PMB Profesi Apoteker USB (Universitas Setia Budi) menjadi salah satu tahapan penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Program Profesi Apoteker. Seleksi pada Periode 1 dan Periode 2 perlu dipersiapkan dengan pemahaman materi farmasi yang kuat serta kemampuan mengerjakan soal secara tepat.
Artikel ini menyajikan 35+ Soal PMB Profesi Apoteker USB lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan sebagai bahan latihan untuk membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi seleksi dengan lebih terarah.
Mengenal PMB Profesi Apoteker USB Periode 1 dan 2
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi (USB) membuka penerimaan mahasiswa baru Angkatan 53 Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027 melalui Periode 1 dan Periode 2. Periode 1 dikhususkan bagi alumni S1 Farmasi USB, sedangkan Periode 2 dapat diikuti oleh alumni USB maupun lulusan S1 Farmasi dari perguruan tinggi lain yang memenuhi persyaratan.
Seleksi dilakukan melalui Uji Tulis berbasis CBT, sedangkan pada Periode 2 terdapat tahapan wawancara setelah peserta dinyatakan lolos ujian tertulis. Materi CBT mencakup TPA serta pengetahuan kefarmasian, seperti Farmakologi dan Farmakoterapi, Teknologi Farmasi, Farmasi Komunitas, Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, serta Obat Tradisional.
Timeline PMB Profesi Apoteker USB Angkatan 53
Periode 1, khusus Alumni S1 Farmasi USB
- Pendaftaran: 2–14 November 2026
- Sosialisasi peserta: 16 November 2026
- Uji Tulis CBT: 17 November 2026
- Pengumuman akhir: 23 November 2026
- Registrasi: 23–25 November 2026
Periode 2, Alumni dan Non-Alumni
- Pendaftaran: 1 Desember 2026–6 Januari 2027
- Sosialisasi peserta: 18 Januari 2027
- Uji Tulis CBT: 19 Januari 2027
- Pengumuman hasil CBT: 21 Januari 2027
- Tes wawancara: 22 Januari 2027
- Pengumuman akhir: 27 Januari 2027
- Registrasi: 27–30 Januari 2027
Materi dan Kisi-Kisi PMB Profesi Apoteker USB
Seleksi tertulis PMB Profesi Apoteker Universitas Setia Budi menggunakan metode CBT. Berdasarkan pengumuman resmi Angkatan 53, materi ujian dibagi menjadi Tes Potensi Akademik (TPA) dan tes pengetahuan kefarmasian.
Kisi-kisi yang perlu dipersiapkan meliputi:
- TPA, seperti kemampuan verbal, numerik, logika, dan penalaran analitis.
- Farmakologi dan Farmakoterapi, meliputi mekanisme kerja obat, indikasi, efek samping, interaksi, serta pemilihan terapi.
- Teknologi Farmasi, mencakup formulasi, bentuk sediaan, stabilitas, produksi, dan evaluasi mutu sediaan.
- Farmasi Komunitas, meliputi farmasetika, pelayanan kefarmasian, penggunaan obat rasional, serta peraturan perundang-undangan farmasi.
- Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, seperti identifikasi, analisis kadar, prinsip metode analisis, hubungan struktur dan aktivitas obat.
- Obat Tradisional, mencakup simplisia, ekstraksi, standardisasi, keamanan, khasiat, serta penggunaan bahan alam.
Contoh Soal PMB Profesi Apoteker USB dan Pembahasan
Contoh soal berikut disusun berdasarkan kisi-kisi yang telah dibahas sebelumnya, yaitu TPA, Farmakologi dan Farmakoterapi, Teknologi Farmasi, Farmasi Komunitas, Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, serta Obat Tradisional. Soal dibuat dalam bentuk HOTS dan studi kasus agar latihan lebih menekankan kemampuan analisis, penerapan konsep, serta pengambilan keputusan.
Soal 1
Seorang pasien hipertensi berusia 58 tahun menggunakan amlodipin. Setelah beberapa minggu, pasien mengeluhkan edema pada pergelangan kaki tanpa keluhan sesak. Mekanisme yang paling mungkin menjelaskan efek tersebut adalah ….
