Seleksi CPNS dan PPPK di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Pertahanan Nasional (Setjen WANTANNAS) merupakan proses strategis untuk menjaring aparatur sipil negara yang memiliki kapasitas intelektual, integritas tinggi, serta pemahaman komprehensif tentang pertahanan dan keamanan nasional. Sebagai unsur pendukung Dewan Nasional Pertahanan Nasional, Setjen WANTANNAS berperan penting dalam perumusan kebijakan strategis negara yang berkaitan dengan ketahanan nasional lintas sektor. Oleh karena itu, materi seleksi tidak hanya menguji kemampuan administratif dan akademik, tetapi juga daya analisis, wawasan kebangsaan, serta sensitivitas terhadap dinamika geopolitik dan ancaman strategis.
Artikel ini disusun sebagai referensi awal bagi calon peserta seleksi CPNS dan PPPK Setjen WANTANNAS agar mampu mempersiapkan diri secara lebih terarah. Melalui pembahasan soal-soal latihan dan kisi-kisi rekrutmen yang relevan, pembaca diharapkan dapat memahami karakter ujian, ruang lingkup kompetensi yang diukur, serta pola berpikir strategis yang dibutuhkan. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang tepat, peluang untuk berkontribusi langsung dalam penguatan pertahanan dan ketahanan nasional melalui Setjen WANTANNAS akan semakin terbuka.

Table of Contents
ToggleKisi-kisi Soal CPNS PPPK Setjen WANTANNAS
Berikut kisi-kisi Soal CPNS & PPPK Setjen WANTANNAS (Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Pertahanan Nasional) yang disusun dalam bentuk poin-poin utama disertai penjelasan singkat, selaras dengan karakter tugas dan fungsi strategis WANTANNAS:
1. Wawasan Ketahanan Nasional
Menguji pemahaman peserta tentang konsep ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis bangsa yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
2. Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara
Menilai pemahaman mengenai sistem pertahanan negara yang bersifat semesta, peran TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
3. Geopolitik dan Geostrategi Indonesia
Menguji kemampuan peserta dalam memahami posisi geografis Indonesia, pengaruh lingkungan strategis global dan regional, serta implikasinya terhadap kebijakan pertahanan dan keamanan nasional.
4. Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG)
Menilai kemampuan menganalisis berbagai bentuk ancaman terhadap negara, baik militer maupun nonmiliter, termasuk siber, ideologi, ekonomi, dan bencana, serta strategi penanganannya.
5. Kebijakan Pertahanan Nasional
Menguji pemahaman peserta tentang perumusan kebijakan pertahanan, peran WANTANNAS dalam memberikan rekomendasi strategis, serta keterkaitan antara kebijakan pertahanan dan pembangunan nasional.
6. Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Menilai sikap dan pemahaman mengenai nasionalisme, cinta tanah air, serta peran ASN dalam mendukung upaya bela negara melalui fungsi dan tugasnya masing-masing.
7. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Menguji pemahaman terhadap landasan konstitusional pertahanan negara, kewenangan lembaga negara, serta hubungan antara pertahanan, keamanan, dan prinsip demokrasi konstitusional.
8. Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi
Menilai pemahaman prinsip good governance, akuntabilitas, transparansi, serta peran ASN Setjen WANTANNAS dalam mendukung birokrasi yang profesional dan efektif.
9. Etika dan Integritas Aparatur Sipil Negara
Menguji nilai-nilai integritas, netralitas, profesionalisme, dan tanggung jawab ASN, khususnya dalam lingkungan kerja yang bersentuhan dengan kebijakan strategis negara.
10. Isu Strategis Nasional dan Global
Menilai kepekaan peserta terhadap isu-isu strategis terkini, seperti konflik regional, keamanan maritim, energi, pangan, dan teknologi, serta dampaknya terhadap ketahanan nasional Indonesia.
Contoh Soal CPNS PPPK Setjen WANTANNAS dan Pembahasan
Berikut contoh soal HOTS CPNS & PPPK Setjen WANTANNAS yang disusun berdasarkan kisi-kisi sebelumnya. Soal bersifat panjang, kontekstual, dan menuntut analisis mendalam, dilengkapi jawaban benar dan pembahasan.
