Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah atau SEKDA merupakan proses penting untuk menilai kompetensi calon pejabat yang akan memegang peran strategis dalam koordinasi pemerintahan daerah, perumusan kebijakan, pengelolaan organisasi, serta pelayanan publik.
Melalui artikel 40+ Soal Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah SEKDA + Kunci Jawaban, Anda dapat berlatih menghadapi soal berbasis kompetensi manajerial, sosial kultural, kepemimpinan strategis, analisis kebijakan, tata kelola pemerintahan, hingga pengambilan keputusan agar lebih siap mengikuti proses seleksi secara menyeluruh.
Gambaran Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah (SEKDA)
Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah bertujuan memperoleh pejabat yang memiliki kompetensi manajerial, sosial kultural, kepemimpinan strategis, serta kemampuan mengelola pemerintahan daerah secara profesional dan akuntabel.
Sekretaris Daerah memiliki posisi penting karena berperan dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan perangkat daerah, menyusun kebijakan, mengendalikan pelaksanaan program, serta menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Kompetensi yang perlu dipersiapkan dalam seleksi antara lain:
- kepemimpinan strategis;
- koordinasi antarperangkat daerah;
- penyusunan dan analisis kebijakan;
- manajemen perubahan;
- pengelolaan konflik;
- pengambilan keputusan;
- pelayanan publik;
- tata kelola pemerintahan;
- integritas dan etika jabatan;
- komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Materi Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah (SEKDA)
Materi Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah umumnya menekankan kemampuan peserta dalam memimpin organisasi pemerintahan, menyusun kebijakan, mengelola perubahan, membangun koordinasi, serta mengambil keputusan strategis.
1. Kepemimpinan Strategis
Materi meliputi:
- penyusunan visi dan arah organisasi;
- penetapan prioritas pembangunan;
- pengambilan keputusan strategis;
- pengendalian kinerja perangkat daerah;
- kepemimpinan dalam situasi kompleks.
2. Tata Kelola Pemerintahan Daerah
Peserta perlu memahami:
- prinsip pemerintahan yang efektif dan akuntabel;
- hubungan kerja antarperangkat daerah;
- koordinasi penyelenggaraan pemerintahan;
- transparansi dan akuntabilitas;
- peningkatan kualitas pelayanan publik.
3. Analisis dan Perumusan Kebijakan
Fokus materi dapat mencakup:
- identifikasi masalah publik;
- analisis akar masalah;
- penyusunan alternatif kebijakan;
- analisis manfaat dan risiko;
- rekomendasi kebijakan;
- evaluasi dampak kebijakan.
4. Manajemen Perubahan
Materi meliputi:
- menghadapi resistensi organisasi;
- membangun budaya kerja adaptif;
- transformasi birokrasi;
- inovasi pelayanan;
- penguatan kolaborasi antarunit;
- pengelolaan perubahan secara berkelanjutan.
5. Pengelolaan Konflik
Calon SEKDA perlu mampu menangani:
- konflik antarperangkat daerah;
- perbedaan kepentingan;
- hambatan koordinasi;
- konflik internal organisasi;
- komunikasi dengan pemangku kepentingan.
6. Manajemen Kinerja
Fokus persiapan:
- penyusunan indikator kinerja;
- monitoring program;
- evaluasi pencapaian target;
- tindak lanjut hasil evaluasi;
- peningkatan efektivitas organisasi.
7. Pelayanan Publik
Materi dapat mencakup:
- peningkatan kualitas layanan;
- penanganan pengaduan masyarakat;
- inovasi pelayanan;
- pemanfaatan teknologi;
- pelayanan yang adil dan responsif.
8. Kompetensi Sosial Kultural
Peserta perlu memahami:
- keberagaman masyarakat;
- komunikasi lintas kelompok;
- perekat persatuan;
- sensitivitas sosial;
- penanganan konflik berbasis kepentingan masyarakat.
9. Integritas dan Etika Jabatan
Fokus materi:
- transparansi;
- akuntabilitas;
- pencegahan konflik kepentingan;
- antikorupsi;
- objektivitas;
- tanggung jawab sebagai pejabat publik.
10. Pengambilan Keputusan Strategis
Soal dapat berbentuk kasus seperti:
- keterbatasan anggaran;
- konflik antar-OPD;
- program prioritas tidak mencapai target;
- tekanan dari berbagai pemangku kepentingan;
- penurunan kualitas pelayanan;
- krisis atau kondisi darurat.
