Bank Soal Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak: Kisi-Kisi & Pembahasan

Mengikuti Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam menguasai kompetensi dasar dan teknis yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan di rumah sakit. Peserta perlu memahami berbagai materi seperti asuhan keperawatan, keselamatan pasien, pengkajian kondisi pasien, tindakan keperawatan, komunikasi terapeutik, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga penanganan kasus berdasarkan prioritas.

Melalui artikel Bank Soal Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak: Kisi-Kisi & Pembahasan, peserta dapat mempersiapkan diri dengan mempelajari kisi-kisi materi sekaligus berlatih mengerjakan berbagai tipe soal yang relevan. Contoh soal dan pembahasan yang disajikan juga dapat membantu meningkatkan kemampuan analisis, ketelitian, serta pengambilan keputusan ketika menghadapi soal berbasis kasus dalam proses seleksi.

Mengenal Formasi Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak

Formasi Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan keperawatan secara profesional, aman, dan sesuai prosedur. Perawat juga dituntut mampu melakukan pengkajian, menentukan prioritas masalah, melaksanakan tindakan keperawatan, serta mengevaluasi kondisi pasien.

1. Tugas Utama Perawat

Dalam pelayanan rumah sakit, tugas perawat secara umum meliputi:

  • melakukan pengkajian pasien;
  • menentukan masalah dan kebutuhan keperawatan;
  • merencanakan dan melaksanakan tindakan;
  • memantau perkembangan pasien;
  • memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga;
  • melakukan dokumentasi;
  • berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

2. Proses Asuhan Keperawatan

Peserta perlu memahami tahapan dasar:

Pengkajian → Diagnosis Keperawatan → Perencanaan → Implementasi → Evaluasi.

Pada soal berbasis kasus, peserta biasanya dituntut menentukan masalah utama dan tindakan yang paling tepat berdasarkan kondisi pasien.

3. Prioritas dan Keselamatan Pasien

Kemampuan menentukan prioritas menjadi bagian penting dalam pelayanan keperawatan. Salah satu pendekatan yang perlu dipahami adalah:

Airway → Breathing → Circulation → Disability → Exposure (ABCDE).

Selain kondisi kegawatdaruratan, peserta perlu memahami identifikasi pasien, keamanan pemberian obat, pencegahan infeksi, risiko jatuh, komunikasi efektif, dan pelaksanaan tindakan sesuai prosedur.

4. Komunikasi dan Kolaborasi

Perawat perlu mampu berkomunikasi secara terapeutik dengan pasien serta bekerja sama dengan dokter, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya. Dalam komunikasi klinis, pendekatan SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) juga penting dipahami agar informasi kondisi pasien dapat disampaikan secara sistematis.

Materi Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak yang Perlu Dipelajari

Untuk menghadapi Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak, peserta perlu menguasai materi keperawatan dasar hingga kemampuan menganalisis kasus klinis. Berikut materi utama yang dapat dijadikan fokus belajar.

1. Asuhan Keperawatan

Peserta perlu memahami tahapan:

Pengkajian → Diagnosis Keperawatan → Perencanaan → Implementasi → Evaluasi.

Soal dapat menyajikan kondisi pasien kemudian meminta peserta menentukan masalah, prioritas, atau tindakan keperawatan yang tepat.

2. Keperawatan Medikal Bedah

Materi ini berkaitan dengan perawatan pasien dewasa dengan berbagai gangguan sistem tubuh, seperti:

  • kardiovaskular;
  • pernapasan;
  • pencernaan;
  • neurologis;
  • endokrin;
  • ginjal dan perkemihan;
  • muskuloskeletal.

Fokuskan pembelajaran pada tanda dan gejala, pengkajian, prioritas masalah, intervensi, serta pemantauan pasien.

3. Keperawatan Gawat Darurat

Peserta perlu memahami penilaian kondisi pasien menggunakan pendekatan:

Airway → Breathing → Circulation → Disability → Exposure (ABCDE).

Pelajari pula triase, pemantauan tanda vital, penurunan kesadaran, gangguan pernapasan, syok, dan prinsip penanganan awal pasien dengan kondisi memburuk.