Soal 1
Ketahanan nasional sering dipahami bukan sebagai kondisi statis, melainkan sebagai kondisi dinamis yang terus berkembang mengikuti perubahan lingkungan strategis. Dalam konteks ini, apabila suatu negara memiliki kekuatan militer yang memadai tetapi mengalami krisis ekonomi dan polarisasi sosial yang tinggi, maka penilaian paling tepat terhadap ketahanan nasional negara tersebut adalah…
A. Ketahanan nasional tetap kuat karena pertahanan militer menjadi faktor utama
B. Ketahanan nasional cukup stabil selama ancaman militer dapat ditekan
C. Ketahanan nasional lemah karena unsur nonmiliter memengaruhi stabilitas nasional secara keseluruhan
D. Ketahanan nasional tidak dapat dinilai tanpa konflik bersenjata
E. Ketahanan nasional hanya bergantung pada legitimasi politik pemerintah
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Ketahanan nasional bersifat komprehensif dan mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Kelemahan pada sektor ekonomi dan sosial dapat melemahkan ketahanan nasional secara keseluruhan, meskipun kekuatan militer kuat.
Soal 2
Letak geografis Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional memberikan keuntungan sekaligus kerentanan strategis. Dalam perspektif geopolitik, implikasi paling tepat dari posisi tersebut terhadap kebijakan pertahanan nasional adalah…
A. Fokus pada pertahanan darat karena ancaman utama berasal dari wilayah teritorial
B. Penguatan pertahanan maritim dan kerja sama regional untuk menjaga stabilitas kawasan
C. Penutupan jalur laut internasional demi kedaulatan nasional
D. Penyeragaman kebijakan pertahanan dengan negara besar
E. Pengurangan diplomasi karena berpotensi mengurangi kemandirian negara
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Sebagai negara kepulauan di jalur strategis dunia, Indonesia perlu memperkuat pertahanan maritim serta membangun kerja sama regional guna menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, sejalan dengan prinsip geopolitik nasional.
Soal 3
Ancaman terhadap ketahanan nasional tidak selalu berbentuk agresi militer. Ketergantungan berlebihan terhadap impor pangan dan energi dapat dikategorikan sebagai ancaman strategis karena…
A. Tidak berdampak langsung pada keamanan negara
B. Hanya berkaitan dengan kebijakan ekonomi jangka pendek
C. Berpotensi melemahkan kedaulatan dan stabilitas nasional dalam situasi krisis
D. Dapat diselesaikan sepenuhnya melalui mekanisme pasar
E. Tidak termasuk dalam ruang lingkup pertahanan negara
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Ketergantungan pangan dan energi merupakan ancaman nonmiliter yang dapat melemahkan kedaulatan dan stabilitas nasional, terutama saat terjadi krisis global. Oleh karena itu, isu ini menjadi perhatian strategis dalam ketahanan nasional.
Soal 4
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, WANTANNAS tidak berperan sebagai pelaksana operasional pertahanan. Peran strategis utama WANTANNAS yang paling tepat adalah…
A. Mengendalikan langsung operasi pertahanan dan keamanan
B. Menyusun kebijakan teknis pertahanan lapangan
C. Memberikan rekomendasi strategis kepada Presiden terkait ketahanan nasional
D. Menjalankan fungsi pengawasan terhadap TNI dan Polri
E. Menetapkan anggaran pertahanan nasional
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
WANTANNAS berfungsi sebagai lembaga strategis yang memberikan saran dan rekomendasi kebijakan kepada Presiden dalam rangka menjaga dan memperkuat ketahanan nasional, bukan sebagai pelaksana teknis.
Soal 5
Seorang ASN di lingkungan Setjen WANTANNAS terlibat dalam penyusunan kajian strategis yang sensitif dan berpotensi memengaruhi kebijakan nasional. Sikap paling tepat yang mencerminkan integritas dan profesionalisme ASN adalah…
A. Menyesuaikan hasil kajian dengan kepentingan pihak tertentu
B. Mengutamakan loyalitas personal kepada atasan
C. Menyusun kajian secara objektif, berbasis data, dan kepentingan nasional
D. Menghindari keterlibatan agar terhindar dari risiko
E. Menyampaikan hasil kajian secara terbatas tanpa dasar analisis
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
ASN di lingkungan strategis dituntut menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Kajian harus disusun secara objektif dan berbasis kepentingan nasional agar dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat dan bertanggung jawab.
