RSUD Aji Muhammad Parikesit merupakan rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang telah berstatus sebagai Rumah Sakit Kelas B Pendidikan dan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) secara penuh. Dengan akreditasi Paripurna (STARKES), RSUD AM Parikesit terus membuka kesempatan berkarier bagi talenta-talenta profesional di bidang medis, keperawatan, kebidanan, farmasi, serta tenaga kesehatan dan penunjang lainnya.
Proses seleksi penerimaan pegawai Non-PNS / Pegawai BLUD RSUD Aji Muhammad Parikesit diselenggarakan secara transparan dan kompetitif melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Ujian menyaring kompetensi dasar aparatur, pemahaman tata kelola regulasi BLUD, kompetensi teknis pelayanan medis gawat darurat, standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), 6 Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), hingga etika pelayanan prima melalui Situational Judgment Test (SJT).
Agar persiapan Anda optimal dan terarah, berikut kami hadirkan panduan lengkap tahapan seleksi, peta materi resmi, serta 50 Soal Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Aji Muhammad Parikesit lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan rasional mendalam.
Alur & Tahapan Seleksi Pegawai BLUD RSUD Aji Muhammad Parikesit
Berdasarkan pedoman rekrutmen pegawai BLUD pada instansi pelayanan kesehatan daerah, alur seleksi meliputi 4 tahapan evaluasi berikut:
No
Tahapan Seleksi
Penyelenggara / Metode
Fokus Materi & Kriteria Penilaian
1
Seleksi Administrasi & Berkas
Panitia Seleksi RSUD AM Parikesit
Verifikasi kesesuaian ijazah linier, STR aktif bagi tenaga kesehatan, transkrip nilai, sertifikat kompetensi wajib (BTCLS/ACLS/APN), dan portofolio.
2
Tes Kemampuan Dasar (TKD)
Sistem CAT (Computer Assisted Test)
Wawasan Kebangsaan, Intelegensia Umum (TIU: perhitungan dosis, rasio BOR, logika aritmetika), serta Regulasi & Tata Kelola BLUD.
3
Tes Kemampuan Bidang (TKB)
Ujian CAT / Tes Tulis Profesi
Kompetensi teknis profesi, standar akreditasi rumah sakit (STARKES), Pencegahan & Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan Pasien (SKP), dan K3RS.
4
Wawancara Kompetensi & MCU
Dewan Direksi & Tim Medis RSUD
Situational Judgment Test (SJT), simulasi penanganan komplain, loyalitas kerja shift, tes kepribadian psikometri, serta medical check-up bebas narkoba.
Peta Tahapan Ujian & Seleksi Pegawai RSUD AM Parikesit
Pelajari infografis alur tahapan seleksi berikut untuk mempermudah pemetaan prioritas materi belajar Anda:
Infografis: Komponen Utama Seleksi Penerimaan Pegawai BLUD RSUD Aji Muhammad Parikesit Kutai Kartanegara
Bagian 1: Tes Kompetensi Dasar (TKD) & Wawasan BLUD (Nomor 1 – 15)
Subtes ini menguji pemahaman calon pegawai mengenai tata kelola keuangan BLUD, pelayanan publik rumah sakit daerah, wawasan kebangsaan, serta kemampuan intelegensia umum (numerik, penalaran logis, dan analitis).
SOAL NO. 1Regulasi BLUD – Fleksibilitas Keuangan
Berdasarkan Permendagri No. 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah, fleksibilitas utama pengelolaan keuangan yang diberikan kepada RSUD berstatus BLUD penuh adalah:
A. Bebas tidak menyusun laporan keuangan tahunan kepada kepala daerah. B. Pendapatan fungsional jasa layanan dapat langsung digunakan untuk mendanai operasional tanpa harus disetor terlebih dahulu ke Kas Daerah. C. Bebas menetapkan tarif pelayanan kesehatan tanpa persetujuan Peraturan Bupati/Walikota. D. Pegawai BLUD tidak terikat pada peraturan kepegawaian dan disiplin aparatur sipil negara. E. Bebas meminjam dana luar negeri secara mandiri tanpa jaminan pemerintah.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Prinsip utama fleksibilitas BLUD sesuai PP No. 23/2005 dan Permendagri No. 79/2018 adalah pendapatan yang diperoleh dari jasa layanan dapat langsung digunakan untuk membiayai belanja operasional pelayanan rumah sakit tanpa perlu menyetorkan terlebih dahulu ke rekening Kas Umum Daerah (Kasda).
SOAL NO. 2Regulasi BLUD – Struktur Pengelola
Struktur pejabat pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD terdiri dari:
A. Direktur Utama, Dewan Pengawas, dan Komite Medis B. Pemimpin BLUD, Pejabat Keuangan, dan Pejabat Teknis C. Kepala Dinas Kesehatan, Bendahara Pengeluaran, dan Pejabat Pembuat Komitmen D. Bupati, Sekretaris Daerah, dan Kepala BPKAD E. Kepala Satuan Pengawas Internal dan Kepala Ruangan
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Menurut Pasal 33 Permendagri No. 79/2018, Pejabat Pengelola BLUD terdiri atas: 1) Pemimpin BLUD (Direktur RSUD), 2) Pejabat Keuangan (Kepala Bagian Keuangan), dan 3) Pejabat Teknis (para Kepala Bidang Pelayanan Medis, Keperawatan, dan Penunjang).
SOAL NO. 3Wawasan Kebangsaan – Pelayanan Publik RSUD
Pemberian pelayanan kesehatan di RSUD Aji Muhammad Parikesit tanpa membeda-bedakan status sosial ekonomi, ras, maupun golongan pasien BPJS PBI dan Non-PBI merupakan perwujudan nyata dari nilai Pancasila, khususnya:
A. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa B. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia C. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia D. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan E. Sila Ketiga dan Sila Keempat
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Perlakuan adil tanpa diskriminasi dalam pelayanan medis menjunjung tinggi martabat kemanusiaan (Sila Ke-2) sekaligus mewujudkan keadilan sosial hak dasar kesehatan bagi segenap warga negara (Sila Ke-5).
SOAL NO. 4Regulasi Kesehatan – UU No. 17 Tahun 2023
Menurut Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023, pasien di fasilitas pelayanan kesehatan memiliki hak-hak mutlak berikut, KECUALI:
A. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. B. Menolak tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya setelah memperoleh penjelasan lengkap. C. Memperoleh second opinion (pendapat kedua) dari dokter lain yang memiliki kompetensi setara. D. Menuntut dokter spesialis menjamin kesembuhan total 100% dari penyakit kronis yang dideritanya. E. Menjaga kerahasiaan data kesehatan pribadi pasien.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: D
Pembahasan: Dalam hukum medis, perjanjian terapeutik antara dokter dan pasien adalah *inspanningverbintenis* (perikatan daya upaya maksimal sesuai standar profesi), bukan *resultaatverbintenis* (perikatan hasil/jaminan sembuh 100%).
