45+ Soal Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama Disdikpora + Materi Terbaru

Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama menjadi tahapan penting untuk mengukur peningkatan kemampuan dalam supervisi akademik dan manajerial, pembinaan kepala sekolah dan guru, evaluasi mutu pendidikan, pengembangan sekolah, serta kepemimpinan pendidikan. Melalui artikel 45+ Soal Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama Disdikpora + Materi Terbaru, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih mengerjakan soal berbasis kasus agar lebih siap menghadapi uji kompetensi secara terarah.

Gambaran Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama Disdikpora

Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama mengukur kemampuan dalam supervisi akademik dan manajerial, pembinaan guru dan kepala sekolah, evaluasi mutu, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Peserta perlu mampu menganalisis masalah sekolah, menyusun rekomendasi perbaikan, dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Materi Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama Disdikpora

Materi uji kompetensi dapat difokuskan pada kemampuan pengawas dalam membina, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu satuan pendidikan.

Beberapa materi utama yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • supervisi akademik, termasuk pembelajaran, asesmen, dan peningkatan kompetensi guru;
  • supervisi manajerial, seperti pengelolaan sekolah, program kerja, dan kepemimpinan kepala sekolah;
  • analisis mutu pendidikan berbasis data dan hasil evaluasi;
  • pembinaan guru dan kepala sekolah secara berkelanjutan;
  • perencanaan dan evaluasi program pengawasan;
  • pengembangan sekolah dan peningkatan kualitas layanan pendidikan;
  • kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan;
  • pemecahan masalah dan pengambilan keputusan berbasis data;
  • inovasi dan transformasi pembelajaran;
  • penyusunan rekomendasi strategis untuk perbaikan mutu pendidikan.

Contoh Soal HOTS Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama Disdikpora + Pembahasan

Soal 1 – Analisis Mutu Pembelajaran

Data tiga sekolah binaan menunjukkan hasil literasi rendah. Sekolah A memiliki kehadiran murid tinggi tetapi pembelajaran monoton, Sekolah B memiliki kompetensi guru relatif baik tetapi asesmen tidak digunakan untuk perbaikan pembelajaran, sedangkan Sekolah C mengalami kekurangan sumber belajar.

Sebagai Pengawas Sekolah, tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan program pembinaan yang sama kepada ketiga sekolah
B. Memprioritaskan sekolah dengan nilai terendah tanpa analisis
C. Menyusun strategi pendampingan berbeda berdasarkan akar masalah masing-masing sekolah
D. Meminta seluruh sekolah menambah jam pelajaran
E. Mengadakan tes tambahan untuk semua siswa

Jawaban: C

Pembahasan:
Pendampingan harus berbasis akar masalah. Data yang sama-sama menunjukkan rendahnya hasil belajar belum tentu membutuhkan intervensi yang sama.

Soal 2 – Integritas Pengawas

Kepala sekolah meminta Pengawas Sekolah mengubah hasil evaluasi karena khawatir memengaruhi penilaian kinerjanya.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mempertahankan hasil berbasis bukti dan membahas tindak lanjut perbaikannya secara profesional
B. Menyesuaikan nilai agar hubungan tetap baik
C. Menghapus temuan yang dianggap sensitif
D. Menunda laporan tanpa batas waktu
E. Menyerahkan keputusan kepada guru senior

Jawaban: A

Pembahasan:
Integritas menuntut objektivitas, tetapi hasil evaluasi tetap harus diarahkan pada perbaikan, bukan sekadar pemberian nilai.

Soal 3 – Pendampingan Kepala Sekolah

Seorang kepala sekolah selalu meminta Pengawas menentukan solusi setiap kali muncul masalah.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Memberikan instruksi rinci agar masalah cepat selesai
B. Mengambil alih keputusan kepala sekolah
C. Menyerahkan masalah kepada dinas
D. Memberikan daftar solusi siap pakai
E. Menggunakan coaching agar kepala sekolah mampu menganalisis masalah dan menentukan solusi sendiri

Jawaban: E

Pembahasan:
Pendampingan yang efektif membangun kapasitas dan kemandirian kepala sekolah.

