Soal dan Pembahasan Ujikom Mansoskul Ahli Madya ke Ahli Utama

Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural (Mansoskul) menjadi salah satu bagian penting dalam mengukur kesiapan ASN untuk memenuhi tuntutan kompetensi pada jenjang jabatan yang lebih tinggi. Bagi peserta yang akan beralih dari Ahli Madya ke Ahli Utama, kemampuan yang dibutuhkan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pekerjaan, tetapi juga kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, pengelolaan perubahan, serta kemampuan menghadapi keberagaman dalam lingkungan kerja.

Artikel Soal dan Pembahasan Ujikom Mansoskul Ahli Madya ke Ahli Utama disusun untuk membantu peserta memahami karakter kompetensi yang perlu dipersiapkan sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis situasi dan studi kasus.

Melalui pembahasan materi, kisi-kisi, serta latihan soal HOTS dan tricky, peserta diharapkan semakin terbiasa menganalisis permasalahan, membandingkan beberapa alternatif tindakan, dan menentukan keputusan yang paling efektif serta profesional pada level Ahli Utama.

Mengenal Karakter Ujikom Mansoskul untuk Ahli Utama

Ujikom Manajerial dan Sosial Kultural (Mansoskul) mengukur kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai situasi kerja yang membutuhkan pertimbangan matang, mulai dari membangun kerja sama hingga menentukan keputusan dalam persoalan yang kompleks.

Pada jenjang Ahli Utama, peserta perlu menunjukkan cara berpikir yang lebih strategis. Persoalan tidak hanya dilihat dari kepentingan pekerjaan individu, tetapi juga dari dampaknya terhadap tim, organisasi, pelayanan publik, dan pemangku kepentingan. Dalam menghadapi Ujikom Mansoskul, beberapa kemampuan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • menjaga integritas dan profesionalisme;
  • membangun komunikasi dan kerja sama yang efektif;
  • mengarahkan pekerjaan pada pencapaian hasil;
  • meningkatkan kualitas pelayanan publik;
  • mengembangkan kompetensi diri dan orang lain;
  • menghadapi serta mengelola perubahan;
  • menentukan keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan; dan
  • membangun hubungan yang harmonis dalam lingkungan yang beragam.

Soal Mansoskul umumnya perlu didekati dengan analisis situasi. Beberapa pilihan dapat terlihat sama-sama positif, tetapi peserta perlu menemukan tindakan yang paling efektif, profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat lebih luas. Oleh karena itu, latihan berbasis studi kasus dan situational judgment menjadi penting agar peserta terbiasa menentukan respons terbaik ketika menghadapi persoalan pada level Ahli Utama.

Kisi-Kisi Ujikom Mansoskul Ahli Madya ke Ahli Utama

Persiapan Ujikom Manajerial dan Sosial Kultural (Mansoskul) Ahli Madya ke Ahli Utama perlu diarahkan pada kemampuan menghadapi persoalan organisasi yang kompleks. Berdasarkan standar kompetensi ASN, terdapat 8 kompetensi manajerial dan 1 kompetensi sosial kultural yang menjadi area penting dalam penilaian. Berikut kisi-kisi yang dapat dijadikan peta belajar:

1. Integritas

Peserta perlu menunjukkan kemampuan mempertahankan nilai, norma, dan etika organisasi dalam situasi yang kompleks.

Fokus yang perlu dipelajari:

  • konsistensi antara perkataan dan tindakan;
  • penerapan nilai dan etika organisasi;
  • keberanian menghadapi pelanggaran;
  • penciptaan lingkungan kerja berintegritas;
  • pengelolaan konflik kepentingan;
  • keteladanan dalam organisasi.

Contoh kasus: peserta mengetahui adanya kebijakan atau tindakan yang menguntungkan pihak tertentu tetapi berpotensi bertentangan dengan prinsip organisasi. Peserta diminta menentukan respons paling profesional.

2. Kerja Sama

Pada level tinggi, kerja sama tidak berhenti pada hubungan antarindividu. Peserta perlu mampu membangun sinergi dengan berbagai unit maupun pemangku kepentingan.

Materi yang perlu dikuasai:

  • membangun jejaring kerja;
  • koordinasi lintas unit;
  • membangun komitmen bersama;
  • mengatasi perbedaan kepentingan;
  • mengoptimalkan kontribusi anggota;
  • membangun sinergi untuk tujuan organisasi.

