35+ Soal Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang Perawat Vokasi + Pembahasan

blud rsud sangkulirang

Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang untuk formasi Perawat Vokasi menjadi kesempatan bagi tenaga keperawatan untuk bergabung dan berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit.

Melalui artikel Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang Perawat Vokasi, peserta dapat memahami gambaran seleksi, kompetensi yang perlu dipersiapkan, serta materi penting yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab perawat vokasi.

Gambaran Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang Formasi Perawat Vokasi

Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang untuk formasi Perawat Vokasi ditujukan untuk mendukung kebutuhan pelayanan keperawatan di lingkungan RSUD Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. RSUD Sangkulirang sendiri menyelenggarakan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan medik umum, gawat darurat, keperawatan, laboratorium, radiologi, dan farmasi.

Sebagai Perawat Vokasi, kompetensi yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • pelaksanaan asuhan keperawatan;
  • pengkajian kondisi pasien;
  • pemenuhan kebutuhan dasar pasien;
  • pemantauan tanda vital dan kondisi klinis;
  • keselamatan pasien;
  • pencegahan dan pengendalian infeksi;
  • penanganan kegawatdaruratan dasar;
  • pemberian obat sesuai kewenangan;
  • komunikasi terapeutik;
  • dokumentasi keperawatan;
  • kerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya;
  • etika dan profesionalisme dalam pelayanan.

Materi dan Kisi-Kisi Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang Perawat Vokasi

RSUD Sangkulirang merupakan rumah sakit di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur dan menjalankan pelayanan kesehatan rujukan tingkat daerah.

Untuk formasi Perawat Vokasi, materi seleksi sebaiknya difokuskan pada kompetensi teknis keperawatan dan kemampuan pelayanan pasien.

1. Asuhan Keperawatan

Materi meliputi:

  • pengkajian pasien;
  • penentuan masalah keperawatan;
  • perencanaan tindakan;
  • implementasi keperawatan;
  • evaluasi kondisi pasien;
  • dokumentasi keperawatan.

2. Kebutuhan Dasar Pasien

Peserta perlu memahami:

  • kebutuhan oksigenasi;
  • nutrisi dan cairan;
  • eliminasi;
  • mobilisasi;
  • istirahat dan tidur;
  • personal hygiene;
  • kenyamanan dan manajemen nyeri.

3. Kegawatdaruratan Dasar

Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • penilaian airway, breathing, circulation (ABC);
  • bantuan hidup dasar;
  • triase;
  • penanganan syok;
  • penurunan kesadaran;
  • kondisi kegawatdaruratan umum.

4. Keselamatan Pasien

Fokus materi antara lain:

  • identifikasi pasien;
  • pencegahan pasien jatuh;
  • keamanan pemberian obat;
  • komunikasi efektif;
  • pencegahan kesalahan tindakan;
  • pelaporan insiden keselamatan pasien.

5. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Materi mencakup:

  • kebersihan tangan;
  • penggunaan alat pelindung diri;
  • teknik aseptik;
  • pengelolaan limbah medis;
  • pencegahan infeksi silang;
  • kewaspadaan standar.

6. Pemberian Obat dan Tindakan Keperawatan

Peserta perlu menguasai:

  • prinsip benar pemberian obat;
  • pemantauan efek obat;
  • pemeriksaan tanda vital;
  • terapi oksigen;
  • perawatan luka;
  • pemasangan dan pemantauan infus sesuai kewenangan;
  • pengambilan dan pemantauan spesimen sesuai prosedur.

7. Komunikasi dan Etika Keperawatan

Materi meliputi:

  • komunikasi terapeutik;
  • komunikasi dengan keluarga pasien;
  • kerja sama antartenaga kesehatan;
  • kerahasiaan informasi pasien;
  • etika profesi;
  • sikap profesional dalam pelayanan.

