Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kimia untuk jenjang SMA, MA, dan SMK menguji penguasaan struktur mikroskopis materi, stoikiometri reaksi, termokimia, laju dan kesetimbangan kimia, larutan asam-basa dan penyangga, redoks dan elektrokimia, hingga kimia organik hidrokarbon dan biomolekul berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Berikut disajikan panduan kisi-kisi dan kumpulan 50 contoh soal TKA Kimia SMA/SMK/MA lengkap dengan kunci jawaban dan analisis reaksi kimia terperinci.
Kisi-Kisi & Distribusi Materi Soal TKA Kimia SMA/SMK/MA
| Domain Materi Kimia | Cakupan Pokok Bahasan | Distribusi Soal |
|---|---|---|
| Struktur Atom, Ikatan & Stoikiometri | Konfigurasi Elektron, Bilangan Kuantum, SPU, Ikatan Kovalen/Ion/Bentuk Molekul, Hukum Dasar & Konsep Mol | 13 Butir (Soal 1 – 13) |
| Larutan & Kesetimbangan Asam Basa | Titrasi Asam Basa, Larutan Penyangga (Buffer), Hidrolisis Garam, Ksp (Kelarutan & Hasil Kali Kelarutan), Sifat Koligatif | 13 Butir (Soal 14 – 26) |
| Kinetika, Termokimia & Kesetimbangan | Entalpi Reaksi (Hukum Hess/Energi Ikatan), Laju Reaksi & Orde, Pergeseran Kesetimbangan Le Chatelier (Kc & Kp) | 12 Butir (Soal 27 – 38) |
| Redoks, Elektrokimia & Kimia Organik | Penyetaraan Redoks, Sel Volta & Potensial Sel, Elektrolisis Hukum Faraday, Gugus Fungsi Karbon & Makromolekul | 12 Butir (Soal 39 – 50) |
Tingkatkan Skor TKA Kimia Anda dengan Sistem CBT Online
Latih pemahaman konsep fisis, rumus hitung cepat, dan manajemen waktu ujian dengan ribuan bank soal interaktif terupdate di Bimbel Fungsional.
Tersedia Pembahasan Lengkap & Kunci Jawaban
Kumpulan 50 Contoh Soal TKA Kimia SMA/SMK dan Pembahasan
Empat bilangan kuantum untuk elektron terakhir dari atom unsur ₁₇Cl adalah ….
B. n = 3, l = 1, m = 0, s = +1/2
C. n = 3, l = 0, m = 0, s = -1/2
D. n = 3, l = 2, m = -1, s = +1/2
E. n = 2, l = 1, m = +1, s = -1/2
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Konfigurasi ₁₇Cl: 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵. Elektron terakhir pada 3p⁵: n = 3, l = 1. Orbital p: m = -1 (↑↓), m = 0 (↑↓), m = +1 (↑). Elektron ke-5 jatuh di m = 0 dengan spin ke bawah s = -1/2.
Di antara unsur-unsur seperiode berikut: ₁₁Na, ₁₂Mg, ₁₃Al, ₁₄Si, ₁₇Cl, unsur yang memiliki jari-jari atom terbesar adalah ….
B. Mg
C. Al
D. Si
E. Cl
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Dalam satu periode dari kiri ke kanan, muatan inti bertambah sehingga tarikan terhadap elektron semakin kuat, menyebabkan jari-jari atom mengecil. Unsur paling kiri (Na) memiliki jari-jari terbesar.
Molekul CH₄ memiliki 4 pasangan elektron ikatan (PEI) dan 0 pasangan elektron bebas (PEB). Bentuk geometri molekul tersebut adalah ….
B. Segitiga datar
C. Tetrahedron (Tetrahedral)
D. Piramida trigonal
E. Oktahedron
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Tipe molekul AX₄ (4 PEI, 0 PEB) memiliki geometri tetrahedral dengan sudut ikatan 109,5°.
Molekul berikut yang bersifat NONPOLAR karena memiliki bentuk simetris sempurna adalah ….
B. NH₃
C. CO₂
D. HF
E. PCl₃
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: CO₂ memiliki bentuk geometri linear (O=C=O) sehingga momen dipol kedua ikatan C=O saling meniadakan (momen dipol total = 0, nonpolar).
