120+ Soal Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama & Pembahasan Lengkap

Ujian Kompetensi Guru untuk Promosi ke Jenjang Ahli Pertama adalah evaluasi komprehensif yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dan Kemenpan untuk mengukur expertise mengajar yang lanjut, penguasaan pedagogi modern, dan kemampuan merancang pembelajaran inovatif yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa. Ahli Pertama merupakan tingkatan kedua dalam jalur karir guru ASN yang mengakui pengalaman pembelajaran minimal 5-7 tahun sebagai Guru Madya serta kontribusi nyata dalam pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Ujian ini sangat kompetitif karena hanya sebagian kecil guru yang lolos, mengingat posisi Ahli Pertama menuntut excellence dalam pedagogi, kemampuan diferensiasi pembelajaran, leadership dalam pengembangan kurikulum, dan komitmen terhadap pencapaian literasi, numerasi, dan karakter positif siswa.

Artikel ini menyajikan 120+ soal ujikom Guru Ahli Pertama lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan detail, mencakup pedagogi dan teori pembelajaran, standar kompetensi guru, pengembangan kurikulum dan Kurikulum Merdeka, metode pembelajaran inovatif, assessment autentik, kepemimpinan pembelajaran, literasi dan numerasi, penanaman karakter, penggunaan teknologi pembelajaran, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Setiap soal dilengkapi pembahasan yang menjelaskan konsep pedagogik dan aplikasi praktis di kelas dengan referensi ke regulasi pendidikan terbaru. Dengan mempelajari artikel ini secara menyeluruh, Anda dapat memperkuat pemahaman pedagogi modern, mengupdate pengetahuan Kurikulum Merdeka, meningkatkan kemampuan merancang pembelajaran student-centered dan diferensiasi, serta membangun kepercayaan diri menghadapi ujian yang ketat. Semoga artikel ini membantu Anda meraih promosi ke Ahli Pertama dan terus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

Mengenal Ujikom Guru Ahli Pertama

Ujian Kompetensi Guru untuk Promosi ke Jenjang Ahli Pertama adalah evaluasi komprehensif yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dan Kemenpan untuk mengukur expertise mengajar yang lanjut, penguasaan pedagogi modern, dan kemampuan merancang pembelajaran inovatif yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa secara terukur dan berkelanjutan. Ahli Pertama merupakan tingkatan kedua dalam jalur karir fungsional guru ASN yang menandakan pengakuan formal terhadap pengalaman pembelajaran minimal 5-7 tahun sebagai Guru Madya dengan performa excellent, serta kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum, inovasi metode pembelajaran, dan peningkatan kualitas pendidikan di satuan pendidikan dan tingkat daerah. Ujian ini dirancang sangat ketat dan kompetitif karena hanya sebagian kecil guru yang berhasil promosi ke Ahli Pertama, mengingat posisi ini menuntut excellence tidak hanya dalam penguasaan pedagogi dan didaktik tetapi juga leadership dalam pengembangan pembelajaran, kemampuan diferensiasi untuk semua tipe learner, dan komitmen terhadap pencapaian pembelajaran yang holistik mencakup literasi, numerasi, dan karakter positif siswa.

Ujian Kompetensi Guru Ahli Pertama terdiri dari beberapa komponen penilaian yang holistik: tes tulis berbasis case studies pembelajaran dan situational judgment test (SJT) yang menguji pedagogical reasoning dan decision-making, tes analitik tentang kurikulum dan standar pembelajaran, presentasi dan diskusi tentang inovasi pembelajaran atau pengembangan kurikulum yang telah dikerjakan, evaluasi portfolio pembelajaran termasuk modul ajar, media pembelajaran, dan hasil inovasi pembelajaran, serta wawancara mendalam dengan panel ahli untuk menilai kedalaman pedagogik, visi pengembangan pembelajaran, dan komitmen terhadap kualitas pendidikan. Standar kelulusan minimal 70-75% dari total skor dengan ketentuan bahwa tidak boleh ada komponen individual di bawah passing threshold, karena setiap aspek kompetensi (pedagogical knowledge, pedagogical content knowledge, assessment skill, leadership, innovation) adalah penting dan saling melengkapi dalam menentukan kesiapan guru untuk promosi ke Ahli Pertama.

