Rekrutmen BLUD RS UINAM Formasi Perawat menjadi peluang bagi tenaga keperawatan yang ingin berkarier di Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar. Persiapan yang matang diperlukan karena peserta perlu menguasai kompetensi keperawatan sekaligus mampu menganalisis berbagai situasi klinis.
Melalui kumpulan Soal Rekrutmen BLUD RS UINAM Formasi Perawat + Pembahasan, Anda dapat berlatih memahami pola soal, menguji penguasaan materi, serta meningkatkan kemampuan dalam menentukan tindakan keperawatan yang tepat.
Daftar Isi
ToggleMengenal Rekrutmen BLUD RS UINAM Formasi Perawat
Rekrutmen BLUD Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar (RS UINAM) Formasi Perawat merupakan proses seleksi untuk menjaring tenaga keperawatan yang memiliki kompetensi, keterampilan klinis, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Karena bekerja di lingkungan rumah sakit, peserta perlu memahami tidak hanya teori keperawatan, tetapi juga penerapannya dalam situasi pelayanan nyata.
Materi seleksi formasi Perawat umumnya berkaitan dengan asuhan keperawatan, keselamatan pasien, kegawatdaruratan, pemberian obat, pencegahan infeksi, komunikasi terapeutik, dokumentasi, serta etika profesi. Oleh karena itu, latihan soal berbasis kasus sangat penting untuk melatih kemampuan analisis, menentukan prioritas masalah, dan memilih tindakan keperawatan yang paling tepat.
Materi Rekrutmen BLUD RS UINAM Formasi Perawat
Materi seleksi formasi Perawat sebaiknya dipelajari berdasarkan kompetensi yang benar-benar digunakan dalam pelayanan rumah sakit. Standar Profesi Perawat dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 menempatkan kompetensi perawat pada kemampuan profesional, praktik keperawatan, komunikasi, pengelolaan pelayanan, hingga pengembangan kualitas pelayanan.
Berikut materi yang penting dipersiapkan:
- Proses dan Asuhan Keperawatan
Pengkajian pasien, analisis data, diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, evaluasi, serta dokumentasi hasil asuhan. - Keperawatan Medikal Bedah
Penanganan pasien dengan gangguan kardiovaskular, pernapasan, pencernaan, neurologis, endokrin, ginjal, hematologi, muskuloskeletal, serta gangguan imunologi. - Keperawatan Gawat Darurat
Penilaian awal kondisi pasien, prinsip ABCDE, triase, penanganan syok, henti napas dan henti jantung, gangguan kesadaran, perdarahan, trauma, serta stabilisasi awal pasien kritis. - Keperawatan Kritis
Pemantauan pasien dengan kondisi tidak stabil, interpretasi tanda vital, perubahan status kesadaran, gangguan oksigenasi, keseimbangan cairan, serta pengenalan tanda perburukan klinis. - Keperawatan Maternitas
Asuhan pada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, gangguan kehamilan, perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, serta pemantauan kondisi ibu dan bayi. - Keperawatan Anak
Pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan cairan dan nutrisi anak, demam, diare, gangguan pernapasan, kejang, dehidrasi, serta perawatan bayi dan anak dengan kondisi akut maupun kronis. - Keperawatan Jiwa
Komunikasi terapeutik, kecemasan, depresi, halusinasi, perilaku kekerasan, risiko bunuh diri, isolasi sosial, serta pendekatan terhadap pasien dengan gangguan psikologis. - Keperawatan Gerontik
Perubahan fisiologis lansia, risiko jatuh, gangguan mobilitas, gangguan kognitif, pemenuhan aktivitas sehari-hari, serta pengelolaan penyakit kronis pada usia lanjut. - Farmakologi dan Pemberian Obat
