120+ Soal Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama & Kunci Jawaban

Kenaikan jenjang dari Bidan Mahir ke Ahli Pertama merupakan langkah penting dalam pengembangan karier Jabatan Fungsional Bidan. Untuk memastikan setiap peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan profesi, dilaksanakan Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama yang mengukur kemampuan teknis, penalaran klinis, profesionalisme, serta penerapan pelayanan kebidanan berdasarkan standar praktik dan ketentuan yang berlaku. Persiapan yang matang menjadi kunci agar peserta mampu menghadapi setiap tahapan uji kompetensi dengan percaya diri.

Artikel “120+ Soal Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama & Kunci Jawaban” hadir sebagai panduan belajar yang dapat membantu peserta memahami pola soal dan ruang lingkup materi yang akan diujikan. Pembahasan dalam artikel ini mencakup materi inti, kisi-kisi terbaru, serta kumpulan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya. Dengan belajar secara terstruktur dan berlatih menggunakan soal-soal yang relevan, peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, mengasah kemampuan analisis kasus kebidanan, serta memaksimalkan peluang memperoleh hasil terbaik dalam Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama.

Mengenal Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama

Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama merupakan proses penilaian yang bertujuan untuk mengukur kompetensi Bidan dalam melaksanakan pelayanan kebidanan sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan. Uji kompetensi ini menjadi salah satu tahapan penting dalam kenaikan jenjang Jabatan Fungsional Bidan, sekaligus sebagai upaya untuk memastikan bahwa Bidan yang akan menduduki jenjang Ahli Pertama memiliki kemampuan yang memadai dalam memberikan pelayanan kebidanan yang aman, bermutu, profesional, dan berpusat pada pasien.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan diuji pada berbagai aspek kompetensi, mulai dari pelayanan kesehatan ibu hamil, persalinan, nifas, bayi baru lahir, kesehatan reproduksi perempuan, keluarga berencana, pelayanan kebidanan komunitas, kegawatdaruratan maternal dan neonatal, pencegahan serta pengendalian infeksi, hingga komunikasi efektif, etika profesi, dan keselamatan pasien (patient safety). Oleh karena itu, peserta perlu mempersiapkan diri dengan memahami materi sesuai kisi-kisi terbaru serta membiasakan diri mengerjakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) agar mampu menganalisis kasus klinis dan mengambil keputusan yang tepat dalam praktik kebidanan.

Aspek Penilaian dalam Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama

Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama diselenggarakan untuk menilai kemampuan peserta dalam memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif, profesional, dan sesuai dengan standar kompetensi Jabatan Fungsional Bidan. Penilaian tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, menganalisis kasus kebidanan, mengambil keputusan klinis yang tepat, serta memberikan asuhan kebidanan berdasarkan praktik berbasis bukti (evidence-based practice) dengan mengutamakan keselamatan ibu dan bayi.

Aspek yang dinilai dalam uji kompetensi meliputi kemampuan melakukan pengkajian dan pemeriksaan kebidanan, menegakkan diagnosis atau masalah kebidanan, menyusun rencana asuhan, melaksanakan pelayanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, bayi dan balita, pelayanan kesehatan reproduksi perempuan, pelayanan keluarga berencana, deteksi dini faktor risiko, penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal sesuai kewenangan, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), keselamatan pasien (patient safety), komunikasi efektif, edukasi kesehatan, dokumentasi asuhan kebidanan, serta penerapan etika profesi dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Oleh karena itu, peserta perlu memahami setiap aspek kompetensi secara menyeluruh agar mampu menyelesaikan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang menuntut kemampuan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan dalam berbagai kasus pelayanan kebidanan.

Strategi Persiapan Menghadapi Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama

Keberhasilan dalam Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama sangat dipengaruhi oleh kesiapan peserta dalam memahami materi sesuai standar kompetensi Jabatan Fungsional Bidan. Oleh karena itu, peserta perlu menyusun strategi belajar yang sistematis, mulai dari mempelajari regulasi terbaru di bidang pelayanan kebidanan, memperdalam konsep asuhan kebidanan pada setiap siklus kehidupan perempuan, memahami tata laksana kegawatdaruratan maternal dan neonatal, hingga menguasai prinsip keselamatan pasien (patient safety), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta etika profesi.

