45+ Soal Ukom Prakom Pranata Komputer Ahli Muda ke Ahli Madya Lengkap dengan Kunci Jawabannya

Uji Kompetensi Pranata Komputer Ahli Muda ke Ahli Madya merupakan tahapan penting untuk menilai kesiapan pejabat fungsional Pranata Komputer sebelum naik ke jenjang kompetensi yang lebih tinggi. Peserta dituntut menguasai kemampuan teknis bidang teknologi informasi, analisis sistem, pengelolaan data, keamanan informasi, serta pemecahan masalah berbasis teknologi.

Artikel ini menyajikan 45+ Soal Ukom Prakom Pranata Komputer Ahli Muda ke Ahli Madya lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan sebagai bahan latihan menghadapi uji kompetensi.

Mengenal Uji Kompetensi Pranata Komputer Ahli Muda ke Ahli Madya

Uji Kompetensi Pranata Komputer Ahli Muda ke Ahli Madya merupakan proses penilaian untuk mengukur kesiapan pejabat fungsional Pranata Komputer sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi. Pada level Ahli Madya, peserta dituntut tidak hanya memahami teknis operasional teknologi informasi, tetapi juga mampu melakukan analisis, perancangan, pengembangan, pengelolaan, dan evaluasi sistem secara lebih kompleks. Kompetensi yang Perlu Dikuasai

Beberapa kemampuan yang penting dipersiapkan antara lain:

  • Analisis dan perancangan sistem informasi.
  • Pengelolaan basis data.
  • Pengembangan aplikasi dan sistem.
  • Infrastruktur serta jaringan komputer.
  • Keamanan informasi.
  • Integrasi sistem dan layanan digital.
  • Pengelolaan data dan informasi.
  • Tata kelola teknologi informasi.
  • Manajemen risiko TI.
  • Evaluasi dan pemecahan masalah teknologi.

Pada jenjang Pranata Komputer Ahli Madya, soal uji kompetensi umumnya lebih menekankan kemampuan analitis, pengambilan keputusan teknis, pemecahan masalah kompleks, dan penerapan tata kelola TI dalam mendukung kebutuhan organisasi.

Materi dan Kisi-Kisi Ukom Pranata Komputer Ahli Muda ke Ahli Madya

Uji Kompetensi Pranata Komputer digunakan untuk menilai kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai standar Jabatan Fungsional Pranata Komputer. Uji kompetensi juga menjadi salah satu persyaratan untuk kenaikan jenjang jabatan, termasuk dari Ahli Muda ke Ahli Madya. Untuk jenjang Pranata Komputer Ahli Madya, materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

1. Enterprise Architecture

  • Konsep Enterprise Architecture.
  • Analisis arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi.
  • Integrasi sistem informasi organisasi.
  • Penyelarasan kebutuhan bisnis dengan teknologi informasi.
  • Evaluasi dan pengembangan arsitektur TI.

2. Manajemen Layanan Teknologi Informasi

  • Perencanaan layanan TI.
  • Service level management.
  • Incident dan problem management.
  • Change management.
  • Continual service improvement.
  • Evaluasi kualitas layanan TI.

3. Audit Teknologi Informasi

  • Perencanaan audit TI.
  • Identifikasi kontrol TI.
  • Pemeriksaan kepatuhan sistem.
  • Evaluasi keamanan dan efektivitas sistem.
  • Analisis temuan serta rekomendasi audit.

4. Manajemen Risiko TI

  • Identifikasi risiko teknologi informasi.
  • Analisis kemungkinan dan dampak risiko.
  • Penilaian tingkat risiko.
  • Penyusunan mitigasi risiko.
  • Monitoring dan evaluasi pengendalian risiko.

5. Manajemen Proyek Teknologi Informasi

Materi meliputi:

  • Siklus hidup proyek TI.
  • Penyusunan ruang lingkup proyek.
  • Perencanaan waktu dan sumber daya.
  • Pengelolaan biaya.
  • Risiko proyek.
  • Monitoring serta evaluasi proyek.

Kisi-kisi resmi Pranata Komputer Ahli Madya memang menekankan kemampuan memahami, mengimplementasikan, dan menganalisis Enterprise Architecture, manajemen layanan TI, audit TI, manajemen risiko TI, serta komponen dan fase manajemen proyek TI.

