UKOMNAS D3 Perawat dan Ners menjadi tahap penting untuk mengukur kesiapan peserta dalam menerapkan pengetahuan, keterampilan klinis, keselamatan pasien, serta pengambilan keputusan keperawatan. Melalui artikel Soal UKOMNAS D3 Perawat & Ners: Latihan CAT + Pembahasan Lengkap Uji Kompetensi, Anda dapat mempelajari materi yang sering muncul sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang menguji prioritas tindakan, clinical reasoning, dan ketepatan menentukan intervensi keperawatan.
Fokus Penilaian UKOMNAS D3 Perawat dan Ners
UKOMNAS D3 Perawat dan Ners menilai kemampuan peserta dalam menerapkan proses keperawatan secara aman, tepat, dan sesuai standar profesi. Soal tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan membaca kondisi pasien, menentukan masalah prioritas, memilih intervensi, serta mengevaluasi respons pasien.
Fokus penilaian dapat mencakup keperawatan medikal bedah, maternitas, anak, jiwa, komunitas, gerontik, kegawatdaruratan, patient safety, komunikasi terapeutik, etik, dan manajemen keperawatan.
Peserta juga perlu terbiasa menghadapi soal berbasis kasus yang menanyakan tindakan pertama, diagnosis keperawatan prioritas, intervensi paling tepat, tanda kegawatan, serta kondisi yang membutuhkan kolaborasi atau rujukan. Karena itu, latihan CAT sebaiknya diarahkan pada kemampuan clinical reasoning dan pengambilan keputusan keperawatan, bukan sekadar mengingat definisi atau prosedur.
Materi UKOMNAS D3 Perawat dan Ners
Materi UKOMNAS D3 Perawat dan Ners sama-sama berfokus pada kemampuan memberikan asuhan keperawatan yang aman, tepat, dan sesuai standar profesi. Standar Profesi Perawat yang berlaku menekankan pelayanan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual.
A. Materi UKOMNAS D3 Perawat
Pada D3 Perawat, fokus utama terletak pada pelaksanaan asuhan keperawatan, keterampilan klinis dasar, observasi kondisi pasien, serta tindakan sesuai kewenangan. Materi yang perlu dikuasai meliputi:
- Keperawatan Medikal Bedah
Gangguan respirasi, kardiovaskular, pencernaan, neurologi, muskuloskeletal, endokrin, ginjal, serta cairan dan elektrolit. - Keperawatan Gawat Darurat
ABCDE, triase, syok, henti napas, henti jantung, trauma, kejang, dan penurunan kesadaran. - Keperawatan Maternitas
Kehamilan, persalinan, nifas, komplikasi maternal, serta perawatan ibu dan bayi. - Keperawatan Anak
Tumbuh kembang, kebutuhan cairan, demam, gangguan napas, diare, kejang, dan kondisi kegawatdaruratan pediatrik. - Keperawatan Jiwa
Komunikasi terapeutik, halusinasi, risiko kekerasan, isolasi sosial, harga diri rendah, dan risiko bunuh diri. - Keperawatan Gerontik
Risiko jatuh, gangguan mobilitas, demensia, nutrisi, penyakit kronis, dan kebutuhan lansia. - Keperawatan Komunitas dan Keluarga
Promosi kesehatan, pencegahan penyakit, edukasi, surveilans sederhana, dan asuhan keluarga. - Keterampilan Keperawatan Dasar
Pemberian obat, terapi oksigen, pemasangan infus, kateter, perawatan luka, pengukuran tanda vital, dan pemenuhan kebutuhan dasar. - Patient Safety dan PPI
Identifikasi pasien, hand hygiene, APD, pencegahan jatuh, medication safety, serta pelaporan insiden.
Pada D3, soal biasanya menuntut peserta memilih tindakan yang paling tepat untuk dilakukan, mengenali perubahan kondisi pasien, dan menentukan prioritas keperawatan.
B. Materi UKOMNAS Ners
Pada Ners, materi klinis tetap sama luasnya, tetapi tingkat soal lebih menekankan clinical reasoning, prioritas, koordinasi, evaluasi, dan pengambilan keputusan profesional.
Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:
- Asuhan Keperawatan Kompleks
Analisis pengkajian, diagnosis keperawatan, prioritas masalah, intervensi, dan evaluasi respons pasien. - Keperawatan Medikal Bedah Lanjut
Sepsis, gagal napas, ACS, stroke, gagal ginjal, gangguan elektrolit, diabetes akut, serta pasien dengan multimorbiditas. - Kegawatdaruratan dan Critical Care
Airway, ventilasi, perfusi, deteriorasi pasien, interpretasi monitoring dasar, serta prioritas tindakan. - Maternitas dan Neonatal
Preeklamsia, perdarahan, persalinan risiko tinggi, komplikasi nifas, asfiksia, serta tanda bahaya neonatal. - Keperawatan Anak Kompleks
Dehidrasi berat, gangguan napas, sepsis, kejang, gangguan nutrisi, dan kebutuhan keluarga. - Keperawatan Jiwa
Penilaian risiko, komunikasi terapeutik, safety planning, gangguan persepsi, risiko kekerasan, dan intervensi krisis. - Komunitas dan Manajemen Penyakit Kronis
Promosi kesehatan, pencegahan, pengelolaan kelompok berisiko, continuity of care, dan pemberdayaan keluarga. - Manajemen Keperawatan
Delegasi, prioritas kerja, supervisi, komunikasi tim, handover, staffing, dan penyelesaian konflik. - Evidence-Based Nursing
Penggunaan bukti ilmiah, interpretasi hasil penelitian sederhana, dan pemilihan intervensi berdasarkan bukti. - Etik, Legal, dan Profesionalisme
Informed consent, kerahasiaan, advokasi pasien, batas kewenangan, serta pengambilan keputusan etik. - Kolaborasi Interprofesional
SBAR, konsultasi, eskalasi kondisi, koordinasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lain.
Kisi-Kisi UKOMNAS D3 Perawat dan Ners
Kisi-kisi UKOMNAS D3 Perawat dan Ners sama-sama mencakup pelayanan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Namun tingkat kedalamannya berbeda. D3 Perawat lebih menekankan pelaksanaan tindakan dan pengenalan masalah klinis, sedangkan Ners lebih menuntut clinical reasoning, prioritas, evaluasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan profesional.
Standar Profesi Perawat juga menempatkan kompetensi perawat dalam beberapa area utama dan menguraikan masalah serta keterampilan yang harus dikuasai sesuai jenis perawat.
A. Kisi-Kisi UKOMNAS D3 Perawat
1. Keperawatan Medikal Bedah
Fokus soal meliputi:
- gangguan jalan napas dan pernapasan;
- pneumonia, asma, PPOK;
- gagal jantung dan hipertensi;
- sindrom koroner akut;
- stroke;
- diabetes mellitus;
- gangguan cairan dan elektrolit;
- gangguan ginjal;
- gangguan gastrointestinal;
- perawatan perioperatif;
- perawatan luka.
Soal lebih banyak meminta peserta menentukan tindakan keperawatan pertama, pemantauan, atau perubahan kondisi yang harus segera dilaporkan.
2. Kegawatdaruratan
Materi yang perlu dikuasai:
- primary survey ABCDE;
- triase;
- BLS;
- syok;
- perdarahan;
- trauma;
- kejang;
- penurunan kesadaran;
- gangguan napas akut;
- tanda deteriorasi pasien.
Pola soal yang penting:
ancaman airway → breathing → circulation → disability → exposure.
3. Keperawatan Maternitas
Kisi-kisi mencakup:
- antenatal care;
- tanda bahaya kehamilan;
- preeklamsia;
- persalinan;
- perdarahan postpartum;
- perawatan nifas;
- laktasi;
- perawatan bayi baru lahir.
Peserta perlu mampu mengenali kondisi normal dan kondisi yang membutuhkan tindakan segera atau kolaborasi.
