Soal Seleksi SeleksiPAPK TNI Dokter Spesialis + Materi Lengkap

Soal Seleksi SeleksiPAPK TNI Dokter Spesialis + Materi Lengkap

Rekrutmen PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis menjadi salah satu jalur bagi tenaga medis spesialis yang ingin berkarier dan mengabdi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Proses seleksinya menuntut kesiapan tidak hanya dari sisi kompetensi medis, tetapi juga pemahaman terhadap karakter pelayanan kesehatan di lingkungan militer.

Melalui kumpulan Soal Seleksi PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis + Materi Lengkap, Anda dapat mempelajari materi yang relevan, mengenali pola soal, serta melatih kemampuan analisis dalam menghadapi berbagai kasus yang berhubungan dengan kompetensi dokter spesialis.

Mengenal Seleksi PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis

Rekrutmen PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis merupakan jalur penerimaan Perwira Prajurit Karier TNI bagi tenaga medis dengan kompetensi spesialis tertentu. Seleksi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan profesional yang mampu memberikan pelayanan medis sekaligus beradaptasi dengan sistem kerja dan kedisiplinan di lingkungan TNI.

Peserta perlu mempersiapkan kompetensi medis sesuai bidang spesialisasinya, kemampuan mengambil keputusan klinis, penanganan kegawatdaruratan, etika profesi, serta pemahaman dasar mengenai pelayanan kesehatan militer. Karena karakter seleksinya cukup spesifik, persiapan melalui materi terarah dan latihan soal berbasis kasus dapat membantu peserta memahami kompetensi yang kemungkinan besar diuji.

Materi Tes Seleksi PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis

Materi tes Rekrutmen PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis dapat dirangkum menjadi beberapa bagian utama berikut:

  • Kompetensi Klinis Sesuai Spesialisasi
    Diagnosis, diagnosis banding, pemeriksaan penunjang, tata laksana, komplikasi, prognosis, serta keputusan konsultasi dan rujukan.
  • Kegawatdaruratan Medis
    Penilaian ABCDE, gangguan jalan napas, syok, henti jantung, gangguan kesadaran, sepsis, anafilaksis, serta stabilisasi pasien.
  • Trauma dan Triase
    Trauma kepala, dada, abdomen, ekstremitas, perdarahan, luka bakar, cedera penetrasi, prioritas korban, dan penanganan awal.
  • Resusitasi dan Stabilisasi
    RJP, ventilasi, penggunaan AED/defibrilator, penanganan sirkulasi, serta stabilisasi sebelum evakuasi atau tindakan definitif.
  • Penyakit Infeksi dan Kedokteran Tropis
    Malaria, dengue, tuberkulosis, tifoid, leptospirosis, hepatitis, infeksi saluran napas, serta pencegahan penularan.
  • Farmakologi Klinis
    Dosis, indikasi, kontraindikasi, efek samping, interaksi obat, antibiotik, obat high-alert, serta penggunaan obat yang aman.
  • Interpretasi Pemeriksaan Penunjang
    Darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal, fungsi hati, analisis gas darah, EKG, radiologi dasar, serta pemeriksaan mikrobiologi.
  • Keselamatan Pasien dan PPI
    Identifikasi pasien, komunikasi efektif, pencegahan medication error, hand hygiene, penggunaan APD, isolasi, dan pengendalian infeksi.
  • Etika dan Profesionalisme Dokter
    Informed consent, kerahasiaan medis, hak pasien, bioetika, tanggung jawab profesi, disiplin, integritas, dan kerja sama tim.
  • Kedokteran Militer dan Disaster Medicine
    Pelayanan kesehatan lapangan, evakuasi medis, mass casualty, triase bencana, keterbatasan sumber daya, dan kesehatan pasukan.
  • Tes Akademik dan Kompetensi Dasar
    Kemampuan verbal, numerik, logika, figural, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dasar, problem solving, ketelitian, dan pengetahuan umum.
  • Wawasan Kebangsaan
    Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, bela negara, sejarah nasional, serta wawasan pertahanan dan keamanan.
  • Tes Akademik Bidang Kesehatan
    Anatomi, fisiologi, patofisiologi, farmakologi, epidemiologi, kesehatan masyarakat, patient safety, bioetika, dan dasar pemeriksaan medis.
  • Psikologi dan Mental Ideologi
    Kepribadian, kestabilan emosi, kepemimpinan, kerja sama, pengambilan keputusan, wawasan kebangsaan, integritas, dan kesiapan kedinasan.
  • Kesamaptaan Jasmani dan Kesehatan
    Kebugaran fisik, pemeriksaan kesehatan umum, kondisi organ tubuh, kesehatan jiwa, serta kesiapan fisik sebagai calon perwira.
  • Administrasi dan Pantukhir
    Pemeriksaan dokumen, ijazah, legalitas profesi, kelengkapan administrasi, serta penilaian akhir berdasarkan keseluruhan hasil seleksi.

