Soal Tes Bidan & Perawat Terampil BLUD Puskesmas Tebet: Materi, Kisi-Kisi & Pembahasan 

Seleksi Bidan dan Perawat Terampil BLUD Puskesmas Tebet membutuhkan kesiapan pada aspek pelayanan klinis, kegawatdaruratan, keselamatan pasien, komunikasi, serta pelayanan kesehatan tingkat pertama. Melalui artikel Soal Tes Bidan & Perawat Terampil BLUD Puskesmas Tebet: Materi, Kisi-Kisi & Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang relevan dengan tugas bidan dan perawat di lingkungan puskesmas.

Formasi Rekrutmen Perawat Terampil dan Bidan Terampil BLUD Puskesmas Tebet

Puskesmas Tebet membuka penerimaan tenaga kesehatan sebagai Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.

Berdasarkan pengumuman resmi Nomor 6694/KG.00/2026, terdapat dua formasi yang dibuka, yaitu:

  • Perawat Terampil — kualifikasi D-III Perawat, sebanyak 1 formasi;
  • Bidan Terampil — kualifikasi D-III Bidan, sebanyak 1 formasi.

Total kebutuhan yang tersedia adalah 2 formasi.

Rekrutmen ini ditujukan bagi tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara profesional dan siap berkontribusi pada pelayanan di Puskesmas Tebet.

Kualifikasi Umum yang Perlu Diperhatikan

Pelamar antara lain harus:

  • berstatus Warga Negara Indonesia;
  • sehat jasmani dan rohani;
  • tidak terlibat politik praktis;
  • tidak memiliki riwayat pidana sesuai ketentuan pengumuman;
  • memiliki pendidikan sesuai formasi;
  • memiliki IPK minimal 3,00;
  • memiliki sertifikat pendukung sesuai bidang profesi;
  • memiliki STR tenaga kesehatan yang masih berlaku;
  • bersedia membuat SIP apabila diterima.

Pengalaman kerja sesuai bidang juga menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.

Persyaratan Khusus Perawat Terampil dan Bidan Terampil

Selain persyaratan umum, masing-masing formasi memiliki persyaratan khusus yang perlu dipenuhi.

1. Perawat Terampil

Pelamar Perawat Terampil harus memenuhi ketentuan:

  • pendidikan D-III Perawat;
  • memiliki STR aktif;
  • usia maksimal 30 tahun terhitung mulai 1 November 2026;
  • memiliki sertifikat BTCLS;
  • bersedia bekerja dengan sistem shifting.

Sertifikat BTCLS menjadi salah satu persyaratan penting karena menunjukkan kesiapan tenaga perawat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

2. Bidan Terampil

Pelamar Bidan Terampil harus memenuhi ketentuan:

  • pendidikan D-III Bidan;
  • memiliki STR aktif;
  • usia maksimal 30 tahun terhitung mulai 1 November 2026;
  • diutamakan memiliki pengalaman dalam menolong persalinan;
  • diutamakan memiliki sertifikat APN dan/atau Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal;
  • bersedia bekerja dengan sistem shifting.

Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa materi seleksi Bidan Terampil sangat mungkin berkaitan erat dengan pelayanan kebidanan, persalinan, serta penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Dokumen Administrasi

Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • KTP;
  • NPWP;
  • ijazah dan transkrip nilai;
  • sertifikat akreditasi program studi;
  • pasfoto;
  • surat lamaran;
  • surat pernyataan bermeterai;
  • STR;
  • sertifikat pelatihan sesuai bidang jika ada;
  • surat keterangan sehat;
  • BPJS Kesehatan aktif.

Kelengkapan dokumen menjadi tahap awal yang menentukan apakah peserta dapat melanjutkan ke proses seleksi berikutnya.

Tahapan Tes Rekrutmen BLUD Puskesmas Tebet

Berdasarkan pengumuman resmi, proses seleksi terdiri dari beberapa tahap. Peserta tidak hanya diuji dari sisi pengetahuan, tetapi juga kemampuan teknis, penggunaan komputer, keterampilan, dan kesiapan bekerja.

Tahapan seleksi meliputi:

1. Seleksi Administrasi

Tahap pertama berupa pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian dokumen pelamar.