A. Penurunan filtrasi glomerulus akut
B. Dilatasi arteriol perifer yang meningkatkan tekanan hidrostatik kapiler
C. Retensi natrium akibat stimulasi aldosteron
D. Vasokonstriksi vena perifer
E. Aktivasi sistem saraf simpatis
Jawaban: B
Pembahasan:
Amlodipin merupakan calcium channel blocker golongan dihidropiridin yang menyebabkan vasodilatasi arteriol. Dilatasi arteriol tanpa dilatasi vena yang seimbang dapat meningkatkan tekanan hidrostatik kapiler sehingga cairan berpindah ke jaringan interstisial dan menimbulkan edema perifer.
Soal 2
Pasien diabetes melitus tipe 2 menggunakan metformin dan mengalami penurunan fungsi ginjal secara bermakna. Risiko serius yang perlu dipertimbangkan adalah ….
A. Hiperkalemia
B. Hipoglikemia berat
C. Asidosis laktat
D. Agranulositosis
E. Hiperurisemia
Jawaban: C
Pembahasan:
Metformin dieliminasi terutama melalui ginjal. Penurunan fungsi ginjal dapat meningkatkan akumulasi metformin sehingga meningkatkan risiko asidosis laktat, meskipun kejadian ini relatif jarang.
Soal 3
Dalam suatu formulasi tablet, zat aktif memiliki sifat sukar mengalir dan kompresibilitas rendah. Upaya formulasi yang paling rasional adalah ….
A. Menurunkan seluruh ukuran partikel hingga sangat halus
B. Menghilangkan bahan pengikat
C. Menggunakan metode granulasi untuk memperbaiki aliran dan kompresibilitas
D. Mengurangi jumlah eksipien
E. Menambahkan pelicin sebanyak mungkin
Jawaban: C
Pembahasan:
Granulasi membantu memperbaiki sifat alir, mengurangi segregasi, dan meningkatkan kompresibilitas serbuk. Penambahan pelicin berlebihan justru dapat mengganggu kekerasan dan disolusi tablet.
Soal 4
Seorang apoteker menerima resep dengan dosis antibiotik yang terlihat jauh lebih tinggi dari dosis lazim. Langkah paling tepat adalah ….
A. Mengubah dosis sendiri
B. Menolak resep tanpa penjelasan
C. Menghubungi dokter untuk melakukan klarifikasi sebelum obat diserahkan
D. Tetap menyerahkan karena dokter bertanggung jawab
E. Mengurangi dosis menjadi setengah
Jawaban: C
Pembahasan:
Jika terdapat potensi masalah dosis, apoteker harus melakukan klarifikasi kepada prescriber. Perubahan terapi tidak boleh dilakukan sepihak tanpa dasar kewenangan.
Soal 5
Larutan baku memiliki konsentrasi 1000 ppm. Untuk membuat 100 mL larutan 50 ppm, volume larutan baku yang diperlukan adalah ….
A. 2 mL
B. 5 mL
C. 10 mL
D. 20 mL
E. 50 mL
Jawaban: B
Pembahasan:
Gunakan persamaan C1V1 = C2V2.
1000 × V1 = 50 × 100
V1 = 5 mL.
Soal 6
Ekstrak herbal menunjukkan aktivitas biologis yang konsisten, tetapi kadar senyawa penandanya sangat bervariasi antar batch. Langkah yang paling tepat untuk memperbaiki mutu produk adalah ….
A. Mengganti seluruh bahan aktif
B. Mengabaikan variasi karena bahan alam memang tidak seragam
C. Melakukan standardisasi bahan baku dan ekstrak menggunakan parameter yang sesuai
D. Menambah pewarna
E. Memperpanjang masa simpan
Jawaban: C
Pembahasan:
Standardisasi diperlukan untuk menjaga konsistensi identitas, kadar senyawa penanda, keamanan, dan mutu antar batch produk berbasis bahan alam.
Soal 7
Semua apoteker adalah tenaga kefarmasian. Sebagian tenaga kefarmasian bekerja di rumah sakit. Kesimpulan yang pasti benar adalah ….
