100+ Soal Ujikom JF PSM  (Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat) Kemendesa & Kunci Jawaban

Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) merupakan evaluasi penting untuk mengukur penguasaan kompetensi profesional dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa berkelanjutan, dan pengelolaan program ekonomi kerakyatan. Sebagai tenaga profesional yang bertugas menghubungkan pemerintah dengan masyarakat desa, PSM memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan desa, mendorong partisipasi masyarakat dalam planning dan decision-making, serta memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Ujian kompetensi PSM menguji berbagai aspek esensial: pemahaman tentang kebijakan pembangunan desa dan program Kemendesa PDTT, penguasaan metodologi pemberdayaan masyarakat dan community development, kemampuan manajemen proyek pembangunan desa yang partisipatif, knowledge tentang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar di desa, pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, skill dalam financial management dan administrasi pelaksanaan program, serta kemampuan leadership dan motivasi masyarakat untuk swadaya dan gotong royong.

Persiapan matang dengan pemahaman mendalam tentang materi pemberdayaan masyarakat terkini, kebijakan desa terbaru, dan praktik intensif dengan soal-soal autentik ujikom adalah kunci kesuksesan melewati ujian kompetensi ini. Artikel lengkap ini menyajikan bank soal komprehensif dengan 100+ contoh soal ujikom JF PSM, mencakup berbagai topik dari kebijakan pembangunan desa, strategi pemberdayaan masyarakat, manajemen program, kesehatan dan pendidikan desa, pertanian berkelanjutan, pengelolaan keuangan, hingga kepemimpinan dan motivasi komunitas. Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban yang jelas, pembahasan detail yang menjelaskan konsep dan logika menjawab, serta referensi ke regulasi atau best practice relevan agar Anda memahami tidak hanya jawaban tetapi juga reasoning dan aplikasi praktis dalam konteks pembangunan desa. Dengan mengerjakan puluhan soal dalam artikel ini dan mempelajari pembahasannya, Anda dapat menguatkan foundation knowledge tentang pemberdayaan dan pembangunan desa, mengupdate pemahaman tentang program dan kebijakan Kemendesa terbaru, meningkatkan kemampuan analisis kasus pembangunan komunitas, dan membangun kepercayaan diri menghadapi ujian kompetensi. Semoga artikel ini menjadi companion belajar yang membantu Anda sukses dalam ujikom JF PSM dan terus memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan masyarakat desa Indonesia.

Mengenal Ujikom Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM)

Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) adalah evaluasi komprehensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) untuk mengukur penguasaan kompetensi profesional dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa berkelanjutan, dan fasilitasi partisipasi komunitas. Jabatan Fungsional PSM merupakan posisi strategis di tingkat desa atau kecamatan yang bertugas menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi antara pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten) dengan masyarakat desa dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan, program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pengelolaan dana desa, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan sosial. PSM diperlukan untuk memastikan bahwa program-program pembangunan desa tidak hanya top-down tetapi melibatkan partisipasi aktif, aspirasi, dan potensi lokal masyarakat, sehingga pembangunan menjadi berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan nyata komunitas setempat. Ujian kompetensi PSM merupakan tahap penting dalam proses seleksi dan promosi jabatan fungsional yang memastikan hanya profesional berkompeten yang menempati posisi ini dan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan dan pembangunan desa.

Ujikan Kompetensi PSM dirancang untuk mengevaluasi berbagai dimensi kompetensi profesional: penguasaan kebijakan pembangunan desa nasional (UU Desa, program dana desa, prioritas pembangunan desa terkini dari Kemendesa), pemahaman metodologi pemberdayaan masyarakat berbasis community development approach dan participatory planning, kemampuan dalam manajemen proyek pembangunan yang inklusif dan transparan, knowledge tentang aspek kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, dan lingkungan di desa, penguasaan tentang pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, dan ekonomi kerakyatan, skill teknis dalam administrasi, financial management, dan pelaporan program, serta kemampuan soft skills seperti leadership, komunikasi efektif, motivasi masyarakat, dan conflict resolution dalam konteks komunitas. Ujian kompetensi ini dirancang selektif karena hanya profesional yang benar-benar memahami kompleksitas pembangunan desa dan memiliki passion genuine untuk pemberdayaan masyarakat yang dapat berhasil lolos dan diangkat menjadi PSM profesional bersertifikat. Dengan mengikuti ujikom PSM dan lulus dengan skor tinggi, Anda tidak hanya mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui Kemendesa, tetapi juga pengakuan profesional bahwa Anda siap membawa perubahan positif dan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa melalui pemberdayaan dan partisipasi masyarakat yang autentik.