Peserta harus memastikan:

  • pendidikan sesuai formasi;
  • STR masih aktif;
  • usia memenuhi ketentuan;
  • sertifikat wajib tersedia;
  • dokumen administrasi lengkap dan benar.

2. Tes Kompetensi Dasar (SKD)

Tahap ini mengukur kemampuan dasar peserta.

Materi yang dapat dipersiapkan antara lain:

  • kemampuan verbal;
  • numerik;
  • penalaran logis;
  • ketelitian;
  • pemecahan masalah;
  • integritas dan profesionalisme.

3. Tes Kompetensi Bidang (SKB)

Tes Kompetensi Bidang menjadi bagian penting karena berkaitan langsung dengan pekerjaan yang dilamar.

Perawat Terampil perlu mempersiapkan materi seperti:

  • asuhan keperawatan;
  • kegawatdaruratan;
  • bantuan hidup dasar;
  • patient safety;
  • pemberian obat;
  • pencegahan infeksi;
  • komunikasi terapeutik;
  • dokumentasi keperawatan.

Bidan Terampil perlu menguasai:

  • pelayanan kehamilan;
  • persalinan;
  • nifas;
  • bayi baru lahir;
  • pelayanan KB;
  • APN;
  • kegawatdaruratan maternal;
  • kegawatdaruratan neonatal;
  • rujukan obstetri.

4. Tes Komputer

Pengumuman secara khusus mencantumkan Tes Komputer sebagai salah satu tahapan seleksi.

Materi yang perlu dipersiapkan dapat mencakup:

  • Microsoft Word;
  • Microsoft Excel;
  • pengolahan data sederhana;
  • penggunaan aplikasi perkantoran;
  • input dan pengelolaan data pelayanan.

5. Tes Keterampilan

Tes keterampilan digunakan untuk melihat kemampuan peserta menerapkan kompetensi profesi secara langsung.

Perawat dapat diuji pada:

  • pengukuran tanda vital;
  • BHD;
  • pemasangan atau persiapan tindakan keperawatan;
  • komunikasi dengan pasien;
  • penanganan kondisi gawat.

Bidan dapat diuji pada:

  • pemeriksaan ibu hamil;
  • pertolongan persalinan;
  • penilaian bayi baru lahir;
  • pelayanan nifas;
  • respons terhadap kegawatdaruratan maternal-neonatal.

6. Tes Wawancara

Tahap wawancara dapat menilai:

  • motivasi bekerja;
  • integritas;
  • komunikasi;
  • kesiapan bekerja shifting;
  • pelayanan pasien;
  • kerja sama tim;
  • kemampuan menghadapi tekanan;
  • etika profesi.

Jadwal Seleksi 2026. Berdasarkan jadwal dalam pengumuman:

  • Pengumuman: 14 Oktober 2026;
  • Pendaftaran: 14–15 Oktober 2026;
  • Pengumuman administrasi: 19 Oktober 2026;
  • SKD, SKB, tes komputer, dan tes keterampilan: 20 Oktober 2026;
  • Pengumuman hasil tes tersebut: 22 Oktober 2026;
  • Tes wawancara: 23 Oktober 2026;
  • Pengumuman hasil akhir: 26 Oktober 2026.

Latihan Soal HOTS Perawat Terampil dan Bidan Terampil BLUD Puskesmas Tebet

Latihan berikut dibagi berdasarkan formasi agar persiapan lebih terarah. Soal dibuat dalam bentuk studi kasus untuk melatih kemampuan menentukan prioritas, mengambil keputusan klinis, dan bekerja sesuai kompetensi.

A. Latihan Soal Perawat Terampil

Soal 1 — Kegawatdaruratan

Seorang pasien datang dengan sesak berat, frekuensi napas 34 kali/menit, saturasi oksigen 84%, dan tampak gelisah.

Tindakan awal paling tepat adalah ….

A. Melakukan penilaian ABCDE dan menangani gangguan breathing terlebih dahulu
B. Menggali riwayat penyakit secara lengkap
C. Mengukur berat badan
D. Menyelesaikan administrasi
E. Memberikan edukasi keluarga

Jawaban: A

Pembahasan:
Hipoksemia dan sesak berat menunjukkan gangguan breathing yang harus diprioritaskan dalam penilaian ABCDE.