6. Tata Kelola Teknologi Informasi

Peserta juga perlu memahami:

  • Penyelarasan strategi TI dengan organisasi.
  • Pengelolaan sumber daya TI.
  • Pengukuran kinerja TI.
  • Pengendalian internal.
  • Kepatuhan dan tata kelola sistem informasi.

Secara umum, tugas Jabatan Fungsional Pranata Komputer mencakup kegiatan teknologi informasi berbasis komputer pada bidang tata kelola dan tata laksana TI, infrastruktur TI, serta sistem informasi dan multimedia.

Contoh Soal Ukom Pranata Komputer Ahli Muda ke Ahli Madya dan Pembahasan

Contoh soal berikut disusun berdasarkan kisi-kisi resmi Pranata Komputer Ahli Madya, yaitu Enterprise Architecture, Manajemen Layanan TI, Audit TI, Manajemen Risiko TI, serta Manajemen Proyek TI. Kisi-kisi tersebut menuntut peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan dan menganalisisnya dalam konteks organisasi.

Secara regulasi, Pranata Komputer juga harus memenuhi kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai jenjang jabatan.

A. Enterprise Architecture

Soal 1

Sebuah instansi memiliki 18 aplikasi yang dikembangkan oleh unit berbeda. Data pegawai, unit kerja, dan pengguna disimpan berulang di masing-masing aplikasi sehingga sering terjadi perbedaan informasi. Langkah arsitektural yang paling tepat adalah ….

A. Menggabungkan semua aplikasi menjadi satu aplikasi besar
B. Menambah pegawai untuk memperbarui data secara manual
C. Menetapkan arsitektur data bersama dan mekanisme integrasi sumber data utama
D. Menghapus aplikasi yang memiliki data sama
E. Memindahkan seluruh aplikasi ke cloud

Jawaban: C

Pembahasan:
Masalah utama berada pada duplikasi dan inkonsistensi data. Enterprise Architecture perlu menetapkan sumber data utama, struktur data bersama, serta pola integrasi agar aplikasi tidak memelihara versi data yang berbeda.

Soal 2

Pimpinan ingin membangun aplikasi baru karena proses layanan dianggap lambat. Hasil analisis menunjukkan hambatan sebenarnya berasal dari lima tahapan persetujuan yang tidak lagi relevan. Tindakan terbaik adalah ….

A. Memperbaiki proses bisnis terlebih dahulu sebelum menentukan kebutuhan aplikasi
B. Langsung membangun aplikasi agar proyek cepat berjalan
C. Mengganti semua komputer pengguna
D. Menambah kapasitas server
E. Mengalihkan seluruh proses ke penyedia eksternal

Jawaban: A

Pembahasan:
Enterprise Architecture harus menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan bisnis. Digitalisasi proses yang tidak efisien hanya akan memindahkan inefisiensi ke sistem elektronik.

Soal 3

Dua kementerian akan berbagi data melalui layanan digital. Format data, kode referensi, dan definisi atribut berbeda antara kedua instansi. Solusi paling tepat adalah ….

A. Menggunakan format instansi yang memiliki data lebih banyak
B. Membuat file Excel sebagai perantara
C. Mengirim seluruh database
D. Menyamakan nama tabel saja
E. Menetapkan standar data, metadata, dan kontrak pertukaran data yang disepakati

Jawaban: E

Pembahasan:
Interoperabilitas membutuhkan kesamaan semantik, struktur, dan mekanisme pertukaran. Kesamaan nama tabel saja tidak menjamin data memiliki arti yang sama.

Soal 4

Arsitektur aplikasi menunjukkan empat sistem menjalankan fungsi autentikasi secara terpisah. Kondisi tersebut menambah biaya, kompleksitas, dan risiko pengelolaan akun. Rekomendasi terbaik adalah ….

A. Membuat autentikasi kelima sebagai cadangan
B. Mengembangkan layanan identitas terpusat yang dapat digunakan lintas aplikasi
C. Membiarkan seluruh sistem karena sudah berjalan
D. Mengganti password seluruh pengguna
E. Menghapus autentikasi pada aplikasi internal

Jawaban: B

Pembahasan:
Layanan identitas bersama dapat mengurangi duplikasi fungsi, meningkatkan konsistensi kontrol akses, dan menyederhanakan pengelolaan akun.

Soal 5

Sebuah instansi akan mengganti sistem lama yang masih kritis bagi layanan publik. Sistem baru belum pernah diuji dalam skala penuh. Strategi migrasi terbaik adalah ….

