Rekrutmen Pegawai Laut PELNI Crewing menjadi salah satu peluang bagi pelamar yang ingin berkarier sebagai awak kapal. Untuk menghadapi proses seleksi, peserta perlu mempersiapkan pengetahuan, kemampuan analisis, serta pemahaman mengenai pekerjaan dan keselamatan di lingkungan kapal.
Artikel Soal Rekrutmen Pegawai Laut PELNI Crewing: Materi, Kisi-Kisi & Pembahasan disusun untuk membantu peserta belajar lebih terarah melalui pembahasan materi, kisi-kisi, serta latihan soal yang relevan dengan kebutuhan seleksi.
Daftar Isi
ToggleKompetensi yang Dibutuhkan dalam Rekrutmen PELNI Crewing
Mengikuti rekrutmen Pegawai Laut PELNI Crewing membutuhkan persiapan yang sesuai dengan karakter pekerjaan di atas kapal. Pelamar perlu memiliki pengetahuan teknis sekaligus sikap kerja yang mendukung keselamatan, kedisiplinan, dan kelancaran operasional pelayaran.
Beberapa kemampuan yang penting dipersiapkan antara lain:
- pemahaman tugas sesuai posisi atau jabatan di kapal;
- penerapan prosedur keselamatan dan keamanan;
- kedisiplinan serta tanggung jawab kerja;
- komunikasi dan koordinasi antarawak kapal;
- kemampuan menghadapi situasi darurat;
- pemecahan masalah dalam kegiatan operasional; serta
- profesionalisme dan kemampuan bekerja dalam tim.
Materi Rekrutmen Pegawai Laut PELNI Crewing
Materi persiapan rekrutmen Pegawai Laut PELNI Crewing perlu disesuaikan dengan posisi yang dilamar. PELNI pada 2026 membuka kebutuhan awak kapal dari berbagai bidang, mulai dari Nakhoda, KKM, perwira dek dan mesin, rating dek dan mesin, awak pelayanan, Penata Usaha Kapal, tenaga kesehatan, perwira radio, hingga ahli listrik. Berikut materi yang perlu diprioritaskan:
1. Dasar Keselamatan Pelayaran
Pelajari prinsip keselamatan kerja di kapal, kesiapsiagaan keadaan darurat, penggunaan dan pemahaman dasar Life Saving Appliances (LSA), serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
2. Pengetahuan Deck dan Navigasi
Khusus formasi Deck, materi dapat diarahkan pada:
- pekerjaan harian deck;
- dasar navigasi;
- helm order;
- pengamatan dan pelaporan kondisi sekitar kapal;
- mooring;
- pemeliharaan dan kebersihan deck; serta
- tugas saat kapal melakukan olah gerak.
3. Pengetahuan Mesin Kapal
Untuk Rating Mesin dan Perwira Mesin, prioritaskan pemahaman mengenai operasional dan pemeliharaan mesin, pemeriksaan kondisi peralatan, prosedur kerja kamar mesin, keselamatan kerja, serta penanganan gangguan sesuai kewenangan.
4. STCW dan Kompetensi Kepelautan
Peserta perlu memahami kompetensi dan sertifikasi kepelautan sesuai jabatan yang dilamar. Pada lowongan tertentu PELNI mensyaratkan sertifikasi yang sesuai dengan STCW dan masih berlaku.
5. Pelayanan Penumpang dan Kru
Untuk ABK Support, materi dapat mencakup pelayanan penumpang dan kru, permakanan, pelayanan selama perjalanan, koordinasi operasional, serta penerapan SOP pelayanan.
6. Administrasi dan Dokumen Kapal
Pelajari ketelitian administrasi, pencatatan, pelaporan, pengelolaan dokumen kapal, inventaris, serta kemampuan memastikan informasi yang dicatat sesuai kondisi sebenarnya.
7. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Peserta perlu memahami identifikasi bahaya, pencegahan kecelakaan, penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan SOP, serta tindakan yang tepat ketika menemukan kondisi kerja tidak aman.