Syarat-Syarat Promosi Ke Guru Ahli Pertama

✓ Minimal 5-7 tahun sebagai Guru Madya dengan evaluasi kinerja sangat memuaskan

✓ Sertifikasi pendidik (sudah tersertifikasi) sesuai regulasi

✓ Kontribusi nyata dalam pengembangan kurikulum atau inovasi pembelajaran

✓ Publikasi karya ilmiah atau modul pembelajaran

✓ Rekomendasi dari kepala satuan pendidikan dan dinas pendidikan

✓ Lulus seleksi administratif dan sehat jasmani-rohani

✓ Tidak memiliki catatan disiplin berat dalam 3 tahun terakhir

Komponen Ujian Guru Ahli Pertama

KomponenBobotFokus
Tes Tulis Case Studies30%Pedagogical reasoning, learning design
Tes Analitik Kurikulum20%Curriculum understanding, standard analysis
Presentasi & Diskusi20%Learning innovation, curriculum development
Portfolio Pembelajaran15%Modul ajar, media, inovasi pembelajaran
Wawancara Panel15%Pedagogical depth, vision, commitment

Catatan: Ujikom Guru Ahli Pertama menguji expertise pedagogi dan didaktik, kemampuan merancang pembelajaran student-centered dan diferensiasi, serta leadership dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Hanya guru yang menunjukkan pedagogical excellence dan innovative capability yang dapat lolos dan mencapai jenjang Ahli Pertama.

Materi dan Kisi-Kisi Ujikom Guru Ahli Pertama

Kisi-kisi ujikon Guru Ahli Pertama disusun berdasarkan standar kompetensi guru dari Kemendikbudristek, Kurikulum Merdeka, dan best practices pedagogi modern. Materi mencakup 10 domain kompetensi yang terintegrasi dalam praktik mengajar excellence dan pengembangan pembelajaran inovatif.

Bobot & Distribusi Soal Per Domain

DomainBobotSoalMateri Utama
Pedagogi & Teori Pembelajaran15%18-20Behaviorisme, konstruktivisme, social learning, differentiation
Standar Kompetensi Guru & Kompetensi Abad 2112%14-164 kompetensi guru, 4C, critical thinking, creativity
Pengembangan Kurikulum & Kurikulum Merdeka15%18-20Kurikulum design, Merdeka implementation, profil pelajar Pancasila
Metode Pembelajaran Inovatif & Diferensiasi14%17-19Student-centered learning, differentiated instruction, PBL, active learning
Assessment & Evaluasi Hasil Belajar12%14-16Authentic assessment, formative assessment, rubrik, data-driven decision
Literasi & Numerasi10%12-14Literacy development, numeracy skills, content reading/writing
Karakter & Kecakapan Hidup8%9-11Character education, life skills, soft skills development
Kepemimpinan Pembelajaran & Budaya Sekolah8%9-11Teacher leadership, learning community, school culture
Teknologi dalam Pembelajaran4%5-6Digital tools, blended learning, e-learning platform
Pengembangan Profesional Berkelanjutan2%2-3Professional learning, reflective practice, continuous improvement
TOTAL100%120-140

Tipe-Tipe Soal Ujikan Guru

Tipe%Karakteristik
Studi Kasus Pembelajaran + PG40-45%Narasi 2-3 paragraf kasus kelas, pedagogical reasoning, decision-making
Analisis Kurikulum & Standar15-20%Analisis pembelajaran sesuai kurikulum, standar implementation
Merancang Pembelajaran20-25%Essay: learning design, diferensiasi, assessment
Dilemma Pembelajaran & Etika10-15%Situasi kompleks kelas, professional judgment
Analisis Data Pembelajaran10-15%Hasil assessment, student learning, improvement strategy

Domain Kompetensi Utama

1. Pedagogi & Teori Pembelajaran (15%)

  • Behaviorisme, konstruktivisme, social learning
  • Multiple intelligences dan learning styles
  • Differentiated instruction untuk diverse learners
  • Active engagement dan student motivation

2. Standar Kompetensi Guru & Kompetensi Abad 21 (12%)

  • 4 kompetensi guru: pedagogik, profesional, sosial, personal
  • 4C: critical thinking, creativity, communication, collaboration
  • Competency-based teaching approach
  • Continuous professional development

3. Pengembangan Kurikulum & Kurikulum Merdeka (15%)

  • Kurikulum design dan alignment
  • Kurikulum Merdeka implementation
  • Profil pelajar Pancasila dan nilainya
  • Contextual curriculum untuk local wisdom

4. Metode Pembelajaran Inovatif & Diferensiasi (14%)

  • Problem-based learning (PBL)
  • Project-based learning (PjBL)
  • Cooperative learning dan collaborative learning
  • Scaffolding dan zone of proximal development
  • Teaching to different modalities dan paces

