Soal TKA Sosiologi: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sosiologi dirancang untuk mengukur pemahaman mendalam peserta didik mengenai realitas sosial, dinamika interaksi, struktur dan stratifikasi sosial, konflik dan integrasi, perubahan sosial di era globalisasi, serta metodologi penelitian sosial. Pendekatan soal mengutamakan daya analisis kritis terhadap fenomena sosial masyarakat kontemporer.

Berikut disajikan rangkuman kisi-kisi dan kumpulan 50 contoh soal TKA Sosiologi SMA/SMK/MA yang dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan analitis.

Kisi-Kisi & Distribusi Materi Soal TKA Sosiologi SMA/SMK/MA

Domain Materi Sosiologi Cakupan Pokok Bahasan Distribusi Soal
Konsep Dasar, Interaksi & Nilai Norma Ciri Sosiologi, Syarat Interaksi Sosial, Bentuk Asosiatif/Disosiatif, Nilai & Norma, Sosialisasi & Pembentukan Kepribadian 13 Butir (Soal 1 – 13)
Struktur Sosial, Diferensiasi & Stratifikasi Kriteria Stratifikasi (Kekayaan, Kekuasaan, Keturunan), Diferensiasi Sosial (Suku, Agama, Ras), Mobilitas Sosial 12 Butir (Soal 14 – 25)
Konflik, Kekerasan, Perdamaian & Integrasi Akar Konflik Sosial, Bentuk Akomodasi (Mediasi, Arbitrase, Kompromi), Kohesi Sosial, Integrasi Bangsa 12 Butir (Soal 26 – 37)
Perubahan Sosial, Globalisasi & Riset Sosial Teori Perubahan (Siklus, Linier), Modernisasi, Kearifan Lokal, Metode Penelitian (Kualitatif/Kuantitatif, Sampling) 13 Butir (Soal 38 – 50)
Simulasi Tryout TKA 2026

Tingkatkan Skor TKA Sosiologi Anda dengan Sistem CBT Online

Latih pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan manajemen waktu ujian dengan ribuan bank soal interaktif terupdate di Bimbel Fungsional.

Mulai Tryout Sosiologi Online

Tersedia Pembahasan Lengkap & Kunci Jawaban

Kumpulan 50 Contoh Soal TKA Sosiologi SMA/SMK dan Pembahasan

Soal 1 (Konsep Sosiologi – Ciri Non-Etis)

Sosiologi mengkaji fenomena kemiskinan perkotaan bukan untuk menghakimi apakah kemiskinan itu baik atau buruk, melainkan untuk menjelaskan faktor struktural penyebabnya. Ciri sosiologi yang tercermin adalah ….

A. Empiris
B. Teoretis
C. Kumulatif
D. Non-etis
E. Normatif
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: D
Pembahasan: Ciri non-etis berarti sosiologi bertugas mengungkap fakta fenomena sosial secara objektif tanpa mempersoalkan baik atau buruknya fakta tersebut.
Soal 2 (Interaksi Sosial – Syarat Kontak & Komunikasi)

Dua orang yang berasal dari negara berbeda bertemu di bandara. Keduanya saling melambaikan tangan dan bertukar senyum meskipun tidak memahami bahasa lisan masing-masing. Peristiwa ini menunjukkan bahwa ….

A. Interaksi sosial gagal karena tidak ada bahasa lisan
B. Kontak sosial dan komunikasi non-verbal telah terpenuhi
C. Terjadi asimilasi budaya secara instan
D. Komunikasi hanya dapat terjadi lewat tulisan
E. Terjadi konflik sosial tersembunyi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Interaksi sosial mensyaratkan adanya kontak sosial dan komunikasi. Simbol gerakan tubuh/senyuman merupakan bentuk komunikasi non-verbal yang sah.
Soal 3 (Interaksi Sosial – Bentuk Akomodasi Arbitrase)

Perselisihan batas tanah antara dua warga diselesaikan oleh kepala desa yang memiliki wewenang hukum adat untuk memberikan keputusan yang wajib dipatuhi kedua belah pihak. Bentuk akomodasi ini disebut ….