Selain memperkuat penguasaan materi, peserta juga perlu membiasakan diri mengerjakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang menuntut kemampuan menganalisis kasus kebidanan, menentukan diagnosis atau masalah kebidanan, menyusun rencana asuhan, serta mengambil keputusan klinis yang tepat sesuai standar pelayanan. Latihan yang dilakukan secara konsisten akan membantu peserta mengenali pola soal, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan memperkuat kepercayaan diri saat menghadapi uji kompetensi. Dengan persiapan yang matang dan terarah, peluang untuk memenuhi standar kompetensi dan naik ke jenjang Bidan Ahli Pertama akan semakin besar.

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama

Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif sesuai standar profesi, standar kompetensi Jabatan Fungsional Bidan, serta kebijakan di bidang kesehatan. Materi yang diujikan tidak hanya mengukur penguasaan teori, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis kasus kebidanan, mengambil keputusan klinis, memberikan asuhan yang berpusat pada pasien, serta menerapkan prinsip keselamatan ibu, bayi, dan keluarga.

NomorMateri UjiPokok Bahasan
1Regulasi Pelayanan KebidananPeraturan perundang-undangan, kewenangan Bidan, standar pelayanan kebidanan, kode etik profesi, informed consent, dokumentasi pelayanan, dan rekam medis.
2Jabatan Fungsional BidanTugas dan fungsi Bidan, jenjang jabatan, kompetensi Bidan Ahli Pertama, angka kredit, serta pengembangan kompetensi berkelanjutan.
3Asuhan Kehamilan (ANC)Pengkajian ibu hamil, pemeriksaan antenatal, deteksi dini faktor risiko, pemantauan pertumbuhan janin, edukasi kehamilan, serta rujukan sesuai indikasi.
4Asuhan PersalinanPersalinan normal, pemantauan kemajuan persalinan menggunakan partograf, pencegahan komplikasi, penatalaksanaan persalinan sesuai standar, dan kolaborasi dalam kasus risiko tinggi.
5Asuhan Masa NifasPemantauan kondisi ibu nifas, deteksi komplikasi, konseling laktasi, pemulihan kesehatan ibu, serta pelayanan pascapersalinan.
6Asuhan Bayi Baru Lahir dan NeonatusResusitasi dasar bayi baru lahir, IMD, ASI eksklusif, perawatan neonatus, pemantauan tumbuh kembang, dan deteksi dini komplikasi neonatal.
7Pelayanan Kesehatan ReproduksiKesehatan reproduksi perempuan, skrining kesehatan reproduksi, edukasi, serta penanganan masalah reproduksi sesuai kewenangan Bidan.
8Pelayanan Keluarga BerencanaKonseling KB, pemilihan metode kontrasepsi, pemasangan dan pelepasan alat kontrasepsi sesuai kewenangan, serta penanganan efek samping.
9Kegawatdaruratan MaternalPerdarahan, preeklamsia/eklamsia, syok obstetri, infeksi, serta stabilisasi pasien sebelum rujukan.
10Kegawatdaruratan NeonatalAsfiksia, hipotermia, kejang, infeksi neonatal, gangguan pernapasan, dan tindakan awal sesuai standar pelayanan.
11Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)Kebersihan tangan, penggunaan APD, sterilisasi alat, pengelolaan limbah medis, kewaspadaan standar, dan pencegahan infeksi silang.
12Keselamatan Pasien (Patient Safety)Identifikasi pasien, komunikasi efektif, pelaporan insiden, manajemen risiko, serta budaya keselamatan dalam pelayanan kebidanan.
13Promosi Kesehatan dan EdukasiKomunikasi, konseling kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan keluarga, promosi ASI eksklusif, gizi, serta pencegahan stunting.
14Dokumentasi Asuhan KebidananPendokumentasian SOAP, pencatatan rekam medis, pelaporan pelayanan, serta aspek hukum dokumentasi kebidanan.
15Etika Profesi BidanKode etik Bidan, profesionalisme, kerahasiaan pasien, hak pasien, tanggung jawab profesi, dan kolaborasi antarprofesi.
16Pelayanan Kebidanan KomunitasSurveilans kesehatan ibu dan anak, pelayanan posyandu, kunjungan rumah, deteksi risiko di masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat.
17Evidence-Based MidwiferyPenerapan praktik kebidanan berbasis bukti, telaah literatur, pemanfaatan pedoman klinis, dan pengambilan keputusan berdasarkan bukti ilmiah.
18Manajemen Pelayanan KebidananPengelolaan mutu pelayanan, audit maternal dan perinatal, indikator mutu, evaluasi pelayanan, serta peningkatan kualitas layanan.
19Komunikasi Efektif dan KolaborasiKomunikasi terapeutik dengan pasien, kolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya, serta edukasi keluarga.
20Soal HOTS TerintegrasiStudi kasus yang mengintegrasikan asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, kegawatdaruratan, keselamatan pasien, PPI, dokumentasi, etika profesi, dan pengambilan keputusan klinis.