Titik didih air (H₂O) jauh lebih tinggi daripada H₂S karena di antara molekul-molekul air terbentuk ….
B. Ikatan kovalen koordinasi
C. Ikatan hidrogen
D. Gaya dispersi London
E. Ikatan logam
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Ikatan hidrogen terbentuk antara atom H dengan atom yang sangat elektronegatif (F, O, N), memberikan gaya tarik intermolekul yang sangat kuat.
Massa magnesium dan oksigen yang bereaksi membentuk magnesium oksida (MgO) selalu memiliki perbandingan massa 3 : 2. Jika direaksikan 12 gram magnesium dengan 10 gram oksigen, massa MgO yang terbentuk adalah ….
B. 20 gram
C. 22 gram
D. 24 gram
E. 25 gram
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Perbandingan Mg : O = 3 : 2. Untuk 12 gram Mg dibutuhkan: (2/3) × 12 = 8 gram O (tersisa 2 gram O). Massa MgO = 12 + 8 = 20 gram.
Massa dari 0,5 mol gas karbon dioksida (CO₂) (Ar C = 12, O = 16) adalah ….
B. 22 gram
C. 33 gram
D. 44 gram
E. 88 gram
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Mr CO₂ = 12 + 2(16) = 44 g/mol. Massa = mol × Mr = 0.5 × 44 = 22 gram.
Volume dari 4 gram gas metana CH₄ (Mr = 16) pada keadaan standar (STP, 0°C, 1 atm) adalah ….
B. 5.6 liter
C. 11.2 liter
D. 22.4 liter
E. 44.8 liter
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Mol CH₄ = 4 / 16 = 0.25 mol. Volume STP = mol × 22.4 L = 0.25 × 22.4 = 5.6 liter.
Sebanyak 0,2 mol gas H₂ direaksikan dengan 0,2 mol gas O₂ menurut reaksi: 2H₂ + O₂ ➔ 2H₂O. Pereaksi pembatas dan mol H₂O yang terbentuk adalah ….
B. H₂ sebagai pembatas, 0.2 mol H₂O
C. H₂ sebagai pembatas, 0.1 mol H₂O
D. O₂ sebagai pembatas, 0.2 mol H₂O
E. Tidak ada pereaksi sisa
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Bagi mol dengan koefisien: H₂ = 0.2/2 = 0.1; O₂ = 0.2/1 = 0.2. H₂ memiliki nilai lebih kecil ➔ H₂ adalah pereaksi pembatas. Mol H₂O = (2/2) × 0.2 = 0.2 mol.
Suatu senyawa hidrokarbon mengandung 80% karbon dan 20% hidrogen (Ar C = 12, H = 1). Rumus empiris senyawa tersebut adalah ….
B. CH₂
C. CH₃
D. C₂H₅
E. C₃H₈
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Mol C : Mol H = (80/12) : (20/1) = 6.67 : 20 = 1 : 3. Rumus empiris = CH₃.
Sebanyak 4 gram NaOH (Mr = 40) dilarutkan dalam air hingga volume larutan menjadi 500 mL. Molaritas larutan NaOH adalah ….
B. 0.2 M
C. 0.4 M
D. 0.5 M
E. 1.0 M
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Mol NaOH = 4 / 40 = 0.1 mol. M = mol / Volume (L) = 0.1 / 0.5 = 0.2 M.
Pada suhu dan tekanan yang sama, 6 liter gas N₂ bereaksi dengan gas H₂ membentuk gas NH₃ menurut reaksi: N₂(g) + 3H₂(g) ➔ 2NH₃(g). Volume gas NH₃ yang dihasilkan adalah ….
B. 9 liter
C. 12 liter
D. 18 liter
E. 24 liter
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Perbandingan volume = perbandingan koefisien. Volume NH₃ = (2/1) × Volume N₂ = 2 × 6 = 12 liter.
Pasangan nuklida berikut yang merupakan ISOTON (memiliki jumlah neutron yang sama) adalah ….
