Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Muda ke Ahli Madya menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan pejabat fungsional dalam melaksanakan tugas penyuluhan pada jenjang yang lebih tinggi. Kompetensi yang diuji umumnya berkaitan dengan perencanaan penyuluhan, pelaksanaan program, evaluasi, pengembangan kelembagaan, serta kemampuan analisis dalam mendukung pembangunan pertanian.
Artikel ini menyajikan 30+ Soal Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Muda ke Ahli Madya lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan sebagai bahan latihan untuk memperkuat pemahaman materi dan menghadapi soal berbasis kasus.
Mengenal Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Muda ke Ahli Madya
Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Muda ke Ahli Madya merupakan proses penilaian untuk mengukur kemampuan pejabat fungsional Penyuluh Pertanian sebelum naik ke jenjang keahlian yang lebih tinggi. Pada jenjang Ahli Madya, penyuluh dituntut tidak hanya mampu melaksanakan kegiatan penyuluhan, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, perencanaan, pengembangan metode, evaluasi, serta pembinaan kelembagaan pertanian.
Kompetensi yang Perlu Dikuasai
Beberapa kemampuan yang penting dipersiapkan antara lain:
- Menyusun perencanaan dan programa penyuluhan pertanian.
- Menganalisis potensi wilayah dan kebutuhan pelaku utama.
- Mengembangkan metode dan media penyuluhan.
- Melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan penyuluhan.
- Mengembangkan kelembagaan petani dan kelompok tani.
- Mendorong penerapan inovasi dan teknologi pertanian.
- Menyusun laporan serta rekomendasi hasil penyuluhan.
- Memecahkan permasalahan pertanian berdasarkan data dan kondisi lapangan.
Materi dan Kisi-Kisi Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Muda ke Ahli Madya
Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian mengukur kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai jenjang jabatan. Dalam regulasi terbaru, jenjang kategori keahlian tetap mencakup Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama. Materi yang perlu dipersiapkan antara lain:
1. Perencanaan Penyuluhan Pertanian
- Identifikasi potensi wilayah.
- Identifikasi masalah dan kebutuhan petani.
- Penetapan tujuan penyuluhan.
- Penyusunan programa penyuluhan.
- Penentuan prioritas kegiatan.
2. Pelaksanaan Penyuluhan
- Pemilihan metode dan teknik penyuluhan.
- Penyusunan materi penyuluhan.
- Penggunaan media penyuluhan.
- Pendampingan pelaku utama dan pelaku usaha.
- Penerapan komunikasi penyuluhan yang efektif.
3. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
- Penyusunan indikator keberhasilan.
- Monitoring pelaksanaan program.
- Evaluasi proses dan hasil penyuluhan.
- Analisis perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
- Penyusunan rekomendasi tindak lanjut.
4. Pengembangan Metode Penyuluhan
Penyuluh Pertanian memiliki tugas melaksanakan kegiatan penyuluhan, evaluasi, dan pengembangan metode penyuluhan pertanian.
Materinya dapat mencakup:
- Inovasi metode penyuluhan.
- Pengembangan model pendampingan.
- Pemanfaatan teknologi digital.
- Pengembangan media informasi pertanian.
- Penyesuaian metode berdasarkan karakteristik sasaran.
5. Kelembagaan Petani
- Pembinaan kelompok tani dan Gapoktan.
- Penguatan kapasitas kelembagaan.
- Pengembangan jejaring dan kemitraan.
- Peningkatan kemandirian kelompok.
- Penyelesaian permasalahan organisasi petani.
6. Analisis Usaha dan Agribisnis
- Analisis usaha tani.
- Efisiensi biaya produksi.
- Pemasaran hasil pertanian.
- Rantai nilai dan kemitraan usaha.
- Pengembangan agribisnis berbasis potensi wilayah.
7. Adopsi Inovasi dan Teknologi Pertanian
- Proses adopsi inovasi.
- Identifikasi hambatan penerapan teknologi.
- Demonstrasi teknologi.