Contoh Soal HOTS Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah (SEKDA) + Kunci Jawaban
Soal berikut dirancang berbasis kasus yang relevan dengan tugas Sekretaris Daerah, meliputi kepemimpinan strategis, koordinasi OPD, integritas, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan anggaran, kebijakan daerah, manajemen perubahan, pengambilan keputusan, serta kompetensi sosial kultural.
Soal 1 – Kepemimpinan Strategis
Capaian sejumlah program prioritas kepala daerah tertinggal dari target. Hasil evaluasi menunjukkan setiap OPD masih bekerja berdasarkan kepentingan sektoral dan belum memiliki mekanisme koordinasi yang efektif.
Sebagai Sekretaris Daerah, tindakan paling strategis adalah ….
A. Menetapkan forum pengendalian lintas OPD dengan target bersama, pembagian tanggung jawab, indikator terukur, dan evaluasi berkala
B. Menyerahkan penyelesaian sepenuhnya kepada masing-masing kepala OPD
C. Mengganti seluruh pejabat yang targetnya belum tercapai
D. Mengurangi target pembangunan agar mudah dicapai
E. Menunggu evaluasi akhir tahun
Jawaban: A
Pembahasan:
Permasalahan utama terletak pada koordinasi dan integrasi. SEKDA perlu memastikan program lintas OPD memiliki target bersama, penanggung jawab, serta mekanisme pengendalian yang jelas.
Soal 2 – Koordinasi Antar-OPD
Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan memiliki rencana pembangunan pada ruas jalan yang sama, tetapi jadwal pekerjaan tidak terkoordinasi sehingga berpotensi menimbulkan pembongkaran ulang.
Langkah terbaik SEKDA adalah ….
A. Memilih program dengan anggaran terbesar
B. Mengintegrasikan jadwal, desain kegiatan, kebutuhan teknis, dan pembagian tanggung jawab kedua OPD
C. Membiarkan kedua OPD menjalankan rencananya masing-masing
D. Menunda seluruh kegiatan sampai tahun berikutnya
E. Menyerahkan persoalan kepada kontraktor
Jawaban: B
Pembahasan:
SEKDA harus mencegah duplikasi dan pemborosan melalui koordinasi lintas perangkat daerah serta sinkronisasi program.
Soal 3 – Analisis Kebijakan
Pemerintah daerah berencana menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan di kawasan pusat kota. Pelaku usaha mendukung pengurangan kemacetan tetapi khawatir omzet menurun.
Keputusan paling tepat sebelum kebijakan diterapkan adalah ….
A. Langsung menerapkan kebijakan karena kemacetan harus segera diatasi
B. Membatalkan kebijakan karena terdapat penolakan
C. Melakukan analisis dampak, memetakan kelompok terdampak, serta menyiapkan alternatif akses dan mitigasi
D. Menyerahkan keputusan kepada pelaku usaha
E. Melakukan survei popularitas kebijakan saja
Jawaban: C
Pembahasan:
Kebijakan publik harus mempertimbangkan efektivitas, dampak sosial-ekonomi, stakeholder, serta opsi mitigasi.
Soal 4 – Pengelolaan Anggaran
Pendapatan daerah diperkirakan turun signifikan pada pertengahan tahun. Sementara itu, sejumlah OPD masih memiliki banyak kegiatan seremonial dan program dengan dampak rendah.
Tindakan SEKDA yang paling tepat adalah ….
A. Memotong semua anggaran OPD dengan persentase sama
B. Mempertahankan seluruh program agar target anggaran tidak berubah
C. Meminta setiap OPD mencari pinjaman
D. Melakukan reprioritisasi berdasarkan urgensi, pelayanan dasar, hasil pembangunan, dan risiko apabila program dihentikan
E. Menghentikan seluruh pembangunan fisik
Jawaban: D
Pembahasan:
Penyesuaian anggaran seharusnya berbasis prioritas dan dampak, bukan pemotongan merata.
Soal 5 – Integritas
Seorang tokoh berpengaruh meminta SEKDA membantu perusahaan tertentu memperoleh akses informasi pengadaan sebelum diumumkan secara resmi.
Respons paling tepat adalah ….