A. Semua apoteker bekerja di rumah sakit
B. Sebagian apoteker bekerja di rumah sakit
C. Tidak ada apoteker yang bekerja di rumah sakit
D. Semua tenaga kefarmasian adalah apoteker
E. Tidak dapat dipastikan apakah ada apoteker yang bekerja di rumah sakit
Jawaban: E
Pembahasan:
Informasi hanya menyatakan sebagian tenaga kefarmasian bekerja di rumah sakit, tanpa menjelaskan apakah bagian tersebut termasuk apoteker.
Soal 8
Pasien menggunakan warfarin kemudian mendapat antibiotik yang dapat meningkatkan efek antikoagulan. Parameter yang paling penting dipantau adalah ….
A. HbA1c
B. INR
C. LDL
D. SGOT saja
E. Natrium serum
Jawaban: B
Pembahasan:
Warfarin memiliki indeks terapi sempit. Efek antikoagulannya dipantau dengan INR untuk menilai risiko perdarahan maupun kekurangan efek antikoagulan.
Soal 9
Sebuah tablet memenuhi persyaratan kekerasan tetapi mengalami waktu hancur terlalu lama. Faktor formulasi yang paling mungkin berkontribusi adalah ….
A. Bahan penghancur terlalu banyak
B. Pelicin hidrofobik digunakan berlebihan
C. Ukuran partikel terlalu besar saja
D. Pewarna terlalu sedikit
E. Tablet berbentuk bulat
Jawaban: B
Pembahasan:
Pelicin hidrofobik seperti magnesium stearat jika digunakan terlalu banyak atau dicampur terlalu lama dapat menghambat penetrasi air ke tablet sehingga memperlambat waktu hancur dan disolusi.
Soal 10
Pasien menerima obat yang harus diminum sebelum makan, tetapi pasien menyatakan lebih nyaman meminumnya setelah makan. Respons apoteker terbaik adalah ….
A. Mengizinkan tanpa penjelasan
B. Meminta pasien mengikuti jadwal tanpa alasan
C. Menjelaskan pengaruh makanan terhadap absorpsi obat dan menyesuaikan edukasi berdasarkan karakteristik obat
D. Mengganti obat sendiri
E. Menyarankan pasien menghentikan terapi
Jawaban: C
Pembahasan:
Konseling harus menjelaskan alasan penggunaan obat pada waktu tertentu. Hubungan obat dengan makanan dapat memengaruhi absorpsi, onset, dan efek terapi.
Soal 11
Senyawa obat bersifat basa lemah. Pada lingkungan dengan pH lebih rendah dibanding pKa, senyawa tersebut cenderung ….
A. Lebih banyak dalam bentuk tidak terionisasi
B. Lebih banyak dalam bentuk terionisasi
C. Tidak mengalami perubahan ionisasi
D. Mengendap seluruhnya
E. Berubah menjadi asam kuat
Jawaban: B
Pembahasan:
Basa lemah akan menerima proton pada lingkungan asam sehingga fraksi bentuk terionisasi meningkat.
Soal 12
Sebuah metode analisis menghasilkan data yang sangat berdekatan antar pengulangan, tetapi hasilnya consistently lebih rendah dari nilai sebenarnya. Kondisi ini menunjukkan metode memiliki ….
A. Akurasi tinggi dan presisi rendah
B. Akurasi rendah dan presisi tinggi
C. Akurasi dan presisi tinggi
D. Akurasi dan presisi rendah
E. Selektivitas sempurna
Jawaban: B
Pembahasan:
Data yang berdekatan menunjukkan presisi baik. Namun, hasil yang menyimpang dari nilai benar menunjukkan akurasi rendah.
Soal 13
Pasien asma mengalami serangan akut dengan sesak dan mengi. Obat yang paling tepat untuk meredakan bronkospasme dengan cepat adalah ….
A. Salbutamol inhalasi
B. Montelukast oral
C. Budesonid oral
D. Teofilin lepas lambat
E. Ketotifen
Jawaban: A
Pembahasan:
Salbutamol merupakan agonis beta-2 kerja cepat yang digunakan sebagai reliever pada bronkospasme akut.
Soal 14
Suatu suspensi mengalami sedimentasi cepat, tetapi endapan mudah terdispersi kembali setelah dikocok. Kondisi ini menunjukkan sistem ….
