Soal Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil  + Pembahasan Lengkap Tenaga Profesional Lainnya

tpl

Seleksi TPL RSUD Muntilan untuk formasi Perawat Terampil menjadi tahapan penting untuk menilai kesiapan peserta dalam memberikan pelayanan keperawatan yang aman, tepat, dan profesional di lingkungan rumah sakit. Melalui artikel Soal Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil + Pembahasan Lengkap Tenaga Profesional Lainnya, Anda dapat mempelajari materi yang relevan sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang menguji kemampuan asuhan keperawatan, kegawatdaruratan dasar, keselamatan pasien, komunikasi, etika, hingga ketepatan mengambil tindakan dalam situasi pelayanan klinis.

Mengenal Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil

Seleksi TPL RSUD Muntilan untuk formasi Perawat Terampil ditujukan untuk menilai kesiapan peserta dalam menjalankan pelayanan keperawatan di lingkungan rumah sakit sesuai kompetensi, prosedur, dan prinsip keselamatan pasien. Karena bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, peserta tidak hanya dituntut memahami teori keperawatan, tetapi juga mampu menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi pasien yang berbeda.

Fokus penilaian dapat mencakup:

  • pengkajian dan asuhan keperawatan dasar;
  • pemantauan tanda vital dan kondisi pasien;
  • pemberian obat sesuai prosedur;
  • pemenuhan kebutuhan dasar pasien;
  • perawatan luka dan tindakan keperawatan;
  • pencegahan dan pengendalian infeksi;
  • keselamatan pasien;
  • kegawatdaruratan dasar;
  • komunikasi terapeutik;
  • dokumentasi keperawatan;
  • etika dan profesionalisme;
  • kerja sama dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

Soal untuk formasi Perawat Terampil dapat disajikan dalam bentuk kasus pelayanan. Peserta perlu mampu menentukan masalah utama pasien, tindakan keperawatan pertama, prioritas keselamatan, perubahan kondisi yang harus segera dilaporkan, serta tindakan yang masih berada dalam kewenangan perawat.

Karena itu, persiapan Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil sebaiknya tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga membiasakan diri menggunakan pola berpikir:

kaji kondisi → tentukan masalah → pilih prioritas → lakukan tindakan → evaluasi respons → kolaborasi bila diperlukan. Pemahaman pola tersebut akan membantu Anda menghadapi soal yang menuntut ketelitian, clinical reasoning, dan pengambilan keputusan dalam situasi pelayanan rumah sakit.

Materi Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil

Materi Seleksi TPL RSUD Muntilan untuk formasi Perawat Terampil perlu dipersiapkan dari sisi kompetensi klinis, keselamatan pasien, komunikasi, hingga profesionalisme. Soal dapat berbentuk kasus sehingga peserta harus mampu memilih tindakan yang paling tepat berdasarkan kondisi pasien. Materi utama yang perlu dikuasai meliputi:

