100+ Soal Administrasi Keuangan KNMP Kampung Nelayan Merah Putih + Kisi Kisi

Di Kampung Nelayan Merah Putih, pengelolaan keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Setiap transaksi, mulai dari operasional fasilitas seperti pabrik es hingga kegiatan usaha masyarakat, harus tercatat dengan rapi dan bisa dipertanggungjawabkan. Kesalahan kecil dalam pencatatan atau pelaporan bisa berdampak pada kepercayaan dan keberlanjutan program.

Dalam seleksi administrasi keuangan KNMP, yang diuji bukan hanya kemampuan menghitung, tetapi juga bagaimana Anda mengelola arus kas, menyusun laporan seperti SPJ dan LPJ, hingga memahami kondisi keuangan masyarakat nelayan. Banyak soal disajikan dalam bentuk kasus nyata, sehingga Anda perlu terbiasa membaca situasi dan menentukan langkah yang tepat. Di artikel ini, Anda akan berlatih dengan pola soal yang mendekati kondisi tersebut.

Kisi-Kisi Soal Administrasi Keuangan KNMP Kampung Nelayan Merah Putih

Bagian ini merangkum kisi-kisi Soal Administrasi Keuangan KNMP Kampung Nelayan Merah Putih yang kerap muncul, khususnya yang berkaitan dengan praktik pengelolaan keuangan di kegiatan nelayan dan koperasi.

  • Akuntansi Koperasi: Pemahaman tentang siklus akuntansi, pencatatan jurnal, buku besar, neraca, hingga perhitungan dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).
  • Penyusunan SPJ & LPJ: Teknik menyusun Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan yang akuntabel sesuai dengan standar program pemerintah/bantuan dana.
  • Manajemen Arus Kas (Cash Flow): Kemampuan mengatur proyeksi pemasukan dan pengeluaran operasional fasilitas di Kampung Nelayan (seperti pabrik es, cold storage, atau sentra pengolahan ikan).
  • Perpajakan Dasar (UMKM & Koperasi): Pemahaman mengenai pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak dasar seperti PPh Pasal 21 (untuk upah pekerja), PPh Final UMKM, dan PPN.
  • Edukasi Literasi Keuangan Nelayan: Strategi dan teknik mengedukasi masyarakat pesisir agar memiliki budaya menabung, terutama untuk persiapan menghadapi masa paceklik (saat cuaca buruk dan nelayan tidak bisa melaut).
  • Pembiayaan Usaha Ekonomi Kreatif: Analisis kelayakan modal (HPP, Margin, BEP) untuk usaha mikro produk turunan ikan yang dikelola istri nelayan (misalnya: produksi abon ikan, kerupuk, atau ikan asin premium).
  • Sistem Pinjaman & Angsuran Nelayan: Mitigasi risiko kredit macet pada koperasi jika nelayan meminjam dana untuk perbaikan kapal atau pembelian alat tangkap.
  • Administrasi Pengadaan Sederhana: Pemahaman dasar tentang cara melakukan survei harga, membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan mendokumentasikan bukti transaksi yang sah (kuitansi, faktur) agar lolos audit.
  • Inventarisasi Aset: Tata cara pencatatan, penyusutan (depresiasi), dan pelaporan aset-aset fisik yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih.

Contoh Soal Administrasi Keuangan KNMP Kampung Nelayan Merah Putih

Setelah melihat kisi-kisinya, sekarang coba langsung ke bentuk soal Soal Administrasi Keuangan KNMP Kampung Nelayan Merah Putih. Fokuskan cara berpikir Anda seperti di lapangan, karena yang diuji biasanya keputusan praktis dalam mengelola keuangan, bukan sekadar hitungan.