4. Keselamatan Pasien

Materi keselamatan pasien mencakup:

  • identifikasi pasien;
  • komunikasi efektif;
  • keamanan pemberian obat;
  • pencegahan pasien jatuh;
  • pencegahan kesalahan tindakan;
  • pelaporan insiden;
  • serah terima pasien.

Dalam soal kasus, keselamatan pasien biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama ketika menentukan tindakan.

5. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)

Materi yang perlu dipahami meliputi kebersihan tangan, penggunaan APD sesuai risiko, teknik aseptik, kewaspadaan standar, kewaspadaan berdasarkan transmisi, pengelolaan alat, dan pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan.

6. Pemberian Obat

Peserta perlu memahami prinsip pemberian obat yang aman, termasuk ketepatan pasien, obat, dosis, waktu, rute pemberian, dokumentasi, serta pemantauan respons pasien.

Perhatikan pula soal kasus mengenai alergi, efek obat, instruksi yang tidak jelas, dan tindakan yang perlu dilakukan sebelum pemberian obat.

7. Komunikasi Terapeutik dan SBAR

Pelajari komunikasi dengan pasien dan keluarga serta komunikasi antarprofesi. Untuk penyampaian kondisi pasien secara sistematis, pahami:

Situation → Background → Assessment → Recommendation (SBAR).

8. Etika dan Profesionalisme Keperawatan

Materi meliputi:

  • kerahasiaan pasien;
  • informed consent;
  • batas kewenangan;
  • tanggung jawab profesional;
  • penghormatan terhadap hak pasien;
  • komunikasi profesional;
  • tindakan sesuai SOP.

9. Dokumentasi Keperawatan

Peserta perlu memahami pencatatan hasil pengkajian, tindakan, perkembangan kondisi pasien, respons terhadap intervensi, serta informasi penting selama pelayanan.

Dokumentasi harus objektif, akurat, relevan, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

10. Analisis Studi Kasus

Soal seleksi dapat dibuat dalam bentuk kasus yang membutuhkan kemampuan menentukan tindakan paling tepat. Gunakan pola:

Kaji Kondisi → Temukan Masalah → Tentukan Prioritas → Pilih Intervensi → Evaluasi Respons → Dokumentasikan.

Kisi-Kisi Tes Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak Terbaru

Berdasarkan Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD dr. Soedarso Tahun 2026, peserta mengikuti Computer Assisted Test (CAT) sebanyak 60 soal dengan waktu 60 menit. Komposisinya terdiri atas 30 soal kompetensi dasar (manajerial dan sosial kultural) serta 30 soal kompetensi teknis.

A. Kisi-Kisi Kompetensi Dasar

1. Kompetensi Manajerial

Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • integritas dan tanggung jawab;
  • kerja sama dalam tim;
  • komunikasi efektif;
  • orientasi pelayanan;
  • penyelesaian masalah;
  • pengambilan keputusan;
  • kemampuan beradaptasi;
  • profesionalisme;
  • kepatuhan terhadap SOP;
  • penentuan prioritas pekerjaan.

Fokus soal: studi kasus situasi kerja. Peserta perlu menentukan tindakan yang paling profesional, aman, objektif, dan sesuai kewenangan.

2. Kompetensi Sosial Kultural

Fokus materi dapat mencakup:

  • pelayanan tanpa diskriminasi;
  • komunikasi dengan pasien dan keluarga;
  • empati;
  • menghargai keberagaman;
  • penyelesaian konflik;
  • kerja sama dengan tenaga kesehatan lain;
  • pelayanan kepada kelompok dengan kebutuhan berbeda;
  • kepekaan terhadap kondisi sosial dan budaya pasien.

B. Kisi-Kisi Kompetensi Teknis Perawat

1. Praktik Keperawatan Berdasarkan Etik, Legal, dan Peka Budaya

Pelajari:

  • etika profesi;
  • tanggung jawab perawat;
  • batas kewenangan;
  • hak dan kewajiban pasien;
  • privasi dan kerahasiaan;
  • informed consent;
  • praktik sesuai standar dan SOP;
  • pelayanan yang menghargai latar belakang pasien.

Soal dapat berupa dilema etik atau tindakan yang berada di luar kewenangan perawat.

