100+ Soal CPNS PPPK Kemendikbud Ristek + Kisi-kisi Rekrutmen

100+ Soal CPNS PPPK Kemendikbud Ristek + Kisi-kisi Rekrutmen

Proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) merupakan momentum penting dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia yang menjadi garda terdepan pelayanan pendidikan nasional. Seleksi ini tidak hanya menuntut pemahaman kompetensi teknis dan akademik, tetapi juga kesiapan mental serta kemauan untuk terus berkembang sesuai dinamika kebutuhan sistem pendidikan di Indonesia. Dengan jumlah peserta yang membludak dan persaingan yang semakin ketat, memahami struktur soal dan kisi-kisi materi menjadi salah satu strategi utama agar dapat unggul dalam tahapan rekrutmen yang ketat dan selektif.

Kisi-kisi rekrutmen PPPK dan CPNS Kemendikbud Ristek dirancang untuk mencerminkan kompetensi inti yang dibutuhkan dalam jabatan fungsional maupun administratif, seperti kemampuan intelektual, pengetahuan bidang pendidikan, serta karakter profesional yang kuat. Bagi para pelamar, menguasai kisi-kisi ini berarti mampu membaca pola soal, memahami bobot materi yang diuji, serta mengatur strategi belajar yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih jauh tentang jenis soal yang sering muncul dalam seleksi PPPK dan CPNS Kemendikbud Ristek, serta tips praktis dalam memaksimalkan persiapan menghadapi rekrutmen, sehingga setiap pelamar dapat melangkah dengan penuh keyakinan menuju tahap seleksi berikutnya.

Kisi-kisi Soal Rekrutmen CPNS PPPK Kemendikbud Ristek

Berikut kisi-kisi soal PPPK dan CPNS Kemendikbud Ristek yang disusun dalam bentuk poin-poin dengan penjelasan deskriptif singkat. Kisi-kisi ini relevan untuk berbagai formasi, baik jabatan fungsional maupun teknis administratif, serta selaras dengan pola seleksi nasional.

1. Kompetensi Teknis Bidang Pendidikan
Mengukur pemahaman peserta terhadap substansi keilmuan sesuai formasi yang dilamar, seperti pedagogik, kurikulum, evaluasi pembelajaran, kebijakan pendidikan, serta penerapan teknologi dalam proses belajar mengajar.

2. Pemahaman Regulasi Pendidikan Nasional
Menilai kemampuan peserta dalam memahami peraturan perundang-undangan terkait pendidikan, termasuk peran dan fungsi Kemendikbud Ristek, kebijakan Merdeka Belajar, serta tata kelola pendidikan tinggi dan pendidikan dasar-menengah.

3. Kemampuan Analisis dan Pemecahan Masalah (HOTS)
Menguji daya nalar kritis peserta melalui studi kasus kontekstual yang berkaitan dengan dunia pendidikan, riset, dan layanan publik, dengan fokus pada kemampuan menganalisis masalah dan menentukan solusi yang tepat.

4. Kompetensi Manajerial dan Perencanaan Kerja
Mengukur kemampuan dalam menyusun perencanaan, pengelolaan program, pengambilan keputusan, serta evaluasi kinerja dalam konteks institusi pendidikan dan birokrasi pemerintahan.

5. Literasi Data dan Informasi
Menilai kemampuan membaca, menafsirkan, dan menarik kesimpulan dari data, grafik, tabel, atau laporan kebijakan pendidikan untuk mendukung pengambilan keputusan yang berbasis bukti.

6. Kompetensi Sosial dan Komunikasi
Menguji kemampuan berkomunikasi secara efektif, bekerja sama dalam tim, serta menghadapi dinamika sosial di lingkungan kerja pendidikan yang beragam dan multikultural.

7. Integritas, Etika, dan Profesionalisme ASN
Mengukur pemahaman nilai-nilai dasar ASN, seperti integritas, akuntabilitas, netralitas, dan pelayanan publik, terutama dalam menjalankan tugas di sektor pendidikan dan riset.

8. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Digitalisasi Pendidikan
Menilai kemampuan peserta dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital untuk administrasi pendidikan, pembelajaran daring, sistem informasi akademik, serta transformasi digital di lingkungan Kemendikbud Ristek.

9. Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Menguji pemahaman terhadap nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta peran ASN dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui sektor pendidikan dan kebudayaan.

