Persiapan menghadapi UKNPDPD membutuhkan pemahaman klinis yang menyeluruh karena soal dapat menguji kemampuan peserta dalam menganalisis gejala, menentukan diagnosis, memilih pemeriksaan penunjang, hingga menetapkan tata laksana yang tepat. Artikel Soal UKNPDPD (Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter) + Materi Lengkap disusun untuk membantu Anda memahami cakupan materi sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang menuntut clinical reasoning, ketelitian, dan pengambilan keputusan medis.
Mengenal UKNPDPD yang Sebelumnya Dikenal sebagai UKMPPD
UKNPDPD (Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter) merupakan nama yang saat ini digunakan untuk uji kompetensi nasional bagi peserta didik program profesi dokter. Sebelumnya, ujian ini lebih dikenal dengan istilah UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter).
Perubahan nomenklatur tersebut tidak mengubah tujuan utama ujian, yaitu menilai kesiapan peserta dalam mencapai standar kompetensi dokter sebelum memasuki praktik profesional. Peserta tetap perlu menunjukkan kemampuan pada aspek pengetahuan kedokteran, clinical reasoning, keterampilan klinis, komunikasi, profesionalisme, serta keselamatan pasien.
Dalam pelaksanaan terbaru, UKNPDPD terdiri atas MCQs-CBT untuk menguji pengetahuan dan pengambilan keputusan klinis berbasis kasus, serta OSCE untuk menilai keterampilan klinis secara terstruktur. Pada periode Februari 2026, kedua komponen tersebut masih digunakan dalam penetapan hasil UKNPDPD nasional.
Karena itu, peserta yang sebelumnya lebih familiar dengan istilah UKMPPD dapat memandang UKNPDPD sebagai kelanjutan dari sistem uji kompetensi nasional profesi dokter dengan penamaan yang diperbarui. Persiapan tetap perlu difokuskan pada analisis kasus, diagnosis, pemeriksaan penunjang, tata laksana, kegawatdaruratan, komunikasi klinis, dan keterampilan OSCE.
Materi UKNPDPD yang Perlu Dikuasai
Materi UKNPDPD mencakup berbagai bidang klinis yang dipelajari selama pendidikan profesi dokter. Peserta perlu menguasai teori sekaligus mampu menerapkannya dalam bentuk kasus, karena soal CBT umumnya menuntut analisis gejala, diagnosis, pemeriksaan penunjang, dan tata laksana.
Materi utama yang perlu dipersiapkan meliputi:
- Penyakit Dalam
Kardiovaskular, respirasi, endokrin, ginjal, gastrointestinal, hematologi, infeksi, dan penyakit metabolik. - Ilmu Bedah
Trauma, abdomen akut, luka, infeksi bedah, kegawatdaruratan, perioperatif, dan prinsip penanganan pasien bedah. - Ilmu Kesehatan Anak
Tumbuh kembang, nutrisi, infeksi, gangguan respirasi, diare, dehidrasi, kejang, neonatal, dan kondisi kegawatan anak. - Obstetri dan Ginekologi
Kehamilan, persalinan, nifas, preeklamsia, perdarahan, kontrasepsi, gangguan menstruasi, dan kegawatdaruratan obstetri. - Neurologi
Stroke, epilepsi, meningitis, neuropati, gangguan kesadaran, nyeri kepala, dan kegawatdaruratan neurologis. - Psikiatri
Depresi, psikosis, gangguan cemas, risiko bunuh diri, gangguan penggunaan zat, dan komunikasi terapeutik. - Kulit dan Kelamin
Infeksi kulit, dermatitis, penyakit autoimun, infeksi menular seksual, dan kelainan kulit yang membutuhkan rujukan. - Mata
Mata merah, glaukoma, trauma, gangguan refraksi, katarak, serta kondisi yang mengancam penglihatan. - THT-KL
Otitis, sinusitis, tonsilitis, vertigo, epistaksis, gangguan pendengaran, dan kegawatdaruratan jalan napas atas. - Kedokteran Komunitas
Promosi kesehatan, pencegahan penyakit, epidemiologi dasar, kesehatan keluarga, dan pelayanan primer. - Kegawatdaruratan
ABCDE, syok, henti jantung, gagal napas, trauma, sepsis, dan kondisi yang memerlukan stabilisasi segera. - Farmakologi Klinis
Pemilihan obat, dosis, efek samping, kontraindikasi, interaksi obat, serta penggunaan obat yang rasional. - Etik dan Medikolegal
Informed consent, kerahasiaan, penolakan tindakan, komunikasi risiko, profesionalisme, dan keselamatan pasien. - Interpretasi Pemeriksaan Penunjang
Darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal-hati, ECG, radiologi dasar, urinalisis, dan pemeriksaan klinis lain.
