Pendidikan Alih Golongan (PAG) Bintara ke Perwira Polri merupakan salah satu jalur pengembangan karier bagi anggota Polri untuk beralih dari golongan Bintara menuju jenjang Perwira. Program ini tidak hanya berkaitan dengan kenaikan jenjang kepangkatan, tetapi juga menuntut kesiapan kompetensi, kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, serta pemahaman yang lebih luas terhadap tugas dan tanggung jawab kepolisian.
Untuk dapat mengikuti pendidikan tersebut, peserta harus melalui rangkaian seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk tahapan akademik berbasis Computer Assisted Test (CAT). Karena itu, persiapan perlu dilakukan dengan memahami materi yang diujikan dan membiasakan diri mengerjakan soal yang menuntut analisis. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari persyaratan umum mengikuti seleksi, kisi-kisi materi CAT PAG Bintara ke Perwira Polri, serta contoh soal lengkap dengan pembahasan yang dapat digunakan sebagai bahan latihan sebelum menghadapi ujian.
Persyaratan Umum Ikut Ujian CAT Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG)
Sebelum mengikuti tahapan ujian CAT, peserta Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) Bintara ke Perwira Polri harus memenuhi sejumlah ketentuan administratif dan kedinasan. Persyaratan dapat berbeda sesuai pangkat, riwayat pendidikan, jabatan, serta kondisi masing-masing personel. Untuk PAG Tahun Anggaran 2026, ketentuan resmi antara lain mencakup pangkat Aipda tertentu dan Aiptu.
Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan meliputi:
- Berpangkat Aipda atau Aiptu sesuai ketentuan. Khusus Aipda, ketentuan ditujukan bagi personel yang berasal dari lulusan Diktuk Tamtama dan memiliki MDDP Aipda minimal 2 tahun.
- Memenuhi ketentuan usia, yaitu berada pada rentang 46 sampai 54 tahun sesuai persyaratan PAG TA 2026.
- Sedang atau pernah menduduki jabatan Inspektur Polisi sesuai ketentuan yang berlaku.
- Bagi Aiptu yang belum pernah menduduki jabatan Inspektur Polisi, dapat memenuhi kriteria tertentu, antara lain memiliki ijazah minimal S-1 dengan program studi terakreditasi, sedang menduduki jabatan Bhabinkamtibmas sesuai ketentuan, atau termasuk kategori tertentu karena mengalami cacat fisik dalam tugas.
- Ditunjuk oleh pimpinan yang berwenang untuk mengikuti Seleksi PAG Bintara ke Perwira Polri.
- Memiliki kinerja yang baik serta mendapatkan rekomendasi dari pimpinan satuan kerja atau satuan wilayah yang berwenang.
- Memiliki kondisi mental yang baik, dibuktikan melalui Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) dari Divpropam Polri atau Bidpropam Polda.
- Memenuhi ketentuan integritas, ideologi, dan perilaku sebagaimana dipersyaratkan dalam seleksi PAG.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dinyatakan melalui surat pernyataan sesuai ketentuan.
Persyaratan tersebut perlu diperiksa kembali pada pengumuman resmi seleksi di tahun berjalan karena ketentuan PAG dapat mengalami penyesuaian. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, peserta dapat mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi berikutnya, termasuk ujian CAT yang menguji penguasaan materi serta kemampuan memahami dan menganalisis soal.
Kisi-Kisi Soal Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) Bintara ke Perwira Polri
Untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian CAT PAG, Anda perlu memahami materi kepolisian, peraturan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan analisis dan pengambilan keputusan. Berikut beberapa kisi-kisi yang dapat digunakan sebagai acuan belajar dan latihan soal.
1. Pengetahuan Umum Kepolisian
Materi ini mencakup tugas pokok, fungsi, kewenangan, serta peran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Anda perlu memahami bagaimana kewenangan kepolisian diterapkan dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.
2. Peraturan Perundang-undangan Kepolisian
Pemahaman terhadap regulasi menjadi bagian penting karena seorang Perwira dituntut mampu mengambil keputusan berdasarkan dasar hukum yang tepat. Materi latihan dapat mencakup Undang-Undang Kepolisian, KUHP, KUHAP, ketentuan disiplin, kode etik profesi, serta regulasi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian.