Komponen Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional PSM

Ujian Kompetensi Jabatan Fungsional PSM terdiri dari beberapa komponen yang dirancang untuk mengevaluasi kemampuan multidimensional calon PSM dalam aspek knowledge, skill, attitude, dan experience terkait pemberdayaan dan pembangunan desa. 

Komponen Pertama adalah Tes Tulis Berbasis Case Studies Pemberdayaan Masyarakat

menguji kemampuan analytical thinking, problem-solving, dan penguasaan knowledge tentang pemberdayaan dan pembangunan desa dalam menganalisis studi kasus nyata atau hypothetical cases yang mencerminkan situasi dan tantangan pembangunan desa. Soal umumnya berbentuk narasi tentang kondisi desa tertentu, masalah sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat, atau program pembangunan yang perlu direncanakan, kemudian peserta diminta mengidentifikasi isu utama, menganalisis akar masalah (root cause), merumuskan strategi pemberdayaan yang tepat dengan mengacu pada best practice dan metodologi community development, serta merencanakan implementasi program yang partisipatif dan sustainable. Tes ini menguji pemahaman tentang kebijakan pembangunan desa (UU Desa, dana desa, program nasional), metodologi pemberdayaan masyarakat, participatory planning, dan kemampuan merancang intervensi yang relevan dengan konteks lokal dan kapasitas masyarakat.

Komponen Kedua adalah Tes Praktik/Simulasi Pemberdayaan Masyarakat

Peserta diminta mendemonstrasikan kemampuan teknis dalam fasilitasi program pemberdayaan, baik melalui simulasi focus group discussion (FGD), community organizing, atau planning meeting dengan masyarakat (diperankan oleh assessor atau volunteer). Komponen ini menilai kemampuan praktis dalam memfasilitasi partisipasi masyarakat, menggunakan metode pembelajaran participatory (seperti PRA – Participatory Rural Appraisal, atau community mapping), mengelola dinamika kelompok, mengatasi hambatan komunikasi, dan menggerakkan masyarakat untuk action. Peserta juga dinilai dalam hal soft skills seperti empati, patience, active listening, responsiveness terhadap aspirasi lokal, dan kemampuan memotivasi tanpa menggurui. 

Komponen Ketiga adalah Presentasi dan Diskusi tentang Program/Kegiatan Pemberdayaan yang Telah Dilakukan 

Peserta mempresentasikan 2-3 program atau kegiatan pemberdayaan nyata yang telah dikerjakan atau difasilitasi (jika sudah berpengalaman sebagai PSM), disertai dengan analisis tentang perencanaan program, proses implementasi, hasil dan output yang dicapai, tantangan yang dihadapi, lesson learned, dan sustainability planning. Komponen ini menilai kemampuan reflection dan self-evaluation, depth of understanding terhadap program yang dijalankan, impact assessment, dan kemampuan articulate pengalaman dengan jelas dan convincing di hadapan panel.

Komponen Keempat adalah Penilaian Portfolio Profesional

Mencakup dokumentasi pengalaman kerja (jika sudah berpengalaman), sertifikasi atau pelatihan yang relevan, karya-karya nyata seperti laporan program, proposal project, community profile/assessment documents, monitoring and evaluation reports, foto dokumentasi kegiatan, testimonial dari masyarakat atau stakeholder lokal, dan bukti kontribusi pada pembangunan desa. Portfolio ini menunjukkan track record, level pengalaman, dan kualitas pekerjaan calon PSM dalam konteks pemberdayaan komunitas. Untuk calon PSM fresh graduate, portfolio bisa mencakup project akademik, magang experiences, aktivitas ekstrakurikuler terkait community service, dan recommendation letters dari mentor atau supervisor. 