A. Memberikan informasi sebagian agar hubungan tetap baik
B. Meminta staf memberikan informasi tanpa menyebut nama SEKDA
C. Menunda jawaban hingga proses pengadaan selesai
D. Memberikan informasi karena perusahaan tersebut berpengalaman
E. Menolak permintaan dan memastikan proses pengadaan berlangsung transparan serta setara
Jawaban: E
Pembahasan:
Integritas mengharuskan pejabat menjaga proses pemerintahan dari konflik kepentingan, perlakuan khusus, dan penyalahgunaan kewenangan.
Soal 6 – Pelayanan Publik
Keluhan masyarakat terhadap layanan perizinan meningkat karena waktu penyelesaian antarunit berbeda dan masyarakat harus mengulang dokumen yang sama.
Prioritas SEKDA adalah ….
A. Memetakan proses layanan, menghilangkan tahapan tidak perlu, mengintegrasikan data, serta menetapkan standar layanan yang terukur
B. Meminta masyarakat lebih memahami prosedur
C. Menambah jumlah formulir agar data lebih lengkap
D. Menyerahkan masalah sepenuhnya kepada petugas loket
E. Menutup kanal pengaduan sementara
Jawaban: A
Pembahasan:
Perbaikan pelayanan harus menyasar akar masalah proses, koordinasi, integrasi data, dan standar layanan.
Soal 7 – Manajemen Perubahan
Pemda akan menerapkan sistem kerja digital terintegrasi. Sejumlah pejabat senior menolak karena merasa sistem lama sudah cukup efektif.
Langkah terbaik SEKDA adalah ….
A. Memaksa seluruh pegawai beralih tanpa penjelasan
B. Menjelaskan urgensi perubahan, melibatkan pengguna, memberikan pelatihan, serta melakukan implementasi dan evaluasi bertahap
C. Membatalkan digitalisasi
D. Hanya mewajibkan pegawai muda menggunakan sistem
E. Mengganti seluruh pejabat yang menolak
Jawaban: B
Pembahasan:
Manajemen perubahan membutuhkan komunikasi, keterlibatan, penguatan kapasitas, serta pengelolaan resistensi.
Soal 8 – Pengambilan Keputusan
Banjir menyebabkan akses menuju beberapa kecamatan terputus. Data awal belum sempurna, tetapi masyarakat membutuhkan pertolongan segera.
Keputusan yang paling tepat adalah ….
A. Menunggu seluruh data lengkap
B. Mengadakan rapat evaluasi terlebih dahulu selama beberapa hari
C. Menggunakan data terbaik yang tersedia untuk menetapkan prioritas darurat sambil terus memperbarui informasi lapangan
D. Membagi sumber daya secara sama rata tanpa melihat kondisi
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada aparat desa
Jawaban: C
Pembahasan:
Dalam situasi darurat, keputusan harus cepat tetapi tetap berbasis informasi terbaik yang tersedia dan terus diperbarui.
Soal 9 – Manajemen Kinerja
Sebuah OPD menyerap 98% anggaran, tetapi indikator manfaat program hanya mencapai 55%.
Evaluasi yang paling tepat adalah ….
A. OPD dinilai sangat berhasil karena anggaran terserap tinggi
B. Tidak diperlukan evaluasi karena anggaran sudah digunakan
C. Menambah anggaran tahun berikutnya
D. Menilai penyebab rendahnya outcome dan memperbaiki desain program serta indikator kinerja
E. Menghapus indikator outcome
Jawaban: D
Pembahasan:
Tingginya penyerapan anggaran tidak otomatis menunjukkan efektivitas. Fokus kinerja harus melihat hasil dan manfaat.
Soal 10 – Hubungan dengan DPRD
Pembahasan program prioritas mengalami kebuntuan karena terdapat perbedaan tajam antara OPD dan DPRD.
Peran SEKDA yang paling tepat adalah ….
A. Meminta OPD mempertahankan seluruh usul
B. Menghindari komunikasi agar tidak dianggap berpihak
C. Menunggu kepala daerah menyelesaikan semuanya
D. Mengurangi seluruh target secara sepihak
E. Memfasilitasi pembahasan berbasis data, prioritas pembangunan, kemampuan fiskal, serta ketentuan yang berlaku
Jawaban: E
Pembahasan:
SEKDA perlu menjaga komunikasi kelembagaan dan mendorong keputusan berdasarkan data serta kepentingan pembangunan daerah.
