50+ Soal Ujian Seleksi PPDGS Universitas Hasanuddin (TPA, EPT dll)

Ujian Seleksi PPDGS FKG UNHAS

Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG UNHAS) merupakan salah satu pusat pendidikan spesialis kedokteran gigi terkemuka dan menjadi rujukan utama di kawasan Indonesia Timur. Dengan akreditasi Unggul serta fasilitas Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Pendidikan yang modern di Kampus Tamalanrea Makassar, animo pendaftar seleksi residen selalu tinggi di setiap periodenya.

Ketatnya seleksi masuk PPDGS UNHAS menuntut setiap calon residen untuk memiliki persiapan yang matang dan terukur. Ujian seleksi tidak hanya menguji kemahiran klinis, tetapi juga menyaring kemampuan logika melalui Tes Potensi Akademik (TPA), penguasaan literatur internasional melalui English Proficiency Test (EPT) Pusat Bahasa UNHAS, serta pemahaman komprehensif kasus klinis berbasis Computer Based Test (CBT).

Untuk mendongkrak performa belajar dan memaksimalkan peluang lolos, berikut kami sajikan panduan lengkap tahapan seleksi, kisi-kisi resmi, strategi belajar, serta 50+ Soal Ujian Seleksi PPDGS Universitas Hasanuddin lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan rasional mendalam.

Alur & Komponen Ujian Seleksi PPDGS Universitas Hasanuddin

Berdasarkan pedoman penerimaan mahasiswa baru Program Spesialis Sekolah Pascasarjana UNHAS, seleksi dilaksanakan melalui 4 pilar evaluasi utama yang terintegrasi secara ketat:

NoTahapan SeleksiPenyelenggaraFokus Materi & Ambang Batas (Passing Grade)
1Seleksi Berkas AdministrasiSekolah Pascasarjana UNHASVerifikasi ijazah Dokter Gigi, STR aktif, transkrip IPK (S1 & Profesi), SKCK, surat rekomendasi pakar, dan portofolio kasus.
2Tes Potensi Akademik (TPA)Pusat Penilaian Potensi / BappenasPenalaran Verbal, Kuantitatif/Numerik, Logika Proposisi, dan Spasial. Nilai standar kelulusan umumnya ≥ 450 – 500.
3English Proficiency Test (EPT)Pusat Bahasa (Language Center) UNHASListening Comprehension, Structure & Written Expression, Reading Texts (fokus jurnal sains/medis). Syarat skor minimal ≥ 450 – 500 setara TOEFL.
4Ujian Tulis Keilmuan (CBT)Departemen PPDGS FKG UNHASSoal studi kasus klinis (Clinical Vignette) mencakup ilmu dasar kedokteran gigi dan keilmuan spesifik prodi peminatan.
5Wawancara & Uji Kasus (OSCE)KPS & Dewan Guru Besar FKG UNHASCritical appraisal jurnal internasional, penalaran diferensial diagnosis, rencana perawatan spesialistik, dan etika medikolegal (SJT).
6Tes Kesehatan & MMPIRSUP Dr. Wahidin / RSGM UNHASPemeriksaan fisik bebas narkoba, kesehatan mata/visus, serta profil psikometri Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI-2).

Peta Materi Ujian Seleksi PPDGS FKG UNHAS

Simak infografis rangkuman alur dan pemetaan materi seleksi PPDGS UNHAS berikut sebagai panduan visual persiapan belajar Anda:

Peta Materi dan Alur Ujian Seleksi PPDGS Universitas Hasanuddin
Infografis: Komponen Utama Seleksi Masuk Program Dokter Gigi Spesialis di Universitas Hasanuddin (UNHAS)

Bagian 1: Tes Potensi Akademik (TPA) PPDGS UNHAS (Nomor 1 – 15)

Subtes TPA pada seleksi pascasarjana UNHAS mengukur kapasitas intelektual umum yang mencakup kemampuan verbal, pengolahan kuantitatif/angka, logika deduktif-induktif, serta daya analisis spasial.