10. Kemampuan Berpikir Etis dalam Pengambilan Keputusan
Menilai kepekaan peserta terhadap dilema etika yang mungkin muncul di lingkungan kerja, termasuk konflik kepentingan, transparansi kebijakan, dan keadilan dalam pelayanan pendidikan.

Contoh Soal Rekrutmen CPNS PPPK Kemendikbud Ristek

Berikut contoh soal HOTS PPPK & CPNS Kemendikbud Ristek berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun. Setiap soal berbentuk teks panjang, kontekstual, membutuhkan analisis mendalam, dengan pilihan ganda A–E, serta jawaban benar dan pembahasan lengkap.

Soal 1

Kemendikbud Ristek menerapkan kebijakan Merdeka Belajar sebagai respons terhadap ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah dan rendahnya relevansi lulusan dengan kebutuhan zaman. Dalam implementasinya, seorang pejabat fungsional menemukan bahwa sebagian satuan pendidikan justru mengalami kebingungan karena perubahan kurikulum yang cepat, keterbatasan SDM, serta minimnya pendampingan kebijakan. Di sisi lain, pemerintah pusat tetap menuntut peningkatan capaian indikator kinerja pendidikan nasional.

Sikap paling tepat yang harus diambil oleh ASN Kemendikbud Ristek dalam menghadapi kondisi tersebut adalah ….

A. Mempertahankan kebijakan secara kaku agar seluruh satuan pendidikan menyesuaikan diri
B. Menghentikan sementara kebijakan Merdeka Belajar hingga seluruh daerah siap
C. Menyesuaikan implementasi kebijakan melalui pendekatan bertahap dan berbasis konteks daerah
D. Menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kebijakan kepada pemerintah daerah
E. Mengubah kebijakan menjadi kurikulum nasional yang seragam kembali

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Pendekatan HOTS menuntut kemampuan analisis kebijakan secara adaptif. Opsi C menunjukkan keseimbangan antara tujuan nasional dan realitas lapangan melalui contextual policy implementation. Pilihan lain cenderung ekstrem, tidak berkelanjutan, atau bertentangan dengan prinsip desentralisasi pendidikan.

Soal 2

Dalam evaluasi program bantuan pendidikan, data menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat partisipasi sekolah tinggi tidak selalu memiliki capaian literasi dan numerasi yang baik. Seorang analis di Kemendikbud Ristek diminta menyusun rekomendasi berbasis data untuk perbaikan program tahun berikutnya.

Langkah paling tepat dalam memanfaatkan data tersebut adalah ….

A. Menyimpulkan bahwa partisipasi sekolah tidak berpengaruh terhadap kualitas pendidikan
B. Menghapus indikator partisipasi sekolah dari evaluasi program
C. Mengombinasikan data kuantitatif dengan analisis kualitas proses pembelajaran
D. Memfokuskan evaluasi hanya pada hasil asesmen nasional
E. Menganggap data tersebut sebagai anomali statistik semata

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Soal ini menguji literasi data dan pemikiran kritis. Data kuantitatif perlu diperkaya dengan analisis kualitatif untuk memahami penyebab di balik angka. Opsi C mencerminkan pendekatan evidence-based policy yang utuh.

Soal 3

Seorang ASN Kemendikbud Ristek terlibat dalam penyusunan rekomendasi hibah riset. Ia mengetahui bahwa salah satu pengusul memiliki hubungan profesional dekat dengannya, meskipun proposal tersebut memenuhi syarat administratif. Tidak ada aturan tertulis yang secara eksplisit melarang kondisi ini, namun potensi konflik kepentingan tetap ada.

Tindakan paling etis yang seharusnya dilakukan adalah ….

A. Tetap melanjutkan proses penilaian karena tidak melanggar aturan tertulis
B. Mengundurkan diri dari tim penilai untuk menjaga objektivitas
C. Memberikan nilai lebih rendah untuk menghindari kecurigaan
D. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada atasan tanpa penjelasan
E. Menunda proses penilaian hingga periode berikutnya

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Integritas ASN tidak hanya diukur dari kepatuhan aturan formal, tetapi juga dari etika profesional. Mengundurkan diri dari proses penilaian adalah bentuk mitigasi konflik kepentingan yang paling objektif dan profesional.

Soal 4

Dalam penyusunan program peningkatan kompetensi guru, ditemukan bahwa program sebelumnya gagal mencapai target karena kurangnya monitoring dan indikator keberhasilan yang jelas. Sebagai bagian dari tim perencana, Anda diminta merancang perbaikan agar program lebih efektif dan terukur.