A. Mediasi
B. Arbitrase
C. Konsiliasi
D. Kompromi
E. Ajudikasi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Arbitrase adalah penyelesaian sengketa melalui pihak ketiga yang berwenang mengambil keputusan mengikat bagi pihak yang bersengketa.
Soal 4 (Sosialisasi – Tahap Game Stage)

Seorang anak mampu memahami perannya sebagai penjaga gawang dalam tim sepak bola dan sekaligus mengerti aturan main serta peran teman-temannya. Menurut George Herbert Mead, anak tersebut berada pada tahap ….

A. Preparatory stage
B. Play stage
C. Game stage
D. Generalized other
E. Significant other
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Pembahasan: Game stage adalah tahap di mana individu sudah memahami peran dirinya sendiri serta peran orang lain dalam suatu sistem aturan bersama.
Soal 5 (Nilai & Norma – Tingkatan Norma Mores (Tata Kelakuan))

Sanksi berupa pengucilan dari masyarakat atau sanksi moral berat diberikan kepada individu yang melanggar pantangan adat yang dianggap sakral. Norma yang dilanggar tersebut berada pada tingkatan ….

A. Usage (Cara)
B. Folkways (Kebiasaan)
C. Mores (Tata Kelakuan)
D. Custom (Adat Istiadat)
E. Fashion
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Pembahasan: Mores (tata kelakuan) adalah norma yang mengatur perilaku anggota masyarakat dengan sanksi moral tegas seperti rasa malu atau pengucilan jika dilanggar.
Soal 6 (Penyimpangan Sosial – Teori Labelling)

Seorang remaja yang pernah tertuduh mencuri terus-menerus dicap sebagai pencuri oleh lingkungannya, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi kriminal profesional. Fenomena ini sesuai dengan Teori Penyimpangan ….

A. Teori Anomi (Durkheim/Merton)
B. Teori Labelling (Edwin Lemert)
C. Teori Asosiasi Diferensial (Sutherland)
D. Teori Konflik (Karl Marx)
E. Teori Pengendalian (Hirschi)
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Teori Labelling menjelaskan bahwa cap/julukan negatif yang diberikan masyarakat (secondary deviance) mendorong seseorang berperilaku sesuai label tersebut.
Soal 7 (Faktor Interaksi – Sugesti vs Imitasi)

Seorang pasien langsung merasa tubuhnya lebih sehat setelah mendengar nasihat dari dokter spesialis ternama yang sangat ia percayai. Faktor yang mendasari interaksi ini adalah ….

A. Imitasi
B. Sugesti
C. Identifikasi
D. Simpati
E. Empati
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Sugesti adalah pengaruh psikis yang diterima seseorang dari tokoh berwibawa/berpengaruh tanpa berpikir rasional kritis.
Soal 8 (Kelompok Sosial – Paguyuban (Gemeinschaft))

Masyarakat desa yang memiliki ikatan persaudaraan erat, tolong-menolong tanpa pamrih, dan rasa solidaritas mekanik yang tinggi termasuk ke dalam kelompok ….

A. Gemeinschaft by blood
B. Gemeinschaft of mind
C. Gesellschaft (Patembayan)
D. Reference group
E. Out-group
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Gemeinschaft of mind adalah paguyuban yang didasarkan pada kesamaan visi, jiwa, dan pikiran kekeluargaan di masyarakat komunal.
Soal 9 (Konsep Nilai – Nilai Vital)

Bagi seorang pengemudi ojek online, sepeda motor dan smartphone memiliki nilai yang sangat penting untuk menunjang aktivitas bekerja sehari-hari. Berdasarkan Notonagoro, benda tersebut memiliki ….

A. Nilai Material
B. Nilai Vital
C. Nilai Kerohanian
D. Nilai Keindahan
E. Nilai Kebenaran
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan aktivitas atau kegiatan.
Soal 10 (Sosialisasi – Agen Sosialisasi Primer)

Keluarga berperan meletakkan dasar-dasar moral, bahasa pertama, dan pembentukan kepribadian awal anak. Dalam hal ini keluarga berfungsi sebagai ….