Soal 4 – Kolaborasi

Dua sekolah di wilayah binaan memiliki kekuatan berbeda. Sekolah pertama unggul dalam literasi, sedangkan sekolah kedua berhasil mengembangkan pembelajaran berbasis proyek.

Strategi Pengawas yang paling tepat adalah ….

A. Menetapkan salah satu sebagai sekolah terbaik
B. Memfasilitasi komunitas belajar lintas sekolah untuk saling berbagi praktik baik
C. Meminta kedua sekolah mempertahankan program masing-masing
D. Memindahkan guru antar sekolah
E. Menyeragamkan seluruh program

Jawaban: B

Pembahasan:
Pengawas pada jenjang tinggi perlu membangun jejaring pembelajaran dan memperluas dampak praktik baik.

Soal 5 – Pengambilan Keputusan

Hasil supervisi menunjukkan sebagian besar guru kesulitan melakukan diferensiasi pembelajaran. Namun, anggaran pengembangan kompetensi terbatas.

Langkah paling strategis adalah ….

A. Mengirim semua guru mengikuti pelatihan eksternal
B. Menunda program
C. Memilih guru berdasarkan senioritas
D. Memetakan kebutuhan, memilih prioritas, dan mengembangkan pembelajaran sejawat yang dapat menjangkau lebih banyak guru
E. Mengurangi target peningkatan mutu

Jawaban: D

Pembahasan:
Keterbatasan sumber daya membutuhkan prioritas dan strategi pengembangan kompetensi yang dapat diperluas.

Soal 6 – Supervisi Akademik

Guru memiliki perangkat pembelajaran lengkap, tetapi hasil observasi menunjukkan murid pasif dan hanya mencatat penjelasan guru.

Simpulan terbaik adalah ….

A. Administrasi guru sudah baik sehingga tidak perlu pembinaan
B. Supervisi perlu difokuskan pada kualitas praktik pembelajaran dan keterlibatan murid
C. Guru harus mengganti seluruh perangkat ajar
D. Nilai administrasi harus diturunkan
E. Murid perlu diberi tugas lebih banyak

Jawaban: B

Pembahasan:
Supervisi tidak cukup menilai kelengkapan dokumen, tetapi harus melihat kualitas pengalaman belajar murid.

Soal 7 – Coaching TIRTA

Dalam percakapan coaching, kepala sekolah telah menjelaskan masalah dan berbagai upaya yang pernah dilakukan. Tahap selanjutnya sebaiknya mendorong kepala sekolah ….

A. menerima solusi pengawas
B. membuat laporan kepada dinas
C. mengulang seluruh masalah
D. merefleksikan pilihan yang tersedia dan menentukan langkah yang akan dijalankan
E. menunggu arahan berikutnya

Jawaban: D

Pembahasan:
Coaching mendorong refleksi dan tanggung jawab coachee terhadap keputusan yang dipilih.

Soal 8 – Perencanaan Berbasis Data

Sekolah memiliki nilai numerasi rendah. Kepala sekolah langsung mengusulkan pembelian perangkat digital.

Sebagai pengawas, langkah pertama adalah ….

A. Menganalisis akar masalah sebelum menentukan apakah teknologi merupakan intervensi yang relevan
B. Menyetujui karena digitalisasi mendukung pembelajaran
C. Meminta anggaran diperbesar
D. Membeli aplikasi pembelajaran
E. Membandingkan harga perangkat

Jawaban: A

Pembahasan:
Intervensi harus mengikuti masalah yang teridentifikasi, bukan ditentukan sebelum akar masalah dipahami.

Soal 9 – Evaluasi Dampak

Setelah enam bulan pendampingan, 90% guru telah mengikuti pelatihan, tetapi praktik pembelajaran hampir tidak berubah.

Kesimpulan yang paling tepat adalah ….

