Tes Kemampuan Akademik atau TKA menjadi salah satu asesmen yang dapat digunakan untuk menggambarkan capaian akademik murid secara objektif dan terstandar. Pada jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat, peserta dapat memilih mata pelajaran yang relevan dengan kebutuhan studi lanjut, salah satunya Sejarah. Hasil TKA juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai proses seleksi akademik dan pengakuan capaian belajar.
Soal TKA Sejarah tidak hanya menanyakan tahun, nama tokoh, atau tempat terjadinya peristiwa. Berdasarkan kerangka asesmen resmi, peserta juga dituntut memahami kronologi, hubungan sebab-akibat, perubahan dan keberlanjutan, serta keterkaitan suatu peristiwa dengan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya pada masanya.
Oleh sebab itu, persiapan TKA Sejarah 2026 sebaiknya tidak dilakukan dengan menghafalkan fakta secara terpisah. Anda perlu berlatih membaca sumber sejarah, membandingkan beberapa informasi, menentukan sudut pandang, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Berikut kisi-kisi dan contoh soal HOTS yang dapat digunakan sebagai bahan latihan.
Table of Contents
ToggleKisi-Kisi Soal TKA Sejarah SMA/SMK/MA 2026
Kerangka asesmen resmi TKA Sejarah mencakup pengantar ilmu sejarah, periode kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, perlawanan terhadap bangsa Eropa, pergerakan nasional hingga proklamasi, revolusi kemerdekaan sampai Demokrasi Terpimpin, serta masa Orde Baru hingga Reformasi.
Agar lebih mudah dipelajari, cakupan tersebut dapat dirangkum menjadi lima kelompok materi berikut.
1. Konsep Dasar dan Penelitian Sejarah
Materi ini mencakup pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni; konsep manusia, ruang, dan waktu; kronologi; periodisasi; perubahan dan keberlanjutan; serta hubungan sebab-akibat dalam sejarah.
Peserta juga perlu memahami tahapan penelitian sejarah, yaitu heuristik, verifikasi atau kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Soal dapat menyajikan kutipan prasasti, arsip, surat kabar, catatan perjalanan, foto, atau kesaksian lisan untuk dianalisis kredibilitas dan relevansinya.
Kemampuan yang diuji meliputi:
- Menentukan jenis sumber primer dan sekunder.
- Menilai keaslian serta kredibilitas sumber.
- Menyusun kronologi berdasarkan sejumlah bukti.
- Membedakan fakta, interpretasi, dan opini.
- Menarik kesimpulan berdasarkan bukti sejarah.
2. Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Nusantara
Materi meliputi proses masuknya pengaruh Hindu-Buddha dan Islam, perkembangan kerajaan-kerajaan di Nusantara, aktivitas perdagangan, struktur pemerintahan, kehidupan sosial, serta akulturasi budaya.
Kerajaan yang perlu dipahami antara lain Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Kediri, Singasari, Majapahit, Samudra Pasai, Demak, Aceh, Banten, Mataram Islam, Ternate, Tidore, Gowa, dan kerajaan Islam lainnya.
Soal HOTS biasanya meminta peserta:
- Menganalisis hubungan perdagangan dengan perkembangan kerajaan.
- Membandingkan pola pemerintahan beberapa kerajaan.
- Mengidentifikasi bentuk akulturasi pada bangunan atau tradisi.
- Menilai pengaruh letak geografis terhadap kekuatan politik kerajaan.
- Menjelaskan perubahan sosial setelah masuknya agama dan budaya baru.
3. Kolonialisme, Imperialisme, dan Perlawanan terhadap Bangsa Eropa
Cakupan ini membahas kedatangan bangsa Eropa, pembentukan VOC, kebijakan pemerintahan kolonial, monopoli perdagangan, kerja paksa, sistem sewa tanah, tanam paksa, Politik Etis, dan perkembangan ekonomi kolonial.
Materi perlawanan mencakup perlawanan Sultan Agung, Sultan Hasanuddin, Pattimura, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, rakyat Aceh, Sisingamangaraja XII, serta berbagai perlawanan lokal lainnya.
Peserta perlu mampu:
- Menganalisis latar belakang kebijakan kolonial.
- Menilai dampak sosial dan ekonomi kolonialisme.
- Membandingkan strategi perlawanan di berbagai daerah.
- Menjelaskan penyebab kegagalan perlawanan lokal.