2. Proses Asuhan Keperawatan

Kuasai tahapan:

Pengkajian → Diagnosis Keperawatan → Perencanaan → Implementasi → Evaluasi.

Peserta harus mampu membaca kasus dan menentukan tahap atau tindakan yang paling tepat berdasarkan data pasien.

3. Keperawatan Medikal Bedah

Materi yang perlu diperkuat meliputi gangguan:

  • kardiovaskular;
  • respirasi;
  • neurologis;
  • gastrointestinal;
  • endokrin;
  • ginjal dan perkemihan;
  • muskuloskeletal;
  • hematologi.

Fokus pada tanda/gejala, hasil pengkajian, prioritas masalah, intervensi, komplikasi, dan monitoring.

4. Keperawatan Gawat Darurat

Kuasai penilaian awal:

Airway → Breathing → Circulation → Disability → Exposure (ABCDE).

Pelajari pula:

  • triase;
  • gangguan jalan napas;
  • gangguan pernapasan;
  • syok;
  • perdarahan;
  • penurunan kesadaran;
  • perubahan tanda vital;
  • prioritas penanganan pasien.

Soal HOTS kemungkinan menuntut peserta memilih pasien atau tindakan yang harus diprioritaskan.

5. Keselamatan Pasien

Materi penting meliputi:

  • identifikasi pasien;
  • komunikasi efektif;
  • keamanan pemberian obat;
  • pencegahan pasien jatuh;
  • keselamatan tindakan;
  • handover;
  • identifikasi risiko;
  • pelaporan insiden;
  • budaya keselamatan pasien.

Pola soal biasanya berbentuk “tindakan pertama”, “paling tepat”, atau “prioritas”.

6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Pelajari:

  • kebersihan tangan;
  • kewaspadaan standar;
  • APD sesuai risiko;
  • teknik aseptik;
  • pengelolaan alat;
  • pengelolaan limbah;
  • kewaspadaan berdasarkan transmisi;
  • pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan.

Peserta perlu memahami pemilihan tindakan berdasarkan risiko paparan, bukan sekadar menghafal APD.

7. Pemberian Obat dan Medication Safety

Kuasai prinsip ketepatan pemberian obat, termasuk:

Pasien → Obat → Dosis → Waktu → Rute → Dokumentasi → Monitoring.

Pelajari pula:

  • alergi obat;
  • respons pasien;
  • efek yang tidak diharapkan;
  • instruksi terapi yang tidak jelas;
  • verifikasi sebelum tindakan;
  • pencegahan medication error.

8. Perhitungan Dasar Keperawatan

Soal teknis juga layak dipersiapkan dalam bentuk perhitungan sederhana, misalnya:

  • dosis obat;
  • konversi satuan;
  • kebutuhan cairan;
  • kecepatan pemberian cairan sesuai konteks klinis;
  • jumlah obat berdasarkan instruksi.

Fokusnya adalah ketelitian membaca informasi pada soal sebelum melakukan perhitungan.

9. Keperawatan Maternitas

Materi dapat mencakup:

  • pengkajian ibu;
  • kehamilan;
  • persalinan;
  • postpartum;
  • tanda bahaya;
  • pemantauan ibu dan bayi;
  • prioritas masalah keperawatan.

10. Keperawatan Anak

Pelajari:

  • pengkajian anak;
  • tanda vital berdasarkan konteks usia;
  • kebutuhan cairan dan nutrisi;
  • demam;
  • gangguan pernapasan;
  • komunikasi dengan anak dan keluarga;
  • keselamatan pasien anak.

11. Keperawatan Jiwa

Materi dapat mencakup:

  • komunikasi terapeutik;
  • pengkajian status mental;
  • kecemasan;
  • gangguan persepsi;
  • perilaku berisiko;
  • prioritas keselamatan;
  • hubungan terapeutik.

12. Keperawatan Komunitas

Pelajari konsep:

  • promosi kesehatan;
  • pencegahan penyakit;
  • edukasi kesehatan;
  • identifikasi masalah kesehatan;
  • kelompok berisiko;
  • pemberdayaan pasien dan keluarga;
  • kontinuitas pelayanan.

13. Komunikasi Terapeutik dan SBAR

Peserta perlu memahami komunikasi dengan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan lain.

