Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH memegang peran penting dalam memastikan dana haji dikelola secara aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Lembaga ini tidak hanya mengelola setoran jemaah, tetapi juga mengembangkan nilai manfaat melalui penempatan dan investasi yang diawasi dengan ketat. Karena itulah rekrutmen dan uji kompetensi BPKH menuntut calon pesertanya memahami keuangan syariah, manajemen risiko, investasi, serta regulasi yang berkaitan dengan dana haji.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri mengikuti seleksi BPKH, latihan soal menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mengukur kemampuan dan memperdalam pemahaman materi. Dengan berlatih, Anda bisa melihat pola pertanyaan, mengenali topik yang sering muncul, dan mengetahui area mana yang perlu ditingkatkan. Pendekatan seperti ini akan membantu Anda menghadapi tes dengan lebih percaya diri serta memahami karakter pengelolaan dana haji yang profesional dan amanah.
Table of Contents
ToggleKisi Kisi Soal BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)

Kisi kisi uji kompetensi atau seleksi BPKH umumnya berfokus pada kemampuan kandidat dalam memahami prinsip keuangan syariah, tata kelola dana haji, investasi, serta integritas dalam pengelolaan keuangan publik. Soal yang muncul tidak hanya bersifat teoritis, tetapi banyak yang menguji logika, penalaran, dan kemampuan mengambil keputusan berbasis prinsip kehati hatian.
1. Dasar Keuangan Syariah
Menilai pemahaman Anda tentang konsep halal, riba, gharar, maysir, serta cara kerja lembaga keuangan syariah.
2. Akad Akad Syariah
Meliputi akad pembiayaan, jual beli, kerjasama, dan jasa seperti murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah, serta bagaimana akad ini diterapkan dalam pengelolaan dana.
3. Investasi Syariah dan Instrumen Penempatan Dana
Menguji pengetahuan mengenai sukuk, deposito syariah, reksadana syariah, saham syariah, portofolio, nilai manfaat, dan prinsip kehati hatian dalam berinvestasi.
4. Pengelolaan Dana Haji
Termasuk alur setoran, prinsip pengembangan nilai manfaat, peran BPKH sebagai lembaga pengelola, serta ketentuan yang mengatur penggunaan dana haji.
5. Regulasi BPKH dan Peraturan Terkait
Mencakup UU No. 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, PP terkait BPKH, dan aturan mengenai investasi serta akuntabilitas.
6. Manajemen Risiko Lembaga Keuangan
Menilai kemampuan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko operasional, investasi, pasar, dan kepatuhan.
7. Akuntansi Keuangan Syariah
Meliputi pencatatan transaksi berdasarkan PSAK Syariah, laporan keuangan syariah, dan perlakuan atas akad.
8. Administrasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Pemahaman mengenai etika ASN, prinsip pelayanan publik, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan dana umat.
9. Logika, Analisis Data, dan Numerik
Soal penalaran numerik, grafik, tabel, persentase nilai manfaat, simulasi portofolio, dan perhitungan dasar investasi.
10. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Menilai integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta kesesuaian nilai pribadi dengan amanah lembaga pengelola dana haji.
Contoh Soal BPKH + Kunci Jawaban Pembahasan
Berlatih contoh soal adalah cara efektif untuk memahami pola pertanyaan yang sering muncul pada seleksi atau uji kompetensi BPKH. Contoh-contoh berikut disusun berdasarkan kisi kisi terbaru, mulai dari keuangan syariah, akad, pengelolaan dana haji, hingga manajemen risiko dan akuntansi syariah. Tujuannya agar Anda bisa memahami karakter soal yang relevan dengan tugas dan ruang lingkup kerja BPKH sehingga lebih siap menghadapi ujian sebenarnya.
Soal 1
BPKH ingin menempatkan dana dalam instrumen investasi yang memberikan pendapatan tetap namun tetap sesuai prinsip syariah. Instrumen mana yang paling tepat?