SOAL NO. 5Intelegensia Umum – Analogi Verbal
STERILISASI : INFEKSI = … : …
A. Vaksinasi : Imunitas B. Isolasi : Penularan C. Antibiotik : Bakteri D. Radiasi : Tumor E. Sanitasi : Air
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Hubungan analogi: Tindakan sterilisasi bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi. Hubungan yang setara adalah tindakan isolasi bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit.
SOAL NO. 6Intelegensia Umum – Sinonim
AKREDITASI = …
A. Penilaian mutu dan pengakuan resmi kelayakan standar B. Pengawasan operasional keuangan daerah C. Pengesahan izin praktik tenaga medis D. Penyelenggaraan pelayanan rawat inap E. Audit investigasi kesalahan penanganan medis
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: A
Pembahasan: Akreditasi fasilitas kesehatan adalah pengakuan resmi dari lembaga independen yang ditunjuk pemerintah bahwa fasilitas tersebut telah memenuhi standar mutu pelayanan yang ditetapkan (misal STARKES).
SOAL NO. 7Intelegensia Umum – Antonim
MORBIDITAS >< ...
A. Mortalitas B. Virulensi C. Salubritas (Kesehatan/Kebugaran) D. Letalitas E. Prevalensi
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Morbiditas berarti keadaan sakit atau derajat kesakitan dalam suatu populasi. Lawan katanya adalah derajat kesehatan/kebersihan jasmani atau salubritas.
SOAL NO. 8Silogisme Logika
Semua perawat pelaksana di RSUD Aji Muhammad Parikesit wajib memiliki sertifikat Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang masih berlaku. Beberapa perawat yang bertugas di Ruang Kemuning adalah perawat pelaksana. Kesimpulan yang sah adalah:
A. Semua perawat di Ruang Kemuning memiliki sertifikat BTCLS yang masih berlaku. B. Beberapa perawat yang bertugas di Ruang Kemuning wajib memiliki sertifikat BTCLS yang masih berlaku. C. Tidak ada perawat di Ruang Kemuning yang memiliki sertifikat BTCLS. D. Perawat yang tidak memiliki sertifikat BTCLS tidak boleh masuk Ruang Kemuning. E. Sertifikat BTCLS hanya diwajibkan bagi perawat di Ruang Kemuning.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Berdasarkan kaidah silogisme kategorik partikular (Beberapa + Semua), premis menghasilkan kesimpulan partikular: ‘Beberapa perawat yang bertugas di Ruang Kemuning wajib memiliki sertifikat BTCLS yang masih berlaku’.
SOAL NO. 9Numerik Manajemen RS – Perhitungan BOR
Sebuah bangsal rawat inap memiliki 50 tempat tidur aktif. Selama 30 hari dalam satu bulan, tercatat total hari perawatan seluruh pasien adalah 1.200 hari. Berapakah Bed Occupancy Rate (BOR) bangsal tersebut?
A. 65% B. 70% C. 75% D. 80% E. 85%
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: D
Pembahasan: Rumus BOR = (Jumlah hari perawatan / [Jumlah tempat tidur × Jumlah hari dalam periode]) × 100%. BOR = (1.200 / [50 × 30]) × 100% = (1.200 / 1.500) × 100% = 80%. (Standar ideal Depkes/Kemenkes adalah 60 – 85%).
SOAL NO. 10Numerik Medis – Kecepatan Tetesan Infus
Pasien dewasa membutuhkan 500 mL cairan Ringer Laktat yang harus habis dalam waktu 8 jam. Faktor tetes infus makro adalah 20 tetes/mL. Berapakah kecepatan tetesan infus yang harus diatur perawat?
A. 16 tetes/menit B. 21 tetes/menit C. 28 tetes/menit D. 32 tetes/menit E. 42 tetes/menit
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Rumus tetesan infus = (Volume cairan dalam mL × Faktor tetes) / (Lama waktu dalam menit). Tetesan = (500 mL × 20) / (8 × 60 menit) = 10.000 / 480 = 20,83 tetes/menit. Dibulatkan menjadi 21 tetes/menit.
Pembahasan: Pola selisih antar suku: 11 – 6 = +5; 18 – 11 = +7; 27 – 18 = +9; 38 – 27 = +11. Selisih adalah barisan bilangan ganjil berurutan. Maka suku berikutnya bertambah +13: 38 + 13 = 51.
SOAL NO. 12Deret Angka Bergantian
Tentukan suku berikutnya dari deret: 4, 12, 8, 24, 16, 48, …
A. 24 B. 32 C. 64 D. 96 E. 104
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pola operasi bergantian: (×3), lalu (- suku sebelumnya / dibagi 1,5), atau lihat dua larik berseling: Larik 1: 4, 8, 16, 32 (dikalikan 2). Larik 2: 12, 24, 48 (dikalikan 2). Suku berikutnya berada pada larik 1: 16 × 2 = 32.
SOAL NO. 13Logika Analitis – Shift Perawat
Empat perawat (Rini, Sinta, Taufik, dan Utami) bertugas pada 4 shift berbeda (Pagi, Siang, Malam, Libur). Aturannya: – Rini tidak berdinas pada shift Malam. – Sinta selalu berdinas tepat pada shift Siang. – Taufik bertugas pada shift yang langsung setelah shift Rini. Siapakah yang bertugas pada shift Malam?
A. Rini B. Sinta C. Taufik D. Utami E. Tidak dapat ditentukan
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Sinta = Siang. Karena Taufik bertugas tepat setelah Rini, dan Rini tidak berdinas Malam, maka Rini harus berdinas shift Pagi dan Taufik berdinas tepat setelahnya yaitu… tapi Siang diisi Sinta. Urutan kronologis shift kerja rumah sakit: Pagi -> Siang -> Malam. Jika Rini bertugas Siang tidak mungkin. Jika Rini bertugas Siang salah. Alternatif: Jika Rini Pagi, Taufik Siang (kontradiksi Sinta Siang). Maka urutan shift yang mungkin: Rini Siang tidak mungkin, maka jika Rini libur bukan. Jika Rini Siang salah, maka Sinta = Siang, Taufik bertugas setelah Sinta yaitu Malam, dan Rini bertugas Pagi? Teks: ‘Taufik bertugas pada shift tepat setelah Rini’ -> jika Rini Siang salah, maka Taufik bertugas Malam setelah Rini Siang? Kontradiksi. Jika urutannya: Rini = Siang (tidak boleh karena Sinta Siang). Maka jika urutan shift bergilir: Pagi (Utami), Siang (Sinta), Malam (Taufik) – tapi Taufik setelah Rini? Maka Rini bertugas Siang? Mari pastikan: Sinta Siang, Rini Pagi, Taufik Siang? Tidak bisa dua orang satu shift. Maka jika Taufik shift Malam, dia bertugas setelah shift Siang (jika Sinta). Agar valid: Taufik bertugas Malam, Utami Libur.