A. Agen sosialisasi primer
B. Agen sosialisasi sekunder
C. Agen sosialisasi tersier
D. Lembaga ekonomi formal
E. Kelompok patembayan
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pembahasan: Sosialisasi primer adalah sosialisasi pertama yang dialami individu saat masa kanak-kanak dalam lingkungan keluarga inti.
Soal 11 (Penyimpangan Sosial – Konformitas vs Inovasi)

Menurut Robert K. Merton, seseorang yang menerima tujuan budaya kesuksesan finansial tetapi menggunakan cara-cara non-konvensional/ilegal untuk mencapainya disebut melakukan adaptasi ….

A. Konformitas
B. Inovasi
C. Ritualisme
D. Retretisme
E. Pemberontakan (Rebellion)
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Inovasi adalah bentuk adaptasi yang menerima tujuan budaya (sukses harta) tetapi menolak cara institusional yang sah (memilih jalur alternatif/curang).
Soal 12 (Interaksi Sosial – Asimilasi vs Akulturasi)

Perpaduan dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur identitas kebudayaan aslinya disebut ….

A. Asimilasi
B. Akulturasi
C. Difusi
D. Enkulturasi
E. Akomodasi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Akulturasi (A + B = AB) memadukan unsur budaya tanpa menghilangkan ciri khas asli, sedangkan asimilasi (A + B = C) melahirkan budaya baru yang melebur identitas asli.
Soal 13 (Pengendalian Sosial – Preventif vs Represif)

Penyuluhan bahaya narkoba di sekolah sebelum terjadi kasus penyalahgunaan zat terlarang merupakan bentuk pengendalian sosial yang bersifat ….

A. Represif
B. Preventif
C. Koersif
D. Persuasif kuratif
E. Ajudikatif
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Pengendalian preventif dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran untuk mencegah timbulnya penyimpangan.
Soal 14 (Stratifikasi Sosial – Sifat Terbuka vs Tertutup)

Sistem stratifikasi sosial di masyarakat perkotaan modern yang memungkinkan setiap orang meningkatkan status sosialnya melalui prestasi pendidikan dan kerja keras disebut ….

A. Stratifikasi terbuka (Open stratification)
B. Stratifikasi tertutup (Closed stratification)
C. Kasta tradisional
D. Feodalisme kaku
E. Diferensiasi horizontal
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pembahasan: Stratifikasi terbuka memungkinkan mobilitas sosial vertikal naik (social climbing) berdasarkan prestasi/achieved status.
Soal 15 (Diferensiasi Sosial – Ciri Horizontal)

Perbedaan masyarakat berdasarkan suku bangsa, marga, dan agama dalam sosiologi dipandang secara horizontal karena ….

A. Menunjukkan tingkatan kelas atas dan bawah
B. Tidak ada kelompok yang secara kodrati lebih tinggi atau lebih rendah derajatnya
C. Semua kelompok memiliki kekuasaan politik yang sama persis
D. Menghilangkan seluruh potensi konflik antarsuku
E. Didasarkan pada perbedaan jumlah kekayaan
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Diferensiasi sosial adalah pembedaan masyarakat secara horizontal (sejajar) tanpa memandang hierarki tinggi-rendah.
Soal 16 (Mobilitas Sosial – Vertikal Antargenerasi)

Seorang anak petani miskin di pedesaan berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dan menjadi direktur rumah sakit ternama. Kasus ini merupakan contoh mobilitas ….

A. Vertikal naik antargenerasi
B. Vertikal turun intragenerasi
C. Horizontal geografis
D. Lateral antargolongan
E. Mobilitas struktural tertutup
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pembahasan: Terjadi peningkatan status sosial dari generasi orang tua (petani) ke generasi anak (direktur rumah sakit) βž” mobilitas vertikal naik antargenerasi.
Soal 17 (Saluran Mobilitas Sosial – Lembaga Pendidikan)

Lembaga pendidikan sering disebut sebagai ‘social elevator’ karena berperan sebagai ….

A. Sarana mempertahankan hak istimewa keturunan bangsawan
B. Saluran yang mengangkat individu dari kelas sosial rendah ke lapisan sosial lebih tinggi
C. Tempat membatasi akses ilmu bagi masyarakat miskin
D. Lembaga yang meniadakan stratifikasi ekonomi
E. Wadah isolasi kelompok minoritas
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Social elevator bermakna lembaga pendidikan menjadi saluran mobilitas vertikal yang efektif untuk menaikkan kedudukan sosial.
Soal 18 (Dampak Mobilitas Sosial – Konflik Antargenerasi)

Perbedaan pandangan nilai budaya antara generasi kakek yang tradisional dan generasi cucu yang serba digital sering menimbulkan benturan nilai. Dampak negatif mobilitas sosial ini adalah ….