3. Komunikasi

Peserta perlu mampu menyampaikan informasi kompleks secara efektif kepada berbagai pihak.

Fokus soal dapat mencakup:

  • komunikasi strategis;
  • penyampaian kebijakan;
  • komunikasi kepada pimpinan;
  • komunikasi dengan masyarakat;
  • negosiasi;
  • penyelesaian perbedaan pendapat;
  • komunikasi pada situasi sensitif atau krisis.

Jawaban terbaik biasanya mempertimbangkan audiens, substansi, tujuan komunikasi, dan dampaknya terhadap organisasi.

4. Orientasi pada Hasil

Peserta dituntut tidak hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi mampu mendorong pencapaian organisasi secara optimal.

Kisi-kisinya meliputi:

  • penetapan target;
  • peningkatan kualitas hasil;
  • pemantauan kinerja;
  • penyelesaian hambatan;
  • efisiensi sumber daya;
  • evaluasi capaian;
  • perbaikan berkelanjutan.

5. Pelayanan Publik

Kompetensi ini menilai kemampuan memahami dan memenuhi kebutuhan pelayanan secara profesional.

Materi yang perlu diperhatikan:

  • kebutuhan masyarakat;
  • kualitas pelayanan;
  • kesetaraan pelayanan;
  • penanganan pengaduan;
  • perbaikan prosedur pelayanan;
  • pelayanan terhadap kelompok dengan kebutuhan berbeda;
  • evaluasi dampak kebijakan pelayanan.

6. Pengembangan Diri dan Orang Lain

Pada level Ahli Utama, peserta perlu mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas orang lain maupun organisasi.

Fokus latihan:

  • identifikasi kesenjangan kompetensi;
  • coaching dan mentoring;
  • pemberian umpan balik;
  • transfer pengetahuan;
  • pengembangan talenta;
  • pembentukan budaya belajar;
  • perencanaan pengembangan kompetensi.

7. Mengelola Perubahan

Bagian ini sangat penting dalam soal berbasis kasus. Peserta dapat diberikan situasi ketika organisasi menerapkan sistem, kebijakan, teknologi, atau prosedur baru tetapi menghadapi resistensi.

Peserta perlu mampu:

  • memahami kebutuhan perubahan;
  • mengidentifikasi hambatan;
  • membangun dukungan;
  • mengelola resistensi;
  • melibatkan pihak terkait;
  • menentukan strategi implementasi;
  • mengevaluasi keberhasilan perubahan.

8. Pengambilan Keputusan

Pada level Ahli Utama, kasus dapat memiliki beberapa alternatif yang sama-sama terlihat benar.

Peserta perlu memperhatikan:

  • identifikasi akar masalah;
  • validitas informasi;
  • analisis alternatif;
  • risiko setiap pilihan;
  • dampak jangka pendek dan panjang;
  • kepentingan organisasi;
  • kepentingan publik;
  • akuntabilitas keputusan.

Gunakan pola:

Masalah → fakta → akar masalah → alternatif → risiko → dampak → keputusan → evaluasi.

9. Perekat Bangsa — Kompetensi Sosial Kultural

Kompetensi sosial kultural dalam standar kompetensi ASN berfokus pada Perekat Bangsa.

Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • keberagaman masyarakat;
  • perbedaan agama, budaya, suku, dan latar belakang;
  • toleransi;
  • kesetaraan;
  • sensitivitas terhadap perbedaan;
  • penyelesaian konflik sosial;
  • membangun hubungan harmonis;
  • menjaga persatuan;
  • pelayanan dalam masyarakat majemuk.

Contoh Soal HOTS Ujikom Mansoskul Ahli Madya ke Ahli Utama

Pada level Ahli Utama, latihan soal Mansoskul sebaiknya tidak hanya menguji pemahaman definisi. Peserta perlu mampu membaca situasi secara utuh, menemukan akar persoalan, mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak, menilai risiko, serta menentukan respons yang memberikan dampak terbaik bagi organisasi dan pelayanan publik.

A. Integritas

Soal 1

Anda menjadi tenaga ahli dalam tim yang sedang menyusun rekomendasi kebijakan strategis. Hasil analisis menunjukkan kebijakan yang selama ini digunakan memiliki kelemahan dan perlu diperbaiki. Seorang pejabat meminta kesimpulan dibuat lebih positif karena laporan tersebut akan digunakan dalam pertemuan dengan pimpinan.

Apa tindakan paling tepat?