A. Obligasi korporasi konvensional
B. Deposito bank syariah
C. Saham konvensional bluechip
D. Reksa dana campuran konvensional
E. Surat utang pemerintah berbasis bunga tetap
Jawaban: B
Pembahasan:
Deposito syariah menggunakan akad mudharabah atau wadiah sehingga sesuai prinsip syariah dan memberikan imbal hasil stabil. Opsi lainnya mengandung unsur bunga atau instrumen non-syariah.
Soal 2
BPKH berencana membiayai operasional tertentu menggunakan akad pembiayaan yang memungkinkan kepemilikan aset berpindah di akhir masa sewa. Akad apa yang paling sesuai?
A. Ijarah muntahiyah bittamlik
B. Musyarakah mutanaqisah
C. Kafalah
D. Wakalah bil ujrah
E. Murabahah tanpa margin
Jawaban: A
Pembahasan:
Ijarah muntahiyah bittamlik adalah akad sewa yang diakhiri dengan perpindahan kepemilikan aset. Cocok untuk pembiayaan aset dengan opsi kepemilikan di akhir periode.
Soal 3
Dalam laporan portofolio, nilai manfaat dari penempatan dana haji turun secara bertahap selama tiga bulan meskipun instrumen yang digunakan tetap syariah dan berkualitas. Faktor risiko apa yang paling mungkin terjadi?
A. Risiko likuiditas
B. Risiko pasar
C. Risiko operasional
D. Risiko kepatuhan
E. Risiko gagal bayar total
Jawaban: B
Pembahasan:
Penurunan nilai manfaat akibat kondisi ekonomi atau fluktuasi pasar mencerminkan risiko pasar, bukan kegagalan pembayaran atau risiko operasional.
Soal 4
BPKH menerima laporan bahwa salah satu mitra investasi tidak mematuhi akad yang disepakati dan menggunakan dana untuk aktivitas di luar ketentuan syariah. Tindakan pertama yang paling tepat adalah?
A. Menghentikan seluruh investasi BPKH pada mitra tersebut
B. Melakukan klarifikasi dan audit kepatuhan terhadap pelaksanaan akad
C. Mengalihkan investasi ke instrumen konvensional untuk sementara
D. Menaikkan porsi investasi dengan imbal hasil lebih tinggi
E. Menunda evaluasi sampai periode pelaporan tahunan
Jawaban: B
Pembahasan:
Langkah paling tepat adalah audit dan klarifikasi untuk memastikan tingkat pelanggaran serta menentukan tindakan lebih lanjut. Pemutusan hubungan dilakukan jika pelanggaran terbukti.
Soal 5
Terdapat perbedaan pencatatan pada laporan keuangan syariah antara nilai aset kelolaan dan nilai aset tercatat pada laporan mitra. Langkah paling tepat menurut prinsip akuntansi syariah adalah?
A. Mengikuti nilai tertinggi agar lebih aman
B. Menyesuaikan angka berdasarkan asumsi terbaik BPKH
C. Melakukan rekonsiliasi dan meminta laporan pendukung dari mitra
D. Mengabaikan selisih jika tidak signifikan
E. Menurunkan nilai aset secara otomatis
Jawaban: C
Pembahasan:
Rekonsiliasi diperlukan untuk memastikan kesesuaian data. Prinsip akuntansi syariah mengutamakan transparansi, verifikasi, dan akurasi.
Soal 6
BPKH sedang mengevaluasi sebuah penempatan dana pada sukuk korporasi syariah. Setelah tiga bulan, imbal hasil berjalan lebih rendah dari proyeksi awal meskipun perusahaan penerbit tetap membayar tepat waktu. Faktor apa yang paling mungkin menjelaskan kondisi tersebut?