Soal 1
Sebuah koperasi nelayan mencatat transaksi pembelian bahan baku ikan sebesar Rp5.000.000 secara tunai. Namun, pencatatan hanya dilakukan di buku kas tanpa dibuat jurnal yang lengkap. Hal ini berpotensi menyebabkan laporan keuangan tidak akurat.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena sudah dicatat
B. Menghapus transaksi
C. Menunda pencatatan
D. Mencatat transaksi ke dalam jurnal sesuai prinsip akuntansi
E. Mengabaikan karena nominal kecil

Jawaban: D

Pembahasan:
Setiap transaksi harus dicatat dalam jurnal agar dapat ditelusuri dan disusun ke laporan keuangan dengan benar.

Soal 2
Dalam penyusunan LPJ, ditemukan bahwa beberapa pengeluaran tidak memiliki bukti transaksi seperti kuitansi atau faktur.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Tetap memasukkan ke laporan
B. Mengabaikan kekurangan tersebut
C. Menghapus laporan
D. Menunda LPJ
E. Melengkapi bukti transaksi agar laporan dapat dipertanggungjawabkan

Jawaban: E

Pembahasan:
LPJ harus didukung bukti transaksi yang sah agar dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Soal 3
Sebuah unit usaha cold storage mengalami kondisi di mana pengeluaran operasional lebih besar daripada pemasukan dalam beberapa bulan terakhir.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Mengabaikan kondisi tersebut
B. Menambah pengeluaran
C. Menghentikan operasional tanpa analisis
D. Menyusun ulang manajemen arus kas dan mengevaluasi pengeluaran
E. Meminjam dana tanpa perhitungan

Jawaban: D

Pembahasan:
Pengelolaan arus kas penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Evaluasi diperlukan agar keuangan tetap sehat.

Soal 4
Seorang pekerja di unit usaha koperasi menerima upah bulanan. Dalam hal ini, koperasi memiliki kewajiban pajak tertentu.

Pajak yang paling relevan adalah:
A. PPN
B. Bea masuk
C. PPh Pasal 21
D. Pajak daerah
E. Pajak hiburan

Jawaban: C

Pembahasan:
PPh Pasal 21 dikenakan atas penghasilan berupa gaji atau upah.

Soal 5
Sebuah kelompok usaha pengolahan ikan ingin mengetahui apakah usahanya menguntungkan atau tidak. Mereka ingin menghitung titik impas (BEP).

Tujuan utama menghitung BEP adalah:
A. Mengetahui jumlah produksi agar tidak rugi
B. Mengurangi pajak
C. Menghindari laporan keuangan
D. Menambah biaya
E. Menghapus utang

Jawaban: A

Pembahasan:
BEP digunakan untuk mengetahui titik di mana usaha tidak untung dan tidak rugi.

Soal 6
Sebuah koperasi nelayan menerima dana bantuan untuk pengadaan alat pengolahan ikan. Namun, dalam pelaksanaannya tidak dilakukan survei harga terlebih dahulu dan pembelian dilakukan langsung ke satu penyedia tanpa pembanding.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Melanjutkan karena lebih cepat
B. Mengabaikan prosedur
C. Melakukan survei harga dan membandingkan beberapa penyedia sebelum pengadaan
D. Menunda pembelian
E. Menghapus rencana pengadaan

Jawaban: C

Pembahasan:
Survei harga penting untuk memastikan pengadaan dilakukan secara efisien dan transparan. Hal ini juga menjadi bagian penting dalam pertanggungjawaban keuangan.

Soal 7
Seorang nelayan mengajukan pinjaman ke koperasi untuk perbaikan kapal. Namun, ia belum memiliki riwayat pembayaran yang jelas dari pinjaman sebelumnya.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Memberikan pinjaman tanpa pertimbangan
B. Mengabaikan permohonan
C. Menolak langsung tanpa penjelasan
D. Melakukan analisis kelayakan dan kemampuan pembayaran sebelum menyetujui pinjaman
E. Memberikan pinjaman penuh

Jawaban: D

Pembahasan:
Analisis kelayakan penting untuk menghindari risiko kredit macet dan menjaga kesehatan keuangan koperasi.

