengawasan intern, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural. Peraturan BPKP Nomor 5 Tahun 2023 juga menegaskan bahwa materi Uji Kompetensi JF Auditor disusun berdasarkan jenjang jabatan dan mencakup ketiga kompetensi tersebut.

1. Perencanaan Pengawasan Intern

Materi yang perlu dipahami meliputi:

  • identifikasi data dan informasi pengawasan;
  • pemetaan risiko;
  • penentuan tujuan dan ruang lingkup pengawasan;
  • penyusunan program kerja;
  • penentuan prosedur audit;
  • penyusunan kertas kerja perencanaan.

2. Pelaksanaan Audit

Auditor Ahli Pertama perlu memahami:

  • audit kinerja;
  • audit dengan tujuan tertentu;
  • audit investigatif;
  • reviu;
  • evaluasi;
  • pemantauan;
  • teknik pengumpulan dan pengujian bukti.

Ruang lingkup tersebut sesuai dengan kegiatan Auditor Ahli Pertama dalam pelaksanaan penugasan assurance dan pengawasan intern.

3. Bukti dan Kertas Kerja Audit

Fokus materi antara lain:

  • kecukupan dan relevansi bukti;
  • validitas dokumen;
  • analisis data;
  • dokumentasi prosedur audit;
  • penyusunan kertas kerja;
  • penarikan kesimpulan berdasarkan bukti.

4. Temuan dan Rekomendasi Audit

Peserta perlu mampu menganalisis:

  • kondisi;
  • kriteria;
  • penyebab;
  • akibat atau risiko;
  • rekomendasi perbaikan;
  • tindak lanjut hasil pengawasan.

5. Tata Kelola, Risiko, dan Pengendalian Intern

Materi meliputi:

  • identifikasi risiko;
  • efektivitas pengendalian;
  • kelemahan proses;
  • manajemen risiko;
  • tata kelola organisasi;
  • pengendalian atas kegiatan operasional.

6. Pengomunikasian Hasil Pengawasan

Peserta perlu memahami cara:

  • menyusun hasil audit secara objektif;
  • menyampaikan temuan berbasis bukti;
  • mengkomunikasikan risiko;
  • menyusun rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti;
  • menjaga komunikasi profesional dengan auditan.

Dalam pelaksanaan Uji Kompetensi JF Auditor tahun 2026, materi tertulis antara lain mencakup Perencanaan Pengawasan Intern, Pelaksanaan Pengawasan Intern, Pengomunikasian Hasil Pengawasan Intern, serta Manajemen Kinerja dan Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran.

7. Integritas dan Etika Auditor

Materi yang perlu dikuasai mencakup:

  • integritas;
  • objektivitas;
  • independensi;
  • kerahasiaan;
  • profesionalisme;
  • konflik kepentingan;
  • kepatuhan terhadap standar dan kode etik profesi.

8. Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural

Selain kemampuan teknis, peserta juga perlu mempersiapkan:

  • komunikasi;
  • kerja sama;
  • orientasi hasil;
  • pelayanan publik;
  • pengambilan keputusan;
  • adaptasi terhadap perubahan;
  • kemampuan bekerja dengan pihak yang beragam.

Contoh Soal Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS JF Auditor Ahli Pertama + Pembahasan

Contoh soal berikut disusun berbasis HOTS dan studi kasus untuk melatih kemampuan peserta dalam mengidentifikasi risiko, memilih prosedur audit, mengevaluasi bukti, menyusun temuan, serta menentukan rekomendasi pengawasan yang tepat.

Soal 1 – Perencanaan Pengawasan

Auditor akan memeriksa suatu unit dengan anggaran besar, transaksi kompleks, dan perubahan sistem pengadaan pada tahun berjalan. Waktu audit terbatas.

Langkah awal paling tepat adalah ….