A. Mengubah kesimpulan agar hubungan kerja tetap terjaga
B. Mempertahankan kesimpulan tanpa berkomunikasi dengan pejabat tersebut
C. Menyampaikan hasil secara objektif, menjelaskan bukti dan risikonya, serta menawarkan rekomendasi perbaikan yang konstruktif
D. Menghilangkan bagian yang sensitif dan membahasnya secara informal
E. Menunda laporan sampai situasi lebih kondusif

Jawaban: C

Pembahasan: Integritas bukan sekadar menolak intervensi. Pada level tinggi, peserta harus mempertahankan objektivitas sekaligus mampu mengomunikasikan temuan secara konstruktif dan memberikan solusi.

Soal 2

Dalam evaluasi program, Anda mengetahui seorang anggota tim tidak sengaja menggunakan data lama sehingga sebagian analisis menjadi kurang akurat. Laporan hampir selesai dan tenggat waktu tinggal satu hari.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Memperbaiki sendiri bagian yang salah tanpa memberi tahu tim
B. Tetap menyerahkan laporan karena kesalahan tidak disengaja
C. Mengidentifikasi dampak kesalahan, melakukan koreksi pada bagian material, dan memastikan hasil akhir tetap dapat dipertanggungjawabkan
D. Mengulang seluruh pekerjaan dari awal
E. Menyerahkan laporan terlebih dahulu kemudian memperbaikinya jika ada pertanyaan

Jawaban: C

Pembahasan: Keputusan harus mempertimbangkan integritas hasil sekaligus proporsionalitas tindakan. Tidak semua kesalahan mengharuskan seluruh pekerjaan diulang, tetapi kesalahan material tidak boleh dibiarkan.

Soal 3

Seorang mitra eksternal menawarkan fasilitas tertentu setelah organisasi Anda menyelesaikan kerja sama yang berhasil. Fasilitas tersebut tidak secara langsung dikaitkan dengan keputusan tertentu, tetapi berpotensi menimbulkan persepsi konflik kepentingan.

Respons terbaik adalah ….

A. Menerima karena pekerjaan telah selesai
B. Menerima selama tidak diketahui publik
C. Mengidentifikasi ketentuan yang berlaku dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan atau merusak objektivitas
D. Memberikan fasilitas tersebut kepada anggota tim lain
E. Menerima lalu melaporkannya setelah digunakan

Jawaban: C

Pembahasan: Integritas juga menyangkut persepsi objektivitas. Pejabat pada level tinggi harus mampu mengantisipasi konflik kepentingan, bukan hanya menghindari pelanggaran yang sudah nyata.

Soal 4

Pimpinan memberikan instruksi yang menurut analisis Anda berpotensi menimbulkan masalah dalam pelaksanaan, tetapi instruksi tersebut belum jelas bertentangan dengan aturan.

Apa tindakan paling tepat?

A. Menolak instruksi
B. Menjalankan tanpa pertanyaan
C. Menyampaikan analisis risiko dan alternatif secara profesional, kemudian melaksanakan keputusan yang sah sesuai kewenangan
D. Meminta tim menunda pelaksanaan tanpa sepengetahuan pimpinan
E. Menyampaikan ketidaksetujuan kepada pihak luar

Jawaban: C

Pembahasan: Integritas harus berjalan bersama profesionalisme. Perbedaan pandangan perlu disampaikan berdasarkan bukti, risiko, dan jalur organisasi yang tepat.

B. Kerja Sama

Soal 5

Dua unit memiliki data berbeda mengenai persoalan yang sama. Masing-masing yakin datanya paling akurat dan menolak menggunakan data unit lain. Program strategis tidak dapat dilanjutkan sebelum terdapat kesepakatan.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan?

A. Memilih data unit yang lebih berpengalaman
B. Menggabungkan kedua data tanpa validasi
C. Memfasilitasi validasi bersama, menyepakati kriteria data, dan membangun satu dasar informasi yang dapat diterima para pihak
D. Menyerahkan keputusan kepada pimpinan
E. Membiarkan masing-masing unit menggunakan datanya sendiri

Jawaban: C

Pembahasan: Kerja sama strategis bukan sekadar menghindari konflik. Peserta perlu menciptakan mekanisme yang memungkinkan para pihak menghasilkan solusi bersama.

Soal 6

Program lintas instansi mengalami keterlambatan karena setiap instansi memiliki prioritas berbeda. Semua pihak sebenarnya mendukung tujuan program.

Tindakan paling efektif adalah ….