Prinsip pemberian obat yang benar, penghitungan dosis dasar, rute pemberian, efek samping, alergi, interaksi obat, pemantauan respons pasien, serta pencegahan medication error. - Terapi Cairan dan Elektrolit
Kebutuhan cairan, tanda dehidrasi maupun kelebihan cairan, pemasangan dan pemantauan infus, keseimbangan input-output, serta gangguan elektrolit yang sering ditemukan di rumah sakit. - Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi
Penilaian pola napas, saturasi oksigen, terapi oksigen, posisi pasien, suction, perawatan jalan napas, serta identifikasi kondisi hipoksia. - Perawatan Luka
Penilaian karakteristik luka, teknik perawatan luka, prinsip aseptik, luka operasi, luka tekan, luka kronis, tanda infeksi, serta pencegahan komplikasi. - Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Kebersihan tangan, penggunaan APD, teknik aseptik, pengelolaan alat medis, limbah medis, isolasi pasien, serta pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan. - Keselamatan Pasien
Identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan obat, pencegahan pasien jatuh, keselamatan tindakan, pelaporan insiden, serta pengelolaan risiko selama pelayanan. - Tanda Vital dan Pemeriksaan Fisik
Pengukuran tekanan darah, nadi, respirasi, suhu, tingkat kesadaran, nyeri, saturasi oksigen, serta interpretasi perubahan kondisi pasien. - Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pasien
Nutrisi, eliminasi, kebersihan diri, mobilisasi, istirahat, kenyamanan, posisi pasien, pencegahan dekubitus, serta pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari. - Komunikasi Terapeutik
Teknik komunikasi dengan pasien dan keluarga, membangun hubungan saling percaya, komunikasi pada pasien cemas atau agresif, serta komunikasi pada situasi kritis. - Etika dan Hukum Keperawatan
Hak pasien, kerahasiaan informasi, informed consent, tanggung jawab profesional, batas kewenangan, delegasi tindakan, serta prinsip etik dalam pengambilan keputusan. - Dokumentasi Keperawatan
Pencatatan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, evaluasi, perkembangan kondisi pasien, serta pelaporan tindakan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. - Manajemen Nyeri
Pengkajian skala nyeri, faktor pencetus, intervensi farmakologis dan nonfarmakologis, evaluasi respons pasien, serta penanganan nyeri akut maupun kronis. - Manajemen Risiko Jatuh
Identifikasi pasien berisiko, penilaian faktor risiko, modifikasi lingkungan, edukasi pasien dan keluarga, serta pencegahan cedera. - Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi
Pengenalan henti jantung, aktivasi bantuan, resusitasi jantung paru, penggunaan AED bila tersedia, serta penilaian ulang kondisi pasien. - Triase dan Penentuan Prioritas Pasien
Menentukan pasien yang membutuhkan intervensi segera berdasarkan tingkat kegawatan. Materi ini penting karena soal sering berbentuk beberapa pasien sekaligus dan peserta harus menentukan siapa yang ditangani lebih dahulu. - Kolaborasi Antarprofesi
Koordinasi dengan dokter, apoteker, ahli gizi, fisioterapis, bidan, dan tenaga kesehatan lain, termasuk kemampuan mengenali kapan kondisi pasien membutuhkan eskalasi atau konsultasi. - Profesionalisme Perawat
Disiplin, tanggung jawab, empati, menjaga kompetensi, pelayanan berorientasi pasien, bekerja sesuai standar profesi, serta menjaga kualitas pelayanan.