5. Assessment & Evaluasi Hasil Belajar (12%)

  • Authentic assessment (portfolio, performance task)
  • Formative assessment dan diagnostic assessment
  • Rubrik dan scoring guide
  • Data analysis untuk improvement

6. Literasi & Numerasi (10%)

  • Reading comprehension strategies
  • Writing across curriculum
  • Numeracy at all levels
  • STEM literacy dan financial literacy

7. Karakter & Kecakapan Hidup (8%)

  • Character education values (PPK)
  • Life skills development (communication, leadership, problem-solving)
  • Social-emotional learning
  • Civic education dan global citizenship

8. Kepemimpinan Pembelajaran & Budaya Sekolah (8%)

  • Teacher leadership dalam pembelajaran
  • Building learning community
  • Collaborative professional culture
  • Student voice dan agency

9. Teknologi dalam Pembelajaran (4%)

  • Digital tools untuk pembelajaran
  • Blended learning dan hybrid learning
  • Learning management system (LMS)
  • Digital literacy dan cyber safety

10. Pengembangan Profesional Berkelanjutan (2%)

  • Reflective practice dan self-improvement
  • Professional learning community
  • Research dalam pembelajaran
  • Innovation dalam teaching

High Priority Topics

Pedagogi Terkini:

  • Kurikulum Merdeka dan implementasinya
  • Student-centered learning dan differentiation
  • Formative assessment dan data-driven decision
  • Literasi dan numerasi di semua jenjang
  • Life skills dan character education
  • Teknologi dalam pembelajaran (hybrid model)

Regulasi & Standar:

  • Permendikbudristek tentang kurikulum dan pembelajaran
  • Standar kompetensi guru terbaru
  • Profil pelajar Pancasila (nilai dan karakteristik)
  • Assessment standard dan rubrik

Kompetensi Abad 21:

  • Critical thinking dan problem-solving
  • Creativity dan innovation
  • Communication dan collaboration
  • Digital literacy dan cyber safety

Tips Persiapan

  1. Pahami pedagogi deeply, bukan hafal teori
  2. Praktik merancang pembelajaran yang student-centered dan diferensiasi
  3. Update knowledge Kurikulum Merdeka dan implementasinya
  4. Latih analisis kasus pembelajaran dari berbagai konteks
  5. Pahami assessment autentik dan cara menggunakannya
  6. Integrasikan 4C dalam setiap design pembelajaran
  7. Study hasil penelitian tentang effective teaching practices
  8. Reflect pada praktik mengajar Anda sendiri

Catatan: Ujikom Guru Ahli Pertama menguji expertise pedagogi, kemampuan merancang pembelajaran inovatif dan diferensiasi, serta leadership dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Hanya guru yang menunjukkan pedagogical excellence, innovation capability, dan commitment terhadap student learning excellence yang dapat lolos promosi ke Ahli Pertama.

Contoh Soal Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama

Bagian ini berisi 10 contoh soal HOTS berbasis studi kasus yang mengacu pada kisi-kisi Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama. Soal dirancang untuk mengukur kemampuan analisis pedagogik, pengambilan keputusan profesional, penerapan Kurikulum Merdeka, asesmen autentik, serta kemampuan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Soal 1

Seorang guru kelas VIII menemukan bahwa hasil asesmen diagnostik menunjukkan 30% peserta didik telah menguasai materi prasyarat, 50% berada pada tingkat sedang, sedangkan 20% masih mengalami kesulitan mendasar. Pembelajaran akan dimulai minggu depan.

Strategi yang paling tepat adalah….

A. Memberikan materi yang sama kepada seluruh peserta didik agar tidak terjadi perbedaan perlakuan.

B. Mengulang seluruh materi dari awal selama satu semester.

C. Menyusun pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan kesiapan belajar peserta didik serta melakukan pemantauan perkembangan secara berkala.

D. Memberikan tugas tambahan hanya kepada peserta didik yang berprestasi.

E. Meminta peserta didik belajar mandiri tanpa pendampingan.

Jawaban: C

Pembahasan:
Hasil asesmen diagnostik menjadi dasar penyusunan pembelajaran berdiferensiasi sesuai Kurikulum Merdeka. Guru perlu menyesuaikan strategi, aktivitas, dan dukungan belajar berdasarkan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Soal 2

Dalam pelaksanaan Project Based Learning (PjBL), sebagian besar anggota kelompok hanya bergantung pada satu peserta didik yang paling aktif sehingga tujuan pembelajaran kolaboratif tidak tercapai.