Kisi-Kisi Seleksi PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis

Kisi-kisi berikut disusun berdasarkan komponen seleksi TNI yang dipublikasikan resmi serta kompetensi yang paling relevan bagi dokter spesialis di lingkungan militer.

Kisi-KisiMateri yang Perlu Dikuasai
Kompetensi SpesialisDiagnosis, diagnosis banding, indikasi pemeriksaan, terapi, komplikasi, prognosis, serta keputusan konsultasi dan rujukan sesuai bidang spesialisasi.
Kegawatdaruratan MedisPrimary survey ABCDE, gangguan airway, gagal napas, syok, henti jantung, gangguan kesadaran, anafilaksis, sepsis, dan stabilisasi awal.
TraumaTrauma kepala, thoraks, abdomen, ekstremitas, fraktur, perdarahan masif, luka penetrasi, cedera ledakan, serta luka bakar.
TriasePrioritas pasien berdasarkan ancaman nyawa, multiple casualty, mass casualty, keterbatasan sumber daya, dan prioritas evakuasi.
ResusitasiRJP berkualitas, ventilasi, defibrilasi, penilaian irama, evaluasi sirkulasi, serta stabilisasi pascaresusitasi.
Farmakologi KlinisPemilihan obat, dosis, efek samping, kontraindikasi, interaksi, antibiotik, obat emergensi, high-alert medication, serta penyesuaian pada gangguan ginjal atau hati.
Penyakit InfeksiSepsis, pneumonia, tuberkulosis, malaria, dengue, leptospirosis, hepatitis, infeksi luka, serta penyakit menular di daerah penugasan.
Interpretasi LaboratoriumDarah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal, fungsi hati, gula darah, koagulasi, biomarker jantung, dan analisis gas darah.
Interpretasi DiagnostikEKG dasar, radiologi thoraks, CT atau imaging sesuai konteks klinis, serta penggabungan hasil pemeriksaan dengan kondisi pasien.
Patient SafetyIdentifikasi pasien, komunikasi efektif, keselamatan tindakan, medication error, adverse event, pelaporan insiden, dan pengelolaan risiko klinis.
PPIHand hygiene, APD, isolasi, teknik aseptik, sterilisasi, pengelolaan limbah, pajanan biologis, dan pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan.
Etika KedokteranAutonomy, beneficence, non-maleficence, justice, informed consent, kerahasiaan medis, hak pasien, dan penolakan tindakan.
ProfesionalismeIntegritas, disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan profesional.
Kedokteran MiliterPelayanan kesehatan militer, dukungan kesehatan operasi, pelayanan lapangan, evakuasi medis, kesehatan pasukan, dan penggunaan sumber daya kesehatan.
Disaster MedicineMass casualty incident, triase bencana, command and control, stabilisasi korban, distribusi sumber daya, dan sistem evakuasi.
Kesehatan MatraGangguan akibat panas, dingin, dehidrasi, ketinggian, lingkungan ekstrem, kelelahan, serta pencegahan gangguan kesehatan selama operasi.
Akademik Bidang KesehatanAnatomi, fisiologi, patofisiologi, farmakologi, epidemiologi, kesehatan masyarakat, bioetika, dan ilmu kedokteran dasar yang mendukung analisis kasus.
Kemampuan VerbalAnalogi, sinonim-antonim, pemahaman bacaan, hubungan kata, analisis informasi, dan penarikan kesimpulan.
Kemampuan NumerikAritmetika, persentase, rasio, perbandingan, interpretasi data, deret, serta pemecahan masalah kuantitatif.
Penalaran LogisSilogisme, sebab-akibat, analisis pernyataan, kesimpulan logis, pola, serta pengambilan keputusan berbasis informasi.
Kemampuan FiguralAnalogi gambar, pola, rotasi, hubungan spasial, perubahan bentuk, dan identifikasi aturan visual.
Bahasa IndonesiaPemahaman teks, ide pokok, simpulan, kalimat efektif, kata baku, ejaan, dan hubungan antargagasan.
Bahasa InggrisVocabulary, grammar, sentence completion, medical English dasar, dan reading comprehension.
Wawasan KebangsaanPancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, bela negara, sejarah nasional, dan dasar kehidupan berbangsa.
Mental Ideologi/LitpersIntegritas, wawasan kebangsaan, rekam jejak, loyalitas, sikap terhadap organisasi, serta kesiapan menjalankan tugas sebagai prajurit.
PsikologiKemampuan intelektual, kepribadian, kestabilan emosi, kerja sama, kepemimpinan, ketahanan tekanan, dan pengambilan keputusan.
Kesamaptaan JasmaniDaya tahan, kekuatan, kelincahan, serta kesiapan fisik. Pada jalur TNI lain tahun 2026, penilaian jasmani resmi mencakup lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, dan pada tingkat tertentu renang.
Pemeriksaan KesehatanPemeriksaan fisik, diagnostik, kardiovaskular, EKG, thoraks, kesehatan dalam, dan kesehatan jiwa sesuai tahapan seleksi.
AdministrasiVerifikasi identitas, pendidikan, ijazah, kualifikasi profesi, dokumen registrasi, serta kelengkapan persyaratan calon.
PantukhirPenilaian akhir secara menyeluruh terhadap hasil administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi, akademik, dan aspek lain yang ditetapkan panitia.

