Di lapangan, peran Tenaga Pendamping Lingkungan Hidup (TPLH) tidak hanya soal memahami aturan atau konsep lingkungan, tetapi bagaimana berhadapan langsung dengan masyarakat. Mulai dari mengedukasi warga tentang pemilahan sampah, mendampingi pembentukan bank sampah, hingga menghadapi penolakan warga terhadap pembangunan fasilitas seperti TPS. Di sinilah kemampuan teknis dan komunikasi harus berjalan seimbang.
Dalam proses rekrutmen, soal yang dihadapi biasanya tidak jauh dari kondisi tersebut. Anda akan diuji dalam memahami masalah lingkungan sehari-hari, menentukan solusi yang realistis, serta memilih pendekatan yang tepat saat berinteraksi dengan masyarakat. Artinya, bukan sekadar tahu teori, tetapi mampu berpikir praktis dan kontekstual. Di artikel ini, Anda akan langsung berlatih dengan pola soal yang mendekati situasi tersebut.
Table of Contents
ToggleKisi-Kisi Soal Rekrutmen Tenaga Pendamping Lingkungan Hidup (TPLH)

Berikut kisi-kisi Soal Rekrutmen Tenaga Pendamping Lingkungan Hidup (TPLH) yang sering muncul dan perlu Anda kuasai, terutama dalam bentuk studi kasus yang dekat dengan kondisi masyarakat:
- Manajemen Persampahan: Penguasaan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pahami perbedaan konsep pemrosesan akhir (TPA) dengan fasilitas transisi seperti TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).
- Perizinan Lingkungan Dasar: Memahami perbedaan tingkat dokumen lingkungan hidup: AMDAL (dampak besar), UKL-UPL (dampak menengah), dan SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup) untuk usaha skala mikro/kecil.
- Identifikasi Limbah B3: Pengetahuan dasar membedakan limbah domestik biasa dengan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), seperti oli bekas, limbah medis skala rumah tangga, atau limbah elektronik (e-waste), serta cara penanganan awalnya.
- Pencemaran Air dan Udara: Indikator visual dan fisik pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga/pabrik, serta dasar-dasar penghijauan untuk mereduksi polusi udara.
- Manajemen Bank Sampah: Tata cara pembentukan, struktur organisasi, hingga mekanisme konversi sampah menjadi nilai ekonomi (buku tabungan sampah) di tingkat RT/RW atau desa.
- Program Kampung Iklim (ProKlim): Ini adalah program unggulan KLHK yang terus digenjot. Anda wajib paham kriteria kampung iklim, yaitu aksi adaptasi (menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim seperti kekeringan/banjir) dan mitigasi (mengurangi emisi gas rumah kaca).
- Resolusi Konflik Lingkungan: Studi kasus atau soal situational judgment mengenai cara menengahi warga yang menolak lokasi pembangunan TPS, atau warga yang protes terhadap bau limbah industri di sekitar permukiman.
- Komunikasi Ekologis: Teknik menyosialisasikan pemilahan sampah dari rumah kepada warga yang apatis, mengubah pola pikir NIMBY (Not In My Back Yard / “buang sampah jangan di tempat saya”).
Contoh Soal Rekrutmen Tenaga Pendamping Lingkungan Hidup (TPLH)
Kalau dilihat dari kisi-kisinya, sebagian besar soal TPLH biasanya berangkat dari kondisi yang benar-benar terjadi di masyarakat. Jadi saat mengerjakan, bayangkan Anda sedang berada di lapangan dan harus menentukan langkah yang paling realistis.
Soal 1
Di sebuah desa, sebagian besar warga masih mencampur sampah organik dan anorganik dalam satu tempat. Saat dilakukan sosialisasi, warga terlihat kurang tertarik dan menganggap pemilahan sampah hanya merepotkan.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Memaksa warga untuk langsung memilah sampah
B. Mengabaikan karena sulit diubah
C. Memberikan edukasi bertahap dengan contoh nyata manfaat pemilahan sampah
D. Menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah desa
E. Menghentikan program
Jawaban: C
Pembahasan:
Pendekatan edukatif dan bertahap lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat.
Soal 2
Sebuah usaha kecil di desa ingin mengurus izin lingkungan. Usaha tersebut memiliki dampak lingkungan yang relatif kecil dan tidak signifikan.
Dokumen yang paling tepat digunakan adalah:
A. AMDAL
B. UKL-UPL
C. SPPL
D. Izin khusus
E. Tidak perlu izin
Jawaban: C
Pembahasan:
SPPL digunakan untuk usaha skala kecil dengan dampak lingkungan minimal.