A. Meminta seluruh pihak mengikuti prioritas instansi Anda
B. Mengurangi jumlah instansi yang terlibat
C. Menyelaraskan kepentingan, memperjelas tujuan bersama, pembagian peran, target, serta mekanisme koordinasi
D. Menunggu seluruh pihak memiliki prioritas yang sama
E. Meminta pimpinan tertinggi mengambil alih seluruh koordinasi

Jawaban: C

Pembahasan: Sinergi terbentuk ketika perbedaan kepentingan dikelola menjadi komitmen terhadap tujuan bersama.

Soal 7

Seorang anggota tim memiliki kompetensi sangat tinggi, tetapi sering mendominasi rapat sehingga anggota lain enggan memberikan pandangan.

Sebagai koordinator, tindakan terbaik adalah ….

A. Membiarkannya karena kontribusinya paling besar
B. Mengurangi keterlibatannya dalam tim
C. Mengatur proses diskusi agar kontribusinya tetap dimanfaatkan sekaligus memberikan ruang yang setara bagi anggota lain
D. Meminta anggota lain menyesuaikan diri
E. Menggantinya dengan anggota yang lebih kooperatif

Jawaban: C

Pembahasan: Kerja sama pada level strategis menuntut optimalisasi kontribusi seluruh anggota, bukan sekadar mengendalikan individu yang dominan.

Soal 8

Dua unit terlibat konflik mengenai pembagian kewenangan. Konflik mulai memengaruhi pelayanan.

Langkah paling strategis adalah ….

A. Memilih salah satu unit sebagai penanggung jawab
B. Membiarkan pimpinan kedua unit menyelesaikannya
C. Mengklarifikasi mandat, kepentingan, titik tumpang tindih, dan membangun mekanisme kerja yang berorientasi pada tujuan organisasi
D. Membagi pekerjaan secara sama rata
E. Menghentikan sementara pelayanan

Jawaban: C

Pembahasan: Fokus penyelesaian konflik harus diarahkan pada akar persoalan dan tujuan organisasi, bukan sekadar kompromi pembagian tugas.

C. Komunikasi

Soal 9

Sebuah kebijakan baru secara teknis diperlukan, tetapi menimbulkan penolakan karena masyarakat salah memahami tujuannya.

Strategi komunikasi terbaik adalah ….

A. Menambah jumlah publikasi kebijakan
B. Menjelaskan bahwa masyarakat wajib mengikuti kebijakan
C. Mengidentifikasi sumber kesalahpahaman, menyusun pesan berbasis kebutuhan audiens, membuka dialog, dan menjelaskan dampak kebijakan secara transparan
D. Menunda komunikasi sampai penolakan mereda
E. Menggunakan istilah teknis agar informasi lebih resmi

Jawaban: C

Pembahasan: Komunikasi strategis harus memperhatikan kebutuhan audiens dan menciptakan pemahaman dua arah.

Soal 10

Dalam rapat strategis, dua pimpinan memiliki pendapat yang bertentangan dan diskusi mulai berubah menjadi konflik personal.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan?

A. Mendukung pendapat yang paling sesuai dengan pandangan Anda
B. Menghentikan rapat
C. Mengembalikan pembahasan pada fakta, tujuan bersama, dan kriteria keputusan yang objektif
D. Membiarkan keduanya menyelesaikan perdebatan
E. Melakukan voting segera

Jawaban: C

Pembahasan: Komunikasi pada level tinggi perlu mengubah konflik personal menjadi pembahasan substantif berbasis tujuan dan fakta.

Soal 11

Anda harus menyampaikan hasil evaluasi yang menunjukkan kegagalan sebagian program kepada pimpinan.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Menyampaikan hanya keberhasilan program
B. Menyampaikan seluruh kelemahan tanpa rekomendasi
C. Menyampaikan fakta, penyebab, dampak, risiko, serta alternatif perbaikan secara ringkas dan objektif
D. Menunggu pimpinan meminta hasilnya
E. Menggunakan bahasa yang sangat umum agar tidak menyinggung pihak tertentu

Jawaban: C

Pembahasan: Komunikasi strategis harus membantu pengambil keputusan memahami masalah sekaligus menentukan langkah berikutnya.