Komponen Kelima adalah Wawancara Mendalam dengan Panel Ahli 

Menilai motivasi genuine calon PSM dalam pemberdayaan masyarakat, pemahaman mendalam tentang konteks pembangunan desa lokal (atau willingness untuk memahami), passion untuk community development, etika dan values dalam bekerja dengan masyarakat, kemampuan adaptasi dan resilience menghadapi tantangan lapangan, visi pengembangan desa dan masyarakat ke depan, serta komitmen untuk continuous learning dan professional development dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Setiap komponen memiliki bobot penilaian tersendiri dengan total skor yang menentukan kelulusan, dan standar kelulusan umumnya adalah minimum 70-75% dari total skor dengan ketentuan bahwa tidak boleh ada komponen individual dengan nilai signifikan di bawah passing threshold, karena setiap aspek kompetensi (knowledge, technical skill, soft skill, experience, motivation, ethics) dianggap penting dan saling melengkapi dalam menentukan kesiapan seseorang menjadi PSM profesional yang efektif dalam pemberdayaan masyarakat desa.

Area Kompetensi Utama yang Diuji dalam Ujikom PSM

Area Kompetensi Utama Yang Diuji Dalam Ujikom PSM terdiri atas: 

A. Kebijakan Pembangunan Desa & Regulasi

  • UU Desa No. 6 Tahun 2014: struktur pemerintahan desa, peran BPD, pengelolaan dana desa
  • Program Prioritas Kemendesa PDTT: dana desa, program percepatan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM
  • Kebijakan pembangunan desa berkelanjutan: Sustainable Development Goals (SDGs), desentralisasi
  • Penetapan prioritas pembangunan desa: musyawarah desa, rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes)

B. Metodologi Pemberdayaan Masyarakat

  • Pendekatan community development: participatory approach, empowerment, capacity building
  • Metode community organizing dan social mobilization
  • Participatory Rural Appraisal (PRA) dan community mapping
  • Needs assessment dan situational analysis di desa
  • Strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan (UMKM, pertanian, teknologi tepat guna)
  • Pemberdayaan kelompok vulnerable: perempuan, anak, lansia, disabilitas

C. Manajemen Program dan Proyek Pembangunan Desa

  • Perencanaan program: goal setting, objective formulation, activity planning
  • Pengelolaan dana desa: transparansi, akuntabilitas, mekanisme penggunaan dana
  • Project cycle management: planning, implementation, monitoring, evaluation, sustainability
  • Partisipasi masyarakat dalam setiap tahap program
  • Risk management dan contingency planning dalam program desa

D. Kesehatan dan Pendidikan di Desa

  • Program kesehatan primer di desa: vaksinasi, nutrisi, sanitasi, kesehatan maternal
  • Peningkatan akses pendidikan di desa: retention rate, kualitas pendidikan
  • Peran PSM dalam fasilitasi kesehatan dan pendidikan berbasis komunitas
  • Penanggulangan stunting dan malnutrisi di desa
  • Program kesehatan mental dan psychosocial support di komunitas

E. Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan

  • Sistem pertanian berkelanjutan: organic farming, agroforestry, conservation agriculture
  • Peningkatan produktivitas pertanian dengan teknologi tepat guna
  • Diversifikasi usaha pertanian: agribusiness, value addition, pemasaran hasil pertanian
  • Pengelolaan air dan irigasi di desa
  • Program ketahanan pangan: cadangan pangan, pola tanam, akses pasar

F. Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Desa

  • Pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal
  • Akses ke pembiayaan dan modal kerja (kredit, grant, microfinance)
  • Pemasaran produk lokal: online, e-commerce, kemitraan dengan swasta
  • Koperasi desa dan kelompok usaha bersama
  • Program literasi financial dan business skill untuk masyarakat