A. Konflik antar-kelas
B. Konflik antargenerasi
C. Penyesuaian kebudayaan cepat
D. Penurunan integrasi horizontal
E. Anomi total
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Benturan pandangan antara generasi tua dan generasi muda disebut konflik antargenerasi.
Soal 19 (Masyarakat Multikultural – Konsolidasi)

Penguatan loyalitas kelompok berdasarkan tumpang-tindih parameter kesamaan suku dan kesamaan partai politik dapat mempertegas sekat primordial. Fenomena ini disebut ….

A. Interseksi (Intercrossing)
B. Konsolidasi sosial
C. Asimilasi struktural
D. Integrasi fungsional
E. Akulturasi damai
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Konsolidasi sosial terjadi ketika parameter keanggotaan saling memperkuat batas kelompok (misal: suku A selalu di partai X), yang berpotensi memicu polarisasi.
Soal 20 (Masyarakat Multikultural – Interseksi)

Dua orang yang berbeda suku bangsa menjalin persahabatan erat karena memiliki hobi fotografi dan profesi arsitek yang sama. Proses silang keanggotaan ini disebut ….

A. Konsolidasi primordial
B. Interseksi sosial
C. Segregasi rasial
D. Etnosentrisme
E. Stereotip sosial
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Interseksi adalah persilangan keanggotaan yang menyatukan kelompok-kelompok berbeda berdasarkan parameter baru (profesi/hobi), sehingga meredam konflik primordial.
Soal 21 (Sikap Primordial – Etnosentrisme)

Sikap memandang kebudayaan suku sendiri sebagai yang paling unggul dan menilai kebudayaan kelompok lain dengan standar budayanya sendiri disebut ….

A. Etnosentrisme
B. Xenosentrisme
C. Relativisme budaya
D. Chauvinisme militer
E. Pluralisme
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pembahasan: Etnosentrisme adalah kecenderungan menganggap budaya sendiri lebih baik daripada budaya luar.
Soal 22 (Sikap Primordial – Stereotip)

Pelabelan sifat malas atau pelit kepada seluruh anggota suatu kelompok suku tertentu tanpa bukti objektif merupakan wujud dari ….

A. Diskriminasi hukum
B. Stereotip sosial
C. Akulturasi selektif
D. Asimilasi budaya
E. Integrasi normatif
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Stereotip adalah prasangka generalisasi citra buruk atau penilaian kaku terhadap suatu kelompok.
Soal 23 (Konsekuensi Stratifikasi – Kesenjangan Sosial)

Perbedaan tajam dalam akses fasilitas kesehatan, perumahan layak, dan modal usaha antara kaum elit dan masyarakat marjinal mencerminkan ….

A. Diferensiasi kultural
B. Kesenjangan sosial ekonomi
C. Integrasi koersif
D. Mobilitas horizontal
E. Partikularisme netral
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Kesenjangan sosial ekonomi adalah ketimpangan pembagian sumber daya material dan non-material dalam sistem stratifikasi.
Soal 24 (Status Sosial – Ascribed vs Achieved Status)

Gelar kebangsawanan Raden Mas yang diperoleh seseorang sejak lahir karena faktor garis keturunan termasuk jenis ….

A. Achieved status
B. Ascribed status
C. Assigned status
D. Master status
E. Informal status
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Ascribed status adalah kedudukan sosial yang didapatkan secara otomatis sejak lahir tanpa perlu usaha perjuangan.
Soal 25 (Konflik Peran (Role Conflict))

Seorang polisi yang bertugas harus menilang anak kandungnya sendiri yang melanggar lampu merah. Polisi tersebut mengalami ….