4. Keperawatan Anak
Fokus materi:
- tumbuh kembang;
- demam;
- diare dan dehidrasi;
- gangguan napas;
- kejang;
- kebutuhan cairan;
- nutrisi;
- hospitalisasi anak;
- komunikasi dengan keluarga.
Perhitungan cairan dan dosis juga perlu dikuasai secara teliti.
5. Keperawatan Jiwa
Materi meliputi:
- halusinasi;
- risiko perilaku kekerasan;
- isolasi sosial;
- harga diri rendah;
- gangguan proses pikir;
- risiko bunuh diri;
- komunikasi terapeutik.
Pada kasus risiko bunuh diri atau kekerasan, keselamatan menjadi prioritas utama.
6. Gerontik, Keluarga, dan Komunitas
Fokus soal:
- risiko jatuh;
- demensia;
- mobilitas;
- nutrisi lansia;
- kepatuhan terapi;
- promosi kesehatan;
- pencegahan penyakit;
- edukasi keluarga;
- masalah kesehatan komunitas.
7. Keterampilan Klinis Dasar
Materi dapat meliputi:
- pemberian obat;
- terapi oksigen;
- infus;
- kateterisasi;
- perawatan luka;
- suction;
- NGT;
- pemeriksaan tanda vital;
- pengumpulan spesimen;
- mobilisasi pasien.
Peserta harus memperhatikan indikasi, urutan tindakan, asepsis, keselamatan, dan evaluasi setelah prosedur.
B. Kisi-Kisi UKOMNAS Ners
1. Clinical Reasoning dan Prioritas Asuhan
Ners perlu mampu mengintegrasikan:
- data subjektif dan objektif;
- diagnosis keperawatan;
- prioritas berdasarkan kegawatan;
- intervensi;
- outcome;
- evaluasi respons;
- modifikasi rencana asuhan.
Soal dapat memberikan beberapa masalah sekaligus dan meminta peserta menentukan masalah yang paling mengancam keselamatan pasien.
2. Keperawatan Medikal Bedah Kompleks
Fokus kasus meliputi:
- acute coronary syndrome;
- gagal jantung akut;
- stroke;
- sepsis;
- gagal napas;
- acute kidney injury;
- gangguan elektrolit berat;
- DKA;
- perdarahan gastrointestinal;
- pasien dengan multimorbiditas.
Ners perlu mampu menentukan kapan kondisi memerlukan eskalasi atau kolaborasi segera.
3. Critical Care dan Deteriorasi Pasien
Kisi-kisi:
- ABCDE;
- perubahan kesadaran;
- hipoksia;
- hipotensi;
- tanda syok;
- monitoring hemodinamik dasar;
- deteriorasi klinis;
- respon terhadap terapi.
Soal dapat menanyakan:
“Apa tindakan pertama setelah ditemukan perubahan kondisi?”
4. Maternitas, Neonatal, dan Pediatrik Kompleks
Materi meliputi:
- preeklamsia/eklamsia;
- perdarahan obstetri;
- komplikasi nifas;
- distress neonatal;
- asfiksia;
- dehidrasi berat anak;
- sepsis pediatrik;
- gangguan respirasi;
- kebutuhan keluarga.
Fokusnya bukan hanya mengenali masalah, tetapi menentukan prioritas dan koordinasi penanganan.
5. Keperawatan Jiwa dan Intervensi Krisis
Kisi-kisi meliputi:
- suicide risk assessment;
- perilaku kekerasan;
- psikosis akut;
- halusinasi;
- depresi;
- kecemasan berat;
- komunikasi terapeutik;
- safety planning.
Pada soal HOTS, peserta harus membedakan antara tindakan terapeutik biasa dan tindakan yang dibutuhkan ketika keselamatan pasien terancam.
6. Manajemen dan Kepemimpinan Keperawatan
Area ini menjadi pembeda penting pada level Ners.
Materinya:
- delegasi;
- supervisi;
- prioritas pasien;
- pembagian tugas;
- staffing;
- handover;
- SBAR;
- konflik tim;
- pelaporan insiden;
- pengendalian mutu.
