100+ Soal Ujikom Kementerian ESDM Jabatan Fungsional + Kunci Jawaban

100+ Soal Ujikom Kementerian ESDM Jabatan Fungsional + Kunci Jawaban

Dalam proses peningkatan kompetensi dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara, khususnya pada Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Uji Kompetensi (Ujikom) menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas, kapasitas, serta kesiapan seorang pejabat fungsional dalam menjalankan tugasnya. Melalui Ujikom, para peserta tidak hanya diuji pemahaman teknisnya, tetapi juga ketepatan dalam menerapkan regulasi, standar operasional, serta kemampuan analitis yang relevan dengan bidang energi dan sumber daya mineral.

Artikel ini menghadirkan kumpulan soal Ujikom Kementerian ESDM beserta kunci jawabannya, disusun sebagai referensi belajar yang komprehensif dan mudah dipahami. Materi yang disajikan dirancang untuk membantu para calon peserta mengenali pola soal, meningkatkan pemahaman substansi jabatan fungsional, serta memperkuat kepercayaan diri sebelum menghadapi evaluasi resmi. Dengan pendekatan yang sistematis, diharapkan konten ini dapat menjadi sumber belajar yang efektif baik untuk persiapan mandiri maupun pendampingan pelatihan.

Kisi-kisi Uji Kompetensi Kementrian ESDM Jabatan Fungsional

Berikut contoh kisi-kisi Soal Ujikom Kementerian ESDM untuk Jabatan Fungsional lengkap dengan poin dan penjelasan singkat, dapat digunakan sebagai fondasi bahan belajar:

1. Regulasi dan Kebijakan Bidang ESDM
  • Peraturan Perundangan Terkait ESDM
    Memahami UU, PP, Permen, dan regulasi teknis yang berlaku dalam sektor energi dan sumber daya mineral.
  • Standar Operasional Prosedur (SOP)
    Mengetahui prosedur kerja baku dalam pelaksanaan tugas teknis dan administrasi jabatan fungsional.
2. Tugas dan Fungsi Jabatan Fungsional
  • Ruang Lingkup Jabatan Fungsional
    Mampu menjelaskan peran, tanggung jawab, dan output yang harus dihasilkan sesuai jenjang jabatan.
  • Penilaian Angka Kredit (PAK)
    Mengetahui unsur kegiatan, subunsur, serta ketentuan penilaian angka kredit untuk pengembangan karier.
3. Kompetensi Teknis Bidang Energi
  • Konsep Dasar Energi
    Pemahaman mengenai konversi energi, efisiensi energi, dan jenis-jenis energi primer maupun sekunder.
  • Pengawasan dan Pengelolaan Energi
    Menjawab soal terkait monitoring konsumsi energi, audit energi, dan strategi konservasi.
4. Kompetensi Teknis Bidang Sumber Daya Mineral
  • Eksplorasi dan Evaluasi SDA Mineral
    Memahami prinsip survei, eksplorasi, klasifikasi sumber daya/cadangan, dan teknik evaluasi deposit mineral.
  • Konservasi dan Pengawasan Pertambangan
    Menjelaskan aspek keselamatan, lingkungan, reklamasi, dan pengelolaan pasca-tambang.
5. Administrasi Pemerintahan dan Tata Kelola
  • Good Governance dan Akuntabilitas
    Mengetahui prinsip transparansi, efektivitas, serta akuntabilitas dalam penyelenggaraan layanan publik.
  • Pengelolaan Dokumen dan Pelaporan
    Menjawab soal terkait penyusunan laporan, dokumentasi kegiatan, serta manajemen arsip.
6. K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Bidang Energi & Pertambangan
  • Identifikasi Bahaya dan Risiko
    Pemahaman prosedur identifikasi bahaya serta mitigasi risiko pada fasilitas energi dan pertambangan.
  • Prosedur Darurat dan Keselamatan Operasi
    Mengetahui langkah penanganan darurat, standar keselamatan, serta penggunaan alat pelindung diri.
7. Etika dan Profesionalisme ASN
  • Kode Etik ASN dan Integritas
    Menilai sikap profesional, etika kerja, dan kepatuhan terhadap nilai dasar ASN.
  • Pelayanan Publik dan Komunikasi
    Pengetahuan mengenai standar layanan publik dan kompetensi komunikasi dalam tugas teknis.
8. Studi Kasus (Case Study)
  • Analisis Permasalahan Lapangan
    Menganalisis skenario teknis/administratif yang berkaitan dengan tugas jabatan.
  • Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
    Menguji kemampuan peserta memilih solusi efektif berdasarkan regulasi dan prosedur yang berlaku.

Contoh Soal Uji Kompetensi Kementrian ESDM Jabatan Fungsional dan Pembahasan

Berikut contoh soal pilihan ganda (A–E) berbentuk HOTS, panjang dan menuntut pemikiran mendalam, lengkap dengan jawaban benar dan pembahasan tiap soal.