Soal 11 – Manajemen ASN
Beberapa jabatan strategis kosong. Terdapat tekanan agar posisi tersebut diberikan kepada pegawai tertentu meskipun kompetensinya belum memenuhi kebutuhan jabatan.
Tindakan SEKDA adalah ….
A. Menggunakan kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan kebutuhan organisasi sebagai dasar pengisian jabatan
B. Mengikuti usulan pihak yang paling berpengaruh
C. Mengutamakan masa kerja tanpa mempertimbangkan kompetensi
D. Membagi jabatan berdasarkan kedekatan
E. Membiarkan jabatan kosong tanpa batas waktu
Jawaban: A
Pembahasan:
Pengelolaan ASN harus berorientasi pada merit dan kebutuhan organisasi.
Soal 12 – Kerja Sama
Program penanganan stunting tidak mencapai target karena Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, dan pemerintah desa menggunakan data sasaran yang berbeda.
Langkah paling efektif adalah ….
A. Meminta Dinas Kesehatan bekerja sendiri
B. Menyatukan definisi sasaran, basis data, indikator, serta mekanisme intervensi lintas sektor
C. Menggunakan data OPD dengan jumlah terbesar
D. Menghentikan program sampai seluruh data sempurna
E. Membagi wilayah kerja berdasarkan OPD
Jawaban: B
Pembahasan:
Masalah lintas sektor membutuhkan data, sasaran, dan target yang terintegrasi.
Soal 13 – Komunikasi Strategis
Kebijakan baru pemerintah daerah mendapat kritik karena masyarakat menerima informasi yang berbeda dari beberapa OPD.
Sebagai SEKDA, tindakan yang tepat adalah ….
A. Membatasi informasi publik
B. Menyerahkan seluruh komunikasi kepada masing-masing OPD
C. Menetapkan pesan utama, data rujukan, juru bicara, dan mekanisme koordinasi komunikasi lintas OPD
D. Menghapus unggahan yang mendapat kritik
E. Menghentikan kebijakan
Jawaban: C
Pembahasan:
Komunikasi pemerintah perlu konsisten, akurat, dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan kebingungan publik.
Soal 14 – Konflik Antar-OPD
Dua kepala OPD saling menyalahkan atas keterlambatan program bersama.
Langkah SEKDA paling tepat adalah ….
A. Memihak OPD dengan kinerja historis terbaik
B. Memberikan teguran kepada keduanya tanpa pemeriksaan
C. Mengambil alih semua tugas mereka
D. Memeriksa proses, pembagian kewenangan, titik hambatan, lalu menetapkan solusi dan tanggung jawab yang jelas
E. Membiarkan mereka menyelesaikannya sendiri
Jawaban: D
Pembahasan:
Penyelesaian konflik organisasi harus berbasis fakta dan diarahkan pada pemulihan kinerja.
Soal 15 – Akuntabilitas
Hasil audit menunjukkan kelemahan pengendalian internal berulang pada beberapa OPD.
Respons terbaik adalah ….
A. Menganggapnya masalah teknis masing-masing OPD
B. Meminta auditor mengurangi temuan
C. Menunggu pemeriksaan tahun berikutnya
D. Hanya memberikan teguran tertulis
E. Mengidentifikasi akar masalah, menetapkan rencana perbaikan, penanggung jawab, tenggat, dan pemantauan tindak lanjut
Jawaban: E
Pembahasan:
Akuntabilitas membutuhkan tindak lanjut sistematis, bukan sekadar respons administratif.
Soal 16 – Orientasi pada Hasil
Pemda memiliki banyak program inovasi, tetapi sebagian tidak berdampak terhadap indikator pembangunan.
Tindakan SEKDA adalah ….
A. Menilai kembali program berdasarkan outcome dan memprioritaskan inovasi yang memberi dampak nyata
B. Mempertahankan semua inovasi karena sudah diumumkan
C. Menambah jumlah inovasi baru
D. Menggunakan jumlah kegiatan sebagai indikator utama
E. Menghapus evaluasi program
Jawaban: A
Pembahasan:
Orientasi hasil menekankan manfaat dan perubahan yang dihasilkan, bukan banyaknya program.
Soal 17 – Pengembangan SDM
Evaluasi menunjukkan sejumlah pejabat administrator memiliki kesenjangan kemampuan dalam analisis data dan pengambilan keputusan.
Strategi terbaik adalah ….