Materi yang Perlu Diprioritaskan

  • Kuasai asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus sesuai standar pelayanan terkini.
  • Pahami deteksi dini komplikasi, penatalaksanaan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta sistem rujukan sesuai kewenangan Bidan.
  • Pelajari pelayanan keluarga berencana, kesehatan reproduksi, promosi kesehatan, serta pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dalam praktik kebidanan.
  • Tingkatkan pemahaman mengenai keselamatan pasien, dokumentasi asuhan kebidanan, etika profesi, komunikasi efektif, dan manajemen mutu pelayanan.
  • Biasakan mengerjakan soal berbasis studi kasus (HOTS) yang menguji kemampuan analisis, penalaran klinis, penentuan prioritas masalah, dan pengambilan keputusan sesuai kompetensi Bidan Ahli Pertama.

Contoh Soal Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama

Berikut merupakan contoh soal pilihan ganda berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang disusun berdasarkan kisi-kisi pada bab sebelumnya. Soal dirancang untuk mengukur kemampuan analisis kasus, pengambilan keputusan klinis, penerapan standar pelayanan kebidanan, serta kompetensi Bidan Ahli Pertama.

Soal 1

Seorang ibu hamil G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu datang ke puskesmas dengan tekanan darah 160/110 mmHg, edema pada tungkai, sakit kepala hebat, dan pandangan kabur. Tindakan awal Bidan yang paling tepat adalah….

A. Menyarankan ibu beristirahat di rumah.

B. Memberikan tablet Fe.

C. Melakukan stabilisasi awal sesuai kewenangan, memantau kondisi ibu dan janin, serta segera merujuk ke rumah sakit.

D. Menunggu hingga kontraksi muncul.

E. Menjadwalkan kontrol satu minggu kemudian.

Jawaban: C

Pembahasan:
Gejala menunjukkan dugaan preeklamsia berat yang memerlukan stabilisasi awal dan rujukan segera untuk mencegah komplikasi ibu maupun janin.

Soal 2

Seorang ibu dalam persalinan kala I fase aktif menunjukkan pembukaan serviks tidak mengalami kemajuan selama empat jam berdasarkan partograf. Langkah Bidan yang paling tepat adalah….

A. Menunggu tanpa evaluasi.

B. Mempercepat persalinan secara mandiri.

C. Melakukan evaluasi penyebab, memantau kondisi ibu dan janin, serta melakukan rujukan sesuai indikasi.

D. Meminta pasien pulang.

E. Memberikan antibiotik.

Jawaban: C

Pembahasan:
Persalinan yang tidak mengalami kemajuan harus dievaluasi menggunakan partograf dan ditindaklanjuti sesuai standar pelayanan.

Soal 3

Bayi baru lahir tidak menangis spontan, tonus otot lemah, dan denyut jantung 80 kali/menit. Prioritas tindakan Bidan adalah….