Soal 1

Sebuah unit kerja di Kementerian ESDM diminta meninjau rencana program audit energi tahunan untuk fasilitas pembangkit listrik milik BUMN. Dalam dokumen awal, tim perencana menuliskan target penghematan energi sebesar 15% dalam satu tahun dengan menggunakan audit berkala, pemasangan sensor real-time, dan pelatihan operator. Namun, dalam kajian awal ditemukan bahwa sebagian besar kontrak pengadaan sensor masih dalam proses lelang dan ada ketentuan peraturan daerah yang mengatur izin pemasangan peralatan di lokasi pembangkit yang belum dilengkapi. Sebagai pejabat fungsional yang bertanggung jawab menyusun rekomendasi teknis yang patuh regulasi dan layak dilaksanakan, tindakan paling tepat yang harus Anda ambil adalah:

A. Tetapkan target 15% tetap berjalan karena target itu ambisi kementerian; rekomendasikan percepatan proses lelang melalui surat perintah internal tanpa mempertimbangkan izin daerah yang masih belum lengkap.
B. Tunda penetapan target hingga semua sarana (sensor) tersedia dan izin daerah diperoleh; ajukan usulan anggaran tambahan tahun berikutnya untuk menjamin kepatuhan.
C. Revisi rencana menjadi target bertahap (mis. 5–10% pada tahun pertama) dengan prioritas kegiatan non-peralatan (pelatihan, optimasi operasi), sambil menyusun timeline terpadu untuk pengadaan sensor dan koordinasi perizinan dengan pemerintah daerah.
D. Hapus komponen pemasangan sensor dari program dan fokus hanya pada pelatihan operator serta audit manual untuk mencapai target 15%.
E. Tetapkan target lebih rendah (mis. 3–4%) untuk menghindari risiko kegagalan, dan alihkan sisa anggaran ke kegiatan sosialisasi kebijakan Kementerian.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Soal menguji pemahaman regulasi, kemampuan mitigasi risiko, dan penyusunan rencana operasional yang realistis. Opsi C menunjukkan pendekatan terintegrasi: menurunkan target menjadi bertahap mencerminkan realisme operasional dan manajemen perubahan; memprioritaskan kegiatan yang tidak tergantung pengadaan (pelatihan, optimasi) tetap menghasilkan perbaikan awal; dan menyusun timeline pengadaan + koordinasi perizinan menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan daerah. Opsi A mengabaikan kepatuhan legal dan prosedur pengadaan — berisiko sanksi administratif; B menunda tanpa upaya mitigasi awal — kehilangan momentum perbaikan; D menghilangkan solusi teknologi yang kemungkinan besar diperlukan untuk pengukuran akurat; E menetapkan target terlalu konservatif dan memindahkan prioritas tanpa dasar teknis. Pilihan C memenuhi prinsip good governance, akuntabilitas, serta pragmatisme teknis.

Soal 2

Anda adalah pejabat fungsional pada jenjang menengah yang baru saja menyelesaikan tiga kegiatan besar dalam setahun: (1) menyusun pedoman teknis nasional (publikasi) yang dipakai secara luas, (2) menjadi narasumber pada 10 pelatihan regional, dan (3) memimpin tim audit kepatuhan operasional pada dua lokasi tambang. Tim kepegawaian meminta Anda mendokumentasikan kegiatan untuk pengajuan penilaian angka kredit (PAK). Dalam menyiapkan berkas PAK, prioritas bukti dan cara penyusunan yang paling tepat untuk memaksimalkan penilaian angka kredit sesuai prinsip penilaian jabatan fungsional adalah:

A. Fokus menonjolkan publikasi pedoman teknis karena bernilai tinggi; lampirkan salinan pedoman, tetapi ringkaskan bukti pelatihan dan audit agar berkas tidak bertele-tele.
B. Cantumkan semua kegiatan dengan bukti lengkap (laporan lengkap, daftar hadir, surat tugas, testimoni pengguna), jelaskan peran spesifik Anda pada tiap kegiatan, dan padukan indikator keluaran dan dampak (mis. penggunaan pedoman, perbaikan kepatuhan) sebagai bukti kontribusi.
C. Utamakan kegiatan yang paling banyak jam kerjanya (narasumber pada 10 pelatihan) sebagai bukti produktivitas; lampirkan sertifikat kehadiran saja untuk audit dan publikasi.
D. Ajukan hanya 1–2 kegiatan yang paling mudah diverifikasi (mis. publikasi dan satu audit) untuk mengurangi risiko penolakan berkas karena bukti yang tidak konsisten.
E. Serahkan dokumen ringkasan kepada atasan untuk disusun ulang dan jangan sertakan bukti tambahan agar dokumen terlihat singkat dan profesional.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Penilaian angka kredit menilai kualitas, kuantitas, dan dampak kegiatan jabatan fungsional. Opsi B adalah strategi paling komprehensif: melampirkan bukti lengkap (laporan, surat tugas, daftar hadir, publikasi) dan menjelaskan peran spesifik menunjukkan akuntabilitas dan keterukuran kontribusi—penting untuk verifikator PAK. Menambahkan indikator keluaran/dampak (mis. adopsi pedoman, perbaikan kepatuhan) membantu menilai mutu, bukan hanya kuantitas. Opsi A dan C terlalu selektif dan meremehkan kebutuhan bukti; D mengurangi peluang memperoleh angka kredit optimal; E melepaskan kontrol profesional dan berisiko kehilangan informasi substantif. Jadi B konsisten dengan prinsip penilaian objektif dan bukti berbasis hasil.