G. Infrastruktur Dasar dan Lingkungan Desa

  • Pembangunan infrastruktur jalan, air bersih, listrik, sanitation di desa
  • Perencanaan infrastruktur partisipatif sesuai prioritas masyarakat
  • Pengelolaan lingkungan: penghijauan, pengelolaan limbah, konservasi alam
  • Mitigasi bencana alam dan perubahan iklim di tingkat desa
  • Teknologi ramah lingkungan untuk desa

H. Pengelolaan Keuangan dan Administrasi Program

  • Pengelolaan dana desa: mekanisme pencairan, penggunaan, pelaporan
  • Budgeting dan financial planning untuk program pemberdayaan
  • Laporan keuangan sederhana dan transparansi financial
  • Administrasi program: dokumentasi, record-keeping, pelaporan
  • Audit dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik

I. Kepemimpinan dan Komunikasi dalam Pemberdayaan

  • Gaya kepemimpinan yang supportive dan democratic dalam community work
  • Komunikasi efektif: interpersonal communication, public speaking, listening skill
  • Negotiation dan conflict resolution dalam komunitas
  • Motivasi dan team building dalam kelompok masyarakat
  • Building trust dan relationship dengan stakeholder lokal (masyarakat, pemerintah, swasta)

J. Gender dan Inklusi Sosial

  • Pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender dalam pembangunan desa
  • Inklusi sosial: partisipasi kelompok marginal, disability inclusion, minority rights
  • Pencegahan diskriminasi dan kekerasan dalam program pemberdayaan
  • Responsiveness terhadap diversity dan cultural sensitivity di komunitas
  • Advocacy untuk hak-hak masyarakat dan social justice

K. Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran Program

  • Kerangka monitoring dan evaluasi program pemberdayaan
  • Indikator keberhasilan dan outcome measurement
  • Data collection methods: kuantitatif dan kualitatif
  • Feedback mechanisms dan community-based monitoring
  • Learning dari program: lessons learned, best practices, innovation documentation
  • Sustainability assessment dan exit strategy program

L. Kemitraan dan Networking untuk Pembangunan Desa

  • Koordinasi dengan pemerintah lokal (kab/kota, kecamatan, desa)
  • Kerjasama dengan NGO, akademisi, dan sektor swasta untuk pembangunan desa
  • Networking dengan PSM lainnya untuk sharing best practices
  • Community partnership dan participation in decision-making
  • Multi-stakeholder collaboration untuk sustainable development

Kisi-Kisi Soal Ujikom Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM)

Kisi-kisi soal ujikom PSM dirancang berdasarkan standar kompetensi dari Kemendesa PDTT dan best practices community development. Soal ujikon berfokus pada penguasaan praktis, critical thinking, problem-solving, dan kemampuan aplikasi metodologi pemberdayaan dalam konteks nyata pembangunan desa. Berikut adalah kisi-kisi lengkap yang mencakup domain kompetensi, tipe soal, jenis pertanyaan, dan bobot setiap topik dalam ujikan. 

Format Ujian

Jenis Soal: Pilihan ganda (60-70%) + Essay (30-40%) Jumlah Soal: 50-60 soal Waktu: 120-150 menit Passing Score: Min 70%

Bobot Soal per Domain Kompetensi

DomainBobotJumlah SoalFokus Materi
Kebijakan & Manajemen Program20%10-12UU Desa, Dana Desa, RPJMDes, Program Kemendesa
Metodologi Pemberdayaan20%10-12PRA, Community Organizing, Capacity Building, Participatory Planning
Keuangan & Administrasi15%7-9Akuntansi Sederhana, APBDes, Transparansi, Audit Trail
Kesehatan Desa5%2-3Vaksinasi, Nutrisi, Stunting, Kesehatan Lingkungan, WASH
Pendidikan Desa5%2-3Akses Pendidikan, Kualitas, Literasi, School-Community Partnership
Pertanian Berkelanjutan5%2-3Organic Farming, IPM, Agribusiness, Ketahanan Pangan
Ekonomi Kerakyatan & UMKM5%2-3Pengembangan UMKM, Akses Pasar, Koperasi, Business Planning
Kepemimpinan & Komunikasi10%5-6Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Efektif, Manajemen Konflik
Gender & Inklusi Sosial5%2-3Pemberdayaan Perempuan, Inklusi, Non-Diskriminasi
Monitoring, Evaluasi & Pembelajaran10%5-6M&E Framework, Data Collection, Analysis, Learning, Documentation
TOTAL100%50-60