B. ₆¹⁴C dan ₇¹⁴N
C. ₆¹³C dan ₇¹⁴N
D. ₁₁²³Na dan ₁₂²⁴Mg
E. ₁₉³⁹K dan ₂₀⁴⁰Ca
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Neutron = Nomor Massa – Nomor Atom. Untuk ₁₁²³Na: 23 – 11 = 12 neutron. Untuk ₁₂²⁴Mg: 24 – 12 = 12 neutron (keduanya isoton).
Besarnya pH dari larutan HCl 0,001 M adalah ….
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: [H⁺] = M × valensi = 10⁻³ × 1 = 10⁻³. pH = -log[H⁺] = -log(10⁻³) = 3.
Besarnya pH dari larutan Ba(OH)₂ 0,005 M adalah ….
B. 11
C. 12
D. 13
E. 14
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: [OH⁻] = M × valensi = 0.005 × 2 = 0.01 M = 10⁻². pOH = -log(10⁻²) = 2. pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12.
Larutan asam asetat CH₃COOH 0,1 M memiliki tetapan Ka = 10⁻⁵. pH larutan tersebut adalah ….
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: [H⁺] = √(Ka × M) = √(10⁻⁵ × 10⁻¹) = √(10⁻⁶) = 10⁻³ M. pH = 3.
Campuran 100 mL CH₃COOH 0,2 M (Ka = 10⁻⁵) dengan 100 mL CH₃COONa 0,1 M menghasilkan larutan penyangga dengan pH sebesar ….
B. 5 – log 2
C. 5
D. 5 + log 2
E. 6
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Mol asam = 100 × 0.2 = 20 mmol. Mol garam = 100 × 0.1 = 10 mmol. [H⁺] = Ka × (mol asam / mol garam) = 10⁻⁵ × (20 / 10) = 2 × 10⁻⁵ M. pH = 5 – log 2.
Garam NH₄Cl yang dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis parsial dan bersifat ….
B. Basa (pH > 7) karena anion Cl⁻ menghasilkan OH⁻
C. Netral (pH = 7)
D. Amfoter
E. Tidak terhidrolisis sama sekali
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: NH₄Cl berasal dari basa lemah (NH₄OH) dan asam kuat (HCl). Kation NH₄⁺ terhidrolisis menghasilkan H₃O⁺ sehingga larutan bersifat asam (pH < 7).
Jika kelarutan garam Ag₂CrO₄ dalam air adalah s mol/L, maka nilai hasil kali kelarutan (Ksp) Ag₂CrO₄ dinyatakan dalam s adalah ….
B. 2s²
C. 4s³
D. 27s⁴
E. 108s⁵
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Ag₂CrO₄ ⇄ 2Ag⁺ + CrO₄²⁻. [Ag⁺] = 2s, [CrO₄²⁻] = s. Ksp = [Ag⁺]² [CrO₄²⁻] = (2s)² (s) = 4s³.
Kelarutan garam AgCl (Ksp = 10⁻¹⁰) akan menjadi paling kecil jika dilarutkan dalam ….
B. Larutan NaCl 0.1 M
C. Larutan CaCl₂ 0.1 M
D. Larutan AgNO₃ 0.01 M
E. Larutan glukosa 0.1 M
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Adanya ion sejenis (Cl⁻ atau Ag⁺) memperkecil kelarutan. Larutan CaCl₂ 0.1 M menghasilkan konsentrasi Cl⁻ terbesar: [Cl⁻] = 2 × 0.1 = 0.2 M.
Fraksi mol glukosa dalam larutan adalah 0,1. Jika tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 24 mmHg, penurunan tekanan uap larutan (ΔP) adalah ….
B. 2.40 mmHg
C. 21.60 mmHg
D. 24.00 mmHg
E. 26.40 mmHg
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: ΔP = P₀ × Xt = 24 mmHg × 0.1 = 2.4 mmHg.
Sebanyak 18 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 500 gram air (Kb air = 0,52 °C/m). Titik didih larutan glukosa tersebut adalah ….
B. 100.520 °C
C. 101.040 °C
D. 100.052 °C
E. 102.080 °C
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Mol = 18/180 = 0.1 mol. Molalitas m = 0.1 / 0.5 kg = 0.2 m. ΔTb = m × Kb = 0.2 × 0.52 = 0.104 °C. Tb = 100 + 0.104 = 100.104 °C.