- Menghubungkan Politik Etis dengan munculnya kelompok terpelajar.
4. Pergerakan Nasional, Pendudukan Jepang, dan Proklamasi
Materi ini meliputi lahirnya organisasi pergerakan nasional, perkembangan nasionalisme, Sumpah Pemuda, strategi kooperatif dan nonkooperatif, pendudukan Jepang, proses persiapan kemerdekaan, serta peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945.
Organisasi dan peristiwa penting meliputi Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional Indonesia, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Kongres Pemuda, BPUPKI, PPKI, Peristiwa Rengasdengklok, dan penyusunan naskah proklamasi.
Kemampuan yang diuji mencakup:
- Membandingkan karakter organisasi pergerakan.
- Menganalisis perubahan strategi perjuangan.
- Menjelaskan pengaruh pendidikan terhadap nasionalisme.
- Menilai dampak pendudukan Jepang.
- Menyusun hubungan antarkejadian menuju proklamasi.
5. Revolusi Kemerdekaan, Demokrasi, Orde Baru, dan Reformasi
Materi mencakup perjuangan mempertahankan kemerdekaan, diplomasi Indonesia, perubahan bentuk negara, Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, dan Reformasi.
Peristiwa yang perlu dipahami antara lain Pertempuran Surabaya, Bandung Lautan Api, Agresi Militer Belanda, Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem-Royen, Konferensi Meja Bundar, Dekret Presiden 5 Juli 1959, Gerakan 30 September, kebijakan pembangunan Orde Baru, krisis ekonomi 1997–1998, dan agenda Reformasi.
Peserta dituntut mampu:
- Menganalisis hubungan perjuangan fisik dan diplomasi.
- Mengevaluasi perubahan sistem politik.
- Menilai dampak kebijakan ekonomi dan pembangunan.
- Membandingkan karakter pemerintahan antarperiode.
- Mengidentifikasi perubahan dan keberlanjutan setelah Reformasi.
Contoh Soal HOTS TKA Sejarah SMA/SMK/MA 2026
Soal 1
Seorang peneliti ingin mengkaji kondisi masyarakat Batavia pada awal abad ke-20. Ia menggunakan surat kabar yang diterbitkan pada 1910, buku sejarah yang ditulis pada 1995, foto kawasan Batavia pada 1912, dan artikel populer yang diterbitkan pada 2024.
Sumber yang paling tepat digunakan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kehidupan masyarakat pada periode tersebut adalah …
A. Buku sejarah tahun 1995 dan artikel tahun 2024
B. Surat kabar tahun 1910 dan foto tahun 1912
C. Buku sejarah tahun 1995 dan foto tahun 1912
D. Artikel tahun 2024 dan surat kabar tahun 1910
E. Seluruh sumber tanpa dilakukan kritik sumber
Jawaban: B
Pembahasan: Surat kabar tahun 1910 dan foto tahun 1912 berasal dari masa yang dekat dengan objek penelitian sehingga dapat dikategorikan sebagai sumber primer. Meskipun demikian, keduanya tetap harus melalui kritik sumber untuk menilai keaslian dan kredibilitas informasinya.
Soal 2
Dua sumber memberikan keterangan berbeda mengenai jumlah korban dalam suatu pertempuran. Catatan pemerintah menyebutkan jumlah korban relatif kecil, sedangkan kesaksian penduduk menyebutkan jumlah korban jauh lebih besar.
Tindakan paling tepat yang harus dilakukan peneliti adalah …
A. Menggunakan catatan pemerintah karena berbentuk dokumen resmi
B. Menggunakan kesaksian penduduk karena mengalami peristiwa secara langsung
C. Mengabaikan kedua sumber karena informasinya bertentangan
D. Membandingkan kedua sumber dengan bukti lain yang relevan
E. Menggabungkan jumlah korban dari kedua sumber
Jawaban: D
Pembahasan: Perbedaan informasi tidak boleh langsung diselesaikan dengan memilih salah satu sumber. Peneliti harus melakukan kritik sumber dan membandingkan informasi tersebut dengan arsip, laporan, foto, data pemakaman, atau sumber lain yang relevan.
Soal 3
Prasasti Kedukan Bukit menjelaskan perjalanan suci yang dilakukan oleh penguasa Sriwijaya. Sementara itu, catatan asing menunjukkan bahwa Sriwijaya menguasai jalur perdagangan di sekitar Selat Malaka.