Langkah perencanaan yang paling tepat adalah ….

A. Menambah anggaran program agar pelaksanaan lebih optimal
B. Memperbanyak jumlah peserta tanpa mengubah desain program
C. Menyusun indikator kinerja yang spesifik, terukur, dan relevan
D. Menyerahkan evaluasi sepenuhnya kepada pihak eksternal
E. Mempertahankan desain lama dengan penyesuaian minor

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan manajerial strategis. Indikator kinerja yang jelas adalah fondasi keberhasilan program. Tanpa indikator yang tepat, peningkatan anggaran atau peserta tidak menjamin efektivitas.

Soal 5

Kemendikbud Ristek mendorong digitalisasi layanan pendidikan melalui sistem informasi terpadu. Namun, dalam implementasinya, sebagian pengguna mengalami kesulitan akses dan rendahnya pemanfaatan fitur yang tersedia. Evaluasi internal menunjukkan bahwa masalah bukan pada teknologi, melainkan pada kesiapan pengguna.

Strategi paling tepat untuk meningkatkan keberhasilan transformasi digital adalah ….

A. Mengganti sistem dengan platform teknologi yang lebih canggih
B. Membatasi fitur agar lebih sederhana
C. Memperkuat pelatihan dan pendampingan pengguna secara berkelanjutan
D. Mengembalikan layanan ke sistem manual
E. Menunda digitalisasi hingga semua pihak siap

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Transformasi digital menekankan kesiapan SDM, bukan sekadar teknologi. Pelatihan berkelanjutan memastikan sistem dimanfaatkan optimal dan tujuan digitalisasi tercapai secara berkelanjutan.

Soal 6

Kemendikbud Ristek meluncurkan sebuah program nasional untuk meningkatkan kualitas riset di perguruan tinggi daerah tertinggal. Namun, setelah dua tahun berjalan, laporan evaluasi menunjukkan bahwa dana riset telah terserap dengan baik, tetapi luaran riset (publikasi, paten, dan inovasi terapan) masih rendah. Beberapa perguruan tinggi mengaku kesulitan karena budaya riset belum terbentuk dan dosen lebih terbebani tugas administratif serta pengajaran.

Sebagai ASN yang terlibat dalam perumusan kebijakan lanjutan, rekomendasi paling strategis untuk memperbaiki efektivitas program adalah ….

A. Mengurangi alokasi anggaran riset agar lebih selektif
B. Memfokuskan pendanaan hanya pada perguruan tinggi unggulan
C. Mengintegrasikan pendanaan riset dengan pengembangan kapasitas dan reformasi beban kerja dosen
D. Menghentikan program dan menggantinya dengan kebijakan baru
E. Menambah target luaran riset agar perguruan tinggi lebih termotivasi

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Masalah utama bukan pada dana, melainkan pada ekosistem riset dan kapasitas SDM. Opsi C menunjukkan pemahaman sistemik: kebijakan efektif harus menyentuh akar masalah, yaitu budaya riset dan beban kerja dosen.

Soal 7

Dalam sebuah forum pendidikan, muncul usulan agar materi sejarah nasional dikurangi dan digantikan dengan konten global agar siswa lebih siap menghadapi persaingan internasional. Sebagian pihak menilai langkah ini progresif, sementara yang lain khawatir akan melemahkan identitas kebangsaan peserta didik.

Sikap paling tepat yang harus diambil ASN Kemendikbud Ristek dalam merespons perdebatan tersebut adalah ….

A. Menolak usulan tersebut demi menjaga keutuhan kurikulum nasional
B. Menerima usulan tersebut sepenuhnya demi daya saing global
C. Mengombinasikan penguatan identitas nasional dengan perspektif global secara proporsional
D. Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada sekolah
E. Menghapus mata pelajaran sejarah secara bertahap

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Wawasan kebangsaan tidak bertentangan dengan globalisasi. Pendekatan integratif mencerminkan pemikiran strategis ASN yang menjaga nilai nasional sekaligus adaptif terhadap tuntutan global.

Soal 8

Dalam pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer, ditemukan kesenjangan hasil antara sekolah perkotaan dan perdesaan. Investigasi menunjukkan bahwa perbedaan bukan semata kemampuan akademik, melainkan keterbatasan infrastruktur, literasi digital, dan dukungan lingkungan belajar.

Kebijakan tindak lanjut yang paling adil dan berorientasi solusi adalah ….