Selain CBT, peserta juga perlu mempersiapkan OSCE, terutama pada kemampuan anamnesis, pemeriksaan fisik, prosedur klinis, komunikasi, edukasi pasien, interpretasi hasil pemeriksaan, dan pengambilan keputusan klinis. Untuk latihan, fokus utama sebaiknya diarahkan pada pola soal seperti diagnosis paling mungkin, pemeriksaan berikutnya, terapi awal, tindakan pertama, diagnosis banding, komplikasi, serta kapan pasien perlu dirujuk atau distabilisasi lebih dahulu.
Kisi-Kisi Terbaru UKNPDPD
Kisi-kisi UKNPDPD perlu dipersiapkan dalam dua kelompok besar, yaitu MCQs-CBT untuk menguji pengetahuan dan clinical reasoning, serta OSCE untuk menilai keterampilan klinis, komunikasi, dan profesionalisme. Struktur kompetensinya tetap mengacu pada area kompetensi dokter Indonesia, meliputi profesionalisme, komunikasi, pengelolaan informasi, landasan ilmiah kedokteran, keterampilan klinis, dan pengelolaan masalah kesehatan.
| Bidang | Fokus Materi |
| Penyakit Dalam | ACS, gagal jantung, hipertensi, pneumonia, PPOK, asma, DM, DKA, gangguan ginjal, elektrolit, gastrointestinal, hematologi, infeksi. |
| Bedah | Trauma, abdomen akut, luka, fraktur, infeksi bedah, perioperatif, syok, kegawatdaruratan bedah. |
| Anak | Tumbuh kembang, nutrisi, diare, dehidrasi, kejang, infeksi, gangguan napas, neonatal, kegawatan anak. |
| Obstetri-Ginekologi | ANC, persalinan, preeklamsia-eklamsia, perdarahan, nifas, KB, kehamilan ektopik, kegawatdaruratan obstetri. |
| Neurologi | Stroke, epilepsi, meningitis, neuropati, vertigo, nyeri kepala, penurunan kesadaran. |
| Psikiatri | Depresi, psikosis, gangguan cemas, risiko bunuh diri, penggunaan zat, gangguan perilaku. |
| Kulit-Kelamin | Dermatitis, infeksi kulit, IMS, penyakit autoimun, reaksi obat, kegawatan dermatologi. |
| Mata | Mata merah, glaukoma, trauma, katarak, infeksi, penurunan visus akut. |
| THT-KL | Otitis, sinusitis, tonsilitis, epistaksis, vertigo, gangguan dengar, airway atas. |
| Komunitas | Promosi kesehatan, epidemiologi dasar, pencegahan penyakit, kesehatan keluarga, skrining. |
| Farmakologi | Pemilihan obat, dosis, kontraindikasi, efek samping, interaksi, penggunaan rasional. |
| Etik-Medikolegal | Informed consent, kerahasiaan, penolakan tindakan, profesionalisme, keselamatan pasien. |
Contoh Soal UKNPDPD Terbaru dan Pembahasan Lengkap
Soal UKNPDPD tidak hanya menanyakan diagnosis, tetapi sering membutuhkan peserta menentukan masalah paling mendesak, tindakan pertama, pemeriksaan lanjutan, terapi awal, komplikasi, hingga kebutuhan rujukan. Karena itu, setiap kasus perlu dianalisis dengan memperhatikan stabilitas pasien dan red flags sebelum memilih jawaban.
Soal 1 — Kegawatdaruratan Respirasi
Laki-laki 28 tahun dibawa ke IGD setelah kecelakaan sepeda motor. Pasien sesak berat, tekanan darah 85/60 mmHg, nadi 132 kali/menit, RR 34 kali/menit. Hemitoraks kanan tertinggal saat bernapas, suara napas kanan tidak terdengar, dan vena leher tampak distensi.
Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah ….
A. Melakukan dekompresi segera pada hemitoraks yang terkena
B. Melakukan foto toraks terlebih dahulu
C. Memberikan antibiotik intravena
D. Melakukan CT scan toraks
E. Mengobservasi setelah pemberian oksigen
Jawaban: A
Pembahasan:
Temuan mengarah pada tension pneumothorax dengan gangguan hemodinamik. Kondisi ini merupakan diagnosis klinis dan memerlukan dekompresi segera. Pemeriksaan radiologi tidak boleh menunda tindakan pada pasien yang tidak stabil.
Soal 2 — Kardiovaskular
Laki-laki 59 tahun datang dengan nyeri dada sejak 45 menit, menjalar ke lengan kiri, disertai keringat dingin. ECG menunjukkan elevasi segmen ST pada lead II, III, dan aVF. Tekanan darah 88/58 mmHg, vena jugularis meningkat, tetapi paru terdengar bersih.
Pertimbangan klinis yang paling tepat adalah ….
A. Edema paru kardiogenik
B. Infark ventrikel kanan yang menyertai infark inferior
C. Tamponade jantung akibat perikarditis
D. Diseksi aorta tipe A
E. Emboli paru masif
Jawaban: B
Pembahasan:
Infark inferior dengan hipotensi, peningkatan JVP, dan lapangan paru bersih sangat mengarah pada keterlibatan ventrikel kanan. Kondisi preload perlu diperhatikan karena terapi yang menurunkan preload secara berlebihan dapat memperburuk hipotensi.
Soal 3 — Neurologi
Perempuan 67 tahun tiba 90 menit setelah tiba-tiba mengalami kelemahan tubuh kanan dan afasia. Gula darah 122 mg/dL. CT kepala tanpa kontras tidak menunjukkan perdarahan. Tekanan darah dan kondisi klinis memungkinkan terapi reperfusi setelah evaluasi kontraindikasi.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memberikan aspirin dan memulangkan pasien
B. Menunggu CT ulang enam jam kemudian
C. Segera mengevaluasi kelayakan terapi reperfusi stroke iskemik akut
D. Memberikan antikoagulan dosis penuh kepada semua pasien
E. Menurunkan tekanan darah sampai normal sebelum penilaian lain
Jawaban: C
Pembahasan:
Pasien datang dalam fase akut dengan defisit neurologis fokal dan perdarahan telah disingkirkan. Prioritas berikutnya adalah menentukan kelayakan reperfusi secepat mungkin, bukan menunda sampai kerusakan neurologis menetap.
Soal 4 — Endokrin dan Elektrolit
Pasien diabetes datang dengan muntah, napas Kussmaul, glukosa 480 mg/dL, pH 7,15, dan keton positif. Kalium serum 2,8 mmol/L.
Setelah resusitasi cairan awal, tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Segera memberikan insulin intravena dosis tinggi
B. Memberikan bikarbonat pada semua pasien
C. Membatasi cairan untuk mencegah edema serebri
D. Mengoreksi kalium terlebih dahulu sebelum insulin dilanjutkan secara aman
E. Memberikan diuretik
Jawaban: D
Pembahasan:
Pada DKA dengan hipokalemia bermakna, insulin dapat semakin mendorong kalium masuk ke dalam sel sehingga meningkatkan risiko aritmia. Kalium perlu dikoreksi terlebih dahulu sebelum terapi insulin berjalan sebagaimana biasa.
Soal 5 — Gastroenterologi
Laki-laki dengan sirosis datang karena hematemesis masif. Tekanan darah 88/54 mmHg dan nadi 124 kali/menit. Setelah pemasangan akses intravena dan resusitasi awal, pasien dicurigai mengalami perdarahan varises esofagus.
Pendekatan berikutnya yang paling tepat adalah ….