Contoh Soal Seleksi PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis

Contoh soal berikut disusun berdasarkan kisi-kisi sebelumnya dengan pendekatan HOTS. Materi mencakup kompetensi klinis, kegawatdaruratan, trauma, farmakologi, interpretasi pemeriksaan, kedokteran militer, wawasan kebangsaan, serta kemampuan akademik dasar.

Soal 1

Seorang pasien laki-laki 45 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada hebat sejak 30 menit, menjalar ke lengan kiri, disertai keringat dingin. EKG menunjukkan elevasi segmen ST pada lead II, III, dan aVF. Tindakan awal paling tepat adalah ….

A. Mengobservasi pasien sampai nyeri berkurang
B. Melakukan penatalaksanaan sindrom koroner akut dan menilai kebutuhan reperfusi segera
C. Memberikan antibiotik spektrum luas
D. Menjadwalkan ekokardiografi satu minggu kemudian
E. Melakukan uji latih jantung terlebih dahulu

Jawaban: B

Pembahasan:
Keluhan dan gambaran EKG mengarah pada STEMI inferior. Pasien membutuhkan tata laksana sindrom koroner akut dengan evaluasi segera untuk reperfusi, bukan pemeriksaan elektif.

Soal 2

Korban kecelakaan datang dengan penurunan kesadaran, suara napas mendengkur, frekuensi napas 10 kali per menit, tekanan darah 100/70 mmHg. Prioritas pertama adalah ….

A. Mengamankan jalan napas dengan proteksi tulang servikal
B. Memeriksa fraktur ekstremitas
C. Melakukan anamnesis lengkap
D. Mengambil sampel darah terlebih dahulu
E. Memberikan analgesik

Jawaban: A

Pembahasan:
Suara mendengkur menunjukkan ancaman airway. Pada trauma, jalan napas harus segera diamankan sambil mempertahankan proteksi cervical spine.

