CPNS dan PPPK Setjen MPR Sekretariat Jenderal MPR merupakan jalur rekrutmen aparatur sipil negara yang secara khusus dipersiapkan untuk mendukung tugas-tugas kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Aparatur di lingkungan Setjen MPR berperan dalam pelayanan administrasi persidangan, dukungan kelembagaan, serta pelaksanaan fungsi teknis yang menunjang kelancaran kegiatan MPR secara profesional dan akuntabel.
Sejalan dengan peran Sekretariat Jenderal MPR sebagai unsur pendukung teknis dan administratif lembaga, seleksi CPNS dan PPPK Setjen MPR diarahkan untuk menilai kesiapan calon aparatur dalam menjalankan tugas kesekretariatan MPR. Materi Soal CPNS PPPK Setjen MPR difokuskan pada kemampuan mendukung persidangan MPR, pengelolaan keprotokolan, tata naskah dinas, kearsipan kelembagaan, serta penerapan etika ASN dalam lingkungan kerja Setjen MPR.
Table of Contents
ToggleKisi-kisi Soal CPNS PPPK Sekretariat Jenderal MPR

Kisi-kisi ini membantu peserta menyusun strategi belajar yang lebih terarah melalui latihan Soal CPNS PPPK Setjen MPR sesuai jabatan dan formasi yang dilamar. Dengan memahami kisi-kisi Soal CPNS PPPK Setjen MPR, peluang lolos seleksi dapat ditingkatkan secara lebih optimal.
1. Administrasi Persidangan dan Rapat Lembaga Negara
Pemahaman dukungan kesekretariatan persidangan MPR, pengelolaan jadwal, notulensi, risalah rapat, dan tata kelola dokumen persidangan.
2. Hukum Tata Negara dan Kedudukan MPR
Pemahaman kedudukan MPR dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kewenangan MPR, serta relasi MPR dengan lembaga negara lainnya.
3. Penyusunan Materi Hukum dan Peraturan
Kemampuan memahami teknik penyusunan naskah hukum, konsistensi norma, harmonisasi peraturan, dan analisis yuridis pendukung tugas MPR.
4. Keprotokolan dan Tata Acara Resmi
Pemahaman tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, serta penyelenggaraan acara resmi lembaga negara.
5. Kearsipan dan Dokumentasi Kelembagaan
Pemahaman pengelolaan arsip dinamis dan statis, klasifikasi arsip, penyusutan arsip, serta keamanan dan layanan arsip kelembagaan.
6. Kehumasan dan Komunikasi Publik Lembaga Negara
Pemahaman komunikasi publik, kehumasan pemerintah, penulisan rilis, manajemen isu, dan diseminasi informasi kelembagaan MPR.
7. Perencanaan Program dan Kinerja Organisasi
Kemampuan memahami perencanaan program, penetapan indikator kinerja, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan kinerja kelembagaan.
8. Pengelolaan SDM Aparatur
Pemahaman manajemen ASN, analisis kebutuhan pegawai, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, dan disiplin aparatur.
9. Tata Kelola Administrasi dan Tata Naskah Dinas
Pemahaman tata naskah dinas, korespondensi resmi, disposisi, manajemen agenda pimpinan, dan pelayanan administrasi perkantoran.
10. Sistem Pemerintahan dan Tata Kelola Lembaga Negara
Pemahaman prinsip good governance, akuntabilitas, transparansi, serta tata kelola internal lembaga negara.
11. Etika, Kerahasiaan, dan Profesionalisme ASN
Pemahaman kode etik ASN, netralitas, kerahasiaan dokumen negara, integritas, dan perilaku profesional di lingkungan MPR.
12. Tes Kompetensi Dasar ASN
Pemahaman kemampuan dasar ASN yang mencakup wawasan kebangsaan, penalaran umum, serta karakteristik pribadi dalam konteks tugas Setjen MPR.
Contoh Soal CPNS PPPK Sekretariat Jenderal MPR
Berikut ini adalah kumpulan Contoh Soal CPNS PPPK Setjen MPR yang disusun sebagai bahan latihan bagi calon peserta seleksi. Soal-soal ini bertujuan membantu memahami karakter soal, pola ujian, serta tingkat kesulitan yang berpotensi muncul, sehingga persiapan menghadapi seleksi CPNS dan PPPK Setjen MPR dapat dilakukan dengan lebih terarah dan optimal.