SOAL NO. 14Logika Kondisional – Regulasi APD
Semua petugas kesehatan yang memasuki ruang isolasi droplet diwajibkan menggunakan masker bedah 3-ply atau N95, gaun pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata (goggles/face shield). Petugas A memasuki ruang isolasi droplet tanpa menggunakan masker N95 maupun masker bedah. Kesimpulan yang benar adalah:
A. Petugas A mematuhi standar PPI isolasi airborne. B. Petugas A melanggar prosedur standar operasional keselamatan dan pengendalian infeksi. C. Petugas A kebal terhadap infeksi droplet. D. Pasien di ruang isolasi sudah dinyatakan sembuh. E. Penggunaan masker hanya bersifat anjuran sukarela.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pelanggaran terhadap protokol perlindungan diri dasar di ruang isolasi bertentangan langsung dengan Standard Operating Procedure (SOP) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Data Indikator Mutu Nasional (INM) menunjukkan bahwa angka kepatuhan identifikasi pasien di instalasi rawat inap mencapai 99,5%, namun angka kelengkapan pengisian ringkasan pulang (resume medis) dalam waktu 1×24 jam hanya mencapai 62% (standar ≥ 80%). Langkah tindak lanjut prioritas manajemen rumah sakit adalah:
A. Menghentikan proses identifikasi pasien karena sudah melampaui target. B. Melakukan sosialisasi, evaluasi audit klinis, dan integrasi pengingat elektronik pada Rekam Medis Elektronik (RME) bagi dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) terkait resume medis. C. Menghapus resume medis dari berkas rekam medis pasien pulang. D. Memberhentikan seluruh dokter yang belum mengisi resume medis. E. Menolak pasien baru sebelum seluruh resume medis selesai.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Audit klinis dan integrasi sistem rekam medis elektronik terintegrasi (EHR notification) adalah pendekatan manajerial yang tepat untuk mengatasi kesenjangan kepatuhan DPJP dalam menyelesaikan resume medis.
Bagian 2: Tes Kemampuan Bidang (TKB) Medis & Tenaga Kesehatan (Nomor 16 – 30)
Subtes ini menguji nalar klinis dan penguasaan prosedur penanganan kegawatdaruratan, Basic Life Support (BLS), 6 Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), serta standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit.
Pasien trauma korban kecelakaan tiba di IGD RSUD AM Parikesit dengan kesadaran somnolen, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 128 x/menit teraba cepat dan lemah, akral dingin basah, dan CRT > 3 detik akibat perdarahan fraktur femur terbuka. Tindakan resusitasi cairan awal terbaik adalah:
A. Pemberian infus Dextrose 5% 500 mL secara lambat B. Pemasangan dua jalur intravena kaliber besar (kanul no. 16/18 G) dan guyur cepat cairan kristaloid hangat (Ringer Laktat atau NaCl 0,9%) C. Injeksi dopamin drip tanpa pemberian cairan kristaloid D. Menunggu hasil pemeriksaan laboratorium darah lengkap dan crossmatch selesai E. Memposisikan pasien dalam posisi fowler tinggi
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Tatalaksana lini pertama syok hipovolemik hemoragik menurut pedoman ATLS adalah resusitasi cairan kristaloid hangat secara cepat melalui dua jalur IV perifer berdiameter besar (16G atau 18G) sembari menyiapkan transfusi darah jika diperlukan.
SOAL NO. 17Keperawatan – BHD / Resusitasi Jantung Paru
Berdasarkan pedoman American Heart Association (AHA) 2020 untuk Bantuan Hidup Dasar (BHD/BLS) dewasa pada korban henti jantung tanpa alat bantu napas lanjut, rasio kompresi dada terhadap ventilasi serta kedalaman kompresi yang benar adalah:
A. 15 kompresi : 2 ventilasi, kedalaman 3 cm B. 30 kompresi : 2 ventilasi, kedalaman minimal 5 cm (tidak lebih dari 6 cm) dengan kecepatan 100 – 120 kali/menit C. 30 kompresi : 5 ventilasi, kedalaman 4 cm D. 50 kompresi : 2 ventilasi, kecepatan 80 kali/menit E. Kompresi terus menerus tanpa ventilasi dan tanpa jeda
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pedoman AHA 2020 menetapkan rasio kompresi:ventilasi untuk dewasa henti jantung adalah 30:2, dengan kedalaman kompresi 5 – 6 cm (2 – 2,4 inci), frekuensi 100 – 120 x/menit, dan memfasilitasi *complete chest recoil*.
SOAL NO. 18Kegawatdaruratan – Triase IGD Metode START
Dalam penanganan korban bencana massal dengan metode START (Simple Triage and Rapid Treatment), seorang korban dapat bernapas spontan setelah jalan napasnya dibuka (reposition airway), dengan frekuensi napas 24 x/menit dan nadi radialis teraba. Korban tersebut diberi pita triase warna:
A. Hitam (Black) B. Merah (Immediate / Priority 1) C. Kuning (Delayed / Priority 2) D. Hijau (Minor / Walking Wounded) E. Putih
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pada algoritma START: Jika pasien tidak bernapas, buka jalan napas. Bila pasien mulai bernapas setelah reposisi airway, pasien langsung dikategorikan Merah (Immediate/P1) karena membutuhkan pengamanan patensi jalan napas segera.
SOAL NO. 19Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) – Hand Hygiene
Kapan saja ‘5 Momen Cuci Tangan’ (Five Moments for Hand Hygiene) menurut panduan WHO dan KARS wajib dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan?
