Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Guru merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan menilai kompetensi dan kesiapan guru untuk menduduki jenjang jabatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, memahami materi dan kisi-kisi UKKJ menjadi langkah awal yang penting agar proses persiapan belajar lebih terarah dan efektif.
Pada UKKJ Tahun 2026, peserta perlu menguasai kompetensi teknis, manajerial, serta memahami regulasi dan tugas pokok profesi guru sesuai jenjang yang diikuti. Melalui pembahasan materi dan kisi-kisi UKKJ Guru Ahli Pertama, Guru Ahli Muda, dan Guru Ahli Madya, artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi belajar yang membantu peserta mengenali pola soal dan meningkatkan kesiapan menghadapi ujian.
Table of Contents
TogglePendaftaran UKKJ Guru Tahun 2026 Sudah Dibuka, Saatnya Mempersiapkan Diri
Pelaksanaan Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Guru Tahun 2026 telah resmi dibuka dan menjadi tahapan penting bagi guru yang memenuhi persyaratan untuk naik jenjang jabatan. Melalui UKKJ, peserta dapat menunjukkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan dalam mengemban tanggung jawab pada jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, persiapan yang matang melalui pemahaman materi, kisi-kisi, dan karakteristik soal menjadi kunci untuk menghadapi ujian dengan lebih percaya diri.
Selain menguasai kompetensi teknis sesuai tugas dan fungsi guru, peserta juga perlu memahami regulasi terbaru, kebijakan pendidikan, serta penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Menyusun jadwal belajar, mengikuti simulasi atau try out, dan berlatih mengerjakan soal berdasarkan kisi-kisi yang relevan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan peluang memperoleh hasil optimal dalam UKKJ Guru 2026.
Jenjang Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Guru Tahun 2026
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga tahapan tama yang dapat diikuti oleh guru sesuai posisi jabatan fungsionalnya, yaitu Guru Ahli Pertama ke Guru Ahli Muda, Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya, dan Guru Ahli Madya ke Guru Ahli Utama.
1. Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama ke Guru Ahli Muda
Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Guru Ahli Pertama ke Guru Ahli Muda merupakan proses penilaian bagi guru yang akan naik ke jenjang jabatan yang lebih tinggi. Uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang sesuai dengan standar yang dipersyaratkan, termasuk dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, asesmen, pengelolaan kelas, serta pemahaman terhadap regulasi pendidikan.
Kenaikan ke jenjang Guru Ahli Muda tidak hanya menjadi bentuk pengembangan karier, tetapi juga menunjukkan kesiapan guru untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, persiapan yang matang melalui penguasaan materi dan pemahaman kisi-kisi UKKJ menjadi langkah penting bagi peserta untuk menghadapi ujian dengan optimal.
2. Uji Kompetensi Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya
Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya merupakan tahapan penilaian bagi guru yang akan naik ke jenjang jabatan yang lebih tinggi. Uji kompetensi ini bertujuan untuk mengukur kesiapan peserta dalam memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan, mencakup kemampuan profesional, inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, evaluasi pembelajaran, serta pemahaman terhadap kebijakan dan regulasi pendidikan.
Kenaikan ke jenjang Guru Ahli Madya mencerminkan peningkatan kompetensi dan tanggung jawab dalam mendukung mutu pendidikan. Melalui UKKJ, guru diharapkan mampu menunjukkan kesiapan untuk berperan lebih besar dalam pengembangan pembelajaran, peningkatan kualitas sekolah, serta pengembangan profesi secara berkelanjutan.
3. Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Guru Ahli Madya ke Guru Ahli Utama
Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Guru Ahli Madya ke Guru Ahli Utama merupakan tahapan penilaian bagi guru yang akan menduduki jenjang jabatan fungsional tertinggi. Uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan peserta memiliki kompetensi profesional, pedagogik, serta kemampuan kepemimpinan yang sesuai dengan standar Guru Ahli Utama, termasuk dalam mengembangkan inovasi pendidikan, membina rekan sejawat, dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Selain pengalaman dan penguasaan materi, calon Guru Ahli Utama juga dituntut memiliki kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan yang strategis. Keberhasilan dalam UKKJ menjadi bukti kesiapan guru untuk menjalankan peran yang lebih luas sebagai agen perubahan, mendorong inovasi pembelajaran, serta mendukung pengembangan pendidikan secara berkelanjutan.