A. Program berhasil karena tingkat kehadiran tinggi
B. Pelatihan perlu diteruskan tanpa perubahan
C. Jumlah peserta harus ditambah
D. Guru tidak memiliki motivasi
E. Output tercapai, tetapi dampak terhadap praktik belum tercapai sehingga strategi tindak lanjut perlu diperbaiki

Jawaban: E

Pembahasan:
Keikutsertaan pelatihan adalah output. Perubahan praktik pembelajaran merupakan outcome yang lebih penting.

Soal 10 – Kompetensi Sosial

Terjadi konflik antara kepala sekolah dan komite mengenai prioritas program sekolah.

Peran Pengawas yang paling tepat adalah ….

A. Membela kepala sekolah
B. Membela komite
C. Memfasilitasi dialog berbasis data, tujuan pendidikan, dan kepentingan peserta didik
D. Menghindari konflik
E. Meminta dinas mengganti komite

Jawaban: C

Pembahasan:
Pengawas perlu menjadi fasilitator kolaborasi dan menjaga agar keputusan tetap berpusat pada peserta didik.

Soal 11 – Kepemimpinan Perubahan

Lima sekolah binaan menolak perubahan sistem asesmen karena dianggap menambah beban kerja.

Langkah terbaik adalah ….

A. Membatalkan perubahan
B. Menerapkan sanksi
C. Mengganti kepala sekolah
D. Menunda sampai seluruh guru setuju
E. Mengidentifikasi sumber resistensi, membangun pemahaman, memberikan dukungan, dan memantau implementasi secara bertahap

Jawaban: E

Pembahasan:
Perubahan yang berkelanjutan membutuhkan pengelolaan resistensi dan dukungan implementasi.

Soal 12 – Pengembangan Kepala Sekolah

Kepala sekolah mampu mengelola administrasi dengan baik, tetapi tidak mampu memberikan umpan balik yang bermakna kepada guru.

Strategi terbaik adalah ….

A. Mengembangkan kemampuan observasi, coaching, dan pemberian umpan balik melalui praktik serta refleksi
B. Meminta kepala sekolah membuat laporan tambahan
C. Mengurangi tugas supervisi
D. Menyerahkan pembinaan guru kepada pengawas
E. Mengganti kepala sekolah

Jawaban: A

Pembahasan:
Kepemimpinan pembelajaran perlu dikembangkan melalui praktik, bukan hanya pengetahuan administratif.

Soal 13 – Analisis Data Lintas Sekolah

Data menunjukkan masalah ketidakhadiran murid tinggi pada delapan sekolah di kecamatan yang sama.

Tindakan Pengawas Ahli Utama yang paling tepat adalah ….

A. Meminta setiap sekolah menyelesaikan sendiri
B. Memberikan surat teguran
C. Mengadakan rapat rutin
D. Menganalisis pola lintas sekolah, faktor wilayah, dan stakeholder untuk menyusun rekomendasi sistemik kepada Disdikpora
E. Menurunkan target kehadiran

Jawaban: D

Pembahasan:
Tuntutan jenjang tinggi mencakup kemampuan melihat pola sistemik dan menghasilkan rekomendasi lintas satuan pendidikan.

Soal 14 – Refleksi Kompetensi

Hasil refleksi menunjukkan seorang pengawas kuat dalam aspek profesional, tetapi lemah dalam kolaborasi lintas stakeholder.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Fokus hanya pada kompetensi yang sudah kuat
B. Menyusun rencana pengembangan kompetensi sosial berdasarkan kesenjangan yang ditemukan
C. Mengulang seluruh pelatihan dasar
D. Mengabaikan hasil refleksi
E. Mengubah hasil penilaian

Jawaban: B

Pembahasan:
Refleksi kompetensi digunakan untuk menentukan area pengembangan yang spesifik.

Soal 15 – Pembinaan Berbasis Bukti

Guru mengklaim metode pembelajarannya efektif karena murid terlihat aktif.

Pengawas sebaiknya ….

A. Langsung menyetujui
B. Mengganti metode guru
C. Meminta guru mengajar lebih lama
D. Menilai hanya berdasarkan observasi satu kali
E. Menggunakan bukti tambahan seperti hasil belajar, pekerjaan murid, dan refleksi untuk menguji efektivitasnya

Jawaban: E

Pembahasan:
Keputusan supervisi sebaiknya menggunakan beberapa sumber bukti.