A. Mengganti seluruh pejabat tersebut
B. Menyusun pengembangan kompetensi berbasis kesenjangan kompetensi dan mengevaluasi penerapannya pada pekerjaan
C. Memberikan pelatihan yang sama kepada semua ASN
D. Hanya memberikan materi teori
E. Menunggu sampai terjadi kesalahan
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengembangan kompetensi harus sesuai kebutuhan jabatan dan diukur dampaknya terhadap kinerja.
Soal 18 – Transformasi Digital
Tiga OPD membangun aplikasi layanan yang memiliki fungsi hampir sama dan tidak saling terintegrasi.
Keputusan terbaik adalah ….
A. Membiarkan karena setiap OPD memiliki anggaran sendiri
B. Membangun aplikasi keempat sebagai penghubung
C. Melakukan konsolidasi arsitektur layanan, data, proses bisnis, dan kebutuhan pengguna sebelum pengembangan berikutnya
D. Menutup seluruh aplikasi
E. Menyerahkan kepada masing-masing vendor
Jawaban: C
Pembahasan:
Transformasi digital seharusnya menyederhanakan proses dan mencegah fragmentasi sistem.
Soal 19 – Kebijakan Berbasis Data
Angka kemiskinan menurun secara agregat, tetapi terdapat beberapa kecamatan yang justru mengalami peningkatan.
Respons strategis adalah ….
A. Menggunakan angka rata-rata daerah saja
B. Menyatakan program berhasil tanpa evaluasi
C. Menambah bantuan secara merata
D. Menganalisis data terpilah dan faktor penyebab di wilayah yang memburuk untuk menyusun intervensi terarah
E. Menghapus wilayah tersebut dari indikator
Jawaban: D
Pembahasan:
Data agregat dapat menutupi disparitas. Kebijakan perlu mempertimbangkan variasi wilayah dan kelompok sasaran.
Soal 20 – Etika Jabatan
SEKDA mengetahui salah satu kerabat dekatnya mengikuti proses pengadaan pada pemerintah daerah.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Membantu sepanjang harga yang diajukan murah
B. Tidak memberi tahu siapa pun
C. Menghubungi panitia agar proses dipercepat
D. Meminta kerabat menggunakan perusahaan lain
E. Mengungkapkan potensi konflik kepentingan dan tidak terlibat dalam keputusan terkait
Jawaban: E
Pembahasan:
Konflik kepentingan harus dikelola secara transparan agar objektivitas dan kepercayaan publik terjaga.
Soal 21 – Krisis Pelayanan Publik
Gangguan sistem pusat data menyebabkan sejumlah layanan publik digital berhenti.
Prioritas SEKDA adalah ….
A. Mengaktifkan mekanisme kesinambungan layanan, menentukan layanan kritis, mengoordinasikan pemulihan sistem, dan memberi informasi kepada masyarakat
B. Menunggu sistem pulih sendiri
C. Menutup seluruh kantor pelayanan
D. Menyalahkan penyedia layanan
E. Menghapus layanan digital
Jawaban: A
Pembahasan:
Manajemen krisis menuntut kesinambungan layanan, koordinasi teknis, prioritas, dan komunikasi publik.
Soal 22 – Efisiensi Organisasi
Evaluasi menunjukkan dua unit kerja memiliki tugas yang sangat mirip sehingga sering terjadi duplikasi kegiatan.
Langkah terbaik adalah ….
A. Menambah pegawai di kedua unit
B. Meninjau proses bisnis, kewenangan, struktur, dan pembagian fungsi untuk menghilangkan tumpang tindih
C. Membiarkan karena sudah berlangsung lama
D. Menambah anggaran koordinasi
E. Menggabungkan unit tanpa kajian
Jawaban: B
Pembahasan:
Penataan organisasi harus didasarkan pada fungsi, proses bisnis, beban kerja, dan kebutuhan organisasi.
Soal 23 – Pelayanan Inklusif
Masyarakat penyandang disabilitas menyampaikan bahwa beberapa kantor pelayanan sulit diakses.
Sebagai SEKDA, kebijakan paling tepat adalah ….
A. Membuat layanan khusus terpisah seluruhnya
B. Menyarankan masyarakat menggunakan perwakilan
C. Melakukan evaluasi aksesibilitas dan menetapkan perbaikan layanan, sarana, informasi, serta kompetensi petugas secara inklusif
D. Memindahkan layanan ke kantor pusat
E. Mengutamakan layanan mayoritas masyarakat
Jawaban: C
Pembahasan:
Pelayanan publik harus dapat diakses secara adil oleh berbagai kelompok masyarakat.