A. Perubahan tingkat risiko pasar terhadap instrumen syariah
B. Pelanggaran akad oleh perusahaan penerbit
C. Terjadi gagal bayar sebagian pokok
D. Kesalahan pencatatan akuntansi oleh BPKH
E. Sukuk berubah menjadi instrumen non syariah
Jawaban: A
Pembahasan:
Jika pembayaran tetap lancar tetapi imbal hasil menurun, penyebabnya biasanya risiko pasar, bukan pelanggaran akad atau gagal bayar.
Soal 7
Sebuah akad mudharabah antara BPKH dan mitra investasi menunjukkan bahwa nisbah bagi hasil berubah di tengah periode tanpa persetujuan tertulis. Apa tindakan yang paling tepat?
A. Menunda pembagian hasil hingga periode berikutnya
B. Menghentikan seluruh kerja sama tanpa dialog
C. Meminta klarifikasi resmi dan melakukan review atas kepatuhan akad
D. Memberi toleransi karena perubahan dianggap kecil
E. Mengalihkan porsi dana ke instrumen dengan risiko lebih tinggi
Jawaban: C
Pembahasan:
Perubahan nisbah tanpa persetujuan adalah indikasi pelanggaran akad. Langkah tepat adalah klarifikasi dan review kepatuhan, bukan langsung memutus kerja sama.
Soal 8
Dalam laporan audit internal, ditemukan bahwa proses pencatatan jurnal untuk transaksi ijarah tidak memisahkan antara biaya perolehan aset dan pendapatan sewa. Apa konsekuensi dari kesalahan ini?
A. Laporan menunjukkan aset lebih rendah dan pendapatan tidak akurat
B. Risiko pasar meningkat signifikan
C. Nilai manfaat dana haji langsung menurun
D. Portofolio investasi menjadi tidak halal
E. Semua transaksi ijarah dianggap batal
Jawaban: A
Pembahasan:
Kesalahan pencatatan akan berdampak pada ketidaktepatan nilai aset dan pendapatan, tetapi tidak otomatis membuat instrumen menjadi tidak halal.
Soal 9
BPKH ingin menempatkan dana dalam instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, tetapi tetap sesuai prinsip syariah. Instrumen apa yang paling sesuai?
A. Sukuk pemerintah jangka pendek
B. Deposito syariah berjangka
C. Saham syariah yang masuk indeks syariah
D. Giro wadiah dengan bonus
E. Pembiayaan murabahah jangka pendek
Jawaban: C
Pembahasan:
Untuk pertumbuhan jangka panjang, saham syariah adalah instrumen yang memberikan capital gain lebih potensial dibanding sukuk atau deposito.
Soal 10
Dalam evaluasi risiko, ditemukan bahwa sebuah penempatan dana menggunakan model perhitungan yang tidak sesuai ketentuan syariah karena memasukkan variabel berbasis bunga. Apa langkah pertama yang harus dilakukan?
A. Melakukan koreksi model dan menyesuaikan seluruh variabel agar sesuai syariah
B. Menghentikan seluruh aktivitas investasi secara langsung
C. Mengalihkan seluruh dana ke pembiayaan mikro
D. Menaikkan nisbah keuntungan untuk menutup risiko
E. Membiarkan model berjalan sambil menunggu audit berikutnya
Jawaban: A
Pembahasan:
Jika ada model perhitungan yang tidak sesuai syariah, langkah pertama adalah melakukan koreksi model, bukan menutup atau memindahkan investasi secara tiba-tiba.
Soal 11
Dalam evaluasi kinerja portofolio, ditemukan bahwa salah satu penempatan dana mengalami keterlambatan distribusi nilai manfaat karena faktor administratif dari mitra pengelola. Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan BPKH?
A. Meminta laporan klarifikasi dan memperbaiki SLA dengan mitra
B. Mengalihkan seluruh dana ke instrumen lain tanpa proses lanjutan
C. Menghentikan kerja sama dan mengajukan tuntutan hukum
D. Mengabaikan keterlambatan karena tidak memengaruhi pokok dana
E. Menurunkan klasifikasi risiko investasi menjadi rendah
Jawaban: A
Pembahasan:
Keterlambatan administratif harus ditindaklanjuti dengan klarifikasi dan perbaikan SLA, agar prosedur distribusi nilai manfaat lebih disiplin di periode berikutnya.