Untuk komunikasi klinis, pahami:

Situation → Background → Assessment → Recommendation.

Soal dapat meminta peserta memilih informasi mana yang harus disampaikan terlebih dahulu ketika kondisi pasien berubah.

14. Dokumentasi Keperawatan

Fokus pada:

  • pencatatan hasil pengkajian;
  • diagnosis dan masalah;
  • intervensi;
  • respons pasien;
  • evaluasi;
  • waktu tindakan;
  • objektivitas informasi;
  • kesinambungan dokumentasi.

Dokumentasi harus akurat, objektif, relevan, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

15. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan

Standar Profesi Perawat juga memasukkan kepemimpinan dan manajemen sebagai area kompetensi.

Materi dapat diarahkan pada:

  • pembagian tugas;
  • koordinasi;
  • prioritas pelayanan;
  • komunikasi tim;
  • pengelolaan konflik;
  • delegasi sesuai kewenangan;
  • mutu pelayanan;
  • keselamatan pasien.

16. Pendidikan Pasien dan Keluarga

Peserta perlu mampu menentukan edukasi yang sesuai dengan kondisi pasien.

Perhatikan:

  • kebutuhan informasi;
  • bahasa yang mudah dipahami;
  • kesiapan pasien;
  • keterlibatan keluarga;
  • evaluasi pemahaman;
  • tindak lanjut perawatan.

17. Studi Kasus Klinis

Bagian ini perlu mendapat porsi latihan besar. Soal dapat memberikan beberapa data sekaligus, kemudian peserta diminta menentukan tindakan.

Gunakan pola:

Kaji Data → Identifikasi Masalah → Tentukan Prioritas → Pilih Tindakan → Pantau Respons → Evaluasi → Dokumentasikan.

Untuk kasus kegawatdaruratan, prioritaskan penilaian kondisi yang mengancam fungsi vital.

Contoh Soal HOTS Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso Pontianak

Berikut 25 contoh soal HOTS yang dirancang untuk melatih kemampuan peserta dalam melakukan pengkajian, menentukan prioritas, menjaga keselamatan pasien, berkomunikasi, serta mengambil keputusan keperawatan berdasarkan kasus.

Soal 1 — Prioritas Pasien

Seorang perawat menerima empat pasien pada waktu bersamaan:

A. Pasien mengeluh nyeri luka operasi skala 6/10
B. Pasien demam 38,1°C dan meminta minum
C. Pasien tiba-tiba sesak, frekuensi napas meningkat, dan tampak gelisah
D. Pasien meminta bantuan mengganti posisi tidur
E. Pasien menanyakan jadwal pemeriksaan berikutnya

Pasien yang harus dinilai terlebih dahulu adalah….

Jawaban: C

Pembahasan:
Perubahan akut pada fungsi pernapasan memiliki prioritas lebih tinggi. Perawat perlu segera melakukan penilaian kondisi pasien dengan pendekatan ABCDE, terutama airway dan breathing.

Soal 2 — Pengkajian

Pasien mengatakan pusing setelah bangun dari tempat tidur. Perawat menemukan tekanan darah lebih rendah dibandingkan hasil pengukuran sebelumnya.

Tindakan awal paling tepat adalah….

A. Meminta pasien tetap berjalan agar terbiasa
B. Langsung menyimpulkan pasien mengalami dehidrasi
C. Membantu pasien berada pada posisi aman dan melakukan pengkajian lebih lanjut
D. Mengabaikannya karena pusing merupakan keluhan umum
E. Meminta keluarga membawa pasien berjalan

Jawaban: C

Pembahasan:
Keselamatan pasien harus didahulukan. Setelah memastikan posisi aman, perawat perlu mengumpulkan data tambahan sebelum menentukan penyebab keluhan.

Soal 3 — Proses Keperawatan

Seorang pasien mengalami sesak. Perawat telah mengumpulkan data subjektif dan objektif serta mengidentifikasi masalah keperawatan utama.

Tahap berikutnya adalah….

A. Evaluasi
B. Menyusun perencanaan keperawatan
C. Dokumentasi akhir
D. Mengakhiri pengkajian
E. Memberikan edukasi pulang

Jawaban: B

Pembahasan:
Urutan proses keperawatan adalah:

Pengkajian → Diagnosis Keperawatan → Perencanaan → Implementasi → Evaluasi.

