Tes Kemampuan Akademik atau TKA menjadi salah satu sarana untuk mengukur capaian akademik siswa secara terstandar. Bagi siswa SMA, SMK, MA, dan sederajat, Kimia termasuk mata pelajaran pilihan yang dapat diikuti sesuai kebutuhan pendidikan lanjutan maupun bidang studi yang dituju.
TKA Kimia tidak hanya menguji kemampuan menghafal rumus, nama senyawa, atau definisi. Peserta perlu memahami hubungan antarkonsep, mengolah data percobaan, melakukan perhitungan, serta menganalisis penerapan kimia dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan, dan dunia industri.
Oleh karena itu, latihan soal TKA Kimia SMA/SMK/MA 2026 sebaiknya tidak berhenti pada soal hitungan rutin. Anda juga perlu terbiasa menghadapi stimulus berupa tabel, ilustrasi percobaan, data perubahan konsentrasi, grafik energi, fenomena lingkungan, hingga proses produksi bahan kimia.
Berikut kisi-kisi ringkas dan 20 contoh soal HOTS yang dapat digunakan sebagai awal persiapan menghadapi TKA Kimia 2026.
Table of Contents
ToggleKisi-Kisi TKA Kimia SMA/SMK/MA 2026
Kisi-kisi berikut dirangkum berdasarkan kerangka asesmen resmi TKA Kimia. Muatannya merujuk pada materi esensial yang terdapat dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Secara resmi, materi tersebut dikelompokkan ke dalam kimia dasar, kimia analitik, kimia fisik, dan kimia organik.
- Struktur Atom, Sistem Periodik, dan Ikatan Kimia
Materi ini mencakup perkembangan model atom, konfigurasi elektron, bilangan kuantum, letak unsur dalam sistem periodik, serta kecenderungan sifat periodik seperti jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan. Peserta juga perlu menguasai pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam; struktur Lewis; geometri molekul; kepolaran; serta hubungan gaya antarmolekul dengan sifat fisik zat.
- Hukum Dasar Kimia, Persamaan Reaksi, dan Stoikiometri
Peserta diharapkan mampu menyetarakan persamaan reaksi serta menggunakan konsep mol untuk menentukan massa, volume gas, jumlah partikel, komposisi senyawa, pereaksi pembatas, dan hasil reaksi. Soal dapat dikembangkan melalui konteks industri, analisis kadar zat, pembakaran bahan bakar, pengolahan mineral, atau efisiensi suatu proses kimia.
- Larutan, Asam-Basa, Kesetimbangan Larutan, dan Koloid
Cakupan materi meliputi konsentrasi larutan, elektrolit, kesetimbangan ion, teori asam-basa, pH, hidrolisis garam, larutan penyangga, titrasi, kelarutan, hasil kali kelarutan, serta sifat dan penerapan sistem koloid. Peserta perlu mampu memilih konsep yang tepat untuk menganalisis pencemaran air, obat-obatan, makanan, produk pembersih, dan proses pengolahan limbah.
- Energetika, Laju Reaksi, Kesetimbangan, dan Elektrokimia
Materi kimia fisik meliputi perubahan entalpi, hukum Hess, energi ikatan, faktor yang memengaruhi laju reaksi, teori tumbukan, kesetimbangan kimia, prinsip Le Chatelier, serta reaksi reduksi-oksidasi. Analisis juga dapat mencakup sel volta, elektrolisis, korosi, baterai, dan pemilihan kondisi optimum dalam proses industri.
- Struktur dan Kereaktifan Senyawa Karbon
Materi ini mencakup tata nama, struktur, isomer, sifat, dan reaksi senyawa hidrokarbon serta turunannya. Peserta juga perlu memahami alkohol, eter, aldehida, keton, asam karboksilat, ester, benzena, polimer, serta penerapan senyawa organik dalam bahan bakar, obat, pangan, plastik, dan produk rumah tangga.
Contoh Soal HOTS TKA Kimia SMA/SMK/MA 2026
Kerjakan soal berikut dengan memperhatikan informasi pada stimulus, hubungan antarkonsep, dan ketepatan perhitungannya.
Soal 1
Klorin di alam tersusun atas dua isotop, yaitu Cl-35 dan Cl-37. Apabila kelimpahan Cl-35 sebesar 75% dan Cl-37 sebesar 25%, massa atom relatif rata-rata klorin adalah ….
A. 35,0
B. 35,2
C. 35,5
D. 36,0
E. 36,5
Jawaban: C
Pembahasan:
Ar Cl = (75% × 35) + (25% × 37) = 26,25 + 9,25 = 35,5.