Larutan urea CO(NH₂)₂ memiliki konsentrasi 0,1 M pada suhu 27°C (R = 0,082 L·atm/mol·K). Tekanan osmotik larutan adalah ….
B. 2.46 atm
C. 3.69 atm
D. 4.92 atm
E. 6.15 atm
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: T = 27 + 273 = 300 K. π = M R T = 0.1 × 0.082 × 300 = 2.46 atm.
Peristiwa penghamburan berkas sinar oleh partikel-partikel koloid seperti sorot lampu mobil di malam berkabut disebut ….
B. Efek Tyndall
C. Elektroforesis
D. Dialisis
E. Koagulasi
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Efek Tyndall adalah fenomena optik penghamburan cahaya oleh partikel fase terdispersi koloid.
Kabut dan awan merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi dan medium pendispersi berturut-turut ….
B. Padat dalam gas
C. Gas dalam cair
D. Cair dalam cair
E. Gas dalam padat
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Aerosol cair terbentuk dari butiran zat cair yang terdispersi di dalam medium gas.
Sebanyak 25 mL larutan HCl 0,1 M dinetralkan tepat oleh 20 mL larutan NaOH. Molaritas larutan NaOH adalah ….
B. 0.100 M
C. 0.125 M
D. 0.150 M
E. 0.200 M
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: V₁ M₁ n₁ = V₂ M₂ n₂ ➔ 25 × 0.1 × 1 = 20 × M₂ × 1 ➔ 2.5 = 20 M₂ ➔ M₂ = 2.5 / 20 = 0.125 M.
Diketahui: C + O₂ ➔ CO₂ (ΔH = -394 kJ) dan 2CO + O₂ ➔ 2CO₂ (ΔH = -566 kJ). Nilai ΔH untuk reaksi C + 1/2 O₂ ➔ CO adalah ….
B. -172 kJ
C. -283 kJ
D. +111 kJ
E. +283 kJ
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Reaksi 1: C + O₂ ➔ CO₂ (ΔH = -394). Reaksi 2 dibalik & dibagi 2: CO₂ ➔ CO + 1/2 O₂ (ΔH = +283). Jumlahkan ➔ C + 1/2 O₂ ➔ CO (ΔH = -394 + 283 = -111 kJ).
Diketahui energi ikatan: C=C (614 kJ), C-C (348 kJ), C-H (413 kJ), H-Cl (431 kJ), C-Cl (328 kJ). Perubahan entalpi reaksi adisi CH₂=CH₂ + HCl ➔ CH₃-CH₂-Cl adalah ….
B. -58 kJ
C. +44 kJ
D. +58 kJ
E. -88 kJ
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: ΔH = ΣE_putus – ΣE_bentuk = [(C=C) + (H-Cl)] – [(C-C) + (C-H) + (C-Cl)] = (614 + 431) – (348 + 413 + 328) = 1045 – 1089 = -44 kJ.
Data eksperimen reaksi A + B ➔ C menunjukkan bahwa jika konsentrasi A dinaikkan 2 kali pada [B] tetap, laju naik 4 kali. Jika [B] dinaikkan 2 kali pada [A] tetap, laju naik 2 kali. Persamaan laju reaksi adalah ….
B. v = k [A]² [B]
C. v = k [A] [B]²
D. v = k [A]² [B]²
E. v = k [A]³
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Orde thd A: 2^m = 4 ➔ m = 2. Orde thd B: 2^n = 2 ➔ n = 1. Persamaan laju: v = k [A]² [B].
Kenaikan suhu mempercepat laju reaksi kimia terutama karena ….
B. Meningkatkan energi kinetik partikel sehingga memperbanyak tumbukan efektif
C. Mengurangi luas permukaan bidang sentuh
D. Menambah volume wadah reaksi
E. Menghilangkan katalis
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Peningkatan suhu menaikkan energi kinetik rata-rata partikel reaktan sehingga fraksi molekul yang mencapai energi aktivasi (tumbukan efektif) bertambah.