A. Menghentikan sistem lama pada hari pertama
B. Menunda sistem baru tanpa batas
C. Memindahkan seluruh data sekaligus tanpa simulasi
D. Melakukan migrasi bertahap, pengujian, rekonsiliasi data, dan menyiapkan rollback
E. Menjalankan dua sistem selamanya

Jawaban: D

Pembahasan:
Migrasi sistem kritis harus meminimalkan gangguan layanan. Pengujian, migrasi bertahap, verifikasi, dan rollback merupakan langkah pengendalian risiko yang penting.

Soal 6

Pimpinan meminta Pranata Komputer mengevaluasi apakah arsitektur TI telah mendukung sasaran organisasi. Indikator paling tepat adalah ….

A. Jumlah server yang tersedia
B. Tingkat keterkaitan kapabilitas TI dengan proses bisnis dan target strategis organisasi
C. Jumlah aplikasi yang dibangun
D. Besarnya anggaran TI
E. Jumlah pegawai teknis

Jawaban: B

Pembahasan:
Enterprise Architecture dinilai dari kemampuannya menyelaraskan bisnis dan TI, bukan dari banyaknya aset teknologi.

Soal 7

Instansi memiliki beberapa aplikasi dengan fungsi hampir sama karena setiap unit membuat solusi sendiri. Langkah Enterprise Architecture yang paling tepat adalah ….

A. Membiarkan agar unit tetap mandiri
B. Menambah anggaran pemeliharaan
C. Menyatukan seluruh server fisik
D. Melakukan rationalization portofolio aplikasi berdasarkan fungsi, biaya, manfaat, dan ketergantungan
E. Menghapus aplikasi tertua

Jawaban: D

Pembahasan:
Rasionalisasi portofolio membantu menentukan aplikasi mana yang dipertahankan, digabungkan, diganti, atau dihentikan berdasarkan analisis objektif.

Soal 8

Sebuah organisasi ingin menggunakan teknologi baru berbasis AI. Namun, belum ada kebutuhan bisnis yang jelas dan belum tersedia data berkualitas. Tindakan terbaik adalah ….

A. Menentukan use case yang bernilai, menilai kesiapan data, risiko, dan manfaat sebelum implementasi
B. Langsung membeli platform AI
C. Mengikuti instansi lain
D. Membuat sebanyak mungkin proyek percobaan
E. Mengganti seluruh sistem lama

Jawaban: A

Pembahasan:
Teknologi harus menjawab kebutuhan nyata. Enterprise Architecture membantu memastikan investasi teknologi selaras dengan kapabilitas, data, dan sasaran organisasi.

Soal 9

Arsitektur teknologi menunjukkan satu database kritis tidak memiliki mekanisme high availability. Dampak kegagalan database adalah berhentinya banyak layanan. Prioritas perbaikannya adalah ….

A. Menambah kapasitas komputer pengguna
B. Mengubah tampilan aplikasi
C. Memindahkan dokumen ke cloud storage
D. Menambah bandwidth internet
E. Merancang redundansi dan mekanisme pemulihan sesuai kebutuhan ketersediaan layanan

Jawaban: E

Pembahasan:
Database menjadi single point of failure. Solusi harus diarahkan pada ketersediaan, redundansi, backup, dan disaster recovery yang sesuai tingkat kritikalitas.

B. Manajemen Layanan Teknologi Informasi

Soal 10

Pengguna melaporkan aplikasi tidak dapat digunakan oleh seluruh kantor selama dua jam. Tim teknis langsung fokus mencari akar masalah, tetapi layanan belum dipulihkan. Pendekatan yang lebih tepat adalah ….

A. Menunggu penyebab pasti ditemukan
B. Mengganti aplikasi
C. Memprioritaskan pemulihan layanan melalui incident management, lalu melakukan analisis akar masalah
D. Menghapus log sistem
E. Meminta pengguna mencoba kembali besok

Jawaban: C

Pembahasan:
Incident management berfokus pada pemulihan layanan secepat mungkin. Analisis penyebab mendalam dapat dilanjutkan melalui problem management.

Soal 11

Aplikasi sering mengalami gangguan yang sama setiap minggu dan selalu diselesaikan dengan restart server. Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. Menjadwalkan restart setiap hari
B. Menambah petugas helpdesk
C. Menutup tiket setiap kali sistem pulih
D. Membuka problem record dan melakukan root cause analysis untuk menghilangkan penyebab berulang
E. Mengganti seluruh perangkat pengguna

Jawaban: D

Pembahasan:
Gangguan berulang menunjukkan adanya problem yang belum diselesaikan. Restart hanya menjadi workaround, bukan penyelesaian permanen.