SOAL NO. 1 Analogi Verbal
PULPA : SALURAN AKAR = … : …
A. Otak : Medula Spinalis
B. Enamel : Dentin
C. Jantung : Pembuluh Darah
D. Saraf : Otot
E. Tulang : Sendi
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: A
Pembahasan: Pulpa merupakan jaringan lunak berisi saraf dan pembuluh darah di rongga pulpa yang berlanjut langsung ke arah inferior melalui saluran akar. Hubungan yang setara secara anatomis fungsional adalah Otak yang berlanjut langsung secara aksial menjadi Medula Spinalis di dalam kolumna vertebralis.
SOAL NO. 2 Sinonim Verbal
OBTURASI = …
A. Pembersihan
B. Pengisian dan Penutupan Rapat
C. Pengikisan Smear Layer
D. Pelebaran Saluran
E. Pembedahan Apikal
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Istilah ‘obturasi’ secara etimologis dan klinis kedokteran bermakna penutupan, penyumbatan, atau pengisian ruang anatomis secara hermetis (kedap cairan) guna mencegah reinfeksi mikroorganisme.
SOAL NO. 3 Antonim Verbal
HIPERPLASIA >< ...
A. Metaplasia
B. Neoplasia
C. Aplasia
D. Displasia
E. Distropia
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Hiperplasia adalah pertambahan jumlah sel dalam jaringan yang mengakibatkan pembesaran organ. Lawan kata yang paling tepat adalah Aplasia (kegagalan pembentukan atau perkembangan sel/jaringan).
SOAL NO. 4 Silogisme Logika
Semua residen Spesialis Konservasi Gigi FKG UNHAS wajib menguasai operasional mikroskop endodontik (DOM).
Beberapa dokter gigi yang bertugas di RSGM UNHAS adalah residen Spesialis Konservasi Gigi.
Kesimpulan yang sah adalah:
A. Semua dokter gigi di RSGM UNHAS wajib menguasai mikroskop endodontik.
B. Beberapa dokter gigi yang bertugas di RSGM UNHAS wajib menguasai mikroskop endodontik.
C. Tidak ada dokter gigi di RSGM UNHAS yang menguasai mikroskop endodontik.
D. Sebagian dokter gigi bukan residen dan tidak menguasai mikroskop endodontik.
E. Mikroskop endodontik hanya digunakan oleh dokter gigi di RSGM UNHAS.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Berdasarkan kaidah silogisme kategorik bentuk partikular (Beberapa + Semua), premis menghasilkan kesimpulan partikular: ‘Beberapa dokter gigi di RSGM UNHAS wajib menguasai mikroskop endodontik’.
SOAL NO. 5 Logika Kondisional
Jika pasien terdiagnosis abses periapikal akut dengan fluktuasi positif, maka insisi dan drainase wajib dilakukan segera.
Faktanya, dokter bedah mulut tidak melakukan insisi dan drainase pada pasien Ny. S.
Maka kesimpulan yang paling tepat adalah:
A. Pasien Ny. S pasti mengalami selulitis fasialis.
B. Pasien Ny. S tidak terdiagnosis abses periapikal akut dengan fluktuasi positif.
C. Pasien menolak tindakan pembedahan minor.
D. Dokter gigi memberikan resep antibiotik spektrum luas terlebih dahulu.
E. Pembengkakan pada pasien sudah mengalami resorpsi spontan.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Mengikuti kaidah inferensi Modus Tollens: Jika P maka Q. ~Q, maka ~P. Karena tindakan insisi dan drainase tidak dilakukan (~Q), maka pasien tidak terdiagnosis abses periapikal akut dengan fluktuasi positif (~P).
SOAL NO. 6 Kuantitatif Medis (Perhitungan Dosis)
Satu ampul karpul anestesi lokal mengandung 1,8 mL larutan Lidokain 2% dengan Epinefrin 1:100.000. Dosis toksik maksimal lidokain dengan vasokonstriktor pada dewasa sehat adalah 7 mg/kgBB. Berapa jumlah maksimal ampul karpul yang aman diberikan kepada pasien dengan berat badan 60 kg?
A. 7 ampul
B. 9 ampul
C. 11 ampul
D. 13 ampul
E. 15 ampul
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Konsentrasi Lidokain 2% = 20 mg/mL. Tiap karpul (1,8 mL) mengandung: 1,8 mL × 20 mg/mL = 36 mg lidokain. Dosis maksimal pasien 60 kg = 60 × 7 mg = 420 mg. Jumlah karpul maksimal = 420 mg / 36 mg = 11,67 karpul. Dibulatkan ke batas aman bawah = 11 ampul.
SOAL NO. 7 Kuantitatif Rasio & Proporsi
Di sebuah klinik spesialis prostodonsia, rasio pembuatan gigi tiruan cekat (bridge) terhadap gigi tiruan lepasan adalah 3 : 5. Jika dalam kurun waktu satu semester total pembuatan protesa adalah 240 unit, berapakah selisih jumlah gigi tiruan lepasan dibandingkan gigi tiruan cekat?
A. 30 unit
B. 45 unit
C. 60 unit
D. 75 unit
E. 90 unit
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Total bagian rasio = 3 + 5 = 8 bagian. Nilai 1 bagian = 240 / 8 = 30 unit. Selisih rasio lepasan dan cekat = 5 – 3 = 2 bagian. Maka selisihnya = 2 × 30 = 60 unit.
SOAL NO. 8 Deret Angka Tingkat Dua
Tentukan angka lanjutan dari deret berikut: 4, 7, 13, 22, 34, …
A. 46
B. 49
C. 51
D. 54
E. 58
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Analisis selisih deret antar suku: 7 – 4 = +3; 13 – 7 = +6; 22 – 13 = +9; 34 – 22 = +12. Selisih membentuk barisan aritmetika dengan beda +3. Suku berikutnya bertambah +15. Maka: 34 + 15 = 49.
SOAL NO. 9 Deret Pola Kombinasi
Tentukan angka lanjutan dari pola: 5, 8, 16, 19, 38, 41, …
A. 44
B. 76
C. 82
D. 85
E. 92
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Pola bergantian: (+3), (×2), (+3), (×2). 5 + 3 = 8; 8 × 2 = 16; 16 + 3 = 19; 19 × 2 = 38; 38 + 3 = 41. Langkah berikutnya adalah dikalikan 2: 41 × 2 = 82.
SOAL NO. 10 Persentase & Epidemiologi
Dari 500 anak sekolah yang diperiksa saat program pengabdian masyarakat FKG UNHAS, 65% memiliki karies aktif. Setelah program intervensi aplikasi topikal fluor dan edukasi sikat gigi selama 6 bulan, 40% dari anak yang berkaries mengalami remineralisasi dan bebas lesi aktif baru. Berapa jumlah anak yang masih memiliki karies aktif?
A. 130 anak
B. 195 anak
C. 210 anak
D. 245 anak
E. 325 anak
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Jumlah anak berkaries awal = 65% × 500 = 325 anak. Anak yang sembuh/remineralisasi = 40% × 325 = 130 anak. Jumlah anak yang masih berkaries aktif = 325 – 130 = 195 anak (atau 60% × 325 = 195).
SOAL NO. 11 Penalaran Analitis (Jadwal Jaga Residen)
Lima dokter residen (drg. Andi, drg. Budi, drg. Cindy, drg. Dodi, drg. Eka) bertugas jaga malam IGD RSGM UNHAS dari Senin hingga Jumat. Aturannya:
– drg. Andi jaga sebelum drg. Cindy.
– drg. Budi jaga tepat satu hari sebelum drg. Eka.
– drg. Dodi jaga pada hari Rabu.
– drg. Andi tidak jaga pada hari Senin.
Siapakah yang bertugas jaga pada hari Senin?
A. drg. Andi
B. drg. Budi
C. drg. Cindy
D. drg. Eka
E. Tidak dapat ditentukan
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Hari: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. Dodi = Rabu. Budi tepat 1 hari sebelum Eka, maka pasangan (Budi, Eka) hanya bisa menempati (Senin, Selasa) atau (Kamis, Jumat). Jika (Budi, Eka) di Kamis-Jumat, maka Senin-Selasa diisi Andi dan Cindy. Tapi drg. Andi tidak boleh jaga Senin. Maka (Budi, Eka) harus menempati Senin dan Selasa! Sehingga Budi jaga hari Senin, Eka hari Selasa, Dodi Rabu, Andi Kamis, dan Cindy Jumat.
SOAL NO. 12 Penalaran Logika Relasional
Pasien A, B, C, D, dan E datang bersamaan di instalasi darurat bedah mulut. Dokter menentukan urutan tindakan berdasarkan skor kegawatan klinis:
– Pasien C lebih gawat daripada Pasien A, tetapi tidak lebih gawat daripada Pasien D.
– Pasien B lebih gawat daripada Pasien E, dan Pasien E lebih gawat daripada Pasien D.
Pasien yang paling pertama harus ditangani adalah:
A. Pasien A
B. Pasien B
C. Pasien C
D. Pasien D
E. Pasien E
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Relasi kegawatan: D > C > A. Selanjutnya: B > E > D. Jika digabungkan: B > E > D > C > A. Maka pasien dengan kegawatan paling tinggi yang harus ditangani pertama kali adalah Pasien B.
SOAL NO. 13 Logika Spasial Gigi Impaksi
Suatu radiograf panoramik menunjukkan sumbu panjang gigi molar ketiga bawah membentuk sudut 45 derajat condong ke arah mesial terhadap sumbu panjang molar kedua tetangganya. Berdasarkan klasifikasi George Winter, angulasi gigi tersebut dikategorikan sebagai:
A. Vertikal
B. Horisontal
C. Mesioangular
D. Distoangular
E. Bucoangular
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Klasifikasi Winter membagi angulasi impaksi molar ketiga berdasarkan sumbu panjang gigi terhadap molar kedua: Vertikal (sejajar), Mesioangular (inklinasi mahkota ke arah mesial mengarah ke molar dua), Horisontal (tegak lurus 90°), dan Distoangular (inklinasi mahkota ke arah distal). Sudut 45° ke arah mesial adalah Mesioangular.
SOAL NO. 14 Diagram Venn & Logika Himpunan
Dari 100 pasien lansia di poliklinik periodontal, 60 pasien menderita hipertensi, 45 pasien menderita diabetes melitus tipe 2, dan 20 pasien menderita kedua penyakit sistemik tersebut sekaligus. Berapakah jumlah pasien yang tidak menderita hipertensi maupun diabetes melitus?
A. 10 pasien
B. 15 pasien
C. 20 pasien
D. 25 pasien
E. 30 pasien
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Rumus gabungan himpunan: n(H ∪ D) = n(H) + n(D) – n(H ∩ D) = 60 + 45 – 20 = 85 pasien. Pasien yang bebas dari kedua penyakit = Total – n(H ∪ D) = 100 – 85 = 15 pasien.
SOAL NO. 15 Analisis Pernyataan & Kesimpulan
Data RSGM UNHAS menunjukkan bahwa 90% kegagalan restorasi komposit resin pada kavitas kelas II diakibatkan oleh kebocoran tepi mikroskopis (microleakage) pada dinding gingiva di bawah cementoenamel junction (CEJ).
Pernyataan yang paling logis mendukung upaya perbaikan klinis tersebut adalah:
A. Penumpukan komposit harus dilakukan secara bulk-fill tanpa etsa.
B. Penggunaan teknik open sandwich menggunakan semen ionomer kaca modifikasi resin (RMGI) di dasar kavitas servikal dapat meminimalkan kebocoran tepi.
C. Dinding servikal harus diperdalam hingga mendekati tulang alveolar.
D. Matriks logam harus diganti dengan matriks seluloid lunak.
E. Polimerisasi sinar harus dikurangi intensitasnya agar tidak terjadi kontraksi.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pada kavitas kelas II yang batas servikalnya berada di bawah CEJ (pada dentin/sementum), ikatan bonding resin rentan mengalami degradasi hidrolitik. Teknik sandwich terbuka dengan RMGI terbukti memiliki adaptasi marjinal superior, adhesi kimiawi ke dentin, dan pelepasan fluorida untuk mencegah microleakage.

