Soal Seleksi Terbuka JPT Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN: Materi,  Kisi-Kisi & Pembahasan

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) secara berkala membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mengisi posisi strategis setingkat Eselon II di berbagai unit kerja pusat maupun di Perwakilan BKKBN Provinsi seluruh Indonesia. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama merupakan jabatan struktural yang memegang peran sangat strategis dalam memimpin, mengoordinasikan, dan mengendalikan pelaksanaan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) secara menyeluruh di tingkat unit kerja, sehingga dibutuhkan kandidat yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang kependudukan dan keluarga berencana, tetapi juga unggul dalam kompetensi manajerial kepemimpinan dan sosial kultural yang terstandarisasi sesuai ketentuan manajemen ASN.

Menghadapi seleksi terbuka JPT Pratama Kemendukbangga/BKKBN membutuhkan persiapan yang sangat komprehensif, mengingat tahapan seleksi yang ketat mencakup seleksi administrasi, Computer Assisted Competency Test (CACT) BKN, penulisan makalah atau policy brief, asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural melalui metode assessment center, hingga wawancara akhir oleh Panitia Seleksi yang menilai kedalaman penguasaan kebijakan kependudukan, kemampuan kepemimpinan strategis, dan kesiapan memberikan kontribusi nyata bagi percepatan program Bangga Kencana di seluruh Indonesia. Artikel ini hadir sebagai panduan persiapan lengkap yang menyajikan latihan soal pilihan ganda beserta pembahasan mendalam yang disusun berdasarkan karakteristik materi seleksi JPT Pratama Kemendukbangga/BKKBN, agar calon peserta lebih siap dan tampil maksimal dalam setiap tahapan seleksi yang sesungguhnya.

Mengenal Seleksi Terbuka JPT Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN

Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional secara terbuka dan kompetitif sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, BKKBN/Kemendukbangga melaksanakan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang terbuka kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil. JPT Pratama setingkat Eselon II merupakan jabatan struktural yang memimpin unit kerja strategis di pusat maupun Perwakilan BKKBN/Kemendukbangga Provinsi di seluruh Indonesia, mencakup posisi-posisi seperti Direktur, Kepala Biro, Kepala Perwakilan Provinsi, dan jabatan setara lainnya yang berperan langsung dalam penggerak program Bangga Kencana di tingkat nasional maupun daerah.

Tahapan seleksi terbuka JPT Pratama mencakup seleksi administrasi, penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural melalui asesmen BKN, penulisan makalah, presentasi dan wawancara, serta penelusuran rekam jejak, yang seluruh tahapannya dilaksanakan secara objektif dengan melibatkan Panitia Seleksi. Para kandidat JPT mengikuti tahap penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural melalui proses asesmen Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang berlangsung di Gedung Assessment Center BKN Pusat, dengan melibatkan asesor bersertifikat dari berbagai wilayah untuk memastikan objektivitas dan akurasi penilaian. Persyaratan umum mencakup berstatus PNS aktif dengan pangkat minimal Pembina (IV/a) atau setara, memiliki rekam jejak kinerja minimal “Baik” dalam dua tahun terakhir, telah menduduki JPT Pratama atau jabatan fungsional ahli utama paling singkat dua tahun, serta tidak sedang menjalani hukuman disiplin. Seluruh informasi seleksi diumumkan resmi melalui laman kemendukbangga.go.id  dan portal asnkarier.bkn.go.id 

Kompetensi yang Dinilai dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN bertujuan untuk memperoleh aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural sesuai kebutuhan organisasi. Selain memiliki pengalaman dan rekam jejak yang baik, setiap peserta juga dituntut mampu menunjukkan kemampuan berpikir strategis, kepemimpinan, serta komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas. Dalam proses seleksi, peserta umumnya akan dinilai melalui beberapa kompetensi utama sebagai berikut:

  • Kompetensi Manajerial
    Mengukur kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, manajemen perubahan, perencanaan program, pengelolaan sumber daya, serta kemampuan membangun kerja sama lintas unit.
  • Kompetensi Teknis
    Menguji pemahaman peserta terhadap kebijakan, regulasi, dan tugas pokok yang berkaitan dengan bidang kerja KEMENDUKBANGGA/BKKBN, termasuk kemampuan menyusun strategi, program, serta solusi atas berbagai permasalahan organisasi.
  • Kompetensi Sosial Kultural
    Menilai kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai keberagaman, serta membangun hubungan kerja yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan.
  • Integritas dan Etika Kepemimpinan
    Peserta diharapkan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai ASN BerAKHLAK, mampu menjaga profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta mengedepankan kepentingan organisasi dan masyarakat.
  • Kemampuan Berpikir Strategis
    Mengukur kemampuan menganalisis permasalahan, menyusun kebijakan, mengidentifikasi risiko, serta menghasilkan keputusan yang efektif berdasarkan data dan kondisi organisasi.

Dengan memahami kompetensi yang diukur dalam seleksi, peserta dapat menyusun strategi belajar yang lebih terarah. Fokuskan persiapan pada peningkatan kemampuan analitis, kepemimpinan, pemahaman regulasi, serta penyelesaian studi kasus yang sering digunakan dalam proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Tahapan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berbasis sistem merit untuk memperoleh pejabat yang memiliki kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Setiap tahapan seleksi dirancang untuk menilai kelayakan peserta dari aspek administratif, kompetensi, hingga kemampuan memimpin organisasi.

Secara umum, tahapan Seleksi Terbuka JPT Pratama meliputi:

  • Seleksi Administrasi
    Verifikasi persyaratan administrasi, seperti kepangkatan, riwayat jabatan, kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja, serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan.
  • Penilaian Kompetensi (Assessment Center)
    Mengukur kompetensi manajerial, kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah melalui berbagai metode asesmen.
  • Penulisan Makalah
    Peserta diminta menyusun makalah sesuai tema atau isu strategis yang berkaitan dengan tugas jabatan. Penilaian meliputi kemampuan analisis, penyusunan strategi, inovasi, serta kualitas rekomendasi yang diberikan.
  • Presentasi dan Wawancara
    Peserta mempresentasikan gagasan atau makalah di hadapan panitia seleksi, kemudian mengikuti wawancara untuk menggali kompetensi teknis, visi kepemimpinan, integritas, rekam jejak, serta komitmen dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
  • Penelusuran Rekam Jejak (Track Record)
    Panitia melakukan penilaian terhadap rekam jejak peserta, meliputi kinerja, integritas, kepatuhan terhadap peraturan, prestasi, serta pengalaman memimpin organisasi.
  • Penetapan Hasil Seleksi
    Peserta yang memperoleh nilai terbaik pada seluruh tahapan akan direkomendasikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku untuk proses penetapan dan pengangkatan.

Memahami setiap tahapan seleksi akan membantu peserta mempersiapkan diri secara lebih efektif. Selain menguasai materi dan regulasi, peserta juga perlu melatih kemampuan analisis, komunikasi, penyusunan makalah, presentasi, serta kepemimpinan agar mampu menunjukkan kompetensi terbaik selama proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN.

Kisi-Kisi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN dirancang untuk mengukur kompetensi kepemimpinan, kemampuan manajerial, kompetensi teknis, integritas, serta kemampuan berpikir strategis calon pejabat. Materi seleksi umumnya disesuaikan dengan Standar Kompetensi Jabatan ASN, sistem merit, dan kebutuhan organisasi dalam mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, serta percepatan pembangunan sumber daya manusia.