Soal 3

Sebuah PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) mengalami fluktuasi efisiensi termal yang menurun 4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Data awal menunjukkan naiknya pembakaran bahan bakar spesifik dan sejumlah kejadian start-stop mendadak pada turbin uap. Anda diminta menyusun rekomendasi intervensi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dalam jangka pendek (3–6 bulan) tanpa melakukan modifikasi besar pada sistem. Pilihan intervensi yang paling tepat dan berurutan adalah:

A. Mengganti katup utama bahan bakar; melaksanakan overhaul turbin; mengubah kontrak bahan bakar ke pemasok lain.
B. Menjalankan audit operasi menyeluruh untuk mengidentifikasi akar masalah, optimasi jadwal start-stop dan prosedur operasi, kalibrasi instrumen pengukuran bahan bakar, serta pelatihan ulang operator; kemudian rencanakan perbaikan teknis jika audit menemukan kerusakan.
C. Menurunkan beban operasional puncak untuk mengurangi frekuensi start-stop; meningkatkan cadangan stok bahan bakar agar tidak terjadi variasi kualitas; menunda audit teknis.
D. Segera menerapkan pemeliharaan preventif full-schedule (shutdown) untuk seluruh unit dalam jangka waktu 1 bulan agar semua komponen dicek; sambil mencari vendor overhaul.
E. Mengganti operator shift utama dan menerapkan insentif kinerja tinggi untuk mendorong perbaikan efisiensi secara cepat.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Intervensi jangka pendek yang efektif harus didasarkan pada identifikasi akar masalah, bukan tindakan reaktif yang mahal atau spekulatif. Opsi B memprioritaskan audit operasi untuk menemukan penyebab (mis. prosedur start-stop, kalibrasi instrumen, praktik operasional), melakukan optimasi jadwal operasi dan pelatihan operator—solusi ini relatif cepat diterapkan dan dapat memperbaiki efisiensi tanpa modifikasi besar. Kalibrasi instrumen penting untuk memastikan data bahan bakar akurat. Jika audit mengidentifikasi kerusakan, baru direkomendasikan perbaikan teknis terukur. Opsi A dan D melibatkan tindakan besar (penggantian, overhaul, shutdown) yang mahal dan tidak cocok tanpa verifikasi akar masalah. Opsi C menurunkan kinerja sistem secara sengaja dan menunda audit; E berisiko mengabaikan penyebab teknis dan menempatkan beban pada personal tanpa bukti.

Soal 4

Sebuah perusahaan tambang kecil melaporkan potensi tembaga pada area eksplorasi baru. Hasil survei geofisika awal mengindikasikan anomali yang memanjang dan terkonsentrasi pada kedalaman 100–250 m. Dana eksplorasi terbatas; dewan meminta strategi pengambilan sampel dan evaluasi deposit yang memaksimalkan nilai informasi per biaya. Strategi yang paling rasional adalah:

A. Melakukan pengeboran grid padat (drill spacing rapat) di seluruh area anomali agar data resolusi tinggi diperoleh segera.
B. Mengabaikan anomali geofisika dan melakukan sampling permukaan menyeluruh karena lebih murah; jika menghasilkan sampel baik, baru lakukan pengeboran.
C. Mengimplementasikan pendekatan bertahap: lakukan pengeboran terdahulu secara terfokus (step-out) di beberapa titik inti berdasarkan target anomali inti untuk menguji kontinuitas, dilengkapi sampling geokimia dan pemodelan tiga dimensi; jika hasil menjanjikan, skala pengeboran dikembangkan sesuai prioritas.
D. Segera menandatangani aliansi teknis dengan perusahaan besar untuk membiayai pengeboran ekstensif; serahkan evaluasi kepada partner sehingga perusahaan kecil tidak mengeluarkan biaya.
E. Fokus pada kegiatan non-teknis (perizinan, studi dampak lingkungan) terlebih dahulu untuk menunjukkan kesiapan, menunda semua pekerjaan eksplorasi fisik sampai dana tambahan tersedia.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Dalam kondisi dana terbatas, pendekatan stepwise (bertahap) yang terfokus memberikan rasio informasi-per-biaya terbaik. Opsi C menekankan pengeboran fokus (step-out) pada target utama untuk menguji kontinuitas mineralisasi, dipadukan dengan geokimia dan pemodelan 3D—strategi ini meminimalkan pemborosan materi pengeboran dan memberi dasar teknis yang kuat untuk keputusan skala lanjut. Opsi A mahal dan tidak efisien pada tahap awal; B berisiko kehilangan informasi kedalaman karena mineralisasi utama berada 100–250 m; D mungkin mengurangi kontrol dan menimbulkan isu pembagian hak/keuntungan tanpa bukti anomali; E menunda nilai informasi teknis dan risiko kehilangan peluang eksplorasi. Pilihan C paling sesuai prinsip ekonomi eksplorasi dan manajemen risiko.

Soal 5

Di sebuah operasi tambang, supervisor shift menemukan indikasi rembesan gas beracun di area kerja yang bisa mengancam keselamatan. Jika dihentikan, produksi akan turun signifikan dan kontrak pengiriman mungkin terganggu sehingga berdampak pada reputasi unit. Manajemen lini atas menekan supervisor untuk menunda pelaporan formal agar produksi tetap berjalan sementara dilakukan pemeriksaan cepat internal. Sebagai pejabat fungsional yang menerima laporan ini, tindakan Anda yang paling tepat dan etis adalah:

A. Ikuti instruksi manajemen lini atas untuk menunda pelaporan agar produksi tidak terganggu; catat temuan secara informal dan lakukan pengawasan sendiri.
B. Laporkan segera melalui saluran keselamatan yang berlaku (Laporan insiden/K3), hentikan kegiatan di area berisiko sampai dilakukan mitigasi yang memadai, dan komunikasikan temuan serta tindakan kepada manajemen puncak; dokumentasikan seluruh proses untuk akuntabilitas.
C. Mengabaikan rekomendasi apapun dan menyuruh supervisor melanjutkan operasi karena bukti rembesan masih indikatif dan menghindari kepanikan.
D. Komunikasikan masalah hanya kepada pekerja di lapangan agar mereka waspada, tetapi jangan laporkan formal agar tidak menimbulkan penundaan kontrak.
E. Segera mengumumkan masalah ke publik dan media untuk menekan manajemen agar bertindak cepat.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Keselamatan pekerja adalah prioritas utama dan tidak dapat dikompromikan demi produksi. Opsi B sesuai prinsip K3 dan etika ASN: laporan formal melalui kanal yang benar, penghentian sementara kegiatan di zona berisiko, mitigasi teknis, dan dokumentasi untuk akuntabilitas. Ini juga melindungi organisasi dari risiko hukum dan reputasi jangka panjang. Opsi A dan D mencoba menyembunyikan risiko—melanggar aturan K3 dan etika, berpotensi menyebabkan kecelakaan serius; C mengabaikan kewaspadaan; E tidak tepat karena publikasi awal tanpa koordinasi bisa memicu kepanikan, pelanggaran prosedur komunikasi resmi, dan masalah hukum. Jadi jalur formal dan mitigasi teknis adalah tindakan profesional dan etis.

Soal 6

Sebuah unit kerja teknis di Kementerian ESDM menerima laporan bahwa proses verifikasi dokumen izin operasi salah satu perusahaan tambang mengalami keterlambatan hingga 40 hari dari standar layanan 14 hari. Analisis awal menunjukkan rendahnya koordinasi antar-subbagian, kurangnya SOP detail untuk pengecekan dokumen digital, dan adanya tekanan dari pihak eksternal untuk mempercepat berkas tertentu. Anda ditugaskan menyusun strategi perbaikan tata kelola layanan yang tidak hanya mengurangi backlog tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan pencegahan konflik kepentingan. Langkah paling tepat adalah:

A. Menyerahkan semua proses verifikasi kepada satu pejabat senior agar lebih cepat dan mengurangi potensi konflik kepentingan.
B. Menyusun SOP lengkap berbasis alur digitalisasi, menerapkan sistem pelacakan waktu (timestamp), membentuk tim verifikasi lintas-subbagian yang rotasinya terjadwal, dan membuka laporan kinerja layanan secara periodik kepada publik/internal.
C. Mengurangi tahapan verifikasi dokumen agar proses lebih cepat, meskipun beberapa tahapan pengecekan teknis dikurangi.
D. Menunda semua verifikasi sementara selama 1 bulan untuk menyusun ulang seluruh prosedur dari awal.
E. Memprioritaskan perusahaan yang telah lama menunggu meskipun dokumen belum lengkap, agar backlog cepat berkurang.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Opsi B memperkuat tata kelola melalui SOP yang jelas, digitalisasi, pelacakan waktu, tim lintas-subbagian yang mengurangi ketergantungan pada individu, dan transparansi kinerja. Semua ini selaras dengan prinsip good governance: akuntabilitas, transparansi, efektivitas. Opsi A meningkatkan risiko subjektivitas; C berbahaya karena mengorbankan kualitas verifikasi; D memperburuk backlog; E melanggar prinsip keadilan dan integritas layanan.

Soal 7

Sebuah kantor pemerintah provinsi mengajukan permohonan audit energi karena tagihan listrik meningkat 22% dalam satu tahun. Data awal menunjukkan peningkatan penggunaan sistem HVAC saat jam beban non-puncak, lampu menyala di ruang tidak terpakai, serta ketidaksesuaian pengaturan Building Automation System (BAS). Namun, anggaran lembaga sangat terbatas sehingga hanya satu jenis intervensi yang dapat dilakukan dalam waktu dekat. Intervensi yang paling memberikan dampak efisiensi terbesar berdasarkan analisis data adalah:

A. Mengganti seluruh lampu dengan LED berdaya rendah tanpa mengubah perilaku penggunaan ruangan.
B. Menonaktifkan sebagian unit HVAC secara permanen agar konsumsi listrik turun.
C. Mengoptimalkan BAS dengan memperbaiki jadwal operasi HVAC, mengatur setpoint temperatur dinamis, serta menerapkan sensor okupansi untuk lampu dan pendingin.
D. Melakukan sosialisasi hemat energi kepada seluruh pegawai tanpa intervensi teknis.
E. Menambah kapasitas HVAC agar sistem bekerja lebih ringan dan lebih efisien.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Masalah utama berasal dari operasi yang tidak efisien, bukan kerusakan peralatan. Optimasi BAS (C) memberikan kendali penuh terhadap jadwal operasi, setpoint dinamis, dan otomatisasi sensor okupansi, sehingga memberikan penghematan besar tanpa biaya penggantian besar. A memberikan penghematan kecil dibanding HVAC; B merugikan kenyamanan pengguna; D tidak cukup signifikan; E meningkatkan konsumsi dan anggaran.