Langkah guru yang paling tepat adalah….

A. Membubarkan seluruh kelompok.

B. Memberikan nilai yang sama kepada semua anggota.

C. Menyusun pembagian peran yang jelas, menggunakan rubrik penilaian individu dan kelompok, serta melakukan monitoring selama proyek berlangsung.

D. Mengganti model pembelajaran menjadi ceramah.

E. Menghapus penilaian proyek.

Jawaban: C

Pembahasan:
PjBL menekankan kolaborasi dan tanggung jawab individu. Rubrik yang jelas dan monitoring berkelanjutan akan meningkatkan partisipasi seluruh anggota kelompok.

Soal 3

Seorang guru memperoleh data bahwa nilai formatif peserta didik rendah pada indikator kemampuan menganalisis, sementara kemampuan mengingat konsep sudah baik.

Tindak lanjut yang paling tepat adalah….

A. Langsung memberikan tes sumatif.

B. Mengulang seluruh materi tanpa perubahan strategi.

C. Merancang aktivitas pembelajaran yang melatih analisis melalui studi kasus, diskusi, dan pemecahan masalah.

D. Menurunkan tingkat kesulitan soal.

E. Menghapus indikator analisis.

Jawaban: C

Pembahasan:
Asesmen formatif digunakan untuk memperbaiki proses belajar. Guru perlu merancang aktivitas yang mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Soal 4

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, tujuan utama asesmen formatif adalah….

A. Menentukan kenaikan kelas.

B. Memberikan nilai rapor.

C. Memperoleh informasi perkembangan belajar peserta didik sebagai dasar perbaikan pembelajaran.

D. Membandingkan hasil antar kelas.

E. Menentukan peringkat peserta didik.

Jawaban: C

Pembahasan:
Asesmen formatif berfungsi memberikan umpan balik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, bukan sekadar menghasilkan nilai.

Soal 5

Seorang guru ingin meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPA.

Strategi yang paling tepat adalah….

A. Memperbanyak hafalan konsep.

B. Menggunakan pembelajaran berbasis masalah yang mengharuskan peserta didik menganalisis data, berdiskusi, dan menyusun solusi.

C. Memberikan latihan soal pilihan ganda setiap hari.

D. Mengurangi kegiatan praktikum.

E. Menjelaskan seluruh materi tanpa diskusi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Soal 6

Guru menemukan bahwa sebagian peserta didik kurang percaya diri ketika diminta mempresentasikan hasil diskusi.

Pendekatan terbaik adalah….

A. Menghapus kegiatan presentasi.

B. Memberikan kesempatan presentasi secara bertahap dengan pendampingan dan umpan balik yang konstruktif.

C. Memilih peserta didik yang paling pandai saja.

D. Mengganti presentasi dengan tes tertulis.

E. Memberikan hukuman kepada peserta didik yang tidak mau tampil.

Jawaban: B

Pembahasan:
Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman sehingga peserta didik berani mencoba dan berkembang sesuai potensinya.

Soal 7

Dalam menyusun modul ajar, guru harus memastikan adanya keterkaitan antara….

A. Jadwal pelajaran dan kalender akademik.

B. Tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, serta asesmen yang digunakan.

C. Jumlah peserta didik dan ukuran kelas.

D. Lama mengajar dan usia guru.

E. Banyaknya media pembelajaran.

Jawaban: B

Pembahasan:
Prinsip constructive alignment mengharuskan tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, dan asesmen saling mendukung.

Soal 8

Seorang guru menggunakan aplikasi digital untuk memberikan kuis interaktif yang hasilnya langsung dianalisis sehingga guru dapat mengetahui indikator yang belum dikuasai peserta didik.

Praktik tersebut menunjukkan penerapan….

A. Hukuman digital.

B. Asesmen berbasis data untuk memperbaiki pembelajaran.

C. Pembelajaran konvensional.

D. Penilaian administratif.

E. Evaluasi akhir semester.

Jawaban: B

Pembahasan:
Pemanfaatan teknologi memungkinkan guru memperoleh data belajar secara cepat sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran.

Soal 9

Seorang guru diminta menjadi koordinator komunitas belajar di sekolah. Tugas yang paling mencerminkan kepemimpinan pembelajaran adalah….