Soal 24 – Pengendalian Proyek
Proyek strategis daerah telah mencapai 70% waktu kontrak tetapi progres fisiknya baru 35%.
Langkah terbaik adalah ….
A. Langsung memutus kontrak tanpa evaluasi
B. Menambah anggaran
C. Mengubah target penyelesaian
D. Melakukan evaluasi deviasi, penyebab keterlambatan, kemampuan penyedia, risiko, dan menetapkan langkah korektif sesuai kontrak
E. Menunggu sampai masa kontrak selesai
Jawaban: D
Pembahasan:
Pengendalian proyek membutuhkan analisis deviasi dan tindakan korektif berbasis fakta serta ketentuan kontraktual.
Soal 25 – Netralitas ASN
Memasuki periode politik lokal, terdapat indikasi beberapa ASN menggunakan fasilitas pemerintah untuk kegiatan yang menguntungkan pihak tertentu.
Sikap SEKDA adalah ….
A. Membiarkan sepanjang dilakukan di luar jam kerja
B. Menunggu laporan masyarakat
C. Menyelesaikan secara informal
D. Hanya mengingatkan melalui pesan singkat
E. Menegakkan netralitas, menghentikan penggunaan fasilitas yang tidak semestinya, dan memproses pelanggaran sesuai ketentuan
Jawaban: E
Pembahasan:
SEKDA memiliki peran strategis dalam menjaga profesionalitas dan netralitas birokrasi.
Soal 26 – Ketahanan Fiskal
Pemda menghadapi kewajiban belanja tinggi sementara ruang fiskal semakin terbatas.
Strategi paling tepat adalah ….
A. Mengevaluasi kualitas belanja, prioritas wajib dan strategis, potensi pendapatan, serta efisiensi program sebelum menambah komitmen baru
B. Menaikkan semua tarif layanan daerah
C. Mengurangi seluruh pelayanan masyarakat
D. Menunda pembayaran kewajiban
E. Membuat sebanyak mungkin program baru
Jawaban: A
Pembahasan:
Ketahanan fiskal membutuhkan pengelolaan pendapatan, kualitas belanja, kewajiban, dan prioritas secara menyeluruh.
Soal 27 – Kolaborasi Eksternal
Penanganan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Lingkungan Hidup karena terkait perilaku masyarakat, dunia usaha, desa, dan pengelolaan kawasan.
Pendekatan SEKDA adalah ….
A. Memberikan seluruh tanggung jawab kepada dinas teknis
B. Membangun kolaborasi lintas sektor dengan target, peran, insentif, dan mekanisme evaluasi yang jelas
C. Menambah petugas kebersihan saja
D. Melakukan kampanye satu kali
E. Menyerahkan kepada sektor swasta
Jawaban: B
Pembahasan:
Persoalan kompleks memerlukan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain.
Soal 28 – Perekat Bangsa
Muncul ketegangan antar kelompok masyarakat akibat isu identitas yang berkembang di media sosial.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Membatasi seluruh kegiatan kelompok masyarakat
B. Mengabaikan karena terjadi di media sosial
C. Mengkoordinasikan deteksi dini, dialog dengan tokoh masyarakat, komunikasi faktual, dan upaya pencegahan konflik
D. Mendukung kelompok mayoritas
E. Menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan
Jawaban: C
Pembahasan:
Kompetensi sosial kultural menuntut kepekaan terhadap keberagaman, potensi konflik, dan kemampuan membangun persatuan.
Soal 29 – Inovasi Pelayanan
Sebuah OPD mengusulkan penggunaan kecerdasan buatan untuk mempercepat pelayanan administrasi.
Sebelum implementasi, SEKDA sebaiknya ….
A. Langsung menyetujuinya karena teknologi tersebut sedang populer
B. Menolaknya karena berisiko
C. Menyerahkan seluruh keputusan kepada vendor
D. Menilai manfaat, kesiapan data, keamanan, privasi, akuntabilitas keputusan, SDM, dan dampaknya terhadap pengguna layanan
E. Menghapus layanan manual sepenuhnya
Jawaban: D
Pembahasan:
Transformasi teknologi perlu memperhitungkan manfaat, tata kelola data, risiko, akuntabilitas, dan kesiapan organisasi.