Tipe-Tipe Soal

Tipe% SoalKarakteristik
Studi Kasus + PG40-45%Narasi 2-3 paragraf + 5 pilihan, menguji analytical thinking
Regulasi & Kebijakan15-20%Pertanyaan tentang UU/PP, recall knowledge
Metodologi Pemberdayaan15-20%Teknik PRA, FGD, community organizing
Analisis Data10-15%Data/statistik desa, merancang program
Merancang Program20-25%Essay: merancang strategi, program, proposal
Dilemma & Etika5-10%Situasi ethical, memerlukan judgment

Level Kesulitan Soal

  • Mudah (20%): Recall/definisi konsep, regulasi
  • Sedang (50%): Aplikasi konsep, studi kasus, problem-solving
  • Sulit (30%): Merancang program kompleks, analisis mendalam, ethical dilemma

Topik Utama per Domain (High Priority)

1. Kebijakan & Manajemen Program:

  • UU Desa: kewenangan, musyawarah, BPD
  • Dana desa: mekanisme, prioritas penggunaan, APBDes
  • RPJMDes & RKPDes: penyusunan partisipatif
  • Project cycle management dengan partisipasi masyarakat

2. Metodologi Pemberdayaan:

  • PRA tools: mapping, seasonal calendar, analysis
  • Community organizing & social mobilization
  • Participatory planning & decision-making
  • Capacity building & peer learning
  • Pemberdayaan kelompok khusus (perempuan, pemuda, lansia)

3. Keuangan & Administrasi:

  • Sistem akuntansi sederhana & pencatatan harian
  • Laporan keuangan & transparansi
  • Pengelolaan dana desa sesuai regulasi
  • Audit trail & dokumentasi
  • Pencegahan fraud & internal control

4. Kepemimpinan & Komunikasi:

  • Democratic & facilitative leadership
  • Active listening & empathy
  • Group facilitation & conflict resolution
  • Motivasi & engagement masyarakat
  • Building trust & relationship

5. Monitoring, Evaluasi & Pembelajaran:

  • Theory of change & logic model
  • SMART indicator: output, outcome, impact
  • Data collection methods: kuantitatif & kualitatif
  • Community-based monitoring
  • Learning documentation & knowledge sharing

Tips Persiapan Menggunakan Kisi-Kisi

  1. Pahami konsep, bukan hafal definisi
  2. Latih soal dari setiap tipe & topik (studi kasus, regulasi, merancang program)
  3. Integrasikan domains: Soal real sering kombinasi 2-3 domains
  4. Update regulasi terbaru: UU Desa, PP Dana Desa, Program Kemendesa
  5. Praktik menulis essay yang terstruktur & compelling
  6. Time management: 2-3 menit per soal dalam 120-150 menit
  7. Pahami nilai-nilai: Partisipasi, transparansi, sustainability, local ownership

Tentu. Saya akan menyusun soal mengacu pada kisi-kisi dalam dokumen yang Anda unggah, yang memuat topik seperti partisipasi masyarakat, pembangunan desa, monitoring dan evaluasi, community-based monitoring, pengumpulan data kuantitatif & kualitatif, knowledge sharing, regulasi Kemendesa, UU Desa, Dana Desa, dan sustainability.

Contoh Soal Uji Kompetensi Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM)

Berikut ini adalah 20 contoh soal pilihan ganda yang disusun berdasarkan kisi-kisi Uji Kompetensi Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM). Soal-soal menguji kemampuan peserta dalam memahami kebijakan pembangunan desa, metodologi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan program, serta penerapan konsep pembangunan partisipatif melalui studi kasus berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Soal 1

Sebuah desa menerima Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Setelah enam bulan pelaksanaan, hasil monitoring menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat sangat rendah sehingga target program tidak tercapai. Sebagai pendamping, rekomendasi yang paling tepat adalah….

