Jabatan Fungsional Perdagangan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran aktivitas perdagangan, memastikan barang dan jasa yang beredar memenuhi standar, serta membantu pemerintah menyusun kebijakan yang berpihak pada konsumen dan pelaku usaha. Mulai dari pengawasan barang beredar, perlindungan konsumen, metrologi legal, hingga fasilitasi perdagangan dalam negeri maupun luar negeri, tugas seorang fungsional perdagangan menuntut kompetensi teknis yang kuat dan pemahaman regulasi yang tepat.
Untuk dapat menjalankan tugas tersebut secara profesional, setiap pejabat fungsional perlu melalui uji kompetensi yang dirancang untuk menilai kemampuan teknis, analitis, serta pemahaman mereka terhadap dinamika perdagangan. Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujikom atau seleksi jabatan fungsional perdagangan, latihan soal merupakan salah satu cara paling efektif untuk memahami pola pertanyaan, mengenali ruang lingkup materi, dan meningkatkan kepercayaan diri sebelum mengikuti penilaian resmi.
Table of Contents
ToggleKisi Kisi Uji Kompetensi JF Perdagangan

Kisi kisi ujikom JF Perdagangan bertujuan menilai kemampuan teknis, analitis, dan pemahaman peserta terhadap kebijakan serta dinamika sektor perdagangan. Materinya cukup luas, mulai dari regulasi perdagangan, perlindungan konsumen, hingga analisis data dan kemampuan pelayanan publik.
1. Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri
Pemahaman tentang regulasi, ruang lingkup, instrumen kebijakan, hingga implementasi perdagangan antarwilayah, ekspor, dan impor.
2. Pengawasan Barang Beredar dan Jasa
Materi terkait standar mutu, peredaran barang, kewajiban pelaku usaha, serta penanganan temuan ketidaksesuaian di lapangan.
3. Standarisasi dan Regulasi Teknis
Mengenal SNI, persyaratan teknis barang, rekomendasi teknis, serta mekanisme pengawasan pemenuhan standar.
4. Perlindungan Konsumen
Konsep hak dan kewajiban konsumen, tanggung jawab pelaku usaha, penanganan pengaduan, hingga penerapan UU Perlindungan Konsumen.
5. Metrologi Legal dan Alat UTTP
Materi tentang tera, tera ulang, jenis alat ukur, kebenaran ukuran, dan regulasi metrologi legal.
6. Perdagangan Internasional (Ekspor Impor)
Dasar HS Code, lartas perdagangan, dokumen ekspor impor, serta mekanisme arus barang lintas negara.
7. Perdagangan Dalam Negeri dan Distribusi
Rantai pasok, sistem distribusi, pembinaan pasar rakyat, harga kebutuhan pokok, serta kebijakan stabilisasi pasokan.
8. Analisis Data dan Statistik Perdagangan
Membaca grafik, tren harga, supply demand, indeks perdagangan, serta analisis sederhana berbasis tabel dan angka.
9. Pengembangan UMKM dan Fasilitasi Perdagangan
Program pemerintah, pola kemitraan, fasilitasi pembinaan usaha, hingga kebijakan pendukung daya saing UMKM.
10. Sistem Informasi dan Database Perdagangan
Penggunaan aplikasi perdagangan, pencatatan data, pelaporan, dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan.
11. Etika ASN dan Pelayanan Publik
Integritas, profesionalisme, komunikasi pelayanan, dan tindakan yang mencerminkan nilai nilai ASN dalam tugas perdagangan.
12. Manajerial dan Pengambilan Keputusan
Soal skenario, penyelesaian masalah lapangan, dan analisis kasus sesuai tugas fungsional perdagangan.
Contoh Soal JF Perdagangan + Pembahasan

Latihan soal menjadi cara efektif untuk memahami materi teknis yang biasa diujikan pada Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perdagangan. Contoh soal berikut disusun berdasarkan kisi kisi terbaru, mencakup kebijakan perdagangan, pengawasan barang beredar, perlindungan konsumen, metrologi legal, hingga analisis data. Soalnya bersifat analitis dan menggambarkan situasi yang sering ditemui dalam tugas fungsional perdagangan.