Kisi-Kisi Rekrutmen BLUD RS UINAM Formasi Perawat
Kisi-kisi Rekrutmen BLUD RS UINAM Formasi Perawat dapat difokuskan pada kemampuan peserta dalam memberikan asuhan keperawatan yang aman, sistematis, dan sesuai kondisi pasien. Standar Profesi Perawat yang ditetapkan melalui Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 mencakup kompetensi profesional, praktik keperawatan, komunikasi, pengelolaan pelayanan, serta peningkatan kualitas pelayanan. Berikut kisi-kisi yang penting dipersiapkan:
| Kisi-Kisi | Materi yang Perlu Dikuasai |
| Proses Keperawatan | Pengkajian, analisis data, diagnosis keperawatan, penentuan luaran, intervensi, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi asuhan. |
| Pengkajian Pasien | Anamnesis, pemeriksaan fisik head-to-toe, tanda vital, nyeri, kesadaran, status nutrisi, eliminasi, mobilitas, dan kebutuhan psikososial. |
| Diagnosis Keperawatan | Identifikasi masalah aktual, risiko, prioritas diagnosis, hubungan data subjektif dan objektif, serta penentuan masalah utama pasien. |
| Keperawatan Medikal Bedah | Gangguan kardiovaskular, respirasi, neurologis, gastrointestinal, renal, endokrin, hematologi, muskuloskeletal, dan sistem imun. |
| Gangguan Kardiovaskular | Sindrom koroner akut, gagal jantung, hipertensi, aritmia, syok, pemantauan hemodinamik dasar, edema, serta tanda penurunan perfusi. |
| Gangguan Respirasi | Asma, pneumonia, PPOK, edema paru, gangguan oksigenasi, obstruksi jalan napas, terapi oksigen, suction, dan pemantauan saturasi. |
| Gangguan Neurologis | Stroke, kejang, penurunan kesadaran, peningkatan tekanan intrakranial, pemeriksaan GCS, serta pencegahan komplikasi neurologis. |
| Gangguan Endokrin | Diabetes melitus, hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetik, pemantauan gula darah, insulin, dan edukasi pasien. |
| Gangguan Ginjal dan Cairan | Gagal ginjal, pemantauan diuresis, keseimbangan cairan, edema, dehidrasi, kelebihan cairan, serta gangguan elektrolit. |
| Keperawatan Gawat Darurat | Primary survey ABCDE, secondary survey, stabilisasi awal, observasi cepat, dan penentuan tindakan yang tidak boleh ditunda. |
| Triase | Penentuan tingkat kegawatan, prioritas pasien berdasarkan ancaman jalan napas, pernapasan, sirkulasi, kesadaran, dan mekanisme cedera. |
| Bantuan Hidup Dasar | Pengenalan henti jantung, aktivasi bantuan, RJP berkualitas, penggunaan AED, evaluasi respons, dan kesinambungan resusitasi. |
| Syok dan Perdarahan | Syok hipovolemik, kardiogenik, distributif, tanda hipoperfusi, kontrol perdarahan, akses intravena, dan monitoring respons. |
| Keperawatan Kritis | Pemantauan pasien tidak stabil, perubahan tanda vital, kesadaran, oksigenasi, perfusi, urine output, serta deteksi dini perburukan. |
| Keperawatan Perioperatif | Persiapan praoperasi, identifikasi pasien, informed consent, keselamatan pembedahan, perawatan pascaoperasi, dan komplikasi anestesi atau operasi. |
| Keperawatan Maternitas | Kehamilan, persalinan, nifas, perdarahan obstetri, hipertensi kehamilan, serta pemantauan ibu dan bayi. |
| Keperawatan Anak | Pertumbuhan dan perkembangan, dehidrasi, kejang demam, gangguan pernapasan, diare, nutrisi, serta penghitungan kebutuhan cairan. |
| Keperawatan Neonatal/NICU | Termoregulasi, gangguan napas neonatus, BBLR, prematuritas, nutrisi neonatal, infeksi, fototerapi, serta pemantauan bayi berisiko tinggi. |