8. Penanganan Kondisi Darurat
Materi dapat diarahkan pada kemampuan mengenali kondisi darurat, memahami jalur komunikasi dan komando, menjaga koordinasi tim, serta menentukan tindakan berdasarkan prosedur keselamatan kapal.
9. Komunikasi dan Kerja Sama Awak Kapal
Lingkungan kapal membutuhkan koordinasi yang kuat. Pelajari pola komunikasi profesional, kepatuhan terhadap rantai komando, pelaporan kondisi, penyelesaian perbedaan pendapat, serta kerja sama antardepartemen.
10. Materi Sesuai Jabatan
Materi teknis harus diperdalam berdasarkan posisi:
A. Deck: navigasi, pekerjaan deck, pengamatan, mooring dan keselamatan.
B. Mesin: mesin kapal, pemeliharaan, pemeriksaan peralatan dan keselamatan kamar mesin.
C. Pelayanan/ABK Support: pelayanan penumpang, operasional layanan dan administrasi.
D. Kesehatan: pelayanan kesehatan awak kapal dan penumpang, administrasi kesehatan, serta respons terhadap kondisi medis sesuai kompetensi profesional.
E. Administrasi Kapal: dokumen, pelaporan, administrasi operasional dan ketelitian data.
11. Sikap Kerja dan Profesionalisme
Selain kemampuan teknis, persiapkan kompetensi perilaku seperti:
- disiplin;
- integritas;
- tanggung jawab;
- kemampuan beradaptasi;
- ketelitian;
- komunikasi;
- kerja sama; dan
- pengambilan keputusan sesuai kewenangan.
Kisi-Kisi Rekrutmen Pegawai Laut PELNI Crewing
Berdasarkan kebutuhan kompetensi pada rekrutmen Pegawai Laut PELNI 2026, berikut kisi-kisi yang dapat dijadikan fokus utama belajar:
1. Keselamatan Pelayaran
- prinsip keselamatan kerja di kapal;
- identifikasi potensi bahaya;
- prosedur keadaan darurat;
- Life Saving Appliances (LSA);
- penggunaan dan perawatan dasar alat keselamatan;
- kepatuhan terhadap SOP keselamatan.
2. Kompetensi Deck dan Navigasi
Khusus Rating/Perwira Deck:
- pekerjaan dan pemeliharaan deck;
- dasar-dasar navigasi;
- helm order;
- pengamatan kondisi sekitar kapal;
- pelaporan kepada perwira jaga;
- mooring dan olah gerak kapal;
- rantai komando departemen deck.
3. Kompetensi Mesin Kapal
Khusus Rating/Perwira Mesin:
- pekerjaan harian kamar mesin;
- dasar pengoperasian mesin kapal;
- pemeliharaan mesin dan peralatan;
- pemeriksaan kondisi instalasi;
- kebersihan dan keamanan kamar mesin;
- keselamatan kerja departemen mesin.
4. STCW dan Kompetensi Kepelautan
- pemahaman dasar STCW;
- sertifikat kompetensi sesuai jabatan;
- sertifikat keahlian/keterampilan pelaut;
- fungsi Buku Pelaut;
- tanggung jawab berdasarkan posisi di kapal;
- kepatuhan terhadap regulasi pelayaran.
5. Keadaan Darurat di Kapal
- menentukan prioritas saat kondisi darurat;
- mengikuti prosedur dan rantai komando;
- komunikasi keadaan darurat;
- evakuasi dan keselamatan penumpang;
- koordinasi antarawak kapal;
- respons terhadap gangguan operasional.
6. Pelayanan Penumpang
Khusus ABK Support/Pelayanan:
- SOP pelayanan penumpang;
- pelayanan penumpang dan kru;
- embarkasi dan debarkasi;
- penanganan kebutuhan penumpang;
- komunikasi pelayanan;
- administrasi dan pelaporan.
7. Administrasi Kapal
- pencatatan dan pelaporan;
- pengelolaan dokumen;
- ketelitian data;
- inventaris;
- laporan kegiatan operasional;
- tanggung jawab terhadap dokumen resmi.