Soal 1
Dalam pelaksanaan persidangan MPR, salah satu tugas kesekretariatan yang penting adalah penyusunan risalah rapat. Risalah rapat berfungsi untuk …
A. Menyebarluaskan opini peserta rapat
B. Mencatat jalannya rapat dan keputusan resmi
C. Mengganti dokumen peraturan perundang-undangan
D. Menjadi arsip pribadi pimpinan rapat
E. Menyusun agenda rapat berikutnya
Jawaban: B
Pembahasan:
Risalah rapat merupakan dokumen resmi yang mencatat jalannya rapat, pokok pembahasan, dan keputusan yang diambil. Dokumen ini menjadi rujukan hukum dan administratif bagi lembaga negara.
Soal 2
Dalam penyelenggaraan persidangan dan rapat di lingkungan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), kesekretariatan memiliki peran penting dalam mengatur agenda kegiatan pimpinan dan anggota. Pengelolaan jadwal yang tidak terkoordinasi dapat menimbulkan benturan waktu, ketidakhadiran peserta penting, serta menghambat proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pengaturan jadwal persidangan harus dilakukan secara terencana dan terintegrasi.
Pengelolaan jadwal persidangan MPR harus dilakukan secara terkoordinasi agar …
A. Semua rapat dapat dilakukan bersamaan
B. Peserta rapat dapat menentukan agenda sendiri
C. Kegiatan lembaga berjalan tertib dan efektif
D. Mengurangi jumlah rapat yang diselenggarakan
E. Menghindari pembuatan risalah rapat
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengaturan jadwal yang baik mencegah benturan agenda dan memastikan kehadiran pihak terkait. Hal ini mendukung kelancaran dan efektivitas pelaksanaan tugas MPR.
Soal 3
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kedudukan MPR adalah …
A. Lembaga eksekutif tertinggi
B. Lembaga yudikatif pusat
C. Lembaga negara yang memiliki kewenangan konstitusional tertentu
D. Lembaga pemerintahan daerah
E. Badan pengawas kementerian
Jawaban: C
Pembahasan:
MPR merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan khusus sebagaimana diatur dalam UUD 1945, seperti mengubah dan menetapkan UUD serta melantik Presiden dan Wakil Presiden.
Soal 4
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan salah satu lembaga negara yang memiliki kewenangan konstitusional sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, MPR tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan lembaga negara lain dalam kerangka sistem pemerintahan. Hubungan antara MPR dengan lembaga negara lain didasarkan pada prinsip …
A. Subordinasi mutlak
B. Pemisahan tanpa koordinasi
C. Keseimbangan dan saling menghormati kewenangan
D. Dominasi MPR atas lembaga lain
E. Penghapusan fungsi lembaga negara
Jawaban: C
Pembahasan:
Dalam sistem ketatanegaraan modern, lembaga negara saling bekerja sama dengan prinsip checks and balances. Tidak ada lembaga yang berada di atas lembaga lain secara absolut.
Soal 5
Salah satu prinsip penting dalam penyusunan naskah hukum adalah konsistensi norma, yang berarti …
A. Norma boleh saling bertentangan
B. Bahasa hukum harus rumit
C. Tidak terjadi konflik antar ketentuan
D. Setiap pasal berdiri sendiri
E. Norma dapat berubah sewaktu-waktu
Jawaban: C
Pembahasan:
Konsistensi norma memastikan tidak adanya pertentangan antar pasal atau peraturan. Hal ini penting agar hukum dapat diterapkan secara jelas dan tidak menimbulkan multitafsir.
Soal 6
Dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan, sering kali terdapat berbagai regulasi yang berasal dari tingkat dan sektor yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memastikan agar peraturan yang disusun tidak bertentangan dengan peraturan lain serta tetap sejalan dengan sistem hukum nasional. Harmonisasi peraturan bertujuan untuk …
A. Memperbanyak jumlah regulasi
B. Menyesuaikan peraturan dengan kepentingan pribadi
C. Menyelaraskan peraturan agar tidak saling bertentangan
D. Menghapus peraturan yang lama
E. Menunda penerapan hukum
Jawaban: C
Pembahasan:
Harmonisasi dilakukan agar peraturan baru sejalan dengan peraturan yang lebih tinggi maupun sejajar. Tujuannya menjaga kepastian hukum dan ketertiban sistem regulasi.
Soal 7
Tata tempat dalam acara resmi lembaga negara berfungsi untuk …
A. Menentukan dekorasi ruangan
B. Mengatur urutan kehormatan pejabat
C. Memperindah acara
D. Mengurangi jumlah peserta
E. Menentukan isi pidato
Jawaban: B
Pembahasan:
Tata tempat mengatur posisi duduk atau berdiri pejabat berdasarkan hierarki dan kehormatan. Hal ini mencerminkan tata krama dan wibawa lembaga negara.