Bagian 2: English Proficiency Test (EPT) UNHAS (Nomor 16 – 30)

Tes EPT diselenggarakan oleh UPT Pusat Bahasa UNHAS dengan struktur setara institusional TOEFL. Calon dokter spesialis diuji pada kemahiran tata bahasa akademik tingkat lanjut (Inversion, Clauses, Subjunctive, Parallelism) dan telaah naskah jurnal medis internasional.

SOAL NO. 16 Structure – Inversion
Rarely _______ such severe bone destruction in juvenile localized aggressive periodontitis without a notable underlying immune deficiency.
A. clinicians observe
B. do clinicians observe
C. clinicians are observing
D. observe clinicians
E. have clinicians observed that
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Ketika kalimat diawali oleh negative/restrictive adverbial seperti *Rarely, Seldom, Scarcely, Never*, struktur klausa utama mengalami pembalikan (inversion) menjadi auxiliary verb + subject + main verb. Bentuk yang tepat adalah ‘do clinicians observe’.
SOAL NO. 17 Structure – Subject-Verb Agreement
The extensive histopathological examination of several biopsy specimens retrieved from the posterior mandible _______ the provisional diagnosis of ameloblastoma.
A. confirm
B. confirms
C. are confirming
D. have confirmed
E. to confirm
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Subjek utama kalimat adalah ‘The extensive histopathological examination’ (singular/tunggal). Frasa ‘of several biopsy specimens retrieved from the posterior mandible’ hanyalah prepositional modifier penjelas. Maka predikat membutuhkan singular verb: ‘confirms’.
SOAL NO. 18 Structure – Reduced Relative Clause
Dental bioceramic sealers _______ during warm vertical compaction exhibit significantly less apical leakage than traditional zinc oxide-eugenol sealers.
A. utilizing
B. utilize
C. utilized
D. which utilizes
E. were utilized
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Kalimat membutuhkan bentuk passive participle (-ed) sebagai penjelas nomina ‘Dental bioceramic sealers’. Kalimat lengkapnya adalah ‘which are utilized…’, yang ketika disederhanakan (reduced relative clause) menjadi ‘utilized’.
SOAL NO. 19 Structure – Subjunctive Mood
The supervising professor recommended that every orthodontic resident _______ the cephalometric tracing twice before establishing the final extraction plan.
A. verifies
B. verify
C. verified
D. would verify
E. is verifying
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Setelah kata kerja yang menyatakan rekomendasi/keharusan (recommend, suggest, insist, mandate) yang diikuti konjungsi ‘that’, kata kerja dalam anak kalimat wajib menggunakan subjunctive mood (bare infinitive / bentuk dasar tanpa akhiran -s/-es maupun modal): ‘verify’.
SOAL NO. 20 Structure – Parallelism
Comprehensive cleft palate rehabilitation involves surgical repair, orthopedic expansion, speech therapy, and _______ psychosocial support.
A. providing
B. to provide
C. provision of
D. provided
E. they provide
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: A
Pembahasan: Aturan parallel structure menuntut kesetaraan bentuk kata atau frasa dalam deret koordinatif: surgical repair (noun/gerund phrase), orthopedic expansion, speech therapy, and providing psychosocial support (atau continuous gerund form). ‘Providing’ menjaga kelancaran alur tindakan klinis.
SOAL NO. 21 Structure – Conditional Type 3
If the emergency dentist _______ the avulsed central incisor within thirty minutes of the trauma, the risk of external replacement resorption would have been markedly reduced.
A. replanted
B. had replanted
C. would replant
D. has replanted
E. was replanting
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Klausa akibat menggunakan ‘would have been reduced’ (Past Future Perfect), yang merupakan ciri khas Conditional Sentence Type 3 (situasi lampau yang tidak terjadi). Maka klausa syarat (if-clause) wajib menggunakan Past Perfect: ‘had replanted’.
SOAL NO. 22 Structure – Negative Condition / Inversion
_______ adequate cooling water irrigation supplied during high-speed bone guttering, thermal necrosis of the surrounding osteocytes is inevitable.
A. Were not
B. Were there not
C. Unless
D. Is not
E. Provided that not
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Bentuk inverted conditional dari ‘If there were not adequate cooling water…’ adalah ‘Were there not…’. Kalimat ini menyatakan pengandaian hipotetis bahwa tanpa adanya irigasi air pendingin yang cukup, nekrosis termal tulang tidak terhindarkan.
SOAL NO. 23 Written Expression – Error Identification
Choose the underlined portion that contains a grammatical error:
(A) Despite recent advancements in tissue engineering, (B) completely regeneration of the periodontal ligament (C) remains an elusive goal (D) for most clinical practitioners.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pilihan (B) salah. Kata ‘regeneration’ adalah kata benda (noun). Oleh karena itu, kata yang mendahuluinya harus berupa kata sifat (adjective), yaitu ‘complete’, bukan kata keterangan (adverb) ‘completely’.
SOAL NO. 24 Written Expression – Error Identification
Choose the underlined portion that contains a grammatical error:
The oral surgeon (A) cautiously dissected the mucoperiosteal flap (B) so that to prevent damage to the mental nerve (C) emerging from the mandibular (D) canal.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pilihan (B) salah. Penggunaan ‘so that to prevent’ tidak baku dalam tata bahasa Inggris. Yang benar adalah ‘in order to prevent’ atau ‘so as to prevent’, atau jika menggunakan ‘so that’ harus diikuti subjek dan modal (‘so that he could prevent’).
SOAL NO. 25 Written Expression – Error Identification
Choose the underlined portion that contains a grammatical error:
Cone-beam computed tomography (A) offers superior three-dimensional visualization of maxillofacial lesions, but (B) its high radiation dose (C) are a major concern when (D) imaging pediatric dental patients.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Pilihan (C) salah. Subjek klausa kedua adalah ‘its high radiation dose’ yang berbentuk singular (tunggal). Maka to-be yang sesuai adalah ‘is’, bukan ‘are’.
SOAL NO. 26 Reading Comprehension – Main Idea
Text Passage:
Bioactive endodontic cements, notably Mineral Trioxide Aggregate (MTA) and calcium silicate-based formulations, have revolutionized conservative dentistry. Their outstanding biocompatibility, capacity to induce osteogenesis and dentin bridge formation, and superior hermetic sealing in moisture-rich apical environments make them the materials of choice for perforation repair and vital pulp therapy.