Soal 2
Unsur X mempunyai konfigurasi elektron 2, 8, 7. Ketika bereaksi dengan unsur logam golongan alkali, kecenderungan yang paling mungkin terjadi adalah ….
A. X melepaskan satu elektron dan membentuk X⁺
B. X menerima satu elektron dan membentuk X⁻
C. X menerima dua elektron dan membentuk X²⁻
D. X berbagi empat elektron membentuk ikatan logam
E. X tidak bereaksi karena kulit elektronnya telah penuh
Jawaban: B
Pembahasan:
Unsur X memiliki tujuh elektron valensi. Agar mencapai konfigurasi stabil seperti gas mulia, X cenderung menerima satu elektron dan membentuk ion bermuatan −1.
Soal 3
Molekul NH₃ memiliki tiga pasangan elektron ikatan dan satu pasangan elektron bebas pada atom pusat. Berdasarkan teori VSEPR, bentuk dan sifat molekul tersebut adalah ….
A. Linear dan nonpolar
B. Trigonal planar dan nonpolar
C. Tetrahedral dan nonpolar
D. Piramida trigonal dan polar
E. Bengkok dan polar
Jawaban: D
Pembahasan:
Empat domain elektron membentuk geometri elektron tetrahedral. Karena satu domain berupa pasangan elektron bebas, bentuk molekulnya menjadi piramida trigonal. Distribusi muatannya tidak simetris sehingga NH₃ bersifat polar.
Soal 4
Empat senyawa hidrogen halida memiliki massa molekul relatif yang berbeda. Meskipun massa molekul relatifnya paling kecil, HF memiliki titik didih lebih tinggi daripada HCl, HBr, dan HI. Penyebab utamanya adalah ….
A. HF memiliki ikatan ion paling kuat
B. Atom fluor memiliki ukuran paling besar
C. Antarmolekul HF terbentuk ikatan hidrogen
D. HF memiliki jumlah elektron paling banyak
E. Ikatan kovalen H–F paling mudah diputus
Jawaban: C
Pembahasan:
Titik didih dipengaruhi gaya tarik antarmolekul. Molekul HF dapat membentuk ikatan hidrogen yang lebih kuat daripada gaya dipol atau gaya London pada hidrogen halida lainnya.
Soal 5
Gas nitrogen dan hidrogen bereaksi menurut persamaan:
N₂(g) + 3H₂(g) → 2NH₃(g)
Jika tersedia 2 mol N₂ dan 5 mol H₂, jumlah maksimum NH₃ yang dapat terbentuk adalah ….
A. 2,00 mol
B. 2,50 mol
C. 3,00 mol
D. 3,33 mol
E. 4,00 mol
Jawaban: D
Pembahasan:
Untuk menghabiskan 2 mol N₂ dibutuhkan 6 mol H₂, sedangkan hanya tersedia 5 mol. Dengan demikian, H₂ menjadi pereaksi pembatas.
Mol NH₃ = 2/3 × 5 = 3,33 mol.
Soal 6
Suatu senyawa mengandung 40% karbon, 6,7% hidrogen, dan 53,3% oksigen. Jika Ar C = 12, H = 1, dan O = 16, rumus empiris senyawa tersebut adalah ….
A. CHO
B. CH₂O
C. C₂H₄O
D. C₂H₄O₂
E. CH₄O
Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam 100 gram senyawa:
- C = 40/12 = 3,33 mol
- H = 6,7/1 = 6,7 mol
- O = 53,3/16 = 3,33 mol
Perbandingan sederhananya sekitar 1 : 2 : 1, sehingga rumus empirisnya CH₂O.
Soal 7
Pada kondisi standar, sebanyak 5,6 liter gas oksigen digunakan dalam suatu reaksi pembakaran. Jika volume molar gas pada kondisi tersebut adalah 22,4 liter/mol, massa oksigen yang digunakan sebesar ….
A. 4 gram
B. 6 gram
C. 8 gram
D. 16 gram
E. 32 gram
Jawaban: C
Pembahasan:
Mol O₂ = 5,6/22,4 = 0,25 mol.
Massa O₂ = 0,25 × 32 = 8 gram.
Soal 8
Sebuah proses sintesis secara teoritis dapat menghasilkan 10 gram produk. Setelah proses selesai dan produk dimurnikan, massa yang diperoleh hanya 8 gram. Persentase rendemen proses tersebut adalah ….
A. 20%
B. 40%
C. 60%
D. 80%
E. 125%
Jawaban: D
Pembahasan:
Rendemen = hasil aktual/hasil teoritis × 100%.
Rendemen = 8/10 × 100% = 80%.