Soal 2 — Patient Safety

Dua pasien memiliki nama hampir sama. Saat hendak memberikan obat, gelang identitas salah satu pasien tidak terbaca jelas.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menggunakan nomor tempat tidur
B. Menghentikan pemberian dan melakukan verifikasi identitas dengan pengenal yang valid
C. Menanyakan nama kepada keluarga saja
D. Memberikan sesuai urutan obat
E. Menunggu pergantian shift

Jawaban: B

Pembahasan:
Identitas pasien harus dipastikan sebelum tindakan atau pemberian obat untuk mencegah salah pasien.

Soal 3 — Pemberian Obat

Perawat menemukan obat yang akan diberikan memiliki dosis berbeda dari yang biasa diterima pasien dan berpotensi terlalu tinggi.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Memberikan setengah dosis
B. Menanyakan kepada pasien
C. Menahan pemberian sementara dan mengklarifikasi instruksi kepada tenaga yang berwenang
D. Memberikan lalu mengobservasi
E. Mengganti obat dengan dosis yang dianggap aman

Jawaban: C

Pembahasan:
Ketidaksesuaian dosis harus diklarifikasi. Perawat tidak boleh mengubah terapi sendiri.

Soal 4 — Pencegahan Infeksi

Setelah melakukan perawatan luka menggunakan sarung tangan, perawat hendak mencatat hasil tindakan melalui komputer.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menggunakan komputer dengan sarung tangan
B. Membersihkan sarung tangan dengan alkohol
C. Menunggu sarung tangan mengering
D. Melepas sarung tangan dan melakukan hand hygiene sebelum menyentuh komputer
E. Meminta rekan mencatat

Jawaban: D

Pembahasan:
Sarung tangan bekas tindakan dapat terkontaminasi. Area bersih tidak boleh disentuh sebelum APD dilepas dan hand hygiene dilakukan.

Soal 5 — Bantuan Hidup Dasar

Seorang pengunjung tiba-tiba tidak sadar, tidak merespons, dan tidak bernapas normal.

Prioritas berikutnya adalah ….

A. Mencari identitas pasien
B. Mengukur tekanan darah terlebih dahulu
C. Memindahkan ke ruang periksa
D. Menanyakan riwayat penyakit keluarga
E. Mengaktifkan bantuan kegawatdaruratan dan segera memulai BHD sesuai prosedur

Jawaban: E

Pembahasan:
Kondisi tidak responsif dengan tidak bernapas normal membutuhkan respons kegawatdaruratan dan BHD segera.

Soal 6 — Dokumentasi Keperawatan

Perawat baru menyadari bahwa tindakan yang telah dilakukan satu jam sebelumnya belum dicatat.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mendokumentasikan sesuai prosedur dengan waktu dan informasi yang sebenarnya
B. Mengubah waktu agar terlihat dicatat tepat setelah tindakan
C. Meminta rekan menuliskan
D. Mengabaikan karena tindakan sudah selesai
E. Menunggu sampai shift berikutnya

Jawaban: A

Pembahasan:
Dokumentasi harus jujur, akurat, dan dapat ditelusuri.

Soal 7 — Komunikasi Terapeutik

Pasien terlihat cemas dan terus bertanya apakah penyakitnya berbahaya.

Respons perawat yang paling tepat adalah ….

A. Meminta pasien tidak khawatir
B. Mendengarkan kekhawatiran, memberikan informasi sesuai kewenangan, dan mengklarifikasi kebutuhan pasien
C. Mengalihkan pembicaraan
D. Menyerahkan seluruh komunikasi kepada keluarga
E. Menghindari pertanyaan medis

Jawaban: B

Pembahasan:
Komunikasi terapeutik membutuhkan empati, mendengarkan aktif, dan penyampaian informasi yang sesuai kewenangan.