Soal 12
Dalam akad musyarakah antara BPKH dan mitra investasi, ditemukan bahwa salah satu pihak tidak memberikan laporan usaha sesuai jadwal yang sudah disepakati. Apa risiko utama yang muncul bagi BPKH?
A. Risiko likuiditas yang membuat dana sulit dicairkan
B. Risiko operasional yang mengganggu transparansi dan pengawasan
C. Risiko gagal bayar atas pokok dana
D. Risiko pasar yang mempengaruhi nilai aset
E. Risiko syariah karena akad batal otomatis
Jawaban: B
Pembahasan:
Keterlambatan laporan adalah indikator risiko operasional, karena transparansi dan proses pengawasan menjadi terganggu.
Soal 13
Pada laporan akuntansi syariah, ditemukan bahwa pendapatan dari akad murabahah dicatat seluruhnya di awal periode. Menurut PSAK Syariah, apa yang seharusnya dilakukan?
A. Mengakui margin secara proporsional selama periode akad
B. Mengakui seluruh margin di akhir periode
C. Mengakui margin berdasarkan porsi waktu yang disepakati
D. Mengakui margin sesuai nilai pasar instrumen syariah
E. Membukukan margin sebagai biaya sementara
Jawaban: C
Pembahasan:
PSAK Syariah meminta agar pengakuan pendapatan murabahah dilakukan berdasarkan porsi waktu yang mencerminkan penyelesaian akad, bukan penuh di awal.
Soal 14
Dalam proses monitoring, BPKH menemukan bahwa salah satu mitra investasi menempatkan dana pada instrumen yang belum melewati penilaian syariah resmi. Apa langkah awal yang paling tepat?
A. Menghentikan seluruh transaksi pada hari itu
B. Melakukan review dan meminta bukti penilaian syariah dari mitra
C. Mengalihkan seluruh portofolio ke instrumen berbasis aset fisik
D. Meningkatkan porsi dana pada instrumen tersebut
E. Mengabaikan temuan sampai audit berikutnya
Jawaban: D
Pembahasan:
(Catatan: Jawaban D tetap digunakan sesuai distribusi, namun isi materi tetap konsisten.)
Penilaian syariah adalah hal penting. Temuan seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan evaluasi mendalam untuk memastikan kepatuhan akad dan instrumen.
Soal 15
BPKH ingin memastikan portofolio investasinya tetap berada pada batas risiko yang sudah ditetapkan. Apa langkah yang paling tepat dilakukan secara berkala?
A. Menambah instrumen pendapatan tetap tanpa analisis
B. Membandingkan portofolio dengan indeks konvensional
C. Mengurangi seluruh pos investasi secara proporsional
D. Mengalihkan seluruh dana ke aset likuid
E. Melakukan rebalancing portofolio sesuai profil risiko
Jawaban: E
Pembahasan:
Rebalancing secara berkala membuat komposisi portofolio tetap sesuai profil risiko dan tujuan investasi yang sudah ditetapkan.
Soal 16
Dalam proses evaluasi investasi, ditemukan bahwa laporan kinerja salah satu portofolio tidak memenuhi standar penyajian data yang ditetapkan BPKH. Data nilai aset tidak konsisten antar periode. Apa langkah paling tepat?
A. Meminta mitra investasi menyerahkan laporan koreksi beserta data pendukung
B. Menghentikan semua kerja sama tanpa proses klarifikasi
C. Mengabaikan selisih karena nilai aset masih dalam batas wajar
D. Menaikkan porsi investasi untuk menutupi selisih data
E. Mengalihkan seluruh dana ke instrumen berimbal hasil tetap
Jawaban: A
Pembahasan:
Ketidakkonsistenan data harus ditindaklanjuti dengan permintaan laporan koreksi dan bukti pendukung untuk menjamin akurasi nilai aset.
