PT Pertamina Training & Consulting (PTC) adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang pelatihan, konsultasi, dan pengembangan sumber daya manusia sektor energi. Salah satu posisi strategis yang dibuka adalah Admin HSE (Health, Safety, and Environment), yang bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup di lingkungan perusahaan energi bertaraf nasional. Persaingan yang ketat menuntut setiap pelamar untuk mempersiapkan diri secara matang dan terstruktur.
Artikel ini menyajikan 100+ soal latihan Rekrutmen Admin HSE PT Pertamina Training & Consulting beserta pembahasan, mencakup materi Pengetahuan K3, Sistem Manajemen HSE, Regulasi Ketenagakerjaan, Kemampuan Administrasi, hingga Tes Potensi Akademik. Jadikan kumpulan soal ini sebagai bekal utama persiapanmu untuk lolos seleksi dan berkarier di salah satu perusahaan energi terkemuka di Indonesia. Selamat berlatih!
Table of Contents
TogglePT Pertamina Training & Consulting (PTC)
PT Pertamina Training & Consulting (PTC) adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang didirikan untuk mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor energi dan industri. PTC bergerak di bidang jasa pelatihan teknis dan manajerial, konsultasi bisnis, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan sistem manajemen yang mencakup aspek HSE (Health, Safety, and Environment). Sebagai bagian dari ekosistem bisnis Pertamina, PTC melayani kebutuhan pelatihan dan konsultasi tidak hanya bagi internal Pertamina Group, tetapi juga bagi perusahaan-perusahaan mitra di sektor energi, pertambangan, dan industri strategis nasional.
Dalam menjalankan operasionalnya, PTC menempatkan aspek HSE sebagai prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan. Admin HSE berperan penting dalam memastikan seluruh kegiatan pelatihan dan konsultasi berjalan sesuai dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan yang berlaku, baik berdasarkan regulasi nasional seperti UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja maupun standar internasional seperti ISO 45001 dan ISO 14001. Dengan visi menjadi pusat unggulan pengembangan kompetensi di sektor energi tingkat Asia Pasifik, PTC terus membuka peluang bagi talenta-talenta terbaik Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi.
Alasan PT Pertamina Training & Consulting Menjadi Incaran Para Profesional
PT Pertamina Training & Consulting (PTC) menjadi salah satu perusahaan yang paling diminati oleh para pencari kerja di Indonesia bukan tanpa alasan. Sebagai anak perusahaan BUMN terbesar di sektor energi, PTC menawarkan paket kompensasi dan benefit yang sangat kompetitif, mulai dari gaji pokok yang di atas rata-rata industri, tunjangan kesehatan, tunjangan perumahan, asuransi jiwa, hingga fasilitas pengembangan karier yang terstruktur dan berkelanjutan. Bekerja di lingkungan Pertamina Group juga memberikan kebanggaan tersendiri karena berkontribusi langsung pada ketahanan energi nasional yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Selain faktor finansial, PTC juga dikenal memiliki budaya kerja yang profesional, lingkungan yang dinamis, serta kesempatan belajar yang sangat luas di bidang energi, HSE, dan manajemen bertaraf internasional. Karyawan PTC berkesempatan mengikuti pelatihan bersertifikasi internasional, berkolaborasi dengan tenaga ahli dari berbagai negara, hingga terlibat dalam proyek-proyek strategis nasional di sektor energi. Hal inilah yang menjadikan rekrutmen PTC selalu diperebutkan oleh ribuan pelamar terbaik dari seluruh penjuru Indonesia setiap tahunnya.