Soal 6
Sistem pertahanan dan keamanan negara Indonesia menganut prinsip semesta, yang berarti melibatkan seluruh komponen bangsa. Dalam konteks ini, peran utama ASN di lingkungan Setjen WANTANNAS paling tepat dipahami sebagai…
A. Pelaksana langsung operasi pertahanan negara
B. Pengambil keputusan taktis di lapangan
C. Pendukung perumusan kebijakan strategis berbasis analisis lintas sektor
D. Pengganti peran TNI dan Polri dalam pertahanan
E. Pengawas seluruh aktivitas pertahanan daerah
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
ASN Setjen WANTANNAS berperan mendukung perumusan kebijakan strategis melalui kajian dan analisis lintas sektor, bukan sebagai pelaksana teknis pertahanan. Hal ini sejalan dengan karakter sistem pertahanan semesta yang terkoordinasi.
Soal 7
Perkembangan teknologi digital telah memunculkan ancaman siber yang berpotensi melumpuhkan sistem pemerintahan dan layanan publik. Dalam kerangka Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG), ancaman siber paling tepat dikategorikan sebagai…
A. Ancaman militer konvensional
B. Ancaman nonmiliter yang berdampak strategis
C. Gangguan teknis yang bersifat sementara
D. Tantangan internal tanpa implikasi nasional
E. Hambatan administratif biasa
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Ancaman siber termasuk ancaman nonmiliter yang berdampak strategis karena dapat melemahkan sistem pemerintahan, ekonomi, dan pertahanan tanpa menggunakan kekuatan bersenjata.
Soal 8
Dalam penyusunan kebijakan nasional, sering muncul dilema antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan penguatan pertahanan. Dalam perspektif ketahanan nasional, hubungan paling tepat antara keduanya adalah…
A. Pembangunan ekonomi harus selalu diutamakan
B. Pertahanan negara menghambat pembangunan
C. Pembangunan dan pertahanan saling memperkuat secara sinergis
D. Pertahanan hanya relevan saat konflik
E. Keduanya berjalan terpisah tanpa keterkaitan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Ketahanan nasional menempatkan pembangunan dan pertahanan sebagai dua aspek yang saling mendukung. Pembangunan memperkuat basis ketahanan, sementara pertahanan menjaga keberlanjutan pembangunan.
Soal 9
Dalam situasi meningkatnya pengaruh global dan kepentingan asing, penguatan wawasan kebangsaan bagi ASN Setjen WANTANNAS menjadi krusial karena…
A. Menjadi formalitas dalam birokrasi
B. Menggantikan keahlian teknis ASN
C. Menjadi landasan sikap dan pengambilan keputusan strategis
D. Menghambat kerja sama internasional
E. Membatasi inovasi kebijakan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Wawasan kebangsaan berfungsi sebagai landasan nilai dan orientasi dalam pengambilan keputusan strategis, agar kebijakan yang dirumuskan tetap berpihak pada kepentingan nasional.
Soal 10
ASN Setjen WANTANNAS kerap berhadapan dengan dokumen dan data strategis negara. Sikap paling tepat yang mencerminkan etika ASN dalam pengelolaan informasi tersebut adalah…
A. Membagikan informasi kepada pihak luar demi transparansi
B. Menyimpan informasi tanpa mengikuti prosedur
C. Mengelola dan menggunakan informasi sesuai kewenangan dan prinsip kerahasiaan
D. Menghindari pengolahan data strategis
E. Menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada atasan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Etika ASN menuntut profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjaga kerahasiaan informasi strategis negara. Pengelolaan data harus sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku demi kepentingan nasional.