Soal 16 – Strategi Pendampingan

Sekolah binaan memiliki kepala sekolah baru dengan kemampuan manajerial baik, tetapi belum memahami budaya sekolah.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Memberikan seluruh keputusan kepada guru senior
B. Meminta kepala sekolah mengubah budaya dengan cepat
C. Mendampingi kepala sekolah melakukan pemetaan budaya, stakeholder, kekuatan, dan masalah sebelum merancang perubahan
D. Menggunakan program sekolah sebelumnya tanpa evaluasi
E. Menunggu satu tahun

Jawaban: C

Pembahasan:
Perubahan sebaiknya diawali diagnosis konteks agar tidak menghasilkan resistensi yang tidak perlu.

Soal 17 – Pengawas sebagai Pembimbing Sejawat

Pengawas baru mengalami kesulitan menerapkan coaching kepada kepala sekolah.

Sebagai Pengawas Ahli Utama, tindakan terbaik adalah ….

A. Mendampingi melalui pemodelan, observasi praktik, umpan balik, dan refleksi
B. Mengambil alih semua sekolah binaannya
C. Memberikan modul tanpa pendampingan
D. Menilai pengawas tersebut belum layak bertugas
E. Meminta kepala sekolah menyesuaikan diri

Jawaban: A

Pembahasan:
Level kompetensi ahli menekankan kemampuan membimbing rekan sejawat mengembangkan kompetensinya.

Soal 18 – Kebijakan Pendidikan

Kebijakan baru diterapkan, tetapi sekolah memahami ketentuannya secara berbeda-beda.

Peran pengawas adalah ….

A. Membiarkan sekolah menafsirkan sendiri
B. Memastikan pemahaman kebijakan selaras, membantu adaptasi konteks, dan memonitor implementasinya
C. Membuat kebijakan pengganti
D. Mengabaikan selama pembelajaran berlangsung
E. Mengambil alih tugas kepala sekolah

Jawaban: B

Pembahasan:
Kompetensi profesional pengawas mencakup pendampingan implementasi kebijakan pendidikan.

Soal 19 – Umpan Balik Supervisi

Guru defensif ketika menerima hasil observasi kelas.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Menunjukkan seluruh kesalahannya
B. Membandingkan dengan guru terbaik
C. Memberikan nilai rendah
D. Menggunakan pertanyaan reflektif dan bukti observasi untuk membantu guru menemukan area perbaikan
E. Menghentikan pembinaan

Jawaban: D

Pembahasan:
Umpan balik yang reflektif meningkatkan kepemilikan terhadap perubahan.

Soal 20 – Orientasi Peserta Didik

Sekolah ingin mempertahankan program unggulan karena populer di masyarakat, tetapi evaluasi menunjukkan program tersebut tidak memberi dampak berarti pada murid.

Rekomendasi pengawas adalah ….

A. Mempertahankan karena citra sekolah penting
B. Menambah anggaran promosi
C. Mengevaluasi ulang program berdasarkan kebutuhan dan dampaknya terhadap peserta didik
D. Mengganti nama program
E. Memindahkan program ke sekolah lain

Jawaban: C

Pembahasan:
Orientasi utama pengawasan adalah peningkatan mutu layanan yang berpusat pada peserta didik.

Soal 21 – Pengelolaan Kinerja

Pengawas menetapkan terlalu banyak target pendampingan sehingga sebagian besar hanya selesai secara administratif.

Langkah perbaikan terbaik adalah ….

A. Menambah jumlah laporan
B. Mengurangi kunjungan
C. Menurunkan standar
D. Meminta sekolah menyusun laporan sendiri
E. Menentukan prioritas kinerja berdasarkan dampak yang ingin dicapai dan kapasitas yang tersedia

Jawaban: E

Pembahasan:
Pengelolaan kinerja harus berorientasi pada hasil, bukan banyaknya aktivitas.