Kisi-Kisi Seleksi Rekrutmen Admin HSE PT Pertamina Training & Consulting
Seleksi rekrutmen Admin HSE PTC terdiri dari beberapa tahapan yang bersifat eliminatif. Berikut kisi-kisi ringkasnya:
A. Seleksi Administrasi
- Ijazah minimal D3/S1 bidang Teknik Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, atau K3
- IPK minimal 3.00
- Sertifikat Ahli K3 Umum Kemnaker RI/BNSP (nilai tambah)
- Skor TOEFL/TOEIC sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris
B. Tes Kemampuan Dasar (TKD)
- Verbal — Sinonim, antonim, analogi, dan pemahaman bacaan
- Numerik — Deret angka, persentase, dan soal cerita matematis
- Logika — Silogisme, penalaran deduktif-induktif, dan sebab-akibat
- Spasial — Pola gambar dan hubungan antar objek
C. Tes AKHLAK (Core Values BUMN)
Mengukur pemahaman nilai budaya kerja BUMN secara konsisten: Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
D. Tes Bahasa Inggris
- Grammar, vocabulary teknis HSE, reading comprehension, dan structure
- Format mirip TOEFL/TOEIC — fokus pada structure dan reading
E. Kompetensi Teknis HSE
- Regulasi K3 Nasional — UU No. 1 Tahun 1970, PP No. 50 Tahun 2012 (SMK3), Permenaker No. 5 Tahun 2018, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup
- Sistem Manajemen HSE — ISO 45001 (K3), ISO 14001 (Lingkungan), ISO 9001 (Mutu)
- Manajemen Risiko — HIRARC, JSA, HAZOP, hierarki pengendalian risiko, dan Permit to Work (PTW)
- Keselamatan Migas & Energi — Process safety, deteksi gas H2S, fire safety, APD, dan penanganan B3
- Administrasi HSE — Penyusunan laporan insiden, dokumen SOP, statistik K3, dan pengelolaan arsip sertifikasi
- Kesehatan & Lingkungan — Ergonomi, P3K, pengelolaan limbah B3, dan pemantauan kualitas lingkungan kerja
F. Wawancara & MCU
- Wawancara User — Pemahaman K3, pengalaman administrasi HSE, dan analisis risiko
- Wawancara HR — Motivasi, nilai AKHLAK, dan kemampuan kerja tim
- Medical Check Up — Kesehatan fisik, tes buta warna, dan bebas narkoba
Contoh Soal Rekrutmen Admin HSE PT Pertamina Training & Consulting
Berikut kumpulan contoh soal Rekrutmen Admin HSE PT Pertamina Training & Consulting yang dapat digunakan sebagai bahan latihan mandiri dan simulasi tes bagi calon karyawan.
Soal 1
Sinonim dari kata “MITIGASI” adalah…
A. Penghapusan
B. Pengurangan risiko
C. Penghentian kegiatan
D. Peningkatan produksi
E. Pemulihan lingkungan
Jawaban: B
Pembahasan:
Mitigasi berarti upaya untuk mengurangi atau memperkecil dampak risiko dari suatu bahaya. Dalam konteks HSE, mitigasi risiko adalah langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja atau dampak lingkungan.
Soal 2
Antonim dari kata “HAZARDOUS” dalam konteks K3 adalah…
A. Berbahaya
B. Berisiko
C. Aman
D. Kritis
E. Darurat
Jawaban: C
Pembahasan:
Hazardous berarti berbahaya atau berisiko tinggi. Antonimnya dalam konteks K3 adalah aman (safe), yaitu kondisi di mana potensi bahaya telah dikendalikan sehingga tidak menimbulkan risiko terhadap pekerja dan lingkungan.
Soal 3
INSIDEN : INVESTIGASI = BAHAYA : …
A. Kecelakaan
B. Identifikasi
C. Penanganan
D. Pelaporan
E. Evakuasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Insiden ditindaklanjuti dengan investigasi untuk mengetahui penyebabnya, sebagaimana bahaya ditindaklanjuti dengan identifikasi untuk mengenali dan menilai potensi risikonya. Hubungan keduanya adalah tindak lanjut yang tepat terhadap suatu kondisi.
Soal 4
Sebuah perusahaan mencatat 6 insiden kerja dalam 1 tahun dengan total jam kerja 2.000.000 jam. Berapa Frequency Rate (FR) insiden tersebut?