A. Menambah anggaran program.

B. Melakukan evaluasi partisipatif bersama masyarakat, mengidentifikasi akar penyebab rendahnya partisipasi, kemudian menyusun strategi pemberdayaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

C. Menghentikan program.

D. Mengganti seluruh perangkat desa.

E. Mengurangi target program.

Jawaban: B

Pembahasan: Pendekatan pembangunan desa menekankan prinsip partisipatif. Permasalahan rendahnya keterlibatan masyarakat harus diselesaikan melalui identifikasi akar masalah dan penyusunan solusi bersama masyarakat sehingga program menjadi lebih berkelanjutan.

Soal 2

Dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat desa, data yang paling tepat dijadikan dasar pengambilan keputusan adalah….

A. Pendapat kepala desa.

B. Data hasil survei kuantitatif dan informasi kualitatif hasil wawancara maupun FGD.

C. Informasi media sosial.

D. Perkiraan pendamping desa.

E. Data desa tetangga.

Jawaban: B

Pembahasan: Penyusunan program harus menggunakan data kuantitatif dan kualitatif agar menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Soal 3

Suatu desa mengalami penurunan angka kemiskinan, namun kesenjangan ekonomi antarwilayah desa masih tinggi. Analisis yang paling tepat dilakukan adalah….

A. Menghentikan seluruh program.

B. Mengevaluasi pemerataan manfaat program, efektivitas intervensi, serta kelompok masyarakat yang belum terjangkau.

C. Menambah jumlah aparatur desa.

D. Menambah anggaran operasional.

E. Mengubah nama program.

Jawaban: B

Pembahasan: Evaluasi tidak hanya melihat keberhasilan umum, tetapi juga distribusi manfaat program kepada seluruh kelompok sasaran.

Soal 4

Prinsip local ownership dalam pembangunan desa berarti….

A. Program sepenuhnya dikendalikan pemerintah pusat.

B. Masyarakat memiliki peran aktif dalam merencanakan, melaksanakan, serta menjaga keberlanjutan program pembangunan.

C. Semua keputusan diambil oleh pendamping.

D. Desa wajib mengikuti seluruh program tanpa penyesuaian.

E. Seluruh kegiatan dikerjakan kontraktor.

Jawaban: B

Pembahasan: Local ownership merupakan prinsip penting pembangunan desa agar masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap program yang dijalankan.

Soal 5

Dalam melakukan monitoring program pembangunan desa, indikator yang paling tepat digunakan adalah….

A. Jumlah rapat yang dilaksanakan.

B. Ketercapaian output, outcome, serta dampak terhadap masyarakat.

C. Banyaknya pegawai desa.

D. Jumlah kendaraan operasional.

E. Luas kantor desa.

Jawaban: B

Pembahasan: Monitoring harus mengukur keberhasilan program dari hasil yang dicapai, bukan hanya aktivitas yang dilakukan.

Soal 6

Ketika ditemukan bahwa sebagian masyarakat tidak mengetahui adanya program desa, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Menghentikan program.

B. Memperkuat strategi komunikasi, sosialisasi, dan pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan program.

C. Menambah anggaran administrasi.

D. Mengurangi jumlah peserta.

E. Menunda pelaksanaan kegiatan.

Jawaban: B

Pembahasan: Komunikasi publik menjadi salah satu faktor keberhasilan implementasi program pemberdayaan masyarakat.

Soal 7

Seorang pendamping desa diminta melakukan evaluasi terhadap program UMKM. Metode yang paling tepat digunakan adalah….

A. Wawancara saja.

B. Kombinasi survei, observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis data program.

C. Membaca laporan saja.

D. Menggunakan opini masyarakat tertentu.

E. Menggunakan data tahun sebelumnya saja.

Jawaban: B

Pembahasan: Evaluasi program memerlukan pendekatan mixed methods, yaitu menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif.

Soal 8

Community-Based Monitoring bertujuan untuk….

A. Mengurangi peran masyarakat.

B. Melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemantauan pelaksanaan program pembangunan.

C. Menggantikan pemerintah daerah.

D. Mengurangi transparansi.

E. Membatasi akses informasi.

Jawaban: B

Pembahasan: Community-Based Monitoring meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Soal 9

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan berkelanjutan (sustainability) adalah….