8. Kompetensi Sesuai Formasi
Peserta perlu memperdalam materi teknis sesuai posisi yang dilamar:
Deck → navigasi, mooring, helm order, pengamatan dan LSA.
Mesin → operasional mesin, pemeliharaan, instalasi dan keselamatan.
Kesehatan → pelayanan kesehatan, kondisi kegawatdaruratan sesuai kompetensi, obat/peralatan kesehatan dan administrasi.
Pelayanan → pelayanan penumpang, permakanan, SOP dan operasional kapal.
Administrasi → dokumen kapal, pencatatan, inventaris dan pelaporan.
9. Sikap Kerja dan Situational Judgment
- integritas;
- disiplin;
- tanggung jawab;
- ketelitian;
- kerja sama tim;
- komunikasi;
- kepatuhan terhadap atasan/rantai komando;
- penyelesaian masalah;
- pengambilan keputusan sesuai kewenangan.
Contoh Soal Rekrutmen Pegawai Laut PELNI Crewing
Berikut 25 contoh soal yang disusun berdasarkan materi dan kisi-kisi sebelumnya. Soal dibuat dalam bentuk pengetahuan dasar dan studi kasus agar peserta terbiasa menghadapi pertanyaan yang membutuhkan ketelitian serta kemampuan menentukan tindakan yang tepat.
Soal 1
Seorang Kelasi sedang melakukan pengamatan keliling ketika melihat kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan operasional. Tindakan yang paling tepat adalah…
A. Menunggu hingga pergantian jaga
B. Menyelesaikannya sendiri tanpa memberi tahu siapa pun
C. Segera melaporkan kondisi tersebut kepada perwira jaga sesuai prosedur
D. Membicarakannya setelah kapal tiba di pelabuhan
E. Mengabaikannya apabila belum menimbulkan gangguan
Jawaban: C
Pembahasan: Kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan harus segera dilaporkan melalui jalur komando agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Soal 2
Fungsi utama Life Saving Appliances (LSA) di atas kapal adalah…
A. Membantu proses bongkar muat
B. Mendukung keselamatan jiwa dalam keadaan darurat
C. Mengendalikan navigasi kapal
D. Mengurangi konsumsi bahan bakar
E. Menjaga kestabilan mesin
Jawaban: B
Pembahasan: LSA merupakan perlengkapan yang berkaitan dengan keselamatan jiwa dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Soal 3
Dalam kegiatan mooring, seorang awak kapal menerima instruksi dari petugas yang berwenang. Sikap yang paling tepat adalah…
A. Mengubah instruksi berdasarkan pengalaman pribadi
B. Melaksanakan instruksi sesuai prosedur dan tetap memperhatikan keselamatan
C. Menunggu awak lain melakukannya
D. Memprioritaskan kecepatan daripada prosedur
E. Mengabaikan instruksi jika situasi terlihat aman
Jawaban: B
Pembahasan: Kegiatan mooring membutuhkan koordinasi, disiplin terhadap instruksi, dan kepatuhan pada prosedur keselamatan.
Soal 4
Istilah helm order paling berkaitan dengan…
A. Instruksi pengendalian kemudi kapal
B. Perawatan mesin utama
C. Pelayanan penumpang
D. Administrasi pelayaran
E. Pemeriksaan persediaan kapal
Jawaban: A
Pembahasan: Helm order berkaitan dengan perintah kemudi yang harus dipahami dan dilaksanakan secara tepat oleh personel yang bertugas.
Soal 5
Seorang awak kapal menerima perintah yang tidak didengarnya dengan jelas. Tindakan terbaik adalah…
A. Menebak maksud perintah
B. Mengikuti tindakan awak lain
C. Meminta konfirmasi terhadap perintah tersebut
D. Tidak melakukan apa pun
E. Menjalankan tindakan yang menurutnya paling cepat
Jawaban: C
Pembahasan: Konfirmasi diperlukan ketika instruksi tidak jelas untuk menghindari kesalahan yang dapat memengaruhi keselamatan atau operasional.