8. Penentuan Prioritas Keperawatan

Soal dapat berbentuk studi kasus yang meminta peserta menentukan:

  • pasien yang harus ditangani terlebih dahulu;
  • tindakan awal pada kondisi akut;
  • perubahan kondisi yang perlu segera dilaporkan;
  • keputusan keperawatan berdasarkan tingkat kegawatan;
  • tindakan yang paling aman bagi pasien.

Contoh Soal Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang Perawat Vokasi + Pembahasan

Contoh soal berikut mencakup asuhan keperawatan, kebutuhan dasar pasien, kegawatdaruratan, keselamatan pasien, pencegahan infeksi, pemberian obat, tindakan keperawatan, komunikasi terapeutik, etika, serta penentuan prioritas pasien.

Soal 1 – Prioritas Keperawatan

Empat pasien membutuhkan perhatian perawat. Pasien manakah yang harus dinilai terlebih dahulu?

A. Pasien dengan sesak mendadak, frekuensi napas 32 kali/menit, dan saturasi 88%
B. Pasien dengan nyeri luka operasi skala 4
C. Pasien yang meminta bantuan mengganti pakaian
D. Pasien dengan konstipasi selama dua hari
E. Pasien yang menunggu edukasi pulang

Jawaban: A

Pembahasan:
Gangguan pernapasan dan saturasi rendah merupakan masalah yang berpotensi mengancam jiwa sehingga menjadi prioritas berdasarkan pendekatan airway dan breathing.

Soal 2 – Proses Keperawatan

Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami kelemahan, nafsu makan menurun, dan berat badan turun selama dua minggu. Setelah data lengkap dikumpulkan, tindakan berikutnya adalah ….

A. langsung memberikan intervensi
B. menganalisis data untuk menentukan masalah atau diagnosis keperawatan
C. melakukan evaluasi hasil
D. memberikan edukasi pulang
E. menyelesaikan dokumentasi akhir

Jawaban: B

Pembahasan:
Setelah pengkajian, data dianalisis untuk mengidentifikasi masalah keperawatan sebelum menetapkan rencana intervensi.

Soal 3 – Keselamatan Pasien

Perawat akan memberikan obat kepada dua pasien dengan nama yang hampir sama.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. menggunakan nomor tempat tidur sebagai identitas utama
B. menanyakan nama panggilan pasien
C. melakukan verifikasi identitas menggunakan minimal indikator yang dipersyaratkan sebelum pemberian obat
D. meminta keluarga menentukan pasien yang benar
E. memberikan obat kepada pasien yang lebih dahulu dirawat

Jawaban: C

Pembahasan:
Identifikasi pasien yang benar merupakan bagian penting keselamatan pasien untuk mencegah kesalahan pemberian obat atau tindakan.

Soal 4 – Pencegahan Infeksi

Setelah merawat luka pasien, perawat akan melakukan pemasangan infus pada pasien lain.

Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. mengganti sarung tangan tanpa membersihkan tangan
B. menggunakan sarung tangan yang sama jika tidak terlihat kotor
C. membersihkan tangan hanya setelah seluruh tindakan selesai
D. melepas sarung tangan, melakukan kebersihan tangan, kemudian menggunakan perlengkapan sesuai tindakan berikutnya
E. membersihkan sarung tangan menggunakan antiseptik

Jawaban: D

Pembahasan:
Penggunaan sarung tangan tidak menggantikan kewajiban melakukan kebersihan tangan. Kebersihan tangan dilakukan sesuai indikasi untuk mencegah transmisi silang.

Soal 5 – Pemberian Obat

Saat akan memberikan obat, perawat menemukan dosis pada resep berbeda jauh dari dosis yang biasa diberikan.

Tindakan terbaik adalah ….

A. memberikan setengah dosis
B. mengikuti pengalaman sebelumnya
C. meminta pasien menentukan
D. menunda seluruh obat pasien
E. menahan pemberian sementara dan melakukan klarifikasi terhadap instruksi tersebut

Jawaban: E

Pembahasan:
Instruksi yang diragukan harus diklarifikasi sebelum pemberian untuk mencegah medication error.

Soal 6 – Kegawatdaruratan

Pasien ditemukan tidak responsif dan tidak bernapas normal.