Soal 3

Seorang pasien mengalami syok septik. Setelah resusitasi cairan adekuat, tekanan darah tetap 78/45 mmHg dan perfusi perifer buruk. Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah ….

A. Menghentikan seluruh terapi cairan dan observasi
B. Memberikan diuretik
C. Memulai vasopresor sesuai indikasi dan melakukan pemantauan hemodinamik
D. Menunda intervensi sampai hasil kultur keluar
E. Memberikan sedatif sebagai terapi utama

Jawaban: C

Pembahasan:
Hipotensi persisten setelah resusitasi cairan pada syok septik membutuhkan vasopresor untuk mempertahankan perfusi organ.

Soal 4

Korban ledakan mengalami sesak berat, hipotensi, distensi vena leher, dan suara napas sangat menurun pada hemitoraks kanan. Diagnosis yang paling mungkin adalah ….

A. Hemotoraks sederhana
B. Pneumonia aspirasi
C. Kontusio paru ringan
D. Tension pneumothorax
E. Fraktur iga tanpa komplikasi

Jawaban: D

Pembahasan:
Sesak, hipotensi, distensi vena leher, dan penurunan suara napas unilateral merupakan temuan klasik tension pneumothorax yang memerlukan dekompresi segera.

Soal 5

Dalam situasi korban massal, terdapat lima korban dengan kondisi berbeda. Korban yang harus mendapatkan prioritas paling tinggi adalah ….

A. Fraktur tertutup lengan dengan nyeri berat
B. Luka lecet multipel tetapi tanda vital stabil
C. Cedera kepala ringan dengan GCS 15
D. Luka tungkai tanpa perdarahan aktif
E. Obstruksi jalan napas yang masih dapat ditangani dengan intervensi segera

Jawaban: E

Pembahasan:
Pada triase mass casualty, korban dengan ancaman jalan napas yang masih dapat diselamatkan dengan tindakan cepat memperoleh prioritas tinggi.

Soal 6

Seorang pasien dengan riwayat gagal ginjal kronis mengalami kelemahan otot. EKG menunjukkan gelombang T tinggi dan runcing. Hasil laboratorium menunjukkan kalium 6,8 mmol/L. Kondisi ini paling mengarah pada ….

A. Hiperkalemia dengan risiko aritmia
B. Hipokalemia ringan
C. Hiponatremia
D. Hiperkalsemia
E. Alkalosis respiratorik

Jawaban: A

Pembahasan:
Kalium sangat tinggi disertai perubahan EKG merupakan hiperkalemia berat yang berisiko menyebabkan aritmia fatal dan membutuhkan penanganan segera.

Soal 7

Seorang pasien tiba-tiba mengalami sesak, wheezing, hipotensi, dan urtikaria beberapa menit setelah pemberian antibiotik intravena. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan cairan oral
B. Menangani anafilaksis segera dengan terapi emergensi sesuai protokol
C. Mengobservasi selama 30 menit
D. Memberikan antibiotik dosis berikutnya lebih lambat
E. Mengirim pasien untuk pemeriksaan alergi terlebih dahulu

Jawaban: B

Pembahasan:
Kombinasi gangguan napas, hipotensi, dan manifestasi kulit setelah pajanan obat sangat mengarah pada anafilaksis yang memerlukan penanganan segera.

Soal 8

Pasien datang dengan demam tinggi, penurunan kesadaran, tekanan darah 85/50 mmHg, frekuensi napas 32 kali per menit, dan laktat meningkat. Prioritas klinis adalah ….

A. Menunggu hasil kultur sebelum memberikan terapi
B. Memberikan antipiretik saja
C. Mengenali sepsis berat, melakukan resusitasi awal, dan memberikan terapi sesuai protokol
D. Membatasi pemberian cairan sejak awal
E. Melakukan pemeriksaan elektif setelah kondisi stabil sendiri

Jawaban: C

Pembahasan:
Gambaran menunjukkan sepsis dengan hipoperfusi. Penanganan awal harus cepat, termasuk resusitasi dan terapi infeksi sesuai indikasi.