Soal 6
Tujuan utama pemeliharaan rutin peralatan kapal adalah…
A. Mengurangi pekerjaan awak kapal
B. Menjaga peralatan tetap berfungsi dengan baik dan aman
C. Menghilangkan kebutuhan pemeriksaan
D. Mempercepat seluruh pekerjaan tanpa prosedur
E. Mengurangi jumlah personel
Jawaban: B
Pembahasan: Pemeliharaan membantu menjaga keandalan peralatan sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.
Soal 7
Rating Mesin menemukan indikasi ketidaknormalan pada suatu peralatan saat menjalankan pekerjaan. Apa yang sebaiknya dilakukan?
A. Mengabaikannya selama peralatan masih bekerja
B. Menunggu kerusakan terjadi
C. Melakukan tindakan di luar kewenangannya
D. Melaporkan kondisi kepada atasan/personel yang bertanggung jawab
E. Mematikan seluruh sistem tanpa koordinasi
Jawaban: D
Pembahasan: Gangguan harus ditangani melalui prosedur dan rantai komando. Personel tidak seharusnya mengambil tindakan di luar kompetensi atau kewenangannya.
Soal 8
Dalam lingkungan kamar mesin, kebersihan area kerja penting terutama karena…
A. Hanya berkaitan dengan penampilan
B. Membantu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung pemeliharaan
C. Menggantikan kegiatan inspeksi
D. Mengurangi kebutuhan komunikasi
E. Tidak berhubungan dengan keselamatan
Jawaban: B
Pembahasan: Kebersihan menjadi bagian dari pekerjaan departemen mesin dan mendukung keselamatan serta pemeliharaan instalasi.
Soal 9
Sertifikasi awak kapal yang dipersyaratkan sesuai jabatan terutama menunjukkan bahwa…
A. Pelamar memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugasnya
B. Pelamar pasti langsung diterima
C. Pelamar tidak perlu mengikuti proses seleksi
D. Pelamar bebas memilih jabatan apa pun
E. Pelamar tidak membutuhkan pengalaman kerja
Jawaban: A
Pembahasan: Sertifikasi berkaitan dengan pemenuhan standar kompetensi sesuai posisi yang dijalankan.
Soal 10
Dalam suatu kondisi darurat, prioritas utama awak kapal adalah…
A. Menyelamatkan barang pribadi
B. Menunggu informasi dari penumpang
C. Mengikuti prosedur keselamatan dan jalur komando
D. Bertindak sendiri secepat mungkin
E. Menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi
Jawaban: C
Pembahasan: Kondisi darurat membutuhkan tindakan terkoordinasi berdasarkan prosedur keselamatan dan komando yang berlaku.
Soal 11
Seorang penumpang meminta bantuan ketika awak kapal sedang melaksanakan tugas pelayanan. Respons paling profesional adalah…
A. Mengabaikannya
B. Mendengarkan kebutuhan penumpang dan memberikan bantuan sesuai kewenangan
C. Meminta penumpang mencari petugas sendiri
D. Memberikan informasi yang belum pasti
E. Menunda semua permintaan sampai kapal tiba
Jawaban: B
Pembahasan: Pelayanan harus diberikan secara profesional dengan tetap memperhatikan SOP dan batas kewenangan petugas.
Soal 12
Mengapa ketelitian penting dalam administrasi kapal?
A. Karena kesalahan data dapat memengaruhi pelaporan dan kegiatan operasional
B. Agar dokumen terlihat lebih banyak
C. Supaya pekerjaan lebih lambat
D. Agar seluruh dokumen dapat diubah kapan saja
E. Karena administrasi tidak perlu diverifikasi
Jawaban: A
Pembahasan: Data dan dokumen operasional membutuhkan ketelitian agar informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 13
Saat menemukan perbedaan antara data pada dokumen dan kondisi sebenarnya, petugas sebaiknya…
A. Mengubah data tanpa konfirmasi
B. Membiarkannya
C. Memverifikasi perbedaan dan melaporkannya melalui prosedur yang berlaku
D. Menghapus dokumen
E. Menggunakan data yang paling menguntungkan
Jawaban: C
Pembahasan: Ketidaksesuaian data perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti secara akuntabel.