A. Konflik antar-status
B. Konflik peran (Role conflict)
C. Kegagalan sosialisasi
D. Deviasi sekunder
E. Etnosentrisme keluarga
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Konflik peran terjadi ketika seseorang dihadapkan pada dua tuntutan peran yang bertentangan secara bersamaan (sebagai penegak hukum vs sebagai ayah).
Soal 26 (Konflik Sosial – Teori Konflik Karl Marx)

Menurut Karl Marx, konflik sosial yang menjadi motor penggerak perubahan sejarah masyarakat berakar dari pertentangan antara ….

A. Kaum agamawan dan kaum cendekiawan
B. Kaum borjuis (pemilik modal) dan kaum proletar (buruh)
C. Generasi tua dan generasi muda
D. Suku mayoritas dan suku minoritas
E. Negara maju dan negara berkembang
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Marx menekankan konflik kelas antara pemilik modal (borjuis) yang mengeksploitasi kaum buruh (proletar).
Soal 27 (Bentuk Konflik – Konflik Konstruktif)

Perdebatan sengit dalam rapat OSIS yang membahas program kerja terbaik untuk sekolah akhirnya melahirkan inovasi kegiatan baru yang disepakati bersama. Konflik ini bersifat ….

A. Destruktif
B. Konstruktif
C. Vertikal anarkis
D. Disosiatif tertutup
E. Rasial
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Konflik konstruktif adalah perselisihan pendapat yang menghasilkan perbaikan, sintesis gagasan baru, dan integrasi kelompok yang lebih solid.
Soal 28 (Akomodasi – Konsiliasi)

Penyelesaian perselisihan ketenagakerjaan antara serikat buruh dan manajemen pabrik melalui perundingan dalam lembaga tripartit resmi disebut ….

A. Arbitrase
B. Konsiliasi
C. Stalemate
D. Toleransi pasif
E. Koersi fisik
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Konsiliasi adalah upaya mempertemukan keinginan pihak yang bersengketa melalui lembaga-lembaga formal tertentu guna mencapai kesepakatan.
Soal 29 (Akomodasi – Stalemate)

Dua negara adidaya yang bersengketa menghentikan perang dan saling menarik pasukan karena keduanya memiliki kekuatan militer nuklir yang seimbang sehingga perang tidak menghasilkan pemenang. Bentuk akomodasi ini adalah ….

A. Kompromi
B. Stalemate
C. Mediasi
D. Ajudikasi
E. Gencatan senjata sepihak
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Stalemate adalah keadaan di mana pihak-pihak yang bertikai berhenti berkonflik karena memiliki kekuatan seimbang.
Soal 30 (Akomodasi – Ajudikasi)

Penyelesaian sengketa hak paten merek dagang yang diputuskan melalui vonis sidang pengadilan negeri merupakan bentuk akomodasi ….

A. Arbitrase
B. Mediasi
C. Ajudikasi
D. Koersi
E. Konsiliasi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Pembahasan: Ajudikasi adalah penyelesaian perkara atau sengketa melalui jalur meja hijau/pengadilan resmi.
Soal 31 (Bentuk Integrasi – Integrasi Normatif)

Integrasi bangsa Indonesia yang disatukan oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai kesepakatan nilai bersama merupakan contoh integrasi ….

A. Integrasi Fungsional
B. Integrasi Normatif
C. Integrasi Koersif
D. Integrasi Terpaksa
E. Integrasi Asimilatif
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Integrasi normatif terbentuk karena adanya kesepakatan norma dan nilai-nilai bersama yang dianut masyarakat.
Soal 32 (Bentuk Integrasi – Integrasi Fungsional)

Daerah pesisir yang menghasilkan ikan saling bergantung dan bertukar komoditas dengan daerah pegunungan yang menghasilkan sayur-mayur. Terbentuknya kesatuan ini dinamakan ….

A. Integrasi Normatif
B. Integrasi Fungsional
C. Integrasi Koersif
D. Integrasi Struktural
E. Asimilasi spasial
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Integrasi fungsional terbentuk atas dasar ketergantungan fungsional antar-elemen masyarakat dalam memenuhi kebutuhan.
Soal 33 (Bentuk Integrasi – Integrasi Koersif)

Penerapan jam malam dan pengamanan bersenjata oleh aparat keamanan untuk menghentikan kerusuhan massal merupakan bentuk integrasi ….