Soal 22 – Transformasi Pembelajaran

Guru menggunakan teknologi digital dalam semua pelajaran, tetapi kegiatan siswa tetap hanya menyalin materi.

Evaluasi pengawas adalah ….

A. Teknologi sudah berhasil diterapkan
B. Penggunaan teknologi belum menghasilkan transformasi pembelajaran karena pedagogi belum berubah
C. Sekolah perlu membeli perangkat tambahan
D. Semua guru harus menggunakan aplikasi yang sama
E. Pembelajaran digital harus dihentikan

Jawaban: B

Pembahasan:
Transformasi bukan sekadar penggunaan perangkat, tetapi perubahan kualitas proses belajar.

Soal 23 – Supervisi Berkelanjutan

Setelah supervisi, guru menerima rekomendasi tetapi tidak pernah ditindaklanjuti.

Perbaikan paling tepat adalah ….

A. Menambahkan siklus tindak lanjut, monitoring, refleksi, dan penyesuaian strategi
B. Menambah jumlah rekomendasi
C. Menghentikan supervisi
D. Mengganti guru
E. Memberikan nilai rendah

Jawaban: A

Pembahasan:
Supervisi efektif merupakan siklus berkelanjutan, bukan kegiatan sekali selesai.

Soal 24 – Penanganan Konflik

Dua kelompok guru berselisih mengenai perubahan program sekolah.

Pengawas sebaiknya ….

A. Memilih kelompok mayoritas
B. Menyerahkan kepada kepala sekolah
C. Menunda perubahan
D. Menggali kepentingan masing-masing pihak, mencari tujuan bersama, dan memfasilitasi solusi yang dapat dijalankan
E. Memindahkan salah satu kelompok

Jawaban: D

Pembahasan:
Kompetensi sosial meliputi kemampuan membangun relasi dan menyelesaikan konflik secara konstruktif.

Soal 25 – Evaluasi Program

Sekolah telah menjalankan program peningkatan numerasi selama satu tahun. Nilai rata-rata meningkat, tetapi kesenjangan antarkelompok murid melebar.

Simpulan terbaik adalah ….

A. Program sepenuhnya berhasil
B. Program harus dihentikan
C. Evaluasi perlu melihat pemerataan dampak dan kelompok yang belum mendapatkan manfaat
D. Fokus cukup pada nilai rata-rata
E. Target harus diturunkan

Jawaban: C

Pembahasan:
Evaluasi berkualitas tidak hanya melihat rata-rata, tetapi juga distribusi dampaknya.

Soal 26 – Praktik Baik

Salah satu sekolah binaan berhasil meningkatkan budaya membaca secara signifikan.

Sebagai Pengawas Ahli Utama, langkah terbaik adalah ….

A. Mendokumentasikan faktor keberhasilan, menguji konteksnya, lalu memfasilitasi adaptasi di sekolah lain
B. Memerintahkan semua sekolah meniru persis
C. Memberikan penghargaan tanpa tindak lanjut
D. Memindahkan kepala sekolah ke sekolah lain
E. Menjadikannya satu-satunya model pembinaan

Jawaban: A

Pembahasan:
Praktik baik perlu dianalisis sebelum diperluas karena kondisi setiap sekolah berbeda.

Soal 27 – Prioritas Pendampingan

Terdapat sepuluh sekolah binaan dengan tingkat kebutuhan berbeda.

Cara menentukan prioritas terbaik adalah ….

A. Berdasarkan jarak sekolah
B. Berdasarkan tingkat risiko, kebutuhan, dampak terhadap murid, dan kapasitas sekolah untuk berubah
C. Berdasarkan urutan kunjungan tahun lalu
D. Berdasarkan ukuran sekolah saja
E. Berdasarkan kedekatan dengan kepala sekolah

Jawaban: B

Pembahasan:
Prioritas harus berbasis kebutuhan dan potensi dampak, bukan kemudahan administratif.