Setelah masalah ditentukan, perawat menyusun tujuan dan rencana intervensi yang sesuai.

Soal 4 — Keselamatan Pasien

Dua pasien dengan nama hampir sama berada dalam satu ruangan. Perawat akan melakukan tindakan keperawatan.

Tindakan paling tepat adalah….

A. Menggunakan nomor tempat tidur sebagai identitas utama
B. Menanyakan nama pasien saja
C. Melakukan identifikasi menggunakan indikator identitas sesuai prosedur sebelum tindakan
D. Meminta pasien saling mengenali
E. Mengandalkan ingatan karena sudah mengenal pasien

Jawaban: C

Pembahasan:
Kemiripan nama meningkatkan risiko salah pasien. Identifikasi harus dilakukan menggunakan identitas yang ditentukan dalam prosedur rumah sakit, bukan lokasi tempat tidur atau ingatan petugas.

Soal 5 — Pencegahan Infeksi

Sebelum melakukan prosedur yang memerlukan teknik aseptik, perawat telah menggunakan sarung tangan tetapi belum melakukan kebersihan tangan.

Apa tindakan paling tepat?

A. Melanjutkan karena sudah memakai sarung tangan
B. Melakukan kebersihan tangan sesuai prosedur sebelum melanjutkan tindakan
C. Menggunakan dua lapis sarung tangan
D. Meminta keluarga membantu
E. Mengganti pasien terlebih dahulu

Jawaban: B

Pembahasan:
Penggunaan sarung tangan tidak menggantikan kebersihan tangan. Pencegahan infeksi membutuhkan penerapan prosedur yang benar berdasarkan risiko tindakan.

Soal 6 — Medication Safety

Perawat akan memberikan obat kepada pasien. Ketika melakukan verifikasi, pasien mengatakan pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat dengan nama yang mirip.

Tindakan paling tepat adalah….

A. Memberikan obat karena sudah diresepkan
B. Memberikan setengah dosis
C. Menunda pemberian, memverifikasi riwayat alergi dan mengklarifikasi sesuai prosedur
D. Meminta keluarga menentukan
E. Mengganti obat sendiri

Jawaban: C

Pembahasan:
Potensi alergi merupakan masalah keselamatan. Perawat tidak seharusnya mengabaikannya maupun mengganti terapi sendiri. Informasi harus diverifikasi dan diklarifikasi sesuai kewenangan.

Soal 7 — Instruksi Tidak Jelas

Perawat menerima instruksi terapi yang tulisannya tidak jelas dan berpotensi menimbulkan kesalahan interpretasi.

Apa tindakan terbaik?

A. Menebak berdasarkan kebiasaan
B. Mengikuti interpretasi perawat senior
C. Melakukan klarifikasi kepada pihak yang berwenang sebelum pelaksanaan
D. Memilih dosis paling rendah
E. Menunggu pasien bertanya

Jawaban: C

Pembahasan:
Instruksi yang ambigu harus diklarifikasi. Tidak menebak merupakan prinsip penting dalam mencegah kesalahan pelayanan.

Soal 8 — SBAR

Pasien mengalami perubahan kondisi secara mendadak. Perawat akan menghubungi dokter menggunakan SBAR.

Informasi yang termasuk bagian Situation adalah….

A. Riwayat penyakit pasien sejak lima tahun lalu
B. Masalah utama dan kondisi pasien saat ini
C. Seluruh hasil pemeriksaan sejak masuk rumah sakit
D. Riwayat keluarga
E. Rencana pulang pasien

Jawaban: B

Pembahasan:
Situation menjelaskan apa yang sedang terjadi sekarang dan alasan komunikasi dilakukan. Informasi latar belakang yang relevan ditempatkan pada bagian Background.

Soal 9 — Risiko Jatuh

Pasien lansia tampak bingung dan beberapa kali mencoba turun dari tempat tidur tanpa bantuan.

Prioritas perawat adalah….

A. Menegur pasien
B. Membatasi seluruh aktivitas pasien
C. Mengkaji risiko jatuh dan menerapkan tindakan pencegahan yang sesuai
D. Meminta keluarga memarahi pasien
E. Membiarkan pasien agar mandiri

Jawaban: C

Pembahasan:
Kebingungan dan upaya turun sendiri meningkatkan risiko jatuh. Intervensi harus didasarkan pada pengkajian risiko dan kebutuhan individual pasien.