  • Asuhan Keperawatan Dasar
    Pengkajian, identifikasi masalah, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi hasil asuhan.
  • Keperawatan Medikal Bedah
    Gangguan respirasi, kardiovaskular, gastrointestinal, neurologis, endokrin, ginjal, serta perawatan pasien sebelum dan sesudah operasi.
  • Kegawatdaruratan Dasar
    Penilaian ABCDE, penurunan kesadaran, kejang, syok, perdarahan, sesak akut, henti jantung, dan tindakan bantuan hidup dasar.
  • Pemberian Obat
    Prinsip benar pemberian obat, identifikasi pasien, rute pemberian, pemantauan efek terapi, efek samping, dan pencegahan medication error.
  • Terapi Cairan dan Infus
    Pemantauan infus, tanda infiltrasi atau flebitis, keseimbangan cairan, intake-output, serta komplikasi terapi intravena.
  • Perawatan Luka
    Prinsip aseptik, identifikasi tanda infeksi, perawatan luka, pemantauan penyembuhan, dan dokumentasi tindakan.
  • Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
    Hand hygiene, penggunaan APD, teknik aseptik, pengelolaan alat terkontaminasi, isolasi, dan pencegahan infeksi silang.
  • Keselamatan Pasien
    Identifikasi pasien, pencegahan jatuh, komunikasi efektif, keamanan obat, pelaporan insiden, dan pencegahan tindakan pada pasien yang salah.
  • Keperawatan Maternitas dan Anak Dasar
    Pemantauan ibu dan bayi, tanda bahaya kehamilan atau nifas, kebutuhan dasar anak, demam, dehidrasi, dan kondisi yang membutuhkan kolaborasi segera.
  • Keperawatan Jiwa Dasar
    Komunikasi terapeutik, halusinasi, risiko perilaku kekerasan, kecemasan, serta risiko mencederai diri sendiri.
  • Keperawatan Geriatri
    Risiko jatuh, gangguan mobilitas, perubahan kesadaran, kebutuhan nutrisi, dan perawatan pasien lanjut usia.
  • Pemenuhan Kebutuhan Dasar
    Nutrisi, eliminasi, personal hygiene, mobilisasi, posisi pasien, istirahat, kenyamanan, dan pencegahan dekubitus.
  • Dokumentasi Keperawatan
    Pencatatan hasil pengkajian, tindakan, perkembangan pasien, respons terhadap intervensi, dan komunikasi antarshift.
  • Komunikasi dan Handover
    Komunikasi terapeutik dengan pasien dan keluarga, SBAR, pelaporan perubahan kondisi, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan lain.
  • Etika dan Profesionalisme
    Kerahasiaan pasien, informed consent, privasi, batas kewenangan, tanggung jawab profesi, dan pelayanan tanpa diskriminasi.

Kisi-Kisi Lengkap Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil

Seleksi TPL RSUD Muntilan untuk formasi Perawat Terampil perlu dipersiapkan dengan menekankan kompetensi klinis dasar, keselamatan pasien, kemampuan menentukan prioritas, serta ketepatan bekerja sesuai prosedur rumah sakit.

Standar Profesi Perawat yang masih berlaku menempatkan kompetensi perawat pada kemampuan memberikan asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat secara aman serta sesuai kewenangan.

1. Pengkajian Keperawatan

Fokus materi:

  • keluhan utama;
  • riwayat kesehatan;
  • tingkat kesadaran;
  • tanda vital;
  • nyeri;
  • status respirasi;
  • sirkulasi;
  • nutrisi;
  • eliminasi;
  • mobilitas;
  • risiko jatuh;
  • kondisi psikologis.

Soal dapat meminta peserta menentukan data yang harus dikaji terlebih dahulu berdasarkan kondisi pasien.

2. Prioritas Masalah Keperawatan

Pahami prinsip:

airway → breathing → circulation → disability → keselamatan.

Kasus dapat berupa:

  • sesak;
  • hipotensi;
  • perdarahan;
  • penurunan kesadaran;
  • kejang;
  • nyeri dada;
  • perubahan kondisi mendadak.

3. Keperawatan Medikal Bedah

Materi utama:

  • pneumonia;
  • asma dan PPOK;
  • gagal jantung;
  • hipertensi;
  • sindrom koroner akut;
  • stroke;
  • diabetes mellitus;
  • gangguan ginjal;
  • gangguan gastrointestinal;
  • gangguan cairan dan elektrolit;
  • perawatan perioperatif.

Fokus soal biasanya pada pemantauan, tindakan awal, komplikasi, dan kapan kondisi harus segera dilaporkan.

4. Kegawatdaruratan Dasar

Kuasai:

  • primary survey ABCDE;
  • bantuan hidup dasar;
  • henti jantung;
  • syok;
  • perdarahan;
  • kejang;
  • penurunan kesadaran;
  • gangguan jalan napas;
  • sesak akut;
  • trauma;
  • triase dasar.

RSUD Muntilan memiliki standar pelayanan khusus untuk Gawat Darurat, sehingga kemampuan mengenali kondisi akut relevan untuk persiapan seleksi.

5. Terapi Oksigen

Materi:

  • indikasi terapi oksigen;
  • nasal cannula;
  • simple mask;
  • non-rebreathing mask;
  • monitoring SpO₂;
  • tanda hipoksia;
  • respons pasien.