Soal 14
Dua anggota kru berbeda pendapat mengenai pelaksanaan pekerjaan. Perbedaan tersebut mulai menghambat pekerjaan tim. Tindakan terbaik adalah…
A. Membiarkan konflik selesai sendiri
B. Menentukan siapa yang paling senior tanpa melihat persoalan
C. Membahas masalah secara profesional dan kembali mengacu pada tugas serta prosedur
D. Menghentikan pekerjaan seluruh tim
E. Menyebarkan masalah kepada kru lain
Jawaban: C
Pembahasan: Kerja di kapal membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan fokus pada prosedur serta kepentingan operasional.
Soal 15
Seorang awak melihat rekannya melewati tahapan prosedur agar pekerjaan selesai lebih cepat. Apa tindakan yang paling tepat?
A. Membiarkannya karena pekerjaan lebih cepat selesai
B. Mengikuti cara tersebut
C. Mengingatkan pentingnya prosedur dan menindaklanjuti melalui jalur yang sesuai jika menimbulkan risiko
D. Menyembunyikan kejadian
E. Menunggu sampai terjadi masalah
Jawaban: C
Pembahasan: Kecepatan tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kepatuhan terhadap prosedur.
Soal 16
Kemampuan bekerja sama sangat penting bagi awak kapal karena…
A. Seluruh pekerjaan dilakukan oleh satu orang
B. Operasional kapal melibatkan berbagai fungsi yang saling berkoordinasi
C. Setiap departemen bekerja tanpa hubungan dengan departemen lain
D. Komunikasi hanya diperlukan ketika kapal berada di pelabuhan
E. Kerja sama hanya menjadi tugas pimpinan
Jawaban: B
Pembahasan: Keselamatan dan kelancaran operasional kapal membutuhkan koordinasi antarawak serta antardepartemen.
Soal 17
Awak kapal menghadapi situasi yang belum pernah ditemuinya dan berpotensi memengaruhi keselamatan. Langkah terbaik adalah…
A. Mencoba tindakan apa pun
B. Menunggu tanpa melakukan komunikasi
C. Mengidentifikasi risiko dan segera berkoordinasi dengan pihak yang berwenang
D. Mengandalkan asumsi pribadi
E. Menyembunyikan situasi tersebut
Jawaban: C
Pembahasan: Ketika menghadapi situasi tidak biasa, risiko perlu dikenali dan penanganannya dikoordinasikan sesuai kewenangan.
Soal 18
Prinsip yang seharusnya menjadi pertimbangan utama ketika memilih tindakan dalam kasus operasional kapal adalah…
A. Kecepatan saja
B. Kenyamanan pribadi
C. Keselamatan, SOP, kewenangan, dan dampak operasional
D. Pendapat teman terdekat
E. Kebiasaan pribadi
Jawaban: C
Pembahasan: Keputusan yang baik tidak hanya cepat, tetapi juga aman, sesuai prosedur, dan berada dalam kewenangan petugas.
Soal 19
Ketika terjadi perubahan situasi operasional secara mendadak, awak kapal yang profesional akan…
A. Menolak seluruh perubahan
B. Tetap bekerja dengan cara lama
C. Menyesuaikan tindakan berdasarkan instruksi dan prosedur terbaru yang diberikan
D. Mengambil keputusan sendiri tanpa koordinasi
E. Menghentikan komunikasi
Jawaban: C
Pembahasan: Adaptasi diperlukan, tetapi pelaksanaannya tetap mengikuti arahan dan prosedur keselamatan.