A. Sebelum makan, sesudah makan, setelah buang air, sebelum pulang, dan saat tiba di rumah sakit B. 1) Sebelum menyentuh pasien, 2) Sebelum melakukan tindakan aseptik/bersih, 3) Setelah terkena cairan tubuh pasien, 4) Setelah menyentuh pasien, 5) Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien C. Hanya saat tangan terlihat kotor secara kasat mata D. Setiap 2 jam sekali tanpa melihat aktivitas klinis E. Hanya ketika menangani pasien di ruang isolasi penyakit menular
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Standar Five Moments for Hand Hygiene WHO adalah: 1) Sebelum kontak dengan pasien, 2) Sebelum prosedur aseptik, 3) Setelah kontak dengan risiko cairan tubuh, 4) Setelah kontak dengan pasien, 5) Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
SOAL NO. 20PPI – Pengelolaan Limbah Medis B3
Jarum suntik bekas pakai (spuit), pisau bisturi, dan pecahan ampul kaca obat harus dibuang ke dalam wadah khusus berupa:
A. Kantong plastik warna kuning bertanda biohazard B. Kantong plastik warna hitam untuk limbah domestik C. Safety Box (kotak benda tajam tahan tusuk dan tahan air) D. Kantong plastik warna ungu untuk limbah sitotoksik E. Bak sampah terbuka berbahan stainless steel
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Benda tajam medis wajib langsung dibuang ke dalam Safety Box tahan tusuk (puncture-proof) dan tahan air tanpa melakukan tindakan recapping (menutup kembali jarum) guna mencegah insiden tertusuk jarum (*needle-stick injury*).
Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Ke-1 dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES) mewajibkan identifikasi pasien minimal menggunakan 2 identitas yang benar, yaitu:
A. Nama lengkap pasien dan nomor kamar rawat inap B. Nama lengkap pasien dan tanggal lahir (atau nomor rekam medis) C. Nomor tempat tidur dan nama dokter penanggung jawab D. Keluhan penyakit dan diagnosis klinis E. Nama panggilan dan jenis pembiayaan (BPJS/Umum)
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Identifikasi pasien TIDAK BOLEH menggunakan nomor kamar atau nomor tempat tidur karena dapat berpindah. Identifikasi wajib mencocokkan Nama Lengkap Pasien dan Tanggal Lahir atau Nomor Rekam Medis.
SOAL NO. 22Farmasi Klinis – High Alert Medications
Pemberian label ‘HIGH ALERT’ berwarna merah menyala dan penyimpanan khusus dengan akses terbatas diwajibkan untuk kelompok obat berikut, YAITU:
A. Parasetamol tablet dan Vitamin C injeksi B. Elektrolit konsentrat tinggi (KCl 7,46%, NaCl 3%), Insulin, Heparin, dan Opioid/Narkotika C. Antasida suspensi dan Ranitidin injeksi D. Salep hidrokortison dan Kasa steril E. Obat batuk sirup dan Oralit
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Obat-obatan High Alert adalah obat yang memiliki risiko tinggi menyebabkan cedera katastropik atau kematian bila terjadi kesalahan dalam penggunaannya (misal kalium klorida pekat, natrium klorida hipertonik, antikoagulan, insulin, dan narkotika).
SOAL NO. 23Farmasi – Dosis Obat Anak
Seorang anak usia 4 tahun dengan berat badan 15 kg didiagnosis demam tipoid. Dokter meresepkan Parasetamol sirup dengan dosis anjuran 10 – 15 mg/kgBB/kali pemberian. Sediaan sirup yang tersedia adalah 120 mg / 5 mL. Berapakah volume sirup yang harus diminum anak untuk satu kali pemberian pada dosis maksimal?
A. 5 mL B. 7,5 mL C. 9,375 mL (sekitar 9,4 mL) D. 12,5 mL E. 15 mL
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Dosis maksimal = 15 kg × 15 mg/kgBB = 225 mg. Kandungan sirup = 120 mg per 5 mL (24 mg/mL). Volume obat yang dibutuhkan = 225 mg / 24 mg/mL = 9,375 mL.
SOAL NO. 24Kebidanan – Manajemen Aktif Kala III
Tiga langkah utama dalam Manajemen Aktif Kala III (MAK III) persalinan yang terbukti efektif mencegah Perdarahan Postpartum (HPP) adalah:
A. Episiotomi luas, masase fundus uteri, dan kompresi bimanual B. Pemberian suntikan Oksitosin 10 IU intramuskular dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir, Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT), dan Masase Fundus Uteri segera setelah plasenta lahir C. Manual plasenta segera tanpa menunggu kontraksi, kateterisasi urin, dan infus antibiotik D. Mengikat tali pusat, memandikan bayi, dan memberikan vitamin K E. Pemberian uterotonika oral dan tirah baring posisi terlentang
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: MAK III terdiri dari tiga langkah baku: 1) Injeksi Oksitosin 10 IU IM dalam 1 menit pasca lahirnya bayi, 2) Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT) dengan dorongan dorso-kranial pada uterus, dan 3) Masase fundus uteri selama 15 detik segera setelah plasenta lahir.
Ibu hamil trimester 3 usia kehamilan 36 minggu datang ke IGD RSUD AM Parikesit dengan tekanan darah 170/110 mmHg, nyeri kepala hebat yang tidak hilang, pandangan kabur, dan proteinuria +3. Obat antikejang lini pertama pilihan utama (drug of choice) untuk pencegahan dan penanganan kejang eklampsia adalah:
A. Diazepam injeksi B. Magnesium Sulfat (MgSO4 40%) C. Fenobarbital D. Furosemid injeksi E. Klonazepam oral
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: MgSO4 merupakan antikonvulsan lini pertama standar emas untuk profilaksis dan terapi kejang eklampsia pada preeklampsia berat (PEB). Syarat pemberian MgSO4: refleks patela positif, frekuensi napas ≥ 16 x/menit, dan urin output minimal 30 mL/jam dengan antidotum Kalsium Glukonat 10% selalu tersedia.
SOAL NO. 26Keperawatan Anak – Dehidrasi Berat
Seorang anak usia 2 tahun mengalami diare cair lebih dari 10 kali sehari. Tanda klinis manakah yang menunjukkan bahwa anak telah memasuki derajat Dehidrasi Berat menurut MTBS WHO?
A. Anak gelisah, rewel, dan haus minum dengan lahap B. Letargis / tidak sadar, mata sangat cekung, dan turgor kulit perut kembali sangat lambat (> 2 detik) C. Mata normal, anak aktif bermain, dan bibir basah D. Anak hanya buang air kecil tiap 3 jam E. Suhu tubuh subfebris 37,2 derajat Celsius
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Klasifikasi Diare Dehidrasi Berat (Kemenkes/WHO) ditandai oleh minimal 2 gejala: letargis/tidak sadar, mata cekung, tidak bisa minum atau malas minum, dan turgor kulit perut kembali sangat lambat (>2 detik).
SOAL NO. 27Keperawatan – Pencegahan Dekubitus
Pasien stroke dengan hemiparese tirah baring total memiliki skor Braden Scale 11 (risiko tinggi dekubitus). Intervensi keperawatan mandiri yang paling krusial untuk mencegah luka tekan adalah:
A. Membatasi konsumsi protein dan air pasien B. Reposisi alih baring (miring kanan – terlentang – miring kiri) secara teratur setiap 2 jam dan penggunaan kasur anti-dekubitus (air mattress) C. Mengoleskan alkohol 70% pada area tonjolan tulang D. Membiarkan seprai basah selama tidak berbau E. Melakukan pemijatan kuat (masase) pada area kemerahan di sakrum
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Alih baring tiap 2 jam mendistribusikan tekanan perfusi kapiler pada tonjolan tulang (sakrum, trokanter, tumit). Memijat area kemerahan justru merusak mikrosirkulasi jaringan yang sedang mengalami iskemia.