What is the primary topic of the passage?
A. The limitations of traditional gutta-percha in moist root canals.
B. The clinical benefits and therapeutic applications of bioactive cements in endodontics.
C. The surgical management of root perforations.
D. Historical development of dental biomaterials.
E. The cellular mechanisms of osteogenesis.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Paragraf secara menyeluruh membahas keunggulan klinis, biokompatibilitas, dan aplikasi terapeutik semen bioaktif (MTA dan kalsium silikat) dalam perawatan endodontik konservatif.
SOAL NO. 27 Reading Comprehension – Specific Detail
Based on the passage above, what makes MTA superior in apical environments?
A. Its low cost and ease of manipulation.
B. Its rapid setting time within seconds.
C. Its ability to create a tight seal even in the presence of moisture.
D. Its transparent color suitable for anterior esthetics.
E. Its acidic nature that kills all bacterial colonies.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Berdasarkan kalimat kedua bacaan: ‘…and superior hermetic sealing in moisture-rich apical environments…’, keunggulan MTA adalah kemampuannya menghasilkan penutupan kedap (tight seal) meski di lingkungan apeks yang lembap.
SOAL NO. 28 Reading Comprehension – Vocabulary in Context
The word ‘hermetic’ in the passage is closest in meaning to:
A. porous
B. temporary
C. airtight and leak-proof
D. elastic
E. soluble
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Kata ‘hermetic’ bermakna kedap udara, kedap cairan, atau tahan bocor (‘airtight and leak-proof’) sehingga tidak memungkinkan lalu lintas bakteri atau cairan jaringan.
SOAL NO. 29 Reading Comprehension – Medical Inference
Text Passage:
Medication-Related Osteonecrosis of the Jaw (MRONJ) is a severe adverse drug reaction characterized by progressive bone destruction in the maxillofacial region. Patients receiving potent antiresorptive agents such as intravenous zoledronic acid for malignant bone metastases carry a considerably higher risk of developing osteonecrosis following dentoalveolar surgery compared to osteoporosis patients receiving low-dose oral bisphosphonates.

It can be inferred from the passage that:
A. Oral bisphosphonates are completely risk-free for dental implant placement.
B. Route of administration and medication potency significantly affect the incidence rate of MRONJ.
C. Zoledronic acid should always be prescribed prior to dental extractions.
D. Osteoporosis patients have worse jaw vascularity than oncology patients.
E. Dentoalveolar surgery cures antiresorptive-induced osteonecrosis.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Teks menegaskan bahwa pasien dengan zoledronat intravena dosis tinggi (onkologi) memiliki risiko jauh lebih tinggi dibanding pasien bifosfonat oral dosis rendah. Hal ini membuktikan bahwa rute pemberian (intravena vs oral) dan potensi obat sangat memengaruhi angka kejadian MRONJ.
SOAL NO. 30 Reading Comprehension – Clinical Recommendation
According to the passage on MRONJ, which preventive clinical approach is most critical before initiating high-potency antiresorptive therapy?
A. Immediate extraction of all sound teeth.
B. Comprehensive dental screening and completion of invasive oral procedures prior to medical therapy.
C. Ceasing all oral hygiene measures.
D. Performing bilateral jaw resections.
E. Prescribing high-dose corticosteroids.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pedoman konsensus klinis internasional menyatakan bahwa tindakan pencegahan utama adalah pemeriksaan komprehensif gigi dan penyelesaian seluruh prosedur bedah/invasif sebelum terapi antiresorptif dosis tinggi dimulai guna meminimalkan risiko tindakan bedah saat obat sudah terakumulasi di tulang.

Bagian 3: Ujian Tulis CBT Keilmuan Kedokteran Gigi Spesialistik (Nomor 31 – 45)

Materi CBT menguji nalar klinis dokter gigi dalam menganalisis kasus nyata (Clinical Vignette) yang mencakup 7 disiplin ilmu spesialisasi utama: Konservasi Gigi, Bedah Mulut & Maksilofasial, Ortodonsia, Periodonsia, Prostodonsia, Kedokteran Gigi Anak, serta Radiologi & Penyakit Mulut.