Soal 12

SLA menyatakan layanan harus tersedia 99,9% per bulan. Dalam satu bulan 30 hari, downtime tercatat 4 jam. Langkah pertama analis layanan adalah ….

A. Mengabaikan karena downtime hanya beberapa jam
B. Mengubah SLA
C. Menghitung tingkat availability aktual dan membandingkannya dengan target SLA
D. Menambah personel
E. Menghapus downtime terjadwal dan tidak terjadwal tanpa klasifikasi

Jawaban: C

Pembahasan:
Evaluasi SLA harus menggunakan metrik terukur. Setelah diketahui adanya pelanggaran SLA, penyebab dan tindakan perbaikannya dapat dianalisis.

Soal 13

Tim pengembang ingin menerapkan perubahan besar pada aplikasi layanan publik sehari sebelum periode penggunaan tertinggi. Pengujian masih terbatas. Keputusan terbaik adalah ….

A. Tetap menerapkan karena fitur baru penting
B. Menunda perubahan atau menjalankannya setelah risiko, pengujian, rollback, dan jadwal implementasi dinilai memadai
C. Mematikan monitoring selama implementasi
D. Menghapus versi lama
E. Melakukan implementasi tanpa dokumentasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Change management harus mempertimbangkan risiko bisnis, kesiapan pengujian, jadwal, dan rollback. Perubahan berisiko tinggi pada periode kritis sebaiknya dihindari.

Soal 14

Helpdesk menerima 2.000 tiket per bulan. Sebanyak 60% adalah permintaan reset password. Upaya perbaikan layanan yang paling efektif adalah ….

A. Mengembangkan mekanisme self-service password reset dengan kontrol keamanan yang memadai
B. Menambah sepuluh petugas helpdesk
C. Meminta pengguna tidak lupa password
D. Menutup tiket reset password otomatis
E. Mengubah SLA

Jawaban: A

Pembahasan:
Analisis pola tiket dapat digunakan untuk continual improvement. Self-service dapat mengurangi beban helpdesk dan mempercepat pelayanan.

Soal 15

Layanan berhasil memenuhi SLA teknis, tetapi tingkat kepuasan pengguna terus turun. Kesimpulan yang paling tepat adalah ….

A. SLA tidak lagi diperlukan
B. Pengguna tidak memahami teknologi
C. Layanan sudah pasti baik
D. Kepuasan tidak perlu diukur
E. Metrik teknis perlu dilengkapi dengan indikator pengalaman dan kebutuhan pengguna

Jawaban: E

Pembahasan:
Keberhasilan layanan tidak cukup dinilai dari uptime atau response time. Kualitas layanan juga harus memperhatikan pengalaman pengguna dan nilai yang diterima.

Soal 16

Tim operasi menerima alert penggunaan CPU 95%, tetapi tidak ada gangguan yang dirasakan pengguna. Pendekatan terbaik adalah ….

A. Menganalisis tren kapasitas dan dampaknya sebelum memutuskan peningkatan sumber daya
B. Langsung membeli server baru
C. Mematikan monitoring
D. Menganggap alert selalu salah
E. Melakukan restart setiap hari

Jawaban: A

Pembahasan:
Capacity management perlu melihat tren, pola beban, bottleneck, dan kebutuhan masa depan, bukan bereaksi hanya terhadap satu nilai sesaat.

Soal 17

Sistem kritis bergantung pada vendor eksternal. SLA vendor menyatakan pemulihan empat jam, sedangkan kebutuhan bisnis maksimal satu jam. Risiko utama adalah ….

A. Vendor terlalu mahal
B. Dokumentasi terlalu banyak
C. Jumlah tiket meningkat
D. Kontrak terlalu panjang
E. Ketidaksesuaian SLA vendor dengan kebutuhan tingkat layanan bisnis

Jawaban: E

Pembahasan:
Underlying contract harus mendukung target SLA organisasi. Jika tidak, organisasi tidak dapat menjamin tingkat layanan yang dijanjikan kepada pengguna.

Soal 18

Sebuah perubahan telah berhasil diterapkan, tetapi seminggu kemudian muncul gangguan akibat konfigurasi lama yang tidak terdokumentasi. Perbaikan proses yang paling tepat adalah ….