Soal HOTS dapat menanyakan tindakan pada pasien dengan SpO₂ menurun disertai distress respirasi.

6. Pemberian Obat

Kuasai prinsip benar:

  • pasien;
  • obat;
  • dosis;
  • waktu;
  • rute;
  • dokumentasi;
  • indikasi;
  • edukasi;
  • respons.

Fokus tambahan:

  • alergi;
  • efek samping;
  • obat high-alert;
  • medication error;
  • verifikasi sebelum pemberian.

7. Terapi Cairan dan Infus

Materi:

  • pemasangan dan pemantauan infus;
  • kecepatan cairan;
  • intake-output;
  • infiltrasi;
  • flebitis;
  • overload cairan;
  • tanda dehidrasi;
  • keseimbangan cairan.

8. Perawatan Luka

Kisi-kisi:

  • teknik aseptik;
  • wound assessment;
  • tanda infeksi;
  • perdarahan;
  • perawatan luka operasi;
  • dekubitus;
  • dokumentasi kondisi luka.

9. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Fokus:

  • 5 moments hand hygiene;
  • APD;
  • teknik aseptik;
  • isolasi;
  • limbah medis;
  • benda tajam;
  • needle stick injury;
  • pencegahan infeksi silang.

10. Keselamatan Pasien

Materi penting:

  • identifikasi pasien;
  • komunikasi efektif;
  • keamanan obat;
  • pencegahan pasien jatuh;
  • keamanan prosedur;
  • pelaporan insiden;
  • near miss.

Soal dapat memberikan situasi ketika beberapa tindakan benar, tetapi peserta harus memilih tindakan yang paling aman bagi pasien.

11. Keperawatan Pasien Stroke dan Neurologis

Materi:

  • Glasgow Coma Scale;
  • kelemahan ekstremitas;
  • disfagia;
  • risiko aspirasi;
  • kejang;
  • stroke;
  • peningkatan tekanan intrakranial;
  • perubahan pupil;
  • perubahan kesadaran.

12. Keperawatan Diabetes

Kuasai:

  • hipoglikemia;
  • hiperglikemia;
  • pemantauan glukosa;
  • insulin;
  • diet;
  • perawatan kaki;
  • tanda DKA;
  • edukasi pasien.

13. Keperawatan Kardiovaskular

Fokus:

  • nyeri dada;
  • gagal jantung;
  • edema;
  • hipertensi;
  • hipotensi;
  • monitoring nadi;
  • perfusi perifer;
  • tanda syok.

14. Keperawatan Respirasi

Materi:

  • sesak;
  • pola napas;
  • posisi pasien;
  • oksigenasi;
  • suction;
  • batuk efektif;
  • sekret;
  • pemantauan SpO₂.

15. Keperawatan Maternitas

Karena RSUD Muntilan memiliki pelayanan persalinan, materi maternitas juga relevan.

Kuasai:

  • tanda bahaya kehamilan;
  • preeklamsia;
  • perdarahan;
  • persalinan;
  • nifas;
  • perdarahan postpartum;
  • observasi ibu pascapersalinan.

16. Keperawatan Neonatal dan Anak

RSUD Muntilan juga mencantumkan pelayanan NICU dan PICU dalam standar pelayanannya.

Materi:

  • tanda vital anak;
  • demam;
  • dehidrasi;
  • kejang;
  • gangguan napas;
  • bayi baru lahir;
  • hipotermia;
  • tanda kegawatan neonatal.

17. Keperawatan Pasien Geriatri

Fokus:

  • risiko jatuh;
  • delirium;
  • gangguan mobilitas;
  • nutrisi;
  • risiko dekubitus;
  • penggunaan alat bantu;
  • komunikasi dengan lansia.

18. Keperawatan Jiwa Dasar

Materi:

  • komunikasi terapeutik;
  • halusinasi;
  • risiko bunuh diri;
  • perilaku kekerasan;
  • kecemasan;
  • keselamatan pasien.

Prinsip utama:

risiko keselamatan lebih dahulu daripada intervensi psikososial lanjutan.