Soal 9

Seorang pasien pascatrauma kepala mengalami penurunan GCS dari 14 menjadi 9 dalam satu jam, disertai muntah proyektil dan anisokor. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memulangkan pasien dengan edukasi
B. Memberikan analgesik dan observasi biasa
C. Melakukan tes fungsi hati
D. Menganggap sebagai tanda peningkatan tekanan intrakranial dan melakukan evaluasi serta penanganan emergensi
E. Menunda pemeriksaan pencitraan hingga esok hari

Jawaban: D

Pembahasan:
Penurunan GCS cepat, muntah proyektil, dan anisokor mengarah pada peningkatan tekanan intrakranial atau herniasi yang membutuhkan penanganan emergensi.

Soal 10

Seorang dokter bertugas di daerah operasi dengan sumber daya terbatas. Dua pasien membutuhkan ventilator, tetapi hanya tersedia satu unit. Prinsip pengambilan keputusan yang paling tepat adalah ….

A. Memilih pasien berdasarkan pangkat
B. Memilih pasien yang datang lebih dulu tanpa mempertimbangkan kondisi
C. Menghindari keputusan sampai fasilitas tambahan tersedia
D. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada keluarga
E. Menggunakan kriteria klinis objektif, prognosis, dan prinsip keadilan dalam alokasi sumber daya

Jawaban: E

Pembahasan:
Pada situasi sumber daya terbatas, keputusan harus berdasarkan pertimbangan klinis yang objektif, manfaat yang diharapkan, dan prinsip keadilan.

Soal 11

Seorang pasien sadar penuh menolak tindakan operasi meskipun dokter telah menjelaskan risiko kematian jika tindakan tidak dilakukan. Sikap yang paling tepat adalah ….

A. Memaksa tindakan karena bertujuan menyelamatkan pasien
B. Menghormati keputusan setelah memastikan pasien memahami informasi dan konsekuensinya
C. Meminta keluarga menandatangani persetujuan menggantikan pasien
D. Menyembunyikan risiko agar pasien berubah pikiran
E. Melakukan tindakan tanpa dokumentasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Pasien yang kompeten berhak menerima atau menolak tindakan setelah mendapatkan informasi yang memadai. Prinsip autonomy harus dihormati.

Soal 12

Hasil analisis gas darah menunjukkan pH 7,25; PaCO₂ 60 mmHg; HCO₃⁻ 26 mEq/L. Interpretasi paling tepat adalah ….

A. Asidosis metabolik
B. Alkalosis metabolik
C. Asidosis respiratorik
D. Alkalosis respiratorik
E. Gangguan campuran alkalosis

Jawaban: C

Pembahasan:
pH rendah menunjukkan asidosis, sedangkan PaCO₂ meningkat dengan HCO₃⁻ relatif normal menunjukkan asidosis respiratorik akut.

Soal 13

Pasien dengan demam, trombosit menurun, hemokonsentrasi, nyeri abdomen, dan tanda kebocoran plasma dicurigai mengalami dengue berat. Temuan yang paling membutuhkan perhatian segera adalah ….

A. Demam selama tiga hari
B. Nafsu makan menurun
C. Nyeri kepala
D. Tanda gangguan sirkulasi dan kebocoran plasma
E. Riwayat gigitan nyamuk

Jawaban: D

Pembahasan:
Gangguan sirkulasi dan kebocoran plasma merupakan tanda bahaya yang dapat berkembang menjadi syok dan harus diprioritaskan.

Soal 14

Dalam pemeriksaan obat sebelum diberikan, dokter menemukan dosis pada resep jauh melebihi dosis lazim dan berpotensi menimbulkan toksisitas. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Melakukan verifikasi sebelum obat diberikan
B. Memberikan setengah dosis tanpa konfirmasi
C. Tetap memberikan karena sudah diresepkan
D. Meminta pasien menentukan dosis
E. Mengabaikan karena bukan obat high-alert

Jawaban: A

Pembahasan:
Potensi medication error harus dihentikan sebelum mencapai pasien. Verifikasi merupakan bagian dari patient safety.