Soal 30 – Pengaduan Masyarakat
Jumlah pengaduan mengenai jalan rusak meningkat. Namun, sebagian ruas merupakan kewenangan pemerintah pusat atau provinsi.
Respons terbaik adalah ….
A. Menolak semua pengaduan yang bukan kewenangan kabupaten/kota
B. Menghapus pengaduan dari sistem
C. Memberi jawaban standar bahwa bukan kewenangan pemda
D. Memperbaiki seluruh ruas menggunakan anggaran daerah
E. Memetakan kewenangan, menindaklanjuti ruas yang menjadi tanggung jawab daerah, serta mengoordinasikan ruas lainnya dengan instansi berwenang
Jawaban: E
Pembahasan:
Pelayanan publik tetap membutuhkan respons dan koordinasi meskipun persoalan melibatkan kewenangan pemerintahan lain.
Soal 31 – Penetapan Prioritas
Kepala daerah meminta percepatan lima program strategis sekaligus, sementara kapasitas fiskal dan SDM hanya memungkinkan tiga program berjalan optimal.
Rekomendasi SEKDA adalah ….
A. Menyusun prioritas berdasarkan urgensi, dampak, kesiapan, kewajiban, risiko, dan kemampuan sumber daya
B. Menjalankan semua program dengan kualitas minimum
C. Memilih program dengan nilai anggaran terbesar
D. Menjalankan program yang paling populer
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada masing-masing OPD
Jawaban: A
Pembahasan:
SEKDA harus memberikan pertimbangan profesional dan berbasis data terhadap pilihan strategis kepala daerah.
Soal 32 – Pengembangan Organisasi
Hasil evaluasi menunjukkan budaya kerja beberapa OPD masih berorientasi pada penyelesaian administrasi, bukan pencapaian manfaat.
Strategi terbaik adalah ….
A. Menambah laporan administrasi
B. Menyelaraskan indikator individu dan organisasi dengan outcome, memperkuat evaluasi, dan memberi umpan balik kinerja
C. Menghapus seluruh indikator administratif
D. Menambah rapat koordinasi
E. Memberikan penghargaan berdasarkan masa kerja
Jawaban: B
Pembahasan:
Perubahan budaya kinerja perlu menghubungkan pekerjaan individu dengan hasil organisasi.
Soal 33 – Keputusan Berbasis Risiko
Pemerintah daerah berencana membangun fasilitas publik di kawasan rawan bencana karena harga tanah lebih murah.
Sebagai SEKDA, rekomendasi yang tepat adalah ….
A. Menyetujui karena menghemat anggaran
B. Membangun terlebih dahulu lalu menyiapkan mitigasi
C. Melakukan kajian risiko bencana, keselamatan, biaya siklus hidup, dan alternatif lokasi sebelum mengambil keputusan
D. Menolak tanpa kajian
E. Menyerahkan sepenuhnya kepada kontraktor
Jawaban: C
Pembahasan:
Keputusan strategis harus mempertimbangkan risiko jangka panjang, bukan hanya biaya awal.
Soal 34 – Evaluasi Kebijakan
Program subsidi transportasi telah berjalan satu tahun. Jumlah penerima tinggi, tetapi kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi tidak berkurang.
Langkah berikutnya adalah ….
A. Menambah subsidi otomatis
B. Menghentikan program tanpa kajian
C. Mengubah indikator keberhasilan
D. Mengevaluasi desain, sasaran, perilaku pengguna, dan keterkaitan dengan kebijakan transportasi lainnya sebelum menentukan perbaikan
E. Menganggap berhasil karena penerima banyak
Jawaban: D
Pembahasan:
Outcome kebijakan harus dinilai terhadap tujuan awal. Banyak penerima tidak berarti tujuan kebijakan tercapai.
Soal 35 – Akuntabilitas Pengadaan
Harga penawaran proyek strategis jauh di bawah perkiraan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Langsung memilih karena paling murah
B. Menggugurkan otomatis
C. Mengubah spesifikasi
D. Meminta penawaran baru tanpa prosedur
E. Memastikan evaluasi kewajaran, kemampuan penyedia, kepatuhan proses, dan risiko pelaksanaan dilakukan sesuai ketentuan
Jawaban: E
Pembahasan:
Keputusan pengadaan tidak semata berdasarkan harga, tetapi juga kepatuhan, kemampuan, kualitas, dan mitigasi risiko sesuai aturan.