Soal 3
Seorang warga membuang oli bekas kendaraan ke saluran air di sekitar rumah. Tindakan ini berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.
Langkah yang paling tepat dilakukan adalah:
A. Membiarkan karena sudah biasa
B. Mengabaikan
C. Menghentikan tindakan dan memberikan edukasi tentang limbah B3
D. Menyalahkan warga secara langsung
E. Menutup saluran air
Jawaban: C
Pembahasan:
Oli bekas termasuk limbah B3 yang harus ditangani dengan benar dan tidak boleh dibuang sembarangan.
Soal 4
Warga di suatu wilayah menolak rencana pembangunan TPS karena khawatir akan bau dan dampak lingkungan. Penolakan ini berpotensi menghambat program pengelolaan sampah.
Langkah yang paling tepat adalah:
A. Memaksakan pembangunan
B. Mengabaikan penolakan
C. Membatalkan program
D. Melakukan pendekatan dan sosialisasi untuk menjelaskan manfaat serta pengelolaan yang baik
E. Menyerahkan ke pihak lain
Jawaban: D
Pembahasan:
Pendekatan komunikasi dan edukasi diperlukan untuk mengurangi resistensi masyarakat.
Soal 5
Sebuah kelompok masyarakat ingin membentuk bank sampah, namun belum memahami cara pengelolaan dan sistem pencatatan.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Membiarkan masyarakat berjalan sendiri
B. Mengabaikan permintaan
C. Menunda pembentukan
D. Menghentikan program
E. Mendampingi pembentukan dan memberikan pelatihan pengelolaan bank sampah
Jawaban: E
Pembahasan:
Pendampingan menjadi tugas utama TPLH agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Soal 6
Di sebuah desa, sudah tersedia TPS3R, namun sebagian warga tetap memilih membuang sampah ke sungai karena dianggap lebih praktis. Upaya sosialisasi sebelumnya belum memberikan hasil yang signifikan.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Membiarkan karena sudah ada fasilitas
B. Menyalahkan warga secara langsung
C. Menutup akses sungai tanpa solusi
D. Menghentikan program TPS3R
E. Menguatkan edukasi dengan pendekatan langsung dan melibatkan tokoh masyarakat
Jawaban: E
Pembahasan:
Perubahan perilaku membutuhkan pendekatan sosial yang lebih kuat, termasuk melibatkan tokoh lokal agar pesan lebih diterima.
Soal 7
Sebuah industri kecil menghasilkan limbah cair yang dibuang langsung ke saluran air tanpa pengolahan. Warga sekitar mulai mengeluhkan bau dan perubahan warna air.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Mengabaikan karena skala kecil
B. Menyuruh warga menyesuaikan
C. Melaporkan tanpa komunikasi
D. Memberikan pendampingan agar pelaku usaha memahami pengelolaan limbah yang benar
E. Menutup usaha tersebut
Jawaban: D
Pembahasan:
Pendampingan menjadi langkah awal yang tepat agar pelaku usaha memahami kewajiban pengelolaan lingkungan.
Soal 8
Dalam program Kampung Iklim, sebuah wilayah sering mengalami banjir saat musim hujan karena minimnya daerah resapan air.
Langkah yang paling tepat sebagai bagian dari upaya adaptasi adalah:
A. Mengabaikan kondisi tersebut
B. Mengurangi aktivitas warga
C. Memindahkan seluruh warga
D. Menutup saluran air
E. Mendorong pembuatan sumur resapan dan penghijauan
Jawaban: E
Pembahasan:
Adaptasi perubahan iklim dilakukan dengan meningkatkan daya resap air melalui solusi seperti sumur resapan dan penghijauan.
Soal 9
Dalam kegiatan sosialisasi lingkungan, sebagian warga menunjukkan sikap apatis dan tidak tertarik mengikuti kegiatan yang diselenggarakan.
Langkah yang paling tepat dilakukan adalah:
A. Menghentikan sosialisasi
B. Mengabaikan warga tersebut
C. Menyalahkan masyarakat
D. Mengubah pendekatan komunikasi agar lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan warga
E. Membatasi kegiatan
Jawaban: D
Pembahasan:
Pendekatan komunikasi harus disesuaikan agar lebih efektif dan menarik bagi masyarakat.
Soal 10
Seorang TPLH menemukan adanya limbah elektronik (e-waste) yang dibuang bersama sampah rumah tangga biasa di lingkungan warga.
Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena tidak berbahaya
B. Mengabaikan karena sulit ditangani
C. Mencampur dengan sampah lain
D. Membakar limbah tersebut
E. Memberikan edukasi dan mengarahkan penanganan limbah B3 secara tepat
Jawaban: E
Pembahasan:
E-waste termasuk limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus dan tidak boleh dicampur dengan sampah biasa.
Soal 11
Di sebuah desa, rencana pembangunan TPS mendapat penolakan keras dari warga sekitar lokasi karena khawatir akan bau dan dampak kesehatan. Sebagian warga bahkan mulai melakukan protes terbuka. Jika tidak segera ditangani, konflik dapat semakin meluas.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Tetap melanjutkan pembangunan tanpa komunikasi
B. Mengabaikan protes warga
C. Membatalkan seluruh program
D. Melakukan dialog terbuka dan menjelaskan sistem pengelolaan TPS yang ramah lingkungan
E. Menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah
Jawaban: D
Pembahasan:
Penolakan warga biasanya terjadi karena kurangnya informasi dan kekhawatiran terhadap dampak negatif. TPLH perlu menjadi jembatan komunikasi dengan menjelaskan bagaimana TPS dikelola secara benar (tidak bau, tidak mencemari). Dialog terbuka juga memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan kekhawatiran sehingga solusi bisa dicari bersama.
Soal 12
Seorang TPLH menemukan bahwa bank sampah yang sudah berjalan di suatu wilayah mulai tidak aktif karena pengelola kurang memahami sistem pencatatan dan pembagian hasil.
Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena sudah pernah berjalan
B. Menghentikan program bank sampah
C. Mengganti seluruh pengelola
D. Mengabaikan kondisi tersebut
E. Memberikan pendampingan ulang terkait manajemen dan pencatatan bank sampah
Jawaban: E
Pembahasan:
Masalah utama bukan pada konsep bank sampah, tetapi pada pengelolaannya. TPLH berperan untuk memperkuat kapasitas pengelola melalui pendampingan ulang, termasuk sistem pencatatan dan transparansi hasil. Dengan sistem yang jelas, kepercayaan dan partisipasi warga bisa meningkat kembali.
Soal 13
Dalam suatu wilayah, terjadi pencemaran sungai yang ditandai dengan perubahan warna air menjadi keruh dan bau tidak sedap. Warga belum mengetahui penyebab pasti pencemaran tersebut.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Mengabaikan karena belum jelas
B. Menyalahkan warga
C. Menutup akses sungai
D. Menghentikan aktivitas warga
E. Mengidentifikasi sumber pencemaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat
Jawaban: E
Pembahasan:
Sebelum mengambil tindakan, perlu diketahui sumber pencemaran terlebih dahulu, apakah berasal dari limbah rumah tangga, usaha, atau faktor lain. Setelah itu, TPLH dapat memberikan edukasi dan solusi yang tepat sesuai penyebabnya, sehingga penanganan tidak salah arah.
Soal 14
Seorang TPLH ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah. Namun, sebagian warga memiliki pola pikir “yang penting sampah tidak di rumah saya”.
Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena sulit diubah
B. Mengabaikan warga tersebut
C. Memaksa warga ikut program
D. Menghentikan program
E. Mengedukasi warga dengan pendekatan yang menekankan dampak lingkungan secara bersama
Jawaban: E
Pembahasan:
Pola pikir seperti ini cukup umum di masyarakat. TPLH perlu mengubah perspektif warga bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Pendekatan yang menekankan dampak jangka panjang (banjir, kesehatan, lingkungan) biasanya lebih efektif dibandingkan sekadar perintah.
Soal 15
Dalam pendampingan lingkungan, seorang TPLH menemukan adanya usaha kecil yang belum memiliki dokumen lingkungan, namun dampaknya masih tergolong kecil.
Langkah yang paling tepat adalah:
A. Mengabaikan karena skala kecil
B. Menutup usaha tersebut
C. Menghentikan aktivitas usaha
D. Melaporkan tanpa komunikasi
E. Mengarahkan pelaku usaha untuk menyusun SPPL sesuai ketentuan
Jawaban: E
Pembahasan:
Untuk usaha kecil, SPPL menjadi bentuk komitmen pengelolaan lingkungan yang sederhana namun tetap wajib. Peran TPLH adalah membantu pelaku usaha memahami kewajiban ini dan mendampingi prosesnya, bukan langsung memberi sanksi tanpa edukasi.