Soal 15

Pasien mengalami luka tembak tungkai dengan perdarahan masif yang tidak berhenti setelah penekanan langsung. Dalam kondisi lapangan, tindakan berikutnya yang paling tepat adalah ….

A. Membersihkan luka selama 15 menit
B. Mengendalikan perdarahan secara agresif, termasuk penggunaan tourniquet bila diindikasikan
C. Memberikan antibiotik oral terlebih dahulu
D. Menunggu evakuasi tanpa tindakan
E. Melakukan latihan gerak sendi

Jawaban: B

Pembahasan:
Perdarahan ekstremitas yang mengancam nyawa harus dikontrol segera. Tourniquet dapat digunakan bila perdarahan tidak terkendali dengan penekanan langsung.

Soal 16

Seorang prajurit mengalami kebingungan, kulit panas dan kering, suhu tubuh sangat tinggi setelah aktivitas berat di lingkungan panas. Diagnosis paling mungkin adalah ….

A. Hipotermia
B. Dehidrasi ringan
C. Heat stroke
D. Hipoglikemia ringan
E. Vertigo perifer

Jawaban: C

Pembahasan:
Hipertermia berat disertai gangguan neurologis setelah pajanan panas merupakan gambaran heat stroke dan membutuhkan pendinginan segera.

Soal 17

Seorang pasien menggunakan obat yang terutama diekskresikan melalui ginjal. Fungsi ginjal menurun signifikan. Pertimbangan paling tepat adalah ….

A. Selalu meningkatkan dosis obat
B. Menghentikan semua obat tanpa evaluasi
C. Mengganti seluruh obat dengan antibiotik
D. Menyesuaikan dosis atau interval berdasarkan fungsi ginjal dan karakteristik obat
E. Memberikan dosis standar tanpa melihat fungsi ginjal

Jawaban: D

Pembahasan:
Gangguan fungsi ginjal dapat meningkatkan kadar obat tertentu sehingga dosis atau interval harus disesuaikan untuk mengurangi risiko toksisitas.

Soal 18

Seorang pasien mengalami henti jantung. Setelah dilakukan RJP berkualitas, monitor menunjukkan ventricular fibrillation. Tindakan berikutnya yang paling tepat adalah ….

A. Menghentikan RJP
B. Memberikan cairan oral
C. Memeriksa suhu tubuh
D. Menunggu irama berubah spontan
E. Melakukan defibrilasi sesuai algoritme resusitasi

Jawaban: E

Pembahasan:
Ventricular fibrillation merupakan ritme shockable sehingga defibrilasi harus diberikan sesegera mungkin dengan tetap mempertahankan RJP berkualitas.

Soal 19

Dalam sebuah bacaan disebutkan bahwa seluruh dokter militer adalah tenaga kesehatan, tetapi tidak semua tenaga kesehatan adalah dokter militer. Kesimpulan yang pasti benar adalah ….

A. Dokter militer merupakan bagian dari kelompok tenaga kesehatan
B. Semua tenaga kesehatan adalah dokter militer
C. Tidak ada tenaga kesehatan yang bekerja di lingkungan militer
D. Dokter militer dan tenaga kesehatan merupakan dua kelompok terpisah
E. Semua dokter adalah tenaga kesehatan militer

Jawaban: A

Pembahasan:
Pernyataan menyatakan hubungan himpunan: kelompok dokter militer berada di dalam kelompok tenaga kesehatan.

Soal 20

Sebuah tim medis memiliki persediaan 240 unit cairan infus untuk 40 pasien. Setelah jumlah pasien bertambah 20%, dengan kebutuhan rata-rata tiap pasien tetap sama, kebutuhan total cairan menjadi ….