Tindakan awal yang paling tepat adalah ….

A. mengaktifkan bantuan kegawatdaruratan dan memulai tindakan resusitasi sesuai protokol
B. mencari riwayat penyakit lengkap
C. mengukur berat badan
D. menghubungi keluarga terlebih dahulu
E. menunggu dokter datang

Jawaban: A

Pembahasan:
Kondisi tidak sadar dan tidak bernapas normal membutuhkan respons segera sesuai prinsip bantuan hidup dasar.

Soal 7 – Komunikasi Terapeutik

Pasien yang baru menerima diagnosis penyakit kronis berkata, “Saya takut hidup saya tidak akan sama lagi.”

Respons perawat yang paling terapeutik adalah ….

A. “Tidak perlu terlalu dipikirkan.”
B. “Apa yang paling membuat Bapak/Ibu khawatir saat ini?”
C. “Banyak pasien lain juga mengalami hal yang sama.”
D. “Sebaiknya Bapak/Ibu tetap berpikir positif.”
E. “Nanti juga akan terbiasa.”

Jawaban: B

Pembahasan:
Pertanyaan terbuka memberi kesempatan kepada pasien mengungkapkan perasaan dan membantu perawat memahami kebutuhan emosional pasien.

Soal 8 – Risiko Jatuh

Pasien berusia 72 tahun merasa pusing setiap kali bangun dari tempat tidur.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. menyuruh pasien berjalan agar segera terbiasa
B. membatasi seluruh aktivitas tanpa penilaian
C. melakukan penilaian risiko jatuh, memantau kondisi, dan memberikan bantuan saat mobilisasi
D. menaikkan seluruh pagar tempat tidur tanpa penjelasan
E. meminta keluarga terus memegang pasien

Jawaban: C

Pembahasan:
Pencegahan jatuh dimulai dari penilaian risiko kemudian diikuti intervensi sesuai kondisi pasien.

Soal 9 – Dokumentasi Keperawatan

Perawat baru menyadari bahwa tindakan yang dilakukan dua jam sebelumnya belum didokumentasikan.

Langkah terbaik adalah ….

A. meminta rekan menuliskannya
B. tidak perlu dicatat karena tindakan sudah selesai
C. mengubah waktu tindakan menjadi saat dokumentasi
D. mendokumentasikan sesuai fakta dan ketentuan pencatatan yang berlaku
E. menunggu pergantian shift

Jawaban: D

Pembahasan:
Dokumentasi harus akurat, jujur, dapat ditelusuri, dan menggambarkan tindakan yang benar-benar dilakukan.

Soal 10 – Etika dan Kerahasiaan

Seorang teman pasien meminta informasi mengenai hasil pemeriksaan pasien karena merasa dekat dengan keluarga.

Respons perawat adalah ….

A. memberikan informasi secara singkat
B. menunjukkan hasil pemeriksaan tanpa menjelaskan
C. meminta teman tersebut merahasiakannya
D. memberikan informasi jika terlihat benar-benar mengenal pasien
E. menjaga kerahasiaan dan memberikan informasi hanya sesuai kewenangan serta persetujuan yang berlaku

Jawaban: E

Pembahasan:
Informasi kesehatan pasien bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak berhak.

Soal 11 – Terapi Oksigen

Pasien dengan gangguan pernapasan tampak semakin sesak dan saturasi menurun.

Prioritas perawat adalah ….

A. melakukan penilaian pernapasan dan memberikan intervensi oksigen sesuai indikasi serta kewenangan
B. memberikan makanan terlebih dahulu
C. meminta pasien berjalan
D. melakukan edukasi diet
E. menunggu sampai saturasi turun lebih rendah

Jawaban: A

Pembahasan:
Gangguan oksigenasi merupakan prioritas yang harus segera dinilai dan ditangani.

Soal 12 – Infus

Area pemasangan infus tampak kemerahan, nyeri, dan sedikit bengkak.

Tindakan perawat yang paling tepat adalah ….