A. Normatif
B. Fungsional
C. Koersif
D. Partisipatif
E. Akulturatif
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Pembahasan: Integrasi koersif dipaksakan menggunakan kekuasaan dan kekuatan fisik/hukum aparat untuk meredam kekacauan.
Soal 34 (Faktor Pendorong Integrasi Sosial)

Sikap terbuka terhadap pengaruh budaya luar yang positif dan adanya perkawinan campur (amalgamasi) antarsuku merupakan faktor ….

A. Penghambat integrasi sosial
B. Pendorong integrasi sosial
C. Pemicu segregasi rasial
D. Pembentuk etnosentrisme
E. Penyebab asimilasi semu
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Toleransi, keterbukaan, dan perkawinan campur (amalgamasi) adalah faktor pendorong utama integrasi sosial.
Soal 35 (Kekerasan Struktural)

Kemiskinan ekstrem yang diderita sekelompok masyarakat akibat ketiadaan akses pendidikan dan lapangan kerja yang diciptakan oleh kebijakan pemerintah yang timpang dikategorikan sebagai ….

A. Kekerasan langsung (Direct violence)
B. Kekerasan struktural (Structural violence)
C. Kekerasan kultural murni
D. Konflik terbuka
E. Agresi individual
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Kekerasan struktural adalah ketidakadilan sistemik yang tertanam dalam institusi/struktur sosial sehingga merugikan kelompok marjinal.
Soal 36 (Perdamaian Pasca-Konflik – Rekonsiliasi)

Proses pemulihan hubungan persaudaraan antarkelompok yang pernah bertikai melalui pengakuan kesalahan, saling memaafkan, dan pembangunan kembali fasilitas bersama disebut ….

A. Represi hukum
B. Rekonsiliasi sosial
C. Segregasi wilayah
D. Isolasi budaya
E. Konsolidasi bersenjata
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Rekonsiliasi adalah proses pemulihan perdamaian dan kepercayaan sosial antarkelompok pasca-konflik.
Soal 37 (Kohesi Sosial)

Tingkat keterikatan emosional, solidaritas, dan rasa saling percaya di antara warga dalam suatu komunitas disebut ….

A. Kohesi sosial
B. Polarisasi sosial
C. Disorganisasi keluarga
D. Anomi massa
E. Fragmentasi etnis
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pembahasan: Kohesi sosial menggambarkan kekuatan ikatan solidaritas dan kebersamaan dalam masyarakat.
Soal 38 (Perubahan Sosial – Teori Siklus (Oswald Spengler/Toynbee))

Peradaban manusia diibaratkan seperti siklus hidup biologis: lahir, tumbuh berkembang, mencapai masa kejayaan, lalu mengalami keruntuhan dan kembali ke awal. Teori ini adalah ….

A. Teori Linier / Evolusi
B. Teori Siklus
C. Teori Konflik
D. Teori Fungsionalis
E. Teori Dependensi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Teori siklus memandang perubahan masyarakat berputar secara berulang tanpa titik akhir tertentu.
Soal 39 (Perubahan Sosial – Teori Linier)

Masyarakat berubah secara bertahap dari masyarakat primitif, masyarakat agraris tradisional, hingga mencapai masyarakat industri modern yang rasional. Teori ini adalah ….

A. Teori Siklus
B. Teori Linier (Evolusi)
C. Teori Konflik
D. Teori Stagnasi
E. Teori Gerakan Sosial
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Teori linier meyakini perubahan masyarakat berjalan maju ke arah kemajuan/tahap tertentu yang lebih kompleks.
Soal 40 (Dampak Perubahan Sosial – Cultural Lag)

Masyarakat cepat sekali mengadopsi smartphone canggih, namun etika bermedia sosial dan kesadaran privasi datanya masih sangat rendah. William F. Ogburn menyebut ketimpangan ini sebagai ….

A. Cultural Shock
B. Cultural Lag (Ketertinggalan Budaya)
C. Anomi Kultural
D. Asimilasi Parsial
E. Disintegrasi Total
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Cultural lag adalah ketertinggalan unsur non-material (nilai, etika) dalam mengimbangi perkembangan cepat budaya material (teknologi).
Soal 41 (Dampak Perubahan Sosial – Cultural Shock)

Seorang pelajar daerah terpencil yang pindah ke kota megapolitan merasa cemas, bingung, dan tertekan melihat gaya hidup perkotaan yang serba cepat dan individualistis. Pelajar tersebut mengalami ….