Soal dapat meminta peserta menentukan tugas mana yang dapat didelegasikan dan kepada siapa.
7. Evidence-Based Nursing
Fokus yang perlu dipahami:
- membaca hasil penelitian sederhana;
- level bukti;
- manfaat dan risiko intervensi;
- penerapan evidence pada pasien;
- evaluasi outcome.
Peserta tidak harus menjadi peneliti, tetapi harus mampu menggunakan bukti untuk mendukung keputusan keperawatan.
Contoh Soal UKOMNAS D3 Perawat dan Ners + Pembahasan
Contoh soal berikut dirancang berbasis kasus dan HOTS. Peserta perlu menentukan masalah prioritas, tindakan pertama, evaluasi respons, patient safety, serta kebutuhan kolaborasi atau eskalasi.
A. Contoh Soal UKOMNAS D3 Perawat
Soal 1
Pasien pneumonia mengeluh semakin sesak. Hasil pemeriksaan menunjukkan RR 32 kali/menit, SpO₂ 86%, nadi 112 kali/menit, dan pasien tampak menggunakan otot bantu napas. Tindakan keperawatan pertama yang paling tepat adalah ….
A. Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi, menilai jalan napas, dan memberikan oksigen sesuai kebutuhan/protokol
B. Memberikan minum hangat
C. Melakukan edukasi batuk efektif selama 20 menit
D. Menimbang berat badan
E. Mengganti pakaian pasien
Jawaban: A
Pembahasan:
Masalah utama adalah gangguan oksigenasi. Prioritas mengikuti prinsip airway dan breathing. Posisi, evaluasi respirasi, dan terapi oksigen lebih mendesak dibanding tindakan lain.
Soal 2
Pasien diabetes mellitus mendapat insulin kerja cepat sebelum makan. Setelah insulin diberikan, makanan belum tersedia selama 45 menit. Pasien mulai berkeringat, gemetar, dan merasa sangat lapar.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menunggu makanan tersedia
B. Segera menilai glukosa darah dan menangani kemungkinan hipoglikemia sesuai kondisi pasien
C. Memberikan insulin tambahan
D. Meminta pasien tidur
E. Membatasi cairan
Jawaban: B
Pembahasan:
Gejala adrenergik setelah insulin mengarah pada hipoglikemia. Penilaian glukosa dan koreksi segera menjadi prioritas karena hipoglikemia dapat berkembang menjadi penurunan kesadaran dan kejang.
Soal 3
Pasien stroke tiba-tiba batuk hebat ketika diberi minum dan suaranya terdengar basah setelah menelan. Tindakan keperawatan paling tepat adalah ….
A. Memberikan minuman dengan sedotan
B. Memberikan makanan lebih lunak
C. Menghentikan pemberian oral dan melakukan penilaian risiko aspirasi
D. Membaringkan pasien datar
E. Meminta keluarga menyuapi perlahan
Jawaban: C
Pembahasan:
Batuk saat menelan dan wet voice merupakan tanda disfagia serta risiko aspirasi. Pemberian oral harus dihentikan sampai keamanan menelan dinilai.
Soal 4
Ibu postpartum satu jam mengeluh lemas. Pembalut cepat penuh darah, uterus teraba lembek, tekanan darah 90/60 mmHg, dan nadi 118 kali/menit.
Prioritas tindakan perawat adalah ….
A. Memberikan edukasi menyusui
B. Meminta ibu berjalan ke kamar mandi
C. Mengobservasi selama 30 menit
D. Melakukan tindakan awal terhadap perdarahan postpartum sambil segera mengaktifkan kolaborasi
E. Mengganti pembalut tanpa penilaian lebih lanjut
Jawaban: D
Pembahasan:
Uterus lembek disertai perdarahan dan tanda gangguan sirkulasi mengarah pada perdarahan postpartum, kemungkinan atonia. Penanganan awal dan kolaborasi harus dilakukan segera.
Soal 5
Anak usia 2 tahun dengan diare tampak sangat lemah, mata cekung, ekstremitas dingin, nadi cepat lemah, dan pengisian kapiler memanjang.