Soal 11
Perubahan konstelasi politik global menyebabkan meningkatnya rivalitas kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik. Dalam perspektif geostrategi Indonesia, sikap paling tepat yang seharusnya menjadi dasar rekomendasi kebijakan Setjen WANTANNAS adalah…
A. Memihak salah satu kekuatan besar demi keuntungan jangka pendek
B. Menarik diri dari dinamika kawasan untuk menjaga stabilitas
C. Menjaga keseimbangan strategis dengan mengutamakan kepentingan nasional
D. Mengikuti kebijakan pertahanan negara-negara maju
E. Menyerahkan pengelolaan kawasan kepada organisasi internasional
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Geostrategi Indonesia berorientasi pada kepentingan nasional dan politik luar negeri bebas aktif. Menjaga keseimbangan strategis memungkinkan Indonesia tetap berdaulat, tidak terjebak konflik, dan mampu memanfaatkan dinamika kawasan secara optimal.
Soal 12
Ketahanan ideologi menjadi fondasi utama ketahanan nasional. Apabila terjadi penurunan kepercayaan publik terhadap nilai-nilai kebangsaan dan negara, dampak strategis yang paling mungkin muncul adalah…
A. Peningkatan efisiensi birokrasi
B. Melemahnya kohesi sosial dan stabilitas nasional
C. Meningkatnya daya saing ekonomi
D. Menguatnya diplomasi internasional
E. Tidak berdampak pada ketahanan nasional
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Lemahnya ketahanan ideologi berdampak langsung pada kohesi sosial dan stabilitas nasional. Ketika kepercayaan terhadap nilai kebangsaan menurun, potensi konflik dan disintegrasi meningkat, sehingga melemahkan ketahanan nasional secara menyeluruh.
Soal 13
Reformasi birokrasi di lingkungan Setjen WANTANNAS tidak hanya berorientasi pada efisiensi administrasi. Tujuan strategis utama reformasi birokrasi dalam konteks ketahanan nasional adalah…
A. Mengurangi jumlah ASN secara signifikan
B. Meningkatkan citra lembaga di mata publik
C. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap ancaman strategis
D. Menyeragamkan seluruh proses kerja lintas lembaga
E. Membatasi koordinasi antarinstansi
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Reformasi birokrasi bertujuan menciptakan pemerintahan yang adaptif, efektif, dan responsif terhadap dinamika ancaman. Di lingkungan strategis seperti WANTANNAS, birokrasi yang kuat menjadi penopang ketahanan nasional.
Soal 14
Ancaman hibrida mengombinasikan berbagai bentuk tekanan, seperti ekonomi, informasi, dan siber. Tantangan utama dalam menghadapi ancaman hibrida bagi perumusan kebijakan ketahanan nasional adalah…
A. Sulitnya mengidentifikasi aktor negara
B. Ketergantungan pada kekuatan militer semata
C. Perlunya koordinasi lintas sektor yang kompleks
D. Minimnya aturan hukum internasional
E. Terbatasnya teknologi pertahanan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Ancaman hibrida menuntut respons terintegrasi lintas sektor karena tidak hanya bersifat militer. Koordinasi antarinstansi menjadi tantangan utama agar kebijakan yang dirumuskan bersifat komprehensif dan efektif.
Soal 15
Dalam menyusun kajian strategis nasional, seorang ASN Setjen WANTANNAS dihadapkan pada tekanan kepentingan politik tertentu. Sikap paling tepat yang mencerminkan profesionalisme ASN adalah…
A. Menyesuaikan analisis agar sejalan dengan kepentingan politik
B. Menghindari pembahasan isu sensitif
C. Menyampaikan analisis objektif berbasis data dan kepentingan nasional
D. Menunda penyusunan kajian hingga situasi kondusif
E. Mengikuti arahan informal pihak berkepentingan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Profesionalisme ASN menuntut objektivitas dan integritas. Kajian strategis harus berbasis data, analisis rasional, dan kepentingan nasional agar dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang bertanggung jawab.