Kisi-Kisi UKKJ Guru Pertama, Muda, Madya
Menghadapi Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Guru Tahun 2026 memerlukan persiapan yang matang, salah satunya dengan memahami kisi-kisi materi yang akan diujikan. Kisi-kisi membantu peserta mengenali ruang lingkup kompetensi yang perlu dikuasai sehingga proses belajar menjadi lebih terarah dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ujian.
1.Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama ke Guru Ahli Muda
Berdasarkan pedoman UKKJ Jabatan Fungsional Guru yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tren materi pada referensi latihan resmi tahun 2026, fokus penilaian Guru Ahli Pertama ke Guru Ahli Muda dapat diringkas ke dalam tiga kelompok kompetensi berikut:
1. Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Berkualitas
Peserta diharapkan mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan inklusif, memanfaatkan teknologi pembelajaran, serta mengelola kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, aman, dan bermakna.
2. Asesmen, Evaluasi, dan Tindak Lanjut Pembelajaran
Materi mencakup penyusunan instrumen asesmen, pelaksanaan penilaian formatif dan sumatif, analisis hasil belajar, pemberian umpan balik, serta penggunaan data hasil asesmen untuk merancang program remedial, pengayaan, dan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan.
3. Refleksi Profesional, Kolaborasi, dan Pengembangan Kompetensi Guru
Peserta diuji mengenai kemampuan melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran, mengembangkan kompetensi melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), berkolaborasi dengan rekan sejawat dan pemangku kepentingan di sekolah, serta berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di lingkungan kerja.
2.Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya
Untuk jenjang Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya, kisi-kisi yang dapat dijadikan acuan belajar secara ringkas adalah sebagai berikut:
1.Kompetensi Teknis Guru
Menguji kemampuan profesional dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Materi mencakup penyusunan perangkat ajar, asesmen pembelajaran, pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan teknologi pendidikan, refleksi praktik mengajar, serta penyelesaian permasalahan pembelajaran secara efektif.
2. Kompetensi Manajerial
Berfokus pada kemampuan guru dalam mengelola tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi sekolah. Topik yang sering menjadi perhatian meliputi perencanaan kerja, pengambilan keputusan, komunikasi dan kolaborasi dengan warga sekolah, pengelolaan perubahan, kepemimpinan dalam kegiatan pendidikan, serta orientasi pada peningkatan mutu layanan.
3. Kompetensi Sosial Kultural
Menilai kemampuan guru dalam berinteraksi dengan peserta didik, rekan kerja, orang tua, dan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam. Aspek yang dipelajari meliputi penerapan nilai-nilai inklusif, etika profesi, penghormatan terhadap keberagaman budaya, komunikasi yang efektif, serta kemampuan membangun lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
3. Kisi-Kisi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Guru Ahli Madya ke Guru Ahli Utama
Penilaian untuk kenaikan dari Guru Ahli Madya ke Guru Ahli Utama berfokus pada kemampuan strategis, kepemimpinan profesional, serta kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan. Bentuk asesmen umumnya meliputi Situational Judgment Test (SJT), simulasi coaching, dan wawancara untuk mengukur kompetensi secara komprehensif.
1.Kepemimpinan Pembelajaran dan Pengembangan Profesi Guru
Mampu menjadi teladan dalam praktik pembelajaran, membimbing dan melakukan coaching kepada guru lain, mengembangkan komunitas belajar, serta memimpin inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
2. Pengambilan Keputusan Strategis dan Manajerial
Menguasai kompetensi manajerial dan sosial kultural dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan, mengambil keputusan berbasis data, mengelola perubahan, membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menunjukkan integritas dan etika profesi dalam kepemimpinan.
