30+ Soal Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh: Perawat & Perekam Medis

RSUD Bukit Menoreh Kabupaten Magelang membuka rekrutmen Tenaga Profesional Lainnya BLUD Tahun 2026 untuk formasi Perawat Terampil dan Perekam Medis Terampil. Seleksi kompetensi menggunakan CAT yang terdiri dari TKD dan TKB sesuai formasi. Artikel ini menyajikan 30+ soal Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi.

Mengenal Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh Tahun 2026

RSUD Bukit Menoreh Kabupaten Magelang membuka Seleksi Penerimaan Tenaga Profesional Lainnya BLUD Tahun Anggaran 2026 untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan. Formasi yang dibuka terdiri dari Perawat Terampil sebanyak 8 orang dengan kualifikasi D-III Keperawatan dan Perekam Medis Terampil sebanyak 2 orang dengan kualifikasi D-III Perekam Medis.

Pelamar wajib memenuhi persyaratan umum, seperti berusia 20 sampai 35 tahun, bersedia bekerja shift, memiliki kualifikasi pendidikan sesuai formasi, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki STR yang masih berlaku atau seumur hidup.

Untuk formasi Perawat Terampil, pelamar diutamakan memiliki sertifikat kompetensi seperti BTCLS, ICU/NICU, Kamar Bedah, Sterilisasi Dasar, atau pelatihan khusus keperawatan lainnya. Sementara itu, Perekam Medis Terampil diutamakan memiliki sertifikat pelatihan koding INA-CBG’s/INA-DRG.

Tahapan Seleksi

Seleksi terdiri dari:

  • Seleksi administrasi.
  • Seleksi kompetensi dengan metode CAT.
  • Seleksi keterampilan dan wawancara.
  • Pengumuman akhir.
  • Pemberkasan dan penandatanganan perjanjian kerja.

Tes CAT terdiri dari 100 soal dalam waktu 90 menit, yaitu 40 soal TKD dan 60 soal TKB. TKD mencakup TWK, TIU, dan TKP, sedangkan TKB disesuaikan dengan formasi yang dilamar.

Timeline Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh 2026

  • Pengumuman: 2–3 November 2026
  • Pendaftaran: 5–7 November 2026
  • Pengumuman administrasi: 11 November 2026
  • Seleksi CAT: 18 November 2026
  • Pengumuman hasil CAT: 26 November 2026
  • Seleksi keterampilan dan wawancara: 30 November–1 Desember 2026
  • Pengumuman akhir: 7 Desember 2026
  • Pemberkasan: 10 Desember 2026
  • Orientasi: 21–31 Desember 2026
  • TMT bekerja: 2 Januari 2027

Materi dan Kisi-Kisi Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh

Seleksi kompetensi Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh menggunakan metode CAT dengan total 100 soal, terdiri dari 40 soal Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan 60 soal Tes Kemampuan Bidang (TKB). TKD mencakup TWK, TIU, dan TKP, sedangkan TKB disesuaikan dengan formasi Perawat Terampil atau Perekam Medis Terampil.

Karena pengumuman resmi tidak merinci kisi-kisi TKB per materi, persiapan dapat diarahkan pada kompetensi inti masing-masing profesi sebagai berikut.

1. Materi TKD

Materi TKD berlaku untuk kedua formasi dan meliputi:

  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, integritas, dan nasionalisme.
  • Tes Intelegensia Umum (TIU), meliputi verbal, numerik, logika, analitis, dan pemecahan masalah.
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP), seperti pelayanan publik, profesionalisme, kerja sama, komunikasi, integritas, dan kemampuan beradaptasi.

2. Kisi-Kisi TKB Perawat Terampil

Formasi Perawat Terampil membutuhkan lulusan D-III Keperawatan dan dalam pengumuman resmi diutamakan memiliki pelatihan seperti BTCLS, ICU/NICU, Kamar Bedah, Sterilisasi Dasar, atau pelatihan khusus keperawatan lainnya.

Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • Proses keperawatan, mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi.
  • Keperawatan medikal bedah, seperti gangguan kardiovaskular, respirasi, neurologis, gastrointestinal, dan endokrin.
  • Kegawatdaruratan, termasuk triage, ABCDE, bantuan hidup dasar, syok, trauma, nyeri dada, sesak, dan penurunan kesadaran.
  • Keperawatan kritis, seperti pemantauan kondisi pasien ICU, tanda vital, keseimbangan cairan, serta tanda perburukan klinis.
  • Keperawatan maternitas dan neonatal, termasuk pemantauan ibu, bayi baru lahir, dan kondisi kegawatdaruratan dasar.
  • Pencegahan dan pengendalian infeksi, seperti hand hygiene, penggunaan APD, teknik aseptik, dan pencegahan infeksi nosokomial.
  • Keselamatan pasien, termasuk identifikasi pasien, pencegahan jatuh, medication safety, dan komunikasi efektif.
  • Pemberian obat, seperti prinsip benar obat, dosis, pasien, waktu, rute, dokumentasi, dan observasi efek samping.
  • Perawatan luka dan tindakan dasar keperawatan.
  • Etika, komunikasi terapeutik, dan profesionalisme perawat.

Standar Profesi Perawat yang berlaku juga menempatkan standar kompetensi sebagai acuan dalam rekrutmen dan seleksi pegawai, sehingga materi TKB sangat mungkin menilai kemampuan menerapkan proses dan keterampilan keperawatan dalam kasus klinis.

3. Kisi-Kisi TKB Perekam Medis Terampil

Formasi Perekam Medis Terampil membutuhkan lulusan D-III Perekam Medis. Dalam pengumuman resmi, peserta yang memiliki sertifikat pelatihan koding INA-CBG’s/INA-DRG menjadi prioritas.

Materi yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Manajemen rekam medis dan informasi kesehatan.
  • Alur rekam medis rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat.
  • Kelengkapan dan mutu dokumentasi rekam medis.
  • Klasifikasi dan kodifikasi diagnosis penyakit.
  • Kodifikasi tindakan dan prosedur medis.
  • Penggunaan ICD dalam penentuan kode diagnosis dan tindakan.
  • INA-CBG’s/INA-DRG dan sistem klaim JKN.
  • Analisis kelengkapan berkas sebagai dasar klaim.
  • Statistik rumah sakit dan statistik kesehatan.
  • Sistem informasi kesehatan dan rekam medis elektronik.
  • Keamanan, kerahasiaan, hak akses, serta perlindungan data pasien.
  • Penyimpanan, retensi, dan pengelolaan dokumen rekam medis.
  • Etika dan aspek hukum pelayanan RMIK.

Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan membagi kompetensi ke dalam area seperti profesionalisme, komunikasi efektif, manajemen data dan informasi kesehatan, klasifikasi dan kodifikasi klinis, statistik kesehatan, serta manajemen pelayanan RMIK.

Selain itu, Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis yang masih berlaku menekankan penyelenggaraan rekam medis elektronik, keamanan, dan kerahasiaan data kesehatan.

4. Fokus Koding dan INA-CBG’s untuk Perekam Medis

Bagian ini layak mendapat perhatian lebih karena PDF rekrutmen secara khusus menyebut sertifikat koding sebagai nilai tambah. Materi latihan dapat mencakup:

  • Menentukan diagnosis utama dan diagnosis sekunder.
  • Menentukan kode penyakit.
  • Menentukan kode tindakan atau prosedur.
  • Membaca resume medis.
  • Mengevaluasi kelengkapan data klaim.
  • Mengidentifikasi kesalahan koding.
  • Menangani kasus ungroupable.
  • Memahami hubungan ketepatan kode dengan hasil grouping dan klaim.

Contoh Soal Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh dan Pembahasan

Contoh soal berikut mencakup TWK, TIU, TKP, TKB Perawat Terampil, dan TKB Perekam Medis Terampil. Soal dibuat dalam bentuk analisis kasus agar peserta tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mampu menentukan tindakan paling tepat sesuai situasi kerja di rumah sakit.