| Keperawatan Jiwa | Halusinasi, perilaku kekerasan, risiko bunuh diri, kecemasan, depresi, isolasi sosial, komunikasi terapeutik, dan keamanan pasien. |
| Keperawatan Gerontik | Risiko jatuh, delirium, demensia, gangguan mobilitas, penyakit kronis, pemenuhan kebutuhan dasar, dan keselamatan lansia. |
| Farmakologi Keperawatan | Prinsip benar pemberian obat, penghitungan dosis, obat high-alert, insulin, antikoagulan, antibiotik, efek samping, dan medication error. |
| Terapi Cairan dan Elektrolit | Jenis cairan intravena, kecepatan infus, input-output, hipokalemia, hiperkalemia, hiponatremia, serta tanda kelebihan cairan. |
| Terapi Oksigen | Indikasi terapi, nasal kanul, masker, pemantauan saturasi, risiko hipoksia, posisi pasien, dan evaluasi respons terhadap terapi. |
| Perawatan Luka | Penilaian luka, fase penyembuhan, tanda infeksi, luka operasi, luka tekan, teknik aseptik, dan pemilihan intervensi sesuai kondisi luka. |
| Pencegahan Luka Tekan | Penilaian risiko, perubahan posisi, pemeriksaan kulit, penggunaan permukaan pendukung, nutrisi, dan mobilisasi. |
| Pencegahan dan Pengendalian Infeksi | Hand hygiene, APD, teknik aseptik, transmisi infeksi, isolasi, pengelolaan benda tajam, limbah medis, dan pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan. |
| Keselamatan Pasien | Identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan obat, pencegahan jatuh, keselamatan prosedur, pengurangan risiko infeksi, dan pelaporan insiden. |
| Manajemen Risiko Jatuh | Penilaian risiko, faktor intrinsik dan ekstrinsik, modifikasi lingkungan, edukasi keluarga, observasi, serta tindakan pencegahan. |
| Patient Safety pada Pemberian Obat | Verifikasi identitas, alergi, dosis, waktu, rute, obat high-alert, double-check, monitoring efek, dan pelaporan kesalahan. |
| Komunikasi Terapeutik | Teknik bertanya, mendengarkan aktif, empati, komunikasi pada pasien cemas, marah, tidak kooperatif, serta pasien dengan prognosis buruk. |
| Komunikasi Antarprofesi | Pelaporan kondisi pasien secara terstruktur, termasuk prinsip SBAR, eskalasi kondisi kritis, handover, dan koordinasi tim. |
| Dokumentasi Keperawatan | Catatan pengkajian, tindakan, respons pasien, perubahan kondisi, serah terima, dokumentasi insiden, serta ketepatan waktu pencatatan. |
| Etika dan Hukum Keperawatan | Autonomi, beneficence, nonmaleficence, justice, kerahasiaan, informed consent, hak pasien, tanggung jawab profesional, dan batas kewenangan. |
| Delegasi Tindakan | Tindakan yang dapat didelegasikan, supervisi, tanggung jawab pemberi delegasi, kompetensi penerima, dan keselamatan pasien. |
| Manajemen Nyeri | Pengkajian skala dan karakteristik nyeri, intervensi farmakologis dan nonfarmakologis, serta evaluasi efektivitas intervensi. |
| Nutrisi Pasien | Skrining nutrisi, diet khusus, pemberian makan melalui oral maupun enteral, risiko aspirasi, dan monitoring toleransi. |
| Eliminasi | Retensi urin, inkontinensia, kateter urin, konstipasi, diare, stoma, serta pemantauan karakteristik eliminasi. |
| Mobilisasi dan Rehabilitasi | Range of motion, ambulasi, transfer pasien, pencegahan komplikasi imobilisasi, dan penggunaan alat bantu. |
| Transfusi Darah | Verifikasi darah dan identitas, pemantauan sebelum dan selama transfusi, serta identifikasi dan tindakan awal pada reaksi transfusi. |