Kesimpulan paling logis berdasarkan kedua sumber tersebut adalah …
A. Sriwijaya hanya berkembang sebagai pusat keagamaan
B. Kekuatan Sriwijaya tidak berhubungan dengan aktivitas maritim
C. Sriwijaya mengembangkan kekuasaan politik yang didukung posisi perdagangan
D. Catatan asing lebih akurat daripada prasasti
E. Sriwijaya berkembang tanpa dukungan wilayah strategis
Jawaban: C
Pembahasan: Kedua sumber menunjukkan bahwa Sriwijaya memiliki kekuasaan politik sekaligus posisi strategis dalam perdagangan maritim. Penguasaan jalur perdagangan menjadi salah satu faktor yang memperkuat pengaruh kerajaan tersebut.
Soal 4
Candi di Jawa memperlihatkan unsur arsitektur India, tetapi relief, bentuk bangunan, dan penggambarannya disesuaikan dengan kondisi serta kebudayaan masyarakat setempat.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa …
A. Masyarakat Nusantara menerima budaya India secara pasif
B. Kebudayaan lokal hilang setelah masuknya pengaruh India
C. Pengaruh India hanya berkembang dalam bidang ekonomi
D. Budaya India sepenuhnya menggantikan budaya lokal
E. Terjadi akulturasi antara budaya luar dan budaya lokal
Jawaban: E
Pembahasan: Akulturasi terjadi ketika unsur kebudayaan baru diterima dan diolah tanpa menghilangkan kepribadian budaya lama. Bangunan candi di Indonesia memperlihatkan perpaduan unsur India dengan tradisi lokal.
Soal 5
Kerajaan-kerajaan Islam awal banyak berkembang di pesisir, seperti Samudra Pasai, Demak, Banten, dan Gowa. Kondisi tersebut paling tepat dijelaskan oleh pernyataan …
A. Penyebaran Islam berkaitan erat dengan jaringan perdagangan maritim
B. Wilayah pedalaman tidak memiliki struktur pemerintahan
C. Seluruh kerajaan pesisir mendapat bantuan militer dari Timur Tengah
D. Masyarakat pesisir menolak seluruh tradisi lokal
E. Kerajaan Islam hanya dapat berkembang di sekitar pelabuhan
Jawaban: A
Pembahasan: Pedagang muslim berinteraksi dengan masyarakat di kota-kota pelabuhan. Hubungan perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan aktivitas keagamaan mempercepat perkembangan komunitas Islam di wilayah pesisir.
Soal 6
VOC memiliki hak mencetak uang, membuat perjanjian, membentuk tentara, mendirikan benteng, dan menyatakan perang. Berdasarkan hak tersebut, VOC dapat dipahami sebagai …
A. Perusahaan dagang yang tidak terlibat dalam politik
B. Organisasi sosial yang mendukung kerajaan-kerajaan lokal
C. Perusahaan swasta yang memperoleh kewenangan menyerupai negara
D. Lembaga diplomatik yang mewakili seluruh negara Eropa
E. Pemerintahan kolonial yang tidak menjalankan perdagangan
Jawaban: C
Pembahasan: Hak oktroi membuat VOC tidak sekadar menjadi perusahaan dagang. VOC memiliki kewenangan politik dan militer yang biasanya dimiliki oleh sebuah negara.
Soal 7
Sistem tanam paksa mewajibkan penduduk menyediakan tanah dan tenaga untuk menanam tanaman ekspor. Dalam praktiknya, pelaksanaan kebijakan tersebut sering melampaui ketentuan resmi.
Dampak paling kuat dari penyimpangan tersebut adalah …
A. Meningkatnya kemandirian ekonomi petani
B. Menurunnya beban kerja masyarakat pedesaan
C. Berkembangnya industri milik penduduk lokal
D. Meningkatnya penderitaan dan kerawanan pangan
E. Hilangnya kepentingan ekonomi pemerintah kolonial
Jawaban: D
Pembahasan: Penggunaan lahan dan tenaga untuk tanaman ekspor mengurangi kesempatan masyarakat menanam bahan pangan. Beban pajak, kerja, dan penyimpangan aparat juga memperburuk kondisi masyarakat.
Soal 8
Perlawanan terhadap kolonialisme sebelum abad ke-20 umumnya bersifat kedaerahan, bergantung pada tokoh tertentu, dan belum terkoordinasi secara nasional.