Soal 9
Sebanyak 100 mL larutan HCl 0,1 M dicampurkan dengan 100 mL larutan NaOH 0,05 M. pH larutan setelah pencampuran adalah ….
A. 1,00
B. 1,30
C. 1,60
D. 2,00
E. 12,40
Jawaban: C
Pembahasan:
Mol HCl = 0,1 × 0,1 = 0,01 mol.
Mol NaOH = 0,05 × 0,1 = 0,005 mol.
Sisa H⁺ = 0,005 mol dalam volume 0,2 liter.
[H⁺] = 0,005/0,2 = 0,025 M.
pH = −log 0,025 ≈ 1,60.
Soal 10
Larutan penyangga dibuat dari asam asetat dan natrium asetat dengan konsentrasi yang sama. Jika Ka asam asetat = 1,8 × 10⁻⁵, pH larutan tersebut mendekati ….
A. 2,87
B. 4,00
C. 4,74
D. 5,26
E. 9,26
Jawaban: C
Pembahasan:
Karena konsentrasi asam dan basa konjugasinya sama:
pH = pKa + log 1 = pKa.
pKa = −log (1,8 × 10⁻⁵) ≈ 4,74.
Soal 11
Jika nilai Ksp AgCl pada suhu tertentu adalah 1,8 × 10⁻¹⁰, kelarutan AgCl dalam air murni mendekati ….
A. 1,8 × 10⁻¹⁰ M
B. 1,3 × 10⁻⁵ M
C. 1,8 × 10⁻⁵ M
D. 9,0 × 10⁻⁵ M
E. 1,3 × 10⁻¹⁰ M
Jawaban: B
Pembahasan:
AgCl ⇌ Ag⁺ + Cl⁻
Jika kelarutannya s, maka:
Ksp = s²
s = √(1,8 × 10⁻¹⁰) ≈ 1,3 × 10⁻⁵ M.
Soal 12
Berkas cahaya dilewatkan ke dalam dua gelas. Gelas pertama berisi larutan gula, sedangkan gelas kedua berisi campuran susu dan air. Jalur cahaya hanya terlihat jelas pada gelas kedua. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ….
A. Larutan gula mengalami sedimentasi
B. Susu merupakan larutan sejati
C. Partikel koloid menghamburkan cahaya
D. Molekul gula berukuran lebih besar daripada partikel susu
E. Campuran susu dan air selalu membentuk endapan
Jawaban: C
Pembahasan:
Penghamburan cahaya oleh partikel koloid dikenal sebagai efek Tyndall. Larutan sejati seperti larutan gula tidak memperlihatkan jalur cahaya secara jelas.
Soal 13
Diketahui data perubahan entalpi:
C(s) + O₂(g) → CO₂(g) ΔH = −394 kJ/mol
CO(g) + 1/2 O₂(g) → CO₂(g) ΔH = −283 kJ/mol
Perubahan entalpi untuk reaksi:
C(s) + 1/2 O₂(g) → CO(g)
adalah ….
A. −677 kJ/mol
B. −394 kJ/mol
C. −283 kJ/mol
D. −111 kJ/mol
E. +111 kJ/mol
Jawaban: D
Pembahasan:
Reaksi pertama dikurangi reaksi kedua:
ΔH = −394 − (−283) = −111 kJ/mol.
Soal 14
Laju suatu reaksi menjadi dua kali lebih besar setiap kenaikan suhu 10°C. Jika reaksi berlangsung pada suhu 20°C kemudian suhunya dinaikkan menjadi 50°C, laju reaksi menjadi ….
A. 2 kali
B. 4 kali
C. 6 kali
D. 8 kali
E. 16 kali
Jawaban: D
Pembahasan:
Kenaikan suhu = 30°C atau tiga kali kenaikan 10°C.
Peningkatan laju = 2³ = 8 kali.
Soal 15
Amonia diproduksi melalui reaksi eksoterm:
N₂(g) + 3H₂(g) ⇌ 2NH₃(g)
Perubahan kondisi yang secara bersamaan menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan amonia adalah ….
A. Menaikkan suhu dan menurunkan tekanan
B. Menaikkan suhu dan memperbesar volume
C. Menurunkan suhu dan menaikkan tekanan
D. Menurunkan tekanan dan menambahkan katalis
E. Memperbesar volume dan mengurangi konsentrasi N₂
Jawaban: C
Pembahasan:
Karena reaksi pembentukan NH₃ bersifat eksoterm, penurunan suhu menggeser kesetimbangan ke kanan. Jumlah mol gas di kanan lebih sedikit, sehingga peningkatan tekanan juga menggeser kesetimbangan ke kanan.