Soal 1

Dua tenaga kesehatan berbeda pendapat mengenai pelayanan kepada pasien dari kelompok sosial tertentu. Salah satu petugas mengusulkan agar pasien tersebut ditempatkan pada antrean terakhir karena dianggap sering menimbulkan masalah. Sikap yang paling sesuai dengan nilai Pancasila adalah ….

A. Memberikan pelayanan berdasarkan kebutuhan medis dan urutan pelayanan tanpa diskriminasi
B. Mengikuti usulan petugas yang lebih senior
C. Memisahkan pasien berdasarkan latar belakang sosial
D. Memberikan pelayanan setelah pasien lain selesai
E. Menyerahkan keputusan kepada keluarga pasien lain

Jawaban: A

Pembahasan:
Pelayanan kesehatan harus diberikan secara adil tanpa membedakan latar belakang pasien. Sikap tersebut sesuai dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dalam Pancasila sekaligus prinsip pelayanan publik.

Soal 2

Jumlah kunjungan pasien meningkat dari 800 pasien menjadi 1.000 pasien dalam satu bulan. Persentase kenaikan jumlah kunjungan adalah ….

A. 20%
B. 25%
C. 30%
D. 35%
E. 40%

Jawaban: B

Pembahasan:
Kenaikan jumlah pasien adalah 1.000 – 800 = 200. Persentase kenaikan = 200 ÷ 800 × 100% = 25%.

Soal 3

Semua perawat merupakan tenaga kesehatan. Sebagian tenaga kesehatan bekerja pada unit gawat darurat. Berdasarkan kedua pernyataan tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah ….

A. Semua perawat bekerja di IGD
B. Tidak ada perawat yang bekerja di IGD
C. Belum dapat dipastikan apakah sebagian perawat bekerja di IGD
D. Semua tenaga kesehatan adalah perawat
E. Semua petugas IGD adalah perawat

Jawaban: C

Pembahasan:
Pernyataan kedua hanya menyatakan sebagian tenaga kesehatan bekerja di IGD tanpa menjelaskan apakah kelompok tersebut adalah perawat. Karena itu, tidak dapat disimpulkan secara pasti.

Soal 4

Petugas mendapat akses terhadap informasi kesehatan seorang tokoh terkenal. Rekannya meminta informasi diagnosis pasien hanya karena penasaran. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan informasi secara lisan saja
B. Memberikan informasi tanpa menyebut nama pasien
C. Meminta rekannya tidak menyebarkan informasi
D. Menolak memberikan informasi karena tidak berkaitan dengan kewenangan pelayanan
E. Menunjukkan sebagian rekam medis

Jawaban: D

Pembahasan:
Kerahasiaan pasien merupakan bagian dari profesionalisme. Informasi kesehatan hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kebutuhan pelayanan.

Soal 5

Tim sedang menghadapi peningkatan jumlah pasien. Seorang anggota baru bekerja lebih lambat dibanding anggota lainnya. Sikap terbaik ketua tim adalah ….

A. Mengeluarkan anggota tersebut dari tim
B. Memberikan seluruh tugas sulit agar cepat belajar
C. Membiarkannya bekerja sendiri
D. Memindahkan seluruh pekerjaannya kepada staf senior
E. Mengidentifikasi kesulitannya, memberikan arahan, dan menyesuaikan pembagian tugas tanpa mengganggu pelayanan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kerja sama yang baik tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan anggota tim mampu bekerja sesuai standar. Pendampingan dan pembagian tugas yang proporsional lebih efektif.

Soal 6

Empat petugas dapat memproses 240 berkas dalam 6 jam. Dengan kecepatan kerja yang sama, delapan petugas membutuhkan waktu untuk memproses jumlah berkas yang sama selama ….

A. 3 jam
B. 4 jam
C. 5 jam
D. 6 jam
E. 8 jam

Jawaban: A

Pembahasan:
Jumlah pekerja dan waktu berbanding terbalik.
4 × 6 = 8 × x
x = 3 jam.

Soal 7

Pasien mengeluh karena merasa dilayani lebih lambat daripada pasien lain. Setelah diperiksa, ternyata pasien lain mendapat prioritas karena kondisi kegawatdaruratan. Respons petugas paling tepat adalah ….