Soal 1
Dalam kegiatan pengawasan barang beredar, Anda menemukan produk elektronik impor tanpa informasi manual berbahasa Indonesia. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan?
A. Menyita seluruh barang dan menghentikan peredarannya
B. Memberikan teguran lisan dan meminta distributor memperbaiki kemasan
C. Melakukan pembinaan serta meminta pelaku usaha memenuhi kewajiban pencantuman label
D. Membiarkan produk beredar karena tidak termasuk barang berbahaya
E. Menunda tindakan hingga ada laporan konsumen
Jawaban: C
Pembahasan:
Barang elektronik wajib mencantumkan manual/instruksi penggunaan berbahasa Indonesia. Tindakan yang tepat adalah pembinaan dan perintah pemenuhan kewajiban label, bukan penyitaan langsung kecuali ditemukan pelanggaran berat.
Soal 2
Seorang pelaku usaha memasarkan produk pangan dalam kemasan tanpa mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Apa risiko utama menurut regulasi perlindungan konsumen?
A. Risiko harga naik di pasaran
B. Risiko konsumen dirugikan karena tidak mengetahui keamanan produk
C. Risiko barang menjadi tidak termasuk kategori pangan
D. Risiko distributor wajib mengganti kemasan sepenuhnya
E. Risiko produsen kehilangan izin usaha otomatis
Jawaban: B
Pembahasan:
Tanggal kedaluwarsa adalah informasi wajib. Tanpa itu, konsumen tidak dapat menilai keamanan produk sehingga berpotensi dirugikan.
Soal 3
Anda diminta menganalisis lonjakan harga salah satu komoditas kebutuhan pokok dalam dua minggu terakhir. Data menunjukkan pasokan menurun sementara permintaan stabil. Apa kemungkinan penyebab utama?
A. Kelebihan produksi di daerah produsen
B. Distribusi terganggu di jalur utama pasokan
C. Konsumen beralih ke komoditas substitusi
D. Harga internasional turun
E. Kebijakan lartas baru diberlakukan
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika pasokan turun dan permintaan stabil, penyebab yang paling wajar adalah gangguan distribusi, misalnya logistik atau hambatan transportasi.
Soal 4
Dalam pengawasan alat UTTP (Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya), tim menemukan timbangan pedagang pasar yang menyimpang 200 gram dari standar. Apa tindakan yang benar sesuai metrologi legal?
A. Mengizinkan pedagang menggunakan alat tersebut sampai habis masa sewa kios
B. Memerintahkan tera ulang dan menghentikan penggunaan timbangan hingga diperbaiki
C. Mengalihkan pedagang ke area penjualan lain
D. Mengganti timbangan tanpa pemeriksaan
E. Menyerahkan kasus ke kepolisian pada tahap awal
Jawaban: B
Pembahasan:
Timbangan yang tidak sesuai standar harus ditera ulang dan tidak boleh digunakan sebelum diperbaiki, sebagai bentuk perlindungan konsumen.
Soal 5
Saat memantau barang beredar, ditemukan produk kosmetik tanpa nomor izin edar BPOM. Bagaimana langkah yang paling tepat?
A. Mengizinkan penjualan karena kosmetik bukan barang kritis
B. Meminta pelaku usaha menunggu audit BPOM
C. Menghentikan peredaran dan melakukan pembinaan kepada pelaku usaha
D. Menjual produk dengan harga diskon sebagai solusi sementara
E. Memindahkan barang ke gudang sampai stok habis
Jawaban: C
Pembahasan:
Kosmetik wajib memiliki izin edar. Produk tanpa nomor izin edar harus dihentikan peredarannya dan pelaku usaha diberikan pembinaan untuk proses perizinan.
Soal 6
Dalam pemantauan barang beredar, Anda menemukan produk mainan anak yang tidak mencantumkan label usia penggunaan. Apa potensi risiko utama jika produk tetap beredar?
