Menghadapi Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Pamong Belajar 2026 memerlukan persiapan yang matang, terutama dalam memahami kompetensi teknis, manajerial, serta tugas dan fungsi Pamong Belajar sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan nonformal. Selain menguasai konsep pembelajaran masyarakat, peserta juga dituntut mampu menganalisis berbagai studi kasus, menyusun solusi pembelajaran, serta mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan ketentuan dan standar kompetensi jabatan.
Artikel “Soal UKKJ Pamong Belajar 2026: Materi Pembelajaran, Soal HOTS & Pembahasan” disusun sebagai referensi belajar bagi peserta yang akan mengikuti UKKJ. Di dalamnya disajikan rangkuman materi pembelajaran, kisi-kisi terbaru, serta contoh soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) lengkap dengan pembahasan singkat. Dengan mempelajari materi secara sistematis dan rutin berlatih mengerjakan soal, diharapkan peserta dapat lebih percaya diri serta meningkatkan peluang memperoleh hasil terbaik pada UKKJ Pamong Belajar 2026.
Berikut BAB 1 yang sesuai dengan alur artikel setelah pendahuluan.
Table of Contents
ToggleMengenal Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Pamong Belajar
Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Pamong Belajar merupakan salah satu tahapan penting yang harus diikuti oleh pejabat fungsional Pamong Belajar sebagai syarat kenaikan jenjang jabatan. Uji kompetensi ini bertujuan untuk menilai penguasaan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas pengembangan, pelaksanaan, pembinaan, serta evaluasi program pendidikan nonformal dan pendidikan masyarakat. Melalui UKKJ, instansi dapat memastikan bahwa setiap Pamong Belajar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar jabatan yang akan diduduki.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan menghadapi berbagai bentuk penilaian yang mengukur kemampuan berpikir analitis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta penerapan konsep pembelajaran masyarakat dalam situasi nyata. Oleh karena itu, peserta perlu memahami materi yang diujikan, mempelajari kisi-kisi terbaru, serta membiasakan diri mengerjakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) agar lebih siap menghadapi UKKJ Pamong Belajar 2026.
Peran Strategis Pamong Belajar dalam Pendidikan Nonformal
Pamong Belajar memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal, pendidikan masyarakat, dan pendidikan sepanjang hayat. Sebagai pejabat fungsional, Pamong Belajar bertugas merancang, melaksanakan, mengembangkan, mendampingi, serta mengevaluasi berbagai program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Peran tersebut tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan hidup yang dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Pamong Belajar dituntut memiliki kompetensi dalam menganalisis kebutuhan belajar, menyusun perangkat pembelajaran, menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, memanfaatkan teknologi pendidikan, serta melakukan evaluasi terhadap hasil belajar. Oleh karena itu, peserta UKKJ perlu memahami tugas dan fungsi Pamong Belajar secara menyeluruh, karena materi tersebut menjadi salah satu kompetensi utama yang sering diujikan dalam proses uji kompetensi.
Kompetensi yang Diujikan dalam UKKJ Pamong Belajar
Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Pamong Belajar dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pejabat fungsional di bidang pendidikan nonformal dan pendidikan masyarakat. Penilaian tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan menganalisis permasalahan, menyusun program pembelajaran, mengimplementasikan strategi pembelajaran, serta mengevaluasi hasil kegiatan secara profesional.
Secara umum, kompetensi yang diujikan dalam UKKJ Pamong Belajar meliputi:
- Analisis Kebutuhan Belajar
Mengidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat sebagai dasar penyusunan program pendidikan. - Perencanaan Program Pembelajaran
Menyusun tujuan, materi, metode, media, dan strategi pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik. - Pelaksanaan Pembelajaran
Menerapkan metode pembelajaran yang efektif, partisipatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. - Evaluasi Program dan Hasil Belajar
Melakukan penilaian proses, hasil belajar, serta mengevaluasi efektivitas program pembelajaran. - Pengembangan Model Pembelajaran
Mengembangkan inovasi dan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. - Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran
Menggunakan media digital dan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. - Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Membangun kemitraan serta melakukan pendampingan dalam pelaksanaan program pendidikan masyarakat. - Profesionalisme dan Etika Jabatan
Menerapkan nilai integritas, akuntabilitas, tanggung jawab, serta kode etik sebagai Pamong Belajar.