A. Mengatakan pasien tidak boleh protes
B. Menjelaskan secara empatik bahwa pelayanan diprioritaskan berdasarkan tingkat kegawatan
C. Menyalahkan petugas lain
D. Meminta pasien membuat laporan tertulis terlebih dahulu
E. Menghindari pasien hingga situasi tenang

Jawaban: B

Pembahasan:
Komunikasi pelayanan harus tetap empatik. Petugas dapat menjelaskan bahwa sistem prioritas medis didasarkan pada keselamatan pasien, bukan perlakuan diskriminatif.

Soal 8

Urutan angka berikut adalah 4, 9, 19, 39, 79, ….

A. 119
B. 139
C. 159
D. 169
E. 179

Jawaban: C

Pembahasan:
Pola deret adalah ×2 +1.
4 → 9 → 19 → 39 → 79 → 159.

Soal 9

Petugas menyadari telah memasukkan data yang salah, tetapi kesalahan belum menimbulkan kerugian. Rekan kerja menyarankan agar kesalahan diabaikan. Sikap terbaik adalah ….

A. Menghapus seluruh data pasien
B. Membiarkannya karena belum merugikan
C. Mengubah data tanpa jejak
D. Memperbaiki kesalahan melalui prosedur yang berlaku dan melaporkannya secara profesional
E. Menunggu hingga ada komplain

Jawaban: D

Pembahasan:
Integritas ditunjukkan dengan mengakui dan memperbaiki kesalahan sesuai prosedur. Kesalahan kecil yang diabaikan dapat berkembang menjadi masalah keselamatan atau administrasi.

Soal 10

Rumah sakit menerapkan sistem baru yang menyebabkan perubahan alur kerja. Sejumlah pegawai merasa tidak nyaman dan menolak mempelajarinya. Sikap profesional yang paling tepat adalah ….

A. Tetap menggunakan sistem lama secara diam-diam
B. Menunggu pegawai lain menguasainya terlebih dahulu
C. Menolak karena sistem sebelumnya sudah cukup
D. Menggunakan sistem baru tanpa mempelajari prosedurnya
E. Mempelajari sistem, mengikuti pelatihan, dan menyampaikan kendala secara konstruktif

Jawaban: E

Pembahasan:
Adaptasi terhadap perubahan merupakan kompetensi penting. Pegawai tetap perlu mengikuti prosedur baru sambil menyampaikan kendala melalui mekanisme yang tepat.

TKB Perawat Terampil

Soal 11

Pasien 64 tahun tiba di IGD dengan nyeri dada menekan, menjalar ke lengan kiri, disertai sesak dan keringat dingin. Pasien tampak pucat dan gelisah. Prioritas perawat adalah ….

A. Menanyakan kebiasaan makan pasien
B. Memberikan makanan untuk meningkatkan energi
C. Melakukan penilaian ABCDE dan mengaktifkan penanganan kegawatdaruratan
D. Meminta pasien beristirahat hingga dokter datang
E. Melakukan edukasi diet rendah lemak

Jawaban: C

Pembahasan:
Nyeri dada khas disertai gejala otonom dapat menunjukkan sindrom koroner akut. Prinsip ABCDE digunakan untuk mendeteksi gangguan fungsi vital dan menentukan tindakan segera.

Soal 12

Pasien diabetes pengguna insulin tiba-tiba berkeringat dingin, gemetar, lemah, dan mulai sulit berkonsentrasi. Pasien masih sadar dan mampu menelan. Intervensi awal paling tepat adalah ….

A. Memberikan insulin tambahan
B. Membatasi makanan
C. Memberikan air putih
D. Memberikan sumber glukosa cepat serap dan memantau respons
E. Meminta pasien tidur

Jawaban: D

Pembahasan:
Gejala tersebut mengarah pada hipoglikemia. Pada pasien yang masih sadar dan mampu menelan, karbohidrat cepat serap dapat diberikan, kemudian kondisi dievaluasi kembali.