A. Cultural Shock (Keguncangan Budaya)
B. Cultural Lag
C. Etnosentrisme
D. Globalisasi terarah
E. Westernisasi murni
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pembahasan: Cultural shock adalah guncangan kejiwaan/ketidakmampuan menyesuaikan diri saat menghadapi lingkungan budaya baru yang sangat berbeda.
Soal 42 (Globalisasi – Glokalisasi)

Restoran cepat saji global asal Amerika yang membuka cabang di Indonesia menyajikan menu burger dengan sambal rendang khas Nusantara. Strategi adaptasi ini dinamakan ….

A. Westernisasi murni
B. Glokalisasi
C. Imperialisme budaya
D. Homogenisasi total
E. Isolasi protektif
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Glokalisasi (Global + Lokal) adalah penyesuaian produk global agar selaras dengan selera dan budaya lokal setempat.
Soal 43 (Kearifan Lokal (Local Wisdom))

Sistem penataan irigasi pertanian tradisional Subak di Bali yang menjunjung tinggi filosofi Tri Hita Karana terbukti menjaga kelestarian lingkungan dan keadilan distribusi air. Nilai ini mencerminkan fungsi kearifan lokal sebagai ….

A. Penghambat modernisasi teknologi
B. Konservasi lingkungan dan kohesi sosial berbasis kearifan budaya
C. Bentuk penolakan terhadap hukum negara
D. Upaya monopoli sumber daya air
E. Komersialisasi tradisi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Kearifan lokal berfungsi sebagai pedoman adaptasi harmonis antara manusia, alam, dan masyarakat.
Soal 44 (Metodologi Riset – Pendekatan Kualitatif)

Peneliti tinggal bersama masyarakat adat suku Baduy selama 6 bulan untuk memahami makna ritual adat dan pola hidup mereka secara mendalam. Pendekatan dan teknik yang digunakan adalah ….

A. Kuantitatif dengan kuesioner survei
B. Kualitatif dengan observasi partisipatoris
C. Eksperimen laboratorium
D. Analisis statistik regresi
E. Sensus demografi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif menggali pemahaman mendalam tentang makna fenomena langsung dari kacamata subjek.
Soal 45 (Metodologi Riset – Teknik Sampling Stratified)

Peneliti ingin mengetahui kepuasan siswa terhadap fasilitas sekolah dengan membagi populasi menjadi tingkatan Kelas X, XI, dan XII, lalu mengambil sampel proporsional dari tiap kelas. Teknik ini disebut ….

A. Simple Random Sampling
B. Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berlapis)
C. Snowball Sampling
D. Purposive Sampling
E. Incidental Sampling
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Stratified Random Sampling digunakan bila populasi memiliki tingkatan/strata yang heterogen.
Soal 46 (Metodologi Riset – Snowball Sampling)

Untuk meneliti komunitas pengguna narkotika yang sulit dijangkau, peneliti memulai dari satu responden kunci yang kemudian merekomendasikan teman-temannya. Teknik sampling ini dinamakan ….

A. Cluster Sampling
B. Snowball Sampling (Bola Salju)
C. Systematic Sampling
D. Quota Sampling
E. Stratified Sampling
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Snowball sampling bergulir dari informan awal ke informan rujukan berikutnya untuk populasi tertutup/sensitif.
Soal 47 (Metodologi Riset – Validitas & Reliabilitas)

Instrumen angket kuesioner dikatakan memiliki reliabilitas tinggi apabila ….

A. Mampu mengukur apa yang seharusnya diukur secara tepat
B. Memberikan hasil pengukuran yang konsisten dan stabil saat diujikan berulang kali
C. Disusun oleh peneliti bergelar doktor
D. Memiliki jumlah pertanyaan lebih dari 100 butir
E. Dicetak dengan kertas berkualitas tinggi
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi dan stabilitas hasil ukur, sedangkan validitas berkaitan dengan ketepatan alat ukur.
Soal 48 (Metodologi Riset – Data Primer vs Sekunder)

Seorang sosiolog menggunakan data sensus penduduk resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menganalisis tren urbanisasi. Data tersebut termasuk jenis ….