| Pemeriksaan Laboratorium | Interpretasi dasar hemoglobin, leukosit, trombosit, elektrolit, gula darah, fungsi ginjal, serta hubungan hasil laboratorium dengan kondisi pasien. |
| Interpretasi Kondisi Klinis | Menghubungkan hasil tanda vital, laboratorium, pemeriksaan fisik, serta keluhan pasien untuk menentukan prioritas tindakan. |
| Edukasi Pasien dan Keluarga | Edukasi obat, diet, mobilisasi, perawatan mandiri, tanda bahaya, kepatuhan kontrol, serta discharge planning. |
| Discharge Planning | Penilaian kebutuhan pasien sebelum pulang, kesiapan keluarga, obat, perawatan lanjutan, kontrol, dan tanda yang membutuhkan pertolongan segera. |
| Manajemen Pelayanan Keperawatan | Prioritas beban kerja, pembagian tugas, koordinasi tim, supervisi, kesinambungan pelayanan, dan pengelolaan masalah di unit kerja. |
| Profesionalisme Perawat | Akuntabilitas, disiplin, menjaga kompetensi, pelayanan berbasis bukti, kerahasiaan, integritas, dan orientasi terhadap keselamatan pasien. |
Contoh Soal Rekrutmen BLUD RS UINAM Formasi Perawat
Contoh soal berikut disusun berdasarkan kisi-kisi kompetensi perawat yang relevan dengan pelayanan rumah sakit. Soal dibuat dalam bentuk pilihan ganda A–E dan menekankan kemampuan analisis, penentuan prioritas, keselamatan pasien, serta pengambilan keputusan keperawatan.
Soal 1
Seorang pasien datang ke IGD dengan sesak berat, frekuensi napas 34 kali per menit, saturasi oksigen 86%, dan tampak gelisah. Tindakan keperawatan yang paling diprioritaskan adalah ….
A. Mengkaji pola eliminasi pasien
B. Memberikan posisi yang mendukung ventilasi dan segera menangani masalah oksigenasi
C. Menanyakan riwayat diet harian
D. Melakukan edukasi mengenai penyakit kronis
E. Menunggu hasil pemeriksaan laboratorium
Jawaban: B
Pembahasan:
Masalah utama pasien adalah gangguan breathing dan oksigenasi. Prioritas awal adalah memperbaiki ventilasi dan oksigenasi sambil melanjutkan pengkajian serta kolaborasi sesuai kondisi.
Soal 2
Seorang pasien diabetes ditemukan berkeringat dingin, tremor, lemah, dan tampak bingung setelah menerima insulin. Pemeriksaan gula darah menunjukkan 48 mg/dL. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menganggap keluhan sebagai efek samping biasa
B. Menunda tindakan sampai dokter datang
C. Menangani hipoglikemia segera sesuai kondisi kesadaran pasien
D. Memberikan dosis insulin tambahan
E. Membatasi asupan cairan
Jawaban: C
Pembahasan:
Nilai gula darah rendah disertai gejala neurogenik dan neuroglikopenik menunjukkan hipoglikemia. Kondisi harus ditangani segera agar tidak berkembang menjadi penurunan kesadaran, kejang, atau komplikasi lain.
Soal 3
Perawat menerima empat pasien hampir bersamaan. Pasien yang harus dinilai terlebih dahulu adalah ….
A. Pasien pascaoperasi yang meminta obat nyeri dengan skala 5
B. Pasien hipertensi yang menunggu jadwal kontrol
C. Pasien diare yang meminta tambahan minum
D. Pasien dengan napas berbunyi, saturasi 82%, dan mulai sulit berbicara
E. Pasien dengan luka kronis yang membutuhkan pergantian balutan
Jawaban: D
Pembahasan:
Pasien dengan ancaman jalan napas atau pernapasan harus diprioritaskan. Saturasi sangat rendah dan kesulitan berbicara menunjukkan kondisi yang dapat berkembang cepat menjadi kegagalan respirasi.
Soal 4
Seorang pasien yang sedang menjalani transfusi darah tiba-tiba mengeluh menggigil, sesak, dan nyeri pinggang. Tindakan pertama perawat adalah ….