Soal 13

Pasien pascaoperasi menunjukkan tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 126 kali/menit, kulit dingin, dan pucat. Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. Memberikan makanan
B. Membantu pasien duduk
C. Meminta pasien berjalan
D. Menunggu pemeriksaan berikutnya
E. Menilai sirkulasi, mencari kemungkinan perdarahan, dan segera melakukan eskalasi penanganan

Jawaban: E

Pembahasan:
Hipotensi, takikardia, kulit dingin, dan pucat menunjukkan kemungkinan syok. Perawat harus segera menilai perfusi dan mencari sumber masalah, termasuk kemungkinan perdarahan pascaoperasi.

Soal 14

Pasien lansia berisiko tinggi jatuh ingin ke kamar mandi tanpa bantuan. Langkah paling tepat adalah ….

A. Mendampingi pasien dan menerapkan strategi pencegahan jatuh
B. Melarang pasien turun dari tempat tidur sepanjang hari
C. Memasang restrain tanpa penilaian
D. Membiarkan karena pasien merasa mampu
E. Menunggu keluarga datang

Jawaban: A

Pembahasan:
Intervensi pencegahan jatuh harus mempertimbangkan keselamatan sekaligus mempertahankan kemampuan fungsional pasien. Pendampingan merupakan pilihan yang lebih aman.

Soal 15

Pasien menunjukkan frekuensi napas 34 kali/menit, saturasi oksigen menurun, penggunaan otot bantu napas, dan kesulitan berbicara dalam kalimat panjang. Masalah prioritas adalah ….

A. Risiko konstipasi
B. Gangguan pertukaran gas
C. Gangguan pola tidur
D. Defisit pengetahuan
E. Gangguan mobilitas

Jawaban: B

Pembahasan:
Hipoksemia, takipnea, dan penggunaan otot bantu napas menunjukkan gangguan respirasi. Berdasarkan prinsip ABC, breathing harus ditangani sebagai prioritas.

Soal 16

Perawat akan memberikan obat kepada pasien. Di ruangan terdapat dua pasien dengan nama yang hampir sama. Langkah paling tepat adalah ….

A. Memastikan minimal dua identitas pasien sebelum memberikan obat
B. Menggunakan nomor tempat tidur sebagai identitas
C. Bertanya kepada pasien di sebelahnya
D. Mengandalkan wajah pasien
E. Memberikan obat sesuai nama depan

Jawaban: A

Pembahasan:
Identifikasi pasien harus menggunakan sedikitnya dua identitas yang valid, misalnya nama lengkap dan tanggal lahir atau nomor rekam medis. Nomor tempat tidur bukan identitas pasien.

Soal 17

Perawat sedang melakukan perawatan luka dengan teknik steril. Sarung tangan steril menyentuh sisi luar tempat sampah. Tindakan selanjutnya adalah ….

A. Menyemprot sarung tangan dengan alkohol
B. Mengganti sarung tangan steril sebelum melanjutkan prosedur
C. Melanjutkan karena luka sudah dibersihkan
D. Menggunakan sarung tangan yang sama untuk menutup luka
E. Mengelap sarung tangan menggunakan kasa steril

Jawaban: B

Pembahasan:
Sarung tangan telah terkontaminasi setelah menyentuh permukaan nonsteril. Penggantian diperlukan agar prinsip aseptik tetap terjaga.

Soal 18

Pasien pascastroke mengalami kesulitan menelan dan akan diberikan tablet oral. Tindakan perawat paling tepat adalah ….

A. Menghancurkan semua obat
B. Memberikan tablet dengan banyak air
C. Menilai kemampuan menelan dan risiko aspirasi sebelum pemberian obat
D. Meminta keluarga memberikan obat
E. Memaksa pasien menelan perlahan

Jawaban: C

Pembahasan:
Disfagia pascastroke meningkatkan risiko aspirasi. Kemampuan menelan harus dinilai terlebih dahulu dan bentuk sediaan obat perlu disesuaikan jika diperlukan.

Soal 19

Pasien yang mengalami infeksi menunjukkan demam, nadi cepat, tekanan darah menurun, urine berkurang, dan kesadaran mulai berubah. Kondisi ini paling mengarah pada ….