- A. 2,5
- B. 3,0
- C. 3,5
- D. 4,0
- E. 4,5
Jawaban: B
Pembahasan:
Frequency Rate = (Jumlah insiden × 1.000.000) ÷ Total jam kerja = (6 × 1.000.000) ÷ 2.000.000 = 3,0. FR digunakan untuk mengukur tingkat frekuensi kecelakaan kerja per sejuta jam kerja.
Soal 5
Sebuah proyek HSE memiliki anggaran Rp500.000.000. Jika 35% digunakan untuk pelatihan K3 dan 25% untuk pengadaan APD, berapa sisa anggaran yang tersedia?
A. Rp175.000.000
B. Rp185.000.000
C. Rp195.000.000
D. Rp200.000.000
E. Rp210.000.000
Jawaban: D
Pembahasan:
Pelatihan K3 = 35% × 500.000.000 = 175.000.000. APD = 25% × 500.000.000 = 125.000.000. Total terpakai = 300.000.000. Sisa = 500.000.000 − 300.000.000 = Rp200.000.000.
Soal 6
Seorang Admin HSE menemukan bahwa laporan inspeksi keselamatan yang dibuat rekannya tidak akurat dan tidak sesuai kondisi lapangan. Tindakan yang paling mencerminkan nilai AMANAH adalah…
A. Membiarkan karena bukan tanggung jawabnya
B. Menyampaikan temuan tersebut kepada atasan dengan jujur dan disertai data yang benar
C. Memperbaiki laporan diam-diam tanpa memberitahu siapapun
D. Melaporkan rekannya kepada HR tanpa konfirmasi terlebih dahulu
E. Menunggu ada audit eksternal untuk mengungkap ketidaksesuaian tersebut
Jawaban: B
Pembahasan:
Nilai Amanah mencerminkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab. Menyampaikan temuan kepada atasan secara jujur dan disertai data yang akurat adalah wujud nyata dari nilai Amanah dalam lingkungan kerja profesional.
Soal 7
Seorang Admin HSE mendapat tugas baru yang belum pernah dikerjakan sebelumnya, yaitu menyusun dokumen sistem manajemen ISO 45001. Sikap yang paling mencerminkan nilai KOMPETEN adalah…
A. Menolak karena merasa tidak mampu
B. Menyerahkan tugas kepada rekan yang lebih senior
C. Aktif belajar mandiri, mengikuti pelatihan, dan berkonsultasi dengan ahli untuk menyelesaikan tugas dengan baik
D. Mengerjakan seadanya tanpa memastikan kualitas output
E. Menunggu atasan memberikan panduan lengkap sebelum memulai
Jawaban: C
Pembahasan:
Nilai Kompeten mendorong setiap individu untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Sikap proaktif dalam belajar, mengikuti pelatihan, dan berkonsultasi dengan ahli mencerminkan komitmen terhadap peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Soal 8
Tim HSE terdiri dari anggota dengan latar belakang berbeda — teknik, kesehatan masyarakat, dan hukum. Sikap yang mencerminkan nilai KOLABORATIF dalam menyelesaikan tugas audit HSE adalah…
A. Mengerjakan audit secara individual tanpa melibatkan anggota lain
B. Mendelegasikan seluruh pekerjaan kepada satu orang yang paling berpengalaman
C. Memanfaatkan keberagaman keahlian tim untuk menghasilkan audit yang komprehensif dan berkualitas
D. Mengutamakan pendapat sendiri dalam setiap pengambilan keputusan
E. Menghindari diskusi karena dianggap membuang waktu
Jawaban: C
Pembahasan:
Nilai Kolaboratif menekankan kerja sama tim dan sinergi lintas fungsi. Memanfaatkan keberagaman keahlian anggota tim untuk menghasilkan pekerjaan yang lebih komprehensif adalah wujud nyata dari nilai kolaboratif.
Soal 9
Read the following text: “ISO 45001 is an international standard for occupational health and safety management systems. It provides a framework that organizations can follow to improve employee safety, reduce workplace risks, and create better, safer working conditions.”