A. Mengurangi jumlah perubahan
B. Menambah petugas shift
C. Menghapus seluruh konfigurasi lama
D. Memperkuat pencatatan konfigurasi, dampak perubahan, dan pembaruan dokumentasi aset layanan
E. Meminta pengguna melaporkan semua konfigurasi

Jawaban: D

Pembahasan:
Informasi konfigurasi yang akurat membantu memahami hubungan antar-komponen dan dampak perubahan.

C. Audit Teknologi Informasi

Soal 19

Auditor menemukan administrator database menggunakan akun bersama sehingga aktivitas individual tidak dapat ditelusuri. Risiko utama adalah ….

A. Database menjadi lambat
B. Biaya lisensi meningkat
C. Akuntabilitas dan audit trail menjadi lemah
D. Kapasitas penyimpanan berkurang
E. Pengguna sulit login

Jawaban: C

Pembahasan:
Akun bersama menyulitkan atribusi aktivitas kepada individu tertentu dan mengurangi efektivitas kontrol keamanan.

Soal 20

Dalam audit backup, tim menemukan laporan backup selalu berstatus sukses, tetapi restore tidak pernah diuji. Kesimpulan paling tepat adalah ….

A. Backup pasti aman
B. Efektivitas backup belum terbukti sampai dilakukan pengujian pemulihan
C. Restore tidak diperlukan
D. Backup sebaiknya dihentikan
E. Kapasitas storage harus ditambah

Jawaban: B

Pembahasan:
Tujuan backup adalah memastikan data dapat dipulihkan. Status sukses tidak cukup tanpa pengujian restore.

Soal 21

Audit akses menemukan pegawai yang sudah pindah unit masih memiliki hak administrator pada sistem lama. Kontrol yang paling perlu diperbaiki adalah ….

A. Monitoring bandwidth
B. Patch management
C. Backup database
D. Pengadaan akun baru
E. Joiner-mover-leaver process dan review hak akses berkala

Jawaban: E

Pembahasan:
Perubahan posisi pegawai harus diikuti perubahan hak akses agar prinsip least privilege tetap terjaga.

Soal 22

Auditor harus memilih area audit dengan sumber daya terbatas. Pendekatan paling tepat adalah ….

A. Memilih sistem dengan dokumentasi paling banyak
B. Memprioritaskan area berdasarkan tingkat risiko, dampak, dan kritikalitas terhadap organisasi
C. Memilih sistem terbaru
D. Memeriksa semua area secara dangkal
E. Mengikuti preferensi unit teknis

Jawaban: B

Pembahasan:
Risk-based audit membantu memusatkan sumber daya audit pada area dengan risiko tertinggi.

Soal 23

Log keamanan menunjukkan ribuan percobaan login gagal dari satu alamat IP, tetapi tidak ada alert yang dikirim kepada tim keamanan. Temuan utama audit adalah ….

A. Kapasitas server rendah
B. Sistem terlalu sering digunakan
C. Mekanisme monitoring dan alert keamanan tidak efektif
D. User interface buruk
E. Backup terlalu lambat

Jawaban: C

Pembahasan:
Log sudah tersedia, tetapi kontrol deteksi tidak memberikan respons yang diperlukan. Ini menunjukkan kelemahan monitoring.

Soal 24

Sistem memiliki kebijakan password kuat, tetapi pengguna dapat meminta petugas helpdesk mereset password hanya dengan menyebut nama dan NIP. Risiko terbesar adalah ….

A. Pengguna akan lupa password
B. Password menjadi terlalu panjang
C. Database akun membesar
D. Social engineering melalui proses verifikasi identitas yang lemah
E. Helpdesk memiliki terlalu banyak tiket

Jawaban: D

Pembahasan:
Kontrol password kuat dapat menjadi tidak efektif jika proses reset tidak memverifikasi identitas secara memadai.

Soal 25

Auditor menemukan satu orang dapat membuat vendor, memasukkan tagihan, dan menyetujui pembayaran dalam sistem. Perbaikan terbaik adalah ….

A. Menerapkan segregation of duties pada fungsi yang berisiko konflik
B. Mengganti orang tersebut
C. Menambah password
D. Mengurangi jumlah transaksi
E. Mematikan sistem pada malam hari

Jawaban: A

Pembahasan:
Pemisahan tugas mengurangi risiko penyalahgunaan dan kesalahan karena satu individu tidak mengendalikan seluruh proses kritis.

