Menghadapi Seleksi Calon Peserta PKN Tingkat II LAN RI membutuhkan persiapan yang terarah, terutama dalam memahami materi dan membiasakan diri dengan pola soal seleksi. Peserta perlu mengasah kemampuan analisis, pemahaman kepemimpinan, hingga pengetahuan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.
Artikel ini menyajikan materi, latihan soal CAT, dan pembahasan Seleksi Calon Peserta PKN Tingkat II yang dapat digunakan sebagai bahan belajar untuk mengenali tipe soal sekaligus mengukur kesiapan sebelum mengikuti tahapan seleksi.
Daftar Isi
ToggleMengenal Seleksi Calon Peserta PKN Tingkat II LAN RI
Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II merupakan pengembangan kompetensi kepemimpinan yang ditujukan untuk membentuk pemimpin yang mampu mengelola perubahan dan mendukung peningkatan kinerja organisasi pemerintahan. Sebelum mengikuti pelatihan, calon peserta dapat melalui proses seleksi sesuai mekanisme dan ketentuan penyelenggara. Tahapan ini penting untuk melihat kesiapan peserta dari sisi pengetahuan, kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta pemahaman terhadap kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
Karena itu, persiapan seleksi tidak cukup hanya dengan menghafal materi. Peserta perlu memahami konsep dan membiasakan diri menganalisis berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepemimpinan strategis, kebijakan publik, pelayanan publik, manajemen pemerintahan, hingga perubahan organisasi. Dengan memahami karakter seleksi sejak awal, peserta dapat menentukan materi yang perlu diprioritaskan dan memperbanyak latihan soal secara lebih terarah sebelum menghadapi Seleksi Calon Peserta PKN Tingkat II LAN RI.
Materi yang Perlu Dipelajari untuk Seleksi PKN Tingkat II
Persiapan Seleksi Calon Peserta PKN Tingkat II LAN RI perlu diarahkan pada kemampuan memahami persoalan strategis sekaligus menentukan solusi yang tepat dalam konteks pemerintahan. Peserta tidak hanya membutuhkan pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan menerapkannya pada berbagai kasus. Beberapa materi yang dapat diprioritaskan antara lain:
1. Kepemimpinan Strategis
Mencakup kemampuan menetapkan arah organisasi, mengambil keputusan, membangun kolaborasi, mengelola sumber daya, serta menghadapi perubahan dan tantangan organisasi.
2. Kebijakan Publik
Peserta perlu memahami proses perumusan, implementasi, monitoring, dan evaluasi kebijakan, termasuk kemampuan mengidentifikasi masalah serta menentukan alternatif kebijakan berdasarkan data.
3. Manajemen Pemerintahan
Materi dapat mencakup tata kelola pemerintahan, koordinasi antarunit, akuntabilitas, efektivitas organisasi, manajemen kinerja, serta pengelolaan program pemerintahan.
4. Pelayanan Publik
Peserta perlu memahami prinsip pelayanan yang efektif, responsif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, termasuk penanganan pengaduan serta peningkatan kualitas layanan.
5. Manajemen Perubahan
Mencakup kemampuan mengidentifikasi kebutuhan perubahan, mengelola resistensi, membangun dukungan, serta memastikan perubahan memberikan dampak terhadap kinerja organisasi.
6. Transformasi Digital Pemerintahan
Materi dapat berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, SPBE, pengambilan keputusan berbasis data, keamanan informasi, serta inovasi digital untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan.
7. Analisis Masalah dan Pengambilan Keputusan
Peserta perlu terbiasa menghadapi studi kasus yang membutuhkan kemampuan menemukan akar masalah, menentukan prioritas, mempertimbangkan risiko, membandingkan alternatif, dan memilih keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Materi tersebut sebaiknya dipelajari melalui kombinasi antara pemahaman konsep dan latihan soal berbasis kasus/HOTS. Dengan begitu, peserta dapat terbiasa menghubungkan teori kepemimpinan dengan persoalan nyata yang mungkin dihadapi dalam organisasi pemerintahan.