A. Gastritis
B. Hipertensi
C. Hipoglikemia ringan
D. Sepsis dengan gangguan perfusi
E. Insomnia

Jawaban: D

Pembahasan:
Infeksi disertai hipotensi, perubahan kesadaran, takikardia, serta penurunan produksi urine merupakan tanda gangguan perfusi sistemik dan perlu dicurigai sebagai sepsis.

Soal 20

Perawat menerima instruksi obat secara verbal dengan dosis yang terdengar jauh lebih tinggi dari dosis biasanya. Tindakan paling aman adalah ….

A. Memberikan sesuai instruksi karena berasal dari dokter
B. Mengurangi dosis sendiri
C. Tidak memberikan obat tanpa memberi tahu siapa pun
D. Meminta pasien menentukan dosis
E. Melakukan klarifikasi dan read-back sebelum obat diberikan

Jawaban: E

Pembahasan:
Read-back membantu mencegah medication error pada komunikasi verbal. Dosis yang tampak tidak lazim harus diklarifikasi sebelum tindakan dilakukan.

TKB Perekam Medis Terampil

Soal 21

Koder menemukan diagnosis pada resume pasien kurang spesifik sehingga belum memungkinkan pemilihan kode secara tepat. Tindakan yang paling benar adalah ….

A. Menggunakan kode penyakit paling berat
B. Mengikuti diagnosis pada pasien sebelumnya
C. Memilih kode berdasarkan asumsi klinis
D. Menggunakan kode yang menghasilkan klaim terbesar
E. Melakukan klarifikasi sesuai prosedur kepada tenaga medis yang bertanggung jawab

Jawaban: E

Pembahasan:
Petugas koding tidak boleh menambahkan asumsi klinis yang tidak terdokumentasi. Klarifikasi diperlukan agar kode benar-benar sesuai dokumentasi pelayanan.

Soal 22

Petugas menemukan seorang pasien memiliki dua nomor rekam medis berbeda. Dampak yang paling serius adalah ….

A. Fragmentasi informasi kesehatan sehingga riwayat pasien tidak tersaji secara utuh
B. Jumlah kunjungan terlihat lebih sedikit
C. Ruang penyimpanan menjadi lebih luas
D. Klaim otomatis lebih cepat
E. Pelayanan menjadi lebih singkat

Jawaban: A

Pembahasan:
Duplicate medical record number dapat memisahkan informasi kesehatan pasien sehingga meningkatkan risiko hilangnya informasi penting dan mengganggu kontinuitas pelayanan.

Soal 23

Resume medis pasien rawat inap belum ditandatangani dokter penanggung jawab. Petugas RMIK seharusnya ….

A. Menandatangani atas nama dokter
B. Mengembalikan atau menindaklanjuti kelengkapan sesuai prosedur rumah sakit
C. Menyimpan tanpa tindak lanjut
D. Menghapus resume tersebut
E. Menggunakan tanda tangan dokter lain

Jawaban: B

Pembahasan:
Autentikasi merupakan salah satu unsur kelengkapan rekam medis. Kekurangan tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai mekanisme kelengkapan dokumen.

Soal 24

Pegawai administrasi yang tidak terlibat dalam pelayanan meminta membuka rekam medis seorang pejabat karena ingin mengetahui penyakitnya. Respons paling tepat adalah ….

A. Mengizinkan karena sama-sama pegawai
B. Memberikan diagnosis saja
C. Menolak akses karena tidak memiliki kewenangan dan kebutuhan pelayanan
D. Memperbolehkan jika tidak mengambil foto
E. Menunjukkan informasi tanpa identitas

Jawaban: C

Pembahasan:
Akses data kesehatan menggunakan prinsip need to know dan kewenangan. Keingintahuan pribadi tidak menjadi alasan yang sah untuk membuka rekam medis.

Soal 25

Petugas sengaja memilih kode diagnosis yang menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi daripada dokumentasi klinis agar nilai klaim meningkat. Praktik tersebut merupakan ….