A. memetakan risiko utama dan memfokuskan prosedur pada area dengan risiko tertinggi
B. memeriksa seluruh transaksi dengan porsi yang sama
C. memulai dari transaksi bernilai terkecil
D. menunggu arahan auditan
E. menggunakan program audit tahun sebelumnya tanpa perubahan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perencanaan pengawasan perlu berbasis risiko agar sumber daya audit diarahkan pada area yang paling berpotensi memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.

Soal 2 – Penentuan Tujuan Audit

Tim menemukan bahwa tujuan penugasan ditulis terlalu umum, yaitu “memeriksa kegiatan unit”.

Perbaikan terbaik adalah ….

A. memperluas pemeriksaan ke seluruh organisasi
B. merumuskan tujuan yang spesifik berdasarkan risiko dan sasaran pengawasan
C. menghilangkan tujuan audit
D. meminta auditan menentukan tujuan
E. langsung melakukan pengujian transaksi

Jawaban: B

Pembahasan:
Tujuan audit harus jelas, spesifik, dan terkait dengan risiko serta hasil yang ingin diperoleh dari penugasan.

Soal 3 – Bukti Audit

Auditor menerima penjelasan lisan dari pegawai bahwa seluruh barang telah diterima sesuai kontrak, tetapi tidak tersedia dokumen penerimaan maupun bukti fisik yang memadai.

Sikap auditor seharusnya ….

A. menerima penjelasan karena disampaikan pejabat terkait
B. menyimpulkan barang telah diterima
C. mencari bukti tambahan yang relevan dan dapat diverifikasi sebelum menarik kesimpulan
D. menghentikan audit
E. mengabaikan transaksi tersebut

Jawaban: C

Pembahasan:
Penjelasan lisan saja belum cukup. Auditor membutuhkan bukti yang relevan, andal, dan memadai untuk mendukung kesimpulan.

Soal 4 – Kertas Kerja Audit

Kertas kerja hanya mencantumkan kesimpulan, tanpa menunjukkan prosedur, bukti, dan analisis yang mendasarinya.

Kelemahan utama kondisi tersebut adalah ….

A. ukuran dokumen terlalu pendek
B. tidak menggunakan banyak lampiran
C. tidak memiliki tanda tangan auditan
D. kesimpulan sulit ditelusuri dan dipertanggungjawabkan
E. auditor belum melakukan wawancara

Jawaban: D

Pembahasan:
Kertas kerja harus memberikan jejak audit yang menunjukkan hubungan antara prosedur, bukti, analisis, dan kesimpulan.

Soal 5 – Temuan Audit

Auditor menemukan pembayaran dilakukan melebihi nilai yang seharusnya karena verifikasi dokumen tidak berjalan.

Unsur temuan yang menunjukkan alasan masalah tersebut terjadi adalah ….

A. kondisi
B. kriteria
C. akibat
D. rekomendasi
E. sebab

Jawaban: E

Pembahasan:
Kegagalan proses verifikasi merupakan sebab yang menjelaskan mengapa kondisi penyimpangan terjadi.

Soal 6 – Audit Kinerja

Program memiliki tingkat realisasi anggaran 99%, tetapi hanya 60% target layanan yang tercapai.

Analisis auditor yang paling tepat adalah ….

A. menilai hubungan antara penggunaan sumber daya dan pencapaian hasil program
B. menyatakan program berhasil karena anggaran terserap tinggi
C. hanya memeriksa kelengkapan dokumen belanja
D. menyarankan peningkatan anggaran
E. mengabaikan target layanan

Jawaban: A

Pembahasan:
Audit kinerja tidak hanya menilai penyerapan anggaran, tetapi juga ekonomi, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan.

Soal 7 – Pengendalian Intern

Satu pegawai dapat membuat data vendor, memproses pembayaran, dan menyetujui transaksi dalam sistem.

Risiko utama kondisi tersebut adalah ….

A. proses menjadi terlalu lambat
B. lemahnya pemisahan fungsi yang meningkatkan risiko kesalahan atau penyalahgunaan
C. jumlah pegawai terlalu banyak
D. pelaporan menjadi lebih panjang
E. anggaran otomatis meningkat

Jawaban: B

Pembahasan:
Konsentrasi kewenangan pada satu orang melemahkan segregation of duties dan meningkatkan risiko fraud maupun kesalahan.