Soal 20
Saat pergantian tugas jaga, informasi penting mengenai kondisi operasional seharusnya…
A. Tidak perlu disampaikan
B. Disampaikan secara jelas kepada petugas berikutnya
C. Hanya disimpan sebagai catatan pribadi
D. Disampaikan beberapa hari kemudian
E. Disampaikan hanya apabila terjadi kerusakan besar
Jawaban: B
Pembahasan: Serah terima informasi membantu menjaga kesinambungan pengawasan dan mencegah informasi penting terlewat.
Soal 21
Seorang calon awak kapal sangat menguasai teori, tetapi sering mengabaikan prosedur karena merasa berpengalaman. Sikap tersebut…
A. Tepat karena pengalaman selalu lebih penting
B. Dapat dibenarkan apabila pekerjaan selesai
C. Kurang tepat karena kompetensi harus disertai kepatuhan terhadap standar dan prosedur
D. Tepat untuk seluruh kondisi
E. Tidak berpengaruh terhadap keselamatan
Jawaban: C
Pembahasan: Kompetensi pelaut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kepatuhan terhadap standar, regulasi, dan keselamatan.
Soal 22
Saat melayani proses operasional yang melibatkan banyak penumpang, petugas menghadapi tekanan untuk bekerja lebih cepat. Apa prioritas terbaik?
A. Mempercepat proses dengan mengabaikan pemeriksaan
B. Tetap menjaga keselamatan, ketertiban, dan pelayanan sesuai prosedur
C. Membiarkan penumpang mengatur proses sendiri
D. Mengurangi komunikasi antarpersonel
E. Mengabaikan SOP untuk mengurangi antrean
Jawaban: B
Pembahasan: Tingginya aktivitas tidak menghilangkan kewajiban untuk menjaga keselamatan dan ketertiban pelayanan.
Soal 23
Jika seorang awak menerima tugas yang berada di luar kompetensi dan kewenangannya, tindakan paling tepat adalah…
A. Tetap melaksanakannya tanpa pengetahuan yang cukup
B. Menolak tanpa penjelasan
C. Mengomunikasikan kondisi tersebut kepada atasan dan meminta arahan yang sesuai
D. Menyerahkannya kepada siapa saja
E. Berpura-pura memahami tugas
Jawaban: C
Pembahasan: Kesadaran terhadap batas kompetensi penting untuk mencegah tindakan yang dapat meningkatkan risiko.
Soal 24
Urutan berpikir yang paling tepat ketika menghadapi masalah operasional adalah…
A. Bertindak → mencari masalah → melapor
B. Menunggu → mengabaikan → melapor
C. Identifikasi masalah → nilai risiko → cek prosedur/kewenangan → koordinasi → tindakan sesuai arahan
D. Bertindak sendiri → mengevaluasi → meminta izin
E. Memilih cara tercepat → mengabaikan risiko
Jawaban: C
Pembahasan: Penanganan masalah perlu dilakukan secara sistematis dengan keselamatan dan kewenangan sebagai pertimbangan utama.
Soal 25
Dalam sebuah situasi, terdapat lima alternatif tindakan. Pilihan pertama paling cepat, kedua paling mudah, ketiga paling menguntungkan secara pribadi, keempat mengikuti kebiasaan lama, sedangkan pilihan kelima paling sesuai SOP, menjaga keselamatan, dan melibatkan koordinasi dengan pihak berwenang. Pilihan terbaik adalah…
A. Pilihan pertama
B. Pilihan kedua
C. Pilihan ketiga
D. Pilihan keempat
E. Pilihan kelima
Jawaban: E
Pembahasan: Dalam konteks operasional kapal, tindakan yang sesuai prosedur, menjaga keselamatan, dan mengikuti koordinasi yang benar lebih tepat daripada sekadar memilih tindakan tercepat atau termudah.
Persiapkan Seleksi dengan Maksimal!

Perbanyak latihan soal melalui Fungsional.id untuk membantu memahami materi dan membiasakan diri menghadapi berbagai tipe soal rekrutmen PELNI Crewing. Mulai latihan sekarang dan hadapi seleksi dengan lebih siap!