Kisi-Kisi Seleksi Calon Peserta PKN Tingkat II LAN RI
Seleksi Calon Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II perlu dipersiapkan dengan fokus pada kompetensi kepemimpinan strategis yang dibutuhkan pada jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Karena itu, materi latihan sebaiknya tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan menganalisis masalah, menentukan strategi, dan mengambil keputusan. Berikut kisi-kisi yang dapat dijadikan fokus persiapan:
1. Integritas Kepemimpinan
Materi dapat mencakup:
- integritas seorang pemimpin;
- etika dalam pengambilan keputusan;
- konsistensi antara nilai dan tindakan;
- tanggung jawab terhadap keputusan;
- konflik kepentingan;
- keteladanan pemimpin;
- membangun budaya organisasi berintegritas.
2. Kepemimpinan Strategis
Peserta perlu memahami kemampuan untuk:
- menetapkan arah dan tujuan organisasi;
- menerjemahkan visi menjadi strategi;
- menentukan prioritas;
- mengelola sumber daya;
- menghadapi perubahan lingkungan;
- mengambil keputusan strategis;
- membangun kolaborasi untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Kepemimpinan Digital
Materi dapat diarahkan pada:
- transformasi digital pemerintahan;
- pemanfaatan teknologi dalam organisasi;
- pengambilan keputusan berbasis data;
- inovasi digital;
- keamanan dan tata kelola informasi;
- pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pelayanan;
- kesiapan organisasi menghadapi perubahan teknologi.
4. Kepemimpinan Kewirausahaan
Peserta perlu memahami bagaimana seorang pemimpin sektor publik dapat:
- menemukan peluang perbaikan;
- menciptakan inovasi;
- mengoptimalkan sumber daya;
- mengambil keputusan dengan mempertimbangkan risiko;
- menciptakan nilai tambah bagi organisasi;
- mendorong kreativitas dalam penyelesaian masalah.
5. Organisasi Pembelajar
Materi dapat mencakup:
- budaya belajar dalam organisasi;
- pengembangan kompetensi;
- berbagi pengetahuan;
- evaluasi pengalaman;
- pembelajaran dari kegagalan;
- pengelolaan pengetahuan;
- peningkatan kemampuan organisasi secara berkelanjutan.
6. Manajemen Strategis
Peserta perlu menguasai kemampuan:
- menganalisis lingkungan organisasi;
- mengidentifikasi isu strategis;
- menentukan sasaran;
- menyusun strategi;
- menentukan indikator keberhasilan;
- melakukan monitoring dan evaluasi;
- melakukan penyesuaian strategi berdasarkan perubahan kondisi.
7. Isu Strategis Pemerintahan
Soal dapat dikembangkan dalam bentuk kasus mengenai:
- reformasi birokrasi;
- transformasi digital;
- kualitas pelayanan publik;
- efektivitas kebijakan;
- koordinasi pusat dan daerah;
- tata kelola pemerintahan;
- pengembangan SDM aparatur;
- perubahan lingkungan strategis.
Peserta perlu mampu mengidentifikasi masalah utama sebelum menentukan solusi.
8. Kebijakan Publik
Materi dapat mencakup:
- identifikasi masalah publik;
- penyusunan agenda kebijakan;
- formulasi alternatif;
- implementasi kebijakan;
- monitoring;
- evaluasi;
- analisis dampak;
- rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
9. Kolaborasi dan Jejaring Strategis
Seorang pemimpin tidak selalu dapat menyelesaikan masalah hanya melalui unitnya sendiri. Karena itu, peserta perlu memahami:
- pemetaan pemangku kepentingan;
- komunikasi strategis;
- koordinasi lintas unit;
- kolaborasi lintas instansi;
- membangun kepercayaan;
- mengelola kepentingan berbeda;
- membangun dukungan terhadap kebijakan.
10. Manajemen Perubahan
Materi dapat menguji kemampuan peserta dalam:
- mengidentifikasi kebutuhan perubahan;
- menentukan tujuan perubahan;
- memetakan pihak yang terdampak;
- mengelola resistensi;
- membangun dukungan;
- mengomunikasikan perubahan;
- mengevaluasi keberhasilan perubahan.