Faktor yang paling menjelaskan mudahnya pemerintah kolonial menghadapi perlawanan tersebut adalah …
A. Seluruh perlawanan menolak penggunaan senjata
B. Tidak adanya persamaan kepentingan di kalangan masyarakat
C. Terbatasnya koordinasi antardaerah dan mudahnya politik adu domba
D. Pemerintah kolonial tidak memiliki kekuatan militer
E. Para pemimpin lokal mendukung monopoli kolonial
Jawaban: C
Pembahasan: Perlawanan yang terpisah-pisah memungkinkan pemerintah kolonial memusatkan kekuatan pada satu wilayah. Politik adu domba juga dimanfaatkan untuk melemahkan persatuan antarkelompok.
Soal 9
Politik Etis membuka akses pendidikan Barat bagi sebagian penduduk pribumi. Namun, kebijakan tersebut kemudian ikut mendorong munculnya kritik terhadap kolonialisme.
Hubungan kedua peristiwa itu ditunjukkan oleh …
A. Pendidikan melahirkan kelompok terpelajar yang memahami gagasan kebangsaan
B. Pendidikan membuat masyarakat menerima penjajahan sepenuhnya
C. Sekolah kolonial menghapus seluruh bentuk diskriminasi
D. Politik Etis langsung memberikan kemerdekaan politik
E. Pendidikan membatasi komunikasi antardaerah
Jawaban: A
Pembahasan: Pendidikan melahirkan kelompok terpelajar yang mampu membaca, menulis, berorganisasi, dan mengenal gagasan nasionalisme. Kelompok inilah yang kemudian berperan penting dalam pergerakan nasional.
Soal 10
Budi Utomo lebih berfokus pada pendidikan dan kebudayaan, sedangkan Sarekat Islam berkembang menjadi organisasi massa dengan basis sosial yang lebih luas.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa …
A. Seluruh organisasi pergerakan memiliki tujuan dan strategi yang sama
B. Pergerakan nasional berkembang melalui organisasi dengan karakter beragam
C. Organisasi massa selalu lebih berhasil daripada organisasi pendidikan
D. Pergerakan nasional hanya didukung oleh kelompok pedagang
E. Organisasi pendidikan tidak berpengaruh terhadap nasionalisme
Jawaban: B
Pembahasan: Organisasi pergerakan nasional memiliki latar belakang, basis anggota, dan metode perjuangan yang berbeda. Keberagaman tersebut menunjukkan perkembangan kesadaran nasional dalam berbagai kelompok masyarakat.
Soal 11
Sumpah Pemuda 1928 menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Nilai strategis peristiwa tersebut bagi perjuangan kemerdekaan adalah …
A. Menghapus seluruh organisasi kepemudaan daerah
B. Menjadikan bahasa daerah tidak boleh digunakan
C. Mengakhiri kekuasaan kolonial secara langsung
D. Memperkuat identitas nasional melampaui ikatan kedaerahan
E. Mengubah perjuangan nasional menjadi perjuangan ekonomi semata
Jawaban: D
Pembahasan: Sumpah Pemuda memperkuat identitas Indonesia dan menempatkan persatuan nasional di atas identitas kedaerahan. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam pembentukan bangsa Indonesia.
Soal 12
Pada masa pendudukan Jepang, masyarakat mengalami eksploitasi melalui romusha. Di sisi lain, sebagian pemuda memperoleh pengalaman organisasi dan latihan militer.
Kesimpulan yang paling tepat adalah …
A. Pendudukan Jepang hanya memberikan dampak positif
B. Pendudukan Jepang tidak memengaruhi proses kemerdekaan
C. Seluruh organisasi bentukan Jepang bersifat independen
D. Jepang sejak awal bertujuan memerdekakan Indonesia
E. Pendudukan Jepang membawa dampak eksploitatif sekaligus pengalaman organisatoris
Jawaban: E
Pembahasan: Pendudukan Jepang menimbulkan penderitaan besar melalui kerja paksa dan eksploitasi sumber daya. Namun, pengalaman organisasi, administrasi, dan militer kemudian dimanfaatkan sebagian tokoh Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan.
Soal 13
Golongan pemuda mendesak agar proklamasi dilakukan segera setelah Jepang menyerah. Sementara itu, golongan tua mempertimbangkan risiko politik dan keamanan.