Soal 26

Temuan audit menunjukkan patch keamanan kritis terlambat diterapkan selama enam bulan karena tim takut aplikasi berhenti berfungsi. Rekomendasi paling tepat adalah ….

A. Menonaktifkan patch management
B. Menghapus aplikasi
C. Membangun proses patch management berbasis risiko dengan pengujian, jadwal, dan fallback
D. Melakukan patch hanya jika terjadi insiden
E. Membiarkan karena sistem masih berjalan

Jawaban: C

Pembahasan:
Patch kritis harus dikelola secara terencana. Risiko incompatibility perlu dikendalikan melalui testing, bukan dengan mengabaikan patch.

Soal 27

Auditor menemukan konfigurasi produksi dapat diubah langsung oleh programmer tanpa persetujuan. Risiko terbesar adalah ….

A. Tampilan sistem berubah
B. Jumlah pengguna meningkat
C. Server menjadi lebih cepat
D. Perubahan tidak sah atau tidak terkontrol dapat memengaruhi layanan produksi
E. Dokumentasi menjadi lebih panjang

Jawaban: D

Pembahasan:
Akses langsung ke produksi tanpa approval melemahkan change control dan meningkatkan risiko gangguan maupun manipulasi.

D. Manajemen Risiko Teknologi Informasi

Soal 28

Sebuah server aplikasi kritis memiliki kemungkinan kegagalan rendah, tetapi dampaknya dapat menghentikan pelayanan nasional. Perlakuan risiko yang tepat adalah ….

A. Mengabaikannya karena kemungkinan kecil
B. Menurunkan nilai dampak
C. Memindahkan risiko kepada pengguna
D. Menunggu insiden terjadi
E. Menyusun mitigasi karena dampaknya sangat tinggi meskipun probabilitas rendah

Jawaban: E

Pembahasan:
Prioritas risiko ditentukan dari kombinasi likelihood dan impact. Risiko berdampak sangat besar tetap perlu dikendalikan.

Soal 29

Organisasi memiliki risiko ransomware. Salah satu mitigasinya adalah backup terpisah, tetapi semua backup masih dapat diakses menggunakan akun administrator domain yang sama. Kelemahannya adalah ….

A. Kapasitas backup terlalu besar
B. Backup dapat ikut terdampak jika akun domain berhasil dikompromikan
C. Backup menjadi terlalu cepat
D. Data tidak perlu dienkripsi
E. Ransomware hanya menyerang workstation

Jawaban: B

Pembahasan:
Backup yang menggunakan domain kepercayaan sama dapat ikut terkena serangan. Isolasi dan immutability perlu dipertimbangkan.

Soal 30

Risiko kebocoran data memiliki likelihood tinggi dan impact tinggi. Organisasi tidak dapat menghentikan proses bisnis yang menggunakan data tersebut. Strategi paling tepat adalah ….

A. Melakukan risk reduction melalui kontrol keamanan berlapis dan monitoring
B. Menerima risiko tanpa tindakan
C. Menghapus risk register
D. Mengabaikan risiko
E. Memindahkan seluruh tanggung jawab kepada vendor

Jawaban: A

Pembahasan:
Jika aktivitas tetap harus berjalan, risiko perlu dikurangi melalui kontrol preventif, detektif, dan korektif.

Soal 31

Tim mencatat 80 risiko dalam risk register, tetapi tidak ada pemilik risiko yang ditetapkan. Masalah paling utama adalah ….

A. Risiko terlalu banyak
B. Akuntabilitas penanganan risiko tidak jelas
C. Semua risiko harus ditutup
D. Risiko harus dialihkan ke tim TI
E. Risk register tidak boleh lebih dari 50 risiko

Jawaban: B

Pembahasan:
Setiap risiko perlu memiliki risk owner yang bertanggung jawab memastikan respons dan monitoring dilakukan.

Soal 32

Vendor cloud menyimpan data penting organisasi. Tim internal menganggap seluruh risiko telah berpindah kepada vendor. Pernyataan yang tepat adalah ….

A. Seluruh risiko memang menjadi tanggung jawab vendor
B. Risiko hilang setelah kontrak ditandatangani
C. Organisasi tidak perlu melakukan monitoring
D. Vendor selalu menanggung dampak hukum
E. Sebagian risiko dapat ditransfer, tetapi akuntabilitas organisasi terhadap layanan dan data tetap perlu dikelola

Jawaban: E

Pembahasan:
Risk transfer tidak selalu menghilangkan risiko organisasi. Risiko residual, kepatuhan, reputasi, dan tanggung jawab layanan tetap harus dipantau.

