30+ Soal Rekrutmen Pegawai RSA UGM Formasi Fisioterapis + Pembahasan Lengkap

Rekrutmen Pegawai Formasi Fisioterapis RSA UGM membutuhkan kesiapan dalam asesmen fisioterapi, intervensi, rehabilitasi, keselamatan pasien, dan etika profesi. Melalui artikel 30+ Rekrutmen Pegawai Formasi Fisioterapis RSA UGM + Pembahasan Lengkap, Anda dapat mempelajari materi dan berlatih soal agar lebih siap menghadapi seleksi.

Gambaran Rekrutmen Pegawai RSA UGM Formasi Fisioterapis

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada membuka rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja formasi Fisioterapis Tahun 2026. Pelamar yang dapat mengikuti seleksi harus memenuhi persyaratan umum dan kualifikasi khusus sesuai kebutuhan rumah sakit.

Kualifikasi utama formasi Fisioterapis meliputi:

  • pendidikan minimal D3, D4, atau Profesi Fisioterapi;
  • lulusan perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B;
  • IPK minimal 3,00;
  • memiliki STR aktif;
  • diutamakan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun;
  • tidak terikat kerja dengan institusi lain;
  • bersedia bekerja shift dan on call;
  • bersedia ditempatkan di poli maupun layanan Homecare;
  • mampu bekerja sama dalam tim;
  • memiliki integritas, inisiatif, tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan kejujuran.

Tahapan seleksi mencakup seleksi administrasi, tes tertulis dan wawancara, psikotes, serta tes kesehatan. Karena itu, peserta perlu mempersiapkan kompetensi teknis fisioterapi sekaligus kemampuan komunikasi, profesionalisme, kerja tim, dan kesiapan menghadapi pelayanan pasien di lingkungan rumah sakit.

Materi Seleksi Formasi Fisioterapis RSA UGM

Materi seleksi Fisioterapis RSA UGM dapat difokuskan pada kompetensi teknis yang relevan dengan pelayanan di poli maupun Homecare, sekaligus kesiapan bekerja di lingkungan rumah sakit.

Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • asesmen fisioterapi, seperti anamnesis, pemeriksaan fungsi gerak, nyeri, kekuatan otot, ROM, dan kemampuan aktivitas;
  • penentuan diagnosis fisioterapi serta penyusunan tujuan terapi;
  • intervensi fisioterapi, termasuk exercise therapy, terapi manual, modalitas, dan edukasi;
  • fisioterapi muskuloskeletal, seperti nyeri punggung, cedera sendi, dan gangguan postur;
  • fisioterapi neurologi, seperti stroke, gangguan keseimbangan, dan latihan fungsi;
  • fisioterapi kardiorespirasi, termasuk latihan pernapasan dan mobilisasi;
  • rehabilitasi pascaoperasi dan cedera;
  • pelayanan Homecare, termasuk asesmen lingkungan rumah dan keselamatan pasien;
  • keselamatan pasien dan pencegahan risiko selama terapi;
  • komunikasi terapeutik dengan pasien dan keluarga;
  • kerja sama interprofesional dengan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain;
  • dokumentasi hasil pemeriksaan, intervensi, dan evaluasi perkembangan pasien;
  • etika profesi, integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme;
  • kesiapan menghadapi situasi kerja shift dan on call.

Contoh Soal HOTS Seleksi Fisioterapis RSA UGM + Pembahasan

Soal 1 – Asesmen Fisioterapi

Pasien datang dengan keluhan nyeri bahu kanan setelah mengangkat beban berat. Gerak abduksi aktif terbatas dan menimbulkan nyeri, sedangkan gerak pasif relatif lebih baik.

Interpretasi awal yang paling tepat adalah ….

A. Gangguan lebih mengarah pada jaringan kontraktil
B. Gangguan pasti berasal dari tulang
C. Pasien harus langsung mendapat elektroterapi
D. Tidak diperlukan pemeriksaan tambahan
E. Pasien harus langsung dirujuk tanpa asesmen

Jawaban: A

Pembahasan:
Perbedaan antara gerak aktif dan pasif dapat memberi petunjuk adanya keterlibatan jaringan kontraktil seperti otot atau tendon.