Soal 8 – Analisis Risiko

Sebuah kegiatan memiliki kemungkinan kesalahan rendah, tetapi jika terjadi dapat menyebabkan kerugian sangat besar dan gangguan pelayanan.

Respons auditor yang tepat adalah ….

A. mengabaikannya karena probabilitas rendah
B. menempatkan sebagai risiko rendah
C. tetap mempertimbangkannya sebagai area penting karena dampaknya tinggi
D. hanya melihat frekuensi kejadian
E. menghapusnya dari ruang lingkup audit

Jawaban: C

Pembahasan:
Penilaian risiko mempertimbangkan kemungkinan sekaligus dampak. Risiko dengan dampak sangat tinggi tetap dapat menjadi perhatian utama.

Soal 9 – Audit Kepatuhan

Auditor menemukan prosedur internal unit berbeda dengan peraturan yang lebih tinggi.

Langkah paling tepat adalah ….

A. menggunakan prosedur internal sebagai satu-satunya kriteria
B. mengabaikan perbedaan
C. mengikuti kebiasaan unit
D. menilai kepatuhan berdasarkan ketentuan yang memiliki kekuatan hukum dan relevansi lebih tinggi
E. meminta auditan menentukan kriteria

Jawaban: D

Pembahasan:
Kriteria audit harus sah, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Regulasi yang lebih tinggi menjadi rujukan penting ketika terjadi pertentangan.

Soal 10 – Etika Auditor

Auditor ditugaskan memeriksa unit tempat pasangan dekatnya bekerja pada posisi yang berkaitan langsung dengan objek audit.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. tetap melakukan audit tanpa menyampaikan hubungan tersebut
B. meminta pasangan memberikan data
C. mengurangi pengujian
D. meminta auditan menyetujui
E. mengungkapkan potensi konflik kepentingan dan mengikuti mekanisme penanganannya

Jawaban: E

Pembahasan:
Auditor harus menjaga objektivitas dan mengelola konflik kepentingan yang dapat memengaruhi atau dianggap memengaruhi independensi penilaian.

Soal 11 – Sampling Audit

Populasi terdiri atas ribuan transaksi dengan nilai dan tingkat risiko berbeda.

Pendekatan paling tepat adalah ….

A. menentukan teknik sampling berdasarkan tujuan audit, karakter populasi, dan risiko
B. memilih transaksi yang paling mudah diperiksa
C. mengambil lima transaksi pertama
D. hanya memilih transaksi bernilai kecil
E. memeriksa satu transaksi untuk mewakili seluruh populasi

Jawaban: A

Pembahasan:
Pemilihan sampel harus memberikan dasar yang memadai untuk mencapai tujuan pengujian dan mempertimbangkan tingkat risiko.

Soal 12 – Data Analytics

Analisis seluruh transaksi menunjukkan beberapa pembayaran dilakukan pada waktu tidak biasa dan kepada rekening yang sama.

Langkah berikutnya adalah ….

A. langsung menyimpulkan fraud
B. melakukan pengujian lanjutan terhadap transaksi anomali dan bukti pendukungnya
C. menghapus transaksi dari analisis
D. hanya meminta penjelasan satu pegawai
E. menyatakan sistem gagal

Jawaban: B

Pembahasan:
Anomali merupakan indikator untuk pengujian lebih lanjut, bukan bukti otomatis bahwa fraud telah terjadi.

Soal 13 – Audit Investigatif

Auditor memperoleh informasi awal mengenai dugaan manipulasi dokumen.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. langsung menyebut pelaku dalam laporan
B. mengumumkan dugaan kepada seluruh pegawai
C. menjaga bukti, melakukan pengujian secara sistematis, dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta
D. meminta pihak terduga mengakui kesalahan
E. menghentikan pemeriksaan reguler

Jawaban: C

Pembahasan:
Audit investigatif harus menjaga objektivitas serta mengandalkan bukti yang dapat mendukung fakta dan kesimpulan.