19. Perawatan Perioperatif

Karena rumah sakit memiliki pelayanan Bedah Sentral, peserta juga perlu memahami dasar perawatan perioperatif.

Materi:

  • persiapan preoperatif;
  • informed consent;
  • puasa;
  • identifikasi pasien;
  • monitoring pascaoperasi;
  • nyeri;
  • perdarahan;
  • luka operasi;
  • komplikasi anestesi.

20. Transfusi Darah

Fokus:

  • verifikasi pasien dan produk darah;
  • monitoring awal transfusi;
  • reaksi transfusi;
  • demam;
  • menggigil;
  • sesak;
  • nyeri pinggang;
  • tindakan pertama bila reaksi terjadi.

21. Pencegahan Dekubitus

Kuasai:

  • pengkajian risiko;
  • perubahan posisi;
  • kondisi kulit;
  • mobilisasi;
  • nutrisi;
  • penggunaan permukaan pendukung.

22. Mobilisasi dan Pencegahan Jatuh

Materi:

  • asesmen risiko jatuh;
  • pendampingan mobilisasi;
  • keamanan lingkungan;
  • penggunaan alat bantu;
  • perubahan posisi;
  • pencegahan hipotensi ortostatik.

23. Dokumentasi Keperawatan

Fokus:

  • hasil pengkajian;
  • intervensi;
  • respons pasien;
  • perubahan kondisi;
  • evaluasi;
  • dokumentasi objektif;
  • koreksi dokumentasi yang benar.

24. Handover dan SBAR

Pahami struktur:

Situation → Background → Assessment → Recommendation.

Soal dapat menanyakan informasi mana yang harus segera disampaikan ketika terjadi deteriorasi pasien.

25. Komunikasi Terapeutik

Materi:

  • komunikasi dengan pasien;
  • keluarga;
  • pasien cemas;
  • pasien marah;
  • pasien tidak kooperatif;
  • eduk

Contoh Soal Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil + Pembahasan

Contoh soal berikut dirancang berdasarkan kisi-kisi Seleksi TPL RSUD Muntilan untuk formasi Perawat Terampil. Setiap soal menggunakan pendekatan berbasis kasus agar peserta terbiasa menentukan tindakan yang paling aman, prioritas, dan sesuai kewenangan perawat.

Soal 1 — Kegawatdaruratan Respirasi

Seorang pasien pneumonia tiba-tiba mengalami sesak berat. Hasil pemeriksaan menunjukkan RR 34 kali/menit, SpO₂ 85%, nadi 116 kali/menit, dan pasien tampak menggunakan otot bantu napas.

Tindakan pertama perawat yang paling tepat adalah ….

A. Memposisikan pasien untuk membantu ventilasi, menilai airway-breathing, dan memberikan oksigen sesuai kebutuhan/protokol
B. Memberikan minum hangat
C. Meminta pasien beristirahat tanpa pemeriksaan
D. Menimbang berat badan
E. Menunda tindakan sampai dokter datang

Jawaban: A

Pembahasan:
Masalah utama adalah gangguan oksigenasi. Prioritas awal adalah airway dan breathing, sehingga posisi, assessment respirasi, dan terapi oksigen lebih mendesak dibanding tindakan lainnya.

Soal 2 — Hipoglikemia

Pasien diabetes yang mendapat insulin mengeluh gemetar, berkeringat dingin, lemas, dan sangat lapar. Pasien masih sadar dan dapat menelan.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan insulin tambahan
B. Memeriksa glukosa darah dan segera menangani hipoglikemia sesuai hasil dan kondisi pasien
C. Membatasi cairan
D. Meminta pasien tidur
E. Menunggu dokter tanpa tindakan

Jawaban: B

Pembahasan:
Gejala tersebut khas hipoglikemia. Perawat perlu segera mengonfirmasi kadar glukosa dan memberikan penanganan cepat karena kondisi dapat berkembang menjadi penurunan kesadaran atau kejang.