Soal 33

Sebuah kontrol keamanan menghabiskan biaya Rp2 miliar per tahun untuk mengurangi risiko dengan estimasi kerugian maksimal Rp100 juta. Tindakan analitis terbaik adalah ….

A. Meninjau kembali cost-effectiveness kontrol dan mencari mitigasi yang lebih proporsional
B. Menambah kontrol lain
C. Menghapus seluruh keamanan
D. Mengabaikan estimasi risiko
E. Mempertahankan karena kontrol selalu lebih penting daripada biaya

Jawaban: A

Pembahasan:
Kontrol harus sebanding dengan nilai risiko, kewajiban hukum, dan toleransi organisasi.

Soal 34

Hasil assessment menunjukkan risiko telah turun dari tinggi menjadi rendah setelah mitigasi, tetapi kontrol tersebut belum pernah diuji. Status risiko seharusnya ….

A. Langsung ditutup
B. Dihapus dari risk register
C. Belum dapat dianggap efektif sebelum efektivitas kontrol diverifikasi
D. Dianggap tidak relevan
E. Dipindahkan ke unit lain

Jawaban: C

Pembahasan:
Risiko residual harus dinilai berdasarkan kontrol yang benar-benar efektif, bukan hanya kontrol yang direncanakan.

Soal 35

Dua risiko memiliki skor yang sama. Risiko A berdampak pada layanan internal, sedangkan Risiko B dapat menghentikan layanan publik dan menimbulkan konsekuensi hukum. Prioritas yang lebih tepat adalah ….

A. Risiko A karena lebih mudah ditangani
B. Keduanya selalu sama
C. Risiko dengan biaya mitigasi lebih rendah
D. Risiko B karena mempertimbangkan konteks dampak dan kritikalitas, bukan skor numerik semata
E. Risiko yang ditemukan lebih dulu

Jawaban: D

Pembahasan:
Risk scoring membantu prioritas, tetapi keputusan tetap harus mempertimbangkan konteks bisnis, regulasi, dan dampak strategis.

Soal 36

Organisasi menetapkan risk appetite rendah untuk kebocoran data pribadi, tetapi menerima proyek yang memiliki kontrol keamanan minimal agar peluncuran lebih cepat. Tindakan Pranata Komputer yang paling tepat adalah ….

A. Menyetujui karena proyek prioritas
B. Mengubah risk appetite tanpa persetujuan
C. Menghapus risiko dari laporan
D. Mengeskalasi ketidaksesuaian terhadap risk appetite dan meminta mitigasi sebelum implementasi
E. Membiarkan unit bisnis menanggung sendiri

Jawaban: D

Pembahasan:
Keputusan proyek harus sesuai dengan risk appetite organisasi. Jika melampaui toleransi, risiko perlu dimitigasi atau dieskalasi kepada pihak berwenang.

E. Manajemen Proyek Teknologi Informasi

Soal 37

Proyek aplikasi telah berjalan 60%, tetapi pemilik proses meminta tambahan fitur besar yang tidak ada dalam ruang lingkup awal. Langkah terbaik adalah ….

A. Melakukan analisis dampak terhadap biaya, waktu, risiko, dan manfaat melalui change control
B. Langsung menambahkan fitur
C. Menolak semua perubahan
D. Meminta programmer bekerja lembur
E. Menghapus fitur lama

Jawaban: A

Pembahasan:
Perubahan ruang lingkup harus melalui proses pengendalian perubahan agar konsekuensinya terhadap proyek dapat dinilai secara transparan.

Soal 38

Proyek terlambat karena aktivitas integrasi baru dapat dimulai setelah tiga sistem lain selesai. Ketiga aktivitas tersebut sangat menentukan jadwal akhir. Konsep yang paling relevan adalah ….

A. Asset management
B. Critical path dan dependency management
C. Incident management
D. Service desk
E. Enterprise repository

Jawaban: B

Pembahasan:
Ketergantungan aktivitas dan jalur kritis menentukan pekerjaan mana yang langsung memengaruhi tanggal selesai proyek.

Soal 39

Tim proyek melaporkan bahwa 80% tugas telah selesai, tetapi sebagian besar pekerjaan mudah dikerjakan lebih dahulu sementara komponen kritis belum dimulai. Kesimpulan terbaik adalah ….