Soal 16
Krisis global seperti pandemi, konflik regional, dan gangguan rantai pasok internasional menunjukkan bahwa ketahanan nasional tidak dapat bergantung pada satu sektor saja. Dalam konteks ini, prinsip utama yang harus menjadi dasar perumusan kebijakan ketahanan nasional adalah…
A. Sentralisasi kekuasaan pada sektor pertahanan
B. Pendekatan sektoral yang terpisah
C. Pendekatan komprehensif dan terintegrasi lintas sektor
D. Ketergantungan pada kerja sama internasional
E. Penguatan militer sebagai solusi utama
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Ketahanan nasional bersifat multidimensi. Krisis global menuntut pendekatan terintegrasi lintas sektor agar kebijakan yang diambil mampu menjawab ancaman secara menyeluruh, bukan parsial.
Soal 17
Ketahanan ekonomi menjadi salah satu pilar penting ketahanan nasional. Apabila inflasi tinggi dan ketergantungan impor meningkat, implikasi strategis yang paling tepat terhadap ketahanan nasional adalah…
A. Tidak berdampak pada sektor lain
B. Hanya memengaruhi kesejahteraan individu
C. Berpotensi melemahkan stabilitas sosial dan politik
D. Menguatkan posisi tawar internasional
E. Meningkatkan ketahanan ideologi
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Ketahanan ekonomi berkaitan erat dengan stabilitas sosial dan politik. Inflasi dan ketergantungan impor dapat memicu ketidakpuasan publik dan melemahkan stabilitas nasional secara keseluruhan.
Soal 18
Di era digital, informasi strategis dapat menjadi alat pengaruh yang kuat. Dalam perspektif ketahanan nasional, pengelolaan informasi strategis yang paling tepat adalah…
A. Membuka seluruh data demi transparansi
B. Menyerahkan pengelolaan informasi kepada sektor swasta
C. Mengelola informasi secara selektif, akurat, dan bertanggung jawab
D. Membatasi akses informasi bagi ASN
E. Menghindari penggunaan teknologi digital
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Informasi strategis harus dikelola secara selektif dan bertanggung jawab. Transparansi tetap penting, namun harus seimbang dengan prinsip keamanan nasional dan kepentingan strategis negara.
Soal 19
Bela negara tidak selalu diwujudkan melalui peran militer. Bagi ASN di lingkungan Setjen WANTANNAS, bentuk bela negara yang paling tepat adalah…
A. Keterlibatan langsung dalam latihan militer
B. Kepatuhan administratif semata
C. Pelaksanaan tugas secara profesional demi kepentingan nasional
D. Penolakan terhadap kerja sama internasional
E. Sikap pasif terhadap dinamika global
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Bela negara bagi ASN diwujudkan melalui profesionalisme, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas untuk mendukung kepentingan nasional, khususnya dalam bidang kebijakan strategis.
Soal 20
Penguatan ketahanan nasional memerlukan sinergi lintas lembaga. Tantangan utama dalam membangun sinergi tersebut adalah…
A. Perbedaan visi pembangunan daerah
B. Keterbatasan anggaran negara
C. Ego sektoral dan lemahnya koordinasi antarinstansi
D. Kurangnya sumber daya manusia
E. Perubahan kebijakan global
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Ego sektoral dan lemahnya koordinasi sering menjadi hambatan utama sinergi lintas lembaga. Mengatasi tantangan ini penting agar kebijakan ketahanan nasional dapat berjalan efektif dan terpadu.
Siap Lolos Seleksi CPNS & PPPK Setjen WANTANNAS? Jangan Setengah-Setengah!

Persaingan ketat membutuhkan persiapan yang tepat. Tingkatkan peluang Anda dengan paket soal premium di fungsional.id yang dirancang khusus sesuai karakter ujian WANTANNAS, strategis, analitis, dan HOTS.
✨ Kenapa harus di fungsional.id?
- 📘 Soal HOTS berbasis kisi-kisi resmi dan isu strategis nasional
- 🧠 Pembahasan mendalam, membantu memahami pola berpikir soal
- 🎯 Materi terstruktur untuk latihan efektif dan terarah
- ⏱️ Hemat waktu belajar, fokus pada materi yang benar-benar keluar
🔥 Jangan tunggu sampai kesempatan berlalu!
👉 Kunjungi sekarang fungsional.id dan mulai persiapan serius Anda hari ini.
Karena lulus seleksi bukan soal keberuntungan, tapi kesiapan. 💪