A. Anak menggunakan produk yang tidak sesuai usia sehingga membahayakan keselamatan
B. Harga produk menjadi tidak stabil di pasaran
C. Distributor kehilangan akses ke pasar ekspor
D. Produk otomatis termasuk kategori barang larangan
E. Konsumen tidak bisa komplain ke pelaku usaha
Jawaban: A
Pembahasan:
Mainan anak wajib mencantumkan batasan usia. Tanpa label tersebut, risiko keselamatan meningkat karena produk bisa digunakan oleh anak yang belum sesuai usianya.
Soal 7
Dalam analisis pasar, Anda melihat tren kenaikan harga komoditas tertentu meskipun pasokan dan permintaan stabil. Setelah ditelusuri, terdapat peningkatan biaya transportasi antarwilayah. Apa kesimpulan yang paling tepat?
A. Harga naik karena kebijakan lartas baru
B. Kenaikan harga disebabkan peningkatan biaya distribusi
C. Harga naik akibat penurunan produksi nasional
D. Harga naik karena pedagang melakukan penahanan stok
E. Harga naik karena permintaan rumah tangga meningkat tajam
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika supply dan demand stabil tetapi biaya distribusi naik, maka harga wajar naik karena biaya logistik memengaruhi harga akhir barang.
Soal 8
Dalam kegiatan pengawasan, ditemukan pelabelan ganda pada kemasan makanan olahan yang mencantumkan dua tanggal kedaluwarsa berbeda. Apa tindakan yang paling tepat?
A. Mengizinkan produk beredar sampai tanggal pertama habis
B. Menunda tindakan sampai audit berikutnya
C. Menghentikan peredaran dan meminta klarifikasi dari pelaku usaha
D. Mengembalikan seluruh barang ke distributor
E. Membiarkan barang beredar sambil menunggu laporan konsumen
Jawaban: C
Pembahasan:
Pelabelan ganda adalah temuan serius karena berpotensi membingungkan konsumen. Pengawasan harus dilakukan dengan menghentikan sementara peredaran dan meminta klarifikasi serta perbaikan pelabelan.
Soal 9
Dalam penilaian UMKM binaan, Anda menemukan usaha yang kesulitan memasarkan produknya karena kurangnya akses ke informasi pasar. Fasilitasi apa yang paling relevan diberikan?
A. Memberikan insentif keuangan jangka pendek
B. Memperluas jaringan pemasaran melalui pelatihan digital dan akses marketplace
C. Menurunkan standar kualitas produk agar lebih kompetitif
D. Mengalihkan usaha ke sektor berbeda
E. Menghentikan pendampingan karena usaha tidak berkembang
Jawaban: B
Pembahasan:
Permasalahan UMKM dalam pemasaran biasanya dapat dibantu dengan akses informasi, pelatihan pemasaran digital, dan integrasi ke marketplace, bukan mengubah sektor usaha atau menurunkan standar kualitas.
Soal 10
Dalam pemeriksaan alat UTTP di sebuah pasar, ditemukan pedagang menggunakan timbangan digital tanpa segel tera yang masih berlaku. Apa tindakan yang paling tepat sesuai metrologi legal?
A. Mengizinkan penggunaan timbangan selama tidak ada komplain
B. Menunda tindakan hingga jadwal tera ulang berikutnya
C. Menghentikan penggunaan dan mewajibkan tera atau tera ulang
D. Mengganti timbangan dengan milik petugas
E. Mengalihkan pemeriksaan ke hari lain
Jawaban: C
Pembahasan:
Timbangan tanpa segel tera yang valid tidak boleh digunakan. Pedagang wajib melakukan tera atau tera ulang agar alat ukur akurat dan melindungi konsumen.
Soal 11
Saat melakukan pengawasan barang beredar, Anda menemukan produk pakaian impor yang tidak mencantumkan label informasi bahan (material composition). Apa langkah yang paling tepat?
