Kementerian Agama Republik Indonesia kembali membuka peluang emas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik untuk mengisi enam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama setingkat Eselon II melalui mekanisme seleksi terbuka dan kompetitif. Posisi strategis yang diperebutkan mencakup Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga Kepala Biro pada beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri ternama, menjadikan seleksi ini sebagai salah satu ajang bergengsi dalam karier birokrasi di lingkungan Kementerian Agama. Pendaftaran dibuka secara daring mulai 12 hingga 26 Juni 2026 melalui laman resmi birosdm.kemenag.go.id/seleksijpt
Artikel ini hadir sebagai panduan persiapan lengkap dengan menyajikan 150+ soal latihan Seleksi Terbuka JPT Pratama Kemenag beserta pembahasan mendalam, mencakup materi Assessment Center, Penulisan Makalah, Tes Psikologi, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Sosiokultural, hingga Wawancara Akhir. Jadikan kumpulan soal dan panduan ini sebagai bekal utama untuk mempersiapkan diri secara optimal, tampil percaya diri di setiap tahapan seleksi, dan membuktikan bahwa kamu adalah pemimpin terbaik yang layak mengisi jabatan strategis di Kementerian Agama Republik Indonesia. Selamat bersiap!
Table of Contents
ToggleGambaran Umum Seleksi Terbuka JPT Pratama Kementerian Agama
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kementerian Agama 2026 merupakan mekanisme rekrutmen pejabat tinggi yang dilaksanakan secara terbuka, kompetitif, dan transparan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Seleksi ini diselenggarakan oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dengan tujuan menjaring pejabat terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang sesuai untuk mendukung tata kelola organisasi, pelayanan publik, serta pengembangan pendidikan keagamaan di berbagai daerah dan perguruan tinggi keagamaan negeri di Indonesia.
Terdapat enam jabatan strategis yang dibuka dalam seleksi kali ini, yaitu Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Biro AAKK UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kepala Biro AUPK UIN Walisongo Semarang, Kepala Biro AUPK UIN Sunan Ampel Surabaya, Kepala Biro AUAK IAIN Sorong, dan Kepala Biro AUAK IAKN Kupang.
Kisi-Kisi Seleksi JPT Pratama Kemenag
Seleksi JPT Pratama Kemenag 2026 tidak menggunakan tes akademik tertulis biasa, melainkan serangkaian tahapan yang menguji kompetensi kepemimpinan, manajerial, dan integritas secara menyeluruh. Berikut kisi-kisi materi yang perlu dikuasai di setiap tahapan:
1. Penulisan Makalah
Peserta menulis makalah tentang isu strategis terkait jabatan yang dilamar, mencakup:
- Analisis permasalahan dan tantangan di bidang pendidikan keagamaan
- Visi, misi, dan strategi pengembangan unit kerja yang akan dipimpin
- Inovasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat
- Kemampuan menulis ilmiah yang sistematis, argumentatif, dan solutif
2. Asesmen Kompetensi (Assessment Center)
Dilaksanakan selama 3 hari dengan metode penilaian komprehensif:
- Tes Psikometri — Mengukur kepribadian, stabilitas emosi, dan gaya kepemimpinan
- Leaderless Group Discussion (LGD) — Kemampuan berpendapat, mendengarkan, dan memimpin diskusi tanpa penunjukan pemimpin formal
- Simulasi Kasus (In-Basket) — Kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan dari tumpukan masalah birokrasi secara cepat dan tepat
- Wawancara Kompetensi — Menggali bukti perilaku nyata terkait kompetensi manajerial dan sosiokultural
3. Kompetensi Manajerial
Mengukur kemampuan memimpin dan mengelola organisasi secara efektif:
- Integritas dan kejujuran dalam pengambilan keputusan
- Perencanaan strategis dan orientasi pada hasil
- Kemampuan memimpin perubahan dan inovasi birokrasi
- Pengembangan SDM dan pemberdayaan bawahan
- Pengelolaan konflik dan pengambilan keputusan dalam situasi kritis
4. Kompetensi Sosiokultural
Mengukur kepekaan terhadap keberagaman dalam lingkungan kerja:
- Pemahaman kebhinekaan dan toleransi antaragama
- Kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural
- Kepekaan terhadap isu sosial keagamaan di masyarakat
- Penerapan nilai moderasi beragama dalam kebijakan
5. Wawancara Akhir
Tahap penentu yang dilakukan oleh Panitia Seleksi, meliputi:
- Visi dan rencana kerja 100 hari pertama jika terpilih
- Pemahaman mendalam tentang tugas dan fungsi jabatan yang dilamar
- Rekam jejak, prestasi, dan kontribusi nyata selama berkarier
- Komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama dan tata kelola Kemenag
Contoh Soal Seleksi JPT Pratama Kemenag
Seleksi JPT Pratama Kemenag merupakan proses seleksi yang dilakukan untuk menjaring pejabat yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi. Untuk membantu Anda memahami pola soal yang sering muncul dalam seleksi ini, berikut kami sajikan beberapa contoh soal yang dapat digunakan sebagai bahan latihan dan persiapan menghadapi tahapan seleksi.