Soal 28 – Pengembangan Profesional Guru

Pelatihan guru sudah sering dilakukan tetapi perubahan praktik rendah.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Menambah seminar
B. Mengirim guru ke pelatihan yang sama
C. Memberikan modul lebih tebal
D. Mengubah pengembangan kompetensi menjadi siklus belajar, praktik, observasi, umpan balik, dan refleksi
E. Mengurangi target guru

Jawaban: D

Pembahasan:
Pengembangan profesional efektif membutuhkan transfer ke praktik nyata.

Soal 29 – Kemitraan

Sekolah membutuhkan dukungan untuk mengatasi masalah kesehatan mental peserta didik yang kompleks.

Peran pengawas adalah ….

A. Meminta guru menangani sendiri
B. Menghapus program lain
C. Memfasilitasi kolaborasi dengan pihak kompeten tanpa mengambil alih kewenangan profesionalnya
D. Memberikan diagnosis kepada siswa
E. Menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada keluarga

Jawaban: C

Pembahasan:
Pengawas dapat membangun jejaring, tetapi harus menghormati batas kompetensi profesional.

Soal 30 – Akuntabilitas Program

Sekolah melaporkan semua kegiatan terlaksana sesuai rencana, tetapi tidak memiliki bukti perubahan mutu.

Pengawas sebaiknya ….

A. Menyatakan program berhasil
B. Fokus pada penggunaan anggaran
C. Menambah jumlah kegiatan
D. Menilai laporan administratif saja
E. Mengarahkan evaluasi pada outcome dan bukti perubahan layanan pendidikan

Jawaban: E

Pembahasan:
Keberhasilan program tidak cukup dibuktikan dengan selesainya kegiatan.

Soal 31 – Kepribadian dan Refleksi

Pengawas menyadari cara komunikasinya sering membuat kepala sekolah defensif.

Langkah paling profesional adalah ….

A. Melakukan refleksi, meminta umpan balik, dan mengubah strategi komunikasi
B. Menganggap kepala sekolah terlalu sensitif
C. Mempertahankan gaya komunikasi
D. Menghindari pertemuan langsung
E. Menyerahkan pembinaan kepada orang lain

Jawaban: A

Pembahasan:
Kompetensi kepribadian mencakup refleksi dan pengembangan diri secara berkelanjutan.

Soal 32 – Sistem Penjaminan Mutu

Beberapa sekolah selalu memperbaiki masalah hanya menjelang evaluasi tahunan.

Rekomendasi terbaik adalah ….

A. Menambah inspeksi mendadak
B. Membangun budaya evaluasi dan perbaikan mutu yang berlangsung sepanjang tahun
C. Menambah laporan akhir tahun
D. Memperpanjang waktu evaluasi
E. Mengurangi indikator

Jawaban: B

Pembahasan:
Peningkatan mutu seharusnya menjadi proses berkelanjutan.

Soal 33 – Keputusan Kompleks

Sekolah memiliki keterbatasan guru. Kepala sekolah ingin meningkatkan beban guru yang ada secara drastis.

Sebagai pengawas, tindakan terbaik adalah ….

A. Menyetujui demi kelancaran pembelajaran
B. Meminta siswa belajar mandiri
C. Mengurangi mata pelajaran
D. Menganalisis beban kerja, kebutuhan, alternatif penataan, dan dampak terhadap mutu sebelum memberi rekomendasi
E. Menunda seluruh keputusan

Jawaban: D

Pembahasan:
Keputusan strategis harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dan kapasitas SDM.

Soal 34 – Coaching

Dalam sesi coaching, kepala sekolah meminta langsung: “Menurut Bapak/Ibu, saya harus melakukan apa?”

Respons terbaik adalah ….

A. Memberikan solusi lengkap
B. Menyampaikan keputusan dinas
C. Mengembalikan dengan pertanyaan yang membantu kepala sekolah mengeksplorasi pilihan dan konsekuensinya
D. Mengakhiri percakapan
E. Menilai kepala sekolah tidak mandiri

Jawaban: C

Pembahasan:
Coach membantu coachee membangun kesadaran dan menemukan pilihan, bukan sekadar memberikan jawaban.