Masalah prioritas adalah ….
A. Gangguan pola tidur
B. Kurang pengetahuan keluarga
C. Risiko gangguan tumbuh kembang
D. Gangguan integritas kulit
E. Defisit volume cairan berat dengan gangguan perfusi
Jawaban: E
Pembahasan:
Tanda tersebut menunjukkan dehidrasi berat dan hipoperfusi. Stabilitas sirkulasi harus menjadi prioritas sebelum masalah lainnya.
Soal 6
Pasien skizofrenia mengatakan, “Suara itu menyuruh saya melompat dari jendela.” Pasien tampak gelisah dan beberapa kali mendekati jendela.
Tindakan pertama adalah ….
A. Menjaga pasien tetap dalam pengawasan, mengamankan lingkungan, dan menilai risiko mencederai diri
B. Mendiskusikan apakah suara tersebut nyata
C. Membiarkan pasien sendiri agar tenang
D. Meminta pasien menulis pengalaman halusinasinya
E. Mengajak pasien mengikuti aktivitas kelompok
Jawaban: A
Pembahasan:
Command hallucination yang memerintahkan tindakan berbahaya merupakan risiko keselamatan akut. Pencegahan cedera lebih dahulu daripada intervensi terapeutik lanjutan.
Soal 7
Pasien lansia akan turun dari tempat tidur. Ia tampak bingung, memiliki riwayat jatuh, dan sedang mendapat obat antihipertensi.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Meminta pasien berjalan sendiri agar mandiri
B. Melakukan pencegahan jatuh dan mendampingi mobilisasi
C. Memasang restrain langsung
D. Memberikan sedatif
E. Membatasi cairan
Jawaban: B
Pembahasan:
Risiko jatuh tinggi membutuhkan intervensi preventif seperti pendampingan, lingkungan aman, bel panggil terjangkau, dan evaluasi faktor risiko.
Soal 8
Saat akan memberikan obat, perawat menemukan nama pasien sama dengan pasien di tempat tidur sebelah. Nomor rekam medis berbeda.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan nomor tempat tidur
B. Menanyakan nama saja
C. Memverifikasi minimal dua identitas pasien sebelum pemberian obat
D. Menanyakan kepada pasien sebelah
E. Memberikan obat berdasarkan wajah pasien
Jawaban: C
Pembahasan:
Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas merupakan prinsip keselamatan untuk mencegah medication error.
Soal 9
Pasien mengalami kejang tonik-klonik saat berada di tempat tidur. Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Menahan ekstremitas dengan kuat
B. Memasukkan benda ke mulut
C. Memberikan minum setelah kejang mulai
D. Melindungi kepala, menjaga jalan napas, dan mencegah cedera
E. Memindahkan pasien sambil kejang
Jawaban: D
Pembahasan:
Pada kejang, fokus utama adalah mencegah trauma dan mempertahankan airway. Jangan memasukkan benda ke mulut atau menahan gerakan secara paksa.
Soal 10
Setelah transfusi darah berjalan 15 menit, pasien menggigil, demam, dan mengeluh nyeri pinggang.
Tindakan pertama adalah ….
A. Memperlambat transfusi
B. Memberikan antipiretik lalu meneruskan transfusi
C. Mengganti posisi pasien
D. Menunggu lima menit
E. Menghentikan transfusi dan melakukan langkah penanganan reaksi transfusi sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Munculnya tanda reaksi transfusi mengharuskan transfusi dihentikan segera. Selanjutnya perawat mempertahankan akses sesuai protokol, menilai kondisi, dan melakukan pelaporan/kolaborasi.
B. Contoh Soal UKOMNAS Ners
Soal 11
Pasien sepsis telah mendapatkan cairan awal. Kini tekanan darah 82/50 mmHg, MAP tetap rendah, nadi 124 kali/menit, urine hanya 10 mL/jam, dan pasien tampak mengantuk.
Prioritas Ners adalah ….