- Pendampingan penerapan inovasi.
- Strategi percepatan adopsi teknologi.
8. Kompetensi Manajerial
Materi dapat meliputi:
- Integritas.
- Kerja sama.
- Komunikasi.
- Orientasi hasil.
- Pelayanan publik.
- Pengembangan diri dan orang lain.
- Pengambilan keputusan.
- Pengelolaan perubahan.
9. Kompetensi Sosial Kultural
Peserta juga perlu memahami:
- Kepekaan terhadap keberagaman masyarakat.
- Komunikasi dengan kelompok sasaran yang berbeda.
- Penyelesaian konflik.
- Pembangunan hubungan kerja.
- Pelayanan tanpa diskriminasi.
Standar kompetensi Penyuluh Pertanian mencakup unsur teknis, manajerial, dan sosial kultural, sehingga soal tidak hanya menguji pengetahuan teknis pertanian.
Contoh Soal Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Muda ke Ahli Madya dan Pembahasan
Soal berikut difokuskan pada perencanaan penyuluhan, evaluasi program, pengembangan metode, kelembagaan petani, agribisnis, adopsi inovasi, kompetensi manajerial, serta sosial kultural. Bentuk soal dibuat berbasis kasus agar sesuai dengan tuntutan kompetensi jenjang Ahli Madya.
Soal 1
Hasil identifikasi wilayah menunjukkan produktivitas padi rendah, penggunaan pupuk tidak berimbang, dan sebagian besar petani belum memahami pemupukan berdasarkan kondisi tanah. Langkah penyuluhan paling tepat adalah ….
A. Menambah frekuensi rapat kelompok tani
B. Menyusun program demonstrasi pemupukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan
C. Membagikan pupuk kepada seluruh petani
D. Mengubah komoditas utama wilayah
E. Mengurangi jumlah kegiatan penyuluhan
Jawaban: B
Pembahasan:
Programa penyuluhan harus disusun berdasarkan masalah dan kebutuhan nyata. Demonstrasi pemupukan lebih tepat karena langsung menjawab kesenjangan kompetensi petani.
Soal 2
Programa penyuluhan telah berjalan selama enam bulan, tetapi tingkat adopsi teknologi hanya 25%. Evaluasi menunjukkan petani menganggap teknologi terlalu mahal. Tindakan terbaik adalah ….
A. Menghentikan program
B. Menambah jumlah materi teori
C. Mengembangkan alternatif teknologi yang lebih sesuai kemampuan ekonomi petani
D. Mengganti seluruh penyuluh
E. Mewajibkan petani menggunakan teknologi tersebut
Jawaban: C
Pembahasan:
Hambatan ekonomi merupakan faktor penting dalam adopsi inovasi. Metode dan teknologi perlu disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi sasaran.
Soal 3
Dua kelompok tani memiliki masalah yang berbeda. Kelompok pertama membutuhkan peningkatan keterampilan budidaya, sedangkan kelompok kedua menghadapi kesulitan pemasaran. Pendekatan terbaik adalah ….
A. Memberikan materi yang sama kepada kedua kelompok
B. Menyusun kegiatan penyuluhan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok
C. Memprioritaskan kelompok dengan anggota terbanyak
D. Menggabungkan seluruh kegiatan tanpa analisis
E. Menggunakan satu metode penyuluhan untuk seluruh wilayah
Jawaban: B
Pembahasan:
Penyuluhan harus berbasis kebutuhan sasaran. Perbedaan masalah memerlukan materi, metode, dan strategi pendampingan yang berbeda.
Soal 4
Capaian sebuah program meningkat dari 60% menjadi 78%, tetapi target yang ditetapkan 85%. Kesimpulan paling tepat adalah ….
A. Program gagal total
B. Program sudah mencapai target
C. Program menunjukkan kemajuan, tetapi masih membutuhkan tindak lanjut
D. Target harus langsung diturunkan
E. Program harus dihentikan
Jawaban: C
Pembahasan:
Kinerja mengalami perbaikan, tetapi target belum tercapai. Evaluasi harus mengidentifikasi penyebab kesenjangan dan tindak lanjut yang diperlukan.