3. Inovasi, Evaluasi, dan Kontribusi terhadap Mutu Pendidikan
Memiliki kemampuan merancang dan mengevaluasi inovasi pembelajaran, memanfaatkan hasil refleksi dan penelitian untuk perbaikan berkelanjutan, serta menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan atau praktik pendidikan yang berdampak luas di tingkat sekolah maupun daerah.
Contoh Soal Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Guru Pertama, Muda, Madya
Berikut adalah beberapa contoh soal Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan (UKKJ) Guru yang disusun berdasarkan kompetensi pada jenjang Guru Ahli Pertama, Guru Ahli Muda, dan Guru Ahli Madya.
1.Contoh Soal Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama ke Guru Ahli Muda
Soal 1
Seorang guru menemukan bahwa dalam satu kelas terdapat peserta didik dengan kemampuan belajar yang sangat beragam. Sebagian siswa telah memahami materi dengan cepat, sementara sebagian lainnya masih mengalami kesulitan memahami konsep dasar. Langkah yang paling tepat dilakukan guru adalah ….
A.Memberikan materi yang sama dengan kecepatan yang sama kepada seluruh peserta didik.
B. Memisahkan siswa berdasarkan nilai dan hanya mengajar kelompok berprestasi tinggi.
C. Menyesuaikan strategi, aktivitas, atau bentuk tugas sesuai kebutuhan dan kesiapan belajar peserta didik.
D. Mengulang seluruh materi dari awal tanpa memperhatikan kemampuan siswa yang sudah menguasai.
E. Meminta siswa yang pintar mengajar seluruh teman sekelas tanpa arahan guru.
Jawaban: C
Pembahasan:
Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan kesiapan, minat, atau profil belajarnya. Guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran agar setiap siswa memperoleh kesempatan belajar yang optimal. Pendekatan ini menjadi salah satu kompetensi penting yang dinilai dalam UKKJ Guru Ahli Pertama ke Guru Ahli Muda.
Soal 2
Setelah melaksanakan asesmen formatif, guru mendapati bahwa 60% peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran. Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Langsung melanjutkan ke materi berikutnya sesuai jadwal.
B. Memberikan nilai rendah kepada seluruh peserta didik.
C. Menggunakan hasil asesmen untuk memperbaiki strategi pembelajaran dan memberikan tindak lanjut yang sesuai.
D. Menghapus hasil asesmen tersebut agar tidak memengaruhi nilai akhir.
E. Mengulang ujian tanpa melakukan perubahan pembelajaran.
Jawaban: C
Pembahasan:
Asesmen formatif berfungsi memberikan informasi bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Hasil asesmen seharusnya digunakan sebagai dasar merancang remedial, pengayaan, atau penyesuaian strategi mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara lebih efektif.
Soal 3
Ketika diskusi kelompok berlangsung, dua peserta didik terlibat perdebatan hingga mengganggu kelompok lain. Sebagai guru, tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Mengeluarkan kedua peserta didik dari kelas tanpa penjelasan.
B. Membiarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri.
C. Menghentikan diskusi, memfasilitasi penyelesaian konflik secara objektif, kemudian mengarahkan kembali fokus pembelajaran.
D. Memberikan hukuman kepada seluruh anggota kelompok.
E. Memindahkan kedua peserta didik ke kelas lain.
Jawaban: C
Pembahasan:
Guru dituntut mampu mengelola kelas secara positif dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penyelesaian konflik sebaiknya dilakukan melalui komunikasi dan mediasi sehingga peserta didik belajar menyelesaikan masalah secara konstruktif tanpa mengganggu proses pembelajaran.
Soal 4
Seorang guru menyadari bahwa metode ceramah yang digunakan membuat sebagian besar peserta didik kurang aktif. Langkah reflektif yang paling tepat adalah ….