Dengan memahami kompetensi yang diujikan dan membiasakan diri mengerjakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), peserta akan lebih siap menghadapi UKKJ Pamong Belajar serta mampu menunjukkan kompetensi sesuai standar jabatan fungsional.
Kisi-Kisi UKKJ Pamong Belajar 2026 Terbaru
Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Pamong Belajar bertujuan mengukur kompetensi pejabat fungsional dalam melaksanakan tugas pengembangan, pelaksanaan, pembinaan, pendampingan, serta evaluasi program pendidikan nonformal dan pendidikan masyarakat. Materi yang diujikan mengacu pada kompetensi jabatan Pamong Belajar di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan penekanan pada kemampuan analisis, inovasi pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan berbasis kasus.
| Nomor | Materi Uji | Pokok Bahasan |
| 1 | Kebijakan Pendidikan Nonformal | Kebijakan pendidikan masyarakat, pendidikan sepanjang hayat, dan regulasi pendidikan nonformal. |
| 2 | Jabatan Fungsional Pamong Belajar | Tugas, fungsi, ruang lingkup pekerjaan, jenjang jabatan, dan pengembangan karier. |
| 3 | Analisis Kebutuhan Belajar | Identifikasi kebutuhan belajar masyarakat, analisis masalah, dan pemetaan sasaran program. |
| 4 | Perencanaan Program Pembelajaran | Penyusunan tujuan, materi, metode, media, jadwal, dan indikator keberhasilan program. |
| 5 | Pengembangan Kurikulum | Penyusunan kurikulum dan perangkat pembelajaran pendidikan nonformal. |
| 6 | Strategi dan Metode Pembelajaran | Pendekatan andragogi, pembelajaran partisipatif, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran kontekstual. |
| 7 | Media dan Teknologi Pembelajaran | Pemanfaatan media pembelajaran, TIK, platform digital, dan inovasi pembelajaran. |
| 8 | Pelaksanaan Pembelajaran | Pengelolaan kelas, fasilitasi pembelajaran, serta penerapan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. |
| 9 | Evaluasi Pembelajaran | Teknik penilaian, evaluasi hasil belajar, penyusunan instrumen, dan tindak lanjut hasil evaluasi. |
| 10 | Pengembangan Model Pembelajaran | Inovasi model pembelajaran dan pengembangan program pendidikan masyarakat. |
| 11 | Pemberdayaan Masyarakat | Pendampingan masyarakat, kemitraan, serta penguatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan. |
| 12 | Penelitian dan Pengembangan | Identifikasi masalah, penelitian tindakan, penyusunan laporan, dan pemanfaatan hasil penelitian. |
| 13 | Penyusunan Karya Tulis Ilmiah | Sistematika penulisan, analisis data, penyusunan rekomendasi, dan publikasi ilmiah. |
| 14 | Penyusunan Portofolio | Dokumentasi kinerja, inovasi, bukti kegiatan, angka kredit, dan hasil pengembangan profesi. |
| 15 | Komunikasi dan Kolaborasi | Komunikasi efektif, kerja sama dengan pemangku kepentingan, serta fasilitasi kelompok belajar. |
| 16 | Pelayanan Publik | Pelayanan prima, etika pelayanan, kepuasan masyarakat, dan penyelesaian permasalahan layanan. |
| 17 | Etika Profesi dan Integritas | Kode etik Pamong Belajar, nilai ASN BerAKHLAK, profesionalisme, dan akuntabilitas. |
| 18 | Literasi Digital | Pemanfaatan aplikasi pembelajaran, pengelolaan data, keamanan informasi, dan transformasi digital pendidikan. |
| 19 | Manajemen Program Pendidikan | Perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, pelaporan, dan peningkatan mutu program pendidikan nonformal. |
| 20 | Soal HOTS Terintegrasi | Studi kasus yang mengintegrasikan analisis kebutuhan belajar, perencanaan program, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengambilan keputusan sesuai tugas Pamong Belajar. |
Materi yang Perlu Diprioritaskan
- Kuasai analisis kebutuhan belajar, perencanaan program, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pendidikan nonformal.