Soal 1
Sebagai Kepala Biro yang baru dilantik, Anda menemukan bahwa unit kerja yang Anda pimpin memiliki budaya kerja yang permisif terhadap keterlambatan pelaporan keuangan. Pendekatan kepemimpinan yang paling tepat untuk mengubah budaya tersebut secara efektif dan berkelanjutan adalah…
A. Langsung memberikan sanksi kepada seluruh staf yang terlambat melapor tanpa pengecualian
B. Membiarkan karena perubahan budaya membutuhkan waktu sangat lama dan tidak bisa dipaksakan
C. Membangun kesadaran kolektif melalui dialog terbuka, menetapkan standar baru secara partisipatif, dan menjadi teladan dalam kedisiplinan pelaporan
D. Mengganti seluruh staf lama dengan rekrutmen baru yang lebih disiplin
E. Melimpahkan tanggung jawab perubahan budaya kepada pejabat eselon III di bawahnya
Jawaban: C
Pembahasan: Perubahan budaya organisasi yang efektif dan berkelanjutan tidak dapat dilakukan melalui pendekatan koersif semata. Pemimpin yang efektif membangun kesadaran kolektif melalui dialog terbuka, melibatkan staf dalam penetapan standar baru, dan menjadi teladan langsung dalam perilaku yang diharapkan. Pendekatan ini sesuai dengan kompetensi manajerial JPT yang menekankan kepemimpinan transformasional berbasis nilai.
Soal 2
Anda sebagai Kepala Kanwil Kemenag mendapat tekanan dari pihak eksternal untuk meloloskan seorang calon pegawai yang tidak memenuhi kualifikasi. Tekanan tersebut datang dari tokoh berpengaruh di daerah yang memiliki hubungan baik dengan pimpinan pusat. Sikap yang paling tepat mencerminkan nilai integritas JPT adalah…
A. Mempertimbangkan tekanan tersebut demi menjaga hubungan baik dengan pihak berpengaruh
B. Menolak secara tegas dengan dasar regulasi yang berlaku, mendokumentasikan kejadian tersebut, dan melaporkan kepada atasan jika diperlukan
C. Memberikan toleransi satu kali dengan syarat calon tersebut mengikuti pelatihan tambahan
D. Mendelegasikan keputusan kepada bawahan agar tidak ikut bertanggung jawab
E. Menunda keputusan hingga tekanan mereda dengan sendirinya
Jawaban: B
Pembahasan: Integritas adalah kompetensi inti JPT yang tidak dapat dikompromikan. Menolak tekanan secara tegas berdasarkan regulasi yang berlaku, mendokumentasikan kejadian sebagai bentuk perlindungan diri, dan melaporkan kepada atasan adalah tindakan yang mencerminkan integritas tinggi sekaligus akuntabilitas jabatan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Soal 3
Dalam rapat koordinasi lintas unit di Kemenag, terjadi perbedaan pendapat yang tajam antara dua kepala biro mengenai alokasi anggaran prioritas. Keduanya memiliki argumen yang sama-sama kuat. Sebagai pimpinan rapat yang lebih senior, langkah yang paling efektif adalah…
A. Memihak kepala biro yang memiliki hubungan lebih dekat secara personal