A. Menyamakan standar hasil asesmen tanpa pengecualian
B. Menurunkan standar penilaian untuk sekolah di daerah
C. Menjadikan hasil asesmen sebagai dasar intervensi berbasis kebutuhan
D. Menghapus asesmen nasional di daerah tertinggal
E. Menunda pelaksanaan asesmen hingga infrastruktur merata

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Asesmen bukan alat menghukum, tetapi dasar perbaikan. Opsi C mencerminkan keadilan substantif dan pemanfaatan data untuk kebijakan intervensi yang tepat sasaran.

Soal 9

Seorang ASN Kemendikbud Ristek menemukan bahwa sebuah kebijakan internal yang sudah lama diterapkan ternyata tidak lagi selaras dengan regulasi terbaru yang dikeluarkan pemerintah pusat. Namun, kebijakan lama tersebut dianggap “lebih praktis” oleh unit kerja karena sudah menjadi kebiasaan.

Tindakan paling tepat yang harus dilakukan adalah ….

A. Tetap menjalankan kebijakan lama demi kelancaran operasional
B. Menunggu instruksi tertulis dari pimpinan tertinggi
C. Mengusulkan penyesuaian kebijakan agar selaras dengan regulasi terbaru
D. Mengabaikan regulasi baru selama belum diaudit
E. Menerapkan kebijakan baru tanpa sosialisasi

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
ASN wajib taat asas dan regulasi. Opsi C menunjukkan kepatuhan hukum sekaligus pendekatan birokrasi yang sistematis dan bertanggung jawab.

Soal 10

Dalam penyusunan kebijakan afirmasi pendidikan, terdapat tekanan dari berbagai pihak agar kriteria penerima manfaat diperluas demi kepentingan politis. Di sisi lain, data menunjukkan bahwa perluasan tersebut berpotensi mengurangi efektivitas bantuan bagi kelompok yang paling membutuhkan.

Keputusan paling tepat yang harus diambil oleh ASN adalah ….

A. Mengikuti tekanan politik demi stabilitas institusi
B. Menolak kebijakan afirmasi secara keseluruhan
C. Berpegang pada data dan tujuan awal kebijakan meskipun berisiko tidak populer
D. Membagi bantuan secara merata agar tidak menimbulkan konflik
E. Menunda kebijakan hingga situasi kondusif

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
ASN dituntut berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik. Keputusan berbasis data dan tujuan kebijakan mencerminkan etika pemerintahan yang kuat, meskipun menghadapi tekanan eksternal.

Soal 11

Kemendikbud Ristek merencanakan program insentif bagi satuan pendidikan yang berhasil meningkatkan capaian literasi dalam waktu singkat. Namun, sebagian pakar pendidikan mengingatkan bahwa kebijakan berbasis capaian jangka pendek berpotensi mendorong praktik pembelajaran yang berorientasi pada hasil tes semata, bukan pada proses belajar yang bermakna.

Sebagai ASN yang diminta memberikan masukan kebijakan, rekomendasi paling tepat adalah ….

A. Tetap menjalankan program insentif karena capaian kuantitatif mudah diukur
B. Menghapus seluruh bentuk insentif agar tidak menimbulkan distorsi
C. Mengombinasikan indikator hasil dengan penilaian kualitas proses pembelajaran
D. Menyerahkan sepenuhnya evaluasi kepada sekolah masing-masing
E. Mengganti indikator literasi dengan indikator administrasi

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Kebijakan pendidikan yang berkelanjutan harus menyeimbangkan hasil dan proses. Opsi C menunjukkan pemikiran sistemik yang mencegah teaching to the test sekaligus tetap menjaga akuntabilitas kebijakan.

Soal 12

Dalam penerapan sistem kerja berbasis kinerja, sebagian pegawai di lingkungan Kemendikbud Ristek menunjukkan resistensi karena merasa nyaman dengan pola kerja lama. Evaluasi internal menunjukkan bahwa resistensi lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman tujuan perubahan, bukan karena ketidakmampuan teknis.

Langkah manajemen perubahan yang paling efektif adalah ….

A. Memberlakukan sanksi bagi pegawai yang menolak perubahan
B. Mengganti seluruh pegawai yang tidak adaptif
C. Memperkuat komunikasi visi perubahan dan pelibatan pegawai
D. Menunda penerapan sistem hingga tidak ada penolakan
E. Menerapkan sistem hanya pada unit tertentu

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Manajemen perubahan menuntut pendekatan partisipatif. Komunikasi dan pelibatan meningkatkan rasa memiliki (ownership) pegawai terhadap kebijakan baru.