Soal 10 — Dokumentasi

Perawat lupa mencatat tindakan yang telah dilakukan dua jam sebelumnya.

Apa tindakan paling profesional?

A. Tidak perlu mencatat
B. Mengubah waktu seolah-olah dicatat dua jam lalu
C. Membuat pencatatan sesuai prosedur dengan informasi faktual dan waktu dokumentasi yang benar
D. Meminta rekan mencatat atas namanya
E. Menghapus catatan sebelumnya

Jawaban: C

Pembahasan:
Dokumentasi harus jujur, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Catatan tidak boleh dimanipulasi untuk seolah-olah dibuat pada waktu yang berbeda.

Soal 11 — Etika dan Kerahasiaan

Teman pasien meminta informasi rinci mengenai diagnosis dan hasil pemeriksaan pasien. Pasien tidak berada di tempat dan kewenangan orang tersebut tidak jelas.

Tindakan perawat adalah….

A. Memberikan semua informasi
B. Memberikan sebagian informasi
C. Memastikan kewenangan dan persetujuan sesuai ketentuan sebelum memberikan informasi
D. Memberikan foto rekam medis
E. Meminta pasien lain menjelaskan

Jawaban: C

Pembahasan:
Informasi kesehatan merupakan informasi yang harus dijaga kerahasiaannya. Perawat perlu memastikan kewenangan pihak yang meminta informasi.

Soal 12 — Medikal Bedah

Pasien dengan gangguan pernapasan tampak semakin gelisah, frekuensi napas meningkat, dan saturasi oksigen menurun dibandingkan sebelumnya.

Apa prioritas perawat?

A. Menanyakan pilihan makanan
B. Melakukan pengkajian respirasi segera dan menjalankan respons sesuai kondisi serta prosedur
C. Menunggu pemeriksaan rutin berikutnya
D. Menyelesaikan dokumentasi pasien lain dahulu
E. Memberikan edukasi pulang

Jawaban: B

Pembahasan:
Perubahan status respirasi merupakan kondisi yang harus segera dinilai karena berpotensi berkembang menjadi gangguan fungsi vital.

Soal 13 — Neurologis

Seorang pasien yang sebelumnya sadar penuh tiba-tiba menjadi sulit dibangunkan.

Tindakan awal paling tepat adalah….

A. Membiarkannya tidur
B. Menunggu keluarga datang
C. Melakukan penilaian segera terhadap kondisi pasien menggunakan pendekatan prioritas klinis dan melakukan eskalasi sesuai temuan
D. Memberikan makanan
E. Memindahkan pasien tanpa pengkajian

Jawaban: C

Pembahasan:
Perubahan tingkat kesadaran yang akut merupakan tanda penting. Perawat perlu segera melakukan pengkajian dan mengeskalasi kondisi sesuai prosedur.

Soal 14 — Triase

Empat pasien datang hampir bersamaan. Siapa yang memerlukan penilaian paling segera?

A. Pasien dengan luka kecil pada jari
B. Pasien batuk selama tiga hari tetapi berbicara lancar
C. Pasien dengan kesulitan bernapas dan tampak mengalami penurunan kondisi
D. Pasien meminta surat keterangan
E. Pasien mengeluh nyeri ringan sejak satu minggu

Jawaban: C

Pembahasan:
Triase mengutamakan tingkat kegawatan, bukan urutan kedatangan. Gangguan pernapasan akut membutuhkan penilaian segera.

Soal 15 — Keperawatan Anak

Anak dirawat di rumah sakit dan tampak takut setiap kali petugas mendekat. Orang tua mengatakan anak semakin sulit diajak bekerja sama.

Pendekatan terbaik adalah….

A. Memaksa anak agar tindakan cepat selesai
B. Mengabaikan rasa takut
C. Menggunakan komunikasi sesuai tahap perkembangan dan melibatkan orang tua secara tepat
D. Meminta orang tua keluar dalam semua situasi
E. Menunda semua perawatan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pendekatan pada anak perlu mempertimbangkan usia, perkembangan, rasa aman, dan keterlibatan keluarga.