Soal 8
Dalam pencatatan aset, sebuah mesin produksi ikan sudah digunakan selama beberapa tahun. Nilai aset tersebut tidak pernah diperbarui dalam laporan keuangan.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan nilai aset tetap sama
B. Menghapus aset dari laporan
C. Mengabaikan karena masih digunakan
D. Menunda pencatatan
E. Melakukan penyusutan (depresiasi) sesuai umur ekonomis aset

Jawaban: E

Pembahasan:
Aset harus disusutkan agar nilai dalam laporan keuangan mencerminkan kondisi sebenarnya.

Soal 9
Sebuah usaha pengolahan ikan ingin menentukan harga jual produknya. Mereka sudah mengetahui total biaya produksi (HPP), namun belum menentukan margin keuntungan.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Menentukan harga secara acak
B. Mengabaikan biaya produksi
C. Menjual di bawah biaya produksi
D. Menentukan harga jual dengan menambahkan margin pada HPP
E. Mengikuti harga tanpa perhitungan

Jawaban: D

Pembahasan:
Harga jual harus ditentukan berdasarkan HPP ditambah margin agar usaha memperoleh keuntungan.

Soal 10
Dalam penyusunan arus kas, sebuah unit usaha mencatat semua pemasukan tetapi tidak mencatat pengeluaran kecil seperti biaya operasional harian.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Mengabaikan pengeluaran kecil
B. Menghapus pencatatan pemasukan
C. Menunda pencatatan
D. Membiarkan karena tidak signifikan
E. Mencatat seluruh pengeluaran agar arus kas akurat

Jawaban: E

Pembahasan:
Semua transaksi, termasuk pengeluaran kecil, harus dicatat agar arus kas mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Soal 11
Sebuah koperasi nelayan akan membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya. Namun, sebagian anggota merasa pembagian tidak adil karena tidak mempertimbangkan tingkat partisipasi mereka dalam kegiatan koperasi.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membagi SHU sama rata
B. Mengabaikan keluhan anggota
C. Membagikan berdasarkan kedekatan
D. Menunda pembagian SHU
E. Membagi SHU berdasarkan prinsip partisipasi anggota sesuai aturan koperasi

Jawaban: E

Pembahasan:
Pembagian SHU harus mengikuti prinsip koperasi, yaitu berdasarkan partisipasi anggota. Ini menjaga keadilan dan transparansi dalam organisasi.

Soal 12
Dalam penyusunan SPJ, ditemukan bahwa terdapat selisih antara jumlah uang yang dikeluarkan dengan total bukti transaksi yang tersedia.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Mengabaikan selisih
B. Menelusuri dan melengkapi kekurangan bukti transaksi hingga sesuai
C. Menyesuaikan angka tanpa bukti
D. Menghapus laporan
E. Menunda penyusunan SPJ

Jawaban: B

Pembahasan:
Selisih harus ditelusuri agar laporan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukti transaksi menjadi dasar utama dalam SPJ.

Soal 13
Sebuah kelompok usaha pengolahan ikan mengalami penurunan keuntungan karena biaya produksi meningkat, sementara harga jual tetap.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Mengabaikan kondisi tersebut
B. Menurunkan kualitas produk
C. Mengevaluasi biaya produksi dan menyesuaikan strategi harga
D. Menghentikan usaha
E. Menambah biaya produksi

Jawaban: C

Pembahasan:
Evaluasi biaya dan strategi harga diperlukan agar usaha tetap berjalan dan tidak merugi.

Soal 14
Dalam pengelolaan kas, bendahara hanya mencatat pemasukan besar dan mengabaikan transaksi kecil yang dianggap tidak signifikan.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena nominal kecil
B. Menghapus transaksi kecil
C. Mengabaikan pencatatan
D. Mencatat semua transaksi tanpa terkecuali
E. Menunda pencatatan

Jawaban: D

Pembahasan:
Semua transaksi harus dicatat agar laporan keuangan benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya.

Soal 15
Seorang TPLH memberikan edukasi kepada nelayan agar menyisihkan sebagian penghasilan saat musim panen untuk menghadapi masa paceklik.