Soal 8

Dalam inspeksi mendadak di area tambang batubara, Anda menemukan bahwa perusahaan menunda kegiatan reklamasi selama 8 bulan dengan alasan “menunggu stabilitas pasar” dan perubahan rencana penambangan. Pada saat yang sama, terdapat beberapa indikasi erosi dan limpasan air permukaan yang mulai mengancam area pemukiman sekitar tambang. Perusahaan mengklaim bahwa reklamasi dapat dilakukan setelah produksi stabil kembali, dan meminta toleransi tambahan 6 bulan. Sebagai pejabat fungsional pengawas, Anda harus menentukan tindakan paling tepat sesuai prinsip konservasi dan perlindungan lingkungan.

A. Menyetujui permintaan toleransi karena reklamasi dianggap dapat menunggu selama belum ada kerusakan besar.
B. Memerintahkan perusahaan menyusun rencana reklamasi darurat (emergency reclamation), melakukan tindakan pengendalian erosi sementara, dan menjadwalkan pemeriksaan ulang dalam waktu dekat; tindak lanjut administratif dilakukan jika perusahaan tidak patuh.
C. Mengharuskan perusahaan menutup operasi sepenuhnya sampai reklamasi tuntas tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi.
D. Hanya memberikan teguran ringan karena belum ada bukti kerusakan nyata.
E. Meminta perusahaan mengalihkan dana CSR untuk menutup sementara lahan bekas tambang meski belum sesuai dokumen teknis.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Opsi B sesuai prinsip konservasi: reklamasi tidak boleh ditunda jika ada risiko lingkungan nyata. Rencana darurat, tindakan pengendalian erosi, dan pemeriksaan ulang menjaga keselamatan masyarakat serta mengontrol kepatuhan. Opsi A dan D mengabaikan risiko; C terlalu ekstrem; E menyimpang dari mekanisme pendanaan dan prosedur reklamasi.

Soal 9

Seorang pemohon izin operasi panas bumi menghubungi Anda secara pribadi melalui pesan singkat dan menawarkan “kompensasi bantuan proyek sosial” jika Anda bersedia mempercepat verifikasi dokumen. Ia juga menyatakan bahwa keterlambatan proses akan merugikan investor dan “menghambat pembangunan daerah.” Anda adalah pejabat fungsional yang bertanggung jawab pada pemeriksaan awal kelengkapan dokumen. Sikap profesional dan etis yang paling tepat adalah:

A. Menolak tawaran tersebut dan tetap memproses berkas sesuai prosedur, serta melaporkan percobaan gratifikasi melalui saluran pelaporan internal.
B. Menerima kompensasi asalkan disalurkan ke proyek sosial yang tidak terkait dengan diri Anda.
C. Mempercepat proses sebagai bentuk dukungan pembangunan daerah.
D. Mengabaikan pesan tersebut tanpa melaporkannya, karena mungkin hanya bentuk persuasi.
E. Menunda pemeriksaan dokumen agar pemohon memahami pentingnya prosedur formal.

Jawaban benar: A.

Pembahasan:
Etika ASN dan regulasi anti-gratifikasi mewajibkan penolakan dan pelaporan setiap bentuk tawaran hadiah/kompensasi. Opsi A sejalan dengan integritas, akuntabilitas, dan prinsip bebas intervensi. Opsi B tetap termasuk gratifikasi; C dan E menyalahgunakan kewenangan; D berbahaya karena tidak melaporkan potensi pelanggaran.

Soal 10

Sebuah perusahaan energi mengajukan permohonan pembaruan izin operasi fasilitas penyimpanan BBM. Dalam audit sebelumnya, ditemukan beberapa temuan: (1) sebagian sensor kebocoran belum terkalibrasi, (2) pelatihan K3 terakhir dilakukan 3 tahun lalu, (3) laporan bulanan pemantauan tidak konsisten dalam format dan data, dan (4) dokumen izin lingkungan belum diperbarui sesuai regulasi terbaru. Manajemen perusahaan meminta izin diperpanjang dulu sambil mereka “menyelesaikan perbaikan dalam 6 bulan ke depan” dengan alasan operasional tidak bisa berhenti. Tindakan Anda sebagai pejabat fungsional adalah:

A. Memberikan perpanjangan izin dengan catatan perusahaan menandatangani surat pernyataan akan memperbaiki semuanya dalam 6 bulan.
B. Menolak perpanjangan izin sepenuhnya dan meminta perusahaan menghentikan operasi sampai semua temuan diperbaiki.
C. Memproses izin bersyarat hanya untuk 1–2 bulan dengan kewajiban perusahaan menyelesaikan temuan prioritas (sensor & dokumen lingkungan), disertai monitoring ketat dan pemeriksaan lapangan ulang.
D. Mengabaikan temuan teknis dan hanya menunggu dokumen administrasi diperbarui.
E. Mengalihkan proses ke unit lain karena kasus dianggap terlalu sensitif.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Opsi C mencerminkan keseimbangan antara keselamatan, kepatuhan, dan kelangsungan operasi. Memperketat waktu izin bersyarat dan mewajibkan penyelesaian temuan prioritas menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan memitigasi risiko teknis. Opsi A terlalu longgar; B terlalu ekstrem tanpa mempertimbangkan skala risiko spesifik; D tidak sesuai prinsip K3/regulasi; E adalah penghindaran tanggung jawab.