A. menaikkan kecepatan infus
B. menghentikan penggunaan akses tersebut, melakukan penilaian, dan menangani sesuai prosedur
C. menutup area dengan selimut
D. membiarkan sampai cairan habis
E. memberikan kompres tanpa menilai akses

Jawaban: B

Pembahasan:
Kemerahan, nyeri, dan bengkak menunjukkan kemungkinan komplikasi akses intravena sehingga harus segera dievaluasi.

Soal 13 – Nyeri

Pasien pascaoperasi mengeluh nyeri skala 7 dari 10.

Langkah awal terbaik adalah ….

A. meminta pasien menahan nyeri
B. langsung memberikan obat tanpa penilaian
C. mengkaji karakteristik nyeri dan kondisi pasien sebelum menentukan intervensi sesuai program
D. menyarankan pasien tidur
E. menunggu nyeri mencapai skala 10

Jawaban: C

Pembahasan:
Manajemen nyeri diawali dengan pengkajian karakter, intensitas, lokasi, faktor pencetus, dan respons pasien.

Soal 14 – Triase

Empat pasien tiba hampir bersamaan di instalasi gawat darurat. Siapa yang harus mendapat prioritas?

A. Pasien dengan luka lecet pada tangan
B. Pasien demam selama satu hari tanpa gangguan kesadaran
C. Pasien nyeri punggung kronis
D. Pasien dengan sesak berat, sianosis, dan penurunan kesadaran
E. Pasien yang meminta pemeriksaan tekanan darah

Jawaban: D

Pembahasan:
Gangguan pernapasan berat disertai sianosis dan penurunan kesadaran menunjukkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.

Soal 15 – Kerja Sama Tim

Perawat menemukan kondisi pasien memburuk setelah intervensi awal dilakukan.

Langkah paling tepat adalah ….

A. menunggu pergantian shift
B. hanya mencatat perubahan
C. meminta keluarga menilai pasien
D. mengurangi frekuensi pemantauan
E. melakukan eskalasi kepada dokter atau tim terkait dengan komunikasi klinis yang terstruktur

Jawaban: E

Pembahasan:
Perubahan kondisi pasien membutuhkan komunikasi dan eskalasi segera agar penanganan lanjutan tidak terlambat.

Soal 16 – Syok

Pasien pascakecelakaan tampak pucat, berkeringat dingin, nadi cepat, dan tekanan darah menurun.

Prioritas tindakan keperawatan adalah ….

A. menilai ABC, memastikan dukungan sirkulasi, dan mengaktifkan penanganan kegawatdaruratan
B. meminta pasien duduk dan berjalan perlahan
C. memberikan makanan
D. menunggu pemeriksaan laboratorium selesai
E. melakukan edukasi sebelum tindakan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tanda tersebut mengarah pada gangguan perfusi atau syok sehingga penilaian dan stabilisasi ABC menjadi prioritas.

Soal 17 – Hipoglikemia

Pasien diabetes yang masih sadar tiba-tiba berkeringat, gemetar, dan mengeluh sangat lemas. Hasil pemeriksaan menunjukkan glukosa darah rendah.

Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. meminta pasien tidur
B. memberikan penanganan hipoglikemia sesuai kondisi dan protokol kemudian mengevaluasi kembali kadar glukosa
C. memberikan insulin tambahan
D. membatasi asupan makanan
E. menunggu dokter tanpa melakukan tindakan apa pun

Jawaban: B

Pembahasan:
Hipoglikemia membutuhkan koreksi segera sesuai tingkat kesadaran dan kondisi pasien, kemudian dilakukan evaluasi respons.

Soal 18 – Stroke

Pasien mendadak mengalami kelemahan sisi kanan tubuh, bicara pelo, dan wajah tampak tidak simetris.

Tindakan terbaik adalah ….