Soal 8 — Prioritas Pasien

Empat pasien datang hampir bersamaan. Salah satunya mengeluh nyeri dada mendadak disertai keringat dingin.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Melayani berdasarkan urutan kedatangan
B. Memprioritaskan pasien dengan keluhan paling banyak
C. Memprioritaskan pasien dengan nyeri dada dan melakukan penilaian segera
D. Menunggu hasil administrasi selesai
E. Meminta semua pasien menunggu dokter

Jawaban: C

Pembahasan:
Nyeri dada dengan keringat dingin dapat menunjukkan kondisi akut yang berisiko tinggi.

Soal 9 — Kewenangan

Saat unit sangat sibuk, seorang perawat diminta melakukan tindakan yang belum pernah ia lakukan dan berada di luar kompetensinya.

Sikap paling tepat adalah ….

A. Tetap melakukan karena diperintah
B. Mencoba berdasarkan video tutorial
C. Meminta persetujuan pasien
D. Menjelaskan keterbatasan kompetensi dan mengoordinasikan dengan petugas yang berwenang
E. Meninggalkan tugas

Jawaban: D

Pembahasan:
Kesibukan tidak menghapus batas kewenangan dan kompetensi profesional.

Soal 10 — Wawancara Integritas

Saat wawancara, peserta ditanya apa yang akan dilakukan jika mengetahui rekan memalsukan data pelayanan.

Jawaban terbaik adalah ….

A. Membiarkan selama tidak merugikan diri sendiri
B. Menegur secara pribadi tanpa tindak lanjut
C. Ikut mengubah agar data konsisten
D. Menunggu sampai diketahui atasan
E. Menindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku dan menjaga objektivitas

Jawaban: E

Pembahasan:
Integritas menuntut kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian mengikuti prosedur yang benar.

B. Latihan Soal Bidan Terampil

Soal 11 — Antenatal Care

Ibu hamil 34 minggu datang dengan tekanan darah 160/110 mmHg, nyeri kepala berat, dan pandangan kabur.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mengidentifikasi kondisi sebagai kegawatdaruratan dan segera melakukan stabilisasi serta rujukan sesuai prosedur
B. Memberikan edukasi diet lalu memulangkan
C. Menjadwalkan kontrol satu minggu lagi
D. Meminta ibu beristirahat di rumah
E. Melakukan pemeriksaan rutin tanpa prioritas

Jawaban: A

Pembahasan:
Hipertensi berat disertai gejala neurologis mengarah pada kondisi yang membutuhkan penanganan segera dan rujukan.

Soal 12 — Persalinan

Ibu bersalin menunjukkan kontraksi kuat dan teratur. Pemeriksaan menunjukkan pembukaan hampir lengkap dan kepala janin sudah turun.

Prioritas bidan adalah ….

A. Memindahkan ibu ke ruang tunggu
B. Menyiapkan pertolongan persalinan dan memastikan kesiapan ibu serta peralatan
C. Meminta keluarga membawa ibu pulang
D. Menunggu kontraksi melemah
E. Menunda pemeriksaan ulang

Jawaban: B

Pembahasan:
Tanda tersebut menunjukkan persalinan telah mendekati fase pengeluaran sehingga kesiapan pertolongan menjadi prioritas.

Soal 13 — Perdarahan Pascapersalinan

Setelah persalinan, ibu mengalami perdarahan banyak dan uterus teraba lembek.

Tindakan awal paling tepat adalah ….

A. Memberikan minum hangat
B. Menunggu kontraksi spontan
C. Melakukan penilaian segera dan penatalaksanaan awal perdarahan sesuai kewenangan serta menyiapkan rujukan bila diperlukan
D. Meminta ibu berjalan
E. Memulangkan setelah perdarahan berkurang

Jawaban: C

Pembahasan:
Perdarahan pascapersalinan merupakan kegawatdaruratan maternal yang membutuhkan tindakan segera.

Soal 14 — Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir tidak menangis, tonus lemah, dan tidak bernapas spontan.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menimbang bayi terlebih dahulu
B. Memberikan ASI segera
C. Membawa kepada keluarga
D. Melakukan langkah awal resusitasi neonatus sesuai prosedur
E. Menunggu beberapa menit

Jawaban: D

Pembahasan:
Tidak bernapas setelah lahir membutuhkan intervensi resusitasi neonatal segera.