SOAL NO. 28Keperawatan Kritis – Aritmia Fatal
Pada monitor EKG pasien ICU tiba-tiba tampak gambaran gelombang kaotik bergelombang tanpa kompleks QRS dan tanpa denyut nadi karotis teraba (Ventricular Fibrillation). Tindakan penanganan defibrilasi yang harus segera dilakukan adalah:
A. Pemberian kardioversi tersinkronisasi (synchronized cardioversion) 50 Joule B. Shock defibrilasi asinkron (unsynchronized shock) 200 Joule (bifasik) atau 360 Joule (monofasik) segera dilanjutkan RJP 2 menit C. Injeksi atropin 1 mg IV bolus cepat D. Pemasangan EKG 12 lead lengkap sebelum bertindak E. Melakukan manuver vagal
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Ventricular Fibrillation (VF) dan Pulseless Ventricular Tachycardia (pVT) adalah ritme *shockable*. Respon terbaik adalah defibrilasi asinkron segera dengan energi maksimal (200 J bifasik) yang segera diikuti 2 menit RJP berkualitas tinggi tanpa jeda memeriksa nadi pasca shock.
SOAL NO. 29Manajemen Nyeri – Pasien Kritis
Instrumen penilaian derajat nyeri yang paling valid dan reliabel untuk pasien yang terpasang ventilator mekanik dan tidak mampu berkomunikasi secara verbal di ruang ICU adalah:
A. Visual Analog Scale (VAS) B. Numeric Rating Scale (NRS) C. Critical-Care Pain Observation Tool (CPOT) atau BPS (Behavioral Pain Scale) D. Wong-Baker FACES Pain Rating Scale E. Glasgow Coma Scale (GCS)
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: CPOT mengevaluasi ekspresi wajah, pergerakan tubuh, ketegangan otot, dan kesesuaian dengan ventilator tanpa memerlukan respon verbal dari pasien kritis.
SOAL NO. 30Kode Kedaruratan Rumah Sakit
Saat pengumuman ‘CODE BLUE’ diaktifkan melalui sistem paging rumah sakit di Poli Rawat Jalan RSUD AM Parikesit, hal tersebut menandakan adanya insiden:
A. Kebakaran aktif di area gedung rumah sakit B. Kegawatdaruratan henti jantung / henti napas (cardiac/respiratory arrest) yang membutuhkan respons cepat Tim Medis Resusitasi C. Ancaman bom atau huru-hara massa D. Penculikan bayi atau anak di ruang perinatologi E. Tumpahan zat kimia radioaktif berbahaya
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Kode darurat standar rumah sakit: Code Blue = Henti jantung/napas darurat; Code Red = Kebakaran; Code Pink = Penculikan bayi/anak; Code Black = Ancaman keamanan/bom; Code Orange = Evakuasi bencana massal.
Bagian 3: Tes Kemampuan Bidang (TKB) Penunjang Medis & Administrasi RS (Nomor 31 – 40)
Subtes ini mencakup kompetensi Rekam Medis Elektronik (RME), laboratorium klinis, radiologi dasar, K3RS, serta administrasi klaim BPJS Kesehatan INA-CBG’s.
SOAL NO. 31Rekam Medis (RMIK) – Regulasi RME
Berdasarkan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan termasuk RSUD diwajibkan menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan platform Kementerian Kesehatan, yaitu:
A. BPJS P-Care B. SatuSehat C. PeduliLindungi D. Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Online) E. ASPAK Kemenkes
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Permenkes No. 24/2022 mewajibkan integrasi sistem Rekam Medis Elektronik (RME) seluruh fasyankes ke dalam platform interoperabilitas nasional SatuSehat Kemenkes RI.
SOAL NO. 32Rekam Medis – Standar Koding ICD
Dalam penjaminan klaim BPJS Kesehatan berbasis INA-CBG’s, sistem klasifikasi morbiditas standar internasional yang digunakan untuk mengode diagnosis penyakit adalah … dan untuk prosedur tindakan bedah/medis adalah …
A. ICD-9-CM dan ICD-10 B. ICD-10 dan ICD-9-CM C. DSM-V dan ICD-11 D. SNOMED-CT dan LOINC E. ICPC-2 dan ICD-10
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Kemenkes dan BPJS Kesehatan menggunakan ICD-10 (International Classification of Diseases Tenth Revision) untuk koding diagnosis morbiditas penyakit, serta ICD-9-CM untuk koding prosedur medis dan tindakan operasi bedah.
SOAL NO. 33Laboratorium Medis (ATLM) – Order of Draw
Urutan pengisian tabung vakum flebotomi darah vena yang benar guna mencegah kontaminasi silang zat aditif menurut standar CLSI adalah:
A. Tabung EDTA -> Tabung Sitrat -> Tabung Serum B. Tabung Kultur Darah -> Tabung Sitrat (Biru Terang) -> Tabung Serum Tanpa Aditif / Gel Separator (Merah/Kuning) -> Tabung Heparin (Hijau) -> Tabung EDTA (Ungu) -> Tabung Natrium Fluorida (Abu-abu) C. Tabung Heparin -> Tabung EDTA -> Tabung Sitrat D. Bebas dimasukkan ke tabung mana saja sesuai kebutuhan tes E. Tabung Natrium Fluorida -> Tabung Kultur Darah -> Tabung EDTA
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Standar CLSI (Clinical and Laboratory Standards Institute) menetapkan *Order of Draw*: Kultur Darah -> Natrium Sitrat (Koagulasi) -> Serum Clot Activator -> Heparin -> EDTA -> NaF/Oksalat guna mencegah aktivasi atau khelasi silang zat aditif antar tabung.
Spesimen serum darah yang mengalami hemolisis (pecahnya sel eritrosit) akan mengakibatkan peningkatan palsu (false elevation) yang sangat signifikan pada parameter uji laboratorium:
A. Kalium (K+) B. Natrium (Na+) C. Klorida (Cl-) D. Glukosa sewaktu E. Kreatinin serum
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: A
Pembahasan: Kalium merupakan kation intraseluler utama dengan konsentrasi di dalam eritrosit sekitar 20-30 kali lebih tinggi dibanding dalam plasma. Lisis eritrosit melepaskan kalium intrasel ke serum sehingga menyebabkan pseudohiperkalemia.