A. memberikan makanan agar pasien lebih kuat
B. meminta pasien beristirahat dan dievaluasi besok
C. mengenali tanda kegawatdaruratan neurologis, mencatat waktu onset, dan segera mengaktifkan penanganan lebih lanjut
D. melakukan latihan berjalan
E. memberikan minum

Jawaban: C

Pembahasan:
Gejala tersebut mencurigakan stroke akut. Waktu onset penting karena memengaruhi keputusan penanganan berikutnya.

Soal 19 – Kejang

Pasien tiba-tiba mengalami kejang di tempat tidur.

Tindakan perawat paling tepat adalah ….

A. menahan seluruh gerakan pasien dengan kuat
B. memasukkan benda ke dalam mulut
C. memberi minum setelah kejang dimulai
D. melindungi pasien dari cedera, menjaga jalan napas, dan mengamati karakter serta durasi kejang
E. meninggalkan pasien untuk mencari keluarga

Jawaban: D

Pembahasan:
Prioritas saat kejang adalah keselamatan dan jalan napas. Memasukkan benda ke mulut justru berbahaya.

Soal 20 – Reaksi Transfusi

Beberapa menit setelah transfusi dimulai, pasien mengeluh menggigil, sesak, dan nyeri dada.

Tindakan pertama adalah ….

A. mempercepat transfusi
B. menunggu beberapa menit
C. meminta pasien tidur
D. memberikan makanan
E. menghentikan transfusi dan melakukan penanganan sesuai prosedur reaksi transfusi

Jawaban: E

Pembahasan:
Gejala tersebut dapat menunjukkan reaksi transfusi sehingga transfusi harus dihentikan dan kondisi pasien segera dinilai.

Soal 21 – Pencegahan Luka Tekan

Pasien dengan mobilitas sangat terbatas berisiko mengalami luka tekan.

Intervensi paling tepat adalah ….

A. melakukan penilaian risiko, menjaga kondisi kulit, mengatur perubahan posisi, dan memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai kondisi
B. membatasi seluruh cairan
C. membiarkan pasien pada satu posisi agar nyaman
D. hanya menggunakan bedak
E. memijat area kemerahan secara kuat

Jawaban: A

Pembahasan:
Pencegahan luka tekan membutuhkan pendekatan multidimensional berdasarkan faktor risiko pasien.

Soal 22 – Pasien Pascabedah

Pasien beberapa jam setelah operasi tampak semakin mengantuk, frekuensi napas menurun, dan sulit dibangunkan.

Tindakan prioritas adalah ….

A. menunggu efek anestesi hilang
B. segera menilai jalan napas, pernapasan, sirkulasi, dan mengaktifkan bantuan sesuai kondisi
C. meminta keluarga terus mengajak bicara
D. memberikan makanan
E. memindahkan pasien untuk berjalan

Jawaban: B

Pembahasan:
Penurunan kesadaran dan frekuensi napas pascaoperasi dapat mengancam keselamatan sehingga membutuhkan penilaian ABC segera.

Soal 23 – Pengelolaan Cairan

Pasien mengalami muntah berulang dan menunjukkan tanda dehidrasi.

Data yang paling penting untuk dipantau adalah ….

A. hanya berat badan awal
B. hanya jumlah makanan
C. keseimbangan cairan, tanda vital, kondisi klinis, serta input dan output
D. warna pakaian pasien
E. waktu kunjungan keluarga

Jawaban: C

Pembahasan:
Pemantauan keseimbangan cairan membantu menilai derajat kehilangan cairan dan respons terhadap terapi.

Soal 24 – Komunikasi SBAR

Perawat akan melaporkan kondisi pasien yang memburuk kepada dokter.

Informasi yang sebaiknya disampaikan adalah ….

A. seluruh riwayat pasien sejak lahir
B. pendapat pribadi tanpa data
C. hanya diagnosis medis
D. situasi terkini, latar belakang relevan, hasil pengkajian, dan rekomendasi kebutuhan tindak lanjut
E. keluhan keluarga saja

Jawaban: D

Pembahasan:
Komunikasi terstruktur seperti SBAR membantu menyampaikan informasi penting secara ringkas dan jelas.