Soal 8
Dalam pelaksanaan acara resmi lembaga negara, keprotokolan menjadi pedoman penting yang mengatur tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan. Penerapan keprotokolan yang tertib menunjukkan bagaimana sebuah lembaga menjalankan kegiatan secara terencana dan sesuai ketentuan. Keprotokolan yang baik mencerminkan …
A. Kekuasaan individu
B. Kedisiplinan dan profesionalisme lembaga
C. Kebebasan tanpa aturan
D. Fleksibilitas tanpa pedoman
E. Kepentingan pribadi pimpinan
Jawaban: B
Pembahasan:
Keprotokolan yang tertib menunjukkan profesionalisme dan citra positif lembaga negara. Hal ini penting dalam kegiatan resmi yang melibatkan pejabat dan tamu negara.
Soal 9
Arsip yang masih sering digunakan dalam kegiatan administrasi disebut …
A. Arsip statis
B. Arsip vital
C. Arsip dinamis
D. Arsip rahasia
E. Arsip publik
Jawaban: C
Pembahasan:
Arsip dinamis adalah arsip yang masih digunakan secara aktif dalam kegiatan organisasi. Arsip ini perlu dikelola dengan sistem yang rapi dan mudah diakses.
Soal 10
Dalam pengelolaan arsip kelembagaan, jumlah dokumen yang terus bertambah perlu ditata secara sistematis agar tetap efisien dan mudah diakses. Oleh karena itu, dilakukan penyusutan arsip sebagai bagian dari manajemen kearsipan yang tertib dan berkelanjutan. Penyusutan arsip dilakukan untuk …
A. Menghilangkan seluruh dokumen
B. Mengurangi nilai informasi arsip
C. Menentukan arsip yang masih bernilai guna
D. Menyembunyikan arsip tertentu
E. Memindahkan arsip ke luar lembaga
Jawaban: C
Pembahasan:
Penyusutan arsip bertujuan memilah arsip yang masih memiliki nilai guna dan yang tidak. Proses ini membantu efisiensi pengelolaan arsip lembaga.
Soal 11
Dalam konteks lembaga negara, kehumasan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara institusi dan masyarakat. Melalui pengelolaan informasi yang tepat, kehumasan berkontribusi membangun citra positif serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga. Fungsi utama kehumasan lembaga negara adalah …
A. Mengontrol opini publik
B. Menyampaikan informasi kepada masyarakat
C. Membatasi akses informasi
D. Mengelola keuangan lembaga
E. Menyusun peraturan perundang-undangan
Jawaban: B
Pembahasan:
Kehumasan berperan sebagai jembatan komunikasi antara lembaga negara dan masyarakat. Informasi yang disampaikan harus akurat, transparan, dan bertanggung jawab.
Soal 12
Rilis resmi lembaga negara harus disusun dengan bahasa yang …
A. Provokatif
B. Bersifat opini pribadi
C. Jelas, informatif, dan objektif
D. Sulit dipahami
E. Emosional
Jawaban: C
Pembahasan:
Rilis resmi bertujuan menyampaikan informasi secara faktual. Bahasa yang digunakan harus netral, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan salah tafsir.
Soal 13
Dalam pelaksanaan program dan kegiatan lembaga negara, diperlukan alat ukur yang jelas untuk mengetahui sejauh mana tujuan telah tercapai. Indikator kinerja digunakan sebagai dasar penilaian agar pelaksanaan program dapat dievaluasi secara objektif dan terukur. Indikator kinerja digunakan untuk …
A. Menilai perilaku pribadi pegawai
B. Mengukur keberhasilan program
C. Mengurangi target kerja
D. Menentukan gaji ASN
E. Menunda pelaporan
Jawaban: B
Pembahasan:
Indikator kinerja menjadi alat ukur capaian program dan kegiatan. Dengan indikator yang jelas, evaluasi kinerja organisasi dapat dilakukan secara objektif.
Soal 14
Dalam pelaksanaan program dan kegiatan organisasi, diperlukan proses pengawasan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala agar pelaksanaan program dapat dikendalikan dan ditingkatkan kualitasnya. Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk …
A. Menghentikan seluruh program
B. Menilai kesesuaian pelaksanaan dengan rencana
C. Mengganti seluruh pegawai
D. Menghapus laporan kinerja
E. Mengurangi transparansi
Jawaban: B
Pembahasan:
Monitoring dan evaluasi memastikan program berjalan sesuai rencana dan tujuan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan kinerja ke depan.