11. Inovasi Sektor Publik
Peserta perlu memahami:
- identifikasi kebutuhan inovasi;
- desain solusi;
- efektivitas dan efisiensi;
- pemanfaatan teknologi;
- peningkatan kualitas pelayanan;
- pengukuran dampak inovasi;
- keberlanjutan inovasi.
12. Pelayanan Publik
Materi dapat mencakup:
- orientasi kepada masyarakat;
- standar pelayanan;
- kualitas pelayanan;
- pengelolaan pengaduan;
- transparansi;
- akuntabilitas;
- inovasi pelayanan;
- evaluasi kepuasan masyarakat.
13. Analisis Masalah Strategis
Pada bagian ini peserta dapat diberikan sebuah kasus kemudian diminta untuk:
- menemukan masalah utama;
- membedakan gejala dan akar masalah;
- menganalisis data;
- menentukan prioritas;
- memetakan risiko;
- membandingkan alternatif;
- menentukan solusi yang paling efektif.
14. Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Peserta perlu mampu membaca:
- tabel;
- grafik;
- indikator kinerja;
- target dan realisasi;
- tren;
- perbandingan data;
- informasi kuantitatif maupun kualitatif.
Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan keputusan atau rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
15. Aktualisasi Kepemimpinan Strategis
Salah satu fokus penting PKN Tingkat II adalah kemampuan mengaktualisasikan kepemimpinan strategis. Peserta perlu memahami bagaimana sebuah gagasan perubahan dapat diterjemahkan menjadi langkah yang memberikan dampak nyata terhadap organisasi.
Kemampuan yang perlu dilatih meliputi:
- menentukan isu prioritas;
- merumuskan gagasan perubahan;
- membangun dukungan stakeholder;
- menentukan tahapan implementasi;
- menetapkan indikator keberhasilan;
- mengelola risiko;
- menjaga keberlanjutan perubahan.
Contoh Soal Seleksi PKN Tingkat II LAN RI dan Pembahasan
Latihan berikut dirancang untuk menguji kemampuan analisis masalah, kepemimpinan strategis, pengambilan keputusan, kolaborasi, inovasi, manajemen perubahan, hingga pemanfaatan data. Setiap soal menggunakan pendekatan situasional agar peserta terbiasa menghadapi persoalan yang membutuhkan pertimbangan strategis.
Soal 1 — Integritas Kepemimpinan
Seorang kepala unit mengetahui bahwa capaian kinerja tahun berjalan hanya 82% dari target. Tim mengusulkan agar metode perhitungan diubah sehingga capaian terlihat menjadi 96%, meskipun tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Tindakan paling tepat adalah….
A. Menyetujui agar citra organisasi tetap baik
B. Mengubah target agar sesuai realisasi
C. Menyajikan capaian berdasarkan data sebenarnya, menganalisis penyebab kesenjangan, dan menyusun perbaikan
D. Tidak memasukkan indikator tersebut dalam laporan
E. Menggunakan angka rata-rata tahun sebelumnya
Jawaban: C
Pembahasan: Pemimpin berintegritas harus menjaga validitas data sekaligus bertanggung jawab terhadap hasil organisasi. Kinerja yang belum mencapai target seharusnya menjadi dasar evaluasi dan perbaikan.
Soal 2 — Kepemimpinan Strategis
Sebuah instansi memiliki lima program prioritas, tetapi anggaran tahun berikutnya berkurang 25%. Seluruh kepala unit meminta program mereka tetap dipertahankan.
Apa langkah paling strategis?
A. Mengurangi anggaran setiap program sebesar 25%
B. Mempertahankan program pimpinan tertinggi
C. Mengevaluasi program berdasarkan dampak, urgensi, mandat, kinerja, dan kesesuaiannya dengan sasaran strategis
D. Menghentikan seluruh program baru
E. Membagi anggaran secara sama
Jawaban: C
Pembahasan: Pemimpin strategis menentukan prioritas berdasarkan dampak dan tujuan organisasi, bukan sekadar membagi sumber daya secara merata.
Soal 3 — Kepemimpinan Digital
Instansi meluncurkan layanan digital baru, tetapi hanya 35% pegawai mampu mengoperasikannya dengan baik. Target implementasi penuh adalah tiga bulan.