A. Mengabaikan karena bukan kategori produk berisiko
B. Mengarahkan pelaku usaha mengganti label tanpa pemeriksaan
C. Menghentikan sementara peredaran dan meminta pelaku usaha memenuhi kewajiban pelabelan
D. Mengizinkan penjualan untuk stok yang sudah ada saja
E. Mengembalikan barang ke negara asal
Jawaban: C
Pembahasan:
Label bahan merupakan informasi wajib pada produk tekstil. Jika tidak tercantum, peredaran harus dihentikan sementara dan pelaku usaha diminta memenuhi kewajiban pelabelan sebelum produk kembali dijual.
Soal 12
Saat melakukan analisis harga mingguan, Anda menemukan kenaikan harga pada salah satu komoditas meskipun pasokan tercatat stabil. Setelah ditelusuri, terjadi kenaikan biaya distribusi dari daerah produsen. Kesimpulan apa yang paling sesuai?
A. Harga naik karena pelaku usaha menaikkan margin keuntungan
B. Kenaikan harga disebabkan faktor biaya distribusi
C. Harga naik karena penurunan daya beli masyarakat
D. Harga naik akibat perubahan nilai tukar
E. Harga naik karena barang termasuk kategori lartas
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika pasokan tetap tetapi biaya transportasi meningkat, maka kenaikan harga wajar terjadi karena distribusi adalah komponen penting dalam pembentukan harga.
Soal 13
Dalam inspeksi lapangan, ditemukan produk makanan dengan klaim “bebas bahan pengawet” tanpa bukti uji laboratorium atau sertifikasi terkait. Apa tindakan yang paling tepat?
A. Mengizinkan klaim digunakan karena tidak membahayakan
B. Meminta pelaku usaha menghapus klaim sampai ada bukti pendukung
C. Mengganti klaim dengan istilah umum yang lebih netral
D. Membiarkan penjualan sambil menunggu laporan konsumen
E. Menyita seluruh produk secara permanen
Jawaban: B
Pembahasan:
Klaim produk harus didasarkan pada bukti. Jika tidak ada bukti uji laboratorium, klaim harus dihapus untuk melindungi konsumen dari informasi yang menyesatkan.
Soal 14
Dalam kegiatan pembinaan pasar rakyat, ditemukan pedagang menggunakan timbangan tradisional yang sudah rusak dan tidak memenuhi syarat ketelitian. Apa solusi paling tepat?
A. Mengizinkan penggunaan karena timbangan tradisional masih umum
B. Menarik timbangan dan menggantinya dengan alat digital
C. Memerintahkan perbaikan atau penggantian, serta melakukan tera ulang
D. Mengabaikan masalah karena harga barang murah
E. Mengalihkan pedagang ke lokasi lain
Jawaban: C
Pembahasan:
Timbangan yang tidak akurat harus diperbaiki/ganti dan wajib dilakukan tera ulang untuk menjamin keadilan transaksi.
Soal 15
Saat menilai kesiapan UMKM mengikuti pameran nasional, Anda menemukan bahwa pelaku usaha belum memiliki sertifikat PIRT untuk produk pangan olahannya. Apa langkah pendampingan yang paling relevan?
A. Menunda keikutsertaan UMKM sampai sertifikasi PIRT diperoleh
B. Mengizinkan ikut pameran asalkan produk dikemas rapi
C. Menyarankan UMKM menjual produk tanpa label
D. Mengarahkan UMKM fokus pada pemasaran online saja
E. Membiarkan UMKM tetap ikut pameran tanpa meninjau perizinan
Jawaban: A
Pembahasan:
Produk pangan olahan wajib memiliki PIRT. UMKM tidak boleh mengikuti pameran resmi sebelum memenuhi persyaratan keamanan pangan, sehingga pendampingan diarahkan pada penyelesaian perizinan terlebih dahulu.
Soal 16
Dalam inspeksi barang beredar, Anda menemukan produk minuman dalam kemasan yang mencantumkan komposisi tidak sesuai dengan hasil uji laboratorium. Apa tindakan yang paling tepat?