A. Menyusun jadwal piket guru.

B. Memfasilitasi guru berbagi praktik baik, melakukan refleksi bersama, dan mendorong inovasi pembelajaran.

C. Mengatur administrasi keuangan sekolah.

D. Menentukan seluruh perangkat pembelajaran guru lain.

E. Mengawasi kedisiplinan peserta didik saat istirahat.

Jawaban: B

Pembahasan:
Teacher leadership berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi profesional dan budaya belajar bersama.

Soal 10

Hasil observasi menunjukkan bahwa literasi membaca peserta didik rendah, kemampuan numerasi belum berkembang optimal, dan motivasi belajar menurun. Sebagai Guru Ahli Pertama, strategi yang paling tepat adalah….

A. Menambah jumlah pekerjaan rumah setiap hari.

B. Mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi dalam berbagai mata pelajaran, menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, menggunakan asesmen formatif berbasis data, memanfaatkan teknologi pembelajaran secara tepat, serta membangun kolaborasi dengan orang tua dan komunitas belajar untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajar peserta didik.

C. Mengurangi target pembelajaran.

D. Menghapus kegiatan proyek.

E. Mengganti seluruh buku pelajaran.

Jawaban: B

Pembahasan:
Soal ini mengintegrasikan beberapa domain kompetensi pada kisi-kisi, yaitu pedagogi modern, Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, literasi-numerasi, asesmen autentik, teknologi pembelajaran, serta kepemimpinan pembelajaran dalam satu studi kasus yang kompleks.

Soal 11

Seorang guru telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi selama satu semester. Namun, hasil asesmen menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan rendah belum mengalami peningkatan yang signifikan.

Langkah yang paling tepat adalah….

A. Menghapus pembelajaran berdiferensiasi.

B. Mengevaluasi hasil asesmen diagnostik, strategi diferensiasi, bentuk scaffolding, serta melakukan refleksi bersama peserta didik untuk memperbaiki rancangan pembelajaran.

C. Memberikan soal yang lebih mudah kepada seluruh peserta didik.

D. Mengurangi target pembelajaran.

E. Memindahkan peserta didik ke kelas lain.

Jawaban: B

Pembahasan:
Diferensiasi memerlukan evaluasi berkelanjutan. Guru harus menganalisis apakah strategi, dukungan belajar (scaffolding), maupun asesmen telah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Soal 12

Dalam pembelajaran IPA, guru ingin mengembangkan kemampuan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration) secara bersamaan.

Aktivitas yang paling tepat adalah….

A. Ceramah selama dua jam.

B. Peserta didik menghafal konsep kemudian mengikuti tes pilihan ganda.

C. Peserta didik bekerja dalam kelompok menyelesaikan permasalahan nyata, mempresentasikan solusi, menerima umpan balik, dan merevisi hasil kerjanya.

D. Guru menjelaskan seluruh materi kemudian memberikan pekerjaan rumah.

E. Peserta didik mencatat seluruh materi di papan tulis.

Jawaban: C

Pembahasan:
Aktivitas tersebut mengembangkan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sekaligus sesuai pendekatan pembelajaran abad ke-21.

Soal 13

Guru menemukan bahwa sebagian peserta didik memperoleh nilai tinggi pada tes tertulis, tetapi kesulitan menerapkan konsep dalam kehidupan nyata.

Asesmen yang paling tepat ditambahkan adalah….

A. Tes hafalan.

B. Performance assessment atau proyek yang menuntut penerapan konsep.

C. Tes pilihan ganda dengan jumlah soal lebih banyak.

D. Ulangan harian tambahan.

E. Tes benar-salah.

Jawaban: B

Pembahasan:
Assessment autentik mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.

Soal 14

Dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila, guru diminta mengembangkan karakter gotong royong dan bernalar kritis.

Strategi yang paling tepat adalah….

A. Menambah jumlah tugas individu.

B. Menggunakan pembelajaran berbasis proyek yang mengangkat permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

C. Mengurangi kegiatan diskusi.

D. Memperbanyak ceramah.

E. Menghapus refleksi pembelajaran.

Jawaban: B

Pembahasan:
PjBL merupakan pendekatan yang efektif untuk mengembangkan kompetensi sekaligus karakter Profil Pelajar Pancasila.

Soal 15

Setelah menganalisis hasil asesmen formatif, guru mengetahui bahwa hanya indikator “mengevaluasi argumen” yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik.

Tindakan yang paling tepat adalah….

A. Langsung melaksanakan asesmen sumatif.

B. Melaksanakan pembelajaran remedial yang berfokus pada indikator tersebut menggunakan studi kasus dan diskusi argumentatif.