Soal 35 – Analisis Kebijakan Disdikpora

Disdikpora meminta rekomendasi karena banyak sekolah mengalami penurunan capaian literasi.

Sebagai Pengawas Ahli Utama, laporan terbaik adalah ….

A. Daftar nilai semua sekolah
B. Daftar kepala sekolah dengan nilai terendah
C. Usulan pelatihan seragam
D. Ringkasan kegiatan supervisi
E. Analisis pola lintas sekolah, akar masalah, kelompok sasaran, opsi intervensi, risiko, dan indikator keberhasilan

Jawaban: E

Pembahasan:
Jenjang Ahli Utama dituntut mampu menghasilkan rekomendasi strategis berbasis analisis sistem.

Soal 36 – Perubahan Sistemik

Tiga kecamatan memiliki masalah rendahnya transisi murid antarjenjang pendidikan.

Strategi pengawasan yang paling tepat adalah ….

A. Mengembangkan koordinasi lintas sekolah dan stakeholder berdasarkan data penyebab pada setiap wilayah
B. Meminta sekolah meningkatkan promosi
C. Memberikan target yang sama
D. Fokus pada satu sekolah terbaik
E. Menambah kegiatan seremonial

Jawaban: A

Pembahasan:
Masalah lintas wilayah membutuhkan intervensi yang juga lintas satuan pendidikan dan pemangku kepentingan.

Soal 37 – Inovasi Pendidikan

Sekolah mengusulkan inovasi yang menarik tetapi belum memiliki ukuran keberhasilan.

Respons pengawas adalah ….

A. Menolak inovasi
B. Membantu menetapkan tujuan, indikator, baseline, dan mekanisme evaluasi sebelum implementasi penuh
C. Langsung mereplikasi ke sekolah lain
D. Mengubah inovasi menjadi program dinas
E. Mengukur keberhasilan dari jumlah publikasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Inovasi tetap memerlukan desain evaluasi agar dampaknya dapat dibuktikan.

Soal 38 – Etika Pengawasan

Pengawas diminta memberikan perlakuan khusus kepada sekolah tertentu karena kepala sekolah memiliki hubungan dekat dengan pejabat.

Tindakan yang tepat adalah ….

A. Memberi prioritas agar hubungan kelembagaan baik
B. Menghindari sekolah tersebut
C. Membiarkan keputusan dibuat staf
D. Menggunakan kriteria objektif yang sama dan menghindari konflik kepentingan
E. Menunda seluruh pendampingan

Jawaban: D

Pembahasan:
Pengawasan harus objektif dan bebas dari kepentingan pribadi.

Soal 39 – Refleksi Hasil Pendampingan

Program coaching kepala sekolah berjalan rutin, tetapi masalah yang sama terus berulang.

Langkah terbaik adalah ….

A. Menambah frekuensi coaching
B. Menyalahkan kepala sekolah
C. Mengevaluasi kualitas coaching, komitmen tindak lanjut, hambatan sistem, dan bukti perubahan
D. Menghentikan coaching
E. Mengubah seluruh kepala sekolah

Jawaban: C

Pembahasan:
Evaluasi harus menilai proses sekaligus faktor sistem yang menghambat perubahan.

Soal 40 – Pengembangan Jejaring

Beberapa sekolah kecil mengalami keterbatasan guru ahli pada bidang tertentu.

Strategi Pengawas Ahli Utama yang paling tepat adalah ….

A. Meminta setiap sekolah merekrut sendiri
B. Mengurangi layanan pembelajaran
C. Menggabungkan semua sekolah
D. Menunggu kebijakan pusat
E. Mengembangkan jejaring kolaborasi dan berbagi sumber daya sesuai kewenangan dan kebutuhan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kompetensi sosial level tinggi menuntut kemampuan membangun jejaring yang memberi dampak lebih luas.