Soal 5
Kelompok tani memiliki banyak anggota, tetapi hanya pengurus yang aktif dalam pengambilan keputusan. Upaya penguatan kelembagaan paling tepat adalah ….
A. Menyerahkan seluruh keputusan kepada ketua
B. Mendorong partisipasi anggota melalui pembagian peran dan musyawarah
C. Mengurangi jumlah anggota
D. Membentuk kelompok baru
E. Menghentikan kegiatan kelompok
Jawaban: B
Pembahasan:
Kelembagaan yang sehat membutuhkan partisipasi anggota, pembagian peran, dan mekanisme pengambilan keputusan yang transparan.
Soal 6
Petani menolak varietas baru meskipun hasil demonstrasi menunjukkan produktivitas lebih tinggi. Faktor utama yang perlu dianalisis penyuluh adalah ….
A. Warna kemasan benih
B. Persepsi risiko, pengalaman petani, dan kesesuaian inovasi
C. Jumlah penyuluh di kecamatan
D. Usia kendaraan operasional
E. Lokasi kantor penyuluhan
Jawaban: B
Pembahasan:
Adopsi inovasi tidak hanya ditentukan oleh keunggulan teknis, tetapi juga persepsi manfaat, risiko, kemudahan, dan kesesuaian dengan kondisi petani.
Soal 7
Hasil evaluasi menunjukkan metode ceramah kurang efektif untuk petani yang membutuhkan keterampilan praktik. Metode yang paling sesuai adalah ….
A. Surat edaran
B. Demonstrasi cara
C. Poster saja
D. Rapat administratif
E. Pengumuman tertulis
Jawaban: B
Pembahasan:
Demonstrasi cara cocok untuk meningkatkan keterampilan karena peserta dapat melihat dan mempraktikkan langsung suatu teknologi.
Soal 8
Harga produk pertanian turun karena seluruh petani menjual hasil panen pada waktu bersamaan. Rekomendasi paling strategis adalah ….
A. Mengurangi kualitas produk
B. Mengembangkan pengaturan waktu produksi, pascapanen, dan akses pasar
C. Menghentikan produksi
D. Menjual seluruh produk kepada satu pembeli
E. Menambah biaya produksi
Jawaban: B
Pembahasan:
Permasalahan pemasaran perlu ditangani melalui pengaturan produksi, penanganan pascapanen, diversifikasi pasar, dan penguatan posisi tawar.
Soal 9
Sebuah kelompok tani memiliki modal terbatas tetapi berencana membeli alat mahal yang hanya digunakan dua kali dalam setahun. Saran paling efisien adalah ….
A. Tetap membeli secara individu
B. Mengembangkan kepemilikan atau pemanfaatan alat secara bersama
C. Menggunakan seluruh kas kelompok
D. Mengajukan pinjaman tanpa analisis
E. Menghentikan kegiatan budidaya
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemanfaatan alat bersama dapat meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat fungsi ekonomi kelembagaan petani.
Soal 10
Penyuluh menemukan bahwa laporan keberhasilan program tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menyesuaikan data agar terlihat baik
B. Membiarkan karena laporan sudah dikirim
C. Melakukan verifikasi dan memperbaiki laporan berdasarkan data faktual
D. Menghapus seluruh laporan
E. Mengikuti angka tahun sebelumnya
Jawaban: C
Pembahasan:
Integritas merupakan bagian penting dalam kompetensi jabatan. Data harus mencerminkan kondisi nyata agar dapat digunakan sebagai dasar keputusan.
Soal 11
Suatu inovasi memiliki produktivitas tinggi tetapi membutuhkan investasi besar. Sebagian besar petani memiliki modal terbatas. Strategi terbaik adalah ….