NomorMateri TesPokok Bahasan
1Kompetensi ManajerialPerencanaan strategis, pengorganisasian, pengambilan keputusan, pengendalian program, manajemen perubahan, dan manajemen risiko.
2Kepemimpinan StrategisVisionary leadership, servant leadership, pengambilan keputusan strategis, kepemimpinan transformasional, dan pembangunan budaya kerja.
3Kompetensi TeknisKebijakan KEMENDUKBANGGA/BKKBN, pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, serta pengelolaan program prioritas nasional.
4Tata Kelola PemerintahanGood Governance, Reformasi Birokrasi, SPBE, pelayanan publik, akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas organisasi.
5ASN BerAKHLAKBerorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam pengambilan keputusan.
6Regulasi ASNUU ASN, manajemen talenta, sistem merit, disiplin ASN, kode etik, serta pengembangan karier ASN.
7Analisis Kebijakan PublikPerumusan kebijakan, implementasi, monitoring, evaluasi program, evidence-based policy, dan analisis dampak kebijakan.
8Manajemen SDMPengembangan kompetensi pegawai, coaching, mentoring, manajemen kinerja, serta pengelolaan konflik organisasi.
9Pengelolaan AnggaranPerencanaan anggaran, pengendalian kinerja, efisiensi penggunaan anggaran, dan akuntabilitas keuangan pemerintah.
10Manajemen RisikoIdentifikasi risiko, mitigasi, pengendalian internal pemerintah (SPIP), serta pengelolaan risiko organisasi.
11Digital LeadershipTransformasi digital, SPBE, literasi digital, pemanfaatan teknologi informasi, dan inovasi pelayanan publik.
12Integritas dan Anti KorupsiGratifikasi, benturan kepentingan, etika jabatan, budaya integritas, serta pencegahan korupsi.
13Komunikasi StrategisPublic speaking, komunikasi organisasi, negosiasi, kolaborasi lintas instansi, serta manajemen stakeholder.
14Penyelesaian Studi KasusAnalisis permasalahan organisasi, penyusunan alternatif solusi, pengambilan keputusan berbasis data, dan evaluasi kebijakan.
15Penulisan MakalahAnalisis isu strategis, inovasi kebijakan, penyusunan rekomendasi, dan argumentasi berbasis data.
16Presentasi MakalahPenyampaian gagasan, kemampuan analisis, komunikasi persuasif, serta menjawab pertanyaan panelis.
17Assessment CenterLeaderless Group Discussion (LGD), In-Basket Exercise, Role Play, Case Analysis, dan Competency Based Interview.
18Wawancara KompetensiMotivasi, pengalaman memimpin, rekam jejak, visi organisasi, integritas, dan komitmen terhadap pencapaian target organisasi.
19Rekam JejakPrestasi kerja, pengalaman jabatan, inovasi, kepatuhan terhadap peraturan, serta kontribusi terhadap organisasi.
20Soal HOTS TerintegrasiStudi kasus yang mengintegrasikan kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, manajemen SDM, pengelolaan program, dan pengambilan keputusan strategis sesuai karakteristik KEMENDUKBANGGA/BKKBN.

Materi yang Perlu Diprioritaskan

  • Kuasai kepemimpinan strategis, kompetensi manajerial, serta manajemen perubahan karena menjadi aspek utama dalam Assessment Center.
  • Pelajari kebijakan KEMENDUKBANGGA/BKKBN, terutama pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, serta percepatan penurunan stunting.
  • Perdalam pemahaman mengenai Reformasi Birokrasi, ASN BerAKHLAK, Sistem Merit, SPBE, dan Good Governance.
  • Latih kemampuan menyusun makalah, presentasi, analisis kebijakan, dan penyelesaian studi kasus (HOTS) yang menuntut kemampuan berpikir strategis dan pengambilan keputusan.
  • Persiapkan diri menghadapi Assessment Center dan wawancara dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, serta penyelesaian masalah berbasis data dan bukti.

Contoh Soal Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN

Berikut merupakan contoh soal pilihan ganda berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang disusun berdasarkan kisi-kisi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN. Soal dirancang untuk mengukur kemampuan kepemimpinan strategis, manajerial, analisis kebijakan, tata kelola pemerintahan, serta pengambilan keputusan sesuai karakteristik jabatan pimpinan tinggi.