Soal 11

Sebuah perusahaan pemegang Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (WUPTL) sedang mengajukan revisi RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik). Dalam dokumen terbaru, perusahaan menambahkan rencana pembangunan PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas) di wilayah yang berdekatan dengan lahan konservasi. Sementara itu, Peraturan Menteri ESDM mewajibkan setiap pengembangan energi baru dan terbarukan harus memenuhi AMDAL serta konsultasi publik. Namun, pemerintah daerah setempat memiliki Perda yang memperbolehkan pemanfaatan limbah peternakan untuk energi tanpa AMDAL jika kapasitas di bawah ambang tertentu. Sebagai pejabat fungsional yang menilai kesesuaian dokumen, keputusan paling tepat adalah:

A. Menyetujui revisi RUPTL karena Perda memberi kelonggaran dan proyek EBT harus diprioritaskan.
B. Menolak seluruh rencana PLTBg karena lokasinya dekat kawasan konservasi, meskipun masih bisa dilakukan mitigasi.
C. Meminta perusahaan menyusun AMDAL atau kajian lingkungan setara sesuai Permen ESDM, melakukan konsultasi publik, dan menyesuaikan lokasi/tata letak agar risiko konservasi dapat dikendalikan.
D. Mengikuti Perda daerah karena kewenangan lokasi berada pada pemerintah daerah, meskipun bertentangan dengan Permen ESDM.
E. Menyetujui sementara sambil menunggu arahan pusat tanpa meminta dokumen tambahan.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Permen ESDM memiliki kedudukan lebih tinggi secara sektoral dibanding Perda. Karena proyek berada dekat kawasan konservasi dan memicu kewajiban AMDAL, maka persyaratan pusat wajib dipenuhi. Opsi C menunjukkan kepatuhan regulasi, mitigasi risiko konservasi, dan keterlibatan publik. Opsi A dan E mengabaikan kewajiban AMDAL; B terlalu ekstrem; D bertentangan dengan tata hierarki regulasi.

Soal 12

Di sebuah fasilitas penyimpanan LNG kecil, terjadi fluktuasi tekanan pada sistem boil-off gas (BOG) sehingga proses reliquefaction bekerja lebih sering dari seharusnya. Data menunjukkan pola peningkatan beban BOG pada malam hari, sementara suhu lingkungan relatif stabil. Operator berasumsi bahwa peningkatan beban terjadi karena faktor cuaca, tetapi data historis menunjukkan pola serupa saat jadwal pemeliharaan isolasi tanki tertunda. Anda diminta memberikan analisis cepat untuk rekomendasi teknis jangka menengah. Rekomendasi paling tepat adalah:

A. Mengganti seluruh sistem BOG dengan teknologi baru yang lebih efisien.
B. Menjalankan inspeksi termografi untuk memeriksa kebocoran isolasi tanki, memperbaiki titik yang rusak, dan mengevaluasi ulang jadwal pemeliharaan.
C. Meningkatkan kapasitas pendinginan pada sistem reliquefaction agar mampu menampung beban tinggi.
D. Menurunkan volume LNG di tanki agar tekanan tidak naik.
E. Menginstruksikan operator untuk lebih sering membuka venting saat BOG meningkat.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Pola beban BOG yang meningkat pada malam hari dan sesuai tren historis menunjukkan kemungkinan degradasi isolasi tanki. Solusi terbaik adalah inspeksi termografi dan perbaikan isolasi. Opsi A dan C mahal dan tidak mengatasi akar masalah; D mengurangi kapasitas operasi; E berbahaya karena venting meningkatkan risiko emisi dan kehilangan energi.

Soal 13

Pada inspeksi terowongan tambang bawah tanah, ditemukan retakan kecil yang meningkat selama beberapa minggu, disertai suara popping dari atap terowongan. Sensor tekanan menunjukkan peningkatan stress redistribution pada pilar utama. Perusahaan berencana memasang penyangga tambahan, tetapi membutuhkan waktu 2–3 hari untuk mengirim material. Aktivitas produksi sedang tinggi, dan penutupan area dapat menurunkan output signifikan. Sebagai pejabat fungsional, keputusan Anda adalah:

A. Mengizinkan operasi lanjut karena kerusakan masih dalam batas wajar dan penyangga segera datang.
B. Menutup sementara area terowongan, mengalihkan jalur kerja, memasang penyangga darurat, dan mempercepat logistik material permanen.
C. Menunggu hasil analisis geoteknik detail sebelum mengambil keputusan penutupan.
D. Menyarankan perusahaan memindahkan sensor stress agar pembacaan lebih stabil sebelum mengambil keputusan.
E. Membiarkan operasi berjalan tetapi mewajibkan penggunaan APD tambahan.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Indikasi retakan, suara popping, dan stress redistribution adalah tanda bahaya geoteknik serius. Opsi B mengutamakan keselamatan: menutup area sementara, mengalihkan jalur, dan memasang penyangga darurat. Opsi A dan E berbahaya; C menunda tindakan dalam kondisi kritis; D manipulatif dan tidak berdasar.

Soal 14

Unit Anda sedang melakukan pemeriksaan berkala atas sistem dokumentasi perusahaan tambang. Ditemukan bahwa laporan triwulanan selalu terlambat, format data sering berubah, dan tidak ada metadata standar. Hal ini menyulitkan analisis jangka panjang dan membahayakan akuntabilitas. Untuk meningkatkan konsistensi, Anda diminta memberikan rekomendasi teknis administrasi. Rekomendasi paling tepat adalah:

A. Meminta perusahaan menyederhanakan laporan menjadi satu halaman agar cepat dibuat.
B. Membuat template baku dengan metadata wajib, menetapkan standar pelaporan digital, dan menerapkan sistem validasi otomatis sebelum dokumen dikirim.
C. Meminta perusahaan memperbanyak staf administrasi tanpa mengubah sistem.
D. Menunda evaluasi data hingga perusahaan siap.
E. Mengizinkan format bebas selama semua informasi ada, meskipun susunannya berbeda-beda.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Opsi B memperkuat konsistensi, akuntabilitas, dan kualitas data. Template baku, metadata, dan validasi otomatis meningkatkan integritas data. Opsi A terlalu sederhana; C tidak menyelesaikan akar masalah; D dan E tidak profesional dan menurunkan kualitas tata kelola.