A. Menimbang berat badan bayi.

B. Memberikan vitamin K.

C. Melakukan langkah awal resusitasi neonatus sesuai pedoman.

D. Membersihkan bayi dan memandikan.

E. Memberikan imunisasi.

Jawaban: C

Pembahasan:
Bayi dengan denyut jantung kurang dari 100 kali/menit memerlukan tindakan resusitasi segera.

Soal 4

Pada kunjungan nifas hari ketiga, seorang ibu mengeluh demam tinggi disertai lochea berbau. Tindakan yang paling tepat adalah….

A. Memberikan vitamin.

B. Menjelaskan kondisi normal nifas.

C. Melakukan pemeriksaan, mencurigai infeksi nifas, memberikan penanganan awal sesuai kewenangan, dan merujuk bila diperlukan.

D. Menyarankan ibu banyak istirahat.

E. Memberikan suplemen zat besi.

Jawaban: C

Pembahasan:
Demam dan lochea berbau merupakan tanda infeksi nifas yang membutuhkan penanganan segera.

Soal 5

Seorang calon akseptor KB memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Langkah Bidan sebelum menentukan metode kontrasepsi adalah….

A. Langsung memasang kontrasepsi hormonal kombinasi.

B. Memilih metode tanpa melakukan pengkajian.

C. Melakukan skrining kondisi kesehatan, konseling, dan memilih metode kontrasepsi sesuai kondisi medis.

D. Menolak memberikan pelayanan.

E. Meminta pasien memilih sendiri.

Jawaban: C

Pembahasan:
Pemilihan kontrasepsi harus mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien untuk menjamin keamanan.

Soal 6

Dalam pelaksanaan pelayanan antenatal, tujuan utama skrining faktor risiko kehamilan adalah….

A. Menambah jumlah kunjungan ANC.

B. Menentukan jenis kelamin janin.

C. Mengidentifikasi komplikasi sedini mungkin agar dapat dilakukan penanganan atau rujukan tepat waktu.

D. Mengurangi biaya pelayanan.

E. Menentukan berat badan ibu.

Jawaban: C

Pembahasan:
Skrining bertujuan mendeteksi faktor risiko sejak dini sehingga komplikasi dapat dicegah.

Soal 7

Seorang ibu hamil menolak imunisasi tetanus karena informasi yang diperoleh dari media sosial. Sikap Bidan yang paling tepat adalah….

A. Memaksa pasien.

B. Menghentikan pelayanan.

C. Memberikan edukasi berdasarkan bukti ilmiah dan menghormati hak pasien dalam mengambil keputusan.

D. Mengabaikan penolakan pasien.

E. Menyerahkan keputusan kepada keluarga.

Jawaban: C

Pembahasan:
Komunikasi efektif dan edukasi berbasis bukti merupakan bagian dari pelayanan profesional.

Soal 8

Dalam penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), tindakan yang paling efektif untuk mencegah infeksi silang adalah….

A. Menggunakan sarung tangan sepanjang hari.

B. Melakukan kebersihan tangan sesuai lima momen WHO.

C. Menggunakan masker kain.

D. Membersihkan alat seminggu sekali.

E. Menggunakan antiseptik setelah pelayanan selesai.

Jawaban: B

Pembahasan:
Hand hygiene merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penularan infeksi.

Soal 9

Pada pemeriksaan bayi usia 6 bulan ditemukan berat badan tidak meningkat sesuai kurva pertumbuhan. Tindakan Bidan yang paling tepat adalah….

A. Menunggu hingga bulan berikutnya.

B. Memberikan antibiotik.

C. Melakukan pengkajian penyebab, memberikan konseling gizi kepada orang tua, serta menentukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

D. Menghentikan ASI.

E. Memberikan vitamin tanpa evaluasi.

Jawaban: C

Pembahasan:
Gangguan pertumbuhan harus dievaluasi secara menyeluruh agar intervensi yang diberikan tepat.

Soal 10

Seorang ibu hamil mengalami perdarahan pada trimester ketiga. Sebagai Bidan, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Melakukan pemeriksaan dalam segera.

B. Menyarankan ibu pulang.

C. Menstabilkan kondisi pasien, memantau tanda vital, menghindari pemeriksaan dalam sebelum penyebab diketahui, dan segera merujuk.