Soal 13

Kemendikbud Ristek mengelola berbagai sistem informasi pendidikan yang menyimpan data peserta didik dan tenaga pendidik. Dalam audit internal ditemukan bahwa sebagian pengguna masih menggunakan kata sandi lemah dan berbagi akses akun demi kepraktisan kerja.

Tindakan kebijakan paling tepat untuk mengatasi risiko tersebut adalah ….

A. Menutup sementara sistem informasi hingga audit selesai
B. Mengganti seluruh sistem dengan teknologi baru
C. Menerapkan kebijakan keamanan data disertai edukasi literasi digital
D. Membatasi akses sistem hanya untuk pimpinan
E. Mengabaikan temuan karena belum terjadi kebocoran data

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Masalah utama adalah perilaku pengguna, bukan sistem. Kebijakan keamanan harus dibarengi edukasi agar kesadaran dan kepatuhan meningkat secara berkelanjutan.

Soal 14

Dalam penyusunan anggaran pendidikan, terdapat usulan program yang secara politis populer namun dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan relatif kecil. Sementara itu, program lain yang berdampak besar justru kurang mendapat dukungan karena manfaatnya tidak langsung terlihat.

Sebagai ASN Kemendikbud Ristek, sikap paling tepat adalah ….

A. Memprioritaskan program populer demi menjaga citra institusi
B. Membagi anggaran secara merata agar semua pihak puas
C. Mengutamakan program berdampak besar meskipun kurang populer
D. Menunda seluruh pengambilan keputusan anggaran
E. Mengikuti arahan pihak yang paling berpengaruh

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
ASN dituntut berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang. Keputusan berbasis dampak, bukan popularitas, mencerminkan integritas dan profesionalisme.

Soal 15

Sebuah program peningkatan kompetensi guru telah berjalan selama tiga tahun dengan anggaran besar. Laporan menunjukkan kepuasan peserta tinggi, namun hasil belajar siswa tidak mengalami peningkatan signifikan. Pimpinan meminta rekomendasi apakah program perlu dilanjutkan.

Rekomendasi paling rasional dan berbasis bukti adalah ….

A. Melanjutkan program karena tingkat kepuasan peserta tinggi
B. Menghentikan program secara total tanpa evaluasi lanjutan
C. Mendesain ulang program berdasarkan evaluasi dampak pembelajaran
D. Mengurangi anggaran tanpa mengubah desain program
E. Mengganti seluruh instruktur program

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Evaluasi kebijakan harus berfokus pada outcome, bukan hanya output atau kepuasan. Redesain program memungkinkan perbaikan substansial tanpa menghilangkan investasi yang sudah berjalan.

Soal 16

Kemendikbud Ristek menetapkan kebijakan nasional terkait penguatan profil pelajar Pancasila. Namun, dalam implementasinya di daerah, muncul variasi penafsiran kebijakan karena perbedaan kapasitas pemerintah daerah dan karakteristik sosial budaya setempat. Akibatnya, kualitas pelaksanaan program menjadi tidak merata, meskipun tujuan kebijakan sama.

Langkah strategis paling tepat yang harus diambil ASN Kemendikbud Ristek untuk menjaga keselarasan kebijakan adalah ….

A. Menyeragamkan seluruh petunjuk teknis tanpa mempertimbangkan konteks daerah
B. Memberikan sanksi administratif kepada daerah yang berbeda tafsir
C. Menyusun pedoman implementasi fleksibel dengan kerangka standar nasional
D. Menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kepada pemerintah daerah
E. Mengganti kebijakan dengan program baru yang lebih sederhana

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Kebijakan pendidikan nasional harus menjaga keseimbangan antara standar dan fleksibilitas. Opsi C mencerminkan pemahaman tata kelola pendidikan yang adaptif namun tetap terarah.

Soal 17

Evaluasi internal menunjukkan bahwa sebagian ASN di unit pendidikan memiliki beban kerja administratif yang tinggi, sehingga waktu untuk analisis kebijakan dan pengembangan program menjadi terbatas. Kondisi ini berdampak pada kualitas rekomendasi kebijakan yang dihasilkan.

Solusi paling tepat dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah tersebut adalah ….