A. Hanya memberikan proton pump inhibitor
B. Menunggu hemoglobin turun sebelum terapi
C. Memberikan makanan dingin untuk menghentikan perdarahan
D. Menunda endoskopi hingga beberapa hari
E. Memberikan terapi vasoaktif dan antibiotik serta mempersiapkan endoskopi setelah stabilisasi
Jawaban: E
Pembahasan:
Pada perdarahan varises, tata laksana mencakup stabilisasi sirkulasi, terapi vasoaktif, antibiotik profilaksis, dan kontrol perdarahan secara endoskopik. Terapi harus berjalan terkoordinasi, bukan menunggu anemia berat.
Soal 6 — Pediatri
Anak usia 18 bulan mengalami diare cair lebih dari 10 kali sehari. Anak sangat lemah, mata sangat cekung, nadi cepat lemah, ekstremitas dingin, dan pengisian kapiler memanjang.
Prioritas tata laksana adalah ….
A. Melakukan resusitasi cairan untuk dehidrasi berat dan gangguan perfusi
B. Memberikan antidiare
C. Memberikan antibiotik rutin kepada semua pasien
D. Menunggu pemeriksaan feses
E. Memberikan susu sebanyak mungkin
Jawaban: A
Pembahasan:
Temuan menunjukkan dehidrasi berat dengan hipoperfusi. Pemulihan sirkulasi lebih prioritas dibanding mencari etiologi diare atau pemberian terapi simptomatik.
Soal 7 — Obstetri
Ibu hamil 35 minggu datang dengan nyeri kepala hebat, pandangan kabur, nyeri epigastrium, dan tekanan darah 175/115 mmHg.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Menyarankan istirahat di rumah
B. Menangani sebagai preeklamsia berat, mencegah kejang, mengontrol tekanan darah, dan merencanakan terminasi sesuai kondisi
C. Memberikan analgesik kemudian kontrol seminggu lagi
D. Menunggu timbul proteinuria berat
E. Memberikan tokolitik
Jawaban: B
Pembahasan:
Hipertensi berat disertai gejala neurologis dan epigastrium menunjukkan kondisi dengan risiko maternal tinggi. Stabilitas ibu dan pencegahan eklamsia menjadi prioritas sebelum keputusan persalinan.
Soal 8 — Psikiatri
Laki-laki 31 tahun dengan depresi mengatakan, “Besok keluarga saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan saya.” Ia telah membagikan barang berharganya kepada kerabat dan diketahui menyimpan obat dalam jumlah banyak.
Tindakan pertama adalah ….
A. Memberikan antidepresan lalu memulangkan pasien
B. Menyarankan rekreasi
C. Melakukan asesmen risiko bunuh diri dan memastikan keselamatan pasien
D. Menghindari pertanyaan mengenai bunuh diri agar pasien tidak terpicu
E. Meminta keluarga menegur pasien
Jawaban: C
Pembahasan:
Pernyataan tersirat, persiapan tindakan, dan pembagian barang merupakan tanda risiko bunuh diri tinggi. Keselamatan pasien harus didahulukan sebelum terapi jangka panjang.
Soal 9 — Bedah
Laki-laki 23 tahun mengalami nyeri perut yang awalnya terasa di sekitar umbilikus kemudian berpindah ke kuadran kanan bawah. Pasien demam ringan, mual, dan nyeri tekan pada titik McBurney.
Diagnosis paling mungkin adalah ….
A. Kolesistitis akut
B. Pankreatitis akut
C. Divertikulitis
D. Apendisitis akut
E. Gastroenteritis akut
Jawaban: D
Pembahasan:
Migrasi nyeri dari periumbilikal ke kuadran kanan bawah disertai gejala inflamasi merupakan gambaran klasik apendisitis akut.
Soal 10 — Penyakit Infeksi
Pasien demam tinggi disertai hipotensi, takikardia, perubahan kesadaran, dan dugaan pneumonia sebagai sumber infeksi. Setelah penilaian awal, kondisi mengarah pada sepsis dengan hipoperfusi.
Tatalaksana awal paling tepat adalah ….
A. Menunggu hasil kultur sebelum terapi
B. Memberikan antipiretik saja
C. Membatasi cairan seluruh pasien sepsis
D. Menunggu pemeriksaan CT toraks
E. Melakukan resusitasi, mengambil kultur bila tidak menunda terapi, dan memberikan antibiotik segera
Jawaban: E
Pembahasan:
Sepsis membutuhkan penanganan cepat. Resusitasi, identifikasi sumber, pemeriksaan mikrobiologi, dan antibiotik tidak boleh tertunda secara tidak perlu.