Katalis dapat mempercepat tercapainya kesetimbangan reaksi kimia dengan cara ….
B. Menurunkan energi aktivasi (Ea) dengan menyediakan jalur reaksi alternatif
C. Menggeser posisi kesetimbangan ke arah produk
D. Menaikkan suhu sistem secara spontan
E. Menambah jumlah zat pereaksi
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Katalis menurunkan energi aktivasi reaksi tanpa mengubah nilai perubahan entalpi ΔH maupun posisi akhir kesetimbangan.
Pada reaksi kesetimbangan eksoterm: N₂(g) + 3H₂(g) ⇄ 2NH₃(g) (ΔH = -92 kJ). Jika suhu sistem dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah ….
B. Kiri (reaktan bertambah)
C. Tetap tidak bergeser
D. Mempercepat reaksi bolak-balik tanpa pergeseran
E. Mengendapkan gas N₂
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Sesuai azas Le Chatelier, peningkatan suhu menggeser kesetimbangan ke arah reaksi endoterm (ke arah kiri/reaktan).
Pada reaksi: 2SO₂(g) + O₂(g) ⇄ 2SO₃(g). Jika tekanan sistem diperbesar (volume diperkecil), kesetimbangan akan bergeser ke arah ….
B. Kanan karena jumlah koefisien gas lebih kecil (2 mol vs 3 mol)
C. Tetap
D. Pembentukan SO₂ bertambah
E. Tidak terpengaruh tekanan
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Peningkatan tekanan menggeser kesetimbangan ke sisi dengan jumlah koefisien gas terkecil (kanan = 2 koefisien vs kiri = 3 koefisien).
Dalam wadah 1 liter dipanaskan gas HI hingga terurai: 2HI(g) ⇄ H₂(g) + I₂(g). Pada saat setimbang terdapat 0,2 mol HI, 0,1 mol H₂, dan 0,1 mol I₂. Nilai tetapan kesetimbangan Kc adalah ….
B. 0.25
C. 0.50
D. 1.00
E. 2.50
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Kc = ([H₂] [I₂]) / [HI]² = (0.1 × 0.1) / (0.2)² = 0.01 / 0.04 = 0.25.
Hubungan antara tetapan kesetimbangan tekanan (Kp) dan konsentrasi (Kc) dinyatakan dengan rumus Kp = Kc (RT)^(Δn). Nilai Δn untuk reaksi N₂(g) + 3H₂(g) ⇄ 2NH₃(g) adalah ….
B. -1
C. 0
D. +1
E. +2
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Δn = koefisien produk gas – koefisien reaktan gas = 2 – (1 + 3) = 2 – 4 = -2.
Pembakaran 1 mol gas metana melepaskan kalor sebesar 890 kJ. Persamaan termokimia yang tepat adalah ….
B. CH₄(g) + 2O₂(g) ➔ CO₂(g) + 2H₂O(l) (ΔH = +890 kJ)
C. CO₂(g) + 2H₂O(l) ➔ CH₄(g) + 2O₂(g) (ΔH = -890 kJ)
D. CH₄(g) ➔ C(s) + 2H₂(g) (ΔH = -890 kJ)
E. CH₄(g) + O₂(g) ➔ CO(g) + 2H₂O(l) (ΔH = +890 kJ)
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Reaksi pembakaran melepaskan kalor (eksoterm) sehingga nilai perubahan entalpi bertanda negatif (ΔH = -890 kJ).
Reaksi peluruhan zat X mengikuti kinetika orde 1 dengan waktu paruh 20 menit. Persentase zat X yang tersisa setelah 60 menit adalah ….
B. 25%
C. 12.5%
D. 6.25%
E. 3.125%
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: n = 60 / 20 = 3 waktu paruh. Sisa = (1/2)³ = 1/8 = 12.5%.
Reaksi yang menyatakan entalpi pembentukan standar (ΔHf°) gas CO₂ adalah ….
B. C(grafit) + O₂(g) ➔ CO₂(g)
C. C(intan) + 2O(g) ➔ CO₂(g)
D. CaCO₃(s) ➔ CaO(s) + CO₂(g)
E. 2C(s) + 2O₂(g) ➔ 2CO₂(g)
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: ΔHf° mengacu pada pembentukan 1 mol senyawa langsung dari unsur-unsur bebasnya dalam bentuk standar paling stabil (karbon grafit dan gas O₂).