Soal 12

Informasi internal yang belum lengkap tersebar dan menimbulkan keresahan pegawai.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Tidak memberikan tanggapan
B. Membantah seluruh informasi
C. Memverifikasi fakta lalu menyampaikan informasi yang dapat dipastikan secara transparan, termasuk menjelaskan bagian yang masih dalam proses
D. Menunggu seluruh informasi sempurna
E. Meminta pegawai berhenti membicarakannya

Jawaban: C

Pembahasan: Kekosongan informasi dapat memperbesar spekulasi. Transparansi tidak berarti menyampaikan sesuatu yang belum terverifikasi.

D. Orientasi pada Hasil

Soal 13

Program berhasil mencapai 100% target jumlah kegiatan, tetapi indikator manfaat bagi masyarakat hanya mencapai 55%.

Apa fokus evaluasi Anda?

A. Menyatakan program berhasil karena kegiatan selesai
B. Menambah jumlah kegiatan
C. Mengevaluasi hubungan antara output dan outcome serta memperbaiki strategi agar kegiatan menghasilkan manfaat yang ditargetkan
D. Menurunkan indikator manfaat
E. Mengubah metode pelaporan

Jawaban: C

Pembahasan: Orientasi hasil menekankan dampak, bukan sekadar banyaknya aktivitas yang berhasil diselesaikan.

Soal 14

Anggaran program berkurang 20%, sedangkan target utama tetap harus dicapai.

Keputusan terbaik adalah ….

A. Menurunkan kualitas seluruh kegiatan
B. Meminta tambahan anggaran terlebih dahulu
C. Memprioritaskan kegiatan dengan kontribusi terbesar terhadap target, meningkatkan efisiensi, dan mengendalikan risiko
D. Mengurangi target tanpa analisis
E. Membagi pengurangan anggaran sama rata

Jawaban: C

Pembahasan: Pemotongan merata belum tentu efektif. Prioritas perlu didasarkan pada kontribusi kegiatan terhadap hasil utama.

Soal 15

Tim selalu mencapai target tepat waktu, tetapi pekerjaan sering memerlukan koreksi setelah diserahkan.

Sebagai pejabat pada level tinggi, apa yang harus diperbaiki?

A. Memperpanjang semua tenggat
B. Menambah jumlah pegawai
C. Mengintegrasikan indikator kualitas dengan target waktu serta memperkuat pengendalian mutu
D. Mengurangi target
E. Membiarkan karena target waktu tercapai

Jawaban: C

Pembahasan: Orientasi hasil mencakup kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan hasil, bukan sekadar kecepatan.

Soal 16

Salah satu program unggulan menunjukkan hasil baik, tetapi biaya per penerima manfaat meningkat drastis setiap tahun.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Melanjutkan karena program berhasil
B. Menghentikan program
C. Mengevaluasi efektivitas biaya, faktor penyebab kenaikan, dan alternatif untuk mempertahankan hasil dengan penggunaan sumber daya lebih efisien
D. Mengurangi penerima manfaat
E. Mengabaikan biaya karena bukan indikator utama

Jawaban: C

Pembahasan: Pencapaian hasil perlu diimbangi efisiensi dan keberlanjutan penggunaan sumber daya.

E. Pelayanan Publik

Soal 17

Digitalisasi pelayanan mempercepat proses bagi sebagian besar masyarakat, tetapi kelompok tertentu mengalami kesulitan mengakses layanan digital.

Kebijakan paling tepat adalah ….

A. Tetap menerapkan digital penuh
B. Kembali sepenuhnya ke layanan manual
C. Mempertahankan efisiensi digital sambil menyediakan mekanisme akses yang inklusif bagi kelompok yang membutuhkan
D. Meminta keluarga membantu kelompok tersebut
E. Memberikan pengecualian tanpa prosedur

Jawaban: C

Pembahasan: Pelayanan berkualitas harus efisien sekaligus inklusif dan dapat diakses masyarakat dengan kebutuhan berbeda.

Soal 18

Jumlah pengaduan masyarakat meningkat setelah prosedur pelayanan baru diterapkan.

Langkah pertama paling tepat adalah ….

A. Menghapus prosedur baru
B. Menjelaskan bahwa masyarakat belum terbiasa
C. Menganalisis pola pengaduan untuk mengetahui apakah masalah berasal dari prosedur, implementasi, komunikasi, atau faktor lain
D. Menambah petugas pengaduan
E. Membatasi kanal pengaduan

Jawaban: C

Pembahasan: Pengaduan merupakan data yang perlu dianalisis untuk menemukan akar persoalan sebelum menentukan intervensi.

Soal 19

Masyarakat meminta percepatan pelayanan, tetapi percepatan tertentu dapat mengurangi tahapan verifikasi penting.