A. Menghentikan peredaran dan meminta pelaku usaha memperbaiki label sesuai hasil uji
B. Mengizinkan penjualan sampai stok habis
C. Mengubah label secara manual tanpa proses administrasi
D. Mengalihkan produk ke distributor lain
E. Mengembalikan produk kepada konsumen yang sudah membeli
Jawaban: A
Pembahasan:
Ketidaksesuaian komposisi adalah pelanggaran serius. Peredaran harus dihentikan sementara, dan pelaku usaha wajib memperbaiki label sesuai hasil uji laboratorium.
Soal 17
Dalam analisis data perdagangan, Anda melihat grafik menunjukkan penurunan jumlah pasokan beras di beberapa pasar, tetapi harga tetap stabil. Apa interpretasi yang paling tepat?
A. Permintaan ikut turun sehingga harga tidak terdampak
B. Pasar sedang mengalami distorsi harga
C. Penurunan pasokan tidak signifikan pada skala wilayah
D. Harga dikendalikan oleh pelaku usaha besar
E. Kebijakan subsidi baru diterapkan
Jawaban: A
Pembahasan:
Jika pasokan menurun tetapi harga tetap stabil, kemungkinan besar permintaan ikut turun sehingga keseimbangan harga tidak berubah.
Soal 18
Dalam pengawasan di pasar modern, ditemukan produk tekstil impor yang tidak memiliki label SNI untuk kategori wajib. Apa tindakan yang paling tepat menurut regulasi?
A. Mengizinkan penjualan asalkan harganya diturunkan
B. Menghentikan sementara penjualan dan meminta pemenuhan SNI
C. Mengarahkan produk ke pasar tradisional
D. Membiarkan produk beredar karena tidak membahayakan
E. Menjual produk dalam bentuk paket promosi
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika barang termasuk kategori wajib SNI, maka peredarannya harus dihentikan sampai pelaku usaha memenuhi ketentuan SNI.
Soal 19
Saat melakukan pembinaan UMKM, pelaku usaha mengeluhkan kesulitan menentukan harga jual produk karena tidak mengetahui struktur biaya dengan jelas. Fasilitasi apa yang paling relevan?
A. Memberikan bantuan alat produksi
B. Pelatihan pencatatan biaya dan penentuan harga pokok produksi
C. Mengarahkan UMKM menjual produk secara grosir
D. Membantu membuat promosi visual
E. Menyarankan UMKM menaikkan harga sebagai solusi cepat
Jawaban: B
Pembahasan:
Masalah UMKM bersifat manajemen biaya. Pelatihan HPP (harga pokok produksi) dan pencatatan biaya adalah solusi paling tepat.
Soal 20
Dalam pemeriksaan metrologi legal, ditemukan pedagang menggunakan alat ukur volume yang sudah rusak dan tidak bisa dikalibrasi di tempat. Apa langkah terbaik?
A. Mengizinkan alat digunakan sampai hari pasar selesai
B. Mengarahkan pedagang memperbaiki sendiri tanpa tera ulang
C. Menghentikan penggunaan alat dan meminta penggantian dengan alat yang dapat ditera
D. Mengalihkan pedagang ke komoditas lain yang tidak membutuhkan alat ukur
E. Mengabaikan masalah karena pedagang sudah lama berjualan
Jawaban: C
Pembahasan:
Alat ukur rusak dan tidak dapat dikalibrasi harus diganti dan wajib melalui proses tera agar akurasinya terjamin sesuai metrologi legal.
Perkuat Persiapan Uji Kompetensi JF Perdagangan di fungsional.id

Menghadapi ujikom JF Perdagangan membutuhkan pemahaman teknis yang luas, mulai dari pengawasan barang beredar, standar SNI, perlindungan konsumen, hingga analisis data perdagangan. Latihan soal yang tepat akan membantu Anda memahami pola pertanyaan sekaligus membangun ketelitian yang dibutuhkan dalam tugas fungsional.
Di fungsional.id, Anda dapat berlatih menggunakan ratusan soal yang disusun berdasarkan kisi kisi terbaru dan materi yang benar benar digunakan dalam penilaian kompetensi. Setiap soal dilengkapi pembahasan yang jelas, sehingga Anda dapat belajar tidak hanya dari jawaban benar, tetapi juga dari proses berpikir di baliknya.