A. Mengenali syok persisten, melakukan reassessment ABC, dan segera mengeskalasi kebutuhan penanganan lanjutan
B. Menunggu respons cairan selama dua jam lagi
C. Meminta pasien meningkatkan asupan oral
D. Memberikan edukasi mengenai sepsis
E. Mengurangi frekuensi pemantauan
Jawaban: A
Pembahasan:
Hipotensi persisten, oliguria, dan perubahan kesadaran menunjukkan hipoperfusi organ. Ners harus mengenali kegagalan respons terhadap intervensi awal dan melakukan eskalasi segera.
Soal 12
Pasien gagal jantung mendapat diuretik. Empat jam kemudian sesak berkurang, tetapi tekanan darah 88/54 mmHg, pasien pusing, dan urine meningkat drastis.
Respons Ners paling tepat adalah ….
A. Menyatakan terapi berhasil karena urine meningkat
B. Mengevaluasi status volume dan perfusi serta mengeskalasi kemungkinan efek terapi berlebihan
C. Memberikan dosis diuretik berikutnya lebih cepat
D. Membatasi pemeriksaan tanda vital
E. Meminta pasien banyak berjalan
Jawaban: B
Pembahasan:
Outcome tidak boleh dilihat dari satu parameter. Diuresis meningkat tetapi hipotensi dan pusing dapat menunjukkan penurunan volume intravaskular atau perfusi yang membutuhkan evaluasi.
Soal 13
Empat pasien harus dievaluasi segera. Pasien manakah yang menjadi prioritas?
A. Pasien pascaoperasi dengan nyeri skala 6/10 tetapi tanda vital stabil
B. Pasien diabetes dengan glukosa 230 mg/dL tanpa keluhan
C. Pasien PPOK yang tiba-tiba mengantuk, RR turun dari 26 menjadi 10 kali/menit, dan SpO₂ 84%
D. Pasien hipertensi dengan tekanan darah 158/94 mmHg tanpa gejala
E. Pasien konstipasi tiga hari
Jawaban: C
Pembahasan:
Penurunan kesadaran, bradipnea relatif, dan hipoksemia menunjukkan ancaman ventilasi akut. Kondisi ini lebih mendesak dibanding masalah lainnya.
Soal 14
Ners sedang memimpin tim. Tugas manakah yang paling tepat didelegasikan kepada tenaga yang kompeten sesuai kewenangannya?
A. Menentukan diagnosis keperawatan pasien baru tidak stabil
B. Mengevaluasi pasien setelah perubahan terapi
C. Menentukan prioritas seluruh pasien
D. Membantu aktivitas sehari-hari pasien stabil dengan instruksi yang jelas
E. Mengambil keputusan eskalasi pasien kritis
Jawaban: D
Pembahasan:
Tugas rutin pada pasien stabil dapat didelegasikan sesuai kompetensi. Assessment, clinical judgment, evaluasi kompleks, dan pengambilan keputusan tetap memerlukan tanggung jawab profesional Ners.
Soal 15
Pasien depresi berat mengatakan dengan tenang, “Malam ini semua masalah saya akan selesai.” Ia sebelumnya pernah mencoba bunuh diri dan hari ini memberikan barang-barangnya kepada teman.
Tindakan prioritas adalah ….
A. Memuji karena pasien tampak lebih tenang
B. Mengajak pasien mengikuti terapi kelompok esok hari
C. Memberikan waktu sendiri
D. Menanyakan rencana pulang
E. Melakukan asesmen bunuh diri segera dan meningkatkan pengawasan keselamatan
Jawaban: E
Pembahasan:
Pernyataan tersirat, riwayat percobaan, dan perilaku memberikan barang adalah red flag kuat. Kondisi tampak tenang tidak menyingkirkan risiko bunuh diri.
Soal 16
Pasien nyeri dada telah menerima terapi awal. Nyeri tetap berat, tekanan darah menurun menjadi 86/58 mmHg, kulit dingin, dan monitor menunjukkan perubahan baru.
Tindakan Ners paling tepat adalah ….