A. Tetap menggunakan metode yang sama agar konsisten.
B. Menganggap rendahnya partisipasi sebagai kesalahan peserta didik.
C. Mengevaluasi proses pembelajaran dan mencoba strategi yang lebih interaktif pada pertemuan berikutnya.
D. Mengurangi waktu pembelajaran agar siswa tidak bosan.
E. Menghapus kegiatan diskusi dari rencana pembelajaran.
Jawaban: C
Pembahasan:
Refleksi merupakan bagian penting dari pengembangan profesional guru. Hasil refleksi digunakan untuk memperbaiki praktik pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Soal 5
Guru A mengalami kesulitan meningkatkan kemampuan literasi peserta didiknya. Ia kemudian berdiskusi dengan rekan sejawat dalam komunitas belajar guru untuk mencari solusi dan berbagi praktik baik. Sikap tersebut menunjukkan ….
A. Ketergantungan terhadap guru lain.
B. Kurangnya kemampuan profesional guru.
C. Penerapan kolaborasi profesional sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran.
D. Pelanggaran terhadap tugas pokok guru.
E. Upaya menghindari tanggung jawab mengajar.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kolaborasi melalui komunitas belajar, KKG, atau forum profesional merupakan salah satu bentuk pengembangan kompetensi guru. Berbagi pengalaman dan praktik baik dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung budaya belajar yang berkelanjutan di sekolah.
2. Contoh Soal Latihan Uji Kompetensi Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya
Soal 1
Seorang guru di sekolah Anda selalu menggunakan metode ceramah sehingga peserta didik kurang aktif. Sebagai Guru Ahli Muda yang sedang membimbing rekan tersebut menuju peningkatan kompetensi, tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Memberikan RPP milik Anda untuk digunakan secara langsung.
B. Meminta kepala sekolah memberikan teguran tertulis.
C. Mengajak guru tersebut merefleksikan praktik pembelajaran, mengidentifikasi penyebab, dan menyusun strategi perbaikan bersama.
D. Mengambil alih seluruh proses pembelajaran di kelasnya.
E. Menyarankan mengikuti pelatihan tanpa pendampingan lebih lanjut.
Jawaban: C
Pembahasan:
Pada jenjang Guru Ahli Madya, kemampuan melakukan coaching dan mentoring menjadi kompetensi penting. Pendampingan yang efektif tidak sekadar memberikan solusi instan, tetapi membantu rekan sejawat menemukan sendiri akar masalah dan merancang perbaikan melalui refleksi profesional. Pendekatan ini membangun kemandirian dan keberlanjutan pengembangan kompetensi.
Soal 2
Hasil asesmen sekolah menunjukkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik rendah di hampir semua kelas. Sebagai koordinator pengembangan akademik, langkah awal yang paling strategis adalah ….
A. Menambah jam pelajaran Bahasa Indonesia.
B. Memberikan pekerjaan rumah lebih banyak kepada siswa.
C. Menganalisis data asesmen bersama guru untuk mengidentifikasi penyebab dan menyusun intervensi yang tepat.
D. Mengganti seluruh buku pelajaran yang digunakan sekolah.
E. Melaksanakan ujian ulang kepada seluruh peserta didik.
Jawaban: C
Pembahasan:
Guru Ahli Madya diharapkan mampu menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, bukan mengambil tindakan berdasarkan asumsi. Analisis bersama memungkinkan sekolah menemukan akar masalah sebelum menentukan program perbaikan yang sesuai.
Soal 3
Komunitas belajar guru di sekolah mulai sepi dan diskusi tidak berjalan aktif. Agar kegiatan tersebut kembali memberikan dampak nyata, langkah yang paling efektif adalah ….
A. Mewajibkan setiap guru membuat laporan tertulis pada setiap pertemuan.
B. Mengubah seluruh pertemuan menjadi seminar formal.
C. Menjadikan permasalahan nyata yang dihadapi guru di kelas sebagai bahan diskusi dan refleksi bersama.
D. Menambah jumlah rapat setiap minggu.
E. Meminta guru menyampaikan materi secara bergiliran tanpa tema tertentu.
Jawaban: C
Pembahasan:
Komunitas belajar akan lebih bermakna apabila berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi guru sehari-hari. Diskusi berbasis kasus mendorong kolaborasi, pertukaran praktik baik, dan pencarian solusi yang dapat langsung diterapkan di kelas.