Soal 14 – Reviu

Auditor melakukan reviu atas suatu laporan dan menemukan informasi penting yang belum memiliki dukungan data memadai.

Tindakan terbaik adalah ….

A. tetap memberikan keyakinan penuh
B. menghapus informasi tersebut sendiri
C. mengabaikan karena hanya reviu
D. meminta klarifikasi dan bukti tambahan sebelum menyimpulkan hasil reviu
E. mengganti data dengan perkiraan

Jawaban: D

Pembahasan:
Kesimpulan reviu tetap harus didukung prosedur dan informasi yang memadai sesuai tujuan penugasan.

Soal 15 – Pemantauan Tindak Lanjut

Rekomendasi audit dinyatakan selesai karena auditan telah mengirim surat tindak lanjut, tetapi bukti implementasi belum tersedia.

Auditor sebaiknya ….

A. langsung menutup rekomendasi
B. menerima surat sebagai bukti final
C. menunda tanpa pemeriksaan
D. menghapus rekomendasi
E. memverifikasi bukti implementasi sebelum menyatakan tindak lanjut selesai

Jawaban: E

Pembahasan:
Status penyelesaian rekomendasi harus berdasarkan bukti bahwa tindakan perbaikan benar-benar telah dilaksanakan.

Soal 16 – Penyusunan Rekomendasi

Temuan menunjukkan keterlambatan laporan terjadi berulang karena proses verifikasi memiliki terlalu banyak tahapan yang tidak memberikan nilai tambah.

Rekomendasi terbaik adalah ….

A. memperbaiki alur verifikasi dengan tetap mempertahankan pengendalian utama yang diperlukan
B. meminta pegawai lembur setiap hari
C. menambah tahapan verifikasi
D. menghapus seluruh pengendalian
E. memberikan teguran kepada semua pegawai

Jawaban: A

Pembahasan:
Rekomendasi yang baik menyasar akar masalah dan tetap mempertimbangkan efektivitas pengendalian.

Soal 17 – Komunikasi Temuan

Auditan tidak menyetujui temuan dan menyatakan kondisi tersebut tidak material.

Sikap auditor yang tepat adalah ….

A. menghapus temuan agar tidak terjadi konflik
B. membahas fakta, kriteria, bukti, risiko, dan tanggapan auditan secara objektif
C. memaksakan pendapat tanpa diskusi
D. meminta atasan auditan menerima temuan
E. menunda laporan tanpa batas

Jawaban: B

Pembahasan:
Perbedaan pendapat perlu diselesaikan melalui komunikasi profesional dan pembahasan berbasis bukti.

Soal 18 – Manajemen Risiko

Unit telah memiliki daftar risiko, tetapi hampir seluruh risiko diberi tingkat “rendah” tanpa analisis yang jelas.

Langkah auditor adalah ….

A. menerima karena risiko telah didokumentasikan
B. mengganti seluruh nilai risiko sendiri
C. mengevaluasi metode identifikasi, penilaian kemungkinan, dampak, dan efektivitas pengendaliannya
D. menghapus daftar risiko
E. hanya menilai jumlah risiko

Jawaban: C

Pembahasan:
Keberadaan dokumen risiko saja tidak cukup. Auditor perlu menilai kualitas proses manajemen risiko.

Soal 19 – Tata Kelola

Pimpinan unit tidak pernah menerima informasi mengenai risiko strategis karena laporan hanya berisi kegiatan rutin.

Risiko tata kelola yang paling relevan adalah ….

A. terlalu banyak informasi
B. penyerapan anggaran menurun otomatis
C. jumlah pegawai tidak cukup
D. pimpinan dapat mengambil keputusan tanpa informasi risiko yang memadai
E. seluruh laporan harus dihentikan

Jawaban: D

Pembahasan:
Tata kelola yang baik membutuhkan informasi yang relevan agar pimpinan dapat melakukan pengawasan dan pengambilan keputusan.