Soal 2 – Pemeriksaan ROM

Pasien pascaimobilisasi lutut mengalami keterbatasan fleksi. Fisioterapis ingin mengetahui perubahan objektif dari minggu ke minggu.

Alat yang paling sesuai digunakan adalah ….

A. Stetoskop
B. Goniometer
C. Spirometer
D. Sphygmomanometer
E. Pulse oximeter

Jawaban: B

Pembahasan:
Goniometer digunakan untuk mengukur rentang gerak sendi secara kuantitatif.

Soal 3 – Diagnosis Fisioterapi

Pasien stroke mampu berdiri tetapi sulit memindahkan berat badan ke sisi paretik.

Masalah utama yang paling relevan adalah ….

A. Gangguan pendengaran
B. Gangguan visual
C. Gangguan kontrol postural dan weight shifting
D. Gangguan memori
E. Gangguan bicara

Jawaban: C

Pembahasan:
Kesulitan memindahkan berat badan pada pasien stroke berkaitan erat dengan kontrol postural dan distribusi beban.

Soal 4 – Penentuan Tujuan Terapi

Pasien pascaoperasi lutut ingin kembali berjalan mandiri.

Tujuan terapi yang paling tepat adalah ….

A. Menghilangkan seluruh nyeri dalam satu sesi
B. Memperbanyak jumlah modalitas
C. Melakukan terapi tanpa target waktu
D. Menetapkan target fungsional yang spesifik, terukur, realistis, dan bertahap
E. Fokus pada hasil radiologi

Jawaban: D

Pembahasan:
Tujuan fisioterapi sebaiknya berbasis fungsi dan dapat dievaluasi secara objektif.

Soal 5 – Keselamatan Pasien

Saat latihan berdiri, pasien tiba-tiba merasa pusing, berkeringat dingin, dan tampak pucat.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Melanjutkan latihan agar adaptasi meningkat
B. Meminta pasien berjalan perlahan
C. Menambah repetisi latihan
D. Mengalihkan ke latihan kekuatan
E. Menghentikan latihan, amankan pasien, dan evaluasi kondisi vital

Jawaban: E

Pembahasan:
Keselamatan pasien menjadi prioritas. Gejala tersebut dapat mengarah pada intoleransi latihan atau gangguan hemodinamik.

Soal 6 – Muskuloskeletal

Pasien low back pain tanpa red flag mengalami nyeri saat duduk lama dan kurang aktivitas fisik.

Intervensi awal yang paling tepat adalah ….

A. Edukasi aktivitas, latihan bertahap, dan modifikasi faktor pemicu
B. Imobilisasi total selama dua minggu
C. Melarang seluruh aktivitas
D. Mengandalkan modalitas pasif saja
E. Langsung menggunakan alat bantu jalan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada kasus tanpa tanda bahaya, pendekatan aktif dan edukasi lebih penting daripada imobilisasi berkepanjangan.

Soal 7 – Red Flag

Pasien mengeluhkan nyeri punggung bawah disertai penurunan berat badan tanpa sebab dan nyeri malam yang progresif.

Tindakan fisioterapis adalah ….

A. Langsung latihan strengthening
B. Mengidentifikasi sebagai red flag dan merekomendasikan evaluasi medis lebih lanjut
C. Memberikan massage intensif
D. Memberikan latihan fleksibilitas saja
E. Melanjutkan terapi rutin

Jawaban: B

Pembahasan:
Gejala tersebut dapat menunjukkan kondisi yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut sebelum intervensi fisioterapi.

Soal 8 – Cedera Lutut

Seorang pasien mengalami cedera lutut saat olahraga, disertai pembengkakan cepat dan rasa tidak stabil.

Prioritas asesmen adalah ….

A. Langsung latihan lompat
B. Menilai kemampuan maksimal berlari
C. Menilai mekanisme cedera, stabilitas sendi, pembengkakan, dan fungsi
D. Memberikan heat therapy
E. Melatih endurance

Jawaban: C

Pembahasan:
Cedera akut memerlukan asesmen menyeluruh sebelum menentukan intervensi.

Soal 9 – Nyeri Bahu

Pasien mengalami nyeri saat melakukan aktivitas overhead.

Langkah yang paling tepat adalah ….