Soal 11 — Mata
Perempuan 62 tahun datang dengan nyeri mata kanan hebat, mata merah, pandangan kabur, mual, dan melihat lingkaran cahaya. Pemeriksaan menunjukkan kornea keruh dan pupil mid-dilatasi.
Diagnosis paling mungkin adalah ….
A. Glaukoma sudut tertutup akut
B. Konjungtivitis bakterial
C. Katarak senilis
D. Abrasi kornea sederhana
E. Uveitis anterior kronik
Jawaban: A
Pembahasan:
Kombinasi nyeri hebat, penurunan visus, halo, mual, kornea keruh, dan pupil mid-dilatasi sangat khas untuk acute angle-closure glaucoma, suatu kegawatdaruratan oftalmologi.
Soal 12 — THT
Anak usia 4 tahun tersedak kacang. Setelah kejadian, anak batuk hebat dan kini terdengar wheezing unilateral kanan. Anak masih dapat bernapas spontan.
Diagnosis yang paling harus dicurigai adalah ….
A. Asma bronkial
B. Aspirasi benda asing saluran napas
C. Bronkiolitis
D. Pneumonia lobaris
E. Laringitis
Jawaban: B
Pembahasan:
Onset mendadak setelah tersedak disertai wheezing unilateral mengarah kuat pada aspirasi benda asing. Riwayat kejadian merupakan petunjuk utama.
Soal 13 — Dermatologi
Laki-laki mulai mengonsumsi obat baru satu minggu lalu. Kini timbul demam, lesi eritematosa luas, bula, erosi mukosa mulut, dan epidermis mulai terlepas.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Melanjutkan obat karena belum pasti penyebabnya
B. Memberikan salep antibiotik saja
C. Menghentikan obat tersangka dan menangani sebagai reaksi kulit berat yang membutuhkan perawatan segera
D. Memulangkan dengan antihistamin
E. Melakukan patch test dalam fase akut
Jawaban: C
Pembahasan:
Temuan mengarah pada Stevens-Johnson syndrome/toxic epidermal necrolysis spectrum. Obat tersangka harus dihentikan segera dan pasien membutuhkan perawatan suportif intensif serta evaluasi spesialis.
Soal 14 — Ginjal dan Elektrolit
Pasien gagal ginjal datang dengan kelemahan. Kalium 7,1 mmol/L dan ECG menunjukkan gelombang T tinggi runcing serta pelebaran QRS.
Tindakan pertama untuk menurunkan risiko aritmia fatal adalah ….
A. Memberikan diuretik oral
B. Menunggu pemeriksaan ulang kalium
C. Memberikan resin penukar ion sebagai satu-satunya terapi
D. Memberikan kalsium intravena untuk stabilisasi membran miokard
E. Membatasi makanan tinggi kalium saja
Jawaban: D
Pembahasan:
Hiperkalemia dengan perubahan ECG merupakan kegawatdaruratan. Kalsium intravena tidak menurunkan kadar kalium, tetapi cepat menstabilkan membran jantung. Terapi penurunan kalium tetap diberikan setelahnya.
Soal 15 — Maternitas Kegawatdaruratan
Ibu baru melahirkan mengalami perdarahan banyak. Uterus teraba lembek dan membesar, plasenta tampak lengkap.
Penyebab paling mungkin dan terapi awal adalah ….
A. Laserasi serviks; langsung jahit tanpa evaluasi lain
B. Retensio plasenta; lakukan ekstraksi plasenta
C. Koagulopati; observasi
D. Ruptur uterus; berikan tokolitik
E. Atonia uteri; masase uterus dan uterotonika sambil melakukan resusitasi
Jawaban: E
Pembahasan:
Uterus lembek setelah persalinan merupakan petunjuk kuat atonia uteri, penyebab utama perdarahan postpartum. Resusitasi dan penanganan sumber perdarahan harus berlangsung bersamaan.
Soal 16 — Farmakologi dan Patient Safety
Pasien mendapat antibiotik baru. Beberapa menit kemudian timbul urtikaria luas, sesak, wheezing, dan tekanan darah 75/45 mmHg.