Perbedaan pandangan tersebut terutama berkaitan dengan …
A. Tujuan akhir perjuangan kemerdekaan
B. Waktu dan cara melaksanakan proklamasi
C. Keinginan mempertahankan pemerintahan Jepang
D. Penolakan terhadap pembentukan negara Indonesia
E. Perbedaan dasar negara yang akan digunakan
Jawaban: B
Pembahasan: Kedua kelompok sama-sama menghendaki kemerdekaan. Perbedaannya terletak pada waktu dan mekanisme proklamasi, terutama terkait kekhawatiran bahwa kemerdekaan dianggap sebagai pemberian Jepang.
Soal 14
Setelah Proklamasi, Indonesia melakukan perjuangan bersenjata sekaligus diplomasi. Strategi tersebut menunjukkan bahwa …
A. Diplomasi dan perjuangan fisik digunakan untuk saling memperkuat
B. Perjuangan bersenjata dianggap tidak memiliki manfaat
C. Diplomasi dilakukan untuk mengembalikan kekuasaan Belanda
D. Indonesia hanya mengandalkan dukungan negara lain
E. Perjuangan fisik bertentangan sepenuhnya dengan diplomasi
Jawaban: A
Pembahasan: Perjuangan fisik menunjukkan bahwa rakyat mempertahankan kemerdekaan, sedangkan diplomasi digunakan untuk memperoleh pengakuan dan dukungan internasional. Keduanya merupakan strategi yang saling melengkapi.
Soal 15
Perjanjian Linggarjati, Renville, dan Roem-Royen menghasilkan konsekuensi yang berbeda bagi wilayah dan posisi politik Indonesia.
Cara paling tepat untuk menilai perjanjian-perjanjian tersebut adalah …
A. Hanya melihat wilayah yang dikuasai Indonesia setelah perjanjian
B. Menganggap seluruh diplomasi sebagai bentuk kekalahan
C. Menganalisis isi, kondisi politik, dan dampak setiap perjanjian
D. Menilai perjanjian berdasarkan tokoh yang menandatanganinya
E. Mengabaikan pengaruh tekanan internasional
Jawaban: C
Pembahasan: Penilaian sejarah harus mempertimbangkan konteks. Isi perjanjian, keseimbangan kekuatan, kondisi militer, tekanan internasional, dan dampak jangka panjang perlu dianalisis secara bersamaan.
Soal 16
Pada masa Demokrasi Liberal, kabinet sering berganti sebelum berhasil menyelesaikan program kerja jangka panjang.
Kondisi tersebut terutama disebabkan oleh …
A. Tidak adanya partai politik
B. Lemahnya dukungan parlemen dan rapuhnya koalisi
C. Presiden memegang seluruh kekuasaan pemerintahan
D. Indonesia menggunakan sistem satu partai
E. Tidak adanya lembaga legislatif
Jawaban: B
Pembahasan: Dalam sistem parlementer, kabinet harus memperoleh dukungan parlemen. Koalisi yang rapuh dan konflik antarkepentingan menyebabkan kabinet mudah kehilangan dukungan.
Soal 17
Dekret Presiden 5 Juli 1959 mengakhiri berlakunya Undang-Undang Dasar Sementara 1950 dan memberlakukan kembali UUD 1945.
Perubahan politik yang paling berkaitan dengan dekret tersebut adalah …
A. Berakhirnya seluruh peran presiden
B. Menguatnya sistem parlementer
C. Dibubarkannya seluruh lembaga negara
D. Meningkatnya konsentrasi kekuasaan pada presiden
E. Dilaksanakannya pemilihan umum secara langsung
Jawaban: D
Pembahasan: Pemberlakuan kembali UUD 1945 menjadi awal Demokrasi Terpimpin. Dalam perkembangannya, kekuasaan politik semakin terpusat pada presiden.
Soal 18
Pemerintah Orde Baru berhasil meningkatkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi pada periode tertentu. Namun, pemerintahan tersebut juga mendapat kritik karena sentralisasi kekuasaan, pembatasan politik, korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Penilaian historis yang paling tepat adalah …
A. Orde Baru sepenuhnya berhasil karena pertumbuhan ekonomi
B. Orde Baru sepenuhnya gagal karena bersifat sentralistik
C. Keberhasilan pembangunan menghapus seluruh persoalan politik
D. Kritik politik membuat hasil pembangunan tidak perlu dikaji
E. Orde Baru perlu dinilai melalui capaian sekaligus dampak kebijakannya
Jawaban: E
Pembahasan: Penilaian sejarah harus bersifat kritis dan berimbang. Capaian pembangunan perlu dilihat bersama dampak politik, sosial, ekonomi, serta persoalan tata kelola pemerintahan.