SOAL NO. 31 Konservasi Gigi – Diagnosis Pulpa & Periapikal
Pasien pria 28 tahun datang ke RSGM UNHAS dengan keluhan gigi geraham bawah kiri berdenyut spontan sejak semalam, terutama saat berbaring. Tes termal dingin menimbulkan nyeri tajam yang bertahan lebih dari 30 detik setelah stimulus diangkat. Pada pemeriksaan perkusi negatif dan palpasi negatif. Radiograf menunjukkan kavitas profunda mendekati kamar pulpa tanpa pelebaran membran periodontal. Diagnosis yang paling tepat adalah:
A. Pulpitis Reversibel
B. Pulpitis Ireversibel Simptomatik
C. Nekrosis Pulpa
D. Periodontitis Apikalis Akut
E. Abses Alveolar Akut
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Nyeri spontan (terutama nocturnal/saat berbaring akibat peningkatan tekanan intrakranial intrapulpa) dan respon nyeri berkepanjangan (>30 detik) terhadap tes dingin merupakan tanda patognomonik Pulpitis Ireversibel Simptomatik. Perkusi negatif menandakan inflamasi belum merambat ke jaringan periapikal.
SOAL NO. 32 Konservasi Gigi – Protokol Irigasi Saluran Akar
Dalam preparasi biomekanis saluran akar, instrumen endodontik menghasilkan lapisan smear layer yang menutupi tubulus dentin. Kombinasi larutan irigan standar emas yang direkomendasikan untuk melarutkan komponen organik dan anorganik smear layer secara berurutan adalah:
A. Chlorhexidine 2% diikuti Salin Fisiologis
B. Sodium Hipoklorit (NaOCl) 2,5 – 5,25% diikuti Ethylenediaminetetraacetic Acid (EDTA) 17%
C. EDTA 17% diikuti Hidrogen Peroksida 3%
D. Alkohol 70% diikuti NaOCl 5,25%
E. Asam Fosfat 37% diikuti Chlorhexidine 2%
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: NaOCl merupakan agen pelarut jaringan nekrotik dan komponen organik bakteri yang sangat poten, sedangkan EDTA 17% adalah agen khelasi yang mengikat ion kalsium guna melarutkan komponen anorganik smear layer, sehingga tubulus dentin terbuka sempurna untuk penetrasi medikamen dan sealer.
SOAL NO. 33 Bedah Mulut – Klasifikasi Impaksi Molar Ketiga
Berdasarkan klasifikasi Pell dan Gregory, gigi molar ketiga bawah impaksi yang sebagian mahkotanya berada di dalam ramus mandibula (ruang antara distal molar kedua dan tepi anterior ramus kurang dari diameter mesiodistal molar ketiga) dengan titik tertinggi mahkota berada di antara garis oklusal dan garis servikal molar kedua diklasifikasikan sebagai:
A. Kelas I Posisi A
B. Kelas II Posisi B
C. Kelas II Posisi C
D. Kelas III Posisi B
E. Kelas III Posisi C
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Klasifikasi Pell & Gregory: Hubungan dengan ramus: Kelas II (ruang antara molar 2 dan ramus lebih kecil dari diameter M3). Kedalaman relatif terhadap dataran oklusal: Posisi B (bagian tertinggi M3 berada di bawah dataran oklusal molar 2 tetapi masih di atas garis servikal). Maka jawabannya adalah Kelas II Posisi B.
SOAL NO. 34 Bedah Mulut – Fraktur Maksilofasial
Pasien pasca kecelakaan lalu lintas mengalami maloklusi ‘anterior open bite’ mendadak, ekimosis pada sulkus lingual anterior, serta step deformitas di antara gigi 31 dan 41. Garis fraktur melewati linea mediana mandibula. Fraktur tersebut dikategorikan sebagai:
A. Fraktur Koronoid
B. Fraktur Simfisis Mandibula
C. Fraktur Angulus Mandibula
D. Fraktur Le Fort I
E. Fraktur Kondilus Bilateral
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Fraktur simfisis mandibula terjadi tepat pada regio garis tengah antara kedua gigi insisivus sentral rahang bawah. Tanda khasnya meliputi laserasi gingiva labiolingual, step defect interdental, ekimosis dasar mulut/sulkus lingual anterior, dan perubahan kontak oklusi.
SOAL NO. 35 Ortodonsia – Analisis Sefalometri
Seorang residen ortodonsia menganalisis sefalometri lateral pasien remaja dengan hasil: Sudut SNA = 82° (normal 82° ± 2°), Sudut SNB = 74° (normal 80° ± 2°), dan Sudut ANB = 8° (normal 2° ± 2°). Interpretasi hubungan skeletal maksila dan mandibula pasien tersebut adalah:
A. Skeletal Kelas I Ortognatik
B. Skeletal Kelas II akibat Retrognasi Mandibula
C. Skeletal Kelas II akibat Prognasi Maksila
D. Skeletal Kelas III akibat Prognasi Mandibula
E. Skeletal Kelas III akibat Retrognasi Maksila
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: SNA normal (82°) menunjukkan posisi maksila normal terhadap basis kranii anterior. SNB rendah (74°) menunjukkan mandibula berada jauh di posterior (retrognasi mandibula). Nilai ANB yang meningkat drastis menjadi 8° mengonfirmasi hubungan diskrepansi Skeletal Kelas II yang disebabkan oleh retrognasi mandibula.
SOAL NO. 36 Ortodonsia – Biomekanika Gigi
Gaya ortodontik tunggal yang dikenakan pada mahkota gigi tanpa momen kontrol akan menghasilkan pergerakan gigi berupa:
A. Bodily movement (Translasi murni)
B. Uncontrolled tipping (Puncak mahkota dan apeks bergerak ke arah berlawanan)
C. Controlled tipping
D. Torsi akar murni
E. Intrusi absolut
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Gaya tunggal pada bracket mahkota menghasilkan garis aksi gaya yang berada jauh dari Pusat Resistensi (Center of Resistance) gigi. Hal ini menimbulkan momen rotasi yang menyebabkan mahkota bergerak searah gaya sementara apeks akar bergerak ke arah berlawanan (uncontrolled tipping).
SOAL NO. 37 Periodonsia – Klasifikasi Staging & Grading AAP 2018
Pasien pria 45 tahun memiliki kehilangan perlekatan klinis (CAL) interdental ≥ 5 mm pada gigi molar dan premolar, kedalaman poket probing ≥ 6 mm, keterlibatan furkasi Kelas II pada gigi molar atas, dan radiograf menunjukkan kehilangan tulang alveolar mencapai 40% sepertiga tengah akar. Pasien tidak kehilangan gigi karena periodontitis. Berdasarkan konsensus AAP/EFP 2018, kasus ini masuk dalam:
A. Periodontitis Stage I
B. Periodontitis Stage II
C. Periodontitis Stage III
D. Periodontitis Stage IV
E. Gingivitis Terinduksi Plak
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Berdasarkan konsensus klasifikasi Periodontal AAP/EFP 2018: CAL interdental ≥ 5 mm, kehilangan tulang vertikal/horizontal sepertiga tengah akar (≥ 33%), poket probing ≥ 6 mm, dan adanya defek furkasi Kelas II tanpa kehilangan gigi ≥ 5 elemen mengindikasikan Periodontitis Stage III (Severe Periodontitis with potential for additional tooth loss).
SOAL NO. 38 Periodonsia – Bedah Regeneratif
Prinsip utama teknik Guided Tissue Regeneration (GTR) dalam penanganan defek poket infraboni periodontal adalah:
A. Mempercepat migrasi epitel gingiva ke arah apikal defek