Soal 3 — Stroke dan Risiko Aspirasi

Pasien stroke batuk setiap kali minum dan suaranya menjadi basah setelah menelan.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan minuman menggunakan sedotan
B. Memberikan makanan lebih banyak
C. Menghentikan pemberian oral dan melakukan penilaian risiko aspirasi
D. Membaringkan pasien datar
E. Meminta keluarga tetap menyuapi perlahan

Jawaban: C

Pembahasan:
Batuk saat menelan dan wet voice merupakan tanda disfagia. Pemberian oral harus dihentikan sampai keamanan menelan dinilai untuk mencegah aspirasi.

Soal 4 — Perdarahan Postpartum

Seorang ibu satu jam setelah persalinan tampak pucat dan lemah. Pembalut cepat penuh darah, uterus teraba lembek, tekanan darah 90/60 mmHg, dan nadi 120 kali/menit.

Prioritas tindakan perawat adalah ….

A. Memberikan edukasi menyusui
B. Meminta pasien berjalan
C. Mengobservasi selama satu jam
D. Melakukan tindakan awal perdarahan postpartum dan segera berkolaborasi
E. Mengganti pembalut lalu menunggu

Jawaban: D

Pembahasan:
Uterus lembek dengan perdarahan dan tanda gangguan sirkulasi mengarah pada perdarahan postpartum, kemungkinan akibat atonia. Kondisi ini memerlukan penanganan segera.

Soal 5 — Dehidrasi Anak

Anak usia 2 tahun datang dengan diare. Anak tampak sangat lemah, mata cekung, nadi cepat lemah, tangan dingin, dan pengisian kapiler memanjang.

Masalah prioritas adalah ….

A. Gangguan pola tidur
B. Kurang pengetahuan keluarga
C. Risiko gangguan tumbuh kembang
D. Gangguan integritas kulit
E. Defisit volume cairan berat dengan gangguan perfusi

Jawaban: E

Pembahasan:
Tanda tersebut menunjukkan dehidrasi berat dan gangguan perfusi. Stabilitas sirkulasi harus menjadi prioritas utama.

Soal 6 — Keselamatan Pasien

Dua pasien di ruang rawat memiliki nama yang hampir sama. Sebelum memberikan obat, perawat melihat nomor rekam medis keduanya berbeda.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memverifikasi minimal dua identitas pasien sebelum memberikan obat
B. Menggunakan nomor kamar
C. Menanyakan nama pasien saja
D. Menggunakan wajah pasien sebagai identitas
E. Meminta keluarga memilih obat

Jawaban: A

Pembahasan:
Identifikasi dengan minimal dua identitas merupakan langkah penting untuk mencegah medication error dan pemberian obat kepada pasien yang salah.

Soal 7 — Kejang

Pasien mengalami kejang tonik-klonik di tempat tidur.

Tindakan perawat yang paling tepat adalah ….

A. Menahan ekstremitas dengan kuat
B. Melindungi kepala, menjaga jalan napas, dan mencegah cedera
C. Memasukkan sendok ke dalam mulut
D. Memberikan minum
E. Memindahkan pasien saat masih kejang

Jawaban: B

Pembahasan:
Saat kejang, prioritas adalah keselamatan dan airway. Jangan menahan gerakan secara paksa atau memasukkan benda ke dalam mulut.

Soal 8 — Pencegahan Infeksi

Perawat akan mengganti balutan luka operasi. Setelah membuka balutan lama, sarung tangan tampak terkontaminasi.

Langkah berikutnya paling tepat adalah ….

A. Menggunakan sarung tangan yang sama sampai selesai
B. Menyemprot sarung tangan dengan alkohol
C. Melepas sarung tangan, melakukan hand hygiene, lalu menggunakan sarung tangan baru sesuai tahap prosedur
D. Menyentuh luka dengan tangan tanpa sarung tangan
E. Menunda semua tindakan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pergantian dari tahap kotor ke tahap bersih membutuhkan penerapan prinsip aseptik untuk mencegah kontaminasi silang.

Soal 9 — Reaksi Transfusi

Lima belas menit setelah transfusi dimulai, pasien menggigil, demam, sesak, dan mengeluh nyeri pinggang.

Tindakan pertama adalah ….