SOAL NO. 35Radiologi – Proteksi Radiasi ALARA
Penerapan prinsip proteksi radiasi ALARA (As Low As Reasonably Achievable) bagi radiografer dan pasien di instalasi radiologi didasarkan pada 3 pilar utama, yaitu:
A. Biaya, Kecepatan, dan Kualitas gambar B. Waktu paparan seminimal mungkin, Jarak sejauh mungkin dari sumber radiasi, dan Penggunaan Perisai pelindung (Shielding timbal/Pb) C. Umur pasien, Berat badan, dan Jenis kelamin D. Tegangan tabung (kV), Arus tabung (mA), dan Waktu (s) E. Kontras, Densitas, dan Resolusi spasial
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Tiga kaidah proteksi radiasi universal adalah Time (waktu paparan sesingkat mungkin), Distance (jarak aman berbanding terbalik dengan kuadrat jarak), dan Shielding (apron timbal, dinding barit timbal Pb).
SOAL NO. 36Gizi Klinis – Diet Penyakit Kronis
Prinsip modifikasi asupan nutrisi pada pasien penyakit ginjal kronik (CKD) stadium lanjut non-dialisis adalah:
A. Diet tinggi protein dan tinggi garam B. Diet rendah protein (0,6 – 0,8 g/kgBB/hari), rendah natrium/garam, serta pembatasan kalium dan fosfor sesuai status laboratorium C. Diet tinggi lemak jenuh D. Diet bebas karbohidrat murni E. Asupan cairan tanpa batas
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pembatasan protein pada pasien CKD non-dialisis bertujuan memperlambat laju penurunan GFR dan menurunkan akumulasi toksin uremik, sementara restriksi natrium mencegah retensi cairan dan hipertensi perburukan.
SOAL NO. 37Kesehatan Lingkungan & K3RS – Spill Kit
Langkah pertama yang harus dilakukan petugas kesehatan saat terjadi tumpahan darah atau cairan tubuh infeksius di lantai bangsal rumah sakit adalah:
A. Menyiram lantai dengan air sabun dalam ember B. Memasang tanda peringatan bahaya licin, menggunakan APD lengkap dari Spill Kit (sarung tangan, gaun, masker, pelindung mata), lalu menyerap cairan dengan klorin/pasir absorben C. Membiarkan tumpahan kering secara alami D. Menyuruh pasien lain membersihkannya dengan kain pel biasa E. Membuka jendela ruangan tanpa menggunakan masker
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Prosedur penanganan tumpahan B3/cairan infeksius mewajibkan isolasi area, pemakaian APD lengkap, penyerapan tumpahan dengan bahan penyerap/klorin 0,5%, pembuangan ke kantong kuning limbah infeksius, dan dekontaminasi permukaan lantai.
Berkas pendukung mutlak yang wajib dilampirkan dalam pengajuan berkas klaim pasien rawat inap BPJS Kesehatan berbasis INA-CBG’s meliputi:
A. Surat Elegibilitas Peserta (SEP), resume medis yang ditandatangani DPJP, laporan operasi (bila tindakan bedah), bukti pemeriksaan penunjang, dan rincian tagihan billing RS B. Kartu keluarga asli dan fotokopi sertifikat tanah pasien C. Surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan D. Surat izin cuti kerja dari atasan pasien E. Resep obat asli yang dibeli di apotek luar
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: A
Pembahasan: Syarat kelengkapan berkas klaim INA-CBG’s BPJS Kesehatan mewajibkan adanya SEP valid, Resume Medis terverifikasi DPJP, laporan penunjang diagnostik/laporan bedah, dan rincian biaya resmi RS.
Metode manajemen logistik farmasi rumah sakit yang memprioritaskan pengeluaran obat berdasarkan tanggal kedaluwarsa terdekat adalah:
A. FIFO (First In First Out) B. FEFO (First Expired First Out) C. LIFO (Last In First Out) D. Just In Time (JIT) E. Economic Order Quantity (EOQ)
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: FEFO (First Expired First Out) menjamin obat dengan masa kedaluwarsa paling dekat didistribusikan lebih dulu guna mencegah kerugian finansial akibat obat rusak/kedaluwarsa di gudang farmasi RS.
SOAL NO. 40Akreditasi RS – Indikator Mutu Nasional (INM)
Berikut ini merupakan Indikator Mutu Nasional (INM) pelayanan rumah sakit yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, KECUALI:
A. Kepatuhan Kebersihan Tangan (Hand Hygiene) B. Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) C. Kepatuhan Waktu Tanggap Operasi Seksio Sesarea Emergensi (≤ 30 menit) D. Angka Keuntungan Finansial Kas BLUD per Bulan E. Kepuasan Pasien dan Keluarga
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: D
Pembahasan: Indikator Mutu Nasional berfokus pada dimensi keselamatan pasien, efektivitas klinis, mutu asuhan, dan kepuasan pasien. Target laba/keuntungan finansial bukan merupakan indikator mutu pelayanan klinis Kemenkes.
Bagian 4: Situational Judgment Test (SJT), Etika Pelayanan & Wawancara Kompetensi BLUD (Nomor 41 – 50)
Subtes penilaian kepribadian dan integritas yang mengukur respons Anda terhadap dilema kerja rumah sakit, penanganan komplain pasien, komunikasi SBAR, dan loyalitas tugas dinas.
Seorang keluarga pasien BPJS marah-marah di loket pendaftaran rawat jalan karena dokter spesialis terlambat datang 1 jam akibat melakukan operasi cito di IBS. Sikap terbaik yang harus ditunjukkan oleh petugas administrasi/frontliner adalah:
A. Membalas kemarahan keluarga pasien dan memintanya mencari rumah sakit swasta lain jika tidak sabar. B. Mengabaikan pasien dan berpura-pura sibuk mengetik di komputer. C. Menerapkan teknik 3S (Senyum, Salam, Sapa), mendengarkan keluhan dengan empati tanpa memotong pembicaraan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan, menjelaskan secara jujur alasan dokter menangani kegawatdaruratan operasi penyelamatan nyawa, serta memberikan estimasi waktu pelayanan. D. Menyuruh petugas keamanan (Satpam) mengusir keluarga pasien dari ruangan. E. Menyalahkan dokter spesialis di depan keluarga pasien.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Prinsip *Service Recovery* dalam pelayanan prima rumah sakit menuntut sikap tenang, empati, permintaan maaf atas ketidaknyamanan waktu tunggu, transparansi informasi kondisi darurat dokter, dan solusi estimasi waktu.