A. Memaksakan penggunaan teknologi
B. Mengembangkan penerapan bertahap atau alternatif yang lebih terjangkau
C. Menghentikan seluruh inovasi
D. Mengabaikan kemampuan ekonomi petani
E. Mengganti kelompok sasaran
Jawaban: B
Pembahasan:
Kesesuaian ekonomi menjadi salah satu faktor penting keberhasilan adopsi inovasi.
Soal 12
Kelompok tani sering mengalami konflik karena pembagian hasil usaha bersama dianggap tidak transparan. Penyuluh sebaiknya ….
A. Membubarkan kelompok
B. Membantu menyusun aturan, pencatatan, dan mekanisme pertanggungjawaban yang transparan
C. Menyerahkan semuanya kepada ketua
D. Menghindari konflik
E. Mengurangi jumlah anggota
Jawaban: B
Pembahasan:
Penguatan tata kelola dan transparansi dapat memperbaiki kepercayaan serta keberlanjutan kelembagaan.
Soal 13
Salah satu indikator program adalah peningkatan keterampilan petani. Metode evaluasi paling tepat adalah ….
A. Menghitung jumlah undangan
B. Membandingkan kemampuan praktik sebelum dan sesudah penyuluhan
C. Menghitung jumlah kursi
D. Mengukur luas ruang pertemuan
E. Menghitung jumlah penyuluh
Jawaban: B
Pembahasan:
Indikator keterampilan sebaiknya diukur melalui perubahan kemampuan praktik, bukan hanya jumlah peserta.
Soal 14
Petani di wilayah binaan memiliki tingkat pendidikan dan pengalaman yang sangat beragam. Strategi komunikasi yang paling tepat adalah ….
A. Menggunakan istilah teknis sebanyak mungkin
B. Menyesuaikan bahasa dan media dengan karakteristik sasaran
C. Memberikan materi yang sama tanpa penyesuaian
D. Mengurangi kesempatan bertanya
E. Mengutamakan komunikasi satu arah
Jawaban: B
Pembahasan:
Komunikasi penyuluhan harus mudah dipahami dan sesuai dengan karakteristik sasaran.
Soal 15
Kelompok tani ingin meningkatkan pendapatan. Data menunjukkan produktivitas sudah tinggi tetapi biaya produksi terlalu besar. Fokus pendampingan sebaiknya ….
A. Menambah penggunaan input
B. Melakukan analisis efisiensi biaya usaha tani
C. Meningkatkan jumlah tenaga kerja
D. Menambah luas tanam tanpa perhitungan
E. Mengabaikan struktur biaya
Jawaban: B
Pembahasan:
Pendapatan tidak hanya dipengaruhi produksi, tetapi juga biaya. Analisis usaha tani diperlukan untuk menemukan komponen biaya yang tidak efisien.
Soal 16
Dalam menyusun programa, penyuluh menemukan lima masalah sekaligus. Penentuan prioritas sebaiknya didasarkan pada ….
A. Masalah yang paling mudah ditulis
B. Tingkat urgensi, dampak, jumlah sasaran, dan kemampuan penanganan
C. Pendapat satu orang
D. Masalah dengan anggaran terbesar
E. Urutan ditemukan
Jawaban: B
Pembahasan:
Prioritas perlu ditentukan secara objektif berdasarkan urgensi, dampak, luas sasaran, dan kelayakan penanganannya.
Soal 17
Kelompok tani telah menerima banyak pelatihan tetapi perubahan praktik masih rendah. Langkah evaluasi yang paling tepat adalah ….
A. Menambah jumlah pelatihan tanpa evaluasi
B. Menelusuri hambatan penerapan setelah pelatihan
C. Mengurangi materi teknis
D. Membubarkan kelompok
E. Mengganti seluruh peserta
Jawaban: B
Pembahasan:
Rendahnya perubahan praktik menunjukkan kemungkinan terdapat hambatan lain seperti biaya, sarana, persepsi risiko, atau dukungan lingkungan.
Soal 18
Dua desa memiliki potensi komoditas berbeda. Desa A cocok hortikultura, sementara Desa B memiliki potensi peternakan. Programa yang baik seharusnya ….