Soal 25 – Pengendalian Infeksi

Perawat akan melakukan tindakan yang memerlukan area steril. Tanpa sengaja sarung tangan steril menyentuh permukaan nonsteril.

Tindakan terbaik adalah ….

A. tetap melanjutkan karena hanya menyentuh sebentar
B. membersihkan sarung tangan dengan alkohol
C. meminta pasien tidak bergerak
D. menutup bagian yang terkena
E. mengganti perlengkapan yang terkontaminasi sebelum melanjutkan tindakan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kontaminasi merusak prinsip aseptik sehingga perlengkapan yang tidak lagi steril harus diganti.

Soal 26 – Prioritas Pasien

Perawat menerima laporan empat pasien. Pasien mana yang perlu diperiksa terlebih dahulu?

A. Pasien yang baru mengalami perubahan kesadaran dari sadar penuh menjadi sulit dibangunkan
B. Pasien yang meminta mengganti jadwal mandi
C. Pasien dengan nyeri kronis skala 3
D. Pasien yang membutuhkan surat kontrol
E. Pasien yang menanyakan jadwal makan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perubahan tingkat kesadaran secara akut dapat menunjukkan kondisi serius dan harus segera dinilai.

Soal 27 – Manajemen Obat

Pasien mengatakan memiliki riwayat alergi berat terhadap obat tertentu, tetapi obat dari kelompok yang sama tercantum dalam instruksi terapi.

Langkah terbaik adalah ….

A. tetap memberikan karena sudah diresepkan
B. menahan pemberian sementara dan melakukan klarifikasi sebelum obat diberikan
C. memberikan setengah dosis
D. meminta pasien mencoba sedikit terlebih dahulu
E. meminta keluarga memutuskan

Jawaban: B

Pembahasan:
Riwayat alergi berat merupakan informasi keselamatan penting dan harus diklarifikasi sebelum pemberian obat.

Soal 28 – Edukasi Pasien

Pasien akan pulang dengan terapi baru, tetapi ketika diminta menjelaskan kembali, pasien ternyata salah memahami aturan penggunaan obat.

Tindakan perawat adalah ….

A. tetap memulangkan karena edukasi sudah diberikan
B. menyerahkan brosur tambahan saja
C. mengulang edukasi dengan metode yang lebih mudah dipahami dan melakukan teach-back kembali
D. meminta keluarga mencari informasi di internet
E. mengurangi informasi yang diberikan

Jawaban: C

Pembahasan:
Metode teach-back membantu memastikan pasien benar-benar memahami informasi, bukan sekadar mendengarnya.

Soal 29 – Mobilisasi

Pasien pascaoperasi akan melakukan mobilisasi pertama dan mengeluh pusing saat duduk.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. memaksa berdiri agar cepat pulih
B. meminta berjalan sendiri
C. menghentikan seluruh mobilisasi selama beberapa hari
D. menghentikan sementara, menilai kondisi dan tanda vital, kemudian melanjutkan secara bertahap bila aman
E. mengabaikan pusing

Jawaban: D

Pembahasan:
Mobilisasi harus dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan respons hemodinamik serta keselamatan pasien.

Soal 30 – Insiden Keselamatan Pasien

Perawat mengetahui obat yang salah hampir diberikan kepada pasien, tetapi kesalahan diketahui sebelum obat masuk ke tubuh pasien.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. tidak perlu dilaporkan karena obat belum diberikan
B. hanya memberitahu rekan terdekat
C. menghapus catatan kejadian
D. menyalahkan petugas yang menyiapkan obat
E. menangani dan melaporkan kejadian sesuai sistem keselamatan pasien agar penyebab dapat dianalisis

Jawaban: E

Pembahasan:
Near miss tetap penting dilaporkan karena dapat digunakan untuk memperbaiki sistem dan mencegah insiden serupa.

Soal 31 – Kebutuhan Nutrisi

Pasien mengalami penurunan nafsu makan, berat badan turun, dan hanya menghabiskan seperempat porsi makanan.