Soal 36 – Pengelolaan Data
Data penduduk antara beberapa OPD berbeda sehingga program bantuan berpotensi salah sasaran.
Langkah strategis adalah ….
A. Menetapkan tata kelola data yang mencakup sumber rujukan, definisi, validasi, pemutakhiran, akses, dan penanggung jawab
B. Menggunakan data OPD dengan jumlah terbesar
C. Membiarkan masing-masing OPD memakai datanya
D. Membuat basis data baru tanpa integrasi
E. Memilih data yang paling menguntungkan target
Jawaban: A
Pembahasan:
Kualitas kebijakan sangat bergantung pada tata kelola data yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 37 – Pemberdayaan Tim
SEKDA menghadapi masalah yang membutuhkan keputusan cepat, tetapi seluruh keputusan selama ini selalu dipusatkan pada dirinya sehingga organisasi lambat bergerak.
Perbaikan terbaik adalah ….
A. Mempertahankan pola tersebut untuk menjaga kontrol
B. Mendelegasikan kewenangan secara jelas sesuai kompetensi, risiko, dan akuntabilitas sambil mempertahankan mekanisme pengendalian
C. Memberikan seluruh keputusan kepada staf
D. Menghapus mekanisme pelaporan
E. Meminta kepala daerah menangani masalah operasional
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemimpin strategis perlu memberdayakan bawahan sekaligus menjaga sistem akuntabilitas.
Soal 38 – Isu Sosial Kultural
Program relokasi masyarakat untuk proyek strategis mendapat penolakan karena lokasi tersebut memiliki nilai sosial dan budaya bagi komunitas setempat.
Langkah terbaik adalah ….
A. Menggunakan pendekatan keamanan terlebih dahulu
B. Melanjutkan relokasi karena program sudah dianggarkan
C. Melakukan dialog, pemetaan nilai sosial budaya, kajian dampak, dan merumuskan opsi penyelesaian bersama pihak terdampak
D. Membatalkan seluruh proyek
E. Menyerahkan masalah kepada kontraktor
Jawaban: C
Pembahasan:
Keputusan publik perlu mempertimbangkan aspek sosial kultural dan keterlibatan masyarakat terdampak.
Soal 39 – Ketahanan Organisasi
Beberapa kepala OPD akan memasuki masa pensiun dalam waktu hampir bersamaan sehingga berpotensi mengganggu kesinambungan kepemimpinan.
Langkah strategis SEKDA adalah ….
A. Menunggu seluruh jabatan kosong
B. Memperpanjang masa jabatan semua pejabat
C. Mengisi berdasarkan senioritas
D. Menyiapkan manajemen talenta, pengembangan calon pemimpin, transfer pengetahuan, dan rencana suksesi
E. Menyerahkan semua jabatan kepada pelaksana tugas dalam jangka panjang
Jawaban: D
Pembahasan:
Rencana suksesi penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan mencegah kekosongan kompetensi strategis.
Soal 40 – Kasus Integratif SEKDA
Daerah menghadapi penurunan pendapatan, kualitas pelayanan publik menurun, beberapa proyek strategis terlambat, konflik antar-OPD meningkat, dan kepercayaan masyarakat melemah.
Sebagai calon Sekretaris Daerah, tindakan paling komprehensif adalah ….
A. Memusatkan seluruh keputusan pada SEKDA
B. Mengganti sebanyak mungkin kepala OPD
C. Fokus hanya pada percepatan proyek fisik
D. Membuat program pencitraan pemerintah
E. Melakukan diagnosis berbasis data, menetapkan prioritas strategis, memperbaiki koordinasi dan kinerja OPD, menata anggaran, memperkuat pelayanan serta pengendalian, dan mengomunikasikan progres secara transparan
Jawaban: E
Pembahasan:
Kasus tersebut memiliki persoalan fiskal, organisasi, pelayanan, koordinasi, dan kepercayaan publik yang saling berkaitan. SEKDA harus menggunakan pendekatan terpadu dan berbasis hasil.
Maksimalkan Persiapan Seleksi JPT Pratama SEKDA

Perbanyak latihan soal untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan strategis, koordinasi OPD, analisis kebijakan, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan anggaran, hingga pengambilan keputusan. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah (SEKDA) lengkap dengan materi, kisi-kisi, kunci jawaban, dan pembahasan.