A. Analisis kuantitatif
B. Clinical documentation improvement
C. Optimasi klaim yang diperbolehkan
D. Upcoding yang bertentangan dengan prinsip akurasi dan integritas
E. Coding convention

Jawaban: D

Pembahasan:
Kode harus sesuai fakta klinis yang terdokumentasi. Menaikkan tingkat diagnosis tanpa dukungan dokumentasi merupakan upcoding dan berpotensi menimbulkan masalah klaim maupun kepatuhan.

Soal 26

Klaim tertunda karena diagnosis dan tindakan yang dikodekan tidak sesuai dengan informasi pada berkas pasien. Tindakan awal paling tepat adalah ….

A. Mengubah kode agar sesuai tarif tertinggi
B. Menghapus diagnosis sekunder
C. Mengirim kembali klaim tanpa perubahan
D. Menghubungi pasien untuk menentukan diagnosis
E. Menelaah kembali dokumentasi klinis, kelengkapan berkas, dan ketepatan kode

Jawaban: E

Pembahasan:
Masalah klaim harus dianalisis dari dokumentasi sumber. Kode tidak boleh diubah semata-mata untuk meningkatkan atau mempermudah pembayaran.

Soal 27

Rumah sakit ingin mengetahui tingkat pemanfaatan tempat tidur selama satu bulan. Indikator yang digunakan adalah ….

A. BOR
B. BTO
C. TOI
D. ALOS
E. NDR

Jawaban: A

Pembahasan:
Bed Occupancy Rate (BOR) menunjukkan persentase penggunaan tempat tidur dalam periode tertentu. Indikator ini digunakan untuk menilai tingkat pemanfaatan kapasitas rawat inap.

Soal 28

Terdapat kesalahan data pada rekam medis elektronik. Koreksi perlu dilakukan tanpa menghilangkan riwayat perubahan. Fitur yang paling penting adalah ….

A. Autocomplete
B. Audit trail
C. Print preview
D. Auto logout saja
E. Data compression

Jawaban: B

Pembahasan:
Audit trail mencatat siapa yang melakukan perubahan, kapan perubahan dilakukan, serta aktivitas yang terjadi pada data. Fitur ini penting untuk keamanan dan akuntabilitas rekam medis elektronik.

Soal 29

Petugas melakukan analisis kuantitatif dokumen rekam medis. Fokus pemeriksaannya adalah ….

A. Menilai apakah diagnosis dokter benar
B. Menentukan terapi pasien
C. Memeriksa kelengkapan identifikasi, formulir, autentikasi, dan pencatatan
D. Menentukan prognosis pasien
E. Menentukan jenis obat

Jawaban: C

Pembahasan:
Analisis kuantitatif berfokus pada keberadaan dan kelengkapan unsur dokumen. Penilaian kebenaran klinis bukan menjadi tujuan utama analisis kuantitatif.

Soal 30

RSUD mengalami peningkatan klaim tertunda. Evaluasi menunjukkan resume medis sering tidak lengkap, diagnosis kurang spesifik, dan koder harus melakukan klarifikasi berulang. Strategi perbaikan paling tepat adalah ….

A. Mengurangi jumlah diagnosis yang dikodekan
B. Meminta koder membuat asumsi agar proses lebih cepat
C. Mengirim klaim tanpa verifikasi
D. Memperbaiki kualitas dokumentasi klinis, meningkatkan koordinasi tenaga medis dan RMIK, serta memperkuat verifikasi sebelum klaim diajukan
E. Menunda seluruh klaim hingga akhir bulan

Jawaban: D

Pembahasan:
Masalah tersebut berasal dari rangkaian proses, bukan hanya aktivitas koding. Perbaikan perlu dilakukan sejak dokumentasi klinis, proses klarifikasi, koding, hingga verifikasi akhir agar klaim lebih akurat dan efisien.

Maksimalkan Persiapan Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh

Perkuat kemampuan Anda melalui latihan TKD, TKB Perawat Terampil, dan TKB Perekam Medis, mulai dari kegawatdaruratan, keselamatan pasien, rekam medis, koding, hingga INA-CBG’s. Di fungsional.id, tersedia latihan Soal Rekrutmen RSUD Bukit Menoreh lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan untuk membantu persiapan CAT lebih terarah.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!