What is the main purpose of ISO 45001?
A. To increase company profits through cost reduction
B. To provide a framework for improving workplace safety and reducing risks
C. To replace all national safety regulations worldwide
D. To certify individual workers as safety professionals
E. To monitor environmental pollution in industrial areas
Jawaban: B
Pembahasan:
The text clearly states that ISO 45001 provides a framework to improve employee safety, reduce workplace risks, and create safer working conditions. Option B best captures the main purpose described in the passage.
Soal 10
Choose the correct sentence:
A. The safety officer have submitted the incident report yesterday
B. The safety officer has submitted the incident report yesterday
C. The safety officer submitted the incident report yesterday
D. The safety officer submitting the incident report yesterday
E. The safety officer had submitting the incident report yesterday
Jawaban: C
Pembahasan:
Kata keterangan “yesterday” menunjukkan waktu lampau yang sudah selesai, sehingga menggunakan simple past tense. Kalimat C “The safety officer submitted the incident report yesterday” adalah yang paling benar secara gramatikal.
Soal 11
Undang-Undang yang menjadi landasan hukum utama penerapan keselamatan kerja di Indonesia dan mewajibkan setiap tempat kerja menerapkan syarat-syarat keselamatan kerja adalah…
A. UU No. 13 Tahun 2003
B. UU No. 1 Tahun 1970
C. UU No. 32 Tahun 2009
D. UU No. 36 Tahun 2009
E. PP No. 50 Tahun 2012
Jawaban: B
Pembahasan:
UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja adalah landasan hukum utama K3 di Indonesia yang mewajibkan setiap tempat kerja dengan risiko bahaya untuk memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja demi melindungi keselamatan tenaga kerja dan orang lain di lingkungan kerja.
Soal 12
Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara wajib bagi perusahaan dengan pekerja minimal 100 orang atau berisiko tinggi adalah…
A. PP No. 44 Tahun 2015
B. PP No. 50 Tahun 2012
C. PP No. 27 Tahun 2012
D. PP No. 101 Tahun 2014
E. Permenaker No. 5 Tahun 2018
Jawaban: B
Pembahasan:
PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 mewajibkan perusahaan dengan tenaga kerja minimal 100 orang atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi bahaya tinggi untuk menerapkan Sistem Manajemen K3 secara terstruktur dan terdokumentasi.
Soal 13
Undang-Undang yang mengatur tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta menjadi dasar pengelolaan limbah industri di Indonesia adalah…
A. UU No. 1 Tahun 1970
B. UU No. 13 Tahun 2003
C. UU No. 32 Tahun 2009
D. UU No. 36 Tahun 2009
E. PP No. 101 Tahun 2014
Jawaban: C
Pembahasan:
UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah regulasi utama yang mengatur pengelolaan limbah industri, pengendalian pencemaran, dan perlindungan lingkungan hidup di Indonesia yang wajib dipatuhi oleh perusahaan termasuk di sektor energi.
Soal 14
Standar internasional ISO 45001 yang mengatur Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja menggantikan standar sebelumnya yaitu…
A. ISO 9001
B. ISO 14001
C. OHSAS 18001
D. ISO 31000
E. OSHA 29 CFR
Jawaban: C
Pembahasan:
ISO 45001 yang diterbitkan pada tahun 2018 secara resmi menggantikan OHSAS 18001 sebagai standar internasional sistem manajemen K3. ISO 45001 memiliki pendekatan yang lebih terintegrasi dengan menekankan kepemimpinan manajemen puncak dan partisipasi aktif pekerja dalam pengelolaan K3.