Soal 20 – Kerahasiaan

Auditor membawa data sensitif hasil audit ke perangkat pribadi yang tidak terlindungi agar dapat bekerja dari rumah.

Sikap yang tepat adalah ….

A. diperbolehkan karena untuk kepentingan audit
B. cukup menghapus setelah selesai
C. meminta rekan menjaga perangkat
D. mengirim salinan kepada diri sendiri
E. menggunakan sarana dan mekanisme yang sesuai kebijakan keamanan informasi organisasi

Jawaban: E

Pembahasan:
Auditor memiliki kewajiban menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi yang diperoleh selama penugasan.

Soal 21 – Evaluasi Program

Suatu program telah berjalan tiga tahun tetapi indikator keberhasilan selalu berubah sehingga tren kinerja sulit dibandingkan.

Langkah auditor paling tepat adalah ….

A. menilai konsistensi indikator, relevansinya dengan tujuan program, dan dasar perubahan indikator
B. menggunakan indikator tahun terakhir saja
C. mengabaikan perubahan
D. menyatakan seluruh program gagal
E. hanya menilai penyerapan anggaran

Jawaban: A

Pembahasan:
Evaluasi kinerja membutuhkan indikator yang relevan dan dapat digunakan untuk menilai pencapaian tujuan secara konsisten.

Soal 22 – Perencanaan dan Penganggaran

Sebuah kegiatan menerima kenaikan anggaran 40%, tetapi target output tidak berubah dan tidak ada penjelasan peningkatan kebutuhan.

Analisis yang paling tepat adalah ….

A. menerima karena anggaran telah disahkan
B. menilai dasar perencanaan biaya, kebutuhan sumber daya, dan hubungan antara anggaran dengan target
C. menyarankan tambahan anggaran lagi
D. hanya memeriksa dokumen pembayaran
E. menghapus target output

Jawaban: B

Pembahasan:
Auditor perlu menilai kewajaran hubungan antara input, biaya, dan hasil yang direncanakan.

Soal 23 – Fraud Red Flags

Pegawai yang sama berulang kali mengajukan transaksi kepada vendor tertentu dengan nilai sedikit di bawah batas persetujuan tambahan.

Respons auditor adalah ….

A. menyatakan transaksi normal karena nilainya kecil
B. langsung menyatakan pegawai melakukan korupsi
C. memperluas pengujian untuk melihat pola pemecahan transaksi, hubungan vendor, dan bukti pendukung
D. mengabaikan karena telah disetujui
E. hanya meminta vendor memberi klarifikasi

Jawaban: C

Pembahasan:
Pola tersebut merupakan red flag yang memerlukan prosedur audit tambahan sebelum menarik kesimpulan.

Soal 24 – Root Cause Analysis

Temuan keterlambatan pembayaran selalu berulang meskipun pegawai telah beberapa kali diberikan teguran.

Kesimpulan yang paling tepat adalah ….

A. pegawai pasti tidak disiplin
B. teguran perlu diperbanyak
C. tidak perlu dilakukan audit lagi
D. auditor perlu menganalisis penyebab proses atau pengendalian yang lebih mendasar
E. seluruh pegawai harus diganti

Jawaban: D

Pembahasan:
Temuan berulang menunjukkan penyebab mendasar mungkin belum ditangani. Analisis akar masalah diperlukan agar rekomendasi efektif.

Soal 25 – Objektivitas

Auditor menemukan fakta yang justru membantah dugaan awal tim audit.

Tindakan profesional adalah ….

A. mengabaikan fakta tersebut
B. mencari bukti yang hanya mendukung dugaan awal
C. tetap mempertahankan temuan semula
D. meminta auditan tidak menggunakan data tersebut
E. menyesuaikan analisis dan kesimpulan berdasarkan keseluruhan bukti yang objektif

Jawaban: E

Pembahasan:
Auditor harus menjaga objektivitas dan tidak membiarkan bias awal memengaruhi penilaian.

Soal 26 – Efektivitas Pengendalian

SOP mewajibkan rekonsiliasi setiap bulan, tetapi praktiknya hanya dilakukan pada akhir tahun.