Terapi utama yang harus segera diberikan adalah ….
A. Epinefrin intramuskular
B. Antihistamin oral saja
C. Kortikosteroid sebagai satu-satunya terapi awal
D. Antibiotik alternatif sebelum stabilisasi
E. Nebulisasi saline
Jawaban: A
Pembahasan:
Pasien mengalami anafilaksis. Epinefrin intramuskular merupakan terapi lini pertama dan tidak boleh ditunda demi antihistamin atau kortikosteroid.
Soal 17 — Etik dan Medikolegal
Pasien dewasa kompeten dengan penyakit serius menolak prosedur invasif setelah dokter menjelaskan diagnosis, manfaat, risiko, alternatif, dan kemungkinan akibat bila tindakan ditolak. Keluarga meminta dokter tetap melakukan tindakan.
Sikap paling tepat adalah ….
A. Mengikuti keputusan keluarga
B. Menghormati penolakan pasien setelah memastikan kapasitas dan pemahamannya
C. Melakukan tindakan secara diam-diam
D. Meminta polisi memberikan persetujuan
E. Menyatakan pasien tidak boleh menolak terapi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pasien dewasa yang kompeten memiliki hak memberikan maupun menolak persetujuan setelah menerima informasi yang memadai. Prinsip autonomi harus dihormati.
Soal 18 — Kedokteran Komunitas
Puskesmas menemukan kasus hipertensi tinggi di wilayahnya, tetapi sebagian besar penduduk tidak mengetahui status tekanan darah karena jarang berobat.
Strategi yang paling sesuai adalah ….
A. Hanya meningkatkan jumlah rawat inap
B. Memberikan obat kepada semua penduduk dewasa
C. Memperkuat skrining, edukasi faktor risiko, tindak lanjut kasus, dan pengendalian penyakit kronis berbasis masyarakat
D. Menunggu pasien mengalami gejala
E. Hanya membuat poster
Jawaban: C
Pembahasan:
Hipertensi sering asimtomatik sehingga pendekatan populasi membutuhkan deteksi dini, modifikasi faktor risiko, akses terapi, dan follow-up berkelanjutan.
Soal 19 — Neurologi Kegawatdaruratan
Pasien mengalami kejang tonik-klonik selama lebih dari lima menit dan belum sadar kembali di antara episode.
Langkah pertama yang paling tepat adalah ….
A. Menunggu kejang berhenti spontan
B. Memberikan obat oral
C. Melakukan CT scan sebelum stabilisasi
D. Menangani ABC dan memberikan terapi antikejang lini awal sesuai protokol status epileptikus
E. Melakukan pungsi lumbal saat pasien masih kejang
Jawaban: D
Pembahasan:
Kondisi ini mengarah pada status epileptikus. Stabilitas airway, breathing, circulation serta penghentian kejang merupakan prioritas sebelum evaluasi etiologi lengkap.
Soal 20 — Profesionalisme dan Keselamatan Pasien
Seorang dokter menyadari bahwa ia telah memberikan obat dengan dosis yang salah. Pasien belum menunjukkan efek samping.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tidak perlu melakukan apa pun karena pasien baik-baik saja
B. Mengubah catatan medis agar kesalahan tidak terlihat
C. Menunggu pasien mengeluh
D. Menyalahkan petugas farmasi
E. Segera menilai pasien, melakukan tindakan korektif, melaporkan insiden sesuai sistem, dan berkomunikasi secara profesional
Jawaban: E
Pembahasan:
Kesalahan pengobatan tetap merupakan insiden keselamatan pasien meskipun belum menimbulkan cedera. Fokusnya adalah mencegah dampak, melakukan koreksi, dokumentasi yang jujur, serta pembelajaran sistem.
Persiapkan UKNPDPD dengan Latihan yang Lebih Terarah

Perbanyak latihan soal berbasis kasus untuk mengasah clinical reasoning, menentukan diagnosis, memilih pemeriksaan, serta menetapkan tata laksana yang tepat. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses lebih banyak Soal UKNPDPD lengkap dengan materi, pembahasan, dan simulasi CAT.