A. Menambah jam kerja ASN agar target tetap tercapai
B. Merekrut pegawai baru tanpa evaluasi proses kerja
C. Menyederhanakan proses birokrasi dan memanfaatkan otomasi digital
D. Mengurangi target kinerja tahunan unit kerja
E. Mendelegasikan seluruh tugas kepada tenaga pendukung

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Masalah utama terletak pada proses, bukan semata jumlah SDM. Penyederhanaan birokrasi dan digitalisasi meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas kinerja ASN.

Soal 18

Dalam penyusunan program pendidikan inklusif, ditemukan bahwa sebagian sekolah menerima peserta didik berkebutuhan khusus secara administratif, tetapi belum mampu memberikan layanan pembelajaran yang sesuai. Hal ini berpotensi menimbulkan ketimpangan layanan meskipun kebijakan sudah berjalan.

Tindak lanjut kebijakan paling tepat untuk menjamin inklusivitas yang bermakna adalah ….

A. Mewajibkan seluruh sekolah menerima peserta didik berkebutuhan khusus
B. Menghapus kebijakan pendidikan inklusif di sekolah reguler
C. Mengintegrasikan kebijakan inklusif dengan peningkatan kompetensi guru dan sarana pendukung
D. Menyerahkan layanan sepenuhnya kepada sekolah luar biasa
E. Menunda kebijakan hingga semua sekolah siap

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Inklusivitas bukan sekadar akses, tetapi kualitas layanan. Opsi C menunjukkan pendekatan holistik yang menjawab akar permasalahan implementasi.

Soal 19

Kemendikbud Ristek menghasilkan banyak kajian dan riset pendidikan setiap tahun. Namun, hanya sebagian kecil hasil riset yang benar-benar digunakan dalam perumusan kebijakan. Evaluasi menunjukkan bahwa hasil riset sering sulit dipahami oleh pengambil kebijakan karena bersifat terlalu akademis.

Langkah paling efektif untuk menjembatani kesenjangan riset dan kebijakan adalah ….

A. Mengurangi jumlah riset dan fokus pada kebijakan praktis
B. Menyerahkan riset sepenuhnya kepada perguruan tinggi
C. Mengembangkan ringkasan kebijakan (policy brief) berbasis hasil riset
D. Mengabaikan riset yang sulit diterapkan
E. Mengganti peneliti dengan praktisi birokrasi

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Policy brief menjembatani bahasa akademik dan kebutuhan praktis pembuat kebijakan. Ini mencerminkan pemanfaatan riset secara strategis dan aplikatif.

Soal 20

Seorang pimpinan unit di lingkungan Kemendikbud Ristek dihadapkan pada tekanan untuk meloloskan sebuah program yang secara administratif memenuhi syarat, tetapi secara substansi dinilai kurang berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan. Penolakan berpotensi menimbulkan konflik internal dan eksternal.

Keputusan kepemimpinan paling tepat yang mencerminkan nilai ASN adalah ….

A. Meloloskan program demi menjaga hubungan kerja
B. Menunda keputusan tanpa alasan yang jelas
C. Menolak program dengan argumentasi berbasis data dan kepentingan publik
D. Menyerahkan keputusan kepada pihak lain sepenuhnya
E. Menyetujui sebagian program tanpa evaluasi mendalam

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Kepemimpinan etis menuntut keberanian moral dan argumentasi rasional. Opsi C mencerminkan integritas ASN yang mengutamakan dampak kebijakan bagi masyarakat luas.

Yuk, berlatih soal berbasis CBT/CAT untuk persiapan PPPK CPNS Kemendikbud Ristek yang lebih matang!

Persaingan PPPK dan CPNS Kemendikbud Ristek tidak hanya menuntut pemahaman materi, tetapi juga ketepatan strategi dalam berlatih soal. Membaca kisi-kisi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan latihan soal yang terstruktur, menantang, dan relevan dengan pola seleksi terbaru. Kesalahan kecil dalam memahami konteks soal bisa menjadi pembeda antara lolos dan tertinggal di tengah ribuan peserta lainnya.

Untuk membantu Anda menghadapi seleksi dengan lebih percaya diri, paket soal eksklusif PPPK & CPNS Kemendikbud Ristek telah disusun secara sistematis di fungsional.id. Soal-soal dirancang berbasis HOTS, dilengkapi pembahasan mendalam, dan disesuaikan dengan kisi-kisi resmi agar waktu belajar Anda lebih efektif dan tepat sasaran. Jangan bertaruh pada keberuntungan, persiapkan diri dengan latihan yang benar. Kunjungi fungsional.id sekarang dan mulai langkah serius menuju kelulusan.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?