A. Program berhenti setelah pendanaan selesai.

B. Masyarakat mampu melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri setelah intervensi berakhir.

C. Seluruh kegiatan dilakukan pemerintah pusat.

D. Tidak ada evaluasi program.

E. Semua kegiatan bersifat sementara.

Jawaban: B

Pembahasan: Sustainability menunjukkan bahwa manfaat program tetap berlangsung meskipun bantuan eksternal telah berakhir.

Soal 10

Sebuah desa akan mengembangkan program ekonomi berbasis potensi lokal. Sebelum menyusun rekomendasi, langkah yang paling tepat dilakukan adalah….

A. Menentukan jenis usaha berdasarkan tren nasional.

B. Melakukan pemetaan potensi desa, analisis kebutuhan masyarakat, identifikasi pemangku kepentingan, analisis data sosial-ekonomi, serta menyusun alternatif program yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan.

C. Menentukan anggaran terlebih dahulu.

D. Menunggu arahan kabupaten.

E. Menggunakan program desa lain tanpa kajian.

Jawaban: B

Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan analisis terpadu yang menjadi ciri uji kompetensi Kemendesa, yaitu mengintegrasikan potensi lokal, partisipasi masyarakat, evidence-based planning, sustainability, dan tata kelola pembangunan desa dalam penyusunan rekomendasi program.

Soal 11

Dalam pelaksanaan monitoring pembangunan desa, ditemukan bahwa data realisasi kegiatan yang disampaikan pemerintah desa berbeda dengan hasil observasi lapangan. Langkah pertama yang paling tepat dilakukan oleh pendamping adalah….

A. Langsung menyatakan terjadi penyimpangan.

B. Melakukan verifikasi melalui pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, serta klarifikasi kepada pihak terkait.

C. Menghentikan seluruh kegiatan pembangunan.

D. Menghapus laporan monitoring.

E. Melaporkan kepada aparat penegak hukum tanpa klarifikasi.

Jawaban: B

Pembahasan: Monitoring yang berkualitas harus didasarkan pada proses verifikasi data agar kesimpulan yang diambil bersifat objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Soal 12

Salah satu tujuan utama pengumpulan data kuantitatif dalam evaluasi program pembangunan desa adalah….

A. Menghasilkan opini masyarakat.

B. Mengukur capaian program melalui indikator yang dapat dihitung dan dibandingkan.

C. Menggantikan data kualitatif.

D. Menentukan kebijakan secara subjektif.

E. Mengurangi kebutuhan observasi lapangan.

Jawaban: B

Pembahasan: Data kuantitatif digunakan untuk mengukur indikator keberhasilan program secara objektif, sedangkan data kualitatif melengkapi analisis mengenai penyebab dan konteks permasalahan.

Soal 13

Sebuah desa berhasil meningkatkan produksi pertanian melalui program pemberdayaan, tetapi petani masih kesulitan memasarkan hasil panennya. Rekomendasi yang paling tepat adalah….

A. Menghentikan program pertanian.

B. Mengembangkan kemitraan pemasaran, memperkuat kelembagaan ekonomi desa, dan meningkatkan akses pasar.

C. Menambah luas lahan pertanian.

D. Mengurangi jumlah petani.

E. Mengganti seluruh kelompok tani.

Jawaban: B

Pembahasan: Pendampingan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan rantai nilai agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Soal 14

Dalam kegiatan knowledge sharing, tujuan utama yang ingin dicapai adalah….

A. Menilai kinerja aparatur desa.

B. Mendorong pertukaran pengalaman, praktik baik (best practice), dan inovasi antar pelaku pembangunan desa.

C. Menambah jumlah laporan.

D. Mengurangi partisipasi masyarakat.

E. Menentukan anggaran desa.

Jawaban: B

Pembahasan: Knowledge sharing merupakan sarana pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan desa.

Soal 15

Dalam penyusunan program pembangunan desa, pemetaan potensi lokal bertujuan untuk….