A. Proyek pasti hampir selesai
B. Persentase tugas selesai saja tidak cukup untuk menggambarkan kemajuan riil proyek
C. Proyek harus dihentikan
D. Semua pekerjaan memiliki bobot sama
E. Jadwal tidak diperlukan

Jawaban: B

Pembahasan:
Progress perlu mempertimbangkan bobot pekerjaan, critical path, deliverable, dan nilai yang benar-benar telah dihasilkan.

Soal 40

Vendor proyek gagal memenuhi milestone dua kali. Tim internal ingin langsung memutus kontrak, padahal layanan yang dibangun bersifat kritis. Tindakan terbaik adalah ….

A. Memutus kontrak hari itu juga
B. Mengabaikan kegagalan
C. Mengevaluasi penyebab, kewajiban kontrak, risiko transisi, recovery plan, dan alternatif sebelum memutuskan
D. Membayar seluruh nilai kontrak
E. Menambah ruang lingkup proyek

Jawaban: C

Pembahasan:
Keputusan vendor harus mempertimbangkan kontrak, dampak bisnis, risiko, dan strategi keberlanjutan proyek.

Soal 41

Proyek baru memiliki banyak stakeholder dengan kebutuhan berbeda dan terkadang bertentangan. Langkah awal terbaik adalah ….

A. Melakukan stakeholder analysis serta menetapkan strategi komunikasi dan pengelolaan kebutuhan
B. Mengikuti pihak dengan jabatan tertinggi
C. Mengurangi jumlah stakeholder
D. Menyerahkan seluruh keputusan kepada vendor
E. Memulai pengembangan tanpa requirement

Jawaban: A

Pembahasan:
Stakeholder analysis membantu memahami kepentingan, pengaruh, kebutuhan, dan strategi engagement masing-masing pihak.

Soal 42

Proyek mengalami kenaikan biaya 20% karena requirement sering berubah. Akar masalah paling mungkin adalah ….

A. Server terlalu sedikit
B. Jumlah programmer terlalu banyak
C. Requirement dan scope management tidak berjalan efektif
D. Sistem monitoring terlalu baik
E. Pengguna terlalu banyak

Jawaban: C

Pembahasan:
Perubahan kebutuhan yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan scope creep, keterlambatan, dan pembengkakan biaya.

Soal 43

Sistem telah selesai dikembangkan dan lulus pengujian teknis, tetapi pengguna menolak karena alur kerja tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Kelemahan proyek paling mungkin adalah ….

A. Infrastruktur terlalu kuat
B. Dokumentasi teknis terlalu lengkap
C. Pengadaan terlambat
D. Keterlibatan pengguna dan validasi kebutuhan sejak awal tidak memadai
E. Jumlah server terlalu banyak

Jawaban: D

Pembahasan:
Keberhasilan teknis tidak menjamin keberhasilan bisnis. Pengguna perlu dilibatkan dalam requirement, desain, validasi, dan acceptance.

Soal 44

Proyek strategis akan selesai dalam dua minggu, tetapi belum ada rencana operasi, support, monitoring, dan transfer pengetahuan. Risiko utama adalah ….

A. Proyek selesai terlalu cepat
B. Transisi dari proyek ke operasi tidak siap sehingga layanan berpotensi tidak berkelanjutan
C. Tim proyek terlalu besar
D. Dokumentasi akan terlalu banyak
E. Anggaran akan otomatis bertambah

Jawaban: B

Pembahasan:
Project closure harus mencakup kesiapan operasional, dokumentasi, knowledge transfer, support, dan ownership layanan.

Soal 45

Setelah proyek selesai, pimpinan hanya mengevaluasi apakah proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Pranata Komputer Ahli Madya sebaiknya menyarankan tambahan evaluasi berupa ….

A. Jumlah rapat proyek
B. Jumlah baris kode
C. Jumlah personel
D. Jumlah dokumen yang dihasilkan
E. Realisasi manfaat, kualitas deliverable, kepuasan stakeholder, dan lesson learned

Jawaban: E

Pembahasan:
Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari waktu dan biaya. Manfaat bisnis, kualitas hasil, pengalaman stakeholder, dan pembelajaran proyek juga perlu dievaluasi.

Siapkan Diri untuk Ukom Pranata Komputer

Perbanyak latihan soal Enterprise Architecture, layanan TI, audit TI, manajemen risiko, dan manajemen proyek. Di fungsional.id, tersedia latihan soal Ukom Prakom Ahli Muda ke Ahli Madya lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!