Keputusan terbaik adalah ….

A. Menghapus verifikasi
B. Menolak seluruh permintaan perubahan
C. Mengidentifikasi proses yang dapat disederhanakan tanpa menghilangkan kontrol penting terhadap kualitas dan akuntabilitas
D. Meminta masyarakat menerima prosedur yang ada
E. Menambah seluruh petugas

Jawaban: C

Pembahasan: Inovasi pelayanan harus meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan kontrol yang melindungi kepentingan publik.

Soal 20

Satu kelompok masyarakat memperoleh manfaat lebih rendah dari suatu layanan karena desain pelayanan kurang mempertimbangkan karakteristik wilayah mereka.

Apa respons terbaik?

A. Memberikan layanan sama persis kepada semua orang
B. Menghentikan pelayanan kelompok tersebut
C. Mengevaluasi hambatan akses dan menyesuaikan strategi pelayanan secara proporsional tanpa mengurangi prinsip keadilan
D. Memberikan prioritas mutlak kepada kelompok tersebut
E. Menunggu pengaduan resmi

Jawaban: C

Pembahasan: Perlakuan yang sama tidak selalu menghasilkan akses yang setara. Pelayanan perlu responsif terhadap kebutuhan yang berbeda.

F. Pengembangan Diri dan Orang Lain

Soal 21

Seorang pegawai berkinerja tinggi diproyeksikan memegang tanggung jawab lebih besar, tetapi kemampuan memimpin timnya masih lemah.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Menunda seluruh pengembangan kariernya
B. Langsung memberinya jabatan lebih tinggi agar belajar sendiri
C. Menyusun pengembangan terarah melalui penugasan, coaching, umpan balik, dan evaluasi perkembangan
D. Mengirimnya ke sebanyak mungkin pelatihan
E. Memindahkannya ke unit lain

Jawaban: C

Pembahasan: Pengembangan kompetensi efektif perlu disesuaikan dengan kesenjangan kompetensi dan diikuti evaluasi.

Soal 22

Tim sangat bergantung pada satu pegawai senior yang menguasai proses penting organisasi.

Risiko terbesar adalah hilangnya pengetahuan ketika pegawai tersebut tidak tersedia.

Apa tindakan strategis?

A. Memberikan insentif agar pegawai tersebut tidak pindah
B. Menambah beban kerjanya
C. Membangun mekanisme transfer pengetahuan, dokumentasi, pendampingan, dan kaderisasi kompetensi
D. Menunggu sampai penggantinya tersedia
E. Membatasi akses pengetahuan kepada pegawai lain

Jawaban: C

Pembahasan: Ahli Utama perlu membangun kapasitas organisasi, bukan mempertahankan ketergantungan pada individu.

Soal 23

Seorang anggota tim berulang kali gagal mencapai standar meskipun telah mengikuti pelatihan.

Apa langkah selanjutnya?

A. Mengirimnya ke pelatihan yang sama
B. Langsung memberikan sanksi
C. Mengidentifikasi akar kesenjangan kinerja, memberikan umpan balik, dan menentukan intervensi pengembangan yang sesuai
D. Memindahkan seluruh tugasnya
E. Menurunkan standar

Jawaban: C

Pembahasan: Kegagalan kinerja tidak selalu disebabkan kurangnya pengetahuan. Penyebabnya perlu dianalisis sebelum menentukan solusi.

Soal 24

Organisasi memiliki banyak kegiatan pelatihan, tetapi tidak terdapat perubahan berarti pada kualitas kinerja.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Menambah anggaran pelatihan
B. Mengurangi seluruh pelatihan
C. Menghubungkan program pengembangan dengan kebutuhan kompetensi dan mengevaluasi penerapannya terhadap kinerja
D. Mewajibkan semua pegawai mengikuti pelatihan
E. Mengganti penyedia pelatihan

Jawaban: C

Pembahasan: Pengembangan harus menghasilkan perubahan kompetensi dan kinerja, bukan sekadar jumlah kegiatan.

G. Mengelola Perubahan

Soal 25

Organisasi akan menerapkan sistem digital baru. Sebagian pegawai senior menolak karena merasa sistem lama sudah berjalan baik.

Strategi terbaik adalah ….