Langkah keperawatan yang paling tepat adalah ….

A. melakukan pengkajian status nutrisi, faktor penyebab, pemantauan asupan, dan kolaborasi sesuai kebutuhan
B. memaksa pasien menghabiskan makanan
C. menghentikan pencatatan makanan
D. hanya menimbang berat badan saat pulang
E. meminta keluarga membeli makanan apa saja

Jawaban: A

Pembahasan:
Penanganan masalah nutrisi harus berdasarkan pengkajian penyebab dan pemantauan kondisi pasien.

Soal 32 – Keselamatan Kerja

Perawat menemukan jarum bekas tindakan dibuang dalam kantong sampah biasa.

Tindakan terbaik adalah ….

A. mengambil jarum dengan tangan kosong
B. mengelola benda tajam sesuai prosedur keselamatan dan melaporkan ketidaksesuaian pembuangan
C. membiarkan karena bukan miliknya
D. memasukkan ke saku untuk dibuang kemudian
E. menutup kantong sampah dan melanjutkan pekerjaan

Jawaban: B

Pembahasan:
Benda tajam bekas tindakan harus dikelola sesuai prosedur untuk mencegah cedera tusuk dan paparan infeksi.

Soal 33 – Pelayanan Pasien

Keluarga pasien mulai marah karena merasa informasi mengenai kondisi pasien tidak jelas.

Respons terbaik adalah ….

A. meminta keluarga berhenti bertanya
B. menghindari keluarga
C. mendengarkan keluhan, mengklarifikasi kebutuhan informasi, dan memberikan penjelasan sesuai kewenangan dengan bahasa yang mudah dipahami
D. menyampaikan seluruh data medis tanpa batas
E. meminta keluarga pulang

Jawaban: C

Pembahasan:
Komunikasi profesional membutuhkan empati, klarifikasi, dan penyampaian informasi sesuai kewenangan serta kerahasiaan pasien.

Soal 34 – Delegasi

Perawat akan mendelegasikan suatu tugas kepada anggota tim.

Pertimbangan paling penting adalah ….

A. siapa yang paling dekat dengan pasien
B. siapa yang sedang tidak sibuk saja
C. siapa yang paling lama bekerja
D. kesesuaian tugas dengan kompetensi, kewenangan, kondisi pasien, serta kebutuhan supervisi
E. siapa yang bersedia tanpa mempertimbangkan kemampuan

Jawaban: D

Pembahasan:
Delegasi harus mempertimbangkan kompetensi pelaksana dan tingkat risiko tindakan agar keselamatan pasien tetap terjaga.

Soal 35 – Kasus Integratif

Pada shift malam, perawat merawat beberapa pasien. Salah satu pasien tiba-tiba mengalami sesak, saturasi turun, tekanan darah menurun, dan kesadaran mulai berubah. Pada saat bersamaan terdapat obat rutin yang harus diberikan kepada pasien lain dan dokumentasi yang belum selesai.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. menyelesaikan pemberian obat rutin terlebih dahulu
B. menyelesaikan dokumentasi agar tidak tertunda
C. meminta keluarga pasien mengawasi kondisinya
D. menunggu dokter datang sebelum melakukan tindakan
E. memprioritaskan pasien yang memburuk dengan penilaian ABC, memberikan intervensi awal sesuai kewenangan, mengaktifkan bantuan tim, kemudian mengatur kembali tugas lain dan mendokumentasikan tindakan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kondisi yang mengancam airway, breathing, circulation, dan kesadaran menjadi prioritas. Perawat perlu melakukan tindakan awal, bekerja sama dengan tim, kemudian memastikan tugas lain tetap terkelola dan terdokumentasi.

Siapkan Diri untuk Seleksi Perawat Vokasi RSUD Sangkulirang

Perkuat persiapan dengan latihan soal asuhan keperawatan, kegawatdaruratan, keselamatan pasien, dan komunikasi klinis. Di fungsional.id, tersedia latihan Soal Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Sangkulirang Perawat Vokasi lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!