Soal 15
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan secara sistematis agar setiap pegawai mampu bekerja secara efektif, kompeten, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Manajemen ASN menjadi instrumen penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia aparatur. Manajemen ASN bertujuan untuk …
A. Membatasi pengembangan pegawai
B. Meningkatkan profesionalisme aparatur
C. Mengurangi jumlah pegawai
D. Menghapus penilaian kinerja
E. Menunda pengembangan kompetensi
Jawaban: B
Pembahasan:
Manajemen ASN dirancang untuk menciptakan aparatur yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Hal ini mendukung kinerja lembaga negara secara keseluruhan.
Soal 16
Dalam lingkungan lembaga negara, setiap surat dan dokumen resmi harus disusun dengan format dan alur yang jelas agar mudah dipahami serta dipertanggungjawabkan. Tata naskah dinas menjadi pedoman penting untuk menjaga ketertiban administrasi dan keseragaman korespondensi antarunit kerja. Tata naskah dinas diperlukan agar …
A. Surat bersifat informal
B. Dokumen tidak terdokumentasi
C. Korespondensi resmi berjalan tertib dan seragam
D. Setiap unit membuat aturan sendiri
E. Surat tidak perlu arsip
Jawaban: C
Pembahasan:
Tata naskah dinas mengatur bentuk dan alur surat resmi. Standarisasi ini menjaga ketertiban administrasi dan memudahkan penelusuran dokumen.
Soal 17
Dalam penyelenggaraan pemerintahan dan tata kelola lembaga negara, diperlukan prinsip-prinsip yang menjamin pengelolaan organisasi berjalan efektif, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Prinsip ini dikenal sebagai good governance yang menjadi dasar dalam pelayanan publik. Prinsip good governance mencakup …
A. Kerahasiaan mutlak
B. Akuntabilitas dan transparansi
C. Kekuasaan tanpa pengawasan
D. Keputusan sepihak
E. Penghapusan partisipasi publik
Jawaban: B
Pembahasan:
Good governance menekankan tata kelola yang terbuka dan bertanggung jawab. Prinsip ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
Soal 18
Netralitas ASN berarti …
A. Tidak memiliki pendapat
B. Tidak terlibat politik praktis
C. Bebas melanggar aturan
D. Menghindari tanggung jawab
E. Mendukung kelompok tertentu
Jawaban: B
Pembahasan:
ASN harus bersikap netral dan tidak berpihak pada kepentingan politik tertentu. Netralitas menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik.
Soal 19
Wawasan kebangsaan bertujuan menanamkan nilai persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air. ASN yang memiliki wawasan kebangsaan akan lebih bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan NKRI. Wawasan kebangsaan bertujuan untuk …
A. Menguatkan sikap individualisme
B. Menumbuhkan rasa cinta tanah air
C. Mengurangi peran negara
D. Menghapus nilai kebangsaan
E. Membatasi partisipasi ASN
Jawaban: B
Pembahasan:
Wawasan kebangsaan membentuk ASN yang memahami nilai persatuan dan kebhinekaan. Hal ini penting dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Soal 20
Integritas mencerminkan keselarasan antara perkataan, sikap, dan tindakan ASN. Kepatuhan terhadap hukum dan etika menjadi dasar utama dalam menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas. Integritas dalam konteks ASN berarti …
A. Kepatuhan pada aturan dan etika
B. Kemampuan akademik tinggi
C. Kecakapan berbicara
D. Loyalitas pada individu
E. Fleksibilitas tanpa batas
Jawaban: A
Pembahasan:
Integritas mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepatuhan pada hukum serta etika. Sikap ini menjadi fondasi utama profesionalisme ASN.
Merasa Latihan Soal CPNS PPPK Sekretariat Jenderal MPR yang Anda Pelajari Masih kurang lengkap?

Jika latihan soal yang ada masih terasa terbatas, Anda bisa mencoba referensi latihan yang lebih lengkap. Melalui fungsional.id, tersedia kumpulan soal CPNS PPPK Setjen MPR yang dirancang sesuai kisi-kisi, dilengkapi pembahasan untuk membantu memahami pola dan tingkat kesulitan soal. Dengan persiapan yang lebih matang, peluang menghadapi seleksi dengan percaya diri pun semakin terbuka.