Bilangan oksidasi atom Mangan (Mn) tertinggi terdapat pada senyawa ….
B. MnSO₄
C. KMnO₄
D. K₂MnO₄
E. Mn₂O₃
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Pada KMnO₄: K = +1, 4O = -8 ➔ Mn = +7 (tertinggi). Pada MnO₂ (+4), MnSO₄ (+2), K₂MnO₄ (+6), Mn₂O₃ (+3).
Pada reaksi redoks: a Cr₂O₇²⁻ + b Fe²⁺ + c H⁺ ➔ d Cr³⁺ + e Fe³⁺ + f H₂O. Nilai koefisien a, b, dan d setelah disetarakan berturut-turut adalah ….
B. 1, 3, dan 2
C. 2, 6, dan 1
D. 1, 6, dan 1
E. 2, 3, dan 4
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Cr₂O₇²⁻ + 6Fe²⁺ + 14H⁺ ➔ 2Cr³⁺ + 6Fe³⁺ + 7H₂O. Nilai a = 1, b = 6, d = 2.
Diketahui: Zn²⁺ + 2e ➔ Zn (E° = -0,76 V) dan Cu²⁺ + 2e ➔ Cu (E° = +0,34 V). Besarnya potensial sel standar (E°sel) dari reaksi Zn + Cu²⁺ ➔ Zn²⁺ + Cu adalah ….
B. +1.10 V
C. -1.10 V
D. +0.58 V
E. -0.42 V
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: E°sel = E°katoda (reduksi) – E°anoda (oksidasi) = (+0.34) – (-0.76) = +0.34 + 0.76 = +1.10 V.
Notasi sel Volta yang tepat untuk reaksi redoks pada Soal 41 di atas adalah ….
B. Cu | Cu²⁺ || Zn²⁺ | Zn
C. Zn²⁺ | Zn || Cu | Cu²⁺
D. Cu²⁺ | Cu || Zn | Zn²⁺
E. Zn | Cu²⁺ || Zn²⁺ | Cu
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Notasi sel: Anoda (oksidasi) || Katoda (reduksi) ➔ Zn | Zn²⁺ || Cu²⁺ | Cu.
Arus listrik 10 Ampere dialirkan ke dalam larutan CuSO₄ (Ar Cu = 63,5) selama 965 detik. Massa tembaga yang mengendap di katoda adalah ….
B. 3.1750 gram
C. 6.3500 gram
D. 12.700 gram
E. 31.750 gram
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: w = (e × i × t) / 96500 = [(63.5 / 2) × 10 × 965] / 96500 = (31.75 × 9650) / 96500 = 3.175 gram.
Pada elektrolisis larutan NaCl dengan elektroda karbon (inert), gas yang dihasilkan di ruang anoda adalah ….
B. Gas Oksigen (O₂)
C. Gas Klorin (Cl₂)
D. Gas Natrium
E. Gas Nitrogen
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Ion halida Cl⁻ pada anoda inert dioksidasi menjadi gas klorin: 2Cl⁻ ➔ Cl₂(g) + 2e.
Senyawa hidrokarbon butana (C₄H₁₀) memiliki jumlah isomer rangka sebanyak ….
B. 3 isomer
C. 4 isomer
D. 5 isomer
E. 6 isomer
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: C₄H₁₀ memiliki 2 isomer: n-butana dan 2-metilpropana (isobutana).
Senyawa organik dengan rumus molekul C₂H₆O dapat berupa etanol atau metoksimetana. Keduanya merupakan pasangan isomer fungsi dengan gugus ….
B. -CHO (aldehida) dan -CO- (keton)
C. -COOH (asam karboksilat) dan -COO- (ester)
D. -NH₂ (amina) dan -NO₂
E. -X (haloalkana)
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Alkohol (R-OH) dan eter (R-O-R’) memiliki rumus umum molekul sama (CnH2n+2O) dan berisomer fungsi.