A. Menganggap semua nyeri bahu sebagai frozen shoulder
B. Langsung melakukan mobilisasi agresif
C. Menghindari seluruh gerakan bahu
D. Melakukan asesmen postur, ROM, kekuatan, dan pola gerakan scapulohumeral
E. Memberikan terapi tanpa pemeriksaan

Jawaban: D

Pembahasan:
Nyeri overhead dapat memiliki banyak penyebab sehingga memerlukan evaluasi gerak yang sistematis.

Soal 10 – Rehabilitasi Pascaoperasi

Pasien pascaoperasi ortopedi menunjukkan pembengkakan meningkat dan nyeri memburuk dibanding hari sebelumnya.

Respons terbaik adalah ….

A. Menambah intensitas latihan
B. Melakukan latihan resistensi berat
C. Mengabaikan karena bagian dari proses normal
D. Menambah durasi latihan
E. Menilai ulang kondisi dan mempertimbangkan perlunya komunikasi dengan tim medis

Jawaban: E

Pembahasan:
Perubahan klinis yang memburuk perlu dievaluasi dan dikomunikasikan kepada tim terkait.

Soal 11 – Neurologi

Pasien stroke menunjukkan pola berjalan dengan circumduction pada tungkai paretik.

Pendekatan terapi yang paling tepat adalah ….

A. Melatih kontrol tungkai, weight shifting, dan pola berjalan fungsional
B. Melarang pasien berjalan
C. Fokus hanya pada ekstremitas atas
D. Menggunakan kursi roda permanen
E. Menghindari latihan keseimbangan

Jawaban: A

Pembahasan:
Latihan harus diarahkan pada perbaikan kontrol gerak dan pola berjalan fungsional.

Soal 12 – Keseimbangan

Pasien usia lanjut memiliki riwayat jatuh dua kali dalam tiga bulan.

Langkah awal yang tepat adalah ….

A. Hanya memberikan latihan kekuatan tangan
B. Melakukan asesmen keseimbangan, gait, kekuatan, dan faktor risiko jatuh
C. Menyarankan istirahat total
D. Mengurangi aktivitas harian
E. Menghindari seluruh latihan berdiri

Jawaban: B

Pembahasan:
Riwayat jatuh memerlukan evaluasi faktor risiko secara menyeluruh.

Soal 13 – Parkinson

Pasien Parkinson mengalami langkah pendek dan sulit memulai berjalan.

Strategi latihan yang paling relevan adalah ….

A. Latihan pasif saja
B. Stretching tanpa latihan jalan
C. Cueing, latihan ritme, dan latihan gait terstruktur
D. Latihan beban maksimal
E. Imobilisasi

Jawaban: C

Pembahasan:
Cueing dapat membantu inisiasi dan pola berjalan pada pasien Parkinson.

Soal 14 – Stroke Akut

Pasien stroke baru dirawat dan kondisinya stabil. Tim meminta fisioterapi memulai mobilisasi.

Pertimbangan utama adalah ….

A. Segera berdiri tanpa pemeriksaan
B. Latihan maksimal agar pemulihan cepat
C. Fokus pada kekuatan tangan saja
D. Memastikan stabilitas klinis, toleransi aktivitas, dan keamanan sebelum mobilisasi
E. Menunggu sampai pasien pulang

Jawaban: D

Pembahasan:
Mobilisasi awal harus tetap mempertimbangkan keamanan dan kondisi klinis pasien.

Soal 15 – Neuropati

Pasien dengan gangguan sensibilitas pada kaki sering tidak menyadari adanya luka kecil.

Intervensi edukasi yang paling penting adalah ….

A. Menambah latihan intensitas tinggi
B. Mengurangi penggunaan alas kaki
C. Fokus pada latihan tangan
D. Menghindari pemeriksaan kaki
E. Edukasi inspeksi kaki, proteksi kulit, dan pencegahan cedera

Jawaban: E

Pembahasan:
Gangguan sensibilitas meningkatkan risiko trauma yang tidak disadari.

Soal 16 – Kardiorespirasi

Pasien pascaoperasi abdomen memiliki pola napas dangkal dan takut batuk karena nyeri.

Intervensi yang paling tepat adalah ….

A. Latihan pernapasan, edukasi batuk efektif, dan mobilisasi sesuai toleransi
B. Bed rest total
C. Menunda mobilisasi selama satu minggu
D. Menghindari seluruh aktivitas respirasi
E. Latihan kekuatan tungkai berat

Jawaban: A

Pembahasan:
Latihan pernapasan dan mobilisasi membantu mencegah komplikasi respirasi pascaoperasi.