Soal 1

Angka prevalensi stunting di salah satu kabupaten masih berada di atas target nasional meskipun berbagai program telah dilaksanakan. Sebagai calon JPT Pratama, langkah strategis yang paling tepat adalah….

A. Menambah anggaran seluruh program tanpa evaluasi.

B. Menghentikan seluruh program yang berjalan.

C. Melakukan evaluasi berbasis data, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menyusun intervensi yang lebih tepat sasaran.

D. Menyerahkan seluruh penanganan kepada pemerintah daerah.

E. Menunggu instruksi dari kementerian lain.

Jawaban: C

Pembahasan:
Pemimpin strategis harus mampu mengambil keputusan berbasis data dan membangun sinergi lintas sektor.

Soal 2

Seorang pimpinan menemukan penurunan kinerja pegawai akibat perubahan sistem kerja digital. Tindakan terbaik adalah….

A. Memberikan sanksi kepada seluruh pegawai.

B. Mengembalikan sistem lama.

C. Menyelenggarakan pelatihan, pendampingan, serta monitoring implementasi transformasi digital.

D. Mengurangi target kinerja.

E. Membiarkan pegawai beradaptasi sendiri.

Jawaban: C

Pembahasan:
Manajemen perubahan dilakukan melalui peningkatan kompetensi dan pendampingan.

Soal 3

Dalam penyusunan kebijakan pembangunan keluarga, data menunjukkan angka pernikahan usia dini meningkat pada beberapa wilayah. Langkah awal yang paling tepat adalah….

A. Menyusun kebijakan tanpa analisis.

B. Melakukan analisis akar masalah berdasarkan data dan karakteristik daerah.

C. Menghentikan seluruh program penyuluhan.

D. Menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

E. Mengurangi anggaran sosialisasi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Kebijakan publik yang baik harus diawali dengan analisis masalah berbasis data.

Soal 4

Nilai utama ASN BerAKHLAK yang paling mencerminkan kemampuan membangun kerja sama lintas instansi adalah….

A. Loyal.

B. Harmonis.

C. Kolaboratif.

D. Kompeten.

E. Adaptif.

Jawaban: C

Pembahasan:
Kolaboratif menekankan sinergi antarunit dan antarinstansi.

Soal 5

Seorang pejabat menerima hadiah dari mitra kerja setelah proses pengadaan selesai. Sikap yang paling tepat adalah….

A. Menerima sebagai bentuk penghargaan.

B. Membagikannya kepada pegawai.

C. Melaporkan sesuai ketentuan gratifikasi dan menolak apabila tidak sesuai aturan.

D. Menyimpannya di kantor.

E. Mengembalikannya tanpa laporan.

Jawaban: C

Pembahasan:
Integritas ASN diwujudkan melalui kepatuhan terhadap ketentuan gratifikasi.

Soal 6

Dalam rapat koordinasi, terjadi perbedaan pendapat antarunit sehingga target program terhambat. Sebagai pimpinan, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Memihak salah satu unit.

B. Menunda seluruh program.

C. Memfasilitasi diskusi, mencari solusi bersama, dan menetapkan keputusan berdasarkan kepentingan organisasi.

D. Membiarkan konflik berlangsung.

E. Mengganti seluruh anggota tim.

Jawaban: C

Pembahasan:
Pemimpin harus mampu mengelola konflik secara profesional.

Soal 7

Program yang dijalankan tidak mencapai indikator kinerja utama (IKU). Langkah evaluasi pertama adalah….

A. Mengubah seluruh target.

B. Menilai penyebab ketidaktercapaian berdasarkan indikator dan data kinerja.

C. Menghapus indikator.

D. Mengurangi jumlah pegawai.

E. Mengganti nama program.

Jawaban: B

Pembahasan:
Evaluasi dilakukan dengan menganalisis capaian berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.

Soal 8

Transformasi digital di lingkungan KEMENDUKBANGGA/BKKBN bertujuan utama untuk….