Tindakan terbaik adalah….
A. Membatalkan digitalisasi
B. Memaksa seluruh pegawai langsung menggunakan sistem
C. Memetakan kesenjangan kompetensi, menyediakan pelatihan terarah, pendampingan, dan monitoring adopsi sistem
D. Menyerahkan seluruh pekerjaan kepada tim IT
E. Mempertahankan sistem manual tanpa batas waktu
Jawaban: C
Pembahasan: Transformasi digital tidak cukup dengan menyediakan teknologi. Pemimpin perlu mengelola SDM, kompetensi, proses, dan perubahan organisasi.
Soal 4 — Kepemimpinan Kewirausahaan
Anggaran instansi terbatas, sementara masyarakat meminta peningkatan kualitas layanan. Apa pendekatan paling tepat?
A. Menunggu tambahan anggaran
B. Mengurangi standar pelayanan
C. Mengidentifikasi proses tidak efisien dan mengembangkan inovasi yang memberikan dampak tinggi dengan sumber daya yang tersedia
D. Mengurangi jumlah pengguna layanan
E. Menghentikan inovasi
Jawaban: C
Pembahasan: Kepemimpinan kewirausahaan sektor publik menekankan kemampuan menciptakan nilai tambah dan inovasi dengan mengoptimalkan sumber daya.
Soal 5 — Organisasi Pembelajar
Kesalahan yang sama terus terjadi pada beberapa unit meskipun evaluasi telah dilakukan setiap tahun.
Langkah terbaik adalah….
A. Menambah jumlah evaluasi
B. Memberikan teguran kepada seluruh pegawai
C. Mengidentifikasi akar masalah, mendokumentasikan pembelajaran, memperbaiki proses, dan membagikan praktik perbaikan antarunit
D. Mengganti seluruh anggota tim
E. Mengurangi target
Jawaban: C
Pembahasan: Organisasi pembelajar tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi memastikan hasil evaluasi menjadi pengetahuan dan perubahan proses.
Soal 6 — Manajemen Strategis
Sebuah program memiliki serapan anggaran 98%, tetapi hanya menghasilkan 60% target manfaat.
Kesimpulan paling tepat adalah….
A. Program berhasil karena anggaran terserap tinggi
B. Program gagal sepenuhnya
C. Perlu mengevaluasi hubungan antara penggunaan sumber daya, output, dan dampak program
D. Anggaran harus ditambah
E. Target harus diturunkan
Jawaban: C
Pembahasan: Serapan anggaran tidak otomatis menunjukkan keberhasilan. Evaluasi perlu melihat apakah sumber daya menghasilkan output dan outcome yang diharapkan.
Soal 7 — Isu Strategis Pemerintahan
Pengaduan masyarakat meningkat 40% dalam enam bulan. Sebagian besar berkaitan dengan waktu layanan yang terlalu lama.
Langkah pertama yang paling tepat adalah….
A. Menambah petugas
B. Mengurangi standar waktu pelayanan
C. Menganalisis proses layanan dan data pengaduan untuk menemukan titik hambatan utama
D. Membatasi jumlah pengaduan
E. Membuat kampanye citra pelayanan
Jawaban: C
Pembahasan: Sebelum menentukan solusi, pemimpin perlu memastikan akar masalah berdasarkan data.
Soal 8 — Kebijakan Publik
Sebuah kebijakan baru berhasil meningkatkan akses layanan sebesar 30%, tetapi biaya operasional meningkat 70%.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
A. Menghentikan kebijakan
B. Mempertahankan tanpa perubahan
C. Mengevaluasi efektivitas, efisiensi, manfaat, biaya, dan alternatif penyempurnaan kebijakan
D. Mengurangi jumlah penerima layanan
E. Mengabaikan peningkatan biaya
Jawaban: C
Pembahasan: Evaluasi kebijakan harus mempertimbangkan hasil sekaligus penggunaan sumber daya.
Soal 9 — Kolaborasi Strategis
Program penanganan kemiskinan melibatkan lima instansi, tetapi masing-masing menggunakan data penerima yang berbeda.