A. Caking berat
B. Flokulasi yang relatif baik
C. Ketidakstabilan kimia total
D. Kristalisasi sempurna
E. Koalesensi
Jawaban: B
Pembahasan:
Suspensi terflokulasi dapat mengendap lebih cepat, tetapi menghasilkan sedimen longgar yang mudah terdispersi kembali.
Soal 15
Seorang pasien meminta antibiotik tanpa resep untuk flu yang baru berlangsung dua hari. Respons paling tepat adalah ….
A. Memberikan antibiotik spektrum luas
B. Memberikan dosis rendah
C. Menjelaskan bahwa flu umumnya disebabkan virus dan antibiotik tidak digunakan tanpa indikasi yang tepat
D. Memberikan dua jenis antibiotik
E. Menyarankan antibiotik diminum hanya satu hari
Jawaban: C
Pembahasan:
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional meningkatkan risiko resistensi dan efek samping. Edukasi harus menekankan penggunaan antibiotik berdasarkan indikasi yang tepat.
Soal 16
Jika suatu senyawa memiliki logP sangat tinggi, sifat yang paling mungkin adalah ….
A. Sangat hidrofilik
B. Cenderung lebih lipofilik
C. Tidak dapat menembus membran
D. Tidak larut dalam pelarut organik
E. Selalu memiliki bioavailabilitas tinggi
Jawaban: B
Pembahasan:
LogP tinggi menunjukkan afinitas lebih besar terhadap fase lipid dibanding fase air. Namun, lipofilisitas tinggi tidak otomatis menjamin bioavailabilitas karena kelarutan air juga penting.
Soal 17
Dalam pembuatan ekstrak, peningkatan suhu ekstraksi dapat mempercepat proses, tetapi penggunaan suhu terlalu tinggi berisiko ….
A. Meningkatkan stabilitas seluruh senyawa
B. Menghilangkan seluruh pelarut tanpa efek lain
C. Merusak senyawa aktif yang termolabil
D. Menghilangkan kebutuhan standardisasi
E. Meningkatkan kadar semua metabolit sekunder
Jawaban: C
Pembahasan:
Beberapa metabolit sekunder sensitif terhadap panas. Suhu ekstraksi harus dipilih berdasarkan kestabilan senyawa target.
Soal 18
Deret berikut adalah 3, 7, 15, 31, 63, …. Angka berikutnya adalah ….
A. 95
B. 111
C. 125
D. 127
E. 129
Jawaban: D
Pembahasan:
Pola deret adalah dikali 2 kemudian ditambah 1:
3 → 7 → 15 → 31 → 63 → 127.
Soal 19
Pasien gagal jantung menggunakan digoksin dan kemudian mengalami mual, gangguan penglihatan, serta aritmia. Kondisi yang harus dicurigai adalah ….
A. Intoleransi glukosa
B. Toksisitas digoksin
C. Reaksi alergi tipe I
D. Hipersensitivitas insulin
E. Kekurangan vitamin
Jawaban: B
Pembahasan:
Gejala gastrointestinal, gangguan visual, dan aritmia merupakan tanda yang dapat ditemukan pada toksisitas digoksin.
Soal 20
Sebuah formulasi krim mengalami pemisahan fase setelah penyimpanan. Langkah awal yang paling tepat adalah ….
A. Menambahkan pewarna
B. Mengganti kemasan saja
C. Mengevaluasi jenis dan konsentrasi emulgator serta kondisi proses pembuatan
D. Menambah parfum
E. Mengurangi seluruh fase air
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemisahan fase pada emulsi berkaitan dengan ketidakstabilan sistem. Komposisi emulgator, HLB, ukuran globul, viskositas, dan proses pencampuran perlu dievaluasi.
Soal 21
Pasien mendapat dua obat dengan efek sedatif. Risiko utama yang perlu diinformasikan adalah ….
A. Penurunan efek kedua obat
B. Peningkatan depresi sistem saraf pusat
C. Hipertensi berat
D. Peningkatan absorpsi vitamin
E. Penurunan waktu paruh seluruh obat
Jawaban: B
Pembahasan:
Kombinasi obat sedatif dapat menghasilkan efek aditif pada sistem saraf pusat sehingga meningkatkan kantuk, gangguan koordinasi, dan risiko kecelakaan.