A. Memperlambat transfusi
B. Memberikan antipiretik
C. Mengubah posisi pasien
D. Menghentikan transfusi dan melakukan penanganan reaksi transfusi sesuai prosedur
E. Menunggu lima menit

Jawaban: D

Pembahasan:
Gejala mengarah pada reaksi transfusi. Transfusi harus dihentikan segera, kemudian kondisi pasien dinilai dan prosedur pelaporan serta kolaborasi dilakukan.

Soal 10 — Risiko Jatuh

Pasien lansia tampak bingung dan mencoba turun dari tempat tidur sendiri. Ia memiliki riwayat jatuh dan sedang mendapat obat antihipertensi.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Membiarkan pasien agar tetap mandiri
B. Memberikan sedatif
C. Memasang restrain tanpa assessment
D. Mematikan lampu agar pasien tidur
E. Meningkatkan pencegahan jatuh dan mendampingi mobilisasi

Jawaban: E

Pembahasan:
Riwayat jatuh, kebingungan, dan obat antihipertensi meningkatkan risiko jatuh. Intervensi harus berfokus pada lingkungan aman, pendampingan, dan monitoring.

Soal 11 — Nyeri Dada

Pasien mengeluh nyeri dada menjalar ke lengan kiri disertai keringat dingin dan mual. Tekanan darah 95/60 mmHg.

Tindakan pertama perawat adalah ….

A. Menghentikan aktivitas pasien, melakukan assessment segera, dan mengaktifkan kolaborasi sesuai kondisi
B. Meminta pasien berjalan agar sirkulasi membaik
C. Memberikan makanan
D. Menunggu satu jam
E. Menyarankan tidur

Jawaban: A

Pembahasan:
Nyeri dada dengan gejala otonom dapat menunjukkan kondisi kardiovaskular akut. Aktivitas harus dihentikan dan kondisi pasien segera dievaluasi.

Soal 12 — Needle Stick Injury

Saat membereskan instrumen, perawat tertusuk jarum bekas pasien.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Menutup luka dan melanjutkan bekerja
B. Melakukan pertolongan awal pada area pajanan dan mengikuti prosedur pelaporan serta evaluasi pajanan
C. Memijat luka hingga berdarah banyak
D. Menunggu muncul gejala
E. Tidak perlu melapor bila lukanya kecil

Jawaban: B

Pembahasan:
Needle stick injury termasuk pajanan biologis yang membutuhkan penanganan dan pelaporan segera untuk menilai risiko dan kebutuhan tindak lanjut.

Soal 13 — Dokumentasi

Perawat menyadari bahwa catatan tindakan sebelumnya salah menuliskan waktu pemberian obat.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menghapus catatan lama seluruhnya
B. Menggunakan cairan penghapus
C. Melakukan koreksi dokumentasi sesuai prosedur tanpa menghilangkan catatan asli
D. Membiarkan kesalahan
E. Membuat rekam medis baru

Jawaban: C

Pembahasan:
Dokumentasi harus dapat ditelusuri. Kesalahan tidak boleh dihapus seolah-olah tidak pernah terjadi, tetapi diperbaiki sesuai prosedur yang berlaku.

Soal 14 — Handover SBAR

Saat pergantian shift, pasien pascaoperasi mengalami tekanan darah turun dari 120/80 menjadi 88/56 mmHg, nadi 118 kali/menit, dan drain menghasilkan darah lebih banyak.

Informasi yang paling penting disampaikan melalui SBAR adalah ….

A. Riwayat pendidikan pasien
B. Menu makan pasien
C. Nama anggota keluarga
D. Perubahan hemodinamik dan peningkatan perdarahan disertai rekomendasi evaluasi segera
E. Jam kunjungan keluarga

Jawaban: D

Pembahasan:
Handover harus menonjolkan perubahan kondisi yang berisiko terhadap keselamatan pasien dan membutuhkan tindakan cepat.

Soal 15 — Keperawatan Jiwa

Pasien mengatakan, “Suara itu menyuruh saya menyakiti diri sendiri.” Pasien tampak gelisah dan berusaha mengambil benda tajam.

Tindakan prioritas adalah ….