Soal 15

Anda sedang melakukan verifikasi lapangan untuk permohonan izin operasi gudang penyimpanan BBM. Dalam kunjungan, perusahaan menawarkan fasilitas transportasi “khusus” dan akomodasi premium di luar standar perjalanan dinas untuk “memudahkan pekerjaan Anda.” Ketika Anda menolak, mereka mengatakan fasilitas tersebut sudah biasa diberikan kepada tamu dan tidak dianggap gratifikasi. Namun, laporan teknis Anda nanti sangat menentukan nasib izin mereka. Langkah paling tepat adalah:

A. Menolak fasilitas tersebut, menggunakan standar perjalanan dinas yang berlaku, dan mencatat penawaran dalam laporan internal atau saluran pelaporan gratifikasi.
B. Menerima fasilitas karena dianggap budaya lokal dan tidak memengaruhi keputusan Anda.
C. Menerima fasilitas tetapi memastikan tetap obyektif dalam membuat laporan.
D. Membatalkan verifikasi lapangan seluruhnya untuk menghindari konflik.
E. Meminta fasilitas lebih banyak agar perusahaan belajar menghargai proses resmi.

Jawaban benar: A.

Pembahasan:
Sebagai ASN/pejabat fungsional, dilarang menerima fasilitas, hadiah, atau akomodasi yang berpotensi dipandang sebagai gratifikasi. Opsi A menjaga integritas dan akuntabilitas, serta memastikan proses verifikasi tetap objektif. Opsi B dan C tetap termasuk gratifikasi; D tidak profesional; E jelas melanggar etika.

Soal 16

Dalam rapat koordinasi nasional, Anda sebagai pejabat fungsional diminta memberikan evaluasi atas implementasi kebijakan percepatan energi terbarukan. Pemerintah pusat mengeluarkan Permen yang mewajibkan setiap proyek pembangkit EBT menerapkan standar efisiensi minimum dan melaporkan performa energi per triwulan. Namun, di beberapa daerah laporan sering terlambat atau tidak konsisten karena pemerintah daerah mengeluarkan Surat Edaran internal yang hanya menekankan pelaporan tahunan. Beberapa perusahaan EBT mengaku bingung mana yang harus diikuti. Langkah terbaik yang harus Anda rekomendasikan adalah:

A. Mengikuti Surat Edaran daerah karena lebih sesuai kapasitas SDM di lapangan.
B. Mengabaikan semua laporan daerah dan langsung menilai dari data perusahaan.
C. Menegaskan bahwa regulasi pusat (Permen) harus menjadi acuan utama, meminta daerah menyesuaikan SOP pelaporan, dan menyusun pedoman terpadu agar perusahaan tidak bingung.
D. Menunda implementasi kebijakan pusat sampai SDM daerah siap.
E. Menyerahkan interpretasi kepada masing-masing perusahaan sesuai kemampuan mereka.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Permen sebagai regulasi sektoral memiliki hierarki lebih tinggi daripada SE daerah, sehingga wajib menjadi acuan. Opsi C juga memberikan solusi struktural: sinkronisasi SOP dan pedoman terpadu agar tidak membingungkan pelaku usaha. Opsi A dan D mengorbankan kepatuhan; B tidak memperbaiki koordinasi; E menimbulkan kekacauan standar.

Soal 17

Pada jaringan distribusi listrik di suatu kabupaten, terjadi gangguan berulang pada saat beban puncak malam hari. Data SCADA menunjukkan bahwa tegangan jatuh signifikan pada dua feeder utama, sementara inspeksi visual tidak menemukan kerusakan peralatan besar. Analisis lebih lanjut menunjukkan banyak sambungan pelanggan baru yang masuk tanpa perhitungan beban transformator dan conductor rating. Pemerintah daerah meminta solusi cepat agar keluhan masyarakat menurun. Rekomendasi jangka pendek–menengah yang paling tepat adalah:

A. Memutus sambungan pelanggan baru hingga beban normal kembali, tanpa memberikan alternatif.
B. Membangun gardu baru secara darurat meskipun belum ada studi kelayakan.
C. Melakukan load balancing antar feeder, penataan ulang jaringan, verifikasi beban transformator, dan menertibkan sambungan ilegal atau tidak terdata, sambil menyusun rencana upgrade kapasitas jangka menengah.
D. Meningkatkan tegangan suplai di gardu induk agar penurunan tegangan tidak terasa.
E. Mengalihkan keluhan masyarakat kepada operator jaringan melalui kampanye informasi publik.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Load balancing, penertiban sambungan tidak terdata, dan verifikasi beban adalah solusi teknis yang tepat tanpa investasi besar. Rencana upgrade menyusul berdasarkan data. Opsi A merugikan masyarakat; B tidak sesuai prosedur; D berbahaya secara teknis; E tidak menyelesaikan masalah inti.