Soal 4
Seorang Guru Ahli Muda berhasil menerapkan pembelajaran berbasis proyek di kelasnya dengan hasil yang sangat baik. Agar dampaknya meluas sesuai karakteristik Guru Ahli Madya, tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Menyimpan praktik tersebut sebagai keunggulan pribadi.
B. Mengunggah dokumentasi di media sosial tanpa melibatkan sekolah.
C. Membagikan praktik baik melalui komunitas belajar guru, mendampingi implementasi, dan mengevaluasi hasilnya bersama rekan sejawat.
D. Mengharuskan semua guru menggunakan metode yang sama tanpa diskusi.
E. Mengganti seluruh kurikulum sekolah dengan model proyek.
Jawaban: C
Pembahasan:
Pada jenjang ini, guru diharapkan mampu menyebarluaskan inovasi dan membangun kapasitas guru lain, bukan hanya berhasil di kelas sendiri. Diseminasi praktik baik disertai pendampingan dan evaluasi akan menghasilkan perubahan yang lebih berkelanjutan di tingkat sekolah.
Soal 5
Beberapa guru mengalami kesulitan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Sebagai Guru Ahli Muda yang akan naik ke Ahli Madya, tindakan yang paling mencerminkan kepemimpinan pembelajaran adalah ….
A. Menilai bahwa guru tersebut kurang kompeten dan membiarkannya belajar sendiri.
B. Menyusun modul diferensiasi, mengadakan sesi berbagi praktik, kemudian melakukan pendampingan saat implementasi di kelas.
C. Meminta kepala sekolah mengganti guru yang mengalami kesulitan.
D. Menyerahkan seluruh masalah kepada pengawas sekolah.
E. Menunggu hingga ada pelatihan dari dinas pendidikan.
Jawaban: B
Pembahasan:
Guru Ahli Madya berperan sebagai instructional leader yang aktif membina dan mengembangkan kompetensi guru lain. Menyediakan sumber belajar, memfasilitasi berbagi praktik, dan mendampingi implementasi merupakan bentuk kepemimpinan akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran secara kolektif.
3. Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Guru Ahli Madya ke Guru Ahli Utama
Soal 1
Selama tiga tahun terakhir, hasil belajar di beberapa sekolah dalam satu wilayah menunjukkan stagnasi meskipun berbagai pelatihan guru telah dilaksanakan. Sebagai Guru Ahli Madya yang akan naik ke Guru Ahli Utama dan ditunjuk memimpin program peningkatan mutu, tindakan yang paling strategis adalah ….
A. Menambah jumlah pelatihan guru setiap semester.
B. Menginstruksikan seluruh sekolah menggunakan metode pembelajaran yang sama.
C. Membangun sistem refleksi dan kolaborasi berbasis analisis data pembelajaran untuk merancang perbaikan secara berkelanjutan.
D. Mengganti seluruh kepala sekolah yang hasilnya rendah.
E. Memfokuskan program hanya pada sekolah dengan nilai terendah.
Jawaban: C
Pembahasan
Guru Ahli Utama dituntut mampu memimpin perubahan secara sistemik, bukan hanya menambah aktivitas administratif. Pendekatan berbasis data, refleksi, dan kolaborasi memungkinkan akar permasalahan diidentifikasi secara tepat sehingga solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan.
Soal 2
Seorang guru berhasil mengembangkan model pembelajaran yang terbukti meningkatkan literasi siswa secara signifikan. Namun, praktik tersebut hanya diterapkan di sekolahnya sendiri dan belum terdokumentasi dengan baik. Sebagai calon Guru Ahli Utama, langkah yang paling tepat adalah ….