Tindakan strategis adalah….
A. Membiarkan setiap instansi menggunakan datanya
B. Menggunakan data instansi dengan anggaran terbesar
C. Membangun mekanisme integrasi dan validasi data bersama serta menyepakati tata kelola penggunaannya
D. Membuat data baru tanpa melibatkan instansi lain
E. Menyerahkan keputusan kepada satu instansi
Jawaban: C
Pembahasan: Masalah lintas sektor membutuhkan kolaborasi, kesepakatan, dan tata kelola data bersama.
Soal 10 — Manajemen Perubahan
Sebanyak 60% pegawai menolak sistem kerja baru karena merasa perubahan akan menambah beban.
Tindakan terbaik adalah….
A. Memberlakukan sistem tanpa komunikasi
B. Membatalkan perubahan
C. Mengidentifikasi penyebab resistensi, menjelaskan manfaat, melibatkan pegawai, menyediakan dukungan, dan melakukan implementasi terukur
D. Mengganti pegawai yang menolak
E. Menunda tanpa batas waktu
Jawaban: C
Pembahasan: Resistensi perlu dikelola melalui komunikasi, keterlibatan, dukungan, dan implementasi perubahan yang terencana.
Soal 11 — Inovasi Sektor Publik
Sebuah aplikasi pelayanan baru memperoleh banyak penghargaan, tetapi hanya digunakan oleh 12% masyarakat sasaran.
Bagaimana sebaiknya pemimpin menilai inovasi tersebut?
A. Berhasil karena memperoleh penghargaan
B. Gagal karena pengguna sedikit
C. Mengevaluasi tingkat adopsi, kebutuhan pengguna, kemudahan akses, manfaat, dan dampak aktual
D. Menambah fitur sebanyak mungkin
E. Mengganti nama aplikasi
Jawaban: C
Pembahasan: Keberhasilan inovasi publik terutama dilihat dari manfaat dan dampaknya, bukan sekadar penghargaan atau kebaruan.
Soal 12 — Pelayanan Publik
Data menunjukkan rata-rata waktu layanan 20 menit. Namun, 25% masyarakat membutuhkan lebih dari 60 menit.
Langkah terbaik adalah….
A. Menyimpulkan layanan sudah baik berdasarkan rata-rata
B. Mengabaikan kelompok 25%
C. Menganalisis distribusi waktu layanan dan karakteristik kasus yang mengalami keterlambatan
D. Mengubah target menjadi 60 menit
E. Menghapus data ekstrem
Jawaban: C
Pembahasan: Rata-rata dapat menyembunyikan masalah. Pemimpin perlu membaca data secara lebih mendalam sebelum mengambil keputusan.
Soal 13 — Analisis Masalah Strategis
Produktivitas pegawai menurun 15%. Survei menunjukkan beberapa kemungkinan penyebab: sistem lambat, koordinasi buruk, beban tidak merata, dan kompetensi digital rendah.
Apa tindakan pertama?
A. Menambah pegawai
B. Mengganti sistem
C. Memvalidasi faktor penyebab dan menentukan akar masalah yang paling berpengaruh
D. Memberikan teguran
E. Menurunkan target
Jawaban: C
Pembahasan: Keputusan strategis harus dimulai dengan diagnosis masalah yang valid, bukan langsung memilih solusi.
Soal 14 — Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Wilayah A memiliki 1.000 pengaduan dari 100.000 pengguna. Wilayah B memiliki 600 pengaduan dari 30.000 pengguna.
Wilayah mana yang memerlukan perhatian lebih berdasarkan proporsi pengaduan?
A. A karena jumlah absolut lebih tinggi
B. B karena tingkat pengaduannya lebih tinggi
C. Keduanya sama
D. Tidak dapat dibandingkan
E. A karena pengguna lebih banyak
Jawaban: B
Pembahasan:
A = 1.000/100.000 = 1%.
B = 600/30.000 = 2%.
Secara proporsional, Wilayah B memiliki tingkat pengaduan lebih tinggi.