Soal 18

Sebuah perusahaan nikel menggunakan kolam tailing yang mulai mendekati kapasitas maksimum. Hasil inspeksi menunjukkan beberapa area penahan mengalami penurunan stabilitas dan ada risiko limpasan ketika hujan ekstrem. Perusahaan berencana menambah kapasitas sistem dengan menaikkan tanggul tanpa menambah sistem pemantauan. Anda harus menilai apakah rencana ini layak berdasarkan prinsip konservasi dan keselamatan. Tindakan paling tepat adalah:

A. Menyetujui rencana perusahaan karena peningkatan kapasitas adalah prioritas.
B. Meminta perusahaan menutup sementara kegiatan produksi hingga kapasitas kolam cukup kembali.
C. Mewajibkan perusahaan melakukan kajian geoteknik lengkap, menambah sistem monitoring real-time (mis. piezometer), memperbaiki area penahan, dan menyusun rencana kontingensi sebelum penambahan tanggul dipertimbangkan.
D. Membolehkan penambahan tanggul tetapi hanya setengah dari rencana perusahaan.
E. Mengabaikan masalah karena belum terjadi insiden nyata.

Jawaban benar: C.

Pembahasan:
Penambahan kapasitas tanpa memperbaiki stabilitas adalah risiko besar. Kajian geoteknik, monitoring, perbaikan struktur, dan rencana kontingensi adalah syarat wajib. Opsi A dan E mengabaikan keselamatan; B terlalu drastis tanpa kajian; D tidak menyelesaikan akar masalah.

Soal 19

Layanan penerbitan surat rekomendasi teknis di unit Anda sering dikeluhkan karena tidak jelas tahapannya. Sebagian dokumen diproses cepat, sebagian sangat lambat, tanpa ada alasan transparan. Setelah audit internal, ditemukan bahwa ketiadaan dashboard layanan dan SOP berjenjang membuat proses bergantung pada preferensi tiap pejabat pemroses. Anda diminta menyusun perbaikan yang paling sesuai prinsip transparansi dan keadilan. Rekomendasi yang paling tepat adalah:

A. Memberi kewenangan penuh kepada satu pejabat agar proses lebih cepat.
B. Membuat SOP terperinci, menetapkan standar durasi tiap tahapan, membuat dashboard layanan yang dapat dilihat publik/internal, dan menerapkan pelacakan dokumen berbasis waktu.
C. Mengurangi jumlah tahapan menjadi hanya dua tahapan untuk menghindari kelambatan.
D. Memberi prioritas pada pemohon yang memiliki urgensi ekonomi walau tidak sesuai antrean.
E. Meminta seluruh pegawai mempercepat pekerjaan tanpa mengubah sistem.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
SOP yang jelas, standar waktu, dashboard layanan, dan pelacakan dokumen adalah elemen kunci good governance. Opsi C dan E reaktif tanpa reformasi sistem; A dan D riskan menciptakan bias dan ketidakadilan.

Soal 20

Anda menangani evaluasi proyek energi biomassa yang sedang memasuki fase persetujuan akhir. Seorang anggota DPRD daerah menghubungi Anda secara pribadi, menyatakan proyek tersebut penting bagi “stabilitas politik” dan meminta Anda mempercepat proses tanpa memperhatikan temuan teknis yang belum diperbaiki. Ia menambahkan bahwa keterlambatan akan “menghambat hubungan baik dengan pejabat daerah.” Anda mengetahui bahwa temuan teknis ini berpotensi membahayakan keselamatan operasi. Sikap paling tepat adalah:

A. Mempercepat proses untuk menjaga hubungan baik dengan pejabat daerah.
B. Mengabaikan tekanan tersebut, tetap menilai sesuai standar teknis, dan melaporkan intervensi politik melalui mekanisme internal yang berlaku.
C. Mengundurkan diri dari proses evaluasi agar tidak terlibat konflik.
D. Menunda proses tanpa memberikan alasan, sampai tekanan politik mereda.
E. Mengalihkan kasus ke pegawai lain agar Anda tidak terkena risiko politik.

Jawaban benar: B.

Pembahasan:
Etika ASN mengharuskan keputusan berdasarkan data dan regulasi, bukan tekanan politik. Opsi B menjaga profesionalisme, akuntabilitas, serta proses pelaporan intervensi. A dan D melanggar integritas; C dan E menghindar dari tanggung jawab dan tidak menyelesaikan masalah.

🔍 Siap Lolos Ujikom dengan Nilai Maksimal?

Jangan biarkan kesempatan karier Anda ditentukan oleh persiapan yang setengah matang. Kuasai materi, pahami pola soal, dan latih kemampuan Anda dengan Paket Soal Ujikom Kementerian ESDM yang telah dirancang khusus sesuai kebutuhan Jabatan Fungsional.

🔥 Mengapa Harus Paket Soal di Fungsional.id?
Karena Anda tidak hanya mendapatkan kumpulan soal—Anda mendapatkan panduan terstruktur, pembahasan mendalam, dan simulasi realistis yang mendekati ujian sebenarnya. Materinya lengkap, ringkas, dan dibuat agar Anda belajar lebih cepat tanpa kehilangan esensi.

👉 Jangan tunda lagi!
Tingkatkan peluang kelulusan Anda dengan paket soal premium kami.
Klik sekarang di fungsional.id dan mulai perjalanan Anda menuju hasil Ujikom yang membanggakan!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?