B. Menggunakan membran barier untuk mencegah sel epitel dan jaringan ikat gingiva berproliferasi ke dalam defek, memberi ruang bagi sel osteoblas dan ligamen periodontal
C. Menghilangkan seluruh sementum akar yang terpapar
D. Mencegah vaskularisasi pada dasar defek tulang
E. Membiarkan bekuan darah terbuka berkontak dengan saliva
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: GTR bekerja dengan menempatkan membran barier mekanis untuk mengisolasi defek tulang dari proliferasi cepat sel epitel gingiva dan fibroblas jaringan ikat, sehingga sel pluripotensial dari ligamen periodontal dan endosteum tulang alveolar dapat merekolonisasi permukaan akar dan membentuk sementum baru, ligamen baru, serta tulang baru.
SOAL NO. 39 Prostodonsia – Desain Preparasi Mahkota Zirconia
Pada preparasi gigi molar untuk mahkota penuh (Full Contour Zirconia Crown), desain tepi servikal (finish line) yang paling direkomendasikan guna menjamin ketahanan fraktur material dan adaptasi tepi tanpa meninggalkan ‘unsupported enamel’ adalah:
A. Knife-edge (Feather edge)
B. Shoulder 90 derajat dengan internal line angle tajam
C. Deep Chamfer atau Modified Shoulder dengan internal line angle membulat
D. Beveled Shoulder 45 derajat
E. Subgingival shoulder tanpa undercut
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Material keramik zirkonia membutuhkan pengurangan dinding servikal sekitar 0,8 – 1,0 mm dengan batas akhir deep chamfer atau modified shoulder dengan sudut internal membulat (rounded internal line angle) guna mendistribusikan konsentrasi tegangan (stress distribution) dan mencegah fraktur tepi.
SOAL NO. 40 Prostodonsia – Dimensi Vertikal Oklusi
Jika Dimensi Vertikal Istirahat (DVI / Rest Position) pasien edentulus penuh diukur sebesar 68 mm, dan ruang bebas antar-oklusal (Freeway Space / FWS) fisiologis normal adalah 3 mm, maka Dimensi Vertikal Oklusi (DVO) yang harus ditetapkan pada galangan gigit adalah:
A. 71 mm
B. 68 mm
C. 65 mm
D. 62 mm
E. 60 mm
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Hubungan matematis fisiologis vertikal rahang: DVO = DVI – Freeway Space. DVO = 68 mm – 3 mm = 65 mm. Jika DVO dibuat terlalu tinggi (misal 68 mm), otot mastikasi akan tegang, terjadi resorpsi tulang alveolar cepat, dan bunyi ‘clicking’ saat berbicara.
SOAL NO. 41 Kedokteran Gigi Anak – Penanganan Karies Rampan
Anak perempuan usia 4 tahun diantar ibunya dengan karies luas mengenai permukaan proksimal dan oklusal gigi 54, 55, 64, dan 65 pasca terapi pulpotomi vital. Pilihan restorasi akhir terbaik untuk mencegah kebocoran berulang dan memberikan retensi mekanis maksimal hingga gigi tanggal adalah:
A. Tumpatan Resin Komposit Mikrohibrid
B. Semen Ionomer Kaca Tipe II
C. Mahkota Logam Tahan Karat (Stainless Steel Crown / SSC)
D. Onlay Porselen
E. Restorasi Amalgam Kelas II
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan Stainless Steel Crown (SSC) sebagai restorasi definitif pilihan utama untuk gigi molar sulung pasca perawatan pulpa atau karies multisurface luas karena ketahanan aus tinggi, penutupan koronal hermetis, dan risiko kegagalan klinis yang sangat rendah dibanding restorasi plastis.
SOAL NO. 42 Kedokteran Gigi Anak – Space Maintainer
Pasien anak usia 5 tahun mengalami kehilangan prematur gigi 75 (molar dua sulung bawah kiri) akibat karies parah, sementara gigi molar satu permanen bawah (36) belum erupsi. Alat pemelihara ruang (space maintainer) yang paling tepat diindikasikan adalah:
A. Band and Loop Space Maintainer
B. Distal Shoe Space Maintainer
C. Lingual Holding Arch
D. Nance Holding Appliance
E. Removable Acrylic Retainer
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Kehilangan prematur molar dua sulung sebelum erupsi molar satu permanen berisiko tinggi menyebabkan molar satu permanen bergeser ke mesial di bawah mukosa. Distal Shoe memiliki bilah pemandu intra-alveolar yang ditempatkan berkontak dengan permukaan mesial gigi 36 yang belum erupsi guna menuntun jalur erupsinya.
SOAL NO. 43 Penyakit Mulut – Lesi Putih Rongga Mulut
Pasien wanita 52 tahun datang dengan keluhan sensasi perih kasar di mukosa pipi kanan dan kiri. Pemeriksaan klinis memperlihatkan garis-garis putih berenda (Wickham’s striae) bilateral yang tidak dapat dikerok pada mukosa bukal. Pasien tidak merokok. Diagnosis klinis yang paling mungkin adalah:
A. Oral Candidiasis Pseudomembran
B. Oral Leukoplakia Homogen
C. Oral Lichen Planus Tipe Retikuler
D. Pemphigus Vulgaris
E. Karsinoma Sel Skuamosa
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Wickham’s striae yang terdistribusi secara simetris bilateral pada mukosa bukal dan tidak dapat dilepaskan dengan kerokan merupakan gambaran khas patognomonik Oral Lichen Planus (OLP) tipe retikuler, suatu penyakit mukokutan autoimun diperantarai sel limfosit T.
SOAL NO. 44 Radiologi Kedokteran Gigi – Interpretasi Kista & Tumor
Foto panoramik seorang pasien pria 35 tahun memperlihatkan lesi radiolusensi multilokuler ekspansif dengan septa tulang menyerupai busa sabun (soap bubble appearance) di sudut dan ramus mandibula kanan, menyebabkan resorpsi akar gigi molar menyerupai pisau (knife-edge resorption). Temuan ini sangat sugestif mengarah pada:
A. Kista Radikuler
B. Ameloblastoma
C. Kista Dentigerous
D. Odontoma Komposit
E. Osteoma Mandibula
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Ameloblastoma adalah tumor odontogenik jinak bersifat lokal invasif agresif. Karakteristik radiografiknya berupa radiolusensi multilokuler berbatas tegas (soap bubble atau honeycombed appearance) yang mendesak korteks tulang serta menyebabkan resorpsi akar gigi sekitar berbentuk tajam (knife-cut resorption).
SOAL NO. 45 Odontologi Forensik – Identifikasi Korban
Dalam proses identifikasi Disaster Victim Identification (DVI), data antemortem gigi yang paling stabil dan memiliki nilai keandalan tinggi jika korban dalam kondisi termal derajat tinggi (hangus terbakar) adalah:
A. Warna enamel gigi insisivus
B. Rekam tumpatan amalgam, mahkota tiruan logam, serta pola morfologi anatomi saluran akar
C. Ketebalan mukosa gingiva
D. Status papila lidah
E. Derajat mobilitas gigi
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Enamel dan material restorasi logam/prostetik memiliki ketahanan termal ekstrem hingga suhu di atas 800 – 1000°C. Dokumentasi antemortem mengenai restorasi, prostesa, implan, serta morfologi radiografik pulpa/saluran akar merupakan data primer identifikasi yang paling dapat diandalkan.