Soal 41 – Pendampingan Berbasis Tahap Perkembangan

Sekolah A baru mulai membangun budaya refleksi, sedangkan Sekolah B sudah mampu melakukan evaluasi mandiri secara konsisten.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Membedakan intensitas dan strategi pendampingan berdasarkan tingkat kapasitas masing-masing sekolah
B. Memberikan program yang sama agar adil
C. Fokus hanya pada Sekolah A
D. Mengurangi pendampingan Sekolah B sepenuhnya
E. Menyerahkan kepada dinas

Jawaban: A

Pembahasan:
Pendampingan perlu adaptif terhadap kesiapan dan kebutuhan satuan pendidikan.

Soal 42 – Pengembangan Pengawas Lain

Seorang Pengawas Ahli Madya mampu melakukan pendampingan, tetapi belum mampu mengembangkan strategi lintas sekolah.

Sebagai Ahli Utama, pendekatan terbaik adalah ….

A. Memberikan seluruh tugas strategis kepadanya
B. Membimbing melalui kasus nyata, analisis lintas sekolah, refleksi, dan umpan balik bertahap
C. Membatasi tugasnya pada administrasi
D. Mengambil alih semua tugas
E. Memintanya belajar mandiri tanpa pendampingan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kompetensi Ahli Utama mencakup kemampuan mengembangkan kompetensi rekan sejawat.

Soal 43 – Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti

Hasil observasi guru baik, tetapi data perkembangan murid tidak menunjukkan peningkatan.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Menganggap observasi lebih valid
B. Menganggap data murid salah
C. Menambah nilai guru
D. Menggabungkan berbagai bukti untuk menguji apakah praktik pembelajaran benar-benar efektif
E. Mengabaikan perbedaan

Jawaban: D

Pembahasan:
Keputusan berkualitas memerlukan triangulasi bukti, bukan ketergantungan pada satu sumber.

Soal 44 – Kepemimpinan Strategis

Disdikpora berencana menjalankan program peningkatan mutu yang sama untuk semua sekolah.

Data pengawas menunjukkan variasi masalah antarsekolah sangat besar.

Rekomendasi terbaik adalah ….

A. Tetap menggunakan satu program agar mudah dikendalikan
B. Menambah durasi program
C. Mengusulkan kerangka kebijakan bersama tetapi intervensinya disesuaikan dengan kelompok kebutuhan sekolah
D. Mengurangi jumlah sekolah peserta
E. Menyerahkan semuanya kepada sekolah

Jawaban: C

Pembahasan:
Kebijakan dapat memiliki tujuan bersama, tetapi implementasinya perlu responsif terhadap variasi kebutuhan.

Soal 45 – Kasus Integratif Ahli Utama

Disdikpora menemukan bahwa 25 sekolah mengalami masalah berbeda: rendahnya literasi, kepemimpinan sekolah lemah, budaya refleksi belum tumbuh, pelatihan guru tidak berdampak, dan kolaborasi antar sekolah minim. Anggaran pendampingan terbatas.

Sebagai Pengawas Sekolah pada level strategis, tindakan paling komprehensif adalah ….

A. Menetapkan satu pelatihan wajib untuk seluruh sekolah
B. Memprioritaskan sekolah dengan nilai akademik terendah saja
C. Menambah jumlah laporan supervisi
D. Membagi anggaran sama rata
E. Memetakan kebutuhan dan tingkat kapasitas sekolah, mengelompokkan masalah, menetapkan prioritas berbasis risiko, merancang pendampingan berbeda, membangun jejaring praktik baik, serta mengukur dampaknya secara berkala

Jawaban: E

Pembahasan:
Ahli Utama dituntut mampu melihat sistem secara menyeluruh, membedakan kebutuhan, membimbing perubahan, mengembangkan kolaborasi, dan menghasilkan dampak yang dapat diukur.

Maksimalkan Persiapan Uji Kompetensi Pengawas Sekolah

Perbanyak latihan soal untuk memperkuat kemampuan supervisi, coaching, analisis mutu, perencanaan berbasis data, kepemimpinan perubahan, evaluasi, hingga penyusunan rekomendasi strategis. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Uji Kompetensi Pengawas Sekolah Ahli Muda ke Ahli Utama Disdikpora lengkap dengan materi terbaru, kunci jawaban, dan pembahasan.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!