C. Mengulang seluruh materi.

D. Menghapus indikator tersebut.

E. Memberikan pekerjaan rumah lebih banyak.

Jawaban: B

Pembahasan:
Perbaikan pembelajaran harus difokuskan pada indikator yang belum tercapai sehingga lebih efektif.

Soal 16

Dalam pembelajaran berbasis teknologi, guru menggunakan LMS untuk mengunggah materi, kuis, forum diskusi, dan umpan balik.

Praktik tersebut paling mencerminkan….

A. Digitalisasi administrasi.

B. Blended learning yang mendukung pembelajaran berpusat pada peserta didik.

C. Pembelajaran konvensional.

D. Penilaian sumatif.

E. Pembelajaran individual sepenuhnya.

Jawaban: B

Pembahasan:
LMS mendukung pembelajaran sinkron maupun asinkron sehingga memperkuat model blended learning.

Soal 17

Guru memperoleh masukan dari rekan sejawat mengenai kelemahan dalam pengelolaan diskusi kelas. Sikap profesional yang paling tepat adalah….

A. Mengabaikan masukan.

B. Melakukan refleksi, memperbaiki strategi pembelajaran, dan menjadikan masukan sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan.

C. Menolak seluruh kritik.

D. Mengganti seluruh metode pembelajaran tanpa evaluasi.

E. Mengurangi kegiatan diskusi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Reflective practice merupakan bagian penting dari Continuous Professional Development (CPD).

Soal 18

Dalam suatu kelas terdapat peserta didik berkebutuhan belajar yang berbeda-beda. Guru ingin memastikan seluruh peserta didik tetap mencapai tujuan pembelajaran.

Pendekatan yang paling tepat adalah….

A. Memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh peserta didik.

B. Menerapkan diferensiasi konten, proses, maupun produk sesuai kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik.

C. Memisahkan seluruh peserta didik berdasarkan nilai.

D. Mengurangi target pembelajaran.

E. Memberikan tugas tambahan kepada peserta didik berprestasi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Diferensiasi merupakan prinsip utama Kurikulum Merdeka untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam.

Soal 19

Seorang Guru Ahli Pertama diminta menjadi mentor bagi guru baru di sekolah.

Peran yang paling tepat adalah….

A. Mengawasi administrasi guru baru.

B. Membimbing perencanaan pembelajaran, memberikan umpan balik berbasis observasi kelas, berbagi praktik baik, serta membangun komunitas belajar profesional.

C. Menggantikan seluruh tugas guru baru.

D. Menentukan seluruh metode pembelajaran yang digunakan guru baru.

E. Menilai kinerja guru baru tanpa pembinaan.

Jawaban: B

Pembahasan:
Teacher leadership tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi sesama guru melalui kolaborasi profesional.

Soal 20

Sebuah sekolah menunjukkan hasil Asesmen Nasional yang rendah pada literasi membaca, numerasi, dan karakter peserta didik. Analisis juga menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode ceramah, asesmen hanya berorientasi pada nilai akhir, serta pemanfaatan teknologi belum optimal.

Sebagai Guru Ahli Pertama, rekomendasi yang paling tepat adalah….

A. Menambah jam pelajaran seluruh mata pelajaran.

B. Menyusun program peningkatan mutu pembelajaran melalui penerapan Kurikulum Merdeka secara utuh, pembelajaran berdiferensiasi, penguatan literasi dan numerasi lintas mata pelajaran, asesmen diagnostik dan formatif berbasis data, pemanfaatan teknologi pembelajaran, pengembangan komunitas belajar guru, serta monitoring dan refleksi berkelanjutan.

C. Mengurangi target pembelajaran selama satu semester.

D. Mengganti seluruh buku pelajaran.

E. Memfokuskan pembelajaran hanya pada persiapan ujian.

Jawaban: B

Pembahasan:
Soal ini mengintegrasikan hampir seluruh domain kompetensi dalam kisi-kisi, yaitu pedagogi modern, Kurikulum Merdeka, diferensiasi, asesmen autentik, literasi-numerasi, teknologi pembelajaran, kepemimpinan pembelajaran, serta pengembangan profesional berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara sistematis.

Ingin lebih percaya diri menghadapi Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama? 

banner Soal Uji Kompetensi Guru Ahli Pertama & Pembahasan Lengkap

Fungsional.id menyediakan latihan soal HOTS, materi pembelajaran terkini, kisi-kisi lengkap, serta pembahasan yang sistematis untuk membantu Anda memahami pola soal dan meningkatkan peluang lulus uji kompetensi. 

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?