A. Menghentikan transfusi dan melakukan penilaian kondisi pasien
B. Memperlambat kecepatan transfusi
C. Memberikan analgesik terlebih dahulu
D. Mengganti posisi pasien kemudian melanjutkan transfusi
E. Menunggu gejala berkurang dengan sendirinya
Jawaban: A
Pembahasan:
Gejala tersebut dapat mengarah pada reaksi transfusi. Transfusi harus dihentikan segera, kemudian kondisi pasien dinilai dan dilakukan penanganan lanjutan sesuai prosedur.
Soal 5
Pasien stroke mengalami penurunan kesadaran dan sering batuk saat diberi minum. Intervensi yang paling tepat adalah ….
A. Memberikan minuman lebih banyak agar pasien terbiasa
B. Menurunkan posisi kepala saat minum
C. Menilai risiko aspirasi dan menunda pemberian oral sampai kemampuan menelan dinilai
D. Meminta keluarga menyuapi secara perlahan
E. Memberikan makanan padat terlebih dahulu
Jawaban: C
Pembahasan:
Pasien stroke dengan gangguan kesadaran dan batuk saat minum berisiko tinggi mengalami aspirasi. Pemberian oral harus dihentikan sementara hingga kemampuan menelan dinilai.
Soal 6
Pasien dengan gagal jantung mengalami sesak bertambah, edema tungkai meningkat, berat badan naik 2 kg dalam dua hari, dan urine output menurun. Data tersebut paling mengarah pada ….
A. Kekurangan volume cairan
B. Kelebihan volume cairan
C. Gangguan integritas kulit sebagai masalah utama
D. Defisit nutrisi akut
E. Gangguan pola tidur
Jawaban: B
Pembahasan:
Edema, kenaikan berat badan cepat, sesak, dan penurunan urine output menunjukkan retensi cairan. Perawat perlu memantau status cairan, pernapasan, dan respons terhadap terapi.
Soal 7
Perawat akan memberikan obat intravena, tetapi nama pasien pada gelang tidak sama dengan lembar terapi. Tindakan yang benar adalah ….
A. Memberikan obat karena nomor tempat tidur sesuai
B. Menanyakan identitas hanya kepada keluarga
C. Menunda pemberian dan melakukan verifikasi identitas pasien dengan benar
D. Mengganti gelang identitas berdasarkan perkiraan
E. Memberikan setengah dosis terlebih dahulu
Jawaban: C
Pembahasan:
Ketidaksesuaian identitas merupakan risiko serius terhadap keselamatan pasien. Pemberian obat harus dihentikan sementara sampai identitas benar-benar terverifikasi.
Soal 8
Seorang lansia tiba-tiba menjadi bingung, gelisah, dan tidak mengenali keluarga sejak pagi. Sebelumnya pasien mampu berkomunikasi dengan baik. Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Menganggap kondisi sebagai demensia biasa
B. Melakukan pengkajian kemungkinan delirium dan mencari penyebab akut
C. Memberikan sedatif tanpa pengkajian
D. Membatasi komunikasi dengan pasien
E. Menunggu sampai pasien tenang sendiri
Jawaban: B
Pembahasan:
Perubahan kesadaran yang terjadi akut lebih mengarah pada delirium dibandingkan demensia. Perawat harus mencari faktor pencetus seperti infeksi, hipoksia, gangguan elektrolit, obat, atau masalah metabolik.
Soal 9
Pasien dengan infus mengeluhkan nyeri pada area pemasangan. Pemeriksaan menunjukkan kemerahan, bengkak, dan area terasa hangat. Langkah paling tepat adalah ….
A. Meningkatkan kecepatan infus
B. Menutupi area dengan perban lebih tebal
C. Mengabaikan karena cairan masih menetes
D. Menghentikan penggunaan jalur tersebut dan melakukan evaluasi lokasi infus
E. Meminta pasien menahan nyeri
Jawaban: D
Pembahasan:
Kemerahan, nyeri, bengkak, dan hangat dapat menunjukkan flebitis atau komplikasi akses intravena. Jalur perlu dievaluasi dan tidak digunakan bila sudah tidak aman.