Bagian 4: Situational Judgment Test (SJT) & Etika Klinis Residen (Nomor 46 – 52)

Tahapan wawancara dan seleksi berbasis kepribadian residen PPDGS UNHAS sering kali menyertakan skenario dilema etik klinis untuk menilai integritas medikolegal, empati pasien, dan komunikasi profesional.

SOAL NO. 46 Etika Klinis – Komplikasi Prosedural
Saat melakukan preparasi saluran akar pada pasien di RSGM UNHAS, file NiTi putus (separated instrument) di sepertiga apikal saluran akar mesiobukal. Pasien belum sadar akan kejadian tersebut. Tindakan etis yang paling benar dilakukan oleh dokter gigi adalah:
A. Menutup kavitas dengan tumpatan permanen dan tidak memberitahu pasien agar pasien tidak cemas.
B. Menyampaikan kejadian tersebut secara transparan dan jujur kepada pasien, menjelaskan opsi penanganan (pengambilan instrumen, bypass, atau observasi apikal), serta mencatatnya di rekam medis.
C. Menghentikan perawatan dan menyuruh pasien mencari dokter lain tanpa rujukan.
D. Memberikan antibiotik dosis ganda dan meminta pasien kontrol 1 tahun lagi.
E. Meminta perawat merahasiakan insiden tersebut dari konsulen jaga.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Prinsip etika kedokteran *Veracity* (kejujuran) dan *Autonomy* mewajibkan dokter menyampaikan insiden komplikasi medis kepada pasien secara objektif, mendiskusikan rencana tatalaksana lanjutan, serta mendokumentasikannya secara akurat pada rekam medis untuk perlindungan hukum kedua pihak.
SOAL NO. 47 Etika Informed Consent
Seorang pasien berusia 70 tahun dengan riwayat stroke iskemik ringan diantar anaknya yang meminta agar seluruh gigi sisa bawah pasien dicabut segera karena sulit dibersihkan. Pasien sendiri tampak mampu diajak berkomunikasi dan menggelengkan kepala tanda menolak dicabut. Sikap dokter gigi yang tepat adalah:
A. Segera mencabut gigi sesuai permintaan anak karena anak yang membiayai pengobatan.
B. Menghargai otonomi pasien, melakukan pemeriksaan klinis mendalam, menjelaskan rencana perawatan preventif kepada pasien dan anaknya, serta tidak melakukan tindakan ekstraksi invasif tanpa persetujuan sadar dari pasien itu sendiri.
C. Memarahi sang anak di depan umum karena tidak merawat orang tuanya.
D. Merujuk pasien ke dinas sosial.
E. Melakukan tindakan pencabutan secara diam-diam dengan bius total.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pasien dewasa yang masih memiliki kapasitas kognitif (competent patient) memiliki hak otonomi penuh (*Patient Autonomy*) untuk menentukan tindakan medis terhadap tubuhnya. Persetujuan anak tidak dapat menganulir hak penolakan pasien yang kompeten.
SOAL NO. 48 Komunikasi Rujukan Interprofesional
Pasien dengan lesi gabungan Endo-Perio (keterlibatan infeksi pulpa nekrotik disertai poket periodontal dalam mencapai apeks) membutuhkan perawatan multidisiplin. Urutan penanganan klinis rujukan yang paling ideal antara spesialis konservasi gigi dan spesialis periodonsia adalah:
A. Bedah flap periodontal dan bone graft terlebih dahulu, baru 3 bulan kemudian perawatan endodontik.
B. Perawatan saluran akar (endodontik) diselesaikan terlebih dahulu, kemudian dievaluasi respons penyembuhannya sebelum dilanjutkan intervensi bedah periodontal definitif.
C. Langsung ekstraksi gigi dan rencanakan pemasangan implan segera.
D. Pasien diberikan obat kumur antiseptik tanpa tindakan fisik.
E. Dilakukan kuretase tertutup bersamaan dengan obturasi satu kali kunjungan tanpa anestesi.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Pada true-combined endo-perio lesion atau lesi endodontik primer dengan perluasan periodontal sekunder, eradikasi infeksi intraradikuler melalui perawatan saluran akar endodontik harus didahulukan. Hal ini mencegah reinfeksi defek periodontal dari foramen apikal.
SOAL NO. 49 Kerahasiaan Medis & Etika Digital Residen
Seorang residen kedokteran gigi berhasil melakukan operasi bedah rekonstruksi celah bibir dan langit-langit yang sangat memuaskan secara estetik. Residen tersebut ingin mengunggah foto wajah penuh ‘Before-After’ pasien anak ke akun Instagram pribadinya untuk edukasi publik. Syarat mutlak yang wajib dipenuhi adalah:
A. Cukup mendapat izin verbal dari dokter konsulen bedah mulut.
B. Memperoleh persetujuan tertulis (*written informed consent*) dari orang tua/wali pasien khusus untuk publikasi media, serta tetap menyamarkan identitas pribadi pasien jika tidak relevan dengan kepentingan medis ilmiah.
C. Menghapus logo rumah sakit pada foto.
D. Mengunggahnya hanya di status 24 jam (Instagram Story).
E. Tidak perlu izin karena foto ditujukan untuk tujuan edukasi bukan komersial.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Undang-Undang Kesehatan dan Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEKGI) mewajibkan perlindungan kerahasiaan rekam medis dan data visual pasien. Publikasi kasus ke ranah publik/media sosial wajib mengantongi *Informed Consent for Publication* tertulis dari pasien atau wali sah.
SOAL NO. 50 Keselamatan Pasien & Manajemen Residen
Pada saat jaga malam di bangsal bedah mulut RSGM UNHAS, residen mendapati perawat hampir menyuntikkan obat cefotaxime kepada pasien yang memiliki gelang identitas merah bertanda alergi penisilin dan sefalosporin berat. Tindakan pertama yang wajib dilakukan residen adalah:
A. Membiarkan perawat menyuntikkan obat lalu mengobservasi reaksinya.
B. Menghentikan segera tindakan perawat, memverifikasi ulang rekam medis dan riwayat alergi pasien, serta mengganti antibiotik dengan golongan aman lain (misal klindamisin atau makrolida) setelah berkoordinasi dengan DPJP.
C. Melaporkan perawat ke polisi atas dugaan percobaan malpraktik.
D. Meninggalkan ruangan karena bukan tanggung jawab langsung residen.
E. Mengabaikan gelang identitas jika pasien tidak mengeluh sesak.
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Sasaran Keselamatan Pasien (Patient Safety Goals) menuntut tindakan pencegahan proaktif terhadap insiden nyaris cedera (near miss). Intervensi langsung secara santun dan penghentian pemberian alergen berpotensi menyelamatkan nyawa pasien dari syok anafilaksis fatal.
SOAL NO. 51 Kegawatdaruratan Anafilaksis Dental Chair
Beberapa menit pasca penyuntikan 1 karpul anestesi lokal articaine untuk preparasi mahkota, pasien tiba-tiba mengeluh gatal menyeluruh, bibir bengkak, sesak napas berat dengan stridor inspiratoar, dan tekanan darah turun drastis menjadi 70/40 mmHg. Langkah medikasi lini pertama (*first-line drug of choice*) yang harus segera diberikan adalah:
A. Deksametason 5 mg intravena
B. Difenhidramin 50 mg intramuskular
C. Epinefrin (Adrenalin) 1:1.000 dosis 0,3 – 0,5 mg intramuskular pada paha anterolateral (vastus lateralis)
D. Infus Dextrose 5% tetesan cepat
E. Aminofilin 250 mg intravena perlahan
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: C
Pembahasan: Tatalaksana lini pertama syok anafilaksis adalah Epinefrin/Adrenalin 1:1.000 (0,3 – 0,5 mg IM) yang diberikan segera pada paha anterolateral. Epinefrin bekerja cepat mengatasi bronkokonstriksi, edema laring, dan kolaps kardiovaskular melalui efek stimulasi reseptor alfa-1, beta-1, dan beta-2 adrenergik. Antihistamin dan kortikosteroid hanyalah terapi lini kedua.
SOAL NO. 52 Critical Appraisal Jurnal Ilmiah (Ujian Wawancara)
Dalam sesi wawancara telaah kritis jurnal ilmiah PPDGS UNHAS, calon residen diminta mengevaluasi efektivitas teknik regenerasi tulang alveolar. Desain penelitian klinis manakah yang menempati hierarki bukti ilmiah (Level of Evidence) tertinggi menurut prinsip Evidence-Based Dentistry?
A. Case Report serial 5 pasien
B. Systematic Review dan Meta-Analysis dari Uji Klinis Teracak (Randomized Controlled Trials / RCT)
C. Studi Kasus Kontrol (Case-Control Study)
D. Pendapat Dewan Pakar atau Konsensus Opini
E. Studi Potong Lintang (Cross-Sectional Survey)
💡 Klik Buka Kunci Jawaban & Pembahasan ▼
KUNCI JAWABAN: B
Pembahasan: Dalam piramida bukti Evidence-Based Practice, Systematic Review dan Meta-Analysis dari beberapa RCT berkualitas tinggi menempati puncak hierarki bukti ilmiah tertinggi karena meminimalkan bias seleksi dan memberikan estimasi efek intervensi yang paling valid.