Soal 15 — Aktualisasi Kepemimpinan Strategis
Seorang peserta memiliki gagasan perubahan yang sangat inovatif, tetapi membutuhkan teknologi mahal dan belum mendapat dukungan stakeholder.
Apa langkah terbaik?
A. Tetap menjalankan seluruh rencana
B. Membatalkan gagasan
C. Memetakan stakeholder, menguji kelayakan, menentukan prioritas, dan menyusun implementasi bertahap
D. Menunggu anggaran tanpa melakukan apa pun
E. Mengurangi target tanpa analisis
Jawaban: C
Pembahasan: Gagasan perubahan perlu realistis, mendapatkan dukungan, terukur, dan dapat diimplementasikan.
Soal 16 — Stakeholder Management
Sebuah program strategis ditolak masyarakat karena informasi yang beredar tidak lengkap.
Apa langkah terbaik?
A. Tetap menjalankan program tanpa komunikasi
B. Menghentikan program
C. Memetakan kepentingan stakeholder, membuka komunikasi berbasis data, mendengarkan kekhawatiran, dan menjelaskan tujuan serta dampak program
D. Membatasi kritik
E. Hanya berkomunikasi melalui media sosial
Jawaban: C
Pembahasan: Dukungan stakeholder dibangun melalui komunikasi dua arah, transparansi, dan pengelolaan kepentingan.
Soal 17 — HOTS: Konflik Prioritas
Pimpinan pusat meminta percepatan program A. Data daerah menunjukkan program B memiliki dampak yang lebih mendesak bagi masyarakat.
Apa tindakan terbaik?
A. Mengabaikan arahan pusat
B. Menjalankan A saja
C. Menyampaikan data dan analisis kepada pimpinan, kemudian mencari penyelarasan prioritas tanpa mengabaikan mandat organisasi
D. Menjalankan B secara diam-diam
E. Menghentikan keduanya
Jawaban: C
Pembahasan: Pemimpin perlu menggabungkan kepatuhan organisasi, komunikasi strategis, dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
Soal 18 — HOTS: Risiko Transformasi Digital
Digitalisasi layanan berhasil menurunkan biaya 30%, tetapi masyarakat lanjut usia mengalami kesulitan mengakses layanan.
Keputusan terbaik adalah….
A. Menghentikan digitalisasi
B. Mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan aplikasi
C. Mempertahankan digitalisasi sambil menyediakan dukungan atau kanal layanan yang inklusif bagi kelompok yang membutuhkan
D. Mengabaikan kelompok tersebut
E. Menyerahkan layanan kepada keluarga pengguna
Jawaban: C
Pembahasan: Transformasi digital harus meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan aksesibilitas dan inklusivitas pelayanan.
Soal 19 — HOTS: Keterbatasan Anggaran
Anggaran hanya cukup membiayai dua dari empat program berikut:
- Program A: dampak tinggi, biaya tinggi.
- Program B: dampak sedang, biaya rendah.
- Program C: dampak rendah, biaya tinggi.
- Program D: dampak tinggi, biaya sedang.
Apa prinsip utama dalam menentukan pilihan?
A. Memilih program termurah
B. Memilih program paling populer
C. Membandingkan dampak, biaya, urgensi, risiko, dan keselarasan strategis
D. Membagi anggaran sama rata
E. Memilih berdasarkan urutan pengajuan
Jawaban: C
Pembahasan: Prioritas strategis memerlukan analisis value for money, dampak, urgensi, risiko, dan tujuan organisasi.
Soal 20 — HOTS: Krisis Pelayanan
Sistem pelayanan utama mengalami gangguan nasional selama beberapa jam dan antrean masyarakat meningkat cepat.
Sebagai pimpinan, tindakan terbaik adalah….
A. Menunggu sistem kembali normal
B. Menutup seluruh layanan
C. Mengaktifkan rencana kontinuitas layanan, memberikan informasi transparan, menentukan layanan prioritas, dan berkoordinasi dengan pihak teknis
D. Menyalahkan penyedia sistem
E. Meminta masyarakat datang minggu depan
Jawaban: C
Pembahasan: Dalam krisis, pemimpin harus menjaga kontinuitas layanan, komunikasi, koordinasi, dan prioritas.