A. Mengurangi jumlah pegawai.

B. Meningkatkan efektivitas pelayanan, pengelolaan data, dan pengambilan keputusan.

C. Mengurangi anggaran pelatihan.

D. Menghapus layanan tatap muka.

E. Membatasi akses informasi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Digitalisasi mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan akuntabel.

Soal 9

Semua pejabat yang memiliki integritas akan menjaga akuntabilitas organisasi.

Andi selalu menjaga akuntabilitas organisasi.

Kesimpulan yang tepat adalah….

A. Andi pasti pejabat berintegritas.

B. Tidak dapat disimpulkan bahwa Andi pasti berintegritas.

C. Andi bukan ASN.

D. Andi pasti pejabat struktural.

E. Andi tidak memerlukan evaluasi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Pernyataan tersebut merupakan kekeliruan logika (affirming the consequent).

Soal 10

Dalam presentasi makalah, panelis meminta alternatif solusi atas rendahnya kualitas pelayanan publik. Jawaban terbaik adalah….

A. Menambah pegawai tanpa analisis.

B. Mengusulkan solusi berbasis data, inovasi layanan, digitalisasi, serta evaluasi berkelanjutan.

C. Menyerahkan seluruh keputusan kepada bawahan.

D. Mengurangi target pelayanan.

E. Menghapus indikator kinerja.

Jawaban: B

Pembahasan:
Solusi strategis harus realistis, terukur, dan berbasis bukti.

Soal 11

Seorang Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi menemukan bahwa data keluarga berisiko stunting dari dua kabupaten berbeda signifikan. Sebelum menetapkan kebijakan, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Menggunakan data dari salah satu kabupaten.

B. Mengabaikan perbedaan data.

C. Melakukan validasi data, koordinasi lintas unit, dan menyusun kebijakan berdasarkan data yang telah diverifikasi.

D. Menunda seluruh program.

E. Menggunakan data tahun sebelumnya.

Jawaban: C

Pembahasan:
Pemimpin harus mengambil keputusan berdasarkan data yang valid (evidence-based policy).

Soal 12

Seorang pejabat diminta melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Strategi terbaik adalah….

A. Mengurangi seluruh kegiatan.

B. Menghapus program prioritas.

C. Mengidentifikasi kegiatan yang kurang efektif, melakukan digitalisasi proses, dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

D. Mengurangi jumlah pegawai.

E. Menunda seluruh pelayanan.

Jawaban: C

Pembahasan:
Efisiensi anggaran dilakukan dengan tetap menjaga kualitas layanan melalui inovasi dan optimalisasi sumber daya.

Soal 13

Dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, terdapat penolakan dari sebagian masyarakat karena kurangnya pemahaman terhadap manfaat program. Sebagai JPT Pratama, langkah paling tepat adalah….

A. Menghentikan program.

B. Memberikan sanksi kepada masyarakat.

C. Menyusun strategi komunikasi publik, melibatkan tokoh masyarakat, serta melakukan edukasi secara berkelanjutan.

D. Mengurangi target program.

E. Menunggu masyarakat memahami sendiri.

Jawaban: C

Pembahasan:
Komunikasi yang efektif dengan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan.

Soal 14

Sebuah inovasi digital telah diterapkan, namun sebagian pegawai masih kesulitan menggunakannya. Sebagai pimpinan, tindakan terbaik adalah….

A. Mengembalikan sistem manual.

B. Memberikan pelatihan dan pendampingan secara bertahap.

C. Memberikan sanksi kepada seluruh pegawai.

D. Menghapus aplikasi tersebut.

E. Mengurangi target organisasi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Transformasi digital memerlukan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pendampingan.

Soal 15

Dalam proses pengambilan keputusan strategis, prinsip yang paling tepat diterapkan oleh seorang JPT Pratama adalah….