Soal 22
Apoteker menemukan pasien menggunakan obat bebas yang mengandung zat aktif sama dengan obat resepnya. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Membiarkan karena satu obat bebas
B. Menghentikan seluruh obat
C. Mengidentifikasi risiko duplikasi terapi dan memberikan edukasi yang sesuai
D. Menambah dosis obat resep
E. Mengurangi interval penggunaan
Jawaban: C
Pembahasan:
Duplikasi zat aktif dapat meningkatkan risiko overdosis dan efek samping. Medication review penting dalam pelayanan kefarmasian.
Soal 23
Spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk analisis kuantitatif. Hubungan dasar yang digunakan adalah ….
A. Lambert-Beer
B. Henderson-Hasselbalch
C. Arrhenius saja
D. Noyes-Whitney saja
E. Michaelis-Menten
Jawaban: A
Pembahasan:
Hukum Lambert-Beer menyatakan bahwa absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi dalam rentang tertentu.
Soal 24
Sebuah senyawa obat dimodifikasi dengan menambahkan gugus yang meningkatkan ikatan dengan target namun juga meningkatkan lipofilisitas secara ekstrem. Risiko yang mungkin muncul adalah ….
A. Kelarutan air dapat menurun
B. Selalu meningkatkan absorpsi
C. Tidak memengaruhi distribusi
D. Menghilangkan metabolisme
E. Selalu meningkatkan selektivitas
Jawaban: A
Pembahasan:
Peningkatan lipofilisitas dapat meningkatkan interaksi hidrofobik, tetapi juga berisiko menurunkan kelarutan air dan memengaruhi sifat farmakokinetik.
Soal 25
Simplisia yang disimpan dalam kondisi lembap berisiko mengalami ….
A. Penurunan aktivitas mikroba
B. Pertumbuhan mikroba dan degradasi bahan
C. Peningkatan stabilitas seluruh metabolit
D. Penurunan kadar air otomatis
E. Sterilisasi alami
Jawaban: B
Pembahasan:
Kelembapan tinggi dapat mempercepat pertumbuhan jamur atau mikroba dan menurunkan stabilitas bahan alam.
Soal 26
Jika 5 orang dapat menyelesaikan pekerjaan dalam 12 hari dengan produktivitas yang sama, berapa hari yang diperlukan oleh 10 orang?
A. 3 hari
B. 4 hari
C. 5 hari
D. 6 hari
E. 10 hari
Jawaban: D
Pembahasan:
Jumlah pekerja dan waktu berbanding terbalik.
5 × 12 = 10 × x
x = 6 hari.
Soal 27
Pasien hipertensi dan asma membutuhkan terapi antihipertensi. Kelompok obat yang perlu digunakan dengan hati-hati karena dapat memicu bronkospasme adalah ….
A. ARB
B. Diuretik tiazid
C. Beta blocker nonselektif
D. ACE inhibitor
E. Calcium channel blocker
Jawaban: C
Pembahasan:
Beta blocker nonselektif dapat menghambat reseptor beta-2 di bronkus sehingga berisiko menyebabkan bronkospasme pada pasien asma.
Soal 28
Tablet salut enterik dirancang terutama agar ….
A. Obat langsung larut di mulut
B. Obat tidak terlepas di lambung tetapi dilepaskan di usus
C. Obat memiliki rasa lebih pahit
D. Tablet lebih cepat hancur di lambung
E. Mengurangi ukuran tablet
Jawaban: B
Pembahasan:
Salut enterik tahan terhadap kondisi asam lambung dan larut pada pH yang lebih tinggi di usus.
Soal 29
Pasien lansia membawa enam jenis obat dari beberapa dokter berbeda. Salah satu peran penting apoteker adalah ….
A. Menambah obat agar terapi lebih lengkap
B. Melakukan medication reconciliation untuk mengidentifikasi duplikasi, interaksi, dan masalah penggunaan obat
C. Menghentikan semua obat
D. Mengganti seluruh obat menjadi generik
E. Menyarankan pasien mengikuti satu resep secara acak
Jawaban: B
Pembahasan:
Medication reconciliation membantu memastikan daftar obat akurat dan mengidentifikasi potensi masalah terkait obat, terutama pada pasien dengan polifarmasi.