Soal 16 — Keperawatan Maternitas

Seorang ibu setelah persalinan menunjukkan perubahan kondisi yang mengarah pada kemungkinan komplikasi dan tampak semakin lemah.

Prioritas perawat adalah….

A. Menunggu jadwal pemeriksaan rutin
B. Melakukan pengkajian segera, mengenali tanda bahaya, dan melakukan eskalasi sesuai kondisi
C. Memberikan edukasi menyusui terlebih dahulu
D. Menanyakan administrasi
E. Menunda sampai keluarga hadir

Jawaban: B

Pembahasan:
Perubahan kondisi postpartum yang mengarah pada komplikasi membutuhkan pengenalan dini dan respons segera. Masalah administratif bukan prioritas.

Soal 17 — Keperawatan Jiwa

Pasien tampak sangat cemas dan sulit berkonsentrasi saat diajak berbicara.

Pendekatan komunikasi yang paling tepat adalah….

A. Memberikan banyak instruksi sekaligus
B. Berbicara dengan tenang, menggunakan kalimat sederhana, dan membantu pasien fokus pada kondisi saat ini
C. Berdebat mengenai kecemasannya
D. Mengabaikan pasien
E. Memaksa pasien menjelaskan semua masalah sekaligus

Jawaban: B

Pembahasan:
Pada kecemasan tinggi, kemampuan menerima informasi dapat berkurang. Komunikasi perlu dibuat tenang, sederhana, jelas, dan suportif.

Soal 18 — Keperawatan Komunitas

Di suatu wilayah ditemukan peningkatan kasus penyakit tertentu. Tim memiliki sumber daya terbatas.

Langkah awal yang paling tepat adalah….

A. Menjalankan semua program sekaligus
B. Membagikan materi edukasi tanpa pengkajian
C. Mengidentifikasi besarnya masalah, kelompok berisiko, faktor penyebab, dan sumber daya sebelum menentukan intervensi
D. Menunggu masalah menghilang
E. Memusatkan seluruh kegiatan pada kelompok yang paling mudah dijangkau

Jawaban: C

Pembahasan:
Intervensi komunitas seharusnya didasarkan pada pengkajian kebutuhan dan prioritas, bukan asumsi.

Soal 19 — Delegasi

Perawat bertanggung jawab terhadap beberapa pasien dan perlu membagi pekerjaan kepada anggota tim.

Prinsip yang paling tepat adalah….

A. Mendelegasikan seluruh pekerjaan kepada petugas paling junior
B. Membagi berdasarkan siapa yang sedang tidak sibuk saja
C. Menyesuaikan tugas dengan kompetensi, kewenangan, kondisi pasien, serta melakukan supervisi yang diperlukan
D. Membiarkan anggota tim memilih seluruh tugas sendiri
E. Mendelegasikan keputusan klinis yang menjadi tanggung jawabnya

Jawaban: C

Pembahasan:
Delegasi tidak menghilangkan tanggung jawab profesional. Tugas harus sesuai kompetensi dan kewenangan penerima delegasi.

Soal 20 — Edukasi Pasien

Perawat telah menjelaskan perawatan di rumah. Pasien mengangguk, tetapi tampak masih ragu.

Apa tindakan terbaik?

A. Menganggap pasien sudah memahami
B. Mengulangi informasi dengan suara lebih keras
C. Meminta pasien menjelaskan kembali poin penting dengan bahasanya sendiri
D. Memberikan informasi sebanyak mungkin
E. Menyerahkan seluruh edukasi kepada keluarga

Jawaban: C

Pembahasan:
Meminta pasien menjelaskan kembali membantu menilai apakah informasi benar-benar dipahami, bukan sekadar disetujui secara verbal.

Soal 21 — Konflik Tim

Dua tenaga kesehatan berbeda pendapat mengenai pelaksanaan pelayanan dan mulai berdebat di depan pasien.

Sebagai perawat yang terlibat dalam tim, tindakan terbaik adalah….