A. Mewajibkan penggunaan segera tanpa diskusi
B. Membatalkan implementasi
C. Memetakan penyebab resistensi, menjelaskan urgensi dan manfaat, melibatkan pegawai, memberikan dukungan, serta memonitor implementasi
D. Mengganti seluruh pegawai yang menolak
E. Menunda tanpa batas waktu

Jawaban: C

Pembahasan: Resistensi perlu dikelola melalui pemahaman penyebab, keterlibatan, komunikasi, dukungan, dan evaluasi.

Soal 26

Perubahan struktur organisasi sudah diterapkan, tetapi setelah enam bulan cara kerja pegawai masih menggunakan pola lama.

Apa yang perlu dilakukan?

A. Menganggap perubahan selesai karena struktur sudah berubah
B. Melakukan perubahan struktur kembali
C. Mengevaluasi implementasi, perilaku kerja, hambatan, kepemimpinan, serta sistem pendukung kemudian melakukan penguatan
D. Memberikan sanksi kepada seluruh pegawai
E. Membuat aturan lebih banyak

Jawaban: C

Pembahasan: Perubahan organisasi tidak cukup dinilai dari perubahan formal. Perilaku dan proses kerja juga perlu berubah.

Soal 27

Pilot project inovasi menunjukkan hasil positif, tetapi kondisi setiap unit berbeda.

Keputusan terbaik adalah ….

A. Langsung menerapkannya secara nasional
B. Menghentikannya karena belum terbukti di semua unit
C. Mengevaluasi hasil pilot, mengidentifikasi faktor keberhasilan, mengadaptasi implementasi berdasarkan karakteristik unit, dan melakukan perluasan secara terukur
D. Membiarkan masing-masing unit menentukan sendiri
E. Menggunakan model pilot tanpa modifikasi

Jawaban: C

Pembahasan: Skalabilitas inovasi membutuhkan evaluasi dan adaptasi, bukan sekadar menyalin model.

Soal 28

Perubahan kebijakan harus segera dilaksanakan, tetapi informasi yang diterima unit kerja belum sepenuhnya dipahami.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menunggu seluruh pegawai memahami sendiri
B. Melaksanakan tanpa penjelasan
C. Memastikan pemahaman terhadap substansi kebijakan, menerjemahkannya menjadi langkah operasional, dan membangun mekanisme umpan balik
D. Menunda seluruh implementasi
E. Membuat interpretasi masing-masing unit

Jawaban: C

Pembahasan: Pemimpin perubahan harus menjembatani kebijakan strategis dengan implementasi operasional.

H. Pengambilan Keputusan

Soal 29

Anda harus memilih antara dua program. Program A memberikan manfaat besar dalam jangka pendek tetapi memiliki risiko keberlanjutan tinggi. Program B memberikan hasil lebih lambat tetapi memiliki dampak jangka panjang yang lebih stabil.

Apa tindakan terbaik?

A. Selalu memilih A
B. Selalu memilih B
C. Membandingkan manfaat, risiko, urgensi, sumber daya, dampak jangka panjang, dan tujuan organisasi sebelum menentukan pilihan
D. Menjalankan keduanya tanpa melihat sumber daya
E. Menunda keputusan

Jawaban: C

Pembahasan: Tidak terdapat pilihan otomatis. Keputusan strategis membutuhkan analisis multi-aspek.

Soal 30

Pimpinan meminta keputusan dalam waktu singkat sementara data yang tersedia belum lengkap.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

A. Menolak mengambil keputusan
B. Menunggu data sempurna
C. Mengidentifikasi data kritis, menilai tingkat ketidakpastian dan risiko, lalu mengambil keputusan proporsional dengan mitigasi serta mekanisme evaluasi
D. Menggunakan intuisi saja
E. Mengikuti keputusan sebelumnya

Jawaban: C

Pembahasan: Pada level strategis, keputusan sering harus dibuat dalam ketidakpastian. Yang penting adalah kualitas analisis, mitigasi, dan evaluasi keputusan.

Soal 31

Tiga alternatif kebijakan memberikan manfaat hampir sama. Alternatif pertama paling murah tetapi berisiko tinggi, kedua lebih mahal dengan risiko terkendali, sedangkan ketiga paling mahal tetapi hampir tidak memberikan peningkatan manfaat dibandingkan alternatif kedua.

Apa pendekatan terbaik?

A. Memilih alternatif pertama karena termurah
B. Memilih alternatif ketiga karena paling aman
C. Membandingkan manfaat, biaya, risiko, dan nilai tambah marginal sebelum menentukan alternatif paling proporsional
D. Memilih alternatif kedua secara otomatis
E. Membagi anggaran untuk ketiganya

Jawaban: C

Pembahasan: Keputusan strategis perlu mempertimbangkan keseimbangan manfaat, biaya, dan risiko, bukan satu indikator saja.