Gugus fungsi aldehida (-CHO) dapat dibedakan dari keton (-CO-) karena aldehida bereaksi positif dengan pereaksi Fehling menghasilkan ….
B. Endapan merah bata tembaga(I) oksida (Cu₂O)
C. Gas hidrogen berbusa
D. Warna ungu pekat
E. Endapan putih perak klorida
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Oksidasi aldehida oleh pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata Cu₂O.
Reaksi antara asam etanoat (CH₃COOH) dengan etanol (C₂H₅OH) dengan katalis asam sulfat pekat menghasilkan ester berupa ….
B. Etil asetat (etil etanoat) dan air
C. Dimetil eter
D. Asam propanoat
E. Propanon
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Esterifikasi: Asam karboksilat + Alkohol ⇄ Ester + Air. CH₃COOH + C₂H₅OH ➔ CH₃COOC₂H₅ (etil asetat) + H₂O.
Uji Biuret pada sampel makanan menghasilkan warna ungu. Hal ini membuktikan bahwa sampel makanan tersebut mengandung ….
B. Lemak jenuh
C. Ikatan peptida protein
D. Asam nukleat
E. Vitamin C
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Uji Biuret positif berwarna ungu menandakan adanya minimal dua ikatan peptida dalam rantai protein.
Nilon 6,6 terbentuk dari reaksi monomer asam adipat dan heksametilendiamina dengan melepaskan molekul air. Jenis polimerisasi ini disebut ….
B. Polimerisasi kondensasi
C. Polimerisasi radikal bebas
D. Polimerisasi vulkanisasi
E. Hidrolisis enzimatik
💡 Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Pembahasan: Polimerisasi kondensasi menggabungkan monomer yang memiliki gugus fungsi berbeda dengan melepaskan molekul kecil (seperti H₂O).
Tips Cepat Mengerjakan Soal TKA Kimia SMA/SMK
1. Kuasai Penyetaraan Reaksi & Konsep Mol: Hampir 40% soal stoikiometri, larutan, dan elektrokimia bertumpu pada perbandingan koefisien reaksi setara.
2. Hafalkan Pasangan Isomer Fungsi: Ingat rumus umum: Alkohol berisomer dengan Eter (CnH2n+2O), Aldehida dengan Keton (CnH2nO), dan Asam Karboksilat dengan Ester (CnH2nO2).
3. Pahami Pola Pergeseran Kesetimbangan: Ingat azas Le Chatelier: Pemanasan menggeser ke endoterm, penambahan tekanan menggeser ke koefisien gas terkecil.
Rekomendasi Latihan Soal TKA SMA/SMK Lainnya
Persiapkan diri Anda menghadapi Asesmen Akademik dan Ujian Minat Bakat dengan kumpulan modul latihan soal mata pelajaran lainnya:
• Soal TKA Matematika: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK
• Soal TKA Bahasa Inggris: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK
• Soal TKA Bahasa Indonesia: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK
• Soal TKA Sosiologi: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK
• Soal TKA Fisika: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK
• Soal TKA Kimia: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK
• Soal TKA PKK dan KIK SMK: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan Lengkap
• Soal TKA Bahasa Jepang: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK
Tanya Jawab (FAQ) Soal TKA Kimia SMA/SMK/MA
Q: Apa saja materi pokok yang paling sering muncul dalam TKA Kimia?
A: Struktur atom dan SPU, stoikiometri reaksi, larutan asam basa & buffer, termokimia & laju reaksi, serta reaksi redoks & elektrokimia sel Volta.
Q: Bagaimana cara membedakan larutan buffer dengan hidrolisis garam?
A: Larutan buffer tersisa spesi lemah dan konjugasinya, sedangkan hidrolisis garam terjadi saat asam dan basa tepat habis bereaksi membentuk garam yang terionisasi.
Q: Di mana bisa mengikuti tryout simulasi TKA Kimia CBT online?
A: Anda dapat mencoba simulasi tryout online interaktif di bimbel.fungsional.id.
Dapatkan Paket Latihan Soal TKA Kimia Lengkap!

Asah ketajaman berpikir dan kesiapan ujian Anda bersama ribuan bank soal terstandar di bimbel.fungsional.id!