Strategi Efektif Lolos Seleksi PPDGS FKG Universitas Hasanuddin

Berdasarkan evaluasi rekam jejak seleksi residen tahun-tahun sebelumnya, berikut tips strategis yang direkomendasikan para alumni dokter gigi spesialis UNHAS:

  1. Amankan Skor TPA dan EPT Sejak Dini: Jangan menunggu hingga mendekati batas penutupan pendaftaran. Lakukan tes EPT di Pusat Bahasa UNHAS atau TPA OTO Bappenas lebih awal agar memiliki kesempatan mengulang jika skor belum mencapai batas aman (targetkan skor minimal 500+).
  2. Kuasai Buku Teks Standar Spesialisasi: Ujian CBT keilmuan sangat menitikberatkan pada buku ajar internasional utama, seperti Cohen’s Pathways of the Pulp (Konservasi), Peterson’s Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (Bedah Mulut), Proffit’s Contemporary Orthodontics (Ortodonsia), dan Newman & Carranza’s Clinical Periodontology (Periodonsia).
  3. Pertajam Portofolio Kasus & Bedah Kasus: Siapkan portofolio penanganan kasus klinis yang pernah Anda kerjakan selama berpraktik. Pada sesi wawancara, dewan penguji akan mengeksplorasi alasan pemilihan instrumen, alur diferensial diagnosis, dan telaah jurnal ilmiah yang melandasi perawatan Anda.
  4. Manajemen Waktu CBT yang Presisi: Format CBT menuntut konsentrasi tinggi membaca soal-soal skenario kasus panjang. Latihlah membaca kalimat pertanyaan terakhir terlebih dahulu, temukan kata kunci gejala patognomonik pada vignette, lalu tentukan pilihan jawaban tanpa berlama-lama pada satu butir soal.

Maksimalkan Persiapan Ujian Seleksi Anda Bersama Fungsional.id

Menghadapi persaingan seleksi dokter spesialis memerlukan sistem latihan yang teruji dan mendekati kondisi ujian sebenarnya. Platform Bimbel Fungsional.id menyediakan paket komprehensif simulasi ujian CAT/CBT yang mencakup bank soal TPA Pascasarjana terupdate, modul pengayaan English Proficiency Test (EPT), serta paket latihan seleksi profesi dan rekrutmen kesehatan.

👉 Akses Paket Latihan Soal Seleksi & Ujian Lengkap di Sini

FAQ Seputar Seleksi PPDGS Universitas Hasanuddin

1. Berapa skor minimal EPT UNHAS yang disyaratkan untuk mendaftar PPDGS?
Skor minimal EPT Pusat Bahasa UNHAS yang dipersyaratkan umumnya adalah 450 hingga 500 (setara TOEFL), tergantung kebijakan masing-masing program studi spesialis di FKG UNHAS.

2. Apakah sertifikat TPA OTO Bappenas resmi dapat digunakan untuk mendaftar PPDGS UNHAS?
Ya, Sekolah Pascasarjana UNHAS menerima sertifikat TPA resmi dari OTO Bappenas yang masih dalam masa berlaku aktif (maksimal 2 tahun sejak tanggal penerbitan).

3. Berapa kuota penerimaan residen PPDGS UNHAS setiap semester?
Kuota penerimaan residen berkisar antara 3 hingga 8 mahasiswa per program studi per angkatan, disesuaikan dengan rasio dosen guru besar pembimbing dan kapasitas operasional dental unit di RSGM Pendidikan UNHAS.

4. Apakah dokter gigi fresh graduate boleh langsung mendaftar PPDGS FKG UNHAS?
Sebagian besar prodi spesialis mensyaratkan masa pengabdian klinik atau pengalaman kerja klinis minimal 1 – 2 tahun pasca terbit STR dokter gigi definitif, namun terdapat beberapa prodi yang mengizinkan lulusan baru berprestasi dengan rekomendasi khusus dekan/pakar.

5. Apa saja program studi spesialis kedokteran gigi yang tersedia di FKG UNHAS?
FKG UNHAS menyelenggarakan program spesialis antara lain: Konservasi Gigi (Sp.KG), Bedah Mulut & Maksilofasial (Sp.B.M.M), Ortodonsia (Sp.Ort), Periodonsia (Sp.Perio), Prostodonsia (Sp.Pros), Kedokteran Gigi Anak (Sp.KGA), dan Penyakit Mulut (Sp.PM).

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.