B. Memutuskan sendiri tanpa mendengarkan lebih lanjut karena rapat sudah terlalu lama
C. Memfasilitasi diskusi berbasis data, mendorong kedua pihak mencari titik temu, dan jika tidak tercapai mengambil keputusan berdasarkan prioritas strategis organisasi
D. Menunda keputusan hingga rapat berikutnya agar kedua pihak dapat menenangkan diri
E. Menyerahkan keputusan kepada pimpinan tertinggi tanpa rekomendasi apapun
Jawaban: C
Pembahasan: Kompetensi pengelolaan konflik JPT menuntut kemampuan memfasilitasi perbedaan pendapat secara konstruktif berbasis data dan kepentingan organisasi. Pemimpin efektif mendorong dialog berbasis fakta, mencari titik temu, dan mengambil keputusan strategis yang berorientasi pada tujuan organisasi — bukan kepentingan pribadi atau relasi.
Soal 4
Sebagai Kepala Kanwil Kemenag di daerah dengan keberagaman agama yang tinggi, Anda mendapati adanya ketegangan sosial antara dua kelompok agama akibat isu pendirian rumah ibadah. Langkah strategis yang paling tepat sebagai representasi Kemenag adalah…
A. Memihak kelompok mayoritas karena secara demografis lebih dominan di wilayah tersebut
B. Menghindari keterlibatan karena masalah tersebut adalah urusan pemerintah daerah
C. Memfasilitasi dialog antaragama yang inklusif, melibatkan tokoh lintas agama, dan mendorong penyelesaian berbasis regulasi serta semangat toleransi
D. Mengeluarkan surat edaran yang melarang pembangunan rumah ibadah sementara hingga ketegangan mereda
E. Melimpahkan penanganan kepada Kesbangpol daerah tanpa keterlibatan aktif Kemenag
Jawaban: C
Pembahasan: Kemenag memiliki mandat konstitusional dalam menjaga kerukunan umat beragama. Memfasilitasi dialog antaragama yang inklusif dengan melibatkan tokoh lintas agama dan mendorong penyelesaian berbasis regulasi (Perber 2 Menteri tentang pendirian rumah ibadah) mencerminkan nilai moderasi beragama dan kompetensi sosiokultural JPT Kemenag yang sesungguhnya.
Soal 5
Konsep moderasi beragama yang menjadi kebijakan utama Kementerian Agama dalam mewujudkan kehidupan keagamaan yang harmonis di Indonesia didasarkan pada prinsip utama…
A. Penyeragaman tafsir agama oleh pemerintah untuk mencegah perbedaan pendapat
B. Pengutamaan satu agama tertentu sebagai agama resmi negara
C. Keseimbangan antara komitmen terhadap ajaran agama dan komitmen kebangsaan dalam bingkai NKRI
D. Pembatasan ekspresi keagamaan yang dianggap bertentangan dengan nilai modernitas
E. Penghapusan perbedaan mazhab dan aliran dalam setiap agama
Jawaban: C
Pembahasan: Moderasi beragama yang dikembangkan Kemenag berlandaskan prinsip keseimbangan antara komitmen terhadap ajaran agama (taat beragama) dan komitmen kebangsaan dalam bingkai NKRI. Konsep ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama yang menjadi acuan kebijakan Kemenag.