A. Menyamakan komoditas utama
B. Disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah
C. Memprioritaskan satu desa
D. Mengikuti tren nasional semata
E. Tidak mempertimbangkan kondisi lokal
Jawaban: B
Pembahasan:
Penyuluhan berbasis potensi wilayah akan lebih relevan dan memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi.
Soal 19
Petani mengeluhkan hasil panen sulit masuk pasar modern karena mutu tidak seragam. Pendampingan yang paling tepat adalah ….
A. Menambah produksi sebanyak mungkin
B. Memperkuat standardisasi mutu, sortasi, grading, dan pemasaran
C. Mengurangi komunikasi dengan pembeli
D. Menjual tanpa klasifikasi
E. Menghentikan produksi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pasar modern membutuhkan mutu yang konsisten. Standardisasi dan penanganan pascapanen menjadi bagian penting penguatan agribisnis.
Soal 20
Penyuluh ingin mengetahui efektivitas media digital yang digunakan dalam penyuluhan. Indikator terbaik adalah ….
A. Jumlah perangkat yang dimiliki penyuluh
B. Tingkat akses, pemahaman, dan penerapan informasi oleh petani
C. Harga telepon seluler
D. Jumlah akun media sosial
E. Panjang materi yang dikirim
Jawaban: B
Pembahasan:
Efektivitas media tidak hanya dilihat dari penyebarannya, tetapi dari kemampuan media tersebut meningkatkan pemahaman dan tindakan sasaran.
Soal 21
Anggota kelompok tani memiliki perbedaan pendapat mengenai penggunaan dana kelompok. Sebagai fasilitator, penyuluh sebaiknya ….
A. Memihak kelompok mayoritas
B. Memfasilitasi musyawarah berdasarkan aturan kelompok dan data yang tersedia
C. Menentukan keputusan sendiri
D. Menghindari pertemuan
E. Menyerahkan semuanya kepada ketua
Jawaban: B
Pembahasan:
Penyuluh berperan sebagai fasilitator yang membantu kelompok menyelesaikan masalah secara partisipatif.
Soal 22
Suatu wilayah mengalami perubahan pola musim yang menyebabkan jadwal tanam lama tidak lagi efektif. Respons penyuluh paling tepat adalah ….
A. Mempertahankan kalender tanam lama
B. Mendorong penyesuaian strategi budidaya berdasarkan data iklim dan kondisi lokal
C. Menghentikan seluruh penanaman
D. Mengabaikan perubahan cuaca
E. Meminta petani mengikuti kebiasaan lama
Jawaban: B
Pembahasan:
Penyuluhan harus adaptif terhadap perubahan lingkungan dan menggunakan informasi aktual sebagai dasar rekomendasi.
Soal 23
Penyuluh harus membina beberapa kelompok dengan jumlah sumber daya terbatas. Pendekatan manajerial terbaik adalah ….
A. Melayani kelompok yang paling dekat saja
B. Menetapkan prioritas berdasarkan kebutuhan, urgensi, dan dampak
C. Membagi waktu secara sama tanpa melihat masalah
D. Menunda semua kegiatan
E. Memilih kelompok terbesar saja
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengelolaan sumber daya membutuhkan prioritas yang objektif agar intervensi memberikan dampak terbesar.
Soal 24
Program penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan petani, tetapi produktivitas tidak berubah. Evaluasi lanjutan perlu difokuskan pada ….
A. Jumlah materi yang dicetak
B. Faktor yang menghambat penerapan pengetahuan menjadi praktik
C. Warna media penyuluhan
D. Jumlah peserta rapat
E. Jadwal kegiatan sebelumnya
Jawaban: B
Pembahasan:
Peningkatan pengetahuan belum tentu menghasilkan perubahan perilaku. Penyuluh perlu menganalisis hambatan penerapan di lapangan.
Soal 25
Petani enggan bergabung dalam kemitraan karena pengalaman buruk dengan mitra sebelumnya. Pendekatan terbaik adalah ….