A. Melakukan reassessment segera dan mengaktifkan eskalasi karena terdapat tanda instabilitas hemodinamik
B. Menunggu hasil laboratorium lengkap
C. Memberikan edukasi diet
D. Membiarkan pasien istirahat tanpa pemantauan
E. Mengarahkan keluarga menunggu di luar
Jawaban: A
Pembahasan:
Hipotensi, nyeri persisten, dan perubahan monitor menunjukkan kondisi tidak stabil. Fokus harus beralih dari intervensi rutin menuju respons terhadap deteriorasi.
Soal 17
Setelah handover, Ners menemukan bahwa dosis obat dalam catatan berbeda dengan instruksi terbaru di sistem elektronik. Obat belum diberikan.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Mengikuti catatan handover
B. Menahan pemberian sampai instruksi yang benar diverifikasi melalui sumber yang sah
C. Memilih dosis terendah
D. Meminta pasien menentukan dosis sebelumnya
E. Memberikan setengah dosis
Jawaban: B
Pembahasan:
Ketidaksesuaian instruksi merupakan risiko medication error. Verifikasi harus dilakukan sebelum pemberian obat.
Soal 18
Pasien dengan stroke awalnya sadar penuh. Dua jam kemudian pasien sulit dibangunkan dan ukuran pupil menjadi tidak sama.
Tindakan Ners yang paling tepat adalah ….
A. Menjadwalkan pemeriksaan ulang satu jam lagi
B. Mengurangi stimulasi dan membiarkan tidur
C. Mengenali deteriorasi neurologis akut, melakukan penilaian ABC/neurologis, dan segera mengeskalasi
D. Memberikan makanan
E. Memindahkan pasien ke kursi
Jawaban: C
Pembahasan:
Penurunan kesadaran dan anisokoria merupakan tanda neurologis serius yang dapat mengindikasikan peningkatan tekanan intrakranial atau komplikasi akut.
Soal 19
Pasien kompeten menolak tindakan invasif setelah mendapat penjelasan lengkap mengenai manfaat dan risikonya. Keluarga meminta tindakan tetap dilakukan.
Respons Ners yang paling tepat adalah ….
A. Mengikuti keluarga karena jumlahnya lebih banyak
B. Membujuk sampai pasien setuju
C. Mengabaikan keputusan pasien
D. Menghormati keputusan pasien, memastikan pemahamannya, dan mengkomunikasikan pilihan tersebut kepada tim
E. Meminta keluarga menandatangani persetujuan menggantikan pasien
Jawaban: D
Pembahasan:
Pasien kompeten memiliki hak menentukan keputusan terhadap tubuhnya setelah menerima informasi yang memadai. Perawat berperan dalam advokasi dan memastikan keputusan dihormati.
Soal 20
Sebuah unit mengalami peningkatan kejadian pasien jatuh selama tiga bulan. Kepala ruang mengusulkan agar semua pasien lansia langsung dipasangi restrain.
Respons Ners yang paling tepat adalah ….
A. Menyetujui karena restrain mencegah semua jatuh
B. Memasang restrain pada seluruh pasien malam hari
C. Mengurangi pelaporan kejadian jatuh
D. Menambah pagar tempat tidur saja
E. Menganalisis faktor penyebab jatuh dan menerapkan intervensi multifaktorial sesuai risiko individual
Jawaban: E
Pembahasan:
Pencegahan jatuh tidak dilakukan dengan restrain rutin. Dibutuhkan analisis penyebab, penilaian individual, lingkungan aman, review obat, mobilitas, edukasi, dan intervensi lain sesuai risiko.
Latihan Lebih Terarah untuk UKOMNAS D3 Perawat & Ners

Perbanyak latihan CAT berbasis kasus untuk mengasah clinical reasoning, menentukan prioritas tindakan, serta memahami pola soal keperawatan yang sering menguji keselamatan pasien dan pengambilan keputusan. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses lebih banyak Soal UKOMNAS D3 Perawat & Ners lengkap dengan pembahasan dan simulasi CAT.