D. Memberikan obat penguat kandungan.

E. Menunggu hingga kontraksi muncul.

Jawaban: C

Pembahasan:
Perdarahan trimester ketiga merupakan keadaan gawat darurat yang membutuhkan stabilisasi dan rujukan segera.

Soal 11

Seorang ibu nifas hari ke-2 mengeluhkan payudara bengkak, nyeri saat menyusui, dan ASI belum keluar lancar. Bayi tampak rewel karena kesulitan menyusu. Tindakan Bidan yang paling tepat adalah….

A. Menghentikan pemberian ASI sementara.

B. Memberikan susu formula sebagai pengganti.

C. Melakukan penilaian teknik menyusui, memberikan edukasi perlekatan yang benar, menyarankan menyusui lebih sering, dan mengajarkan kompres hangat sebelum menyusui.

D. Memberikan antibiotik.

E. Menyarankan ibu menghentikan menyusui.

Jawaban: C

Pembahasan:
Bendungan ASI umumnya disebabkan oleh pengosongan payudara yang tidak optimal. Edukasi teknik menyusui dan perlekatan yang benar merupakan intervensi utama.

Soal 12

Seorang ibu hamil usia kehamilan 30 minggu mengeluhkan gerakan janin berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Tindakan Bidan yang paling tepat adalah….

A. Menyuruh ibu pulang dan menunggu hingga besok.

B. Memberikan vitamin.

C. Melakukan pengkajian kondisi ibu dan janin, memeriksa denyut jantung janin, serta merujuk apabila ditemukan tanda kegawatan.

D. Menyarankan ibu memperbanyak tidur.

E. Memberikan antibiotik.

Jawaban: C

Pembahasan:
Penurunan gerakan janin dapat menjadi tanda gangguan kesejahteraan janin sehingga memerlukan evaluasi segera.

Soal 13

Saat persalinan kala III terjadi perdarahan lebih dari normal disertai uterus lembek. Prioritas tindakan Bidan adalah….

A. Menunggu kontraksi kembali.

B. Memberikan cairan manis.

C. Melakukan manajemen aktif kala III, masase uterus, pemberian uterotonika sesuai kewenangan, serta melakukan stabilisasi dan rujukan bila diperlukan.

D. Memasang infus tanpa pemeriksaan.

E. Menunda tindakan hingga dokter datang.

Jawaban: C

Pembahasan:
Kondisi tersebut mengarah pada perdarahan postpartum akibat atonia uteri yang memerlukan penanganan segera.

Soal 14

Pada kunjungan neonatal, Bidan menemukan bayi dengan suhu tubuh 35,8°C. Tindakan yang paling tepat adalah….

A. Memandikan bayi.

B. Membiarkan bayi tanpa pakaian.

C. Menghangatkan bayi menggunakan metode yang sesuai, memantau suhu tubuh, dan mengevaluasi penyebab hipotermia.

D. Memberikan antibiotik.

E. Memberikan MPASI.

Jawaban: C

Pembahasan:
Hipotermia pada neonatus harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Soal 15

Seorang pasangan usia subur meminta informasi mengenai kontrasepsi jangka panjang. Sikap Bidan yang paling tepat adalah….

A. Memilihkan metode tanpa berdiskusi.

B. Memberikan satu pilihan kontrasepsi saja.

C. Memberikan konseling yang objektif mengenai seluruh pilihan kontrasepsi sesuai kondisi kesehatan dan kebutuhan pasangan.

D. Menolak memberikan pelayanan.

E. Meminta pasangan mencari informasi sendiri.

Jawaban: C

Pembahasan:
Konseling keluarga berencana harus bersifat komprehensif dan berpusat pada kebutuhan klien.

Soal 16

Dalam kegiatan Posyandu ditemukan balita dengan status gizi kurang berdasarkan hasil penimbangan. Langkah Bidan yang paling tepat adalah….