Soal 17 – Monitoring Latihan

Saat latihan, saturasi oksigen pasien menurun signifikan disertai sesak meningkat.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Melanjutkan latihan lebih pelan
B. Menghentikan latihan dan mengevaluasi kondisi pasien
C. Menambah repetisi
D. Mengubah latihan menjadi lebih berat
E. Mengabaikan karena pasien masih sadar

Jawaban: B

Pembahasan:
Penurunan saturasi disertai gejala klinis merupakan tanda untuk menghentikan latihan dan melakukan evaluasi.

Soal 18 – Latihan Endurance

Pasien dengan toleransi aktivitas rendah ingin meningkatkan kemampuan berjalan.

Program terbaik adalah ….

A. Latihan maksimal sejak awal
B. Hanya latihan pasif
C. Latihan endurance bertahap berdasarkan toleransi dan respons fisiologis
D. Latihan kekuatan ekstrem
E. Bed rest

Jawaban: C

Pembahasan:
Progressive exercise lebih aman dan efektif untuk meningkatkan kapasitas fungsional.

Soal 19 – Homecare

Saat kunjungan homecare, fisioterapis menemukan banyak karpet longgar dan pencahayaan buruk pada rumah pasien usia lanjut.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Fokus hanya pada latihan
B. Tidak perlu membahas lingkungan
C. Meminta pasien pindah rumah
D. Memberikan rekomendasi modifikasi lingkungan untuk menurunkan risiko jatuh
E. Mengurangi latihan berjalan

Jawaban: D

Pembahasan:
Homecare memungkinkan fisioterapis menilai risiko nyata di lingkungan pasien.

Soal 20 – Homecare Pasca Stroke

Keluarga pasien stroke ingin membantu seluruh aktivitas pasien karena takut pasien jatuh.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Membiarkan keluarga melakukan semuanya
B. Melarang pasien bergerak
C. Mengurangi latihan kemandirian
D. Menyarankan bed rest
E. Mengedukasi keluarga agar memberi bantuan sesuai kebutuhan sambil mendorong kemandirian pasien secara aman

Jawaban: E

Pembahasan:
Bantuan berlebihan dapat menghambat pemulihan fungsi.

Soal 21 – Komunikasi Terapeutik

Pasien merasa takut melakukan latihan karena pernah mengalami nyeri hebat.

Respons fisioterapis paling tepat adalah ….

A. Mendengarkan kekhawatiran, menjelaskan tujuan terapi, dan meningkatkan latihan secara bertahap
B. Memaksa pasien mengikuti program
C. Mengabaikan kekhawatiran
D. Menghentikan terapi permanen
E. Menyalahkan pasien

Jawaban: A

Pembahasan:
Komunikasi terapeutik dapat meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan pasien.

Soal 22 – Kerja Tim

Dokter meminta mobilisasi pasien, tetapi saat asesmen fisioterapis menemukan tekanan darah tidak stabil.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Tetap mengikuti instruksi tanpa evaluasi
B. Mengkomunikasikan hasil asesmen kepada tim dan menyesuaikan intervensi berdasarkan keselamatan pasien
C. Menolak seluruh kerja sama
D. Memulangkan pasien
E. Mengubah terapi tanpa komunikasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Kerja interprofesional harus didasarkan pada komunikasi klinis dan keselamatan pasien.

Soal 23 – Dokumentasi

Setelah terapi, pasien menunjukkan peningkatan ROM dan penurunan nyeri.

Dokumentasi terbaik adalah ….

A. “Pasien membaik”
B. “Terapi berjalan lancar”
C. Mencatat perubahan objektif, intervensi, respons pasien, dan rencana tindak lanjut
D. Tidak perlu dicatat
E. Hanya menulis nama latihan

Jawaban: C

Pembahasan:
Dokumentasi harus objektif dan mampu menunjukkan perkembangan klinis.

Soal 24 – Etika Profesi

Pasien meminta fisioterapis menjamin kesembuhan total dalam dua kali terapi.

Respons terbaik adalah ….