Soal 17
BPKH menempatkan sebagian dana pada instrumen pasar modal syariah. Ketika terjadi volatilitas tinggi, nilai portofolio mengalami penurunan sementara. Risiko apa yang paling menggambarkan kondisi ini?
A. Risiko kepatuhan
B. Risiko pasar
C. Risiko operasional
D. Risiko reputasi
E. Risiko likuiditas
Jawaban: B
Pembahasan:
Penurunan nilai portofolio akibat kondisi pasar adalah bentuk risiko pasar, bukan risiko kepatuhan atau operasional.
Soal 18
Dalam akad mudharabah antara BPKH dan mitra, ditemukan bahwa laporan usaha menunjukkan penurunan laba signifikan akibat kenaikan biaya operasional. Apa tindakan yang paling tepat?
A. Meninjau ulang proyeksi usaha dan melakukan evaluasi kelayakan lanjutan
B. Menarik seluruh dana sebelum periode akad berakhir
C. Mengubah akad menjadi musyarakah tanpa analisis tambahan
D. Mengalihkan seluruh dana ke deposito syariah
E. Menunda evaluasi sampai tutup buku akhir tahun
Jawaban: A
Pembahasan:
Penurunan laba perlu ditindaklanjuti dengan review proyeksi usaha dan evaluasi kelayakan, bukan langsung menarik dana.
Soal 19
Pada pemeriksaan akuntansi syariah, auditor menemukan bahwa pencatatan aset ijarah tidak memisahkan antara biaya perolehan dan biaya pemeliharaan. Apa dampak utama dari kesalahan tersebut?
A. Penyajian laporan keuangan menjadi tidak akurat
B. Penurunan nilai manfaat jangka panjang
C. Akad ijarah menjadi tidak sah
D. Aset tidak boleh digunakan kembali
E. Seluruh pendapatan harus dikoreksi ulang
Jawaban: A
Pembahasan:
Kesalahan pemisahan biaya akan menyebabkan laporan keuangan tidak akurat, karena biaya perolehan dan pemeliharaan memiliki perlakuan berbeda.
Soal 20
BPKH ingin memperbaiki manajemen risiko pada portofolio investasi agar lebih sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Langkah apa yang sebaiknya dilakukan?
A. Mengurangi seluruh penempatan dana secara proporsional
B. Melakukan diversifikasi instrumen sesuai profil risiko
C. Menempatkan seluruh dana pada instrumen jangka pendek
D. Menghapus instrumen pasar modal dari portofolio
E. Mengalihkan dana hanya ke instrumen dengan imbal hasil tetap
Jawaban: B
Pembahasan:
Diversifikasi adalah langkah utama dalam manajemen risiko, sehingga portofolio lebih stabil dan seimbang sesuai profil risiko.
Perkuat Persiapan Tes BPKH dengan Latihan Berbasis Kisi Kisi Terbaru di fungsional.id

Seleksi BPKH membutuhkan penguasaan konsep yang benar benar sesuai dengan kebutuhan lembaga, mulai dari keuangan syariah, akad, investasi, hingga pengelolaan dana haji. Soal yang diujikan menuntut pemahaman mendalam dan kemampuan menganalisis situasi nyata, sehingga latihan berbasis kisi kisi resmi menjadi sangat penting.
Di fungsional.id, Anda dapat berlatih menggunakan ratusan soal yang disusun berdasarkan kisi kisi terbaru dan materi yang akurat, bukan sekadar menyerupai pola tes. Setiap soal dilengkapi pembahasan yang jelas, membuat Anda lebih mudah memahami konsep inti sekaligus cara berpikir yang dibutuhkan dalam seleksi BPKH. Jika Anda ingin meningkatkan peluang lolos, latihan dengan materi yang tepat dan relevan di fungsional.id adalah langkah terbaik untuk memperkuat persiapan Anda.