- Pahami tugas dan fungsi Pamong Belajar, kebijakan pendidikan nonformal, serta regulasi yang berkaitan dengan pendidikan masyarakat.
- Pelajari pengembangan model pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penyusunan karya tulis dan portofolio.
- Biasakan mengerjakan soal berbasis studi kasus (HOTS) yang menguji kemampuan analisis, pemecahan masalah, inovasi pembelajaran, dan pengambilan keputusan profesional sesuai tugas Pamong Belajar.
Contoh Soal UKKJ Pamong Belajar 2026 dan Pembahasan
Berikut merupakan contoh soal pilihan ganda berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang disusun berdasarkan kisi-kisi UKKJ Pamong Belajar. Soal mengacu pada kompetensi Pamong Belajar dalam merancang, melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi, serta memberdayakan masyarakat melalui program pendidikan nonformal.
Soal 1
Seorang Pamong Belajar akan menyusun program pelatihan keterampilan bagi masyarakat desa. Sebelum menentukan materi pelatihan, langkah yang paling tepat adalah….
A. Menentukan instruktur.
B. Menyusun jadwal pelatihan.
C. Melakukan analisis kebutuhan belajar masyarakat.
D. Menentukan lokasi pelatihan.
E. Menyusun laporan kegiatan.
Jawaban: C
Pembahasan: Program pembelajaran harus diawali dengan identifikasi kebutuhan belajar agar sesuai dengan kondisi sasaran.
Soal 2
Dalam evaluasi program pendidikan masyarakat, indikator keberhasilan yang paling tepat adalah….
A. Banyaknya peserta yang hadir.
B. Banyaknya modul yang dibagikan.
C. Tercapainya tujuan pembelajaran dan meningkatnya kompetensi peserta.
D. Banyaknya panitia.
E. Lamanya kegiatan berlangsung.
Jawaban: C
Pembahasan: Keberhasilan program diukur berdasarkan pencapaian tujuan dan perubahan kompetensi peserta.
Soal 3
Seorang Pamong Belajar menemukan bahwa peserta didik dewasa kurang tertarik dengan metode ceramah. Pendekatan yang paling tepat adalah….
A. Memperpanjang waktu ceramah.
B. Menggunakan pembelajaran partisipatif berbasis pengalaman peserta.
C. Mengurangi materi pembelajaran.
D. Memberikan tugas tanpa diskusi.
E. Mengganti seluruh peserta.
Jawaban: B
Pembahasan: Pembelajaran orang dewasa lebih efektif menggunakan pendekatan andragogi dan partisipatif.
Soal 4
Tujuan utama analisis kebutuhan belajar adalah….
A. Menentukan anggaran.
B. Mengetahui kebutuhan belajar masyarakat sebagai dasar penyusunan program.
C. Menentukan lokasi kegiatan.
D. Menentukan jumlah panitia.
E. Menghitung biaya operasional.
Jawaban: B
Pembahasan: Analisis kebutuhan menjadi dasar dalam merancang program yang tepat sasaran.
Soal 5
Dalam menyusun modul pembelajaran, prinsip yang harus diperhatikan adalah….
A. Sulit dipahami peserta.
B. Sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
C. Menggunakan istilah teknis sebanyak mungkin.
D. Berisi teori saja.
E. Sama untuk semua kelompok sasaran.
Jawaban: B
Pembahasan: Materi pembelajaran harus relevan dengan karakteristik peserta.
Soal 6
Seorang Pamong Belajar memanfaatkan aplikasi pembelajaran daring untuk mendukung pelatihan. Kompetensi yang sedang diterapkan adalah….
A. Literasi numerasi.
B. Literasi digital.
C. Administrasi keuangan.
D. Manajemen aset.
E. Pengelolaan kepegawaian.
Jawaban: B
Pembahasan: Pemanfaatan teknologi informasi merupakan bagian dari literasi digital.