3. Wawasan Kebangsaan
Materi wawasan kebangsaan mencakup Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, wawasan nusantara, dan kewarganegaraan. Materi serupa juga menjadi bagian dari tes akademik CAT pada beberapa seleksi resmi Polri.
4. Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan
Peserta perlu memahami prinsip kepemimpinan, pembagian tugas, pengendalian anggota, penyelesaian konflik, serta penentuan prioritas dalam situasi kedinasan. Latihan soal pada bagian ini dapat berupa studi kasus yang meminta Anda memilih tindakan paling tepat sebagai calon Perwira.
5. Manajemen Operasional Kepolisian
Materi ini berkaitan dengan perencanaan kegiatan, pengorganisasian personel, pelaksanaan tugas, pengawasan, serta evaluasi. Anda perlu mampu membaca situasi, menentukan kebutuhan sumber daya, dan memilih langkah operasional yang efektif sesuai kondisi lapangan.
6. Etika Profesi dan Integritas Polri
Pemahaman terhadap etika profesi diperlukan untuk menghadapi situasi yang melibatkan konflik kepentingan, penggunaan kewenangan, pelayanan masyarakat, tanggung jawab atasan terhadap bawahan, serta kepatuhan terhadap aturan kedinasan.
7. Pelayanan Publik dan Pemeliharaan Kamtibmas
Materi latihan dapat mencakup pelayanan kepolisian, komunikasi dengan masyarakat, penanganan pengaduan, pencegahan gangguan keamanan, serta langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Soal dapat disajikan dalam bentuk kasus sehingga Anda perlu menentukan respons yang paling tepat dan proporsional.
8. Penalaran Analitis dan Pemecahan Masalah
Pada bagian ini, Anda perlu berlatih membaca informasi, menemukan hubungan sebab-akibat, menentukan kesimpulan, mengurutkan prioritas, serta menyelesaikan persoalan berdasarkan beberapa kondisi sekaligus. Kemampuan ini penting ketika soal tidak hanya menanyakan hafalan, tetapi menuntut analisis sebelum menentukan jawaban.
9. Penalaran Numerik
Latihan dapat mencakup persentase, rasio, perbandingan, tabel, grafik, serta perhitungan sederhana yang berkaitan dengan analisis data. Tes penalaran numerik juga digunakan sebagai bagian dari tes akademik CAT pada beberapa jalur seleksi Polri.
10. Analisis Situasi dan Studi Kasus Kepolisian
Materi ini menggabungkan pemahaman aturan, kepemimpinan, etika, dan pengambilan keputusan. Anda dapat menemukan kasus mengenai penanganan anggota, pelayanan masyarakat, konflik di lapangan, pengamanan kegiatan, atau pelaksanaan tugas yang mengharuskan Anda memilih tindakan paling tepat berdasarkan kewenangan dan prinsip profesionalisme.
Dengan menguasai materi tersebut, Anda dapat memperluas kesiapan menghadapi soal yang tidak hanya menguji ingatan, tetapi juga menuntut kemampuan menerapkan aturan, membaca situasi, serta mengambil keputusan secara logis.
Contoh Soal Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) Bintara ke Perwira Polri
Berikut beberapa contoh soal yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan analisis, pemahaman regulasi, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan dalam Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) Bintara ke Perwira Polri
Soal 1
Seorang anggota menerima perintah lisan dari atasannya untuk mempercepat proses penanganan suatu perkara. Setelah diperiksa, sebagian perintah tersebut berpotensi bertentangan dengan prosedur hukum yang berlaku. Tindakan paling tepat yang harus dilakukan adalah ….
A. Melaksanakan seluruh perintah karena berasal dari atasan langsung
B. Menunda seluruh proses sampai ada pergantian pimpinan
C. Menjelaskan potensi pelanggaran prosedur dan meminta penegasan perintah sesuai ketentuan hukum
D. Mengabaikan perintah dan langsung melaporkan atasan kepada pihak eksternal
E. Menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada anggota lain
Jawaban: C
Pembahasan:
Kepatuhan kepada atasan tetap harus berada dalam koridor hukum. Jika terdapat potensi pelanggaran prosedur, langkah yang tepat adalah menyampaikan keberatan secara profesional dan meminta penegasan agar tindakan yang diambil tetap sesuai ketentuan.