Soal 10
Pasien pascaoperasi tiba-tiba mengalami sesak, nyeri dada, takikardia, dan saturasi oksigen menurun. Tindakan terbaik adalah ….
A. Menyarankan pasien tidur kembali
B. Menilai kondisi ABC dan segera mengeskalasikan karena dicurigai terjadi komplikasi akut
C. Menunda pemeriksaan sampai jadwal visite dokter
D. Memberikan makanan untuk meningkatkan energi
E. Melatih ambulasi segera
Jawaban: B
Pembahasan:
Sesak akut, nyeri dada, takikardia, dan penurunan saturasi setelah operasi dapat mengarah pada komplikasi serius seperti emboli paru. Penilaian cepat dan eskalasi segera diperlukan.
Soal 11
Seorang pasien mengalami luka tekan di daerah sakrum. Untuk mencegah perburukan, tindakan paling tepat adalah ….
A. Membiarkan pasien dalam satu posisi agar tidak nyeri
B. Memijat area kemerahan dengan kuat
C. Melakukan perubahan posisi teratur dan mengurangi tekanan pada area berisiko
D. Menutup luka tanpa pengkajian
E. Mengurangi asupan nutrisi
Jawaban: C
Pembahasan:
Pencegahan luka tekan berfokus pada pengurangan tekanan, reposisi teratur, pengkajian kulit, nutrisi yang adekuat, serta penggunaan permukaan pendukung bila diperlukan.
Soal 12
Pasien mengatakan ingin mengakhiri hidup dan telah menyiapkan cara untuk melakukannya. Respons perawat yang paling tepat adalah ….
A. Membiarkan pasien sendiri agar lebih tenang
B. Menganggap pernyataan hanya mencari perhatian
C. Memastikan keselamatan pasien, melakukan pengawasan, dan segera melakukan eskalasi
D. Mengganti topik pembicaraan
E. Menyuruh keluarga membawa pasien pulang
Jawaban: C
Pembahasan:
Pernyataan bunuh diri dengan rencana yang jelas merupakan kondisi berisiko tinggi. Keselamatan pasien menjadi prioritas utama, disertai pengawasan dan penanganan segera.
Soal 13
Perawat melakukan handover kepada shift berikutnya. Informasi paling penting yang harus disampaikan adalah ….
A. Seluruh percakapan pribadi pasien
B. Masalah terkini, perubahan kondisi, tindakan yang sudah dilakukan, dan rencana tindak lanjut
C. Informasi yang tidak berhubungan dengan pelayanan
D. Pendapat pribadi mengenai keluarga pasien
E. Data administratif saja
Jawaban: B
Pembahasan:
Handover harus berfokus pada informasi klinis yang relevan untuk menjamin kesinambungan dan keselamatan pelayanan.
Soal 14
Seorang pasien pneumonia memiliki suhu 39°C, frekuensi napas 32 kali per menit, saturasi 88%, dan tampak lemah. Data yang paling membutuhkan perhatian segera adalah ….
A. Demam
B. Lemah
C. Frekuensi napas meningkat dan saturasi rendah
D. Diagnosis pneumonia
E. Riwayat batuk
Jawaban: C
Pembahasan:
Gangguan pernapasan dan hipoksemia merupakan masalah yang paling mengancam kehidupan sehingga harus diprioritaskan.
Soal 15
Pasien sedang menggunakan obat yang termasuk high-alert medication. Tindakan perawat yang paling penting untuk mengurangi risiko kesalahan adalah ….
A. Mengandalkan ingatan mengenai dosis
B. Melakukan verifikasi sesuai prosedur, termasuk pengecekan ganda jika diwajibkan
C. Memberikan obat lebih cepat agar tidak terlambat
D. Meminta keluarga menghitung dosis
E. Melewati pengecekan karena obat sudah disiapkan
Jawaban: B
Pembahasan:
Obat high-alert memiliki risiko besar menimbulkan dampak serius bila terjadi kesalahan. Verifikasi, identifikasi pasien, dosis, rute, waktu, dan double-check sesuai kebijakan sangat penting.