Soal 15 — APN

Saat membantu persalinan normal, bidan mendapati kondisi ibu dan janin stabil tetapi proses persalinan berlangsung sedikit lebih lama dari perkiraan.

Sikap terbaik adalah ….

A. Mempercepat persalinan tanpa indikasi
B. Melakukan tindakan invasif segera
C. Meminta ibu mengejan terus-menerus
D. Mengabaikan pemantauan
E. Melanjutkan pemantauan sistematis dan menentukan tindakan berdasarkan perkembangan klinis

Jawaban: E

Pembahasan:
Keputusan persalinan harus berdasarkan kondisi ibu, janin, dan kemajuan persalinan, bukan semata-mata lamanya waktu.

Soal 16 — Masa Nifas

Ibu nifas mengeluh demam dan nyeri perut bawah disertai lokia berbau tidak sedap.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menilai kemungkinan infeksi dan melakukan penanganan serta rujukan sesuai hasil pemeriksaan
B. Menganggap keluhan normal
C. Menyarankan banyak minum saja
D. Menunggu sampai kontrol berikutnya
E. Menghentikan menyusui tanpa alasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Demam, nyeri, dan lokia berbau dapat mengarah pada infeksi masa nifas.

Soal 17 — Keluarga Berencana

Seorang ibu ingin menggunakan kontrasepsi, tetapi memiliki kondisi kesehatan tertentu yang dapat memengaruhi pilihan metode.

Langkah terbaik adalah ….

A. Memberikan metode yang paling populer
B. Melakukan konseling dan menilai kondisi sebelum menentukan pilihan kontrasepsi yang sesuai
C. Meminta suami memilih
D. Memberikan kontrasepsi tanpa pemeriksaan
E. Menolak pelayanan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pemilihan metode kontrasepsi perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, kebutuhan, dan pilihan pasien.

Soal 18 — Kegawatdaruratan Neonatal

Bayi usia dua hari tampak lemah, sulit menyusu, suhu tubuh rendah, dan pernapasan cepat.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Meminta ibu meningkatkan frekuensi menyusui saja
B. Menunggu sampai esok hari
C. Melakukan penilaian segera terhadap tanda bahaya dan mengoordinasikan penanganan atau rujukan
D. Menghangatkan tanpa evaluasi lain
E. Memberikan obat tanpa pemeriksaan

Jawaban: C

Pembahasan:
Kombinasi hipotermia, sulit menyusu, lemah, dan takipnea merupakan tanda bahaya pada neonatus.

Soal 19 — Komunikasi dalam Persalinan

Ibu bersalin tampak panik dan menolak mengikuti arahan karena takut.

Respons bidan yang paling tepat adalah ….

A. Memarahi agar ibu patuh
B. Mengabaikan ketakutan ibu
C. Meminta keluarga memaksa ibu
D. Memberikan penjelasan singkat, menenangkan, dan membimbing ibu secara bertahap
E. Menghentikan pelayanan

Jawaban: D

Pembahasan:
Komunikasi efektif selama persalinan membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kerja sama.

Soal 20 — Wawancara Profesionalisme

Peserta Bidan Terampil ditanya kesiapannya bekerja dalam sistem shifting sesuai kebutuhan pelayanan.

Jawaban terbaik adalah ….

A. Hanya bersedia shift pagi
B. Bersedia jika mendapat tambahan khusus
C. Meminta jadwal selalu tetap
D. Menolak shift malam
E. Menyatakan siap mengikuti sistem shifting dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelayanan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kesediaan bekerja shifting memang termasuk persyaratan khusus formasi Bidan Terampil dalam pengumuman.

Maksimalkan Persiapan Seleksi BLUD Puskesmas Tebet 2026

Persiapkan diri dengan latihan soal yang sesuai tahapan seleksi, mulai dari Tes Kompetensi Dasar, Tes Kompetensi Bidang, Tes Komputer, Tes Keterampilan, hingga Wawancara untuk formasi Perawat Terampil maupun Bidan Terampil. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Tes Bidan & Perawat Terampil BLUD Puskesmas Tebet lengkap dengan materi, kisi-kisi, pembahasan, dan simulasi ujian.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!