Soal 6
Seorang ASN Kemenag yang memiliki kompetensi sosiokultural tinggi akan menunjukkan perilaku berikut dalam lingkungan kerja yang beragam, KECUALI…
A. Menghargai perbedaan latar belakang agama dan budaya rekan kerja
B. Mampu bekerja sama secara efektif dengan rekan dari berbagai latar belakang
C. Mendahulukan kepentingan kelompok agamanya sendiri dalam setiap pengambilan keputusan
D. Sensitif terhadap isu-isu keagamaan yang berkembang di masyarakat
E. Menjunjung tinggi nilai toleransi dan inklusivitas dalam pelayanan publik
Jawaban: C
embahasan: Mendahulukan kepentingan kelompok agama sendiri dalam pengambilan keputusan mencerminkan bias dan diskriminasi, bukan kompetensi sosiokultural. ASN Kemenag yang memiliki kompetensi sosiokultural tinggi justru harus bersikap netral, inklusif, dan adil dalam melayani seluruh kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
Soal 7
Di meja kerja Anda sebagai Kepala Biro AUPK terdapat lima tugas mendesak yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan: (1) laporan keuangan semester yang jatuh tempo hari ini, (2) surat undangan rapat mendadak dari Sekjen 2 jam lagi, (3) pengaduan staf tentang dugaan penyimpangan pengadaan barang, (4) permintaan data dari BPK untuk keperluan audit, dan (5) permohonan tanda tangan SK mutasi pegawai. Urutan prioritas penanganan yang paling tepat adalah…
A. 2, 1, 4, 3, 5
B. 1, 2, 4, 5, 3
C. 4, 2, 1, 3, 5
D. 2, 4, 1, 3, 5
E. 3, 1, 2, 4, 5
Jawaban: A
Pembahasan: Urutan prioritas yang tepat mempertimbangkan urgensi, dampak, dan konsekuensi hukum: (2) Rapat Sekjen adalah perintah atasan langsung yang harus dihadiri; (1) Laporan keuangan jatuh tempo berdampak pada akuntabilitas anggaran; (4) Permintaan BPK adalah kewajiban hukum yang tidak bisa ditunda; (3) Pengaduan penyimpangan perlu didalami dengan hati-hati namun tidak harus selesai hari ini; (5) SK mutasi dapat didelegasikan. Prinsip in-basket: atasan langsung dan kewajiban hukum selalu menjadi prioritas tertinggi.
Soal 8
Anda menerima laporan bahwa salah satu staf kepercayaan Anda terlibat dalam praktik pemalsuan dokumen pengadaan barang senilai Rp50 juta. Staf tersebut adalah pegawai berprestasi dengan rekam jejak baik selama 10 tahun. Tindakan yang paling tepat mencerminkan kompetensi manajerial JPT adalah…
A. Memberikan kesempatan memperbaiki tanpa proses formal karena rekam jejak baiknya
B. Menutup kasus secara internal agar tidak mencoreng nama baik unit kerja
C. Segera melakukan investigasi internal yang objektif, memberikan sanksi sesuai regulasi, dan melaporkan kepada Inspektorat tanpa memandang rekam jejak personal
D. Memindahtugaskan staf tersebut ke unit lain sebagai bentuk hukuman tidak resmi
E. Menunggu ada pelaporan dari pihak luar sebelum mengambil tindakan apapun
Jawaban: C
Pembahasan: Integritas dan penegakan aturan tidak boleh dikompromikan oleh faktor personal. Melakukan investigasi objektif, memberikan sanksi sesuai regulasi, dan melaporkan kepada Inspektorat adalah tindakan yang mencerminkan kompetensi manajerial JPT sekaligus membangun budaya antikorupsi di lingkungan kerja. Rekam jejak baik tidak bisa menjadi alasan pembenaran pelanggaran.