Soal 16
Pasien dengan penyakit ginjal memiliki urine output sangat sedikit dalam beberapa jam terakhir. Langkah terbaik perawat adalah ….
A. Mengabaikan karena pasien memang memiliki penyakit ginjal
B. Menilai keseimbangan cairan dan melaporkan perubahan signifikan
C. Memberikan cairan sebanyak mungkin tanpa instruksi
D. Menghentikan seluruh obat
E. Mengurangi pemantauan tanda vital
Jawaban: B
Pembahasan:
Penurunan urine output dapat menunjukkan penurunan perfusi ginjal atau perburukan fungsi ginjal. Kondisi perlu dievaluasi bersama data cairan, hemodinamik, dan kondisi klinis lain.
Soal 17
Seorang pasien pascaoperasi mengalami nyeri berat tetapi tekanan darah dan kondisi umum stabil. Perawat sebaiknya ….
A. Mengabaikan karena nyeri pascaoperasi dianggap normal
B. Menilai karakteristik dan skala nyeri kemudian memberikan intervensi sesuai program
C. Meminta pasien menahan nyeri
D. Menunda penilaian sampai dokter datang
E. Membatasi komunikasi dengan pasien
Jawaban: B
Pembahasan:
Nyeri harus dinilai secara sistematis dan ditangani sesuai kebutuhan. Evaluasi respons terhadap intervensi juga merupakan bagian penting dari asuhan.
Soal 18
Seorang anak dengan diare tampak sangat haus, mata cekung, dan kulit kembali lambat setelah dicubit. Kondisi tersebut paling mengarah pada ….
A. Gangguan pendengaran
B. Dehidrasi
C. Hipertensi
D. Gangguan muskuloskeletal
E. Reaksi alergi
Jawaban: B
Pembahasan:
Haus, mata cekung, dan turgor kulit menurun merupakan tanda yang konsisten dengan dehidrasi. Derajat dehidrasi perlu dinilai untuk menentukan kebutuhan terapi cairan.
Soal 19
Bayi prematur di ruang perawatan mengalami penurunan suhu tubuh. Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Membiarkan bayi tanpa selimut agar adaptasi lebih cepat
B. Menjaga lingkungan termal dan memantau suhu secara berkala
C. Memandikan bayi dengan air dingin
D. Mengurangi frekuensi pemantauan
E. Membuka inkubator sesering mungkin
Jawaban: B
Pembahasan:
Bayi prematur memiliki kemampuan termoregulasi terbatas sehingga mudah mengalami hipotermia. Pengaturan suhu lingkungan dan pemantauan ketat sangat penting.
Soal 20
Perawat menemukan pasien jatuh di kamar mandi tetapi masih sadar. Langkah pertama yang dilakukan adalah ….
A. Langsung mengangkat pasien ke tempat tidur
B. Menilai kondisi dan kemungkinan cedera sebelum memindahkan pasien
C. Menyalahkan pasien karena berjalan sendiri
D. Meminta keluarga membawa pasien pulang
E. Menghapus kejadian dari dokumentasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Setelah pasien jatuh, kondisi harus dinilai terlebih dahulu untuk mengetahui kemungkinan cedera. Pemindahan tanpa pengkajian dapat memperburuk cedera yang tidak terlihat.
Siap Hadapi Seleksi Perawat RS UINAM?

Perkuat persiapan Anda dengan latihan soal yang lebih banyak, pembahasan yang jelas, dan variasi kasus yang relevan dengan kompetensi perawat rumah sakit. Semakin sering berlatih, semakin terbiasa Anda menentukan prioritas tindakan dan menghadapi soal berbasis kasus. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT sekarang.