Soal 2
Dalam sebuah wilayah, terjadi peningkatan laporan pencurian kendaraan bermotor pada malam hari. Data menunjukkan sebagian besar kejadian terjadi di tiga lokasi yang sama. Sebagai perwira pengendali, langkah awal yang paling tepat adalah ….
A. Menambah patroli secara acak di seluruh wilayah
B. Menganalisis pola waktu dan lokasi kejadian lalu memusatkan patroli pada titik rawan
C. Menunggu jumlah laporan meningkat agar pola lebih jelas
D. Mengalihkan seluruh personel ke fungsi penyidikan
E. Mengurangi kegiatan patroli agar personel dapat beristirahat
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengambilan keputusan operasional sebaiknya berbasis data. Analisis pola kejadian memungkinkan penempatan personel secara lebih efektif sehingga patroli dapat difokuskan pada waktu dan lokasi yang memiliki risiko tertinggi.
Soal 3
Seorang anggota diketahui memiliki hubungan keluarga dengan salah satu pihak yang sedang diperiksa dalam suatu perkara. Meskipun anggota tersebut mengaku dapat tetap objektif, langkah paling tepat untuk menjaga integritas proses adalah ….
A. Membiarkan anggota tetap menangani perkara karena belum terbukti memihak
B. Meminta anggota tersebut membuat surat pernyataan objektif
C. Menempatkan anggota sebagai pengawas perkara
D. Mengalihkan penanganan perkara kepada personel lain untuk menghindari konflik kepentingan
E. Menghentikan perkara sampai hubungan keluarga tersebut tidak lagi menjadi masalah
Jawaban: D
Pembahasan:
Konflik kepentingan dapat memengaruhi objektivitas atau menimbulkan persepsi ketidaknetralan. Pengalihan penanganan kepada personel lain merupakan langkah yang lebih tepat untuk menjaga integritas proses.
Soal 4
Dalam satu bulan, sebuah satuan menerima 240 laporan masyarakat. Sebanyak 35% merupakan laporan gangguan ketertiban, 25% terkait pelayanan administrasi, dan sisanya merupakan laporan lain.
Jumlah laporan lain adalah ….
A. 72 laporan
B. 84 laporan
C. 90 laporan
D. 96 laporan
E. 108 laporan
Jawaban: D
Pembahasan:
Total persentase dua kategori pertama adalah 35% + 25% = 60%. Sisanya 40%.
40% × 240 = 96 laporan.
Soal 5
Dalam pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat, seorang perwira menemukan dua kondisi sekaligus: jumlah peserta melebihi perkiraan dan jalur evakuasi mulai terhalang. Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Membubarkan kegiatan tanpa melakukan koordinasi
B. Memusatkan perhatian hanya pada jumlah peserta
C. Mengabaikan jalur evakuasi selama situasi masih tertib
D. Menunggu instruksi lebih lanjut meskipun risiko meningkat
E. Menata ulang pengamanan, membuka jalur evakuasi, dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara
Jawaban: E
Pembahasan:
Keselamatan dan ketertiban harus ditangani secara bersamaan. Penataan ulang pengamanan, pembukaan jalur evakuasi, serta koordinasi dengan penyelenggara merupakan langkah yang paling proporsional untuk mengurangi risiko.
Soal 6
Dalam evaluasi bulanan, sebuah satuan menemukan bahwa 18 dari 120 laporan pelayanan masyarakat mengalami keterlambatan tindak lanjut. Pimpinan ingin menurunkan tingkat keterlambatan menjadi maksimal 5%.
Jumlah maksimal laporan terlambat yang masih dapat ditoleransi dari 120 laporan adalah ….
A. 4 laporan
B. 5 laporan
C. 6 laporan
D. 7 laporan
E. 8 laporan
Jawaban: C
Pembahasan:
Batas maksimal 5% dari 120 laporan adalah 0,05 × 120 = 6 laporan. Artinya, jumlah keterlambatan harus ditekan dari 18 menjadi paling banyak 6 laporan.