SOAL NO. 42Etika Medikolegal – Kerahasiaan Informasi Pasien
Seseorang mengaku sebagai teman dekat pasien menelepon ke ruang rawat inap dan meminta informasi detail mengenai diagnosis penyakit dan hasil tes laboratorium pasien tersebut. Sikap etis perawat ruangan adalah:
A. Memberikan informasi selengkap-lengkapnya karena penanya adalah teman dekat pasien. B. Menolak secara sopan dan menjelaskan bahwa data rekam medis pasien bersifat rahasia sesuai peraturan perundang-undangan dan hanya dapat diberikan kepada pasien atau pihak yang telah diberi kuasa tertulis secara sah. C. Meminta uang administrasi terlebih dahulu sebelum memberikan informasi. D. Memberitahukan informasi jika penanya menyebutkan nama lengkap pasien. E. Menyuruh penelepon langsung membuka rekam medis elektronik rumah sakit.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Kerahasiaan rekam medis dilindungi oleh UU Kesehatan No. 17/2023 dan Permenkes No. 24/2022. Informasi medis tidak boleh dibocorkan kepada pihak mana pun tanpa persetujuan tertulis dari pasien atau ketentuan hukum yang sah.
SOAL NO. 43Komunikasi Efektif – Metode SBAR
Saat melakukan serah terima (handover) pasien kritis antar shift jaga di ruang rawat inap, komponen metode SBAR yang menyampaikan data riwayat penyakit penyerta, hasil laboratorium terkini, dan terapi yang telah diberikan sebelumnya adalah komponen:
A. Situation (S) B. Background (B) C. Assessment (A) D. Recommendation (R) E. Response (R)
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Metode SBAR: Situation = masalah klinis saat ini; Background = riwayat klinis yang melatarbelakangi, terapi sebelumnya, dan diagnosis masuk; Assessment = temuan analisis kondisi pasien terkini; Recommendation = usulan tindakan atau intervensi lanjutan.
SOAL NO. 44Manajemen Konflik – Kerja Sama Tim
Rekan kerja satu shift Anda di instalasi farmasi tampak sering meninggalkan loket pelayanan untuk urusan pribadi sehingga antrean obat pasien menumpuk dan Anda kewalahan. Langkah penyelesaian profesional yang paling tepat adalah:
A. Membicarakan keburukan rekan kerja tersebut kepada pasien yang sedang mengantre. B. Mengajak rekan kerja tersebut berbicara empat mata secara asertif dan profesional, menyampaikan beban antrean pasien, mencari solusi bersama, dan bila tidak ada perbaikan maka melaporkannya secara objektif kepada kepala instalasi. C. Ikut-ikutan meninggalkan loket agar adil. D. Membuat sindiran di media sosial mengenai kemalasan rekan kerja. E. Langsung memusuhi dan tidak mau menegur rekan kerja tersebut selamanya.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pendekatan komunikasi asertif langsung empat mata tanpa konfrontasi emosional adalah langkah awal resolusi konflik kerja tim, disusul eskalasi manajerial terstruktur jika tidak ada perubahan.
SOAL NO. 45Integritas Pegawai – Penolakan Gratifikasi
Keluarga pasien yang sembuh pasca perawatan intensif di RSUD AM Parikesit memberikan amplop berisi uang tunai kepada perawat dan dokter jaga sebagai ungkapan terima kasih. Sikap integritas pegawai BLUD yang wajib diambil adalah:
A. Menerima uang tersebut dan membagikannya secara diam-diam kepada seluruh staf ruangan. B. Menolak amplop tersebut secara santun dan ramah, menjelaskan bahwa memberikan pelayanan terbaik sudah merupakan kewajiban profesional dan tugas kedinasan yang telah digaji oleh rumah sakit, serta mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan doa yang diberikan. C. Meminta keluarga pasien menambahkan nominal uangnya. D. Menerima uang tersebut dengan syarat tidak dilaporkan ke Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). E. Marah-marah kepada keluarga pasien dan mengancam akan membatalkan kepulangan pasien.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pemberian uang/imbalan di luar tarif resmi rumah sakit dikategorikan sebagai gratifikasi yang melanggar kode etik pegawai dan regulasi anti-korupsi. Penolakan wajib dilakukan dengan bahasa santun tanpa menyinggung perasaan keluarga pasien.
SOAL NO. 46Loyalitas & Adaptabilitas Kerja BLUD
Saat shift kerja Anda hampir berakhir, terjadi insiden kecelakaan lalu lintas beruntun di jalan poros Tenggarong yang membawa 15 korban luka berat ke IGD RSUD AM Parikesit secara bersamaan. Pihak manajemen mengumumkan status darurat rumah sakit (Code Orange). Sikap Anda sebagai pegawai BLUD adalah:
A. Langsung pulang tepat waktu karena jam kerja dinas sudah selesai sesuai jadwal. B. Mengabaikan panggilan tugas karena bukan staf IGD organik. C. Dengan penuh tanggung jawab dan rasa kemanusiaan menyatakan kesiapan bertahan (lembur darurat), membantu proses penanganan stabilisasi korban sesuai arahan koordinasi tim triase rumah sakit. D. Menuntut pembayaran uang lembur di muka sebelum mau membantu pasien. E. Bersembunyi di ruang istirahat staf sampai situasi kembali tenang.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Pegawai rumah sakit mengemban sumpah profesi dan tanggung jawab kemanusiaan. Dalam situasi darurat bencana massal (*surge capacity*), loyalitas, kesigapan tanggap darurat, dan koordinasi komando rumah sakit adalah prioritas tertinggi.
Sebagai tenaga teknis kefarmasian, Anda menerima resep dokter untuk pasien anak dengan sediaan obat yang dosisnya tertulis 10 kali lipat di atas dosis lazim pediatrik (kemungkinan salah letak koma desimal oleh dokter). Tindakan keselamatan pasien yang tepat adalah:
A. Langsung meracik obat sesuai resep karena resep dokter tidak boleh diubah oleh siapa pun. B. Tidak meracik obat dan segera melakukan konfirmasi ulang secara santun dan jelas kepada dokter penulis resep guna memastikan kebenaran dosis sebelum obat disiapkan. C. Mengurangi dosis secara diam-diam tanpa memberitahu dokter penulis resep. D. Menyuruh keluarga pasien menanyakan sendiri ke dokter yang bersangkutan. E. Membuang resep tersebut ke tempat sampah.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Prinsip kolaborasi interprofesional dan *double-checking* resep bertujuan mencegah *Medication Error* mencapai pasien. Mengonfirmasi langsung kepada dokter penulis resep adalah langkah baku keselamatan pasien.