Soal 19
Krisis ekonomi 1997–1998 berkembang menjadi krisis politik di Indonesia. Hal ini terjadi karena …
A. Tekanan ekonomi memperbesar ketidakpuasan terhadap pemerintahan
B. Krisis ekonomi tidak berpengaruh pada kehidupan masyarakat
C. Pemerintah berhasil menjaga harga seluruh kebutuhan pokok
D. Gerakan Reformasi hanya menuntut perubahan kebudayaan
E. Masyarakat tidak mempermasalahkan praktik korupsi
Jawaban: A
Pembahasan: Melemahnya nilai rupiah, naiknya harga kebutuhan, meningkatnya pengangguran, dan runtuhnya kepercayaan terhadap pemerintah memperbesar tuntutan perubahan politik.
Soal 20
Setelah Reformasi, Indonesia mengalami perubahan berupa pembatasan masa jabatan presiden, penguatan lembaga perwakilan, pemilihan umum yang lebih terbuka, dan pelaksanaan otonomi daerah.
Kesimpulan yang paling tepat adalah …
A. Reformasi mengembalikan sistem politik Indonesia ke masa kolonial
B. Reformasi menghapus seluruh persoalan demokrasi secara langsung
C. Reformasi mendorong desentralisasi dan penguatan mekanisme demokrasi
D. Reformasi menghilangkan peran masyarakat dalam politik
E. Reformasi membuat pemerintahan daerah tidak terikat konstitusi
Jawaban: C
Pembahasan: Reformasi menghasilkan perubahan kelembagaan dan mekanisme politik yang mengarah pada demokratisasi serta desentralisasi. Namun, pelaksanaannya tetap menghadapi berbagai tantangan.
Tips Mengerjakan Soal TKA Sejarah
Soal TKA Sejarah kemungkinan besar menggunakan stimulus berupa teks, kutipan sumber, ilustrasi, peta, tabel, foto, atau narasi peristiwa. Kerangka asesmen resmi juga menekankan penggunaan sumber primer maupun sekunder untuk menguji pemahaman kronologi, sebab-akibat, perubahan, dan konteks sejarah.
Agar dapat mengerjakannya dengan lebih efektif, terapkan beberapa strategi berikut:
- Baca pertanyaan terlebih dahulu sebelum menganalisis stimulus.
- Tandai informasi mengenai tokoh, waktu, tempat, dan hubungan antarkejadian.
- Bedakan fakta yang terdapat dalam stimulus dengan opini pada pilihan jawaban.
- Hindari memilih jawaban hanya karena memuat istilah sejarah yang paling dikenal.
- Pilih kesimpulan yang paling didukung oleh bukti, bukan yang paling panjang.
- Perhatikan kata seperti “paling tepat”, “paling logis”, “penyebab utama”, dan “dampak langsung”.
- Latih kemampuan membandingkan dua peristiwa atau dua sumber yang berbeda.
- Pelajari sejarah secara kronologis agar hubungan antarkejadian lebih mudah dipahami.
Latihan Lebih Lengkap dengan 100+ Soal TKA Sejarah
Dua puluh soal di atas dapat menjadi langkah awal untuk mengenali pola pertanyaan TKA Sejarah. Namun, kemampuan berpikir historis tidak cukup dibangun dengan membaca rangkuman materi. Anda perlu berlatih menggunakan lebih banyak stimulus, variasi periode, sumber sejarah, dan pola analisis.
Untuk mendapatkan 100+ soal TKA Sejarah SMA/SMK/MA 2026 yang lebih lengkap, Anda dapat mengunjungi fungsional.id. Tersedia kumpulan latihan soal yang dapat membantu Anda mempelajari materi secara bertahap, menguji pemahaman, dan membiasakan diri menghadapi soal-soal analitis.

Kunjungi fungsional.id dan mulai latihan Soal TKA Sejarah 2026 sekarang. Semakin banyak pola soal yang Anda kuasai, semakin siap Anda menghadapi TKA dengan percaya diri.