A. Berdasarkan intuisi semata.

B. Berdasarkan kepentingan pribadi.

C. Berdasarkan data, regulasi, analisis risiko, dan kepentingan organisasi.

D. Mengikuti pendapat mayoritas tanpa analisis.

E. Berdasarkan kebiasaan sebelumnya.

Jawaban: C

Pembahasan:
Keputusan strategis harus objektif, berbasis data, dan selaras dengan tujuan organisasi.

Soal 16

Seorang pegawai berkinerja tinggi mulai kehilangan motivasi karena kurang mendapat kesempatan berkembang. Sebagai pimpinan, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Membiarkannya.

B. Memberikan beban kerja lebih banyak.

C. Menyusun rencana pengembangan kompetensi melalui coaching, mentoring, atau pelatihan.

D. Memindahkan pegawai tersebut.

E. Menurunkan target kinerjanya.

Jawaban: C

Pembahasan:
Pengembangan SDM merupakan bagian penting dari manajemen talenta ASN.

Soal 17

Dalam Assessment Center, peserta diminta menyelesaikan studi kasus mengenai rendahnya capaian program Bangga Kencana di beberapa daerah. Kompetensi yang paling dominan dinilai adalah….

A. Kecepatan mengetik.

B. Analisis masalah, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.

C. Kemampuan berhitung.

D. Kemampuan menghafal regulasi.

E. Kemampuan membuat presentasi visual.

Jawaban: B

Pembahasan:
Studi kasus bertujuan mengukur kemampuan berpikir strategis dan kepemimpinan peserta.

Soal 18

Seorang pejabat mengetahui adanya potensi benturan kepentingan dalam proses pengadaan barang. Tindakan yang paling sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan adalah….

A. Tetap melanjutkan proses tanpa perubahan.

B. Menutup informasi tersebut.

C. Melaporkan potensi benturan kepentingan dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

D. Menyerahkan seluruh keputusan kepada rekan kerja.

E. Mengabaikan karena belum terjadi pelanggaran.

Jawaban: C

Pembahasan:
Pencegahan benturan kepentingan merupakan bagian dari penerapan integritas dan Good Governance.

Soal 19

Keberhasilan suatu program pembangunan keluarga tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang digunakan, tetapi juga dari….

A. Banyaknya rapat yang dilaksanakan.

B. Banyaknya dokumen yang dibuat.

C. Tercapainya indikator kinerja, manfaat bagi masyarakat, dan dampak program secara berkelanjutan.

D. Jumlah pegawai yang terlibat.

E. Lama waktu pelaksanaan program.

Jawaban: C

Pembahasan:
Program pemerintah dinilai berdasarkan output, outcome, dan manfaat yang dihasilkan.

Soal 20

Sebagai JPT Pratama, Anda diminta memimpin penyusunan strategi lima tahun organisasi di tengah keterbatasan anggaran dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik. Langkah yang paling tepat adalah….

A. Menetapkan seluruh program tanpa prioritas.

B. Mengurangi seluruh target kinerja.

C. Menyusun strategi berbasis data, menentukan program prioritas, memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengoptimalkan transformasi digital, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

D. Menunggu tambahan anggaran sebelum menyusun rencana.

E. Menyalin strategi tahun sebelumnya tanpa evaluasi.

Jawaban: C

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan berpikir strategis, manajemen perubahan, kepemimpinan, pengelolaan sumber daya, dan pengambilan keputusan berbasis data yang menjadi kompetensi utama dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN.

Persiapkan diri Anda menghadapi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN bersama Fungsional.id  

banner Soal Seleksi Terbuka JPT Pratama KEMENDUKBANGGA/BKKBN: Materi,  Kisi-Kisi & Pembahasan

Dapatkan akses ke bank soal HOTS terbaru, kisi-kisi terlengkap, materi pembelajaran, simulasi tes, serta pembahasan yang disusun sesuai pola seleksi JPT Pratama. Belajar lebih terarah, tingkatkan kompetensi kepemimpinan dan manajerial, serta maksimalkan peluang Anda untuk lolos menjadi pejabat pimpinan tinggi yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan organisasi.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?