Soal 9
Dalam sesi LGD, kelompok Anda diminta mendiskusikan strategi peningkatan kualitas pendidikan madrasah di daerah terpencil. Salah satu peserta mendominasi diskusi dengan pandangan yang kurang relevan dan berulang. Sikap yang paling tepat adalah…
A. Mengabaikan peserta tersebut dan langsung menyampaikan pendapat sendiri
B. Memotong pembicaraannya secara tegas di depan semua peserta
C. Mendengarkan dengan sopan, mengapresiasi kontribusinya, lalu mengarahkan diskusi kembali ke poin yang lebih relevan dan memberi kesempatan peserta lain berkontribusi
D. Diam dan membiarkan diskusi berjalan tanpa arah
E. Berpihak pada peserta dominan untuk menghindari konflik dalam kelompok
Jawaban: C
Pembahasan: Dalam LGD, asesor menilai kemampuan memimpin secara informal, mengelola dinamika kelompok, dan memastikan diskusi tetap produktif. Mengapresiasi kontribusi, mengarahkan kembali diskusi, dan memberi ruang bagi semua peserta mencerminkan kecerdasan sosial dan kompetensi kepemimpinan yang dinilai tinggi dalam assessment JPT.
Soal 10
Dalam diskusi LGD tentang digitalisasi layanan keagamaan Kemenag, Anda memiliki pandangan yang berbeda dengan mayoritas peserta. Sikap yang paling tepat adalah…
A. Mengikuti pendapat mayoritas agar tidak dianggap tidak kooperatif
B. Memaksakan pandangan sendiri hingga mayoritas berubah pikiran
C. Menyampaikan pandangan berbeda secara terstruktur dengan didukung data dan argumentasi yang kuat, sambil tetap terbuka terhadap masukan dari peserta lain
D. Diam dan tidak menyampaikan pandangan untuk menghindari konflik
E. Keluar dari diskusi karena merasa tidak didengar
Jawaban: C
Pembahasan: LGD menilai keberanian menyampaikan pendapat yang berbeda secara konstruktif dan berbasis data, bukan konformitas. Menyampaikan pandangan berbeda dengan argumentasi kuat namun tetap terbuka terhadap masukan mencerminkan karakter pemimpin yang berintegritas, percaya diri, dan kolaboratif — kualitas utama yang dicari dalam seleksi JPT.
Soal 11
Peraturan Presiden yang menjadi landasan hukum utama kebijakan Penguatan Moderasi Beragama yang diimplementasikan oleh Kementerian Agama adalah…
A. Perpres No. 18 Tahun 2020
B. Perpres No. 58 Tahun 2023
C. Perpres No. 7 Tahun 2021
D. Perpres No. 62 Tahun 2021
E. Perpres No. 82 Tahun 2021
Jawaban: B
Pembahasan: Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama adalah regulasi utama yang menjadi landasan hukum implementasi kebijakan moderasi beragama di seluruh kementerian/lembaga, termasuk Kemenag sebagai leading sector yang bertanggung jawab mengkoordinasikan pelaksanaannya.
Soal 12
Salah satu tantangan strategis terbesar dalam pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang harus menjadi prioritas Kepala Biro adalah…
A. Menurunkan jumlah mahasiswa asing yang mendaftar di PTKN
B. Mengurangi program studi umum agar PTKN kembali fokus pada ilmu keagamaan semata
C. Memperkuat integrasi keilmuan Islam dan sains modern serta meningkatkan akreditasi internasional untuk meningkatkan daya saing global
D. Membatasi kerjasama PTKN dengan universitas luar negeri
E. Mewajibkan seluruh dosen PTKN mengajar mata kuliah keagamaan tanpa terkecuali
Jawaban: C
Pembahasan: Tantangan strategis PTKN saat ini adalah memperkuat integrasi keilmuan (islamisasi ilmu pengetahuan) sekaligus meningkatkan standar akreditasi internasional. Hal ini sejalan dengan visi UIN/IAIN/IAKN yang terus bertransformasi menjadi universitas riset berkelas dunia yang mengintegrasikan nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern secara komprehensif.