Tindakan auditor adalah ….

A. menilai penyebab ketidakpatuhan dan dampaknya terhadap kemampuan mendeteksi kesalahan secara tepat waktu
B. menerima karena rekonsiliasi tetap dilakukan
C. menghapus kewajiban bulanan
D. hanya memeriksa rekonsiliasi akhir tahun
E. menyatakan tidak ada risiko

Jawaban: A

Pembahasan:
Keterlambatan pelaksanaan kontrol dapat mengurangi efektivitasnya dalam mendeteksi dan mengoreksi kesalahan.

Soal 27 – Manajemen Waktu Audit

Waktu audit hampir habis sementara masih terdapat beberapa area dengan tingkat risiko berbeda.

Prioritas terbaik adalah ….

A. menguji seluruh area secara dangkal
B. memfokuskan sumber daya tersisa pada area berisiko tinggi dan memastikan tujuan utama audit tercapai
C. menghentikan seluruh pengujian
D. hanya menyelesaikan area termudah
E. menyerahkan pengujian kepada auditan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pengelolaan sumber daya audit harus mempertimbangkan tingkat risiko dan tujuan utama penugasan.

Soal 28 – Kompetensi Sosial Kultural

Auditor menghadapi auditan dengan latar belakang dan gaya komunikasi yang berbeda sehingga pembahasan temuan kurang efektif.

Sikap terbaik adalah ….

A. memaksakan gaya komunikasi auditor
B. mengurangi komunikasi
C. menyesuaikan pendekatan komunikasi tanpa mengurangi objektivitas dan standar profesional
D. meminta pihak lain menggantikan seluruh pembahasan
E. menghindari diskusi

Jawaban: C

Pembahasan:
Kompetensi sosial kultural membantu auditor berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pihak tetap dalam batas profesional.

Soal 29 – Transformasi Digital Audit

Unit mulai menggunakan sistem digital yang menyimpan seluruh transaksi secara elektronik.

Pendekatan audit yang paling tepat adalah ….

A. tetap hanya memeriksa dokumen cetak
B. mengabaikan pengendalian sistem
C. hanya mewawancarai administrator
D. menilai pengendalian aplikasi, hak akses, integritas data, dan memanfaatkan analisis data elektronik
E. meminta seluruh data dicetak

Jawaban: D

Pembahasan:
Lingkungan digital membutuhkan pengujian terhadap pengendalian teknologi serta pemanfaatan data elektronik dalam prosedur audit.

Soal 30 – Kasus Integratif

Auditor menemukan pengadaan dengan harga lebih tinggi dibanding referensi pasar, dokumentasi pembanding tidak memadai, vendor yang sama sering digunakan, dan fungsi verifikasi dilaksanakan oleh pegawai yang juga terlibat dalam proses pengadaan.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. langsung menyatakan kerugian negara
B. hanya meminta vendor menurunkan harga
C. menutup audit karena dokumen tersedia
D. memberi teguran kepada pegawai
E. memperluas pengujian atas kewajaran harga, proses pemilihan vendor, bukti pendukung, konflik fungsi, serta dampak dan akar masalah sebelum menyusun temuan

Jawaban: E

Pembahasan:
Auditor perlu menggabungkan analisis bukti, risiko, pengendalian, kepatuhan, dan kemungkinan konflik fungsi sebelum menyimpulkan kondisi serta menyusun rekomendasi.

Tingkatkan Kesiapan Seleksi JF Auditor Ahli Pertama KEMENIMIPAS

Perbanyak latihan soal untuk memperkuat kemampuan dalam perencanaan audit, analisis risiko, pengujian bukti, penyusunan temuan, pengendalian intern, hingga komunikasi hasil pengawasan. Temukan lebih banyak latihan Soal Seleksi Mutasi PNS Masuk KEMENIMIPAS JF Auditor Ahli Pertama lengkap dengan materi, kunci jawaban, dan pembahasan di fungsional.id 

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!