A. Menjadikan model tersebut sebagai keunggulan eksklusif sekolah.
B. Membagikannya secara informal kepada beberapa guru terdekat.
C. Mendokumentasikan model secara sistematis, mempublikasikannya, dan memfasilitasi replikasi melalui komunitas profesi.
D. Menunggu instruksi dari dinas pendidikan sebelum menyebarluaskan.
E. Menyimpan dokumentasi untuk keperluan kenaikan pangkat pribadi.
Jawaban: C
Pembahasan:
Pada jenjang Guru Ahli Utama, inovasi diharapkan memberikan dampak yang meluas. Dokumentasi ilmiah dan diseminasi melalui forum profesional memungkinkan praktik baik direplikasi oleh sekolah lain sehingga manfaatnya tidak terbatas pada satu satuan pendidikan.
Soal 3
Di sebuah kabupaten, setiap sekolah telah memiliki komunitas belajar guru, tetapi tidak ada kerja sama antarsekolah sehingga kesenjangan mutu masih tinggi. Strategi yang paling efektif adalah ….
A. Mengadakan kompetisi antarsekolah setiap semester.
B. Mewajibkan seluruh guru mengikuti pelatihan nasional.
C. Membentuk komunitas belajar lintas sekolah yang berfokus pada berbagi praktik baik dan pemecahan masalah pembelajaran.
D. Menyerahkan pengembangan komunitas kepada masing-masing sekolah.
E. Menambah jumlah laporan administrasi komunitas belajar.
Jawaban: C
Pembahasan:
Guru Ahli Utama berperan membangun jejaring profesional yang mampu mempercepat pemerataan mutu pendidikan. Kolaborasi lintas sekolah memungkinkan transfer pengetahuan, inovasi, dan pengalaman yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran secara kolektif.
Soal 4
Pemerintah daerah meminta masukan terkait program peningkatan numerasi. Sebagai Guru Ahli Utama, kontribusi yang paling tepat adalah ….
A. Memberikan pendapat berdasarkan pengalaman pribadi tanpa data pendukung.
B. Menunggu hasil penelitian dari perguruan tinggi.
C. Menyusun rekomendasi berdasarkan analisis data hasil belajar, praktik lapangan, dan evaluasi program yang telah berjalan.
D. Mengusulkan program yang sedang populer di media sosial.
E. Menyalin kebijakan dari daerah lain tanpa penyesuaian.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kebijakan pendidikan yang efektif harus didasarkan pada bukti empiris dan kebutuhan nyata di lapangan. Guru Ahli Utama diharapkan mampu menggabungkan pengalaman praktik dengan analisis data sehingga rekomendasi yang diberikan relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 5
Sekolah mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, tetapi sebagian besar guru belum memahami cara memanfaatkannya secara etis dan efektif. Sebagai Guru Ahli Utama, langkah terbaik adalah ….
A. Mewajibkan semua guru menggunakan AI dalam setiap pembelajaran tanpa pelatihan.
B. Melarang penggunaan AI sampai seluruh guru menguasainya.
C. Menyelenggarakan pendampingan berkelanjutan yang mencakup pelatihan, praktik langsung, penyusunan pedoman etika, dan evaluasi implementasi.
D. Menyerahkan penggunaan AI sepenuhnya kepada guru muda.
E. Mengganti seluruh perangkat digital sekolah dengan teknologi terbaru.
Jawaban: C
Pembahasan:
Peran Guru Ahli Utama bukan hanya memperkenalkan inovasi, tetapi memastikan inovasi tersebut diterapkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pendampingan, penyusunan pedoman etika, serta evaluasi implementasi merupakan pendekatan yang lebih komprehensif dibanding sekadar pelatihan atau kewajiban penggunaan teknologi.
Persiapkan UKKJ Guru 2026 dengan Latihan Soal Terlengkap!

Persiapkan diri menghadapi UKKJ Guru 2026 dengan lebih optimal bersama Fungsional.id Dapatkan akses ke ribuan soal latihan, try out, kisi-kisi terbaru, dan pembahasan lengkap untuk jenjang Guru Ahli Pertama, Guru Ahli Muda, hingga Guru Ahli Madya yang dirancang sesuai kebutuhan uji kompetensi. Mulai latihan sekarang di Fungsional.id dan tingkatkan peluang Anda meraih hasil terbaik dalam kenaikan jenjang jabatan.