A. Memaksa petani mengikuti kemitraan
B. Memfasilitasi evaluasi risiko, transparansi kontrak, dan pilihan mitra yang lebih kredibel
C. Mengabaikan pengalaman petani
D. Menyerahkan keputusan kepada perusahaan
E. Menghapus program kemitraan
Jawaban: B
Pembahasan:
Kemitraan perlu dibangun berdasarkan kepercayaan, transparansi, keadilan, dan pemahaman terhadap hak serta kewajiban para pihak.
Soal 26
Kelompok tani ingin mengembangkan usaha pengolahan hasil, tetapi belum memahami pasar. Tahapan awal paling tepat adalah ….
A. Membeli mesin produksi
B. Melakukan analisis pasar dan kelayakan usaha
C. Memproduksi sebanyak mungkin
D. Meminjam modal besar
E. Menambah anggota kelompok
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengembangan usaha harus diawali dengan analisis kebutuhan pasar, biaya, potensi keuntungan, dan risiko.
Soal 27
Sebuah demonstrasi teknologi menunjukkan hasil baik pada lahan percontohan, tetapi hasil tersebut belum tentu sama di seluruh wilayah. Penyuluh seharusnya ….
A. Menyatakan teknologi pasti berhasil
B. Mendorong uji adaptasi pada kondisi lahan yang berbeda
C. Menolak teknologi tersebut
D. Mengabaikan perbedaan wilayah
E. Menggunakan hasil demonstrasi sebagai satu-satunya bukti
Jawaban: B
Pembahasan:
Teknologi perlu diuji kesesuaiannya terhadap kondisi agroekosistem dan sumber daya yang berbeda.
Soal 28
Penyuluh memperoleh data bahwa sebagian petani tidak mengikuti kegiatan karena waktu pelaksanaan bertepatan dengan jam kerja di lahan. Perbaikan terbaik adalah ….
A. Mempertahankan jadwal
B. Menyesuaikan waktu kegiatan berdasarkan kesepakatan sasaran
C. Mengurangi jumlah peserta
D. Menghapus kelompok yang tidak hadir
E. Mengubah seluruh materi
Jawaban: B
Pembahasan:
Partisipasi dapat meningkat jika kegiatan disesuaikan dengan kondisi sosial dan aktivitas petani.
Soal 29
Pimpinan meminta rekomendasi peningkatan kinerja penyuluhan di suatu kecamatan. Data menunjukkan masalah utama adalah materi yang tidak sesuai kebutuhan petani. Rekomendasi terbaik adalah ….
A. Menambah jumlah laporan
B. Memperkuat analisis kebutuhan sebelum penyusunan programa
C. Menambah kegiatan seremonial
D. Mengurangi komunikasi dengan kelompok
E. Menggunakan materi tahun sebelumnya
Jawaban: B
Pembahasan:
Materi penyuluhan harus berangkat dari kebutuhan dan masalah aktual agar kegiatan benar-benar relevan.
Soal 30
Penyuluh Ahli Madya diminta merancang strategi untuk wilayah dengan produktivitas rendah, kelembagaan lemah, dan akses pasar terbatas. Pendekatan paling tepat adalah ….
A. Fokus hanya pada peningkatan produksi
B. Menyusun intervensi terpadu mencakup aspek teknis, kelembagaan, usaha, dan pemasaran
C. Mengutamakan bantuan sarana
D. Membentuk kelompok baru tanpa analisis
E. Menyerahkan seluruh masalah kepada dinas
Jawaban: B
Pembahasan:
Permasalahan kompleks membutuhkan pendekatan terpadu. Penyuluh Ahli Madya diharapkan mampu menganalisis hubungan antarpermasalahan dan merancang strategi penyelesaian yang komprehensif.
Siapkan Diri untuk Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian

Perbanyak latihan soal perencanaan, evaluasi, kelembagaan, agribisnis, dan penyuluhan pertanian. Di fungsional.id, tersedia latihan soal lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.