Soal 7
Dalam pemberdayaan masyarakat, keberhasilan program lebih ditentukan oleh….
A. Besarnya anggaran.
B. Banyaknya peserta.
C. Partisipasi aktif masyarakat dan keberlanjutan program.
D. Lamanya kegiatan.
E. Banyaknya narasumber.
Jawaban: C
Pembahasan: Program yang berhasil mampu meningkatkan kemandirian masyarakat.
Soal 8
Tujuan utama evaluasi pembelajaran adalah….
A. Menentukan honor narasumber.
B. Mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran sebagai dasar perbaikan program.
C. Menentukan lokasi kegiatan berikutnya.
D. Menambah jumlah peserta.
E. Menentukan panitia.
Jawaban: B
Pembahasan: Evaluasi digunakan untuk mengukur efektivitas pembelajaran.
Soal 9
Dalam menyusun karya tulis ilmiah, sumber data yang paling baik adalah….
A. Pendapat pribadi.
B. Informasi media sosial tanpa verifikasi.
C. Data yang valid, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
D. Cerita dari peserta.
E. Informasi tanpa referensi.
Jawaban: C
Pembahasan: Karya ilmiah harus berbasis data yang valid.
Soal 10
Seorang Pamong Belajar menghadapi peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Strategi terbaik adalah….
A. Menggunakan satu metode untuk semua peserta.
B. Menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta.
C. Mengurangi materi pembelajaran.
D. Mengabaikan perbedaan kemampuan.
E. Memberikan ujian tanpa pembelajaran.
Jawaban: B
Pembahasan: Pembelajaran yang efektif memperhatikan karakteristik peserta didik.
Soal 11
Seorang Pamong Belajar menemukan bahwa tingkat kehadiran peserta dalam program pendidikan kesetaraan terus menurun. Setelah dilakukan evaluasi, diketahui jadwal pembelajaran berbenturan dengan jam kerja peserta. Langkah yang paling tepat adalah….
A. Menghentikan program pembelajaran.
B. Tetap menggunakan jadwal lama.
C. Menyesuaikan jadwal pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta setelah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
D. Mengurangi materi pembelajaran.
E. Mengganti seluruh peserta.
Jawaban: C
Pembahasan: Program pendidikan nonformal harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta agar tujuan pembelajaran tercapai.
Soal 12
Dalam menyusun program pendidikan masyarakat, data yang paling penting digunakan sebagai dasar perencanaan adalah….
A. Jumlah panitia kegiatan.
B. Hasil analisis kebutuhan belajar masyarakat.
C. Besarnya anggaran.
D. Jumlah ruang kelas.
E. Jadwal kegiatan tahun sebelumnya.
Jawaban: B
Pembahasan: Analisis kebutuhan menjadi dasar penyusunan program agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Soal 13
Seorang Pamong Belajar diminta mengembangkan model pembelajaran kewirausahaan bagi masyarakat. Faktor yang paling menentukan keberhasilan model tersebut adalah….
A. Banyaknya materi yang diberikan.
B. Kesesuaian model dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.
C. Lama waktu pelatihan.
D. Banyaknya modul yang dicetak.
E. Jumlah narasumber.
Jawaban: B
Pembahasan: Model pembelajaran yang efektif harus relevan dengan kebutuhan dan potensi peserta.
Soal 14
Dalam pelaksanaan evaluasi program, ditemukan bahwa target hasil belajar belum tercapai. Langkah yang paling tepat adalah….
A. Mengulang program tanpa evaluasi.
B. Menyalahkan peserta didik.
C. Mengidentifikasi penyebab, mengevaluasi proses pembelajaran, dan menyusun rencana perbaikan.
D. Menghentikan seluruh kegiatan.
E. Mengurangi jumlah peserta.
Jawaban: C
Pembahasan: Evaluasi bertujuan memperbaiki kualitas program secara berkelanjutan.