A. Memberikan obat tanpa pemeriksaan.

B. Mengabaikan hasil penimbangan.

C. Melakukan pengkajian penyebab, memberikan konseling gizi kepada orang tua, memantau pertumbuhan, dan melakukan rujukan bila diperlukan.

D. Menghentikan pemantauan.

E. Memberikan vitamin saja.

Jawaban: C

Pembahasan:
Penanganan balita gizi kurang memerlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi, pemantauan, dan tindak lanjut.

Soal 17

Dalam pelayanan ANC, Bidan menemukan hasil pemeriksaan hemoglobin ibu hamil sebesar 8 g/dL. Tindakan yang paling tepat adalah….

A. Menganggap hasil masih normal.

B. Memberikan tablet Fe tanpa evaluasi.

C. Menilai penyebab anemia, memberikan tata laksana sesuai kewenangan, edukasi gizi, serta merujuk bila terdapat indikasi.

D. Menghentikan pemeriksaan kehamilan.

E. Menyarankan ibu mengurangi aktivitas.

Jawaban: C

Pembahasan:
Anemia pada kehamilan memerlukan evaluasi menyeluruh karena dapat meningkatkan risiko komplikasi ibu dan janin.

Soal 18

Seorang ibu menolak pemberian vitamin K pada bayi baru lahir karena memperoleh informasi yang keliru dari media sosial. Sebagai Bidan, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Memaksa ibu menerima tindakan.

B. Mengabaikan keputusan ibu.

C. Memberikan edukasi berdasarkan bukti ilmiah mengenai manfaat vitamin K, menjelaskan risiko bila tidak diberikan, serta menghormati hak pasien dalam mengambil keputusan.

D. Membatalkan seluruh pelayanan.

E. Meminta keluarga mengambil keputusan tanpa melibatkan ibu.

Jawaban: C

Pembahasan:
Bidan harus menerapkan komunikasi efektif dan memberikan edukasi berbasis bukti sebelum pasien mengambil keputusan.

Soal 19

Dalam evaluasi mutu pelayanan ditemukan masih banyak rekam medis kebidanan yang tidak lengkap. Upaya perbaikan yang paling tepat adalah….

A. Mengabaikan hasil evaluasi.

B. Menambah jumlah pasien.

C. Melakukan audit dokumentasi, memberikan pelatihan kepada petugas, menyusun standar pencatatan, dan melakukan monitoring secara berkala.

D. Mengurangi pelayanan ANC.

E. Menghapus rekam medis lama.

Jawaban: C

Pembahasan:
Dokumentasi yang lengkap merupakan bagian penting dari mutu pelayanan, aspek hukum, dan keselamatan pasien.

Soal 20

Sebuah puskesmas mengalami peningkatan angka rujukan kasus preeklamsia berat yang datang terlambat. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar ibu hamil terlambat mengenali tanda bahaya kehamilan. Sebagai Bidan Ahli Pertama, rekomendasi yang paling tepat adalah….

A. Mengurangi jumlah kunjungan ANC.

B. Menunda kegiatan penyuluhan.

C. Memperkuat edukasi tanda bahaya kehamilan pada setiap kunjungan ANC, meningkatkan skrining faktor risiko, melibatkan keluarga dalam konseling, serta memperkuat sistem rujukan.

D. Hanya memberikan leaflet kepada ibu hamil.

E. Menunggu hingga angka rujukan menurun.

Jawaban: C

Pembahasan:
Soal HOTS ini menguji kemampuan analisis pelayanan kebidanan. Bidan dituntut mampu mengidentifikasi akar masalah, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat deteksi dini, serta mengoptimalkan sistem rujukan untuk menurunkan risiko komplikasi maternal dan neonatal.

Persiapkan diri Anda menghadapi Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama bersama Fungsional.id 

banner Soal Uji Kompetensi Bidan Mahir ke Ahli Pertama & Kunci Jawaban

Dapatkan kisi-kisi terbaru, materi sesuai standar kompetensi, 120+ soal HOTS, simulasi ujian, serta pembahasan lengkap yang disusun mengikuti pola Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Bidan. Belajar lebih terarah, tingkatkan kompetensi profesional, dan raih hasil terbaik bersama fungsional.id

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?