Soal 16
Di sebuah wilayah, program pemilahan sampah sudah berjalan, namun hanya sebagian kecil warga yang konsisten melakukannya. Sebagian lainnya kembali mencampur sampah karena merasa tidak ada dampak langsung yang dirasakan.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Menunjukkan hasil nyata dari pemilahan sampah agar warga melihat manfaatnya
B. Menghentikan program karena tidak efektif
C. Mengabaikan warga yang tidak patuh
D. Memaksa seluruh warga mengikuti aturan
E. Mengganti seluruh sistem pengelolaan
Jawaban: A
Pembahasan:
Perubahan perilaku akan lebih kuat jika warga melihat manfaat nyata, seperti lingkungan lebih bersih atau adanya nilai ekonomi dari sampah. Pendekatan berbasis hasil lebih efektif daripada sekadar imbauan.
Soal 17
Seorang TPLH menemukan adanya kebiasaan warga membakar sampah rumah tangga karena dianggap cara paling cepat untuk mengurangi volume sampah. Padahal hal ini dapat menimbulkan pencemaran udara.
Langkah yang paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena sudah menjadi kebiasaan
B. Memberikan edukasi tentang dampak pembakaran sampah dan alternatif pengelolaan
C. Mengabaikan karena sulit diubah
D. Menghentikan aktivitas warga secara paksa
E. Melaporkan tanpa komunikasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pendekatan edukatif yang disertai solusi alternatif akan lebih efektif dibandingkan larangan tanpa pemahaman.
Soal 18
Dalam suatu wilayah, terjadi konflik antara warga dan pelaku usaha karena bau limbah yang mengganggu. Warga menuntut usaha tersebut ditutup, sementara pelaku usaha merasa sudah beroperasi sesuai kebutuhan ekonomi.
Langkah yang paling tepat dilakukan oleh TPLH adalah:
A. Memihak salah satu pihak
B. Mengabaikan konflik
C. Menjadi mediator untuk mencari solusi yang adil bagi kedua pihak
D. Menutup usaha secara sepihak
E. Menunda penanganan
Jawaban: C
Pembahasan:
Peran TPLH adalah sebagai penengah yang membantu kedua pihak menemukan solusi bersama tanpa merugikan salah satu pihak secara sepihak.
Soal 19
Seorang TPLH ingin mengembangkan bank sampah di tingkat RT, namun warga merasa tidak tertarik karena belum melihat keuntungan ekonomi yang jelas.
Langkah yang paling tepat adalah:
A. Menghentikan rencana pembentukan
B. Menjelaskan potensi nilai ekonomi dan memberikan contoh nyata hasil bank sampah
C. Mengabaikan warga
D. Memaksa warga ikut program
E. Mengurangi skala program
Jawaban: B
Pembahasan:
Menunjukkan manfaat ekonomi secara langsung akan meningkatkan minat dan partisipasi warga dalam program.
Soal 20
Dalam program Kampung Iklim, sebuah desa ingin mengurangi dampak kekeringan yang sering terjadi saat musim kemarau.
Langkah yang paling tepat sebagai upaya adaptasi adalah:
A. Mengabaikan kondisi tersebut
B. Mengurangi aktivitas warga
C. Mengembangkan sistem penampungan air dan konservasi sumber air
D. Memindahkan penduduk
E. Menutup sumber air
Jawaban: C
Pembahasan:
Adaptasi perubahan iklim dilakukan dengan meningkatkan ketahanan terhadap dampak, salah satunya melalui pengelolaan air yang lebih baik.
Akses 100+ Soal Rekrutmen TPLH dan Latihan Lebih Siap dari Sekarang

Kalau Anda ingin lolos seleksi Tenaga Pendamping Lingkungan Hidup (TPLH), memahami materi saja tidak cukup. Yang paling menentukan adalah seberapa siap Anda menghadapi Soal Rekrutmen TPLH yang berbasis kasus nyata di lapangan, mulai dari edukasi warga, pengelolaan sampah, hingga penyelesaian konflik lingkungan.
Di Fungsional.id, Anda bisa berlatih dengan ratusan soal Rekrutmen Tenaga Pendamping Lingkungan Hidup TPLH yang disusun sesuai kisi-kisi terbaru, lengkap dengan pembahasan yang membantu Anda memahami cara berpikir di setiap situasi. Bukan sekadar tahu jawaban, tapi benar-benar siap saat menghadapi tes. Akses sekarang dan tingkatkan peluang Anda lolos seleksi.