Soal 7
Seorang perwira menerima informasi dari dua sumber mengenai potensi gangguan keamanan. Sumber pertama memiliki rekam jejak akurat, sedangkan sumber kedua belum pernah diverifikasi. Kedua informasi mengarah pada lokasi yang sama tetapi berbeda dalam waktu kejadian.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan informasi dari sumber pertama saja dan mengabaikan sumber kedua
B. Menunggu kejadian benar-benar terjadi sebelum mengambil tindakan
C. Menyebarkan kedua informasi kepada masyarakat agar lebih waspada
D. Melakukan verifikasi silang, menilai tingkat risiko, lalu menyiapkan langkah pencegahan secara proporsional
E. Menganggap kedua informasi tidak valid karena terdapat perbedaan waktu
Jawaban: D
Pembahasan:
Informasi yang berbeda tidak seharusnya langsung ditolak. Langkah yang tepat adalah melakukan verifikasi silang, menilai kredibilitas sumber, dan menyiapkan tindakan pencegahan berdasarkan tingkat risiko yang telah dianalisis.
Soal 8
Dalam sebuah tim, dua anggota berselisih karena perbedaan cara menangani tugas lapangan. Konflik mulai memengaruhi koordinasi dan kualitas pelayanan.
Sebagai pimpinan, tindakan paling efektif adalah ….
A. Memindahkan salah satu anggota tanpa mendengar penjelasan
B. Memanggil kedua anggota, mengidentifikasi akar masalah, lalu menyepakati pembagian tugas dan mekanisme koordinasi
C. Membiarkan konflik selesai dengan sendirinya agar anggota belajar beradaptasi
D. Memberikan hukuman yang sama kepada keduanya tanpa pemeriksaan
E. Menyerahkan penyelesaian sepenuhnya kepada anggota senior lainnya
Jawaban: B
Pembahasan:
Konflik kerja perlu diselesaikan secara objektif dengan memahami penyebabnya. Mediasi, klarifikasi tugas, dan penetapan mekanisme koordinasi membantu memulihkan kerja sama tanpa mengabaikan akuntabilitas.
Soal 9
Sebuah operasi melibatkan 60 personel. Sebanyak 40% ditempatkan pada pengamanan titik utama, 25% pada patroli, dan sisanya pada fungsi pendukung.
Jumlah personel pada fungsi pendukung adalah ….
A. 18 personel
B. 19 personel
C. 20 personel
D. 21 personel
E. 22 personel
Jawaban: D
Pembahasan:
Personel pada dua fungsi pertama adalah 40% + 25% = 65%. Sisanya 35%.
35% × 60 = 21 personel.
Soal 10
Dalam penanganan pengaduan masyarakat, seorang perwira mengetahui bahwa laporan tersebut juga menyangkut personel di bawah komandonya. Informasi awal belum cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Menutup laporan untuk menjaga nama baik satuan
B. Langsung memberikan sanksi agar menjadi contoh bagi anggota lain
C. Menunda proses sampai perhatian publik berkurang
D. Menyerahkan sepenuhnya kepada anggota yang dilaporkan untuk memberikan klarifikasi
E. Memastikan pengaduan ditangani secara objektif, mengumpulkan fakta, dan mencegah intervensi terhadap proses pemeriksaan
Jawaban: E
Pembahasan:
Penanganan pengaduan harus menjaga objektivitas dan asas praduga tak bersalah. Fakta perlu dikumpulkan terlebih dahulu, sementara pimpinan memastikan proses tidak dipengaruhi konflik kepentingan atau intervensi.
Uji Kesiapan Anda Menghadapi CAT PAG Sebelum Hari Seleksi Disini!

Memahami materi saja belum cukup jika Anda belum terbiasa mengerjakan soal dengan batas waktu dan tingkat analisis yang tinggi. Latihan yang rutin dapat membantu Anda mempercepat proses memahami soal, mengurangi kesalahan, serta meningkatkan ketepatan saat menentukan jawaban pada ujian CAT PAG.
Jika ingin menambah porsi latihan, Anda dapat mengakses fungsional.id untuk mengerjakan lebih banyak soal Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) Bintara ke Perwira Polri lengkap dengan pembahasannya. Gunakan latihan tersebut untuk mengevaluasi kemampuan dan memperkuat kesiapan sebelum mengikuti seleksi sebenarnya.