Soal 15
ISO 14001 berfokus pada sistem manajemen di bidang…
A. Keselamatan dan kesehatan kerja
B. Manajemen mutu produk
C. Lingkungan hidup
D. Keamanan informasi
E. Manajemen risiko keuangan
Jawaban: C
Pembahasan:
ISO 14001 adalah standar internasional yang berfokus pada Sistem Manajemen Lingkungan (SML), membantu perusahaan mengelola dampak aktivitas operasional terhadap lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, emisi gas, penggunaan energi, dan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Soal 16
Metode identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang paling umum digunakan dalam lingkungan kerja industri dan menjadi dasar pengendalian risiko K3 adalah…
A. HAZOP
B. HIRARC
C. JSA
D. FMEA
E. Bow-Tie Analysis
Jawaban: B
Pembahasan:
HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) adalah metode paling umum dan mendasar dalam manajemen risiko K3. Metode ini mencakup tiga tahap: mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menetapkan langkah pengendalian yang sesuai.
Soal 17
Hierarki pengendalian risiko K3 yang paling efektif dan diutamakan adalah…
A. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
B. Pengendalian administratif
C. Eliminasi bahaya dari sumbernya
D. Substitusi dengan bahan yang lebih aman
E. Rekayasa teknik (engineering control)
Jawaban: C
Pembahasan:
Dalam hierarki pengendalian risiko, eliminasi adalah tingkat pengendalian paling tinggi dan paling efektif karena menghilangkan bahaya dari sumbernya secara langsung. Urutan hierarki dari yang paling efektif: Eliminasi → Substitusi → Rekayasa Teknik → Administratif → APD.
Soal 18
Sistem izin kerja yang wajib diterapkan sebelum melakukan pekerjaan berisiko tinggi di lingkungan migas dan energi disebut…
A. Work Order
B. Job Safety Analysis (JSA)
C. Permit to Work (PTW)
D. Safety Data Sheet (SDS)
E. Method Statement
Jawaban: C
Pembahasan:
Permit to Work (PTW) adalah sistem izin kerja formal yang wajib dimiliki sebelum melakukan pekerjaan berisiko tinggi di area migas dan energi, seperti pekerjaan panas (hot work), pekerjaan di ketinggian, atau pekerjaan di ruang terbatas. PTW memastikan semua risiko telah diidentifikasi dan dikendalikan sebelum pekerjaan dimulai.
Soal 19
Dokumen yang berisi langkah-langkah kerja yang aman dan terstandar untuk setiap jenis pekerjaan berisiko di lingkungan kerja disebut…
A. Laporan Insiden
B. Safety Data Sheet (SDS)
C. Standar Operasional Prosedur (SOP) K3
D. Job Safety Analysis (JSA)
E. Hazard Register
Jawaban: C
Pembahasan:
SOP K3 adalah dokumen yang berisi prosedur kerja yang telah terstandar dan aman untuk setiap jenis pekerjaan berisiko. SOP K3 menjadi acuan wajib bagi pekerja dalam melaksanakan tugasnya agar risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan secara sistematis.
Soal 20
Seorang Admin HSE diminta menyusun statistik K3 bulanan. Rumus yang digunakan untuk menghitung Severity Rate (SR) adalah…
A. (Jumlah insiden × 1.000.000) ÷ Total jam kerja
B. (Jumlah hari kerja hilang × 1.000.000) ÷ Total jam kerja
C. (Jumlah kecelakaan × 100) ÷ Jumlah karyawan
D. (Jumlah near miss × 1.000) ÷ Total jam kerja
E. (Jumlah insiden × jumlah karyawan) ÷ 1.000
Jawaban: B
Pembahasan:
Severity Rate (SR) mengukur tingkat keparahan kecelakaan kerja berdasarkan jumlah hari kerja yang hilang per sejuta jam kerja. Rumusnya: SR = (Jumlah hari kerja hilang × 1.000.000) ÷ Total jam kerja. Berbeda dengan Frequency Rate yang mengukur frekuensi kejadian, SR mengukur dampak keparahan insiden.
Persiapkan dirimu sekarang dan raih karier impianmu di Pertamina!

Segera kunjungi fungsional.id dan akses 100+ soal latihan Rekrutmen Admin HSE PT Pertamina Training & Consulting lengkap dengan pembahasan.