Soal 13
Dalam menyusun makalah untuk seleksi JPT Kemenag, kerangka analisis yang paling tepat dan komprehensif untuk mengidentifikasi permasalahan strategis unit kerja adalah…
A. Analisis SWOT yang hanya berfokus pada kelemahan internal
B. Pendekatan anekdotal berdasarkan pengalaman pribadi semata
C. Analisis SWOT terintegrasi dengan analisis pemangku kepentingan (stakeholder analysis) dan pemetaan isu strategis berbasis data empiris
D. Menyalin kebijakan dari instansi lain yang dianggap berhasil tanpa adaptasi konteks
E. Analisis yang hanya mengacu pada regulasi tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan
Jawaban: C
Pembahasan: Makalah JPT yang berkualitas tinggi menggunakan analisis SWOT yang terintegrasi dengan stakeholder analysis dan pemetaan isu strategis berbasis data empiris. Kombinasi ini menunjukkan kemampuan berpikir sistemik, analitis, dan berbasis bukti yang menjadi standar kompetensi pejabat pimpinan tinggi dalam merumuskan kebijakan strategis.
Soal 14
Ketika ditanya tentang rencana kerja 100 hari pertama sebagai Kepala Biro AUPK UIN, jawaban yang paling mencerminkan kesiapan dan kompetensi calon JPT adalah…
A. Menunggu arahan dari atasan sebelum membuat rencana apapun
B. Langsung melakukan perombakan total sistem kerja tanpa melakukan asesmen terlebih dahulu
C. Melakukan asesmen mendalam terhadap kondisi organisasi, membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, menetapkan prioritas jangka pendek yang terukur, dan menyusun roadmap pengembangan berbasis data
D. Berfokus pada peningkatan kesejahteraan staf sebagai prioritas utama
E. Mempelajari seluruh regulasi yang berlaku sebelum mengambil tindakan apapun
Jawaban: C
Pembahasan: Rencana 100 hari pertama yang ideal mencerminkan pendekatan sistematis: asesmen kondisi organisasi, membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan, menetapkan prioritas jangka pendek yang terukur, dan menyusun roadmap berbasis data. Jawaban ini menunjukkan kematangan kepemimpinan dan orientasi strategis yang diharapkan dari seorang JPT.
Soal 15
Dalam wawancara akhir, Pansel menanyakan tentang inovasi terbesar yang pernah Anda lakukan dalam karier birokrasi. Struktur jawaban yang paling efektif menggunakan metode STAR adalah…
A. Menceritakan inovasi secara panjang lebar tanpa kesimpulan yang jelas
B. Menjelaskan situasi dan tantangan, tindakan konkret yang diambil, serta hasil terukur yang dicapai secara ringkas dan sistematis
C. Menyebutkan nama inovasi tanpa menjelaskan proses dan dampaknya
D. Membandingkan inovasi sendiri dengan inovasi instansi lain yang dianggap lebih berhasil
E. Menjelaskan inovasi yang direncanakan di masa depan, bukan yang sudah dilakukan
Jawaban: B
Pembahasan: Metode STAR (Situation, Task, Action, Result) adalah teknik menjawab wawancara kompetensi yang paling efektif. Menjelaskan situasi dan tantangan (S-T), tindakan konkret yang diambil (A), dan hasil terukur yang dicapai (R) secara ringkas dan sistematis menunjukkan kemampuan refleksi diri dan komunikasi yang efektif — kompetensi krusial bagi seorang JPT.
Soal 16
Dalam tes psikometri seleksi JPT, profil kepribadian yang paling diharapkan dari seorang Kepala Biro Kemenag adalah…
A. Dominan, otoriter, dan tidak membutuhkan masukan dari bawahan
B. Pasif, konsensus-oriented, dan menghindari konflik dalam segala situasi
C. Stabil secara emosional, berorientasi pada pencapaian, kolaboratif, dan mampu mengambil keputusan tegas dalam situasi penuh tekanan
D. Perfeksionis ekstrem yang tidak memberikan toleransi kesalahan kepada staf
E. Ekstrover tinggi yang selalu mendominasi setiap pertemuan dan diskusi
Jawaban: C
Pembahasan: Profil kepribadian ideal JPT mencerminkan stabilitas emosional tinggi (tidak mudah panik dalam krisis), orientasi pada pencapaian (achievement-oriented), kemampuan kolaborasi lintas fungsi, dan ketegasan dalam pengambilan keputusan. Profil ini diukur melalui berbagai instrumen psikometri seperti MBTI, DISC, atau Big Five Personality dalam assessment center JPT.