A. Data primer
B. Data sekunder
C. Data kualitatif murni
D. Data observasi langsung
E. Data rahasia
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari publikasi atau dokumen pihak ketiga (seperti BPS).
Soal 49 (Lembaga Sosial – Fungsi Manifes vs Laten)

Lembaga pendidikan formal memiliki fungsi manifes mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan kerja, serta memiliki fungsi laten ….

A. Memberikan ijazah kelulusan
B. Menunda usia pernikahan dini dan memperluas jaringan pertemanan
C. Menyediakan ruang kelas ber-AC
D. Membayar gaji guru
E. Menjual buku pelajaran
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Fungsi laten adalah fungsi tersembunyi yang tidak direncanakan secara formal, seperti menunda kedewasaan/pernikahan dan membentuk relasi sosial baru.
Soal 50 (Pemberdayaan Komunitas)

Program pemberdayaan masyarakat desa pengrajin batik yang berhasil adalah program yang ….

A. Memberikan bantuan dana tunai terus-menerus tanpa pelatihan
B. Membangun kemandirian masyarakat melalui pelatihan desain, manajemen usaha, dan perluasan akses pasar
C. Mengganti seluruh tenaga perajin lokal dengan mesin pabrik otomatis
D. Mengambil alih hak milik usaha perajin oleh pemerintah daerah
E. Menutup akses penjualan ke luar daerah
πŸ’‘ Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pembahasan: Esensi pemberdayaan adalah memampukan masyarakat agar mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas.

Tips Analisis Cepat Mengerjakan Soal TKA Sosiologi

1. Pahami Kata Kunci Teoretis: Bedakan konsep yang mirip seperti Akulturasi vs Asimilasi, Etnosentrisme vs Xenosentrisme, dan Mediasi vs Arbitrase.

2. Kontekstualisasikan Kasus Realitas Sosial: Hubungkan narasi soal dengan fenomena keseharian di masyarakat perkotaan, pedesaan, atau dinamika digital saat ini.

3. Cermati Pertanyaan Metodologi Penelitian: Perhatikan jenis data (primer/sekunder) dan teknik pengambilan sampel (acak, berstrata, atau bola salju) pada soal-soal riset sosial.

Rekomendasi Latihan Soal TKA SMA/SMK Lainnya

Persiapkan diri Anda menghadapi Asesmen Akademik dan Ujian Minat Bakat dengan kumpulan modul latihan soal mata pelajaran lainnya:

β€’ Soal TKA Matematika: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

β€’ Soal TKA Bahasa Inggris: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

β€’ Soal TKA Bahasa Indonesia: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

β€’ Soal TKA Sosiologi: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

β€’ Soal TKA Fisika: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

β€’ Soal TKA Kimia: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

β€’ Soal TKA PKK dan KIK SMK: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan Lengkap

β€’ Soal TKA Bahasa Jepang: Contoh, Prediksi, dan Pembahasan SMA/SMK

Tanya Jawab (FAQ) Soal TKA Sosiologi SMA/SMK/MA

Q: Apa saja materi pokok yang diujikan dalam TKA Sosiologi?
A: Konsep dasar dan interaksi sosial, struktur dan stratifikasi sosial, dinamika konflik dan integrasi bangsa, perubahan sosial di era globalisasi, serta metode penelitian sosial.

Q: Mengapa soal TKA Sosiologi banyak berbentuk studi kasus HOTS?
A: Karena sosiologi menguji kemampuan daya nalar kritis siswa dalam menganalisis masalah riil masyarakat secara objektif dan solutif.

Q: Di mana bisa mengikuti tryout TKA Sosiologi berbasis CAT CBT?
A: Anda dapat mencoba simulasi tryout online lengkap dengan timer dan kunci pembahasan di bimbel.fungsional.id.

Dapatkan Paket Latihan Soal TKA Sosiologi Lengkap!

Paket Tryout Soal TKA Sosiologi Bimbel Fungsional

Asah ketajaman berpikir dan kesiapan ujian Anda bersama ribuan bank soal terstandar di bimbel.fungsional.id!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!