Tujuan utama dari edukasi tersebut adalah:
A. Mengurangi penghasilan nelayan
B. Membangun kebiasaan menabung untuk kestabilan ekonomi
C. Menghindari pajak
D. Mengurangi aktivitas melaut
E. Membatasi konsumsi

Jawaban: B

Pembahasan:
Menabung membantu nelayan memiliki cadangan dana saat kondisi tidak memungkinkan untuk melaut.

Soal 16
Sebuah unit usaha pengolahan ikan di kampung nelayan mengalami kekurangan kas di tengah bulan karena sebagian besar dana sudah digunakan untuk pembelian bahan baku di awal periode. Akibatnya, operasional terhambat.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Menghentikan operasional sementara
B. Mengabaikan kondisi kas
C. Menyusun perencanaan arus kas agar pengeluaran lebih terkontrol
D. Menggunakan seluruh dana cadangan tanpa perhitungan
E. Menunda semua kegiatan

Jawaban: C

Pembahasan:
Perencanaan arus kas penting untuk memastikan ketersediaan dana operasional sepanjang periode, bukan hanya di awal.

Soal 17
Dalam proses audit sederhana, ditemukan bahwa beberapa transaksi tidak dicatat secara kronologis sehingga sulit ditelusuri.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Menghapus transaksi tersebut
B. Membiarkan karena sudah terjadi
C. Menyusun ulang pencatatan sesuai urutan transaksi
D. Mengabaikan karena tidak berpengaruh
E. Menunda perbaikan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pencatatan yang rapi dan kronologis memudahkan pelacakan dan meningkatkan transparansi.

Soal 18
Sebuah koperasi memberikan pinjaman kepada nelayan tanpa jadwal angsuran yang jelas. Akibatnya, banyak anggota terlambat membayar dan terjadi risiko kredit macet.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Menghapus pinjaman
B. Mengabaikan keterlambatan
C. Memberikan pinjaman lebih besar
D. Menetapkan sistem angsuran yang jelas dan terjadwal
E. Menutup koperasi

Jawaban: D

Pembahasan:
Sistem angsuran yang jelas membantu mengontrol pembayaran dan mengurangi risiko kredit macet.

Soal 19
Dalam pengadaan alat, bendahara hanya memilih harga termurah tanpa mempertimbangkan kualitas barang. Akibatnya, alat cepat rusak dan menambah biaya perbaikan.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Selalu memilih harga termurah
B. Mengabaikan kualitas
C. Memilih barang berdasarkan keseimbangan harga dan kualitas
D. Menghentikan pengadaan
E. Membeli tanpa pertimbangan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pengadaan harus mempertimbangkan efisiensi jangka panjang, bukan hanya harga murah di awal.

Soal 20
Sebuah aset seperti mesin es di kampung nelayan sudah digunakan selama bertahun-tahun, namun masih dicatat dengan nilai awal tanpa perubahan.

Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan nilai tetap
B. Menghapus aset
C. Mengabaikan pencatatan
D. Menunda pembaruan
E. Menghitung dan mencatat penyusutan aset secara berkala

Jawaban: E

Pembahasan:
Penyusutan penting agar nilai aset dalam laporan mencerminkan kondisi sebenarnya.

`Latihan Lebih Banyak Soal Administrasi Keuangan KNMP Mulai Sekarang

Kalau Anda ingin punya peluang lebih besar untuk lolos, latihan tidak bisa dilakukan secara asal. Soal Administrasi Keuangan KNMP Kampung Nelayan Merah Putih biasanya menuntut ketelitian dalam membaca kasus, memahami alur keuangan, dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi nyata.

Di Fungsional.id, Anda bisa mengakses ratusan soal yang sudah disusun mengikuti pola seleksi terbaru. Tidak hanya soal, tapi juga pembahasan yang membantu Anda memahami cara menyusun laporan, mengelola kas, hingga memastikan setiap transaksi bisa dipertanggungjawabkan. Coba sekarang dan tingkatkan kesiapan Anda sebelum tes dimulai.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?