A. Menentukan besarnya Dana Desa.

B. Mengidentifikasi sumber daya, peluang, dan keunggulan desa sebagai dasar penyusunan program.

C. Mengurangi jumlah kegiatan.

D. Menghapus peran masyarakat.

E. Menentukan struktur organisasi desa.

Jawaban: B

Pembahasan: Pemetaan potensi lokal memastikan program pembangunan sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan kapasitas desa.

Soal 16

Suatu program pemberdayaan masyarakat dinilai berhasil apabila….

A. Seluruh anggaran habis digunakan.

B. Terjadi peningkatan kapasitas masyarakat sehingga mampu mengelola dan mengembangkan program secara mandiri.

C. Jumlah rapat meningkat.

D. Seluruh kegiatan selesai tepat waktu.

E. Semua laporan telah dikumpulkan.

Jawaban: B

Pembahasan: Keberhasilan pemberdayaan diukur dari meningkatnya kapasitas dan kemandirian masyarakat, bukan hanya penyelesaian kegiatan.

Soal 17

Dalam evaluasi pembangunan desa, pendekatan partisipatif dipilih karena….

A. Mempercepat penyusunan laporan.

B. Memberikan ruang kepada masyarakat untuk berperan dalam menilai pelaksanaan dan hasil program.

C. Mengurangi tanggung jawab pemerintah desa.

D. Menghilangkan proses monitoring.

E. Menggantikan seluruh indikator kinerja.

Jawaban: B

Pembahasan: Evaluasi partisipatif meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.

Soal 18

Ketika menyusun rekomendasi hasil monitoring, pendamping menemukan bahwa sebagian besar hambatan berasal dari lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Rekomendasi yang paling tepat adalah….

A. Mengurangi jumlah kegiatan pembangunan.

B. Memperkuat mekanisme koordinasi, komunikasi, pembagian peran, dan forum kolaborasi antar pemangku kepentingan.

C. Mengurangi anggaran desa.

D. Mengganti seluruh perangkat desa.

E. Menghapus program pemberdayaan.

Jawaban: B

Pembahasan: Koordinasi yang efektif menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi program pembangunan desa.

Soal 19

Dalam melakukan analisis hasil monitoring, indikator yang menunjukkan keberhasilan pembangunan berkelanjutan (sustainability) adalah….

A. Program hanya berjalan selama masa pendanaan.

B. Adanya kelembagaan lokal yang mampu melanjutkan program secara mandiri setelah pendampingan selesai.

C. Seluruh kegiatan bergantung pada bantuan pemerintah.

D. Anggaran terus meningkat setiap tahun.

E. Seluruh keputusan berasal dari pemerintah pusat.

Jawaban: B

Pembahasan: Keberlanjutan program ditunjukkan oleh kemampuan masyarakat dan kelembagaan desa dalam mempertahankan manfaat program secara mandiri.

Soal 20

Sebuah desa berencana mengembangkan kawasan wisata berbasis potensi lokal. Hasil survei menunjukkan potensi wisata tinggi, tetapi kapasitas SDM dan kelembagaan masih rendah. Sebagai pendamping, rekomendasi yang paling tepat adalah….

A. Langsung membangun seluruh fasilitas wisata.

B. Menyusun program bertahap yang mencakup penguatan kapasitas SDM, pembentukan kelembagaan pengelola, pelibatan masyarakat, penyusunan rencana bisnis, pengembangan promosi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

C. Mengalihkan Dana Desa ke sektor lain.

D. Menunda seluruh kegiatan hingga tahun berikutnya.

E. Menyerahkan seluruh pengelolaan kepada investor.

Jawaban: B

Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan analisis komprehensif. Pendamping harus mampu mengintegrasikan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, keberlanjutan program, monitoring-evaluasi, dan partisipasi masyarakat dalam menyusun rekomendasi pembangunan desa yang efektif.

Belajar lebih efektif bersama Fungsional.id dengan soal-soal berbasis studi kasus, kisi-kisi terbaru, materi lengkap, dan pembahasan yang mudah dipahami

Persiapkan diri Anda untuk meraih hasil terbaik dalam Uji Kompetensi Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM)

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?