Soal 30
Pada validasi metode analisis, kemampuan metode untuk mengukur analit secara tepat di tengah keberadaan komponen lain disebut ….
A. Presisi
B. Robustness
C. Linearitas
D. Selektivitas atau spesifisitas
E. Repeatability
Jawaban: D
Pembahasan:
Selektivitas menunjukkan kemampuan metode membedakan analit dari pengotor, matriks, maupun komponen lain.
Soal 31
Dua ekstrak memiliki kadar senyawa penanda sama, tetapi aktivitas biologinya berbeda. Penjelasan paling rasional adalah ….
A. Senyawa penanda selalu menjadi satu-satunya penentu aktivitas
B. Aktivitas dapat dipengaruhi senyawa lain dan interaksi antar komponen ekstrak
C. Kadar penanda tidak pernah relevan
D. Ekstrak bahan alam tidak perlu diuji
E. Semua tanaman memiliki aktivitas identik
Jawaban: B
Pembahasan:
Ekstrak merupakan campuran kompleks. Aktivitas biologis dapat berasal dari beberapa senyawa dan interaksi sinergis maupun antagonis.
Soal 32
Jika rata-rata nilai lima peserta adalah 80 dan empat peserta memperoleh nilai 78, 82, 75, dan 85, nilai peserta kelima adalah ….
A. 75
B. 78
C. 80
D. 82
E. 85
Jawaban: C
Pembahasan:
Total nilai lima peserta = 5 × 80 = 400.
Total empat peserta = 78 + 82 + 75 + 85 = 320.
Nilai peserta kelima = 400 − 320 = 80.
Soal 33
Pasien menggunakan NSAID dalam jangka panjang dan memiliki riwayat ulkus peptikum. Risiko yang paling perlu diperhatikan adalah ….
A. Penurunan risiko perdarahan
B. Peningkatan risiko iritasi dan perdarahan gastrointestinal
C. Peningkatan produksi mukus lambung
D. Hipoglikemia berat
E. Penurunan agregasi eritrosit
Jawaban: B
Pembahasan:
NSAID menghambat sintesis prostaglandin yang berperan dalam proteksi mukosa lambung. Penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko gastritis, ulkus, dan perdarahan gastrointestinal.
Soal 34
Dalam pembuatan sediaan steril, ditemukan peningkatan kontaminasi setelah proses filling. Titik evaluasi paling penting adalah ….
A. Warna label
B. Prosedur aseptik, lingkungan, personel, dan integritas proses filling
C. Ukuran karton pengiriman
D. Harga bahan aktif
E. Desain logo produk
Jawaban: B
Pembahasan:
Kontaminasi pada tahap filling sering berkaitan dengan kegagalan teknik aseptik, lingkungan produksi, personel, atau peralatan. Evaluasi harus difokuskan pada critical control point tersebut.
Soal 35
Seorang apoteker menerima permintaan rekomendasi obat tradisional dari pasien yang sedang menggunakan antikoagulan. Sikap paling tepat adalah ….
A. Menganggap produk alami selalu aman
B. Memberikan produk tanpa menanyakan terapi lain
C. Menilai potensi interaksi bahan herbal dengan antikoagulan sebelum memberikan rekomendasi
D. Menghentikan antikoagulan
E. Mengganti seluruh terapi dengan herbal
Jawaban: C
Pembahasan:
Produk herbal tetap dapat memiliki efek farmakologis dan berinteraksi dengan obat. Apoteker harus mempertimbangkan keamanan, bukti penggunaan, serta kemungkinan interaksi sebelum memberikan rekomendasi.
Maksimalkan Persiapan PMB Profesi Apoteker USB

Perkuat kemampuan Anda melalui latihan soal TPA, Farmakologi, Farmakoterapi, Teknologi Farmasi, Farmasi Komunitas, Analisis Farmasi, Kimia Medisinal, dan Obat Tradisional. Di fungsional.id, tersedia latihan Soal PMB Profesi Apoteker USB lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan untuk membantu persiapan Periode 1 maupun Periode 2 lebih terarah.