Soal 21 — HOTS: Kinerja Tim
Satu unit selalu mencapai target, tetapi survei menunjukkan pegawai mengalami beban kerja berlebihan dan tingkat pergantian pegawai meningkat.
Apa kesimpulan paling tepat?
A. Unit berkinerja sangat baik
B. Target harus dinaikkan
C. Kinerja perlu dievaluasi bersama aspek keberlanjutan, distribusi beban, dan kesehatan organisasi
D. Survei pegawai tidak relevan
E. Tidak perlu perubahan selama target tercapai
Jawaban: C
Pembahasan: Kinerja strategis tidak hanya melihat output jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan kapasitas organisasi.
Soal 22 — HOTS: Data dan Tekanan
Data terbaru menunjukkan program unggulan pimpinan tidak memberikan dampak sesuai target. Tim khawatir menyampaikan hasil tersebut.
Apa tindakan terbaik sebagai pemimpin?
A. Menunda publikasi data
B. Mengubah indikator
C. Mendorong penyampaian data objektif, mengevaluasi program, dan menggunakan temuan sebagai dasar perbaikan
D. Menghapus hasil negatif
E. Mengganti tim evaluasi
Jawaban: C
Pembahasan: Kepemimpinan strategis membutuhkan integritas data dan budaya organisasi yang mendukung pembelajaran.
Soal 23 — HOTS: Kolaborasi Lintas Instansi
Tiga instansi memiliki program serupa, tetapi menggunakan indikator keberhasilan berbeda sehingga hasil sulit dibandingkan.
Apa langkah paling tepat?
A. Membiarkan indikator masing-masing
B. Menggunakan indikator instansi terbesar
C. Menyepakati tujuan bersama, indikator inti, mekanisme pertukaran data, dan evaluasi kolaboratif
D. Menghapus indikator
E. Menyerahkan seluruh program kepada satu instansi
Jawaban: C
Pembahasan: Kolaborasi membutuhkan tujuan, indikator, tata kelola, dan evaluasi bersama.
Soal 24 — HOTS: Keberlanjutan Inovasi
Sebuah inovasi berjalan baik selama dipimpin pencetusnya, tetapi berhenti setelah pimpinan tersebut pindah.
Masalah utama yang paling mungkin adalah….
A. Inovasi terlalu sederhana
B. Kurangnya institusionalisasi dan sistem keberlanjutan
C. Terlalu banyak pegawai
D. Anggaran terlalu besar
E. Target terlalu rendah
Jawaban: B
Pembahasan: Inovasi yang bergantung pada satu individu belum terinstitusionalisasi. Keberlanjutan membutuhkan proses, kepemilikan organisasi, dokumentasi, SDM, dan mekanisme evaluasi.
Soal 25 — HOTS Integratif
Sebuah instansi menghadapi kondisi berikut:
- kepuasan masyarakat turun;
- anggaran berkurang 20%;
- layanan digital baru hanya digunakan 30% masyarakat;
- pegawai menolak perubahan;
- tiga instansi mitra memiliki data berbeda;
- pimpinan meminta hasil terlihat dalam enam bulan.
Strategi paling tepat adalah….
A. Fokus meningkatkan citra organisasi
B. Menambah fitur aplikasi sebanyak mungkin
C. Memvalidasi akar masalah, menentukan prioritas berbasis dampak, menyelaraskan data dengan stakeholder, mengelola resistensi, memperbaiki layanan berdasarkan kebutuhan pengguna, dan menetapkan indikator hasil enam bulan yang realistis
D. Menghentikan transformasi digital
E. Membagi anggaran sama rata ke seluruh program
Jawaban: C
Pembahasan: Kasus ini membutuhkan pendekatan kepemimpinan strategis yang menggabungkan analisis data, prioritas, kolaborasi, manajemen perubahan, inovasi, efisiensi sumber daya, dan orientasi pelayanan.
Persiapkan Seleksi PKN Tingkat II

Perkuat kemampuan analisis dan kepemimpinan strategis melalui latihan yang konsisten. Yuk, akses latihan soal CAT PKN Tingkat II dan pembahasan lengkap di Fungsional.id