Soal 16
Diketahui potensial reduksi standar:
Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu E° = +0,34 V
Zn²⁺ + 2e⁻ → Zn E° = −0,76 V
Pernyataan yang benar mengenai sel volta Zn–Cu adalah ….
A. Cu mengalami oksidasi pada anode
B. Zn mengalami reduksi pada katode
C. Elektron mengalir dari Cu menuju Zn
D. Zn menjadi anode dan E°sel sebesar 1,10 V
E. E°sel bernilai −1,10 V sehingga reaksi tidak spontan
Jawaban: D
Pembahasan:
Zn lebih mudah mengalami oksidasi sehingga menjadi anode. Cu²⁺ mengalami reduksi di katode.
E°sel = E°katode − E°anode
= 0,34 − (−0,76)
= 1,10 V.
Soal 17
Suatu alkohol dioksidasi dan menghasilkan senyawa yang memberikan hasil negatif pada uji Tollens, tetapi memiliki gugus karbonil. Alkohol awal yang paling mungkin digunakan adalah ….
A. Metanol
B. Etanol
C. Alkohol primer
D. Alkohol sekunder
E. Alkohol tersier
Jawaban: D
Pembahasan:
Oksidasi alkohol sekunder menghasilkan keton. Keton memiliki gugus karbonil, tetapi umumnya tidak memberikan hasil positif pada uji Tollens. Alkohol primer menghasilkan aldehida, sedangkan alkohol tersier sulit dioksidasi.
Soal 18
Suatu pabrik menggunakan monomer etena untuk membuat bahan pembungkus yang ringan dan tahan air. Proses dan produk yang terbentuk adalah ….
A. Polimerisasi kondensasi menghasilkan nilon
B. Polimerisasi adisi menghasilkan polietena
C. Hidrolisis menghasilkan poliester
D. Esterifikasi menghasilkan polipropilena
E. Substitusi menghasilkan polivinil klorida
Jawaban: B
Pembahasan:
Ikatan rangkap pada etena dapat terbuka dan membentuk rantai panjang melalui polimerisasi adisi. Produk yang dihasilkan adalah polietena atau polietilena.
Soal 19
Minyak atau lemak dipanaskan bersama larutan NaOH dalam pembuatan sabun. Produk utama dari reaksi tersebut adalah ….
A. Alkohol dan aldehida
B. Gliserol dan garam asam lemak
C. Ester dan air
D. Keton dan asam karboksilat
E. Eter dan garam anorganik
Jawaban: B
Pembahasan:
Reaksi penyabunan atau saponifikasi merupakan hidrolisis lemak oleh basa kuat. Reaksi ini menghasilkan gliserol dan garam natrium dari asam lemak yang berfungsi sebagai sabun.
Soal 20
Benzena direaksikan dengan campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat. Produk organik utama yang terbentuk adalah ….
A. Fenol melalui reaksi oksidasi
B. Anilina melalui reaksi reduksi
C. Nitrobenzena melalui substitusi elektrofilik
D. Asam benzoat melalui reaksi adisi
E. Sikloheksana melalui reaksi eliminasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Campuran HNO₃ dan H₂SO₄ menghasilkan ion nitronium yang bertindak sebagai elektrofil. Elektrofil tersebut menggantikan satu atom hidrogen pada cincin benzena sehingga terbentuk nitrobenzena.
Tingkatkan Kesiapan dengan 150+ Soal TKA Kimia
Dua puluh soal di atas baru menggambarkan sebagian variasi persoalan yang dapat muncul dalam TKA Kimia. Agar lebih siap, Anda perlu berlatih menggunakan soal yang mencakup seluruh topik, mulai dari struktur atom, stoikiometri, larutan, kesetimbangan, termokimia, elektrokimia, hingga kimia organik.
Latihan dalam jumlah yang lebih banyak membantu Anda mengenali pola soal, memilih konsep yang tepat, meningkatkan ketelitian perhitungan, dan mengatur waktu pengerjaan. Hal ini penting karena soal HOTS sering menggabungkan beberapa konsep dalam satu stimulus dan menuntut analisis sebelum perhitungan dilakukan.
Ingin mengakses lebih dari 150 soal TKA Kimia SMA/SMK/MA 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan?

Kunjungi fungsional.id dan dapatkan paket latihan yang lebih lengkap untuk mendukung persiapan TKA Kimia Anda. Pelajari setiap pembahasan, evaluasi materi yang belum dikuasai, lalu ulangi latihan secara bertahap sampai Anda mampu menyelesaikan soal dengan lebih cepat dan tepat.