A. Mengajak pasien berdiskusi mengenai pekerjaan
B. Memberikan aktivitas kelompok
C. Menjelaskan bahwa suara tersebut tidak nyata
D. Membiarkan pasien sendirian agar tenang
E. Mengamankan pasien dan lingkungan serta melakukan assessment risiko mencederai diri

Jawaban: E

Pembahasan:
Command hallucination dengan risiko tindakan berbahaya membutuhkan prioritas keselamatan sebelum intervensi terapeutik lain.

Soal 16 — Pascaoperasi

Dua jam setelah operasi, pasien menjadi gelisah, RR 30 kali/menit, SpO₂ 87%, dan tampak sulit bernapas.

Tindakan pertama adalah ….

A. Menilai airway dan breathing serta segera menangani gangguan oksigenasi
B. Memberikan makan
C. Meminta pasien tidur
D. Mengganti balutan operasi
E. Menunda assessment sampai dokter datang

Jawaban: A

Pembahasan:
Hipoksemia pascaoperasi merupakan kondisi yang membutuhkan assessment dan intervensi segera terhadap airway dan breathing.

Soal 17 — Flebitis

Pada lokasi infus ditemukan kemerahan, nyeri, hangat, dan vena teraba seperti tali.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mempercepat cairan infus
B. Menghentikan infus pada lokasi tersebut dan melakukan tindak lanjut sesuai prosedur
C. Menutupi area dengan plester lebih tebal
D. Membiarkan infus tetap berjalan
E. Memberikan tekanan kuat pada vena

Jawaban: B

Pembahasan:
Tanda tersebut menunjukkan flebitis. Infus pada vena yang mengalami inflamasi tidak boleh diteruskan.

Soal 18 — Prioritas Pasien

Perawat menerima empat pasien berikut. Pasien mana yang harus diperiksa terlebih dahulu?

A. Pasien konstipasi selama dua hari
B. Pasien luka operasi dengan nyeri skala 4/10 dan tanda vital stabil
C. Pasien sesak, SpO₂ 82%, dan kesadaran mulai menurun
D. Pasien hipertensi 150/90 mmHg tanpa keluhan
E. Pasien meminta penggantian jadwal makan

Jawaban: C

Pembahasan:
Hipoksemia dengan perubahan kesadaran menunjukkan ancaman langsung terhadap breathing dan harus diprioritaskan.

Soal 19 — Near Miss

Perawat hampir memberikan obat kepada pasien yang salah, tetapi kesalahan terdeteksi sebelum obat diberikan.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Tidak perlu melakukan apa pun karena obat belum diberikan
B. Menghapus kejadian dari catatan
C. Menyalahkan petugas administrasi
D. Melaporkan sebagai near miss dan melakukan evaluasi faktor penyebab untuk mencegah pengulangan
E. Menunggu kejadian serupa terjadi lagi

Jawaban: D

Pembahasan:
Near miss tetap perlu dilaporkan karena menunjukkan adanya kelemahan sistem yang berpotensi menyebabkan insiden di masa depan.

Soal 20 — Profesionalisme

Keluarga meminta perawat memberikan informasi lengkap mengenai diagnosis pasien. Pasien dewasa sadar sebelumnya telah meminta agar informasi medis tertentu tidak disampaikan kepada keluarga.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan semua informasi karena mereka keluarga
B. Memberikan informasi hanya kepada anggota keluarga tertua
C. Menyerahkan rekam medis kepada keluarga
D. Menghindari keluarga tanpa penjelasan
E. Menjaga kerahasiaan pasien dan menyampaikan informasi sesuai izin pasien serta kewenangan profesi

Jawaban: E

Pembahasan:
Kerahasiaan merupakan bagian dari etika profesi. Informasi pasien tidak boleh diberikan kepada pihak lain tanpa dasar atau persetujuan yang sesuai.

Persiapkan Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil

cta3

Perbanyak latihan soal berbasis kasus untuk mengasah kemampuan asuhan keperawatan, kegawatdaruratan, patient safety, komunikasi, serta ketepatan menentukan tindakan dalam pelayanan rumah sakit. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses lebih banyak Soal Seleksi TPL RSUD Muntilan Perawat Terampil lengkap dengan pembahasan dan simulasi CAT.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.