Soal 32

Keputusan yang Anda ambil berdasarkan data terbaik ternyata menghasilkan dampak yang tidak sesuai perkiraan.

Apa respons paling tepat?

A. Mempertahankan keputusan untuk menjaga konsistensi
B. Menyalahkan penyedia data
C. Mengevaluasi asumsi, data, proses keputusan, dan dampaknya lalu melakukan koreksi berdasarkan bukti terbaru
D. Menghapus dokumentasi keputusan lama
E. Menghindari keputusan serupa pada masa depan

Jawaban: C

Pembahasan: Akuntabilitas termasuk kesediaan mengevaluasi dan memperbaiki keputusan ketika bukti baru menunjukkan perlunya perubahan.

I. Perekat Bangsa dan Sosial Kultural

Soal 33

Program pelayanan mendapat penolakan dari sebagian masyarakat karena dianggap tidak mempertimbangkan nilai lokal. Program tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang penting.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Tetap menjalankan program tanpa perubahan
B. Membatalkan program
C. Membangun dialog dengan kelompok terkait, memahami konteks sosial budaya, dan menyesuaikan pendekatan tanpa menghilangkan tujuan serta prinsip pelayanan
D. Menyerahkan seluruh desain program kepada tokoh lokal
E. Mengurangi informasi mengenai program

Jawaban: C

Pembahasan: Kompetensi sosial kultural menuntut kemampuan menjembatani tujuan organisasi dengan keberagaman masyarakat secara inklusif.

Soal 34

Dalam tim lintas daerah terjadi perbedaan cara berkomunikasi yang menyebabkan salah satu kelompok merasa tidak dihargai. Kondisi mulai memengaruhi kerja sama.

Apa tindakan terbaik?

A. Meminta semua orang menggunakan budaya komunikasi kelompok mayoritas
B. Memisahkan anggota yang berkonflik
C. Memfasilitasi pemahaman terhadap perbedaan, membangun norma komunikasi yang inklusif, dan mengarahkan tim kembali pada tujuan bersama
D. Membiarkan tim beradaptasi sendiri
E. Menghindari pembahasan mengenai perbedaan budaya

Jawaban: C

Pembahasan: Perekat Bangsa tidak berarti menghilangkan perbedaan, melainkan mengelolanya sehingga keberagaman tidak menghambat pencapaian tujuan bersama.

Soal 35 — Kasus Integratif Ahli Utama

Anda memimpin rekomendasi untuk perubahan sistem pelayanan publik. Hasil evaluasi menunjukkan sistem baru dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan. Namun:

  • sebagian pegawai menolak perubahan;
  • beberapa kelompok masyarakat memiliki keterbatasan akses digital;
  • anggaran implementasi terbatas;
  • dua unit berbeda pendapat mengenai metode penerapan;
  • pimpinan meminta implementasi dilakukan secepatnya.

Apa tindakan paling tepat?

A. Melaksanakan sistem secara penuh karena sudah menjadi arahan pimpinan
B. Menunda sampai seluruh pihak menyetujui perubahan
C. Menggunakan sistem lama untuk kelompok tertentu dan sistem baru untuk kelompok lainnya tanpa evaluasi
D. Menyusun strategi implementasi bertahap berdasarkan risiko dan prioritas, menyelaraskan unit terkait, mengelola resistensi, menyediakan akses inklusif, menetapkan indikator hasil, serta melakukan evaluasi berkala
E. Menyerahkan teknis implementasi kepada masing-masing unit

Jawaban: D

Pembahasan: Kasus ini menggabungkan pengambilan keputusan, pelayanan publik, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, dan pengelolaan perubahan. Pilihan D paling komprehensif karena tidak sekadar menyelesaikan satu masalah, tetapi membangun implementasi yang strategis, terukur, inklusif, dan dapat dievaluasi.

Mantapkan Persiapan Menuju Ahli Utama!

Kemampuan menghadapi soal Mansoskul tidak cukup hanya dengan menghafal materi. Perbanyak latihan soal berbasis kasus melalui Fungsional.id untuk mengasah kemampuan menganalisis situasi, mempertimbangkan risiko, dan menentukan keputusan yang paling tepat. Yuk, mulai latihan dan persiapkan diri menghadapi Ujikom Mansoskul dengan lebih matang!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!