A. Menjamin agar pasien percaya
B. Menolak terapi
C. Memberikan target tanpa asesmen
D. Menjelaskan prognosis secara realistis berdasarkan hasil asesmen dan respons terapi
E. Menyerahkan jawaban kepada keluarga

Jawaban: D

Pembahasan:
Tenaga kesehatan harus memberikan informasi yang jujur dan realistis.

Soal 25 – Kerahasiaan

Kerabat pasien meminta informasi lengkap hasil asesmen tanpa persetujuan pasien.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan karena masih keluarga
B. Memberikan sebagian
C. Mengirim melalui pesan pribadi
D. Membacakan hasil di ruang tunggu
E. Menjaga kerahasiaan dan memberikan informasi hanya sesuai kewenangan serta persetujuan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kerahasiaan merupakan bagian penting etika profesi.

Soal 26 – Prioritas Pasien

Dalam satu waktu terdapat tiga pasien: pasien nyeri ringan, pasien latihan rutin, dan pasien pascaoperasi yang mendadak sesak.

Prioritas fisioterapis adalah ….

A. Menangani pasien dengan tanda kegawatan terlebih dahulu
B. Melayani sesuai nomor antrean
C. Menangani pasien paling muda
D. Menangani pasien rutin dahulu
E. Meminta semua pasien menunggu

Jawaban: A

Pembahasan:
Prioritas klinis ditentukan berdasarkan tingkat urgensi dan keselamatan.

Soal 27 – Shift dan On Call

Fisioterapis dipanggil saat on call untuk pasien rawat inap yang membutuhkan mobilisasi, tetapi informasi kondisi pasien belum lengkap.

Langkah pertama adalah ….

A. Langsung melakukan latihan
B. Memeriksa data klinis dan memastikan kondisi pasien aman untuk intervensi
C. Menunda sampai shift berikutnya
D. Meminta keluarga melakukan mobilisasi
E. Mengabaikan panggilan

Jawaban: B

Pembahasan:
Intervensi harus berdasarkan informasi klinis yang memadai.

Soal 28 – Evaluasi Program

Setelah tiga minggu terapi, pasien tidak menunjukkan perubahan berarti.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Mengulang program yang sama terus-menerus
B. Menambah intensitas tanpa evaluasi
C. Melakukan reassessment dan menyesuaikan program berdasarkan temuan terbaru
D. Menghentikan terapi langsung
E. Menyalahkan pasien

Jawaban: C

Pembahasan:
Reassessment penting untuk menentukan apakah intervensi masih sesuai.

Soal 29 – Intervensi Aman

Pasien memiliki osteoporosis berat dan membutuhkan latihan penguatan.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Latihan high impact
B. Manipulasi kuat
C. Latihan lompat
D. Memberikan latihan terkontrol dengan memperhatikan risiko fraktur dan toleransi pasien
E. Tidak boleh latihan sama sekali

Jawaban: D

Pembahasan:
Program harus dimodifikasi berdasarkan kondisi dan faktor risiko pasien.

Soal 30 – Kasus Integratif RSA UGM

Pasien pascastroke dirujuk untuk fisioterapi. Ia mengalami kelemahan sisi tubuh, keseimbangan buruk, takut jatuh, dan akan melanjutkan terapi melalui layanan homecare.

Pendekatan paling komprehensif adalah ….

A. Fokus hanya pada strengthening
B. Memberikan modalitas pasif
C. Memberikan latihan tanpa edukasi keluarga
D. Fokus pada kemampuan berjalan saja
E. Melakukan asesmen menyeluruh, menetapkan tujuan fungsional, latihan keseimbangan dan mobilitas, edukasi keluarga, evaluasi lingkungan rumah, serta monitoring berkala

Jawaban: E

Pembahasan:
Kasus kompleks membutuhkan pendekatan menyeluruh yang mencakup fungsi pasien, keselamatan, lingkungan, keluarga, dan evaluasi berkelanjutan.

Maksimalkan Persiapan Seleksi Fisioterapis RSA UGM

Perbanyak latihan soal untuk memperkuat kemampuan asesmen, intervensi fisioterapi, rehabilitasi, homecare, keselamatan pasien, komunikasi klinis, dan kerja sama tim. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Rekrutmen Pegawai Formasi Fisioterapis RSA UGM lengkap dengan materi, kunci jawaban, dan pembahasan.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!