Soal 17
Gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam transformasi birokrasi Kemenag menuju tata kelola yang lebih modern, inovatif, dan berorientasi pelayanan adalah…
A. Kepemimpinan transaksional yang hanya berfokus pada reward dan punishment
B. Kepemimpinan laissez-faire yang memberikan kebebasan penuh tanpa arahan
C. Kepemimpinan transformasional yang menginspirasi, memberdayakan SDM, dan mendorong inovasi berbasis nilai
D. Kepemimpinan otokratis yang memusatkan seluruh keputusan pada pimpinan
E. Kepemimpinan situasional yang hanya aktif saat terjadi krisis
Jawaban: C
Pembahasan: Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang paling relevan untuk transformasi birokrasi modern. Pemimpin transformasional menginspirasi tim melalui visi yang jelas, memberdayakan SDM untuk berinovasi, dan membangun komitmen kolektif berbasis nilai — sesuai dengan arah reformasi birokrasi Kemenag yang menekankan inovasi pelayanan dan integritas.
Soal 18
Program unggulan Kementerian Agama yang bertujuan meningkatkan kualitas dan standar pelayanan keagamaan melalui transformasi digital secara komprehensif dikenal dengan nama…
A. Kemenag Satu Data
B. Transformasi Digital Kemenag
C. PUSAKA (Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu)
D. SIMPATIKA
E. Portal Layanan Keagamaan Terpadu
Jawaban: B
Pembahasan: Transformasi Digital Kemenag adalah program strategis yang mencakup digitalisasi seluruh layanan keagamaan, mulai dari pendaftaran haji, pencatatan nikah (SIMKAH), sertifikasi halal, hingga pengelolaan madrasah secara terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Program ini sejalan dengan agenda Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) nasional.
Soal 19
Undang-Undang yang mengatur tentang Aparatur Sipil Negara dan menjadi dasar hukum mekanisme seleksi terbuka JPT di Indonesia adalah…
A. UU No. 43 Tahun 1999
B. UU No. 32 Tahun 2004
C. UU No. 5 Tahun 2014
D. UU No. 30 Tahun 2014
E. UU No. 23 Tahun 2014
Jawaban: C
Pembahasan: UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara adalah regulasi utama yang mengamanatkan pengisian JPT melalui mekanisme seleksi terbuka dan kompetitif. Pasal 108-115 UU ASN secara spesifik mengatur tata cara pengisian JPT Madya dan JPT Pratama melalui seleksi terbuka yang melibatkan panitia seleksi independen.
Soal 20
Dalam konteks tata kelola keuangan negara, Kepala Biro AUPK di lingkungan PTKN wajib memastikan pengelolaan anggaran sesuai dengan prinsip-prinsip berikut, KECUALI…
A. Transparansi dalam perencanaan dan pelaporan anggaran
B. Akuntabilitas penggunaan anggaran berbasis kinerja
C. Fleksibilitas penggunaan anggaran tanpa perlu pertanggungjawaban formal
D. Efisiensi dan efektivitas belanja negara
E. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku
Jawaban: C
Pembahasan: Fleksibilitas penggunaan anggaran tanpa pertanggungjawaban formal bertentangan dengan prinsip tata kelola keuangan negara yang baik. Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, setiap penggunaan anggaran negara wajib dapat dipertanggungjawabkan secara formal, transparan, dan akuntabel tanpa pengecualian.
Jabatan strategis di Kementerian Agama menanti pemimpin terbaik pastikan itu adalah kamu!

Soal-soal di atas baru sebagian kecil dari materi yang perlu kamu kuasai. Segera kunjungi fungsional.id dan akses 150+ soal latihan Seleksi Terbuka JPT Pratama Kemenag 2026 lengkap dengan pembahasan, mencakup simulasi Assessment Center, Penulisan Makalah, LGD, Tes Psikometri, hingga Wawancara Akhir dan bisa diakses kapan saja!