A. Melanjutkan perdebatan sampai ada pemenang
B. Membicarakan konflik secara profesional di tempat yang sesuai dan berfokus pada keselamatan serta kebutuhan pasien
C. Meminta pasien menentukan pendapat yang benar
D. Mengunggah masalah ke media sosial
E. Mengabaikan seluruh komunikasi dengan tim

Jawaban: B

Pembahasan:
Konflik profesional harus diselesaikan melalui komunikasi yang tepat tanpa mengganggu rasa aman dan kepercayaan pasien.

Soal 22 — Perhitungan Obat

Instruksi menyebutkan pasien membutuhkan 300 mg obat. Sediaan yang tersedia memiliki konsentrasi 150 mg dalam 5 mL.

Berapa volume yang diperlukan?

A. 2,5 mL
B. 5 mL
C. 7,5 mL
D. 10 mL
E. 15 mL

Jawaban: D

Pembahasan:

150 mg = 5 mL
300 mg = 2 × 150 mg

Maka:

2 × 5 mL = 10 mL

Jadi volume berdasarkan perhitungan soal adalah 10 mL. Dalam praktik klinis, pemberian tetap mengikuti verifikasi instruksi, identitas pasien, sediaan, dan prosedur yang berlaku.

Soal 23 — Manajemen Keperawatan

Dalam satu shift terjadi kekurangan tenaga, sementara jumlah pasien dengan kebutuhan pemantauan tinggi meningkat.

Keputusan ketua tim paling tepat adalah….

A. Membagi jumlah pasien sama rata tanpa mempertimbangkan kondisi
B. Memprioritaskan pembagian berdasarkan tingkat kebutuhan pasien, kompetensi petugas, beban kerja, dan keselamatan
C. Menunda seluruh tindakan nonadministratif
D. Menyerahkan pasien sulit kepada petugas baru
E. Mengurangi frekuensi pemantauan seluruh pasien

Jawaban: B

Pembahasan:
Pembagian tugas tidak cukup berdasarkan jumlah pasien. Acuity pasien, kompetensi tenaga, beban kerja, dan keselamatan harus menjadi pertimbangan.

Soal 24 — Perubahan Kondisi Pasien

Perawat menemukan hasil tanda vital pasien berbeda signifikan dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Namun pasien mengatakan dirinya merasa baik-baik saja.

Apa tindakan paling tepat?

A. Mengabaikan hasil karena pasien tidak mengeluh
B. Langsung menyimpulkan alat rusak
C. Memverifikasi hasil pengukuran, melakukan pengkajian pasien, membandingkan tren, lalu mengambil tindakan sesuai temuan
D. Menunggu shift berikutnya
E. Menghapus hasil yang berbeda

Jawaban: C

Pembahasan:
Data objektif yang berubah signifikan tetap perlu ditindaklanjuti. Langkah yang tepat adalah verifikasi → pengkajian → analisis tren → respons sesuai temuan.

Soal 25 — Studi Kasus Terintegrasi

Seorang perawat sedang melakukan dokumentasi ketika menerima beberapa informasi:

  1. Pasien A meminta bantuan mengganti posisi.
  2. Pasien B mengatakan makanannya terlambat.
  3. Pasien C yang sebelumnya stabil tiba-tiba mengalami perubahan kesadaran.
  4. Keluarga Pasien D meminta penjelasan jadwal pulang.
  5. Rekan meminta bantuan menyelesaikan laporan rutin.

Apa tindakan yang harus diprioritaskan?

A. Membantu Pasien A
B. Menangani keluhan Pasien B
C. Segera melakukan pengkajian terhadap Pasien C
D. Menjelaskan jadwal pulang Pasien D
E. Membantu menyelesaikan laporan

Jawaban: C

Pembahasan:
Perubahan kesadaran akut merupakan perubahan klinis yang berpotensi serius. Perawat perlu segera melakukan penilaian berdasarkan prinsip prioritas klinis dan melakukan eskalasi sesuai hasil pengkajian.

Tingkatkan Peluang Lolos Seleksi Perawat!

Persiapkan diri lebih maksimal dengan mempelajari materi dan mengerjakan latihan soal di Fungsional.id agar semakin terbiasa menghadapi berbagai tipe soal seleksi. Jadikan latihan soal sebagai bekal untuk menghadapi Rekrutmen Perawat RSUD dr. Soedarso dengan persiapan yang lebih matang

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!