Soal 15
Seorang Pamong Belajar akan memanfaatkan media digital dalam pembelajaran masyarakat. Tujuan utama penggunaan media tersebut adalah….
A. Mengurangi jumlah peserta.
B. Meningkatkan efektivitas dan daya tarik proses pembelajaran.
C. Mengurangi waktu belajar.
D. Menggantikan seluruh peran fasilitator.
E. Mengurangi materi pembelajaran.
Jawaban: B
Pembahasan: Teknologi pembelajaran dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas proses belajar.
Soal 16
Dalam menyusun karya tulis ilmiah, rekomendasi yang baik harus….
A. Berdasarkan opini pribadi.
B. Mengikuti pendapat mayoritas tanpa analisis.
C. Disusun berdasarkan hasil analisis data dan dapat diterapkan sebagai solusi.
D. Menyalin karya sebelumnya.
E. Tidak memerlukan kesimpulan.
Jawaban: C
Pembahasan: Karya tulis ilmiah harus menghasilkan rekomendasi yang logis, berbasis data, dan aplikatif.
Soal 17
Saat melakukan pendampingan masyarakat, seorang Pamong Belajar menemukan adanya perbedaan pendapat antarpeserta sehingga kegiatan tidak berjalan efektif. Tindakan yang paling tepat adalah….
A. Menghentikan diskusi.
B. Membiarkan konflik berlangsung.
C. Memfasilitasi diskusi, membangun komunikasi, dan membantu peserta mencapai kesepakatan.
D. Mengeluarkan peserta yang berbeda pendapat.
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada peserta.
Jawaban: C
Pembahasan: Pamong Belajar berperan sebagai fasilitator yang mampu membangun komunikasi dan menyelesaikan konflik secara konstruktif.
Soal 18
Dalam pengembangan program pendidikan masyarakat, indikator keberlanjutan program yang paling tepat adalah….
A. Banyaknya konsumsi kegiatan.
B. Besarnya anggaran.
C. Masyarakat mampu melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.
D. Banyaknya undangan yang hadir.
E. Lamanya kegiatan berlangsung.
Jawaban: C
Pembahasan: Program yang berhasil tidak hanya selesai dilaksanakan, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian masyarakat.
Soal 19
Seorang Pamong Belajar diminta menyusun laporan hasil evaluasi program kepada pimpinan. Laporan yang baik seharusnya….
A. Berisi opini tanpa data.
B. Menyajikan data, analisis, kesimpulan, dan rekomendasi secara sistematis.
C. Berisi dokumentasi foto saja.
D. Memuat kesimpulan tanpa analisis.
E. Hanya berisi daftar peserta.
Jawaban: B
Pembahasan: Laporan evaluasi harus menjadi dasar pengambilan keputusan sehingga memerlukan analisis dan rekomendasi yang jelas.
Soal 20
Sebuah program pelatihan keterampilan bagi masyarakat memiliki tingkat kelulusan tinggi, tetapi hanya sedikit peserta yang menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai Pamong Belajar, langkah yang paling tepat adalah….
A. Menganggap program telah berhasil karena seluruh peserta lulus.
B. Mengurangi durasi pelatihan.
C. Melakukan evaluasi dampak program, mengidentifikasi faktor penghambat penerapan hasil belajar, serta menyusun strategi pendampingan dan tindak lanjut.
D. Menambah jumlah peserta tanpa evaluasi.
E. Mengulang materi yang sama pada angkatan berikutnya.
Jawaban: C
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan HOTS dalam mengevaluasi efektivitas program pendidikan nonformal. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil belajar, tetapi juga dari dampak nyata dan keberlanjutan penerapan kompetensi oleh masyarakat.
Optimalkan persiapan Anda menghadapi UKKJ Pamong Belajar 2026 dengan belajar bersama Fungsional.id.

Akses materi terbaru, kisi-kisi sesuai kompetensi, latihan soal HOTS, serta pembahasan lengkap yang dirancang untuk membantu Anda memahami pola ujian dan meningkatkan peluang lulus UKKJ pada setiap jenjang jabatan.