A. 264 unit
B. 288 unit
C. 300 unit
D. 320 unit
E. 336 unit

Jawaban: B

Pembahasan:
Kenaikan 20% dari 40 pasien adalah 8 pasien sehingga total menjadi 48 pasien. Kebutuhan per pasien 240 ÷ 40 = 6 unit. Total kebutuhan = 48 × 6 = 288 unit.

Soal 21

Nilai utama yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi paling berkaitan dengan ….

A. Individualisme
B. Netralitas ilmiah
C. Semangat bela negara
D. Kebebasan ekonomi
E. Persaingan bebas

Jawaban: C

Pembahasan:
Bela negara menekankan kesadaran dan kesiapan warga negara untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara sesuai peran masing-masing.

Soal 22

Seorang dokter menerima informasi rahasia mengenai kondisi kesehatan seorang anggota. Atasan yang tidak terlibat dalam pelayanan meminta seluruh detail rekam medis tanpa dasar kebutuhan klinis atau hukum. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan seluruh informasi karena diminta atasan
B. Membacakan sebagian data yang dianggap menarik
C. Mengunggah informasi ke sistem umum
D. Menjaga kerahasiaan dan memberikan informasi hanya berdasarkan kewenangan serta kebutuhan yang sah
E. Menyerahkan rekam medis kepada rekan kerja

Jawaban: D

Pembahasan:
Kerahasiaan medis tetap harus dijaga. Informasi hanya dapat dibuka sesuai persetujuan, kebutuhan pelayanan, atau dasar hukum yang berlaku.

Soal 23

Pada operasi kemanusiaan, tim harus memindahkan pasien kritis ke fasilitas yang lebih lengkap. Sebelum evakuasi, tindakan paling penting adalah ….

A. Menunda semua tindakan sampai pasien tiba di tujuan
B. Memastikan pasien cukup stabil untuk transfer, menyiapkan dukungan medis, dan berkomunikasi dengan fasilitas penerima
C. Mengirim pasien tanpa rekam medis
D. Mengutamakan kecepatan tanpa mempertimbangkan airway dan sirkulasi
E. Menghentikan seluruh terapi selama perjalanan

Jawaban: B

Pembahasan:
Evakuasi medis yang aman membutuhkan stabilisasi, persiapan alat dan tenaga, dokumentasi, serta komunikasi dengan fasilitas penerima.

Soal 24

Urutan angka berikut adalah 3, 7, 15, 31, 63, …. Angka selanjutnya adalah ….

A. 95
B. 111
C. 119
D. 127
E. 129

Jawaban: D

Pembahasan:
Pola setiap angka dikalikan 2 lalu ditambah 1. Maka 63 × 2 + 1 = 127.

Soal 25

Seorang calon perwira menjadi ketua tim dalam situasi dengan tekanan tinggi. Dua anggota tim berbeda pendapat mengenai tindakan yang harus dipilih. Respons yang paling tepat adalah ….

A. Mengambil keputusan berdasarkan kedekatan personal
B. Membiarkan konflik berlanjut agar anggota belajar sendiri
C. Menyerahkan keputusan kepada anggota yang paling senior tanpa evaluasi
D. Memilih opsi tercepat tanpa mempertimbangkan risiko
E. Mengumpulkan informasi relevan, mendengar masukan tim, lalu mengambil keputusan berdasarkan prioritas tugas dan keselamatan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kepemimpinan yang baik membutuhkan pengambilan keputusan objektif, komunikasi, pemanfaatan masukan tim, serta orientasi pada keselamatan dan pencapaian tugas.

Siapkan Diri untuk Seleksi PAPK TNI Dokter Spesialis

Perkuat persiapan Anda dengan latihan soal yang mencakup kompetensi medis, tes akademik, penalaran, wawasan kebangsaan, hingga studi kasus kegawatdaruratan. Latihan yang konsisten dapat membantu Anda lebih terbiasa menghadapi soal yang menuntut ketelitian dan pengambilan keputusan cepat. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT sebagai bagian dari persiapan seleksi PAPK TNI Formasi Dokter Spesialis.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!