SOAL NO. 48Empati & Komunikasi – Breaking Bad News
Saat dokter dan perawat harus menyampaikan kabar duka kematian pasien kepada keluarga di ruang resusitasi, protokol komunikasi terapeutik standar yang direkomendasikan adalah:
A. Menyampaikan kabar kematian secara berteriak di lorong umum agar semua orang mendengar. B. Menggunakan protokol SPIKES (Setting, Perception, Invitation, Knowledge, Empathy, Strategy), yaitu mengajak keluarga ke ruang privat yang tenang, memastikan kesiapan mental keluarga, menyampaikan kabar secara jelas dan lugas tanpa eufemisme medis membingungkan, memberikan ruang untuk berduka, serta menunjukkan empati tulus. C. Mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp tanpa tatap muka. D. Meminta satpam rumah sakit yang menyampaikan kabar duka tersebut. E. Menghindari kontak mata dan langsung meninggalkan keluarga pasien yang menangis.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Protokol SPIKES adalah standar baku komunikasi medis dalam menyampaikan berita duka atau prognosis buruk secara empatik, profesional, dan manusiawi dalam suasana ruang yang terjaga privasinya.
Seorang perawat secara tidak sengaja salah memberikan obat tetes mata pada pasien, namun pasien tidak mengalami cedera atau gangguan penglihatan (Kejadian Nyaris Cedera / KNC). Bagaimana perawat tersebut harus bersikap sesuai budaya keselamatan pasien (*Just Culture*)?
A. Merahasiakan kejadian tersebut karena tidak timbul efek samping pada pasien. B. Membuat laporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) secara jujur kepada Komite Mutu dan Keselamatan Pasien rumah sakit maksimal dalam 2×24 jam untuk dilakukan analisis akar masalah (investigasi sederhana) guna mencegah kejadian serupa terulang pada staf lain. C. Menyalahkan pasien karena tidak memeriksa label obat sendiri. D. Menghapus data pemberian obat dari catatan rekam medis pasien. E. Mengundurkan diri dari rumah sakit karena takut dihukum.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Budaya keselamatan pasien modern (*non-punitive just culture*) menekankan pentingnya pelaporan setiap insiden (termasuk KTC, KNC, KTD) sebagai sarana pembelajaran sistemik organisasi untuk perbaikan proses, bukan mencari kesalahan individu.
SOAL NO. 50Visi Misi BLUD RSUD Aji Muhammad Parikesit
Peran utama pegawai BLUD Non-PNS dalam mendukung visi RSUD Aji Muhammad Parikesit sebagai rumah sakit rujukan modern dan andal di Kutai Kartanegara adalah:
A. Bekerja sekadar menggugurkan kewajiban jam kantor harian. B. Memberikan kontribusi pelayanan kesehatan yang profesional, berorientasi mutu dan keselamatan pasien, mematuhi standar etika dan operasional RS, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat pengguna layanan. C. Memanfaatkan fasilitas rumah sakit untuk kepentingan komersial pribadi. D. Menghindari tugas-tugas pelayanan di luar jam dinas reguler. E. Mengutamakan keuntungan finansial rumah sakit di atas keselamatan jiwa pasien.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pegawai BLUD dituntut berjiwa profesionalisme tinggi (*Service Mindset*), menjaga nama baik institusi rumah sakit daerah, memprioritaskan keselamatan pasien, dan terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Tips Sukses Lolos Ujian CAT & Wawancara Pegawai BLUD RSUD AM Parikesit
Berdasarkan pengalaman seleksi penerimaan pegawai rumah sakit daerah, berikut beberapa strategi jitu yang terbukti mendongkrak kelulusan:
Kuasai Regulasi BLUD dan Akreditasi Rumah Sakit: Luangkan waktu mempelajari Permendagri No. 79/2018 dan 6 Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) STARKES. Materi ini hampir selalu keluar dalam porsi besar pada ujian CAT maupun wawancara direksi.
Latihan Rutin Manajemen Waktu CAT: Waktu rata-rata pengerjaan setiap butir soal CAT berkisar 50 – 60 detik. Biasakan membaca inti pertanyaan terlebih dahulu sebelum membaca narasi kasus yang panjang.
Siapkan Portofolio Klinis yang Relevan: Untuk posisi perawat, bidan, dan nakes, bawa sertifikat pelatihan wajib yang masih aktif (BTCLS, ACLS, PPI, APN) serta ringkasan pengalaman kerja klinis Anda.
Tunjukkan Integritas dan *Service Mindset*: Pada sesi wawancara, tunjukkan komitmen kerja sama tim, kesiapan bekerja dalam sistem shift bergilir, serta empati tinggi dalam melayani masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara.
Maksimalkan Peluang Lolos Seleksi BLUD Bersama Fungsional.id
Ingin berlatih dengan simulasi sistem CAT yang persis dengan ujian seleksi sesungguhnya? Platform Bimbel Fungsional.id menyediakan ribuan bank soal terupdate untuk seleksi Tenaga Kesehatan, Rekrutmen BLUD Rumah Sakit Daerah, serta CPNS/PPPK Kesehatan lengkap dengan timer otomatis dan pembahasan tuntas.
FAQ Seputar Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Aji Muhammad Parikesit
1. Apakah pegawai BLUD RSUD berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)?
Pegawai BLUD RSUD terdiri dari pegawai ASN (PNS dan PPPK) serta Pegawai Non-PNS/BLUD Profesional yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja oleh Pejabat Pengelola BLUD / Direktur Rumah Sakit sesuai regulasi daerah.
2. Apakah STR (Surat Tanda Registrasi) wajib masih aktif saat mendaftar?
Ya, bagi seluruh formasi tenaga kesehatan (Dokter, Perawat, Bidan, Apoteker, TTK, Radiografer, Pranata Labkes, dll), kepemilikan STR definitif yang masih aktif merupakan syarat mutlak seleksi administrasi.
3. Berapa nilai ambang batas (passing grade) tes CAT seleksi pegawai BLUD?
Passing grade ditentukan oleh panitia seleksi RSUD AM Parikesit berdasarkan kuota formasi dan ranking nilai kumulatif tertinggi (umumnya minimal 65 – 75% jawaban benar) untuk maju ke tahap wawancara.
4. Apa perbedaan mendasar tes TKD dan TKB pada seleksi BLUD RSUD?
TKD menguji wawasan umum, kebangsaan, kemampuan logika intelegensia, dan tata kelola BLUD. Sementara TKB menguji kompetensi teknis klinis spesifik sesuai bidang pendidikan profesi dan standar pelayanan rumah sakit.
5. Apakah lulusan baru (fresh graduate) dapat mendaftar seleksi pegawai BLUD RSUD AM Parikesit?
Bisa, sepanjang memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan, IPK minimal, dan memiliki STR aktif untuk tenaga kesehatan, meskipun kandidat dengan sertifikat kompetensi penunjang (BTCLS/